1001 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 PERAN POKDARWIS DALAM PENGEMBANGAN POTENSI WISATA GUNUNG TELE SEBAGAI DAYA TARIK WISATA ALTERNATIF DI DESA WISATA PENGEMBUR Lalu Ilpan Hanapi1. I Made Suyasa2 & Uwi Martayadi3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata E-mail: 1laluilvanfatahlana@gmail. com 2kadeksuyasa@gmail. uwimartayadi@gmail. Article History: Received: 26-08-2025 Revised: 27-09-2025 Accepted: 30-09-2025 Keywords: Peran. Pokdarwis. Potensi Wisata. Daya Tarik Wisata Alternatif. Abstract: Penelitian ini bertujuan . untuk mendeskripsikan peran Pokdarwis dalam mengidentifikasi dan menggali potensi wisata Gunung Tele sebagai daya tarik wisata alternatif di Desa Wisata Pengembur dan . untuk menganalisis upaya Pokdarwis dalam pengembangan potensi wisata Gunung Tele sebagai daya tarik wisata alternatif di Desa Wisata Pengembur. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan enam narasumber sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa Pokdarwis Restu Bumi belum mampu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi wisata Gunung Tele secara optimal. Potensi besar yang dimiliki Gunung Tele, baik dari segi keindahan alam maupun keunikan budaya, belum dapat dimanfaatkan secara maksimal akibat keterbatasan pengetahuan, pelatihan, dan anggaran. Keterbatasan ini mengakibatkan banyak potensi wisata yang belum tergarap dan tidak mendatangkan manfaat ekonomi signifikan bagi masyarakat setempat. Upaya pengembangan potensi wisata oleh Pokdarwis Restu Bumi menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal keterlibatan masyarakat yang masih minim dan peran representasional yang belum efektif. Kurangnya edukasi dan penyadaran masyarakat tentang pentingnya pariwisata berkelanjutan, serta keterampilan teknis yang terbatas dalam penggunaan teknologi dan manajemen keuangan, turut menghambat efektivitas operasional dan program pengembangan wisata. PENDAHULUAN Desa Pengembur merupakan salah satu dari 18 desa yang terletak di Kecamatan Pujut. Kabupaten Lombok Tengah. Desa Pengembur ditetapkan menjadi desa wisata berdasarkan SK Gubernur Nomor 050. 13-366 pada tahun 2019. Desa Wisata Pengembur secara geografis sangat strategis, berdekatan dengan Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (BIZAM) dan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika serta destinasi wisata lainnya. Selain terletak pada lokasi strategis, desa wisata ini juga memiliki ragam potensi wisata, baik potensi alam, budaya, maupun Potensi alam seperti Daya Tarik Wisata Gunung Tele dan Goa Saung, potensi budaya yakni Makam Sile Denden, dan potensi buatan seperti kerajinan gerabah, anyaman rotan, dan kerajinan bambu, serta ditambah dengan hamparan sawah yang luas dan pemandangan bukit yang menjulang a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 tinggi memberikan nilai estetika mempesona pada desa wisata ini. Salah satu potensi wisata yang bisa dikembangkan untuk menjadi daya tarik wisata favorit adalah Gunung Tele. Potensi wisata Gunung Tele merupakan salah satu potensi yang menjadi favorit di kawasan Mandalika. Keunikan dari tempat ini adalah memiliki tiga jenis batu seperti batu rantok, batu kursi, dan batu keramik. Tempat ini juga sangat direkomendasikan kepada wisatawan karena sangat cocok untuk melaksanakan kegiatan camping ground dengan kapasitas ribuan orang. Meskipun Desa Pengembur telah ditetapkan sebagai desa wisata, perkembangan pariwisatanya tidak sesuai harapan. Kelompok sadar wisata "Restu Bumi" yang seharusnya menjadi motor penggerak dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program jangka pendek dan panjang tidak berhasil menjalankan perannya dengan baik. Program-program yang termasuk dalam cakupan mereka, seperti pemetaan potensi wisata, pelatihan dan pengembangan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pengembangan infrastruktur wisata, ternyata tidak berjalan Menurut Lepa dkk . , peran adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dimana tindakan tersebut dapat memberikan sesuatu yang diharapkan masyarakat sesuai dengan status yang dimiliki oleh seseorang dimana tindakan tersebut dapat memberikan sesuatu yang diharapkan masyarakat sesuai dengan status yang dimiliki oleh orang tersebut sehingga peran tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dan memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan. Menurut Jim Ife dalam bukunya Community Development, peran dikelompokkan menjadi beberapa yaitu, peran memfasilitasi kelompok sasaran, peran mengedukasi termasuk membangkitkan kesadaran masyarakat, peran sebagai wakil masyarakat dalam hal mencari sumber daya, dan lainnya. Dengan demikian, peran dan kontribusi dari Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) harus terus didukung, baik itu memfasilitasi maupun mengedukasi sehingga dapat berperan lebih efektif dalam menggerakkan masyarakat untuk menyadari adanya potensi lokal di daerah mereka dan mewujudkan lingkungan yang baik. Observasi awal menunjukkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi dalam upaya pemanfaatan potensi wisata Gunung Tele sebagai daya tarik wisata di Desa Wisata Pengembur adalah belum maksimalnya fasilitas pendukung dan akses yang tidak memadai. Faktor yang mempengaruhinya adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan komunikasi kelompok tersebut dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kondisi ini mengakibatkan potensi wisata Gunung Tele tidak diminati oleh wisatawan. Berdasarkan permasalahan tersebut, apabila tidak ditindaklanjuti tentu Desa Wisata Pengembur tidak akan pernah bisa berkembang. Upaya optimalisasi potensi wisata Gunung Tele oleh Pokdarwis menjadi langkah utama untuk memanfaatkan potensi wisata sebagai daya tarik Diperlukan langkah- langkah konkret, seperti memotivasi anggota kelompok, membangun keterlibatan masyarakat lokal, dan memastikan pelaksanaan program-program pariwisata sesuai Kerjasama yang solid dan komitmen yang kuat menjadi poin penting dalam mencapai tujuan ini. Pemahaman tentang posisi, peran, dan kedudukan kelompok sadar wisata harus diperkuat melalui pemahaman yang mendalam dan pengetahuan yang aktual. Pelatihan dan pembinaan yang berkesinambungan menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas anggota kelompok, mendorong partisipasi aktif, dan mengasah keterampilan yang Kemitraan dengan pemerintah desa perlu ditingkatkan untuk memfasilitasi kebutuhan pendukung yang mendukung pengembangan pariwisata. Hanya dengan langkah-langkah yang terarah, pemahaman yang mendalam, dan kerjasama yang erat. Desa Wisata Pengembur dapat menghidupkan potensi pariwisatanya dan mencapai perkembangan yang diidamkan. Proses ini a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 harus berjalan beriringan, mengedepankan kolaborasi yang harmonis antara kelompok sadar wisata dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Berdasarkan pembahasan di atas, maka peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui peran pokdarwis dalam pengembangan Gunung Tele sebagai daya Tarik wisata alternative di Desa Wisata Pengembur. LANDASAN TEORI Pengembangan Pariwisata Pengembangan pariwisata adalah kegiatan untuk menunjukkan suatu tempat atau daerah yang dianggap perlu ditata sedemikian rupa baik dengan cara memelihara yang sudah berkembang atau menciptakan yang baru, sehingga pengembangan pariwisata merupakan suatu rangakaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek diluar pariwisata yang berkaitan secara langsung akan kelangsungan pengembangan pariwisata (Pitana dkk, 2. Adapun hal yang ditawarkan kepada wisatawan untuk berkunjung ke tujuan wisata antara Sumber Daya Alam Hasil Karya Buatan Manusia Sarana Prasarana Wisata Potensi Wisata Potensi lokal adalah Potensi lokal adalah kekayaan alam, budaya, dan SDM pada suatu daerah. Soetomo . 4, 118-. Potensi alam di suatu daerah bergantung pada kondisi geografis, iklim dan bentang alam daerah tersebut. Kondisi alam yang berbeda tersebut menyebabkan perbedaan dan ciri khas potensi lokal suatu wilayah. Kekhasan bentang alam, perilaku dan budaya masyarakat setempat, dan kesejahteraan masyarakat membentuk segitiga interaksi yang saling Potensi wisata menurut Pitana . disini dibagi menjadi tiga macam yaitu sebagai Potensi alam Potensi kebudayaan Potensi manusia Partisipasi Masyarakat Menurut robert Chambers mengemukakan teori partisipasi masyarakat melalui pendekatan AuParticipatory Rural Appraisal (PRA)Ay, yang sangat relevan dalam konteks pariwisata. Chambers juga menekankan bahwa partisipasi masyarakat meningkatkan kepemilikan dan tanggung jawab terhadap proyek pariwisata. Ketika masyarakat lokal merasa terlibat dan memiliki peran dalam pengembangan pariwisata, mereka akan lebih termotivasi untuk mendukung dan berkontribusi pada keberhasilan proyek. Ini tidak hanya membantu dalam mengurangi potensi konflik antara pengunjung dan penduduk setempat, tetapi juga meningkatkan kualitas data dan informasi yang diperoleh, karena masyarakat lokal sering kali memiliki pengetahuan yang lebih mendalam dan relevan mengenai kondisi setempat. Kelompok Sadar Wisata Undang- undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan menjelaskan bahwa Kelompok Sadar Wisata dapat dipahami sebagai kelompok yang tumbuh atas inisiatif dan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif memelihara dan melestarikan berbagai obyek a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 wisata dan daya tarik wisata dalam rangka meningkatkan pembangunan pariwisata di daerah tempat tinggalnya. Daya Tarik Wisata Pengertian daya tarik wisata menurut Undang-undang No. 10 Tahun 2009 adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisata. Sedangkan menurut Zaenuri . daya tarik wisata adalah sesuatu yang memiliki daya tarik untuk dilihat dan dinikmati yang layak dijual ke pasar wisata. Secara garis besar terdapat empat kelompok daya tarik wisata yang menarik wisatawan datang ke daerah tujuan wisata (Yoeti, 2. , yaitu: Natural Attraction Build Attraction Cultural Attraction Social Attraction Menurut Cooper dkk . alam Rindani, 2. sebelum sebuah destinasi diperkenalkan dan dijual, terlebih dahulu harus mengkaji empat aspek utama yang harus dimiliki yaitu: attraction . , accessibilities . , amenity . , anciliary . asilitas pendukun. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan prosedur penelitian meliputi pra penelitian, pada saat penelitian, dan post penelitian. Informan yang digunakan terdiri dari 6 orang yaitu Kepala Desa. Sekretaris Desa. Ketua KTD atau Ketua Pokdarwis Sebelumnya. Kadus (Kepala Dusu. Tokoh Pemuda, dan Masyarakat Dusun Tawah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari tahap pengumpulan data, tahap coding data, tahap reduksi data, penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Selanjutnya Pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi, sumber, metode, dan waktu, diskusi teman sejawat, serta analisis data deduktif. HASIL DAN PEMBAHASAN Upaya Pokdarwis Restu Bumi dalam Pengembangan Potensi Wisata Gunung Tele Sebagai Daya Tarik Wisata Alternatif di Desa Wisata Pengembur adalah sebagai berikut: Memperkenalkan, melestarikan, dan memanfaatkan potensi pariwisata Gunung Tele di Desa Wisata Pengembur Kurangnya pengetahuan dan kemampuan Pokdarwis dalam menjalankan peran mereka sebagai penggerak pariwisata serta melibatkan masyarakat secara aktif menjadi sorotan utama. Meskipun mereka menyadari pentingnya edukasi dalam pengembangan pariwisata. Pokdarwis belum aktif menginisiasi atau menerapkan program edukasi yang terarah. Upaya pemerintah desa dalam mengadakan pelatihan dan mengundang akademisi belum dilakukan secara berkesinambungan, yang juga menjadi masalah yang diungkapkan oleh para wawancara. Mengelola pariwisata Gunung Tele di Desa Wisata Pengembur Masalah komunikasi internal dalam kelompok juga menjadi penghambat utama dalam melaksanakan rencana yang telah disusun. Terlepas dari visi-misi untuk pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dan alokasi dana yang signifikan. Pokdarwis Restu Bumi masih belum mampu menjalankan tugas mereka secara efektif. Kurangnya keterlibatan dalam penggunaan teknologi a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 komputer dan manajemen keuangan menjadi tantangan tambahan dalam mengelola Gunung Tele sebagai destinasi wisata. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Wisata Pengembur terkait Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Wisata Pengembur terkait pariwisata sangat penting untuk mengoptimalkan potensi desa sebagai destinasi wisata unggulan. Langkah-langkah strategis yang perlu diambil meliputi edukasi sadar wisata, implementasi sapta pesona, pelatihan hospitality, serta peningkatan keterampilan memandu wisatawan dan memasak. Edukasi sadar wisata bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan mempromosikan pariwisata secara berkelanjutan. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat akan lebih peduli terhadap aspek kebersihan, keamanan, dan kenyamanan Implementasi sapta pesona, yang mencakup tujuh aspek penting dalam pengembangan pariwisata yaitu keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan, harus dilakukan secara konsisten. Hal ini akan meningkatkan daya tarik Desa Wisata Pengembur di mata wisatawan. Pelatihan hospitality sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kepada Masyarakat, terutama pemuda, perlu dibekali keterampilan dalam memandu wisatawan dengan ramah dan profesional, sehingga dapat memberikan pengalaman berkesan bagi Peningkatan keterampilan memasak juga menjadi faktor penunjang dalam menarik Dengan menguasai teknik memasak dan menyajikan kuliner lokal yang autentik, masyarakat dapat menawarkan pengalaman kuliner yang menarik bagi wisatawan. Dengan kombinasi edukasi sadar wisata, implementasi sapta pesona, pelatihan hospitality, serta peningkatan keterampilan memandu dan memasak, diharapkan Desa Wisata Pengembur dapat mengembangkan potensinya secara optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat. Bekerjasama dengan stakeholder atau organisasi lain dalam mengembangkan potensi pariwisata di Desa Wisata Pengembur Keterbatasan dalam penggunaan teknologi komputer dan manajemen keuangan terus menghambat operasional Pokdarwis Restu Bumi dalam mengelola pariwisata di Gunung Tele. Pelatihan yang dilakukan hanya sekali dan materi yang disampaikan belum sepenuhnya terserap oleh anggota kelompok, menunjukkan pentingnya peningkatan keterampilan teknis. Masalah komunikasi yang belum optimal dengan pemerintah desa juga berkontribusi terhadap tidak adanya aktivitas yang terarah dalam kelompok. Pengembalian anggaran yang tidak cukup oleh Pokdarwis menjadi cerminan dari tantangan yang dihadapi dalam mobilisasi dukungan eksternal. Secara keseluruhan, upaya untuk mengoptimalkan potensi wisata Gunung Tele masih memerlukan perbaikan signifikan. Pokdarwis Restu Bumi harus meningkatkan keterampilan teknis dan manajemen keuangan, memperkuat komunikasi internal dan eksternal, serta mengembangkan program edukasi yang berkelanjutan untuk menghasilkan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat Desa Pengembur. Pembahasan Berdasarkan teori "Community Development,"yang diungkapkan oleh Jim Ife. Pokdarwis Restu Bumi di Desa Wisata Pengembur menghadapi tantangan dalam menjalankan peran mereka sebagai agen penggerak pariwisata. Teori tersebut menggaris bawahi empat peran penting a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 kelompok seperti Pokdarwis: memfasilitasi, mengedukasi, merepresentasikan, dan memberikan dukungan teknis. Pertama, dalam peran memfasilitasi. Pokdarwis seharusnya menjadi fasilitator utama dalam membantu masyarakat setempat mengidentifikasi dan memanfaatkan potensi wisata Gunung Tele. Namun, tantangan terbesar terletak pada kurangnya komunikasi internal yang memadai dan keterbatasan sumber daya finansial, yang menghambat kemampuan mereka untuk efektif dalam menggerakkan partisipasi masyarakat. Kedua, dalam peran mengedukasi, teori menekankan pentingnya Pokdarwis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang keberlanjutan lingkungan dan manfaat pariwisata. Namun, upaya konkret dalam pengembangan program edukasi yang terstruktur masih kurang, menyebabkan kesenjangan dalam pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata yang dimiliki. Ketiga, dalam peran representasi. Pokdarwis seharusnya bertindak sebagai wakil masyarakat di forum eksternal untuk memperjuangkan kepentingan pariwisata desa. Namun, kendala yang dihadapi termasuk kurangnya keterlibatan dalam jaringan dengan pihak eksternal dan kurangnya kemampuan dalam memobilisasi dukungan dari luar. Keempat, dalam peran teknis. Pokdarwis seharusnya memiliki keterampilan teknis yang memadai dalam manajemen keuangan dan penggunaan teknologi untuk mendukung pengembangan pariwisata. Namun, terbatasnya kemampuan teknis ini menjadi penghambat dalam efisiensi operasional dan pengelolaan yang optimal dari potensi wisata Gunung Tele. Secara keseluruhan. Pokdarwis Restu Bumi perlu mengadopsi strategi yang lebih kuat dalam mengatasi tantangan yang dihadapi, termasuk peningkatan komunikasi internal, pengembangan program edukasi yang berkelanjutan. perluasan jaringan representasi dengan pihak eksternal, dan peningkatan keterampilan teknis. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat lebih efektif dalam memanfaatkan potensi wisata Gunung Tele untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat sesuai dengan tujuan pembangunan pariwisata berkelanjutan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan tentang Peran Pokdarwis Dalam Pengembangan Gunung Tele Sebagai Daya Tarik Wisata Alternatif di Desa Wisata dapat disimpulkan sebagai berikut: Peran Pokdarwis dalam Mengidentifikasi Potensi Wisata Gunung Tele Pokdarwis Restu Bumi di Desa Wisata Pengembur memiliki tanggung jawab penting sebagai fasilitator, edukator, representasi, dan pendukung teknis dalam pengembangan pariwisata. Meskipun memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan dan meningkatkan ekonomi lokal. Pokdarwis belum berhasil mengidentifikasi dan mengelola potensi wisata Gunung Tele secara Tantangan yang dihadapi termasuk kurangnya komunikasi internal, keterbatasan anggaran, dan kurangnya pengetahuan teknis. Memfasilitasi: Pokdarwis Restu Bumi belum mampu mengembangkan potensi wisata Gunung Tele secara efektif dan melibatkan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam sebagai daya tarik wisata. Mengedukasi: Upaya edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan belum berjalan dengan baik. Pokdarwis belum aktif menerapkan program edukasi yang terarah. Representasional: Peran sebagai perwakilan masyarakat dalam memperjuangkan kepentingan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 pariwisata desa belum berjalan optimal. Kurangnya upaya konkret dalam memperoleh dukungan eksternal menghambat pengembangan destinasi wisata. Teknis: Kurangnya keterampilan teknis dalam penggunaan teknologi dan manajemen keuangan menjadi hambatan dalam mengelola potensi wisata Gunung Tele secara efektif. Upaya Pokdarwis dalam Pengembangan Potensi Wisata Gunung Tele Upaya yang dilakukan Pokdarwis Restu Bumi dalam mengembangkan potensi wisata Gunung Tele masih perlu ditingkatkan. Beberapa langkah strategis yang perlu diambil meliputi: Edukasi Sadar Wisata: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan mempromosikan pariwisata secara berkelanjutan. Implementasi Sapta Pesona: Mengoptimalkan penerapan tujuh aspek sapta pesona untuk meningkatkan daya tarik wisata desa. Pelatihan Hospitality: Meningkatkan keterampilan masyarakat, terutama pemuda, dalam memandu wisatawan dengan ramah dan profesional. Peningkatan Keterampilan Memasak: Memberikan pelatihan memasak untuk menyajikan kuliner lokal yang autentik dan menarik bagi wisatawan. Kerjasama dengan Stakeholder: Membangun komunikasi dan kerjasama yang lebih baik dengan pemerintah desa, akademisi, dan organisasi lain untuk mendapatkan dukungan yang Saran Untuk meningkatkan efektivitas Pokdarwis Restu Bumi dalam mengembangkan potensi wisata Gunung Tele di Desa Wisata Pengembur, beberapa saran dapat dipertimbangkan: Upaya Pokdarwis dalam Pengembangan Potensi Wisata Gunung Tele 1 Memfasilitasi 2 Mengedukasi 3 Representasional 4 Teknis Upaya Pokdarwis dalam Pengembangan Potensi Wisata Gunung Tele Edukasi Sadar Wisata Implementasi Sapta Pesona Pelatihan Hospitality Peningkatan Keterampilan Memasak Kerjasama dengan Stakeholder. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 DAFTAR PUSTAKA