Copyright : ISSN : 2807-9280 @ 2024 Hartati https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK HUBUNGAN RIWAYAT KELUARGA. POLA MAKAN DAN SEDENTARY LIFESTYLE DENGAN DIABETES MELLITUS Hartati1. Kharisma Anjar Nugraha2. Indar Widowati3. Zaenal Amirudin4 1,2,3,4 Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia *e-mail korespondensi : hartatilana@gmail. ABSTRAK Latar Belakang : Pandemi covid-19 menyebabkan perubahan pada kehidupan manusia. Mulai dari pola makan, pola aktivitas dan gaya hidup berubah pasca pandemi tersebut. Perubahan gaya hidup manusia cenderung mengarah pada gaya hidup dengan aktivitas fisik minimal. Artinya masyarakat lebih banyak melakukan aktivitas fisik didalam ruangan dan mobilitas rendah. Hal ini mengakibatkan kadar gula didalam tubuh tinggi akibat tidak digunakan sebagai sumber energi untuk melaksanakan aktivitas fisik. Kondisi ini memungkinkan terjadinya peningkatan kejadian diabetes mellitus Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara riwayat, pola makan dan sedentary lifestyle pada kejadian diabetes mellitus di Kota Pekalongan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian adalah penderita diabetes mellitus di wilayah Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan dengan teknik purposive Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dibantu oleh enumerator. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa usia, pola makan dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang berarti pada kejadian diabetes mellitus, sementara gaya hidup memiliki hubungan tetapi tidak berarti dalam kejadian diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan. Simpulan : Gaya hidup sehat dapat mencegah terjadinya diabetes Gaya hidup sehat juga dapat menurunkan risiko terjadinya perburukan pada penderita diabetes mellitus. Kata Kunci : Diabetes Mellitus. Sedentary Lifestyle. Gaya hidup JLK 1Team Hartati . Kharisma Anjar Nugraha2. Indar Widowati3. Zaenal Amirudin4 Page 4 Of 8 Copyright : ISSN : 2807-9280 @ 2024 Hartati https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK THE RELATIONSHIP OF FAMILY HISTORY. DIET AND SEDENTARY LIFESTYLE WITH DIABETES MELLITUS Hartati1. Kharisma Anjar Nugraha2. Indar Widowati3. Zaenal Amirudin4 1,2,3,4 Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia *Corresponding author: hartatilana@gmail. ABSTRACT Background: The Covid-19 pandemic has caused changes in human life. Starting from eating patterns, activity patterns and lifestyles have changed after the pandemic. Changes in human lifestyle tend to lead to a lifestyle with minimal physical activity. This means that people do more physical activity indoors and have lower mobility. This results in high sugar levels in the body due to not being used as an energy source for physical activity. This condition allows an increase in the incidence of diabetes mellitus. Objective: This study aims to determine the relationship between history, diet and sedentary lifestyle on the incidence of diabetes mellitus in Pekalongan City. Method: This research uses qualitative methods. The research subjects were diabetes mellitus sufferers in the Kusuma Bangsa Community Health Center area. Pekalongan City using a purposive sampling technique. Data collection uses a questionnaire and is assisted by an enumerator. Results: The results of this study show that age, diet and physical activity have a significant relationship with the incidence of diabetes mellitus, while lifestyle has a relationship but is not significant with the incidence of diabetes mellitus in the working area of the Kusuma Bangsa Community Health Center. Pekalongan City. Conclusion: A healthy lifestyle can prevent diabetes mellitus. A healthy lifestyle can also reduce the risk of worsening in diabetes mellitus sufferers. Keywords: Diabetes Mellitus. Sedentary Lifestyle. Lifestyle JLK Team Copyright : @ 2024 Hartati The Journal of Cross Nursing PENDAHULUAN Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan komplikasi, membutuhkan penanganan medis jangka panjang dengan memperhatikan berbagai faktor untuk mengendalikan kadar gula darah (American Deiabetes Assosiation, 2. International Diabetes Federation menyebutkan bahwa pada tahun 2021 ada 537juta orang menderita diabetes pada rentang usia 20-79 tahun. Jumlah ini diprediksi akan meningkat 11,3% menjadi 643juta pada tahun 2030 dan lebih jauh lagi meningkat 12,2% menjadi 783juta orang pada tahun 2045 jika tidak ada penanganan serius terkait diabetes mellitus (International Diabetes Federation, 2. Menurut International Diabetes Federation (IDF) Indonesia menempati peringkat ke tujuh dari 10 negara penyumbang penderita diabetes terbanyak. Jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 10,7juta orang (Kemenkes, 2. Selama tahun 2022 di wilayah Jawa Tengah tercatat ada 647. 093 penderita diabetes Mellitus. Sementara menurut hasil studi pendahuluan di wilayah Kota Pekalongan jumlah penderita diabetes mellitus adalah 6. 690 pada tahun 2022. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2020 yang mencatat ada 6. 533 penderita diabetes mellitus (Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, 2. Diabetes mellitus menjadi urutan kedua penyakit tidak menular yang dialami oleh masyarakat di wilayah Kota Pekalongan. Diabetes mellitus dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari genetik, kelebihan konsumsi gula, dan didukung oleh pola aktivitas dan pola makan yang kurang baik (Suprianti. Masriadi, & Gobel, 2. Kondisi ini di perburuk dengan terjadinya pandemi Covid-19 yang mengakibatkan masyarakat dibatasi dalam beraktivitas diluar rumah. Kegiatan bekerja, sekolah, maupun berbelanja dilakukan dari rumah sehingga mengurangi aktivitas fisik. Menurut (Chioma. Bizzarri, & Mart, 2. , gaya hidup yang kompleks berubah menjadi sedentary lifestyle selama masa pandemi Covid-19. Sedentary Lifestyle atau gaya hidup dengan aktivitas fisik minimal dapat meningkatkan risiko terjadinya peningkatan prosentase lemak dalam tubuh dan penurunan masa otot (Li. Yang. Gao, & al, 2. Otot menggunakan gula sebagai energi dalam beraktivitas sehingga menurunya masa otot dapat menimbulkan lambatnya pembakaran gula. Sementara itu menurut (Mirna. Salmiah. Asbiran, & al, 2. Index masa tubuh yang berlebihan dengan prosentasi lemak tubuh tinggi berpengaruh dalam kejadian Diabetes Mellitus. Maka dari itu perlu dianalisis apakah ada. hubungan antara sedentary lifestyle dan pola makan terhadap kejadian diabetes mellitus pada keluarga di Kota Pekalongan. METODE Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk meneliti hipotesis dengan cara mengumpulkan data yang dapat matematika, dan komputerisasi. Penelitian ini termasuk penelitian Explanatory menggunakan pendekatan Cross-sectional. Data variabel bebas maupun terikat dikumpulkan pada satu saat atau periode. Dalam penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah penduduk Kota pekalongan teridentifikasi menderita Diabetus Mellitus. Di puskesmas Kusuma Bangsa, jumlah populasi sebanyak 615 orang. Sampel penelitian adalah klien DM yang terdeteksi melakukan kunjungan ke Puskesmas kusuma HASIL Diabetes di wilayah Puskesma Kusuma Bangsa Kota Pekalongan Puskesmas Kusuma Bangsa merupakan fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama di wilayah Kota Pekalongan. Jumlah penderita diabetes mellitus di wilayah tersebut merupakan yang tertinggi di Kota Pekalongan. Jumlah penderita DM yang tercatat di database Puskesmas Kusuma Bangsa adalah 615 Sehingga peneliti melakukan analisis terkait dengan penyebab kejadian diabetes mellitus di wilayah Puskesmas Tersebut. Identitas Penderita Diabetes Mellitus Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan Dari tabel diatas dapat dilihat jumlah penderita diabetes mellitus berdasarkan jenis kelamin adalah 14 laki-laki dan 21 perempuan. Jenis Pekerjaan Tabel Jenis Pekerjaan No Pekerjaan Tidak Bekerja Wiraswasta Buruh PNS/TNI/Polri/BUMN Pegawai Swasta Lain-lain Hartati1. Kharisma Anjar Nugraha2. Indar Widowati3. Zaenal Amirudin4 Jumlah Page 3 Of 8 Copyright : @ 2024 Hartati The Journal of Cross Nursing Jenis pekerjaan penderita diabetes mellitus adalah sebagai berikut : pegawai swasta 1. PNS/TNI/Polri/BUMN 4. Buruh 10. Wiraswasta 5, lain-lain 1, dan yang tidak bekerja 14. Pendidikan Terakhir Tabel 1. Pendidikan Terakhir No Pendidikan Terakhir Jumlah SLTP SLTA DI/DII/Di S1/DIV Tingkat pendidikan penderita DM di Puskesmas Kusuma Bangsa didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar yaitu 14. SLTP 5. SLTA 10. DI/DII/Di 0. S1/DIV 4, dan S2 1. Riwayat Keturunan Tabel 2. Riwayat Keturunan No Riwayat Keturunan Jumlah Tidak Dari 35 sampel yang diambil 14 diantaranya memiliki riwayat keluarga penderita DM, sedangkan 21 sisanya tidak memiliki riwayat keturunan keluarga DM. Pola Makan Tabel Hasil Kuesioner Pola Makan No Riwayat Keturunan Jumlah Sangat Buruk Buruk Baik Sangat Baik Berdasarkan tabel hasil kuesioner, dilihat bahwa 30 responden memiliki pola makan pada kategori buruk dan 5 responden menerapkan pola makan Tabel 4. Analisis Hubungan Pola Makan dan Kejadian DM Pola Kejadian Makan DM Spearm Pola Correlati 1. an's Makan Coeffici Sig. Kejadian Correlati Coeffici Sig. Berdasarkan Uji korelasi dengan menggunakan SPSS dapat dilihat koefisien korelasinya adalah 000, hal ini menunjukan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan kejadian DM di Puskesmas Kusuma Bangsa. Aktivitas Fisik Tabel 5. Kuesioner Aktivitas Fisik No Riwayat Keturunan Jumlah Sangat Buruk Buruk Cukup Baik Sangat Baik Berdasarkan data hasil kuesioner dapat dilihat bahwa 9 orang memiliki kebiasaan aktivitas fisik buruk, 22 orang cukup dan 4 orang dengan aktivitas fisik baik. Berdasarkan Uji korelasi dengan menggunakan SPSS dapat dilihat koefisien korelasinya adalah 000, hal ini menunjukan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian DM di Puskesmas Kusuma Bangsa. Hartati1. Kharisma Anjar Nugraha2. Indar Widowati3. Zaenal Amirudin4 Page 4 Of 8 Copyright : @ 2024 Hartati The Journal of Cross Nursing Tabel 6. Analisis Hubungan Aktivitas Fisik dan Kejadian DM Aktivitas Kejadian Fisik Spea Aktivitas Correlat Fisik Coeffi Sig. Kejadian Correlat Coeffi Sig. Gaya Hidup Sehat Tabel Kuesioner Gaya Hidup Sehat No Riwayat Keturunan Jumlah Sangat Buruk Buruk Cukup Baik Sangat Baik Berdasarkan data hasil kuesioner, dapat dilihat gaya hidup penderita DM yang menjadi responden dalam kategori cukup baik. Tabel Analisis Hubungan Gaya Hidup dan Kejadian DM Gaya Kejadian Hidup Spear Gaya Correlation man's Hidup Coefficien Sig. Kejadian Correlation Coefficien Sig. Berdasarkan Uji korelasi dengan menggunakan SPSS dapat dilihat koefisien korelasinya adalah AuAu, hal ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan berarti antara gaya hidup dengan kejadian DM di Puskesmas Kusuma Bangsa. PEMBAHASAN Hubungan Usia dengan Kejadian DM Pertambahan usia pada seseorang dapat menurunkan fungsi tubuh termasuk dalam metabolisme gula dalam tubuh. Salah satu kondisi yang akan timbul adalah menurunya responsivitas terhadap insulin yang mengatur gula darah. Hal ini dapat menyebabkan tidak terkontrolnya kadar gula darah dalam tubuh. Bertambahnya usia pada juga akan berpengaruh pada penurunan mobilitas fisik. Pada seseorang yang tidak aktif bergerak penyerapan gula menjadi tidak optimal sehingga risiko penumpukan gula juga akan meningkat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semua penderita diabetes berusia diatas 40 tahun. Usia tersebut merupakan usia dimana perkembangan tubuh manusia mengalami penurunan secara Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nugroho & Samingan, 2. , yang menyatakan bahwa umur memiliki pengaruh dalam kasus diabetes mellitus. Dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa tingkat keparahan diabetes mellitus ada hubunganya dengan umur Menurut peneliti seseorang yang berusia lanjut memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes mellitus. Seseorang yang lanjut usia memiliki sistem tubuh yang mengalami penurunan Penurunan fungsi juga terjadi pada pankreas yang memproduksi hormon insulin. Hormon insulin berfungsi untuk meregulasi gula agar dapat diserap oleh sel sehingga menjadi energi yang digunakan untuk beraktivitas. Kurangnya produksi insulin akibat penurunan fungsi pankreas tentunya akan mengurangi kualitas insulin dalam meregulasi gula. Pada orang tua dengan usia lanjut juga mengalami keterbatasan gerak akibat penurunan masa otot atau menurunya kepadatan tulang. Gerak menjadi terhambat sehingga penggunaan gula sebagai energi juga tidak optimal. Hubungan Pola Makan dengan Kejadian DM Pola makan sangat mempengaruhi kadar gula darah dalam tubuh manusia. Makanan khususnya yang mengandung karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa. Gula yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi insulin sehingga gula dalam darah akan terhambat ketika akan masuk kedalam sel. Akhirnya tubuh menjadi lemah seperti kekurangan energi padahal telah mengonsumsi makanan. Dapat dilihat hasil analisis statistik pada penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara pola Hartati1. Kharisma Anjar Nugraha2. Indar Widowati3. Zaenal Amirudin4 Page 5 Of 8 Copyright : @ 2024 Hartati The Journal of Cross Nursing makan dengan kejadian diabetes mellitus. Penelitian lain juga memiliki kesimpulan bahwa pola makan memiliki hubungan dalam kejadian DM. Tetapi penelitian yang dilaksanakan oleh (Mirna. Agus. Asbiran, & Silvia, 2. Ini menyatakan bahwa hubungan tersebut tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan nilai . :0. Seseorang yang mengonsumsi gula berlebih akan mudah terkena diabetes mellitus. Gula bukan hanya dari gula buatan tetapi juga dapat berasal dari sumber makanan tinggi karbohidrat seperti nasi putih, tepung, minuman manis dan lain Terkadang seseorang tidak sadar mengonsumsi gula padahal sumber makanan yang dikonsumsi mengandung tinggi gula sehingga kadar gula darah naik dengan cepat. Hal ini juga didukung oleh kondisi jaman sekarang yang banyak jajanan atau makanan ringan tinggi gula seperti minuman bersoda, olahan tepung, minuman manis dan jajanan kekinian yang mengandung tinggi gula. Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Salah satu nutrisi penghasil energi tercepat dalam tubuh adalah gula. gula yang masuk dalam tubuh perlu digunakan agar tidak tertimbun sebagai Cara untuk menggunakan gula sebagai energi adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Seseorang yang memiliki aktivitas fisik minimal akan berisiko mengalami diabetes karena kurangnya penyerapan gula dalam otot. Kondisi ini menyebabkan kadar gula dalam darah Berdasarkan hasil analisis statistik yang dilakukan menggunakan SPSS dapat dilihat bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik degan kejadian diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Kusuma Bangsa. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nugroho & Samingan, 2. , yang menyatakan bahwa pada usia lanjut seseorang cenderung mengalami penurunan masa otot dan fleksibilitas tubuh sehingga aktivitas fisik mulai menurun. Hal ini berpengaruh pula pada konsumsi gula dalam Konsumsi gula akan optimal apabila digunakan dengan bergerak atau melakukan aktivitas fisik. Gula yang tidak digunakan akan tertimbun sebagai lemak atau bertahan dalam darah karena resistensi insulin sehingga kadar gula dalam darah meningkat. Selain mencegah terjadinya DM, aktivitas fisik juga dapat mencegah terjadinya perburukan. Aktivitas fisik dapat mengoptimalkan penyerapan gula menjadi energi sehingga kadar gula dalam darah akan menurun (Suprianti A. Masriadi. Afrianty, & Gobel, 2. Peneliti juga berpendapat bahwa aktivitas fisik dapat meningkatkan masa otot. Meningkatnya masa otot berarti meningkat pula tempat penyimpanan gula dalam tubuh. Dengan demikian gula tidak berada dalam darah tetapi tersimpan dalam otot. Gula yang tersimpan dalam otot akan mudah dipecah menjadi energi. Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian DM Gaya hidup modern terkadang menyita waktu sehingga tidak memiliki kesempatan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Gaya hidup manusia modern cenderung kurang dalam bergerak, maengonsumsi makanan instan dan kurang aktivitas di luar ruangan. Gaya hidup demikian ini berisiko untuk menimbulkan gangguan pada tubuh seperti hipertensi, obesitas dan diabetes mellitus. Gaya hidup di perkotaan dengan pola makan yang tinggi lemak, karbohidrat, dan gula mengakibatkan masyarakat cenderung mengkonsumsi makanan secara berlebihan, selain itu pola makanan yang serba instan saat ini memang sangat digemari oleh sebagian masyarakat, tetapi dapat mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah. Penyakit menahun yang disebabkan oleh penyakit degeneratif seperti DM meningkat sangat tajam (Mirna. Salmiah. Asbiran, & al, 2. Gaya hidup modern lain yang menurut asumsi peneliti kurang baik bagi kesehatan adalah sedentary lifestyle atau gaya hidup dengan aktivitas fisik minimal. Selain meningkatkan risiko seseorang menderita diabetes mellitus, kurangnya aktivitas fisik juga dapat memperburuk keadaan seseorang yang sudah menderita DM. Penelitian yang dilakukan oleh (Mirna. Salmiah. Asbiran, & al, 2. , juga menyatakan bahwa aktivitas fisik dapat mengontrol kadar gula darah. Aktivitas fisik mengoptimalkan kerja insulin sehingga gula dapat dengan mudah terserap oleh sel dan digunakan sebagai energi. Ketika seseorang jarang beraktivitas fisik maka gula tidak dimanfaatkan sebagai energi. Insulin menjadi tidak sensitif dan gula akan tetap berada dalam darah SIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa usia, pola makan dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang berarti pada kejadian diabetes mellitus, sementara gaya hidup memiliki hubungan tetapi tidak berarti dalam kejadian diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan. Gaya hidup sehat dapat mencegah terjadinya diabetes mellitus. Gaya hidup sehat juga dapat menurunkan risiko Hartati1. Kharisma Anjar Nugraha2. Indar Widowati3. Zaenal Amirudin4 Page 6 Of 8 Copyright : @ 2024 Hartati The Journal of Cross Nursing terjadinya perburukan pada penderita diabete Saran Bagi Institusi Pendidikan Institusi pendidikan dapat mengembangkan metode aktivitas fisik yang mudah namun efektif dalam mencegah diabetes mellitus maupun perburukan kondisi pasien diabetes mellitus. Bagi Pasien Pasien dapat memperbaiki pola makan, pola aktivitas dan gaya hidup agar tidak mengalami perburukan kondisi diabetes mellitus. Bagi Fasilitas Layanan Kesehatan Fasilitas layanan kesehatan dapat memberikan pendampingan khusus bagi penderita diabetes khususnya terkait dengan pola makan dan pola aktivitas pasien. Bagi Peneliti Selanjutnya Peneliti selanjutnya dapat melakukan eksplorasi terkait hubungan long covid dengan perburukan kondisi pada penderita diabetes mellitus. DAFTAR PUSTAKA