JEECAE : Journal of Electrical. Electronic. Control and Automotive Engineering Vol. No. September 2025, hal 8-12 p-ISSN : 2541-0288 e-ISSN : 2528-0708 JOURNAL OF ELECTRICAL. ELECTRONIC. CONTROL AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE) Homepage jurnal: http://journal. Studi Fuel Ratio sebagai Indikator Efisiensi Energi pada Dump Truck CAT 789C di Operasi Penambangan Overburden Haris Rizqullah1. Yusep Sukrawan2 Pendidikan Teknik Otomotif. Fakultas Pendidikan Teknik Industri. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung Pendidikan Teknik Otomotif. Fakultas Pendidikan Teknik Industri. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung Email Responden : harisrizqullah@upi. ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada analisis efisiensi energi dan produktivitas unit angkut CAT 789C di PT B. Kalimantan Timur, sebagai respons terhadap tantangan konsumsi bahan bakar yang tinggi yang berdampak pada biaya perusahaan dan emisi karbon1. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui lima tahapan utama: persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, dan penyusunan laporan Data primer diperoleh melalui observasi lapangan untuk mengukur cycle time dan jumlah muatan, sedangkan data sekunder meliputi spesifikasi alat, catatan konsumsi bahan bakar, dan kondisi jalan. Data tersebut diolah untuk menentukan rata-rata konsumsi bahan bakar . uel bur. , produktivitas alat, dan perhitungan fuel ratio sebagai indikator efisiensi energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit CAT 789C mencatat rata-rata konsumsi bahan bakar sebesar 135,6 L/jam dan produktivitas sebesar 221,9 BCM/jam, dengan fuel ratio 0,615 L/BCM. Penelitian ini mengidentifikasi grade jalan angkut dan parameter operasional sebagai faktor signifikan yang memengaruhi efisiensi bahan bakar dan produktivitas. Disimpulkan bahwa optimalisasi kondisi jalan, peningkatan manajemen operasional, dan pemeliharaan alat secara rutin sangat penting untuk meningkatkan efisiensi energi dan mendukung praktik pertambangan berkelanjutan. Kata kunci: efisiensi energi, produktivitas alat angkut, fuel ratio, pengangkutan overburden. CAT 789C PENDAHULUAN Salah satu aspek kritis dalam kegiatan tambang adalah pengangkutan overburden. Pada kegiatan pengangkutan overburden digunakan gabunngan dari unit alat gali excavator dan alat angkut heavy dump truk (HD), salah satu unit alat angkut yang beroperasi adalah HD CAT 789C. Dengan menggunakan engine tipe CAT 3516B EUI 69. 000 CC . V16, bore 170 mm x stroke 190 mm menghasilkan gross power 1417 kW . 0 HP), dengan kapasitas muatan nominal 195 Ton atau 87 BCM (Caterpillar, 2. Efisiensi pada penggunaan alat berat jenis CAT 789C menjadi tantangan bagi sebuah perusahaan untuk meminimalisir penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) agar mencapai produktifitas alat yang Namun konsumsi BBM yang tinggi pada unit CAT 789C ini sering menjadi faktor yang dapat mempengaruhi biaya Efisiensi energi pada unit alat berat juga berpengaruh kepada pengurangan emisi karbon yang dihasilkan dari proses penambangan, pertambangan merupakan salah satu industri yang menyumbang emisi gas rumah kaca CO2 tertinggi di Indonesia (Rahmatula et al. , 2. Faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan BBM salah satunya berupa kondisi jalan angkut atau grade. Kondisi jalan dalam proses pemindahan overburden berpengaruh terhadap daya alat angkut sehingga berdampak pada konsumsi BBM (Mushawir et al. , 2. Konsumsi BBM cenderung akan meningkat seiring bertambahnya nilai elevasi jalan, ini disebabkan karna saat melewati elevasi jalan yang lebih tinggi engine akan bekerja pada putaran yang lebih tinggi agar mencapai tenaga yang lebih besar (Mushawir et al. , 2. Konsumsi BBM dapat ditinjau dari fuel rasio untuk membantu perusahaan tersebut mengalami keuntungan atau kerugian dilihat dari BBM yang digunakan. Fuel rasio adalah perbandingan dari total penggunaan BBM dengan total produksi (Harsiga & Rahayu, 2. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis berkaitan dengan fuel rasio unit HD CAT 789C yang beroperasi di area penambangan sebagai alat angkut overburden, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai efisiensi energi berupa nilai konsumsi BBM terhadap produktivitas yang berpengaruh terhadap nilai fuel rasio. Overburden (OB) atau lapisan material penutup dalam tambang batu bara adalah semua material yang berada di permukaan atas batu bara yang tidak terdapat unsur mineral berharga yang tersusun dari material top soil, common soil, dan rocks (Mushawir et al. , 2. JEECAE : Journal of Electrical. Electronic. Control and Automotive Engineering Vol. No. September 2025, hal 8-12 Kemiringan Jalan (Grad. merupakan sudut atau curamnya jalan angkut, yang berpengaruh terhadap performa alat angkut. Sudut diukur dalam persentase, 1% grade menggambarkan jalan menanjak 1 meter secara vertikal pada jarak horizontal 100 meter (Adreansyah & Taman Tono, 2. Kemiringan jalan dapat dihitung menggunakan rumus : yaycycayccyce (%) = OIEa / OIycu y 100% Gambar 1. Kemiringan jalan angkut (Putra & Kasim. Dimana : OIEa = Beda ketinggian antar dua titik yang diukur (Mete. OIycu = Jarak datar antar dua titik yang diukur (Mete. Konsumsi BBM (Fuel Bur. merupakan jumlah BBM yang terpakai saat siklus pembakaran. Konsumsi BBM per Jam dihitung dari total BBM digunakan dibagi jam operasi (Pratama & Anaperta, 2. ycNycuycycayco yaya . ycCycyyceycycaycycnycuyci Eaycuycycyc . Fuel ratio merupakan perbandingan antara penggunaan BBM (Fue. yang terpakai dengan produksi yang Nilai rasio BBM didapat meliputi konsumsi BBM (Liter/Ja. dan produktivitas unit . cm/Ja. (Ramadhani et , 2. Berikut cara penghitungan fuel rasio. yaycyceyco yaAycycycu. ayaA) = yaycyceyco ycycaycycnycu = ya yaycyceyco ycaycycycu . ycaycayco ycEycycuyccycycaycycnycycnycyc ( yaycayco ) Produktifitas merupakan kemampuan suatu alat untuk mengolah atau memindahkan volume material tertentu dalam satu satuan waktu (Suryawan, 2. Produktifitas unit dapat dihitung apabila tersedia data mengenai cycle time, fill factor, swell factor, kapasitas bucket, dan efisiensi kerja (Shiddiqi & Kasim, 2. ) y yayca y yayce y ycIyce y ycEycycya = ycu y ( yaycya Keterangan : PtyA : Produktivitas alat angkut : jumlah pengisian bucket dalam satu alat angkut Cta : cycle time alat angkut . : faktor pengisian atau fill factor (%) : swell factor : efisiensi kerja (%) p-ISSN : 2541-0288 e-ISSN : 2528-0708 II. METODOLOGI Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Kegiatan penelitian ini dirancang dalam lima tahapan, yaitu persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, dan penyusunan laporan akhir. Tahap Persiapan Pada tahap ini, dilakukan penyusunan usulan tugas akhir, studi literatur mengenai daerah penelitian, serta kajian pustaka yang relevan dengan penelitian. Studi pendahuluan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum mengenai daerah penelitian. Tahap Pengumpulan Data Tahap pengumpulan data dilakukan dengan memperoleh data melalui observasi langsung di lapangan . ata prime. serta kajian literatur yang relevan dengan permasalahan penelitian . ata sekunde. Metode pengambilan data disesuaikan dengan jenis data yang diinginkan, yaitu : Data Primer. Meliputi Waktu Edar . ycle tim. dari alat angkut, dan jumlah muatan alat angkut Data Sekunder. Meliputi spesifikasi alat angkut, konsumsi bahan bakar . uel consumptio. , waktu kerja alat angkut, dan target produksi. Tahap Pengolahan Data Pada tahap ini, data yang diperoleh kemudian mempermudah proses analisis. Selanjutnya, data tersebut disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau perhitungan guna mendukung interpretasi hasil penelitian. Analisis Data Hasil dari pengolahan data tersebut digunakan untuk melakukan analisis terhadap fuel ratio secara aktual. Data ini juga dapat digunakan untuk menganalisis konsumsi bahan bakar . uel consumptio. serta produktivitas dari alat angkut berdasarkan jam kerja yang sebenarnya. HASIL DAN ANALISA Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi langsung di lapangan serta mempelajari berbagai literatur yang relevan dengan penelitian ini. Proses pengambilan data tersebut dilaksanakan pada bulan April. Alat angkut yang dianalisa adalah jenis CAT 789C. Fuel Burn Dari pengolahan data konsumsi BBM dibagi jam kerja alat per shift, diperoleh rata-rata fuel burn 135,6 L/jam Table 1. Fuel Burn Unit Fuel Jam Kerja Fuel Burn Consumption (L/Ja. (L) 1128,84 139,36296 999,64 131,53158 130,26923 1006,54 130,71948 130,3038 JEECAE : Journal of Electrical. Electronic. Control and Automotive Engineering Vol. No. September 2025, hal 8-12 Unit 1105,48 Jumlah Pemuata Loading 136,47901 140,39024 136,30667 148,88158 p-ISSN : 2541-0288 e-ISSN : 2528-0708 Cycle Time dan Prodiktivitas Alat Angkut Dari data cycle time yang dihitung, maka produktivitas dari alat angkut yang digunakan dengan nilai efisiensi kerja. Didapatkan angka produktivitas rata-rata dari alat angkut sebesar 221,9 BCM/Jam Table 2. Produktivitas Alat Cycle Time . Jarak Load Dumpin Empty Total (KM) Travel Travel Load Speed Empty Produktivitas (BCM/Ja. Fuel Ratio 245,75 0,536317396 Fuel ratio diperoleh dari hasil pengolahan data dengan membandingkan jumlah konsumsi bahan bakar per jam terhadap produktivitas alat (BCM/ja. Berdasarkan hasil perhitungan, rata-rata fuel ratio unit adalah 0,615 L/BCM 136,479 0,639545501 140,3902 227,36 0,617479944 136,3067 201,72 0,67572214 148,8816 245,57 0,606269414 Table 3. Fuel Rasio Alat Fuel Burn Produktivitas (L/Ja. (BCM/Ja. Fuel Rasio (L/BCM) 139,363 212,23 0,656660039 131,5316 0,635418261 130,2692 0,660259655 130,7195 220,62 0,592509655 130,3038 248,01 0,525397363 Unit Nilai fuel ratio dapat diperbaiki dengan cara meningkatkan produktivitas alat angkut seperti loading time, load travel time, dumping time, dan empty travel time, ini semua memiliki keterkaitan terhadap kurangnya keterampilan operator dalam mengoperasikan unit alat angkut, kondisi alat angkut yang optimal, keadaan permukaan jalan angkut yang tidak merata. Produktivitas alat angkut CAT 789C ditargetkan mencapai 240 BCM/ Jam, tetapi pada aktualnya hanya mencapai angka rata rata 221,9 BCM/Jam. JEECAE : Journal of Electrical. Electronic. Control and Automotive Engineering Vol. No. September 2025, hal 8-12 Fuel Burn (L/Ja. Fuel Rasio (L/BCM) Produktivitas (BCM/ Ja. p-ISSN : 2541-0288 e-ISSN : 2528-0708 Bagan 1. Pengaruh produktivitas terhadap fuel rasio Berdasarkan Bagan 1, dapat diamati bahwa peningkatan produktivitas berbanding terbalik dengan nilai fuel ratio pada alat angkut. Penurunan fuel ratio tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah konsumsi bahan bakar yang relatif stabil meskipun produktivitas meningkat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa keterampilan operator berada pada tingkat yang baik serta waktu idle alat angkut relatif rendah. IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa produktivitas alat angkut CAT 789C saat pengangkutan overburden mendapatkan rata rata 221,9 BCM/Jam dengan rata rata fuel burn sebesar 135,6 L/Jam. Nilai fuel rasio didapatkan sebesar 0,615 L/BCM mengindikasikan tingkat efisiensi penggunaan bahan bakar yang masih dapat ditingkatkan melalui upaya optimasi pengelolaan operasional dan pemeliharaan unit. Faktor lain seperti cycle time, grade jalan, dan efisiensi alat angkut. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan dan pemantauan parameter operasional secara berkelanjutan gunameningkatkan efisiensi bahan bakar serta menekan biaya operasional dalam kegiatan penambangan. DAFTAR PUSTAKA