Jurnal PPKM II . ISSN: 2354-869X KAJIAN DEBIT AIR. PERSEBARAN JENIS TUMBUHAN DAN SOSIAL EKONOMI PADA PENAMBANGAN BAHAN GALIAN CDI KAWASAN MATA AIR KERTEK WONOSOBO Furqon Hakima Program Studi Teknik Mesin Universitas Sains Al Quran Wonosobo INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Diterima : 18 Maret 2015 Disetujui : 14 April 2015 Kata Kunci: Penambangan. Debit (Abioti. Persebaran Jenis Tumbuhan ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas penambangan bahan galian C terhadap debit mata air dan persebaran jenis tumbuhan di PDAM Cabang kertek, dan untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi pemilik lahan tambang bahan galian C di Desa Pagerejo dan Candimulyo Kecamatan Kertek. Kabupaten Wonosobo. Rancangan pengambilan sampel yang dicari dalam penelitian abiotik adalah debit mata air PDAM Cabang Kertek sebelum dan sesudah adanya aktivitas penambangan bahan Galian C. Variabel yang dicari dalam penelitian biotik adalah persebaran jenis tumbuhan berupa kerapatan dan frekuensi tumbuhan disekitar lahan yang belum digali selain rumput dan gulma. Sasaran penelitian sosial ekonomi adalah para pemilik lahan tambang Bahan Galian C dan aparat desa terkait seperti Desa Pagerejo dan Candimulyo yang dianggap tahu tentang segala sesuatu kaitannya dengan kegiatan penambangan bahan Galian C. Pada lokasi penelitian yang jauh dengan kawasan penambangan bahan galian C di Desa Candimulyo, komponen debit air menurun, komponen frekuensi jenis tumbuhan lebih banyak dan pemasaran hasil penambangan sampai luar kota sedangkan lokasi penelitian yang dekat dengan kawasan penambangan di Desa Pagerrejo. Komponen debit air meningkat, frekuensi jenis tumbuhan lebih sedikit dan pemasaran hasil penambangan bersifat lokal. ARTICLE INFO ABSTRACT Article History Received : March 18, 2015 Accepted : April 14,2015 The study aims to determine the influence of mining activities C to discharge mineral springs and the distribution of plant species in PDAM Branch Kertek, and to determine the socio-economic characteristics of the owner of land mines excavated materials Pagerejo C in the village and subdistrict Candimulyo Kertek. Wonosobo. The draft sampling is sought in the study of abiotic is eye discharge water taps Kertek Branch before and after the mining activities C. Variable Excavated material is sought in biotic research is the spread of plant species such as the density and frequency of land around the plant that has not been explored in addition to grass and weeds. Targeted socio-economic research is the owner of land mines Minerals C and village officials associated such as Rural Pagerejo and Candimulyo deemed to know about everything related to mining activities Excavated material C. In the study sites distant to the area of mining, mineral C in the Village Candimulyo, components of water flow decreases, the frequency components of plant species more and marketing of mining until the outside of the city while the location of the research that is close to the mine in the village of Pagerrejo, components of water flow increases, less frequency of plant species and the marketing of the mining is local. Key Words : Mining, . Distribution of Plants PENDAHULUAN Kartasapoetra . menyatakan bahwa Tanah merupakan salah satu faktor yang terpenting bagi kehidupan manusia. Tetapi pada umumnya setelah manusia berhasil menguasai sebidang tanah atau seluas tanah, mereka mengabaikan fungsi tanah, bahkan merusak dan selanjutnya menelantarkan tanah itu sendiri. Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu dari 35 kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah. Bentang wilayah Kabupaten Wonosobo terletak di bagian tengah. Luas wilayahnya adalah 98. 468,38 ha, yang terbagi dalam 15 kecamatan, dengan ketinggian berkisar 270 Ae 2. 250 m di atas permukaan laut . Menurut Peraturan Daerah No No. 6 tahun 2007, penggolongan bahan-bahan galian adalah sebagai berikut. Bahan galian golongan A, merupakan bahan galian Jurnal PPKM II . 114-125 strategis, yaitu strategis untuk perekonomian Negara serta pertahanan dan keamanan Negara Bahan galian golongan B, merupakan bahan galian vital yaitu dapat menjamin hajat hidup orang banyak, contohnya adalah besi, tembaga, emas, perak dan lain-lain. Bahan Galian Golongan C, bukan merupakan bahan galian strategis ataupun vital, karena sifatnya tidak langsung memerlukan pasaran yang bersifat internasional. Contohnya adalah marmer, batu kapur, tanah liat, pasir, yang sepanjang tidak mengandung unsur mineral. Nurdinet al . menyatakan bahwa kegiatan pertambangan juga mengakibatkan perubahan pada kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Perubahan tata guna masuknya pekerja, dan lain-lain. Pengelolaan dampak pertambangan. METODOLOGI PENELITIAN Hilangnya persebaran jenis tumbuhan di kawasan mata air PDAM Cabang Kertek disebabkan oleh lahan habitat tumbuhan berubah menjadi lahan aktivitas penambangan bahan galian C. Variabel Penelitian Variabel penelitian debit air Variabel yang akan dicari dalam penelitian abiotik adalah debit Mata air PDAM Cabang Kertek sebelum dan sesudah adanya aktivitas penambangan bahan Galian C dan pengukurannya menggunakan Water Meter induk yang dipasang satu Meter dari Pipa transmisi yang keluar (Out le. dari Bak penampungan (Bront Capterin. di Mata air Sidandang,Muncar dan Mlandi. Variabel penelitian persebaran jenis Variabel yang akan dicari dalam penelitian biotik adalah persebaran jenis tumbuhan tingkat tinggi yang berada di lokasi lahan yang belum dilakukan aktivitas penambangan bahan Galian C. Pengukurannya dengan sensus langsung semua jenis tumbuhan tingkat tinggi yang berada di petak/plot ukuran 10 x 10 m di lokasi pada lahan yang belum dilakukan aktivitas penggalian bahan ISSN: 2354-869X Galian C di desa Pagerejo dan desa Candimulyo Kecamatan Kertek Variabel penelitian sosial ekonomi Terkait dengan peyebab berubahnya fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi lahan tambang bahan Galian C di Kecamatan Kertek yaitu para pemilik lahan tambang Bahan Galian C, dan aparat desa terkait yaitu desa Pagerejo dan desa Candimulyo yang dianggap tahu tentang segala sesuatu kaitannya bahan Galian C di Kecamatan Kertek. Metode analisis persebaran jenis Data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui jenis-jenis yang dominan yaitu jenis yang mempunyai Nilai Penting tertinggi di dalam tipe vegetasi yang bersangkutan, yang meliputi: Kerapatan (K) : jumlah individu pohon per satuan Frekuensi (F) : satu jenis per samplingUntuk Dominansi (D) : jumlah basal area suatu jenis Jumlah individu Kerapatan Luas Contoh Kerapatan suatu jenis Kerapatan Relatif (%) Kerapatan seluruh jenis Jumlah plot ditemukannya suatu jenis Frekuensi Jumlah seluruh plot yang Jurnal PPKM II . 114-125 Frekuensi suatu jenis Frekuensi = Relatif (%) ISSN: 2354-869X Frekuensi seluruh jenis Analisis Data Sosial Ekonomi Dengan Analisis interaksi, analisis data kualitatif tersebut Miles Huberman Data dalam penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian teks, gambar, simbol, sekumpulan data yang harus diolah. Bahkan menurut saya mengolah bukan sebagaimana halnya langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian Hakekatnya dalam penelitian kualitatif, mengolah data adalah memberi kategori, mensistematisir, dan bahkan memproduksi makna oleh si AupenelitiAy atas apa yang menjadi pusat Miles Hubermanmenyebutkan langkah pengolahan data kualitatif, yakni reduksi data . ata reductio. , penyajian data . ata displa. , dan penarikan kesimpulan . onclusion drawing and verificatio. Pelaksanaan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi, merupakan sebuah langkah yang sangat luwes, dalam arti tidak terikat oleh batasan kronologis. Secara keseluruhan, langkah-langkah salingberhubungan selama dan sesudah pengumpulan data, sehingga model dari Miles dan Huberman disebut juga sebagai Model Interaktif. Model dapat dijelaskan secara ringkas sebagai Reduksi data . ata reductio. Tahap ini peneliti melakukan pemilihan, dan pemusatan perhatian abstraksi,dan transformasi data kasar yang diperoleh. Penyajian data . ata displa. Peneliti mengembangkan sebuah diskripsi informasi tersusun untuk pengambilan tindakan. Display data atau penyajian data yang lazim digunakan pada langkah ini adalah dalam bentuk teks naratif Penarikan verivikasi. onsclusion drawing & Peneliti verivikasi dengan mencari makna setiap gejala yang diperolehnya dari lapangan, mencatat keteraturan dan konfigurasi yang mungkin ada, alur kausalitas dari fenomena. Sebuah penelitian, analisis data dilakukan atas statemen . atau pernyataan yang dikemukakan oleh para informan. Dilakukan dengan transkrip wawancara yang ada dan pengalaman yang ditemukan di Berdasarkan upaya pada tahap yang dikemukakan tersebut akan diketahui makna baik makna konotatif-denotatif atau makna pernyataan atas topik atau objek. Selanjutnya, uraian makna itu sendiri akan memperlihatkan tematema makna . eaning theme. yang menunjukkan kecenderungan arah jawaban atau pengertian yang dimaksudkan oleh parainforman. Serta aspek penting lain yang dianalisis dalam fenomenologis adalah penjelasan holistik dan umum tentang sebuah pembicaraan dengan subjek penelitian. Dari penjelasan umum tersebut harus ditarik keterkaitan antar makna yang dikembangkan pada setiap topik yang dibicarakan selama proses berlangsung . eneral description of the experienc. Penelitian menerapkan wawancara sebagai Jurnal PPKM II . ISSN: 2354-869X alatpengumpulan data yang pokok, mengurutkan kategori-kategori setelah menyiapkan teks atau tersebut menurut abjad. panduan wawancara secara lengkap Analisa awal setiap materi yang dapat ditempuh tahapan-tahapan sebagai berikut: Catatan secara keseluruhan. Seandainya diperlukan akan Peneliti akan membaca semua disusun kode-kode terhadap data catatan dengan seksama dan yang sudah ada (Miles et al, mungkin juga akan menuliskan semua ide yang muncul Daftar seluruh topik untuk HASIL DAN PEMBAHASAN beberapa informan. Kapasitas Debit Air Tandai penyingkat topik-topik Debit mata air PDAM Cabang Kertek, tersebut kedalam kode-kode dan sebelum adanya aktivitas penambangan bahan menuliskan kode-kode tersebut Galian C, masih terlihat adanya kenaikan total pada bagian naskah yang sesuai (Tabel Aktivitas penambangan bahan galian C di Desa Kategori peneliti akan mencari Pagerejo dan Desa Candimulyo dimulai pada kata yang paling diskriptif untuk tahun 2001 (Tabel 2. ) setelah aktivitas topik dan mengubah topik-topik penambangan bahan Galian C berjalan 2 kategoritahun terlihat adanya penurunan totalproduksi air dari ketiga mata air PDAM Cabang Kertek Keputusan (Tabel . singkatan setiap kategori dan Tabel 1. Debit mata air PDAM Cabang Kertek sebelum aktivitas Penambangan bahan Galian C . ahun 1991 s/d tahun 2. mata air mata air mata air Total Tahun Sidandang Muncar Mlandi Produksi (L/D) (L/D) (L/D) (L/D) 29,24 62,82 23,12 115,18 29,18 63,28 22,77 115,23 28,92 64,55 21,82 115,29 28,97 64,69 21,74 115,40 28,17 68,35 18,96 115,48 29,11 65,01 21,49 115,61 29,35 62,24 25,70 117,29 29,26 62,78 24,30 116,34 29,30 62,54 24,51 116,35 29,28 62,61 24,81 116,70 Jumlah 290,78 628,87 229,22 1058,87 Rata-rata 29,08 62,89 22,92 105,89 Sumberdari Sub Bagian Sumber Bagian Produksi PDAM Wonosobo Tabel 2. Debit mata air PDAM Cabang Kertek pada saat aktivitas penambangan bahan Galian C dimulai Tahun 2001 mata air mata air mata air Total Tahun Sidandang Muncar Mlandi Produksi (L/D) (L/D) (L/D) (L/D) 29,24 62,82 25,71 117,77 Sumber data dari Sub Bagian Sumber Bagian Produksi PDAM Wonosobo Jurnal PPKM II . ISSN: 2354-869X Tabel 3. Debit mata air PDAM Kertek Sesudah aktivitas penambangan bahan Galian C (Tahun 2002 s/d Tahun 2. mata air mata air mata air Total Tahun Sidandang Muncar Mlandi Produksi (L/D) (L/D) (L/D) (L/D) 29,51 66,32 20,74 116,57 30,73 70,00 18,50 119,23 29,99 43,48 36,83 110,30 30,80 42,08 28,56 101,44 26,48 42,09 26,58 95,15 26,47 41,45 26,09 94,01 26,11 41,40 25,89 93,40 25,99 41,17 25,66 92,82 25,83 41,07 25,51 92,41 25,39 40,65 24,99 91,03 Jumlah 469,71 259,35 1006,36 Rata-rata 27,73 46,97 25,94 100,64 Sumber: dari Sub Bagian Sumber Bagian Produksi PDAM Wonosobo Tabel 4. Debit rata-rata mata air PDAM Cabang Kertek Rata-rata Debit mata air PDAM Cabang Parameter Kertek (Liter/Deti. Sidandang Muncar Mlandi Jumlah 1 Sebelum penambangan galian C 29,08 62,89 22,92 105,89 2 Setelah penambangan galian C 27,73 46,97 25,94 100,64 Sumber: dari Sub Bagian Sumber Bagian Produksi PDAM Wonosobo. Tabel. DebitMataair PDAM Cabang Kertek (Liter/de. Debit mata air PDAM Cabang Kertek (Liter/Detik/) mata air PDAM Cabang Sebelum Sesudah Kertek (X2-X. (X1 ) (X2 ) 1 Sidandang 29,08 27,73 1,35 1,82 2 Muncar 63,90 46,97 16,93 286,62 3 Mlandi 22,92 25,93 3,01 9,06 Ocd=15,2 OcdA= 233,17 Sumber: dari Sub Bagian Sumber Bagian Produksi PDAM Wonosobo Analisis uji hipotesis pada tiga sumber mata air disajikan dalam Tabelberikut ini: Jurnal PPKM II . ISSN: 2354-869X Tabel 6. Analisis perhitungan T-tabel perbedaan rata-rata debit air sebelum dan sesudah penambangan bahan galian C di tiga lokasi Penelitian Debit Air sebelum penambangan bahan TAHUN SIDANDANG MUNCAR MLANDI 29,24 62,82 23,12 29,18 63,28 22,77 28,92 64,55 21,82 28,97 64,69 21,74 28,17 68,35 18,96 29,11 65,01 21,49 29,35 62,24 25,70 29,16 62,78 24,30 29,30 62,54 24,51 29,28 62,61 24,81 29,068 63,887 22,922 0,118729 3,461557 4,0138 Tabel 7. Debit air setelah penambangan bahan galian C TAHUN SIDANDANG MUNCAR MLANDI 29,51 51,00 20,74 30,73 29,99 30,80 26,48 26,47 26,11 25,99 25,83 25,39 27,73 4,9543 -1,338 (Sx1-x. 0,7123 t-Hit -1,88 t-Tab -1,73 Terjadi penurunan debit air setelah penambangan,tetapi penurunan ini belum 70,00 18,50 43,48 22,60 42,08 28,56 42,09 26,58 41,45 26,09 41,40 25,89 41,17 25,66 41,07 25,51 40,65 24,99 45,439 24,512 83,6641 9,06913 -18,448 1,59 2,9517 1,1438 -6,25 1,39 -1,73 -1,73 signifikan secara statistik . (Tabel 4,. Gambar 1. Nilai t-hit lokasi Sidandang Untuk Muncar terlihat bahwa nilai t-hit penurunan yang sangat signifikan sehingga adalah -2,09 yang jauh dibawah nilai t-tab . ilai t-hit bernlai negatif cukup besar. Untuk 1,. , yang menunjukkan penurunan yang kondisi t-hit dan t-tab daerah Muncar dapt sangat sifnifikan . Pada lokasi Muncar terjadi dilihat pada Gambar 4. Jurnal PPKM II . ISSN: 2354-869X Gambar 2. Nilai t-hit lokasi Muncar Sedangkan untuk Mlandi nilai t-hit -1,73, meskipun tidak signifikan secara statistik, yang menunjukkan bahwa justru terjadi seperti terlihat dalam gambar 4. 3 berikut . kenaikan debit air setelah penambangan. Gambar 3. Nilai t-hit lokasi Mlandi Secara keseluruhan, penurunan yang Galian C berpengaruh terhadap produksi mata terjadi adalah pada lokasi yang dekat dengan air PDAM Cabang Kertek. penambangan (Sidandang dan Munca. sedangkan pada lokasi yang jauh dari Persebaran Jenis Tumbuhan penambangan tidak terjadi penurunan debit Data yang diperoleh dianalisis untuk Dengan demikian sesudah aktivitas mengetahui jenis-jenis yang dominan yaitu penambangan bahan Galian C produksi mata jenis yang mempunyai Nilai Penting tertinggi air PDAM Cabang Kertek adalah lebih di dalam tipe vegetasi yang bersangkutan, yang meliputi: penambangan bahan Galian C. Berarti Kerapatan (K) dan Frekuensi (F) kesimpulannya aktivitas penambangan bahan Tabel. Kerapatan dan Frekuensi Tumbuhan di sekitar tapak penggalian Bahan Galian C di desa CandimulyoKecamatan Kertek No Nama Lokal Nama Ilmiah Jumlah Kerapatan Frekuensi Jagung Zea mays 0,159 Mahoni Swietenia macrophylla 0,125 Pisang Musa paradisiaca 0,055 0,015 Sengon Albizia sumatrana 0,02 0,005 Singkong Manihot esculenta 0,132 Lamtoro Leucaena glauca 0,01 Tembakau Nicotiana tabacum 0,317 Bambu Bambusa sp. 0,125 0,033 Sawi Brassica rapa 0,238 10 Cemara Casuarina equisetifolia 0,02 11 Nangka Artocarpus heterophyllus 0,007 12 Kopi arabika Coffea arabica 0,053 Jumlah tumbuhan Jurnal PPKM II . ISSN: 2354-869X Tabel. Kerapatan dan FrekuensiTumbuhan di sekitar tapak penggalian Bahan Galian C di Desa Pagerejo Kecamatan Kertek Nama Lokal Nama Ilmiah Jumlah Kerapatan Frekuensi Jagung Zea mays 0,187 Mahoni Swietenia macrophylla 0,15 0,056 Pisang Musa paradisiaca 0,07 0,026 Sengon Albizia sumatrana 0,03 0,011 Singkong Manihot esculenta 0,149 Lamtoro Leucaena glauca 0,02 0,007 Tembakau Nicotiana tabacum 0,375 Bambu Bambusa sp. 0,01 0,037 Kobis Brassica Oleracea 0,029 10 Cemara Casuarina equisetifolia 0,13 0,049 11 Nangka Artocarpus heterophyllus 0,03 0,015 12 Kopi arabika Coffea arabica 0,15 0,056 Jumlah tumbuhan Tabel. Persebaran jenisTumbuhan di sekitar tapak penggalian Bahan Galian C di desa CandimulyoKecamatan Kertek Nama Lokal Nama Ilmiah Acak Jagung Zea mays Mahoni Swetenia macrophylla Pisang Musa paradisiaca Sengon Albizia sumatrana Singkong Manihot esculenta Lamtoro Leucaena glauca Tembakau Nicotiana tabacum Bambu Bambusa sp. Sawi Brassica rapa Cemara Casuarina equisetifolia Nangka Artocarpus heterophyllus Kopi arabika Coffea arabica Tabel. Persebaran jenis Tumbuhan di sekitar tapak penggalian Bahan GalianC di desaPagerejo Kecamatan Kertek Nama Lokal Nama Ilmiah Jagung Mahoni Pisang Sengon Singkong Lamtoro Tembakau Bambu Kobis Cemara Nangka Kopi arabika Zea mays Swetenia macrophylla Musa paradisiacal Albizia sumatrana Manihot esculenta Leucaena glauca Nicotiana tobaccum Bambusa sp. Brassica oleracea Casuarina equisetifolia Artocarpus heterophyllus Coffea arabica Acak Mengumpul Mengumpul Seragam Seragam Jurnal PPKM II . ISSN: 2354-869X Hasil Penelitian Sosial Ekonomi dan Pembahasan Tabel 12. Daftar informan terkait dengan penambangan bahan Galian C di Desa Candimulyo dan Desa Pagerejo Kecamatan Kertek Nama Alamat Pendidikan Umur Keterangan Didit Pagerejo SMP 38 tahun Pemilik lahan Nurhadi Pagerejo SMA 55 tahun Pemilik lahan Warti Yoto Candimulyo 50 tahun Pemilik lahan Teguh Supangat Candimulyo SMP 40 Tahun Pemilik lahan Usup Suparno Candimulyo SMP 43 Tahun Pemilik lahan Udi Wahayu Pagerejo 42 tahun Kades Pagerejo Triyanto Pagerejo SMP 40 Tahun Kadus Tempuran Bambang S Pagerejo SMP 42 Tahun Kadus Pagerutan Hadi Suripto Candimulyo 60 Tahun Kaur Pemerintahan 10 Tikno Candimulyo 50 Tahun Kaur Pengairan Pembahasan Hasil Penelitian Analisa data debit air ( abiotik ) Secara keseluruhan, penurunan yang terjdi adalah pada lokasi yang (Sidandang dan Munca. sedangkan penambangan tidak terjadi penurunan debit air. Dengan demikian sesudah aktivitas penambangan bahan Galian C produksi mata air PDAM Cabang Kertek penambangan bahan Galian C. Berarti kesimpulannya aktivitas penambangan bahan Galian C berpengaruh terhadap produksi mata air PDAM Cabang Kertek Analisa data persebaran jenis tumbuhan ( biotik ) Penelitian biotik dilaksanakan lahan yang belum dilaksanakan penambanganbahan Galian C di desa Candimulyo dan desa Pagerejo, dengan membuat transek 10 x 10 m dengan ulangan sebanyak 10 kali . uas contoh1000 m . , untuk lahan seluas 100 x 100 m . Analisis data sosial ekonomi Pelaksanaan penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi, sebuah langkah yang sangat luwes, dalam arti tidak terikat oleh batasan Secara langkah-langkah berhubungan selama dan sesudah pengumpulan data, sehingga model dari Miles dan Huberman disebut juga sebagai Model Interaktif. Dapat dijelaskan secara ringkas sebagai Reduksi data . ata reductio. Peneliti melakukan pemilihan, dan abstraksi,dan transformasi data kasar yang Penyajian data . ata displa. Peneliti mengembangkan sebuah diskripsi informasi tersusun untuk pengambilan tindakan. Display data atau penyajian data yang lazim digunakan pada langkah ini adalah dalam bentuk teks naratif. Penarikan verivikasi . onsclusion drawing and verivicatio. Peneliti verivikasi dengan mencari makna setiap gejala yang diperolehnya dari lapangan, mencatat keteraturan dan konfigurasi yang mungkin ada, alur kausalitas dari fenomena Hubungan Antara Penambangan Galian C dengan Debit Air. PersebaranJenis Tumbuhan dan Sosial Ekonomi Hubungan antara penambangan bahan galian C ditentukan oleh jarak Jurnal PPKM II . 114-125 dari kawasan penggalian bahan galian C dengan lokasi penelitian. Untuk lokasi penelitian debit air di mata air Sidandang. Muncar dan Mlandi. Untuk mata air Sidandang dan Muncar berada di Desa Candimulyo dan mata air Mlandi di Desa Mlandi dan untuk penelitian persebaran jenis tumbuhan dan sosial ekonomi berlokasi di Desa Candimulyo dan Pagerejo Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo. Pada lokasi penelitian yang jauh dengan kawasan penambangan bahan galian C di Desa Candimulyo, komponen debit air menurun, komponen frekuensi jenis tumbuhan lebih banyak dan pemasaran hasil penambangan sampai luar kota sedangkan lokasi penelitian yang dekat dengan kawasan penambangan di Desa Pagerrejo Komponen debit air meningkat, frekuensi jenis tumbuhan lebih sedikit dan pemasaran hasil penambangan bersifat lokal. Hubungan antara penambangan bahan galian C ditentukan oleh jarak dari kawasan penggalian bahan galian C dengan lokasi penelitian. Untuk lokasi penelitian debit air di mata air Sidandang. Muncar dan Mlandi. Untuk mata air Sidandang dan Muncar berada di Desa Candimulyo dan mata air Mlandi di Desa Mlandi dan untuk penelitian persebaran jenis tumbuhan dan sosial ekonomi berlokasi di Desa Candimulyo dan Pagerejo Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo. Pada lokasi penelitian yang jauh dengan kawasan penambangan bahan galian C di Desa Candimulyo, komponen debit air menurun, komponen frekuensi jenis tumbuhan lebih banyak dan pemasaran hasil penambangan sampai luar kota sedangkan lokasi penelitian yang dekat dengan kawasan penambangan di Desa Pagerrejo Komponen debit air meningkat, frekuensi jenis tumbuhan lebih sedikit dan pemasaran hasil penambangan bersifat lok ISSN: 2354-869X KESIMPULAN Hasil penelitian dan pembahasan kajian debit air, persebaran jenis tumbuhan dan sosial ekonomi pada penambangan bahan galian C di kawasan mata air PDAM Kertek Wonosobo dapat disimpulkan sebagai berikut: Komponen debit air Penurunan yang terjadi adalah pada lokasi yang dekat (Sidandang dan Munca. sedangkan pada lokasi yang jauh dari penambangan tidak terjadi penurunan debit air. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pasca aktivitas penambangan bahan galian C produksi mata air PDAM Cabang Kertek adalah lebih kecildibandingkan sebelum aktivitas penambangan bahan Galian C. Oleh karena itu aktivitas penambangan bahan Galian C berpengaruh terhadap produksi mata air PDAM Cabang Kertek. Komponen persebaran Jenis tumbuhan Persebaran jenis tumbuhan di sekitar tapak penggalian bahangalian C di Desa Candimulyo dan Desa Pagerejo terdiri . Persebaran acak terdiri atas tanaman mahoni, lamtoro, cemara, nangka dan kopi arabika. Persebaran mengumpul terdiri atas tanaman pisang dan bambu . Persebaran seragam terdiri atas tanaman jagung,singkong, tembakau, sawi dan kobis. Semakin penambangan bahan galian C dengan frekuensi jenis tumbuhan dibanding dengan jarak yang lebih dekat. Komponen Sosial Ekonomi Faktor yang menyebabkan berubahnya fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi lahan penambangan bahan galian C di Kecamatan Kertek adalah faktor sosial ekonomi karena pada saat itu harga tembakau jatuh para petani tembakau pada merugi dan banyak tanah yang disita oleh pihak bank karena sebagai jaminan kredit. Kebijakan pemerintah daerah kabupaten Wonosobo Nomor 6 tahun 2007 tentang ketentuan pertambangan bahan Galian GolonganC tidak efektif karena lemahnya Jurnal PPKM II . 114-125 pengawasan dari Oknum Satpol dan Polisi lebih untung mendapat uang daripada menegakkan Perda tersebut sehingga para pemilik lahan tidak mempunyai Surat Ijin penambangan Daerah (SIPD) seperti dalam ketentuan Perda Nomor 6 tahun Jarak kawasan penambangan bahan galian C lebih jauh pemasaran hasil tambang sampai luar kota kalau lebih dekat pemasaran hasil hanya lokal. Hubungan Antara Penambangan Galian C dengan Debit Air. Persebaran Jenis Tumbuhan dan Sosial Ekonomi Pada lokasi penelitian yang jauh dengan kawasan penambangan bahan galian C di Desa Candimulyo, komponen debit air menurun, komponen frekuensi jenis tumbuhan lebih banyak dan pemasaran hasil penambangan sampai luar kota sedangkan lokasi penelitian yang dekat dengan kawasan penambangan di Desa Pagerrejo Komponen debit air meningkat, frekuensi jenis tumbuhan lebih sedikit dan pemasaran hasil penambangan bersifat DAFTAR PUSTAKA