Ganesha Civic Education Journal Volume 6. Number 2. Oktober 2024, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index PENINGKATAN PENGETAHUAN WAWASAN NUSANTARA UNTUK MENINGKATKAN SEMANGAT NASIONALISME Frieza Deo 1 * . Anita Trisiana 2 . Nandha Jastin Wibowo 3. Wahyu Harjanto 4. Ahmad Rifqi Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRAK Article history: Received 16 Juli 2024 Accepted 01 Oktober 2024 Available online 10 Oktober Wawasan Nusantara telah berkembang menjadi topik utama pembicaraan dan permasalahan akhir-akhir ini, krisis yang terjadi memaksa sektor pendidikan untuk memompa peningkatan pengetahuan wawasan nusantara untuk meningkatkan Nasionalisme. Wawasan Kebangsaan merupakan hal yang penting dan wajib dilaksanakan secara Kata Kunci: berkesinambungan sesuai dengan dinamika proses kehidupan berbangsa Wawasan Nusantara. dan bernegara dalam suatau Bangsa. Suatu negara yang bercirikan kesatuan Kebangsaan. Nasionalisme, wilayah antara lain dapat Berkembang atau Mundur, namun dengan Pancasila. semangat dan jiwa kebangsaan yang terus berkobar dengan daya juang Keywords: yang besar, eksistensi suatu bangsa tetap dapat dilestarikan dan diakui oleh Archipelago Insight, bangsa lain. Sebaliknya, jika jiwa dan semangat kebangsaan suatu bangsa Nationality. Nationalism. Pancasila. telah memudar atau hilang , maka pada hakekatnya keberadaan bangsa dan negara yang bersangkutan tidak eksis lagi, meskipun tata negara dan administrasi bangsa dan negara itu tetap berjalan . Pancasila adalah dasar negara dan sekaligus falsafah atau pandangan hidup. Pada dasarnya, bangsa Indonesia dapat menjadi alat utama untuk mengembangkan persepsi kebangsaan Indonesia. Sebagai instrumen, pancasila akan selalu terikat dengan keberadaan dan gerak perkembangan dan kemajuan kehidupan rakyat, bangsa dan negara Indonesia. ABSTRACT The Archipelago Insight has developed into the main topic of discussion and problems lately, the crisis that has occurred has forced the education sector to pump up increased knowledge of archipelago insight to increase Nationalism. National Insight is important and must be carried out continuously in accordance with the dynamics of the life of the nation and state. in a nation. A country characterized by regional unity, among others, can develop or retreat, but with the spirit and spirit of nationalism that continues to burn with great fighting power, the existence of a nation can still be preserved and recognized by other nations. On the other hand, if the spirit and national spirit of a nation has faded or disappeared, essentially the existence of the nation and state concerned no longer exists, even though the state and administration of the nation and state are still Pancasila is the basis of the state and at the same time its philosophy or way of life. Basically, the Indonesian nation can be the main tool to develop the perception of Indonesian nationality. As an instrument. Pancasila will always be tied to the existence and movement of the development and progress of the life of the people, nation and state of Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2022 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. * Corresponding author. E-mail addresses: friezabiersack@gmail. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Pendahuluan Dalam era global yang surut menggunakan perubahan. Negara Indonesia berjuang melawan berbagai masalah & tantangan nasional baik termuat dari dalam negeri yang berupa masalah internal dan juga dari luar negeri yang berupa masalah eksternal. Di dalam negeri, pendukung tonggak-tonggak kehidupan berbangsa Kewarganegaraan, semakin ringkih berkaitan dengan keadaan dimana makin berkurangnya kepercayaan dan pelaksanaan kepada poin-poin dasar kehidupan atau yang bisa disebut. ore value. yg sudah usang dijadikan sebagai acuan dalam berbangsa dan bernegara. Kurangnya kepercayaan dan pelaksanaan itu, diperlihatkan dengan bukti yang nyata berupa terkorosinya kebijaksanaan, hati nurani, moral dan kualitas pemangku jabatan serta jajaran penegak aturan,seringnya tindak perilaku korupsi pada kalangan pemangku jabatan dan wakil rakyat negeri ini, banyaknya masalah yang menambah potensi kemiskinan, bertambahnya disintegrasi primordialisme etnik dan agama, penyimpangan nasionalisme, sampai berkurangnya moral & karakter secara drastis pada segmen penerus bangsa yang sangat memberikan ancaman bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, rintangan & permasalahan ini dalam masalah eksternal pun tidak dapat dipandang sebelah mata. masalah yang berkaitan dengan globalisme kini semakin menyebarnya sistem demokrasi liberal dalam aneka macam bidang dapat diartikan bahwa pancasila sebagai dasar negara mendapat gempuran multidimensional yang apabila rakyat menyikapi nya dengan keliru, dapat dipastikan bahwa Nasionalisme terancam keberadaanya. Keseluruhan hal & rintangan tersebut, sudah mengakibatkan memanasnya kekuatan antara poin-poin yang berkaitan dengan kearifan lokal . oral wisdo. menggunakan nilal-nilal dunia mondial. Berdasarkan Fakta tulisan diatas, sebagai sumber pemikiran menurut para akademisi pembenahan kualitas moral, pengetahuan keindonesiaan dan karakter keindonesiaan perlu dilaksanakan secepatnya. Ditinjau menurut kronologis istilahnya, sebenarnya sudah semenjak masa lampau tokoh-tokoh negara Indonesia membuatkan suatu solusi yang sekarang dapat disebut dengan nama Wawasan Nusantara. penggunaan kata wawasan nusantara inipun baru digunakan pertama kali pada tahun 1966, akan tetapi manifestasi dari kata wawasan nusantara tersebut telah lama bersemayam didalam tekad rakyat bangsa negara Indonesia, didalam proses pertumbuhannya wawasan nusantara adalah suatu wawasan pengembangan kekuatan urgensi wawasan tersebut, sekarang Wawasan Nusantara sudah ditetapkan menjadi geopolitik Indonesia menggunakan cirinya yg spesial menjadi archipelago state. Lemhanas . , mengartikan Wawasan Nusantara menjadi cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri & lingkungannya berdasaran inspirasi nasionalnya yg dilandasi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, yg adalah aspirasi bangsa Indonesia yg merdeka, berdaulat & bermartabat, dan menjiwai rapikan hayati Pancasila & & tindak kebijaksanaannya pada mencapai tujuan usaha nasional. Pengertian pada atas, sekaligus bahwa mendeskripsikan Nusantara bukan hanya konsepsi yg Wawasan menekankan dalam pengembangan kekuatan pertahanan keamanan, melainkan menjadi petunjuk operasional tertinggi pada penyelenggaraan pemerintahan negara & kehidupan bangsa dan sekaligus adalah faktor integrasi fungsi-fungsi pada penyelenggaraan politik, ekonomi, sosial budaya, & pertahanan keamanan, sebagai akibatnya daya & dana pada keempat bidang fungsi itu bisa dipacu secara serentak & didayagunakan secara terpadu pada menaruh output yg mencapai titik maksimal bagi pembangunan nasional. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Wahyono . 2: . bahwa konsepsi geopolitik spesial Indonesia yg lalu dirumuskan sebagai doktrin dasar yg diberi nama Wawasan Nusantara merupakan buat mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi suatu negara kepulauan yang pada kesemestaannya. adalah satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya & pertahanan keamanan buat mencapai tujuan nasional segenap potensi darat, bahari & angkasa secara terpadu. Selain itu. Wawasan Nusantara menjadi konsepsi pula dirumuskan menjadi galat satu bisnis pada rangka menumbuhkan & membangun karakter kebangsaan generasi muda. Setiawan & Setiawan . , memaknai karakter menjadi cara berpikir & berperilaku yang spesial tiap individu buat hayati & bekerja sama, baik pada lingkup keluarga, rakyat, bangsa & negara. Individu yang berkarakter baik merupakan individu yang bisa menciptakan keputusan & siap mempertanggungjawabkan setiap dampak menurut keputusannya. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Dari gambaran di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa konsepsi Nusantara sangat krusial buat terus makna bahwa Wawasan disosialisasikan & diinternalisasikan pada kalangan rakyat secara menyeluruh, utamanya bagi seluruh mahasiswa karena menjadi generasi muda yang juga berperan sebagai penerus bangsa yang diwajibkan memiliki kepercayaan diri & kematangan untuk bangsa Indonesia kedepannya. Dengan Melewati pemahaman konsepsi Wawasan Nusantara, perilaku nasionalisme di kalangan mahasiswa harus ditumbuh kembangkan guna menjaga integritas & keutuhan bangsa dan pada membangun karakter kebangsaan. Untuk mendapat tujuan nasional terdapat beberapa yang memiliki pemikiran atau persepsi Pemerintah Negara Indonesia memiliki rancangan dalam bentuk wawasan nusantara yang berkonsep pada pandangan komprehensif dan integral. Wawasan Nusantara memfasilitasi konsep pada seluruh warga negara Indonesia berupa visi dan misi bangsa Indonesia agar mencapai persatuan dan kesatuan, sehingga mendapatkan suatu hasil yaitu integrasi nasional. Secara perencanaan teoretis suati integrasi dapat dijabarkan sebagai kondisi dimana suatu keterkaitan antar bagian yang menjadi satu. Secara etimologis, integrasi artinya tempat bagi suatu unsur demi suatu keseluruhan. Oleh sebab itu, arti dari kata integrasi adalah penggabungan unsur atau bagian menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga membentuk kesatuan yang harmonis dalam kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI) yang bersemboyankan Bhineka Tunggal Ika dan menjadi aset bangsa Indonesia. Integrasi nasional adalah hal yang diinginkan dan dapat mengatasi perbedaan suku, antar golongan, ras, dan agama (SARA). Menurut ahli Sartono Kartodirdjo, integrasi nasional berawal dari integrasi teritorial dan merupakan integrasi geopolitik yang dibentuk oleh transportasi, navigasi, dan perdagangan, sehingga tercipta komunikasi ekonomi, sosial, politik, kultural yang semakin luas dan intensif. Pada zaman prasejarah telah eksisnya jaringan navigasi yang setelahnya berkembang dan mencapai puncaknya pada zaman kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Majapahit serta yang muncul dalam zaman Hindia Belanda dimanifestasikan dalam bentuk ekspedisi militer. Pada masa NKRI diperkokoh dengan adanya sistem administrasi yang sentralistis melalui sistem edukasi, militer, dan komunikasi (Sartono Kartodirdjo, 1993: . Unsur-unsur integrasi sosial budaya memerlukan poin-poin sebagai syarat dan juga sebagai tujuan kolektif bagi interaksi antar unsur karena masyarakat Indonesia sangat heterogen dan pluralistis. Ideologi bangsa, nilai nasionalisme, kebudayaan nasional memiliki tugas strategis dan poin yang termasuk didalam-Nya dapat menggantikan poin-poin tradisional yang kurang cocok dengan tipe masyarakat yang baru dan berkembang. Dengan adanya nilai nasionalisme meningkatkan integrasi nasional juga berfungsi menanggulangi dampak kapitalisme dan globalisasi serta dapat mengatasi segala hambatan ikatan primordial. Integrasi memberi sumbangan terhadap nasionalisme dan nasionalisme mendukung integrasi nasional. Integrasi nasional harus terus dibina dan diperkuat dari waktu ke waktu. Metode Metode penelitian ini ialah dengan pendekatan deskriptif ,yaitu suatu metode yang bertujuan untuk membuat deskripsi metode yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, serta akurat pada fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu. Pengumpulan data ini didapatkan dengan metode studi pustaka. Studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data yang juga banyak dilakukan adalah studi pustaka. Studi pustaka mengumpulkan data yang relevan dari buku, artikel ilmiah, berita, maupun sumber kredibel lainnya yang terkait dengan topik penelitian. Pengumpulan data dilakukan berbagai sumber maupun setting . aktu, suasana. Peneliti akan melakukan deskripsi berdasarkan data yang sesuai dilapangan Data pada penelitian akan dikumpulkan dan dikumpulkan melalui setting kondisi alamiah . atural settin. , hal ini disebabkan penyusun berkehendak untuk melihat dan menimbang efisiensi dan efektivitas serta menjelaskan pentingnya membangun nilai-nilai Pancasila dalam Wawasan Nusantara sebagai wadah untuk meningkatkan Nasionalisme. Tidak dapat dipungkiri bahwa wawasan nusantara ini sangat mempengaruhi beberapa pergeseran nilai-nilai rakyat Indonesia ,salah satunya berkurangnya moral generasi penerus bangsa Indonesia. Selain menjadi pusat perhatian, wawasan nusantara saat ini juga menjadi salah satu pusat perputaran kasus berkurangnya Frieza Deo. Anita Trisiana. Nandha Jastin Wibowo. Wahyu Harjanto. Ahmad Rifqi, / Peningkatan Pengetahuan Wawasan Nusantara Untuk Meningkatkan Semangat Nasionalisme Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. nasionalisme di Indonesia. Adapun data yang didapat oleh penyusun memiliki sumber sebagai Data Primer, diperoleh melalui hasil Analisis dan Pengamatan yaitu jurnal ilmiah, berita kredibel dan hasil wawancara dengan pemangku kebijakan di pemimpin dan masyarakat yang relevan dengan masalah wawasan nusantara oleh media massa. Data Sekunder, diperoleh melalui artikel berita pada internet yang berkaitan dengan tema Dari sumber kedua data tersebut, hasilnya akan diolah dan disusun sedemikian rupa hingga tercipta hasil data yang akurat. Hasil data inilah yang menjadi acuan bagi seluruh rakyat indonesia untuk merencanakan tindakan apa yang sebaiknya dilakukan. Pancasila sebagai pedoman utama dalam berwawasan nasional berfungsi sebagai acuan, pedoman, pelaksanaan, pengawasan, serta pemanfaatan hasil-hasil gerakan nasionaismel. Pancasila juga merupakan landasan dan tujuan kehidupan politik bangsa Indonesia. Maka dari itu kehidupan sehari-hari dapat dipicu dan diperoleh manfaatnya apabila kita sebagai rakyat indonesia yang baik dapat mewujudkan wawasan nasional. Segala kebijakan-kebijakan yang mengarah ke nasionalisme dan wawasan nusantara yang diambil pemerintah haruslah sesuai dengan kelima sila Pancasila, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Etika, perilaku dan sopan santun juga bisa diartikan sebagai aturan-aturan atau koridor-koridor yang diperlukan bangsa Indonesia dalam menuju Nasionalisme secara menyeluruh. Wawasan nusantara, nasionalisme dan Pancasila saling berkaitan erat satu sama lainnya. Karena sejatinya tiga entitas tersebut ada untuk mewujudkan atau membangun nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila yang tercantum di Pancasila. Hasil dan Pembahasan Wawasan adalah pandangan, tinjauan, penglihatan atau tanggap indrawi. Dengan maksud lain menunjukkan kegiatan untuk mengetahi serta arti dampak-dampak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penglihatan atau tanggap indrawi. Wawasan juga mempunyai arti menggambarkan cara pandang, cara tinjau, cara melihat atau cara tanggap incrawi. Kedua adalah Nasional menunjukkan kata sifat, ruang lingkup, bentuk kata yang berasal dari istilah nation berarti bangsa yang telah mengikutsertakan diri ke dalam kehidupan bernegara atau secara pendek dapat dikatakan sebagai bangsa yang telah menegara. Ketiga adalah Nusantara, istilah ini digunakan untuk menggambarkan kesatuan wilayah Perairan dan gugusan pulau-pulau yang terletak di atara Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia, serta di antara Benua Asia Benua Australia. Keempat adalah Wawasan Nasional yang dapat diartikan sebagai Aucara pandangAy suatu bangsa tentang diri dan lingkungannya . Wawasan merupakan penggambaran dari falsafat bangsa Indonesia sesuai dengan keadaan letak geografis suatu bangsa, serta sejarah yang pernah dialaminya. Esensinya. bagaimana bangsa itu memanfaatkan dan meningkatkan kegunaan kondisi geografis, sejarahnya, serta kondisi sosial budayanya dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya. Bagaimana bangsa tersebut memandang diri dan lingkungannya . Wawasan merupakan penjabaran dari falsafat bangsa Indonesia sesaui dengan keadaan geografis suatu bangsa, serta sejarah yang pernah dialaminya. Esensinya. bagaimana bangsa itu memanfaatkan kondisi geografis, sejarahnya, serta kondisi sosial budayanya dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya. Bagaimana bangsa tersebut memandang diri dan lingkungannya, dan yang terakhir dapat disimpulkan bahwa Wawasan Nusantara dapat diartikan sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan ide nasionalnya yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945, yang merupakan aspirasi bangsa merdeka, berdaulat, bermartabat, serta menjiwai tata hidup dan tindak kebijaksanaannya dalam mencapai tujuan nasional. Wawasan Nusantara adalah cara pandang, cara memahami, cara menghayati, cara bersikap, cara berfikir, cara bertindak, cara bertingkah laku, bangsa Indonesia sebagai interaksi prosees psikologis, sosiokultural, dengan aspek ASTAGATRA (Kondisi geografis, kekayaan alam dan kemampuan penduduk serta IPOLEKSOSBUD Hanka. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Konsep Wawasan Nasional dapat di pahami dengan pengertian Ae pengertian sebagai berikut . Dengan menilik kondisi geografis wilayah NKRI yang terdiri dari kepulauan dan perairan yang luas dengan lebih 17. 000 pulau serta berada dalam jalur garis khatulistiwa dan di ampit oleh dua benua dan samudra yang merupakan ruang lingkup seluruh hidup warga. indonesia, . Rakyat yang beraneragam suku, ettnis, agama, bahasa, budaya dan adat sebagai penghuni wawasan nusantara. Implementasi dalam kehidupan Nusantara telah diajarkan dalam ruanglingkup masyarakat melalui jalur pendidikan yang dapat di raih baik pendidikan sekolah maupun luar sekolah,namun karna besarnya jumlah penduduk dan luasnya wilayah indonesia sendiri dan berbagai aspek yang kurang menguntungkan ,maka wawasan nusantara dirasa belum efektif dan mantap,kehidupan masyarakat masih mengandung kerawanan masalah SARA ditambah dengan masalah kesenjangan ekonomi,kondisi ini memberi indikasi bahwa antar umat hidup dan bermasyarakat belum mantap ditambah dengan kondisi sosial yang sensitif membuat berbagai oknum bermain untuk kepentingan diri sendiri Implementasi dalam Kehidupan bernegara Wawasan Nasional dalam hal ini menjadi keputusan yang dituangkan dalam undang undang dalam UUD 1945 dan dituangkan dalam bentuk perundang-undangan yang sah. Banyak peraturan perundang-undangan yang saat ini masih berlaku merupakan warisan dari zaman kolonial belanda yang itu merupakan sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman dan sendiri nya tidak sesuai dengan pancasila ,Wawasan Nasional dalam ketahanan era globalisasi. Era globalisasi banyak menimbulkan sejumlah kendala dan ancaman pada sebagian besar berikut Tantangan terhadap Pancasila Era globalisasi,khusunya era perdangangan bebas cenderung me=nuju perekononomian liberal dan bersifat kapitalistik. kecenderungan ini bila tidak dikendalikan dapat menimbulkan kesenjangan ekonomi yang makin lebar dan membuat AuboomerangAy sendiri bagi bangsa dan negara,dengan demikian pancasila masih relevan dengan era globalisai ini , baik sebagai landasan idiil maupun penyelenggara nasional dan internasional Kendala akan daya saing Dalam era ini penguasaan teknologi sangat di perlukan dan menjadi modal dan kemampuan profesional masing masing individu untung dapat ikut serta bersaing dan menjadi kunci kemaajuaan bangsa. Negara indrustri maju menikmati nilai tambah yang besar sedangkan negara berkembang hanya mendapatkan nilai tambah yang kecil, bahkan dalam persaingan ini negara indrustri maju dengan dalaih tuntutan HAM,demokrasi dan kelstarian lingkungan,keadaan ini mengharuskan negara berkembang memperbaruhi kehudupan nasional dalam rangka meningkatkan daya saing. Ancaman bentuk baru Ancaman tersebut antara lain dapat menimbulkan krisis moniter dan keungan yng membahayakan kenidupan nasioanl ,dalam era globalisasi ini diperlukan kesamaan cara pandang dan semangat serta kepaduan dalam meperbaharui kehidupan politik,ekonomi,sosial budaya dan pertahanan nasional. Oleh karena itu permasalahan-permasalahan yang timbul berkaitan dengan Wawasan Nusantara merupakan kebutuhan yang digunakan oleh seluruh rakyat dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangka mencapai dan mewujudkan tujuan nasional. konsep Wawasan Nusantara adalah konsep politik bangsa Indonesia yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, meliputi tanah . , air . , termasuk dasar laut dan tanah di bawahnya, udara diatasnya secara tidak terpisah. Untuk mempertahankan kehidupan dan eksistensinya, masyarakat perlu memahami konsep geopolitik Indonesia, sehingga proses pembangunan nasional terus berlangsung guna sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat. Indonesia adalah satu kesatuan wilayah Nusantara dari Sabang sampai Merauke, yang terletak diantara dua benua dan dua samudera, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, dan 2 samudera yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. kesatuan antara bangsa Indonesia dengan wilayah tanah air itulah yang membuat semangat dalam wawasan berkebangsaan, yaitu sebagai bangsa dan negara yang bersatu. Perlunya pemberian rasa kebangsaan dan nasionalisme sejak dini akan menumbuhkan jiwa dan semangat nasionalisme, pendidikan mengenal Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa harus benar-benar dipahami dan diamalkan oleh setiap rakyatnya. Wilayah Indonesia bukanlah merupakan sebuah wilayah yang dipisahkan oleh lautan. Penanaman Frieza Deo. Anita Trisiana. Nandha Jastin Wibowo. Wahyu Harjanto. Ahmad Rifqi, / Peningkatan Pengetahuan Wawasan Nusantara Untuk Meningkatkan Semangat Nasionalisme Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. persatuan sebagai negara maritim akan membuat masyarakat dapat memanfaatkan potensi bahari yang ada untuk lebih maksimal demi kesejahteraan masyarakat Indonesia yang terkenal sebagai bangsa yang ramah dan menerima pembaharuan kebudayaan serta tradisi baru memang sangat mudah untuk dipecah belah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Perlunya pemberian rasa kebangsaan dan nasionalisme sejak dini akan menumbuhkan jiwa dan semangat nasionalisme, pendidikan mengenai Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa harus benarbenar dipahami dan diamalkan oleh setiap warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jangan biarkan Pancasila sebagai hal yang tabu untuk diperbincangkan dan diajarkan kepada generasi bangsa Indonesia agar terciptanya suatu persatuan untuk negara kita tercinta ini. Dari pernyataan persatuan tersebut kita dapat melihat jika wilayah Indonesia bukan merupakan wilayah yang dipisahkan oleh lautan. Penanaman persatuan kita sebagai negara maritim akan membuat kita dapat memanfaatkan potensi bahari yang bisa digali tentunya dan juga yang ada untuk kesejahteraan warga negara kita tercinta ini Unsur Dasar Wawasan Nusantara Wadah (Contou. Tempat sebuah kehidupan untuk melaksanakan kebeermasyarakatan, berbangsa dan bernegara termasuk kedalam wilayah Negara Indonesia yang mempunyai ciri khas identik dengan nusantara yang mempunyai kekayaan dan keragaman alam serta etnis juga aneka ragam pluralisme kebudayaan. Negara Indonesia mempunyai organisasi kenegaraan yang digunakan sebagai tempat berbagai pelaksanaan bernegara dalam perwujudannya yaitu supra struktur politik dan tempat dalam keseharian bermasyarakat adalah berbagai perlembagaan dalam perwujudannya guna membangun infrastruktur politik. Isi (Conten. Adalah Keinginan bangsa yang bertumbuh di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Untuk mencapai keinginan bangsa Indonesia yang sekarang sedang berkembang di masyarakat maupun angan-angan dan tujuan nasional seperti tersebut diatas Negara Indonesia harus dapat menyongsong, menciptakan persatuan dan kesatuan menggunakan kebhinekaan dalam kehidupan nasional yang berupa politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam. Isi dari pokok ini berkaitan dengan dua hal pertama realisasi aspirasi kebangsaan dari warga negara sebagai kesepakatan bersama dan perwujudannya, pencapaian angan-angan dan tujuan nasional persatuan, kedua persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan yang meliputi seluruh faktor kehidupan nasional. Tata laku (Conduc. Hasil interaksi antara tempat dan isi atau content yang terdiri dari : Tindak tanduk perilaku Bathiniah dan lahiriah yaitu digunakan dalam pencerminan jiwa, semangat dan mentalitas nasionalisme yang baik dari seluruh warga negara Indonesia. Tata laku Lahiriah yaitu tercermin dalam perilaku, perbuatan dan tindakan dari bangsa Indonesia. Kedua tindak tanduk perilaku tersebut mencerminkan identitas jati diri/kepribadian bangsa berdasarkan pancasila. Asas Wawasan Nusantara merupakan kaidah yang perlu dilaksanakan seluruh Warga Negara Indonesia agar terwujudnya dan terciptanya kondisi dan keberlangsungan komponen. Asas wawasan nusantara terdiri dari:. Kepentingan/Tujuan yang sama. Keadilan. Kejujuran. Solidaritas. Kerjasama. Kesetiaan terhadap kesepakatan. Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangka mencapai dan mewujudkan tujuan nasional. Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari hierarki paradigma nasional sbb: Pancasila Landasan Idiil . UUD 1945 (Landasan Konstitusional ,Wasantara Landasan Visional . Ketahanan Nasional Landasan Konsepsional ,GBHN Landasan Operasional. Kepentingan nasionalnya nir terpenuhi. Dengan demikian Wawasan Nusantara menjadi cara pandang bangsa Indonesia & menjadi visi nasional yg mengutamakan persatuan & kesatuan bangsa masih permanen valid baik ketika kini maupun mendatang, sebagai akibatnya prospek wawasan nusantara pada era mendatang masih permanen relevan menggunakan kebiasaan-kebiasaan global. Dalam implementasinya perlu lebih diberdayakan peranan wilayah & warga kecil. Dicapai ketika diberi wewenang dan dilengkapi oleh peran daerah dan penduduk Pendidikan yang berkualitas dan bermoral kebangsaan, media massa yang memberikan informasi dan kesan dan pesan yang positif dan membangun, keadilan penegakan hukum dalam GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. arti pelaksanaan pemerintahan yang bersih dan berwibawa tanpa adanya kecurangan. Keberhasilan Implementasi Wasantara Diperlukan kesadaran semua Warga Negara Indonesia . mengerti, memahami, menghayati tentang hak dan kewajiban sebagai warganegara serta hubungan warganegara dengan negara, sehingga tersadarkan sebagai salah satu anggota bangsa Indonesia. mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara, bahwa Dalam melaksanakan kehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara yang luas sehingga sadar akan sebagai warga negara yang memiliki cara pandang. Agar ke-2 hal tersebut di atas dapat tersampaikan diperlukan sosialisasi dengan program yang teratur,Terjadwal dan terarah Simpulan dan Saran Wawasan Nusantara adalah cara pandang, cara memahami, cara menghayati, cara bersikap, cara berfikir, cara bertindak, cara bertingkah laku, bangsa Indonesia sebagai interaksi prosees psikologis, sosiokultural, dengan aspek ASTAGATRA (Kondisi geografis, kekayaan alam dan kemampuan penduduk serta IPOLEKSOSBUD Hanka. Wawasan Nusantara memiliki peranan krusial buat mengabulkan persepsi yang sama bagi semua rakyat negara Indonesia. Dengan adanya wawasan Nusantara diharapkan bisa membuat masyarakat menjadi lebih kreatif lebih maju agar bisa mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Pada era globalisasi ini banyak tantangan yang harus di hadapi oleh bangsa Indonesia. Dalam era ini penguasaan teknologi sangat di perlukan dan menjadi modal dan kemampuan profesional masing masing individu untung dapat ikut serta bersaing dan menjadi kunci kemajuan bangsa. Oleh karena itu diperlukan masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa kreatif, pemikiran yang maju, berwawasan Nusantara serta sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Dalam hal menuju kemajuan, suatu bangsa harus banyak melakukan perubahan, semua rakyat Indonesia harus bisa bergerak maju, kreatif, mempunyai semangat nasionalisme agar bisa saling menyesuaikan menuju bangsa yang lebih baik dan bisa bersaing dengan negara lain. Dengan adanya rasa kebersamaan dan satu kepahaman akan mempermudah dalam mewujudkan harapan dan cita-cita nasional bangsa Indonesia. Suatu pandangan yang berbeda akan menyulitkan dalam mewujudkan harapan nasional serta akan merugikan bangsa Indonesia sendiri. Secara holistik sebagai akibatnya bisa mengakibatkan disintegrasi bangsa. Perilaku korupsi, mementingkan diri sendiri, tidak bertanggung jawab, kurang serius saat menjalankan tugas akan menyebabkan akibat berantai yang menyebabkan bangsa terjerembak dalam masalah-masalah umum. Masalah yang tidak terselesaikan akan mengakibatkan melambatnya bangsa dalam mewujudkan harapan dan cita-cita nasional, resiko terbesarnya adalah membuat suatu bangsa tersebut gagal dalam mewujudkan harapan nasional. Dengan adanya wawasan nusantara diharapkan bisa membantu dalam menyelesaikan masalah dan juga bisa menampung aspirasi dari rakyat Indonesia dan memudahkan dalam mewujudkan cita-cita nasionalbangsa Berdasarkan output & pembahasan, konklusi pada penelitian ini mempunyai kiprah strategis pada menumbuhkan semangat kebangsaan & nasionalisme dalam generasi belia pada Indonesia. Kontribusi pendidikan kewarganegaraan pada perguruan tinggi pada menumbuhkan nasionalisme menggunakan nilai-nilai Pancasila mempunyai kiprah yg sangat penting. Misi & tujuan pendidikan pendidikan kewarganegaraan pada era globalisasi perlu memperluas ranah sampai aporisma . Membangun kemampuan berfikir kritis sistematis, kemampuan berhubungan menggunakan orang, mempunyai tanggung jawab & bisa merampungkan permasalahan tanpa kekerasaan yg dilandasi nilai-nilai Pancasila menjadi ideologi bangsa. Pendekatan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan lebih interaktif melalui contoh pembelajaran duduk perkara based learning sebagai keliru satu cara buat mengintegrasi nilai-nilai nasionalisme. Proses pembelajaran bertujuan buat memaksimalkan pendidik wajib mempunyai kompetensi wawasan yg luas guna mendukung ketercapaian kompetensi dasar pada proses pembelajaran pendidikan Agar pendidikan kewarganegaraan berjalan secara aporisma perlu menumbuhkan kultur demokratis pada pada Kemasyarakatan melalui forum kemsyarakatan & kepemerintahan yg demokratis terhadap Warga negara Indonesia. Pendidikan kewarganegaraan menggunakan proses yg baik akan membentuk masyarakat negara belia yg mempunyai Frieza Deo. Anita Trisiana. Nandha Jastin Wibowo. Wahyu Harjanto. Ahmad Rifqi, / Peningkatan Pengetahuan Wawasan Nusantara Untuk Meningkatkan Semangat Nasionalisme Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. pencerahan kebangsaan, sebagai akibatnya sebagai kapital mewujudkan warga madani . ivil societ. pada Indonesia dalam era globalisasi. Tentunya menggunakan upaya mensinergikan dalam situasi terkini, rasional, kontekstual & internalisasi nilai-nilai Pancasila berlandasakan Undang-Undang Dasar 1945. Daftar Rujukan Adi Sumardiman, dkk. Wawasan Nusantara. Jakarta: Yayasan Harapan Nusantara. Chaidir Basrie, . Pemantapan Wawasan Nusantara Menuju Ketahanan Nasional. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas. Dimyati. Hukum Laut Internasional. Jakarta: Penerbit Bharat Karya Aksara. Ermaya Suradinata, dkk. Geopolitik dan Konsepsi Ketahanan Nasional. Jakarta: Paradigma Cipta Tatrigama. Hasyim Djalal. Masa Depan Indonesia Sebagai Negara Kesatuan Ditinjau Dari Segi Hukum Latu dan Kelautan. Tanpa Kota Penerbit dan Penerbit. Hasyim Djalal. Konsepsi Wawasan Nusantara Rumusan Setjen Wanhankamnas. Jakarta: Dirjendikti Depdiknas. John Piaris. Strategi Kelautan Dalam Perspektif Pembangunan Nasional. Jakarta: Penerbit Pustaka Sinar Harapan. Munanjat Danusaputro. Indrajaya Seroja Dharma Mahasi Indonesia Raya Dalam Jelang Silang Dunia. Jakarta: Penerbit Binacipta. Munanjat Danusaputro. Wawasan Dalam Hukum Laut PBB. Bandung: Penerbit Alumni. Sobana. Wawasan Nusantara. Jakarta: Dikti Depdiknas. Sumarsono, dkk. Pendidikan Kewarganegaraan. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Trisiana. Sutikno. Etc. Digital Media-Based Character Education Model As A Learning Innovation In The Middle of A Corona Pandemic. Webology. Vol: 17 . Pp. Trisiana. The Development Strategy of Citizenship Education in Civic Education Using the Project Citizen Model in Indonesia. Journal of Psychological and Educational Research (UPER), 23 . , pp. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304