Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam Volume 7 No. ISSN: 2338-4131 (Prin. 2715-4793 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 37542/m1c7vh78 Penerapan Metode Fun Learning Untuk Meningkatkan Minat Belajar Al-QurAoan Peserta Didik di Pondok Tahfizh dan Tilawah Bayt El Hikmah Depok Arsyad,1 Zaenal Abidin Riam,2 Hayatun Nufus3 Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara1 Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara2 Bayt El Hikmah Syarif 3 arsyaddjamaluddin@gmail. abidinriam@gmail. elhikmahsyarif@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode fun learning dapat meningkatkan minat belajar peserta didik pada al-QurAoan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data diperoleh dari peserta didik Pondok Tahfizh dan Tilawah Baye El Hikmah Depok. Metode penelitian menggunakan teknik sampling melalui random sampling, dengan analisis data menggunakan prosentase deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode fun learning dapat memberikan penguatan minat belajar al-QurAoan pada peserta didik, dengan hasil berdasarkan indikator minat belaja, yaitu. peserta didik menunjukkan sikap senang dalam mengikuti proses pembelajaran. peserta didik penuh perhatian dalam mengikuti proses pembelajaran al-QurAoan. peserta didik memiliki keinginan yang tinggi untuk belajar, dengan hadir setiap hari. Dengan demikian, penggunaan metode fun learning mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif yang Hasil penelitian ini berimplikasi bahwa untuk meningkatkan minat belajar peserta didik, maka salah satu yang harus dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran adalah menggunakan metode fun learning dengan menciptakan suasana pembelajaran yang Penerapan Metode Fun Learning Untuk Meningkatkan Minat Belajar Al-QurAoan Peserta Didik di Pondok Tahfizh dan Tilawah Bayt El Hikmah Depok menyenangkan, sehingga peserta didik berminat dalam mengikuti proses pembelajaran alQurAoan. Kata Kunci: metode, fun learning, minat, belajar, peserta didik. Abstract: This research aims to determine how much the fun learning method can increase students' interest in learning about the Al-QurAoan. This research uses a descriptive method. Data was obtained from Pondok Tahfizh and Tilawah Baye El Hikmah Depok students. The research method uses sampling techniques via random sampling, with data analysis using descriptive The research results show that the fun learning method can strengthen students' interest in learning the Al-QurAoan, with results based on indicators of learning interest, . students show a happy attitude in participating in the learning process. students are attentive in following the Al-Qur'an learning process. students have a high desire to learn, by attending every day. Thus, using fun learning methods can create a more active and enjoyable learning process. The results of this research imply that to increase students' interest in learning, one thing teachers must do in the learning process is to use fun learning methods by creating a pleasant learning atmosphere so that students are interested in participating in the Al-Qur'an learning process. Keywords: method, fun learning, interest, learning, students. Pendahuluan Al-Quran, sebagai sumber ajaran Islam tidak hanya mengandung petunjuk dalam beribadah, tetapi juga memberikan pedoman untuk kehidupan sehari-hari. Al-Qur'an memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan banyak orang, terutama bagi umat Islam. Mempelajari membaca al-Qur'an memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Al-Qur'an merupakan kitab suci umat Islam yang dianggap sebagai petunjuk hidup dan sumber hukum utama. Mempelajari al-Qur'an bukan hanya tugas para ulama atau pemuka agama, teruana belajar membaca al-QurAoan, tetapi merupakan tanggung jawab setiap individu muslim. Selain tugas indivuidu seorang muslim, mengajarkan membaca dan memahami al-QurAoan juga menjadi tanggung jawab sosial terhadap sesama muslim, baik memberikan pengajaran membaca al-QurAoan secara individu . maupun melalui lembaga-lembaga pendidikan Islam. Namun demikian, ada beberapa individu muslim belum tertarik untuk belajar membaca al-QurAoan, baik secara pribadi maupun di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Hal ini sesuai dengan data yang menunjukkan bahwa semua penduduk Indonesia beragama Islam IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Arsyad. Zaenal Abidin Riam. Hayatun Nufus yang berjumlah 87,2 persen, dari jumlah penduduk Indonesia tersebut, ternyata hanya 35 persen yang bisa membaca al-Quran. Muslim yang tidak bisa membaca al-Quran tersebut ada di berbagai kalangan usia, mulai dari usia anak-anak, pemuda 20-30 tahun, hingga lansia, dengan berbagai kendala yang dialaminya. 1 Adapun faktor umum yang menjadi kendala ketidaktertarikan masyarakat dalam belajar membaca al-QurAoan disebabakan antara lain. Keterbatasan pendidikan dan literasi. Kurangnya bimbingan. Beberapa individu mungkin tidak memiliki akses atau bimbingan yang memadai dalam memahami tata cara membaca alQur'an dengan benar. Kurangnya motivasi. Kendala yang dialami sebagian masyarakat muslim sehingga tidak tertarik belajar membaca al-QurAoan tersebut, memberikan gambaran bahwa ada faktor psikologis yang dirasakan oleh masyarakat. Faktor psikologis tersebut juga dialami oleh anak-anak usia Sekolah Dasar, dimana ada kecenderungan anak-anak bosan ketika mengikuti proses belajar membaca al-QurAoan, terutama di lembaga pendidikan Islam. Padahal kemampuan membaca al-QurAoan pada anak-anak merupakan hal yang penting dalam penanaman pendidikan agama sejak dini. Secara khusus, faktor yang mempengaruhi ketidaktertarikan anak-anak dalam mengikuti proses belajar membaca al-QurAoan antara lain. Faktor lingkungan sosial, dan faktor media elektronik. Metode pembelajaran yang tidak efektif. Pengajaran al-Quran pada anak-anak Sekolah Dasar sering kali menggunakan metode yang kurang menarik atau kurang sesuai dengan perkembangan anak-anak. Proses pembelajaran tidak interiaktif. Dalam era teknologi saat ini, belum semua institusi pendidikan memanfaatkan sumber belajar interaktif atau teknologi untuk memfasilitasi pembelajaran membaca al-Quran. Tingkat keterampilan guru dalam mengajar. Kualitas pengajaran al-Quran di juga tergantung pada keterampilan dan pemahaman guru terhadap metode pengajaran yang efektif dan Minat menjadi sebuah landasan penting untuk mencapai keberhasilan suatu pekerjaan, karena dengan adanya minat seseorang menjadi termotivasi dan tertarik untuk melakukan sesuatu yang disenanginya. Minat merupakan kecenderungan yang menetap dan subjek untuk merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang Komjen Pol Syafruddin. Yayasan Indonesia Mengaji. "65 Persen Muslim Indonesia Tidak Bisa Baca Alquran. " Republika 2019. Meliyana Febriyanti. Hindun, dan Rina Juliana. AoImplementasi Program Metode Pembiasaan Tadarus Al-QurAoan Terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa Sekolah Menengah Pertama. " Jurnal Islamic Education Studies: An Indonesian Journal 5, no 1 (Juni 2. : 15-29 130 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Penerapan Metode Fun Learning Untuk Meningkatkan Minat Belajar Al-QurAoan Peserta Didik di Pondok Tahfizh dan Tilawah Bayt El Hikmah Depok 3 Perasaan senang itu akan menimbulkan minat apalagi bila diperkuat dengan sikap positif, dan minat akan berkembang dengan lebih baik, sehingga berlakulah urutan psikologi sebagai berikut. Perasaan Senang Ie Sikap positif Ie Minat. 4 Dengan demikian anak-anak yang berminat mempunyai perhatian, kesenangan, keinginan, sikap, kebiasaan, dukungan, motivasi, pengalaman, dan partisipasi. Faktor ketidaktertarikan anak-anak usia Sekolah Dasar dalam mengikuti proses belajar membaca al-QurAoan tersebut, lebih disebabkan metode pembelajaran yang cenderung monoton dan bersifat kaku. Sementara variasi metode belajar membaca al-QurAoan bagi anakanak sangat penting, karena terjadi interaksi antara peserta didik dengan guru. Metode pembelajaran al-QurAoan yang kurang menarik dan tidak sesuai dengan gaya belajar anak-anak dapat membuat mereka kehilangan minat belajarnya, karena moody dan gaya belajar anakanak berbeda-beda, salah satunya dipengaruhi minat atau ketertarikan dalam belajar. Oleh karena itu, pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan mempercepat menciptakan pengalaman yang lebih bervariasi pada peserta didik. Sehingga ketika guru menyampaikan pembelajaran dengan metode belajar yang tepat dan cocok dengan gaya belajar peserta didik, mereka cenderung lebih berminat atau termotivasi untuk terus belajar. Minat belajar menjadi faktor yang menentukan tingkat keaktifan peserta didik, bila proses pembelajaran tidak memberikan pengalaman yang menyenangkan, maka peserta didik cenderung tidak tertarik dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Proses pembelajaran yang dilakukan akan terlaksana dengan baik apabila ditopang oleh minat belajar dari peserta didik itu sendiri. Minat belajar peserta didik adalah unsur intrinsik yang didapat oleh peserta didik baik dari dirinya sendiri ataupun lingkungannya. Pentingnya metode pembelajaran yang variatif dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan gaya belajar mereka, akan mampu memahami dan mengingat materi pelajaran dengan lebih baik. Kedua, metode pembelajaran yang efektif dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik. Ketika mereka menikmati proses pembelajaran, minat belajar mereka akan terus tumbuh. Ketiga, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih Kombinasi antara pembelajaran visual, auditori, dan kinestetik dapat memenuhi Zaenal Abidin Riam dan Mufassirul Alam. "Pentingnya Penerapan Digital Parenting dalam Perkembangan Anak Usia Dini. " El-Athfal: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Anak 3, no. 1 (Juni 2. : 54-66 BR Hergenhanh, dan Matthew H Olson. 20212 Theories of Learninf (Teori Belaja. Jakarta: Kencana Menara Media Group. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Arsyad. Zaenal Abidin Riam. Hayatun Nufus kebutuhan beragam anak-anak, sehingga setiap individu memiliki kesempatan untuk sukses dalam pembelajaran. Untuk itu, penting bagi guru untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan atau belajar sambil bermain, bermain sambil belajar atau di sebut fun learning. Metode pembelajarana fun learning merupakan cara belajar yang mengasyikan dan menyenangkan yang berpusat pada kondisi psikologis peserta didik dan atmosfir lingkungan dalam melakukan proses pembelajaran. 6 Penggunaan fun learning memungkinkan peserta didik tidak terbebani dengan banyaknya materi pembelajaran, sebaliknya mereka mampu menyerap konten pembelajaran dengan baik dan Metode pembelajaran fun learnig akan memperkuat keterkaitan emosional, menciptakan pengalaman yang lebih emosional dan berkesan. Dengan keterkaitan emosional dengan materi pembelajaran dapat meningkatkan daya ingat dan pemahaman jangka panjang. Sementara itu, fun learning akan melibatkan kerja sama dan interaksi sosial, ini akan membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial mereka, seperti kerja tim, komunikasi, dan kepemimpinan. Metode fun learning juga memperkenalkan materi pembelajaran dalam konteks yang lebih nyata dan relevan bagi anak-anak. Hal ini membuat pembelajaran lebih bermakna dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan dan menarik, dapat membantu meningkatkan minat belajar anak-anak, serta menciptakan pembelajar yang lebih aktif. Sebab dalam meningkatkan minat belajar al-QurAoan peserta didik yang paling berperan adalah guru melalui proses pembelajaran. Terdapat beberapa aspek penting yang perlu menjadi perhatian dalam memastikan kelancaran penerapan fun learning. Pertama, membangun kekuatan niat, niat memainkan peran penting dalam pencapaian target, dengan adanya niat yang kuat maka peserta didik akan mengeluarkan usaha maksimal dalam proses pembelajaran. Kedua, keriangan dan ketakjuban, perasaan gembira memungkinkan peserta didik untuk lebih mudah menyerap sesuatu yang datang dari luar dirinya, termasuk materi pembelajaran. Ketiga, keteladanan, aspek ini khususnya ditujukan kepada guru, guru harus mampu memberikan teladan yang memotivasi peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran. Keempat, jalinan rasa simpati dan Gusman. "Analisis Faktor Penyebab Kurangnya Kemampuan Siswa Dalam Baca Tulis Al-QurAoan Di Mtsn Kedurang Bengkulu Selatan. " Al-Bahtsu 2, no 2 (Desember 2. : 231-238 Nisma Syifa Fauziah dan Fajar Syarif. "Metode Tilawati Dalam Pembelajaran Al-QurAoan Di SDI AlHidayah. " Jurnal QiroAoah: Jurnal Pendidikan Agama Islam 10, no 1 (Mei 2. : 27-35 Muh. Aidil Sudarmono. Abdul Wahab, dan Muh. Azhar. "Upaya Peningkatan Minat Belajar Baca Tulis Al-QurAoan. " Jurnal Ilmiah Islamic Resources 12, no 2 (Desember 2. : 162-170 132 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Penerapan Metode Fun Learning Untuk Meningkatkan Minat Belajar Al-QurAoan Peserta Didik di Pondok Tahfizh dan Tilawah Bayt El Hikmah Depok saling pengertian, untuk memunculkan rasa simpati dan saling pengertian maka mesti terbangun suasana saling kenal yang cukup mendalam antara guru dan peserta didik, suasana ini menyebabkan peserta didik lebih terbuka dalam menyampaikan segala kendala terkait pembelajaran, sehingga memungkinkan guru mampu menyampaikan bimbingan yang efektif. Berdasarkan latar belakang di atas, bahwa melalui proses pembelajaran metode fun learning, diyakini dapat meningkatkan minat belajar membaca al-QurAoan pada peserta didik, karena penerapan fun learning akan menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan. sehingga anak-anak berkonsentrasi penuh dalam mengikuti proses pembelajaran, yang ditunjukkan dengan perhatian, kesenangan, keinginan, sikap baik selama mengikuti proses belajar membaca al-QurAoan. Berkaitan dengan itu, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana metode fun learning dapat memberikan penguatan minat belajar alQurAoan pada peserta didik. Metode Penelitian Kegiatan penelitian sebagai suatu cara dalam memperoleh pengetahuan atau memecahkan masalah yang dihadapi dan dilakukan secara ilmiah, sistematis dan logis dengan menempuh langkah-langkah tertentu. 8 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik program Pra Tahsin al-QurAoan, peserta didik program Tahsin al-QurAoan 1, dan peserta didik program Tahsin alQurAoan 2, dengan peserta didik sebanyak 70 orang. Teknik sampling menggunakan penelitian populasi yaitu, menjadikan seluruh populasi sebagai sampel penelitian. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan penyerta atau participant observer,9 yaitu guru berperan sebagai pengamat penyerta yang ikut serta dalam kegiatan proses pembelajaran di Pondok Tahfizh dan Tilawah Bayt El Hikmah dengan mengamati. Aktivitas guru dalam pelaksanaan tindakan dengan penerapan metode pembelajaran fun learning. mengamati aktivitas peserta didik selama berlangsungnya proses pembelajaran al-QurAoan dengan penerapan metode pembelajaran fun learning. Dengan indikator, yaitu. sikap penerimaan dalam mengikuti proses pembelajaran al-QurAoan. konsentrasi dalam mengikuti proses pembelajaran al-QurAoan. Ketepatan waktu dan kehadiran setiap hari dalam mengikuti proses pembelajaran al-QurAoan. Arsyad. "Hubungan Antara Capaian Pembelajaran Dasar-Dasar Penelitian Dan Statistik Dengan Mutu Skripsi: Studi Analisis Di STKIP Muhammadiyah Bogor. " Khazanah Pendidikan: Jurnal Ilmiah Kependidikan 12, no 2 (Januari 2. : 15-31 Rochmat Wiriaatmadja. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Arsyad. Zaenal Abidin Riam. Hayatun Nufus Hasil Penelitian dan Pembahasan Metode Fun Learning Metode Fun Learning merupakan strategi pembelajaran untuk menciptakan sehingga memberikan suasana yang penuh keceriaan dan tidak membosankan. Metode fun learning menjadi jalan kemudahan untuk mendidik anak usia dini karena 10 Baik-tidaknya maupun tepat- tidaknya suatu metode pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain. yang akan dicapai, kesesuaian dengan bahan, kemampuan guru untuk menggunakannya, keadaan peserta didik dan situasi yang melingkupinya. Metode pembelajaran yang mempengaruhi suasana kegitan pembelajaran harus memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut: Metode mengajar harus dapat membangkitkan motif, minat belajar peserta didik. Metode mengajar harus dapat merangsang keinginan peserta didik untuk belajar lebih lanjut. Metode mengajar harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap-sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baik dalam kehidupan sehari-hari. demikian, metode pembelajaran yang digunakan harus dapat. membangkitkan minat atau gairah belajar peserta didik. merangsang keinginan peserta didik untuk belajar setiap hari. menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap-sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembelajaran tersebut harus diterapkan dengan konsep menyenangkan agar pada diri peserta didik tumbuh rasa senang, lalu muncul sikap positif, kemudian akan melahirkan minat dalam mengikuti proses pembelajaran. Sehingga akan mempermudah peserta didik dalam menguasai baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap, termasuk dalam mempelajari baca al-QurAoan. Langkah-langkah pembelajaran al-QurAoan dengah metode fun learning, yaitu. Setiap tatap . guru mencontohkan bacaan huruf-huruf hijaiyah. Pengenalan huruf hijaiyah melalui bernyanyi bersama dengan lafal huruf hijaiyah. Penguatan ingatan huruf hijaiyah melalui tebak-tebakan bacaan huruf hijaiyah. Melalui proses pembelajaran metode fun learning dengan bernyanyi bersama lafal huruf hijaiyah dan tebak-tebakan bacaan huruf hijaiyah, sebagai sebuah proses penyampaian informasi kepada peserta didik sekaligus untuk Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam, dan Ulil Amri Syafri. "Metode Fun Creative Learning Dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Dasar Islam Fase B. " AL-Liqo:Jurnal Pendidikan Islam 7, no 2 (Desember 2. : 142-158 134 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Penerapan Metode Fun Learning Untuk Meningkatkan Minat Belajar Al-QurAoan Peserta Didik di Pondok Tahfizh dan Tilawah Bayt El Hikmah Depok meningkatkan atau melatih daya ingat selama proses belajar mengajar berlangsung. Berikut model pembelajaran dengan fun learning, yaitu. Tabel. Model Pembelajaran dengan Fun Learning Subjek Frekuensi (%) Mencontohkan bacaan huruf-huruf hijaiyah Pengenalan huruf hijaiyah melalui bernyanyi bersama dengan lafal 40% huruf hijaiyah Penguatan ingatan huruf hijaiyah melalui tebak-tebakan bacaan 40% huruf hijaiyah Minat Belajar Al-QurAoan Faktor yang mempengaruhi minat belajar secara umum adalah pengalaman, konsep diri, nilai, kebermaknaan bidang, perbedaan individu, tingkat kewajiban terlibat, dan kesesuaian bidang studi. Peserta didik tidak akan mengembangkan minatnya pada hal-hal yang tidak pernah dialaminya. Jika peserta didik merasa takut pada suatu informasi, mereka akan menolaknya. Sebaliknya jikat mereka memandang suatu informasi sebagai sesuatu yang bermanfaat, mereka akan menerimanya karena dapat mengembangkan dirinya. Minat peserta didik timbul jika mereka merasa bahwa pembelajaran al-QurAoan yang disampaikan memiliki unsur yang menyenangkan dan membuat dirinya gembira. Jika peserta didik memandang suatu informasi yang bermakna, hal ini akan menarik minat mereka. Oleh karena itu guru perlu mengenal perbedaan individu mereka, belum tentu sesuatu yang baik bagi seorang peserta didik akan baik bagi yang lain. Jika peserta didik merasa bahwa mereka memiliki beberapa pilihan dan tidak terlalu diwajibkan, minat mereka mungkinakan menjadi lebih Berdasarkan hasil pengamatan proses pembelajaran al-QurAoan dengan penerapan metode fun learning menunjukkan bahwa peserta didik memperlihatkan: Pertama. senang yang ditunjukkan santri selama proses pembelajaran berlangsung. Kedua, menunjukkan minat dalam belajar al-QurAoan dengan hadir setiap. Ketiga, memperlihatkan sikap yang baik dalam belajar al-QurAoan, sebagaimana terlihat pada tabel berikut. Tabel 1. Pra Tahsin Subjek Minat belajar Kategori Prosentase IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Arsyad. Zaenal Abidin Riam. Hayatun Nufus Sikap senang dalam belajar Tinggi Penuh perhatian dalam belajar Sedang Keinginan yang tinggi untuk belajar Sedang Tabel 2. Tahsin 1 Subjek Minat belajar Kategori Prosentase Sikap senang dalam belajar Tinggi Penuh perhatian dalam belajar Sedang Keinginan yang tinggi untuk belajar Sedang Tabel 3. Tahsin 2 Subjek Minat belajar Kategori Prosentase Sikap senang dalam belajar Tinggi Penuh perhatian dalam belajar Sedang Keinginan yang tinggi untuk belajar Sedang Data di atas menunjukkan bahwa hasil pengamatan dalam belajar al-QurAoan dengan menggunakan motode fun learning, yaitu: Pertama. Peserta didik Program Pra Tahsin . sikap senang, sebanyak 80%, dengan ciri lebih ceria dalam belajar. penuh perhatian dalam belajar, sebesar 75%, ini menunjukkan rasa ingin belajar peserta didik cukup tinggi. Keinginan yang tinggi untuk belajar, sebesar 70%, ini menunjukkan bahwa peserta didik memperlihatkan keinginan belajar yang tinggi dengan hadir setiap hari. Kedua. Peserta didik Program Tahsin 1. Sikap senang, sebanyak 80%, dengan ciri lebih ceria dalam belajar. penuh perhatian dalam belajar sebesar 70%, ini menunjukkan bahwa santri rasa ingin belajarnya cukup tinggi. Keinginan yang tinggi untuk belajar sebesar 77%, ini menunjukkan bahwa peserta didik memperlihatkan keinginan belajar yang tinggi dengan hadir setiap hari. Ketiga. Program Tahsin 2. Sikap senang, sebanyak 80%, dengan ciri lebih ceria dalam belajar. penuh perhatian dalam belajar, sebesar 70%, ini menunjukkan bahwa santri rasa ingin belajarnya cukup tinggi. Keinginan yang tinggi untuk belajar, sebesar 76%, ini menunjukkan bahwa peserta didik memperlihatkan keinginan belajar yang tinggi dengan hadir setiap hari. 136 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Penerapan Metode Fun Learning Untuk Meningkatkan Minat Belajar Al-QurAoan Peserta Didik di Pondok Tahfizh dan Tilawah Bayt El Hikmah Depok Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dengan konsep menyenangakan sangat penting agar terjadi proses pembelajaran yang efektif untuk mencapai hasil belajar dengan Salah satu tujuan penggunaan metode pembelajaran yang tepat dengan konsep menyenangkan adalah menumbuhkan minat peserta didik dalam belajar al-QurAoan. Untuk itu, setiap guru perlu menyesuaikan metode pembelajaran dengan konsep menyenangkan. Melalui metode pembelajaran fun learning, maka kemampuan yang dimiliki, guru dapat mengubah situasi belajar menjadi sebuah komunitas belajar masyarakat kecil yang setiap detailnya diubah agar dapat mendukung proses pembelajaran secara optimal, yaitu mulai dari bagaimana interaksi dengan peserta didik, bagaimana mengatur tempat duduk peserta didik sampai pada bagaimana merancang proses pembelajaran dengan metode fun learning sesuai dengan pendekatan yang digunakan. Penggunaan model pembelajaran dengan permainan dapat meningkatkan kemampuan visual, literasi bermain dan belajar yang menyenangkan pada peserta didik. Pembelajaran al-QurAoan metode fun learning dengan konsep pembelajaran yang menyenangkan, akan menciptakan suasana hangat dan menyenangkan dalam pembelajaran al-QurAoan. Dengan suasana yang hangat dan menyenangkan apapun yang diajarkan akan mudah diterima dengan senang hati, dan pada akhirnya mudah diterima oleh peserta didik sehingga ia akan senang mengikuti proses pembelajaran. Penuh perhatian dalam belajar dan memiliki keinginan yang tinggi untuk belajar. Konsep fun learning bukan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan namun tak terkontrol, tetapi fun learning mengarah pada suasana pembelajaran yang diciptakan melalui desain pembelajaran yang terencana. Hal ini diperkuat hasil penelitian tentang metode fun learning merupakan strategi dalam siswa dapat proses pembelajaran dikondisikan agar pembelajaran, sehingga penerapan suasana pembelajaran akan lebih aktif, efektif, dan menyenangkan, dengan senang dalam belajar al-QurAoan diharapkan secara bertahap siswa akan mampu membaca alQurAoan dengan baik dan benar. 12 Sejalan dengan itu. Mohammad AuzaAoi Aqib. MambaAoatul Laily, menyimpulkan bahwa pelaksanaan implementasi metode Fun Teaching secara online adalah pembelajaran membutuhkan perencanaan yang matang yang membutuhkan dukungan Wahyu Bagja Sulfemi. Arsyad, dan Ela Nurlelasari. AuModelCourse Review Horay Berbantu Media Kartu Berpadu Permainan Tic TacToedalam Pembelajarn PAI Masa PPKM. Ay Ilmu Al-QurAoan (IQ): Jurnal Pendidikan Islam 5, no 2 (November 2. : 171-188 Devy Habibi Muhammad. "UPaya Peningkatan Baca Tulis Al-Quran Melalui Metode Qiroati. " Journal of Islamic Education (JIE) 3, no 2 (November 2. : 142-162 IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Arsyad. Zaenal Abidin Riam. Hayatun Nufus dari berbagai pihak, baik dari SDM guru, dukungan dari siswa maupun wali murid. Pelaksanaan implementasi metode fun teaching on line pada pembelajaran QurAoan Hadits, telah mempu meningkatkan hasil prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil data penilaian mata pelajaran al-QurAoan Hadits sesudah implementasi metode fun teaching menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang tuntas belajar/mencapai KKM. 13 Hal tersebut juga didukung hasil kajian yang menjelaskan bahwa hubungan kemampuan membaca Al QurAoan, minat mempelajari PAI dengan hasil belajar siswa pada pelajaran PAI merupakan satu kesatuan dalam pelajaran pendidikan agama Islam yang memiliki tujuan yang sama yaitu mendorong, membimbing dan membina akhlak dan perilaku siswa yang akhirnya mampu memahami isi kandungan Al-QurAoan dan hadist sebagai ajaran agama Islam. Untuk itu, pemilihan metode fun learning sebagai solusi untuk meningkatkan minat belajar peserta didik, khususnya belajar al-QurAoan sangat penting, sebagaimana ditegaskan bahwa Al-Qur'an literacy is the primary material which is the Qur'an as a guide in learning a positive trend that appears in the community. Thestudy of the verses of the Qur'an to find the depth of their meaning. 15 Dengan demikian, bahwa pembelajaran al-QurAoan yang sistem untuk menjamin keberhasilan dalam membaca al-QurAoan dengan baik dan benar, karena setiap metode pembelajaran al-QurAoan mempunyai langkah dan cara yang berbeda dalam pelaksanaan pembelajarannya. Kesimpulan Penggunaan metode pembelajaran fun learning dilakukan oleh guru agar peserta didik dapat berperan aktif dan antusias dalam proses pembelajaran al-QurAoan, sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat Mohammad AuzaAoi Aqib dan MambaAoatul Laily. "Implementation Fun Teaching In Online QurAoan Learning During Pandemic At Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah. " ZAHRA: Research And Tought Elmentary School Of Islam Journal 3, no 1 (Maret 2. : 34-51 Arsyad dan Salahudin. AuHubungan Kemampuan Membaca Al QurAoan Dan Minat Belajar Siswa Dengan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Ay EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan 16, no 2 (Agustus 2. : 179-190 Baeti Rohman. Jarudin. Sandi Santosa. Mohammad Adnan, dan Arsyad. AuEffectiveness Virtual Instructional Strategy in Improving Al-Quran Literacy Skills for Muslims during the COVID-19 Pandemic. Ay Journal Of Algebraic Statistics Volume 13, no 1 (Mei 2. : 716-730 Abdul Havid dan Moch. Shohib. AuAnalisis Penerapan Metode AoAllimna untuk Mempercepat Baca Al- QurAoan. Ay Ilmu Al-QurAoan (IQ): Jurnal Pendidikan Islam 4, no 1 (Juli 2. : 51-74 138 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Penerapan Metode Fun Learning Untuk Meningkatkan Minat Belajar Al-QurAoan Peserta Didik di Pondok Tahfizh dan Tilawah Bayt El Hikmah Depok disimpulkan bahwa penerapan metode fun learning dapat meningkatkan minat belajar alQurAoan peserta didik Pondok Tahfizh dan Tilawah Bayt el Hikmah Sawangan Depok sebagai Peserta didik memiliki rasa senang mengikuti proses pembelajaran Peserta didik memiliki perhatian penuh dalam mengikuti proses pembelajaran Peserta didik menunjukkan keinginan yang tinggi untuk belajar Saran Agar peserta didik memiliki rasa senang mengikuti pembelajaran, memiliki rasa ingin belajar yang tinggi, dan menunjukkan keinginan yang tinggi untuk belajar, maka disarankan kepada. Lembaga Pendidikan al-QurAoan agar senantiasa meningkatkan kompetensi guru pada metode dan pendekatan pembelajaran al-QurAoan yang variatif menyenangkan. Guru agar senantiasa melakukan proses pembelajaran al-QurAoan dengan menggunakan metode dan pendekatan fun learning al-QurAoan sesuai dengan kondisi anak usia Sekolah Dasar. Daftar Pustaka