DAWUH DaAowah and Communication Islamic Jurnal Komunikasi Sebagai Pembentuk Nilai Dalam Dunia Pendidikan Perspektif Islam Ramedlon abahramedlon@gmail. Abstrak Pendidikan merupakan agenda mulia di semua negara karena melalui pendidikanlah negara tersebut bisa mempersiapkan generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme serta memiliki kemampuan untuk bertahan dan bersaing dalam pergaulan global. Pendidikan juga cara yang paling tepat untuk meneruskan dan mewariskan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas dan kepribadian bangsa serta pewarisan budaya . he transmitting of social-cultur. dari satu generasi ke generasi berikutnya. Salah satu hal yang dapat menunjang kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar adalah komunikasi. Mengingat pentingnya komunikasi dalam dunia pendidikan termasuk dalam pelaksanaan proses pendidikan, maka komunikasi menjadi suatu keniscayaan untuk dibangun dalam kerangka peningkatan kualitas hasil proses belajar mengajar di lembaga pendidikan. Kata Kunci: Komunikasi. Pembentukan Nilai. Perspektif Islam PENDAHULUAN Pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu proses pemberdayaan manusia secara luas, melalui pengembangan potensi jasmaniah maupun rohaniah baik secara sebagai maupun sebagai komunitas melalui proses yang berkesinambungan dari pra-nutfah sampai ke liang lahat. Pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung kepada usaha orangtua dalam membina dan mendidik anaknya (Samsul Amir Munir 2. Adanya perubahan cepat dan pesat yang terjadi dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial dan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi akan membawa berdampak pada proses pembelajaran. Seiring dengan adanya perubahan yang pesat ini, lembaga pendidikan memiliki peran sentral dalam membantu peserta didik baik secara individual maupun kolektif agar mampu hidup secara produktif di tengah masyarakat dengan berbagai permasalahan atau problem yang dihadapinya. Karena dengan adanya perubahan tadi maka secara otomatis permasalahan atau problema yang ditemui dalam kehidupan juga semakin komplek. Dunia pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sejalan dengan hal itu, pembentukan masyarakat Indonesia baru, visi pendidikan dirumuskan sebagai pendidikan yang mengutamakan kemandirian menuju keunggulan untuk meraih kemajuan dan kemakmuran. Salah satu hal yang dapat menunjang kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar adalah komunikasibaik antar perorangan, antar kelompok manusia maupun perorangan dengan kelompok-kelompok manusia. Wujud dari interaksi ini antara lain saling menegur, berjabat tangan, saling berbincang atau berselisih faham, bertengkar dan berkelahi bahkan tidak melakukan aktifitas apapun adalah komunikasi sosial yang dapat menimbulkan kesan pada masing-masing orang yang menimbulkan tindakan yang dilakukan sebagai respon dari perasaan itu (Dedi Mulyana 2. Aktifitas diri dalam memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, kesalahpahaman dan memupuk hubungan sosial dengan orang lain sangat memerlukan komunikasi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan lingkungannya tidak akan dapat menata lingkungan sosialnya. Sejalan dengan ini Mc. Wija ber49 50 | Dawuh : Vol. No. Juli 2021 pendapat bahwa berkomunikasi adalah wujud dari upaya manusia untuk beraktifitas dan memperlakukan orang lain dengan baik dan benar. Sebab perlakuan tersebut merupakan proses pendidikan yang harus mulai dari keluarga dan hingga pergaulan dengan orang lain (Dedi Mulyana Semakin luas hubungan seseorang dengan lingkungannya maka akan besar juga fungsi, peran dan tanggung jawab sosial seseorang tersebut. Keterlibatannya dalam proses komunikasi berpengaruh pula terhadap tingkah lakunya. Mengingat pentingnya komunikasi dalam dunia pendidikan termasuk dalam pelaksanaan proses pendidikan, maka komunikasi menjadi suatu keniscayaan untuk dibangun dalam kerangka peningkatan kualitas hasil proses belajar mengajar di lembaga pendidikan. Proses pembelajaran tidak dapat berjalan dengan lancar tanpa komunikasi. Dengan komunikasi maka informasi mengenai pembelajaran dari guru akan dapat diterima oleh siswa, sebaliknya siswa dapat merespon informasi tersebut baik dengan bertanya, menjawab atau berpendapat. Karena itu, penelitian mengenai komunikasi antara guru dengan siswa sangat menarik dan layak untuk dilakukan lebih lanjut. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Jenis penelitian kualitatif ini yang temuantemuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri. Dilakukan dalam situasi yang wajar . atural settin. Metode kualitatif lebih berdasarkan pada sifat fenomenologis yang mengutamakan penghayatan . Metode penelitian kualitatif berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri. Penelitian yang menggunakan penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami obyek yang diteliti secara mendalam Bertujuan untuk mengembangkan konsep sensitivitas pada masalah yang dihadapi, menerangkan realitas yang berkaitan dengan penelusuran teori dari bawah . rounded theor. dan mengembangkan pemahaman akan satu atau lebih dari fenomena yang dihadapi Istilah lain penelitian kualitatif adalah: The postpositivistic. Ethnographic, phenomenological, subjctive, case study, fieldwork, softA data, symbolic interaction, inner perspective, ethnomethodological, descriptive, participant observation, chicago school, life history, ecological, qualitative, humanistic, dan perspective emic . engutamakan pendapat informa. Informan dalam metode kualitatif berkembang terus . secara bertujuan . sampai data yang dikumpulkan dianggap memuaskan atau jenuh . HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Penelitian Pengertian Komunikasi Istilah komunikasi berasal dari Bahasa Latin yaitu AucommunicareAy atau AucommunisAy yang berarti berpartisipasi atau memberitahukan. Kata communis ini mengandung makna berbagi atau menjadi milik bersama atau berlaku di mana-mana (Liliweri 2. Santoso dan Setiansah ini menekankan pengertian komunikasi kepada adanya simbol dan pesan sebagai komponen interaksi komunikasi (Edi Santoso. Mite Setiansah 2. Sejalan dengan pendapat Santoso dan Setiansah di atas, menurut Dance yang dikutip oleh Rahmat komunikasi adalah Auusaha menimbulkan respon melalui lambang-lambang verbal, ketika lambang tersebut bertindak sebagai stimulus. Artinya, lambang-lambang verbal berupa ucapan dan isyarat lisan atau tulisan adalah stimulus yang menghasilkan respon seseorang (Djalaluddin Rahmat 2. Komunikasi adalah proses mentransfer informasi atau pesan-pesan dari pengirim pesan sebagai komunikator kepada penerima pesan sebagai komunikan, dalam proses komunikasi bertujuan mendapatkan umpan balik dari komunikan untuk mencapai saling pengertian antara kedua belah pihak sebelum komunikan mengirim informasi kepada komunikan, terlebih dahulu Ramedlon : Komunikasi Sebagai Pembentuk Nilai A | 51 dalam komunikan diberi makna sesuai dengan konsep yang dimilikinya. Artinya dengan berkomunikasi manusia dapat saling berhubungan satu sama lain (Onong Uchjana Effendy 2. Secara praktis. Robbin dan Barbara mendefinisikan komunikasi sebagai tingkah laku atau kegiatan menyampaikan lambang-lambang yang bermakna atau proses menyampaikan informasi kepada orang lain (James G. Robbins. Barbara 2. Pendapat ini intinya adalah adanya pemindahan informasi, mengenal fikiran dan perasaan-perasaan. Komunikasi menurut pengertian DeVito adalah tindakan kirim dan terima pesan antara satu orang atau lebih yang mempunnyai pengaruh dan konteks, melakukan umpan balik . dimana komunikasi itu terjadi (Poppy Ruliana 2. Dance sebagaimana dikutip Liliweri merinci pengertian komunikasi menjadi beberapa redaksi sebagai berikut : Komunikasi sebagai aktifitas dari suatu pihak Aktifitas yang datang dari pihak lain/mempengaruhi Komunikasi yang menekankan hubungan. Komunikasi yang menekankan sharing atau kepemilikan. Komunikasi sebagai transmisi komunikasi Komunikasi sebagai penggunaan lambang. Sebuah proses interaksi sistemik melalui simboluntuk menginterpretasikan makna. Proses dua arah untuk mencapai satu pengertian atau pemahaman, tidak hanya bertukar informasi, berita, gagasan dan perasaan tetapi menciptakan dan berbagi makna (Liliweri Berdasarkan beberapa pendapat dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses sosial yang terjadi dalam interaksi antara satu pihak dengan pihak lain yang saling mempengaruhi melalui kegiatan pemindahan pesan. Jenis-jenis Komunikasi Komunikasi terdiri dari beberapa jenis berdasarkan aspek-aspeknya yaitu aspek alat yang digunakan dalam menyampaikan pesan, aspek cara penyampaian pesan, aspek kelangsungannya, aspek prilakunya, aspek peran individu dan aspek aliran informasi (Liliweri 2. Komunikasi dapat digolongkan dalam empat bentuk komunikasi yaitu komunikasi pribadi, komunikasi kelompok, komunikasi massa dan komunikasi medio (Edi Santoso. Mite Setiansa. Komunikasi Pribadi (Personal Communication. Dalam jenis komunikasi pribadi ini, terbagi menjadi dua macam, yaitu : Komunikasi Intrapersona Komunikasi intrapersona adalah proses menerima informasi, mengolah, menyimpan dan menghasilkan informasi baru yang meliputi sensasi, persepsi, memori dan berfikir (Djalaluddin Rahma. Mengacu kepada pendapat ini maka proses komunikasi intrapersona itu adalah proses pertimbangan diri sebagai komunikator dengan jiwa dan pikirannya. Sensasi oleh Deriderato diartikan sebagai proses menghimpun stimulan, persepsi adalah proses pemaknaan pesan sehingga manusia memperoleh pesan baru. Memori adalah proses merekam fakta, penyimpanan dan pemanggilan kembali pesan dan berfikir adalah penarikan kesimpulan (Liliweri 2. Komunikasi Antarpersona Komunikasi antarpersona terjadi antara komunikator dengan seorang komunikan yang dianggap paling efektif dalam hal mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang, karena sifatnya dialogis, yaitu berupa percakapan (Alo Liliwery 2. Komunikasi antarpersona adalah hubungan langsung antara satu individu dengan individu yang lainnya dimana dalam hal ini adanya keuntungan dari padanya bahwa reaksi, arus balik ataupun efek dari komunikasi dapat diperoleh segera. Bisa dikatakan, komunikasi antarpersona dampaknya dapat dirasakan pada waktu itu juga oleh pihak yang terlibat. 52 | Dawuh : Vol. No. Juli 2021 Kebutuhan untuk bergaul dilihat dari kadar kedekatan, seringnya pertemuan, jenis relasi, mutu interaksi di antara mereka saling mempengaruhi. Menurut gambaran Liliweri pengaruh seperti rangkaian hubungan yang diawali membentuk proses sosial yang dimulai dari psikologis yang melibatkan keterpengaruhan (Liliweri 2. Sejalan dengan pendapat Liliweri. Samter merinci kompetensi yang sangat penting untuk hubungan tersebut yaitu (Budyana. Leila Mona Ganiem 2. Inisiasi, yaitu interaksi yang menyenangkan. Sifat mau mendengarkan . Pengungkapan diri kedua belahpihak . omunikator dan komunika. Dukungan emosional Pengelolaan konflik, karena pengelolaan konflik secara kompeten dapat mempererat hubungan. Komunikasi Kelompok Komunikasi kelompok adalah sekumpulan individu yang satu sama lainnya saling mengenal dan membentuk tujuan yang sama serta mengakui satu sama lainnya sebagai satu kelompok yang sama, misalnya keluarga, kelompok diskusi, karang taruna, kelompok pengajian dan lain sebagainya (Edi Santoso dan Mite Setiansah 2. Rahmat mengutip Baron dan Bryne memberikan batasannya mengenai kelompok dengan terlebih dahulu mengemukakan pendapatnya bahwa tidak semua himpunan orang disebut Sebuah kelompok memerlukan kesadaran anggotanya mengenai tujuan, keterikatan anggota dengan kelompok dan saling ketergantungan antar anggota kelompok Edi (Santoso dan Mite Setiansah 2. Dengan demikian komunikasi kelompok juga adalah komunikasi antara seseorang . dengan sejumlah orang . yang berkumpul bersama-sama dalam bentuk kelompok yang memiliki keterikatan, ketergantungan dengan kelompok. Selanjutnya Rahmat menulis bahwa sesuatu dikatakan komunikasi kelompok karena (Djalaluddin Rahmat 2. Proseskomunikasidimanapesan-pesanyangdisampaikanolehseorang khalayak dalam jumlah yang lebih dari tatap muka. Komunikasi berlangsung kontinu dan bisa dibedakan mana sumber dan mana penerima, sehingga komunikasi menjadi terbatas dan berdampak kepada ketidakleluasaan umpan balik akibat dari ketebatasan waktu dan banyaknya peserta. Pesan yang disampaikan terencana . dan bukan spontanitas untuk segmen khalayak tertentu. Dalam komunikasi kelompok kita mengenal seminar, diskusi panel, pidato, rapat akbar, pentas seni tradisional di desa, pengarahan dan ceramah dengan khalayak besar. Dengan kata lain komunikasi sosial antara tempat, situasi dan sasarannyajelas (Djalaluddin Rahmat 2. Curtis. Floyd dan Winsor menyatakan bahwa ketika tiga orang atau lebih berkomunikasi di bawah arahan seorang pimpinan untuk tujuan dan sasaran bersama dan saling mempengaruhi, maka itulah komunikasi kelompok (Ngalimun 2. Selanjutnya, ketiga ilmuan itu menjabarkan sifat-sifat komunikasi kelompok sebagai berikut : Kelompok berkomunikasi melalui tatap muka. Bekerja di bawah arahan pimpinan Memiliki tujuan dan sasaran bersama Masing-masing anggota kelompok memiliki perngarus atas satu sama lain. Komunikasi kelompok juga terbagi dua, yaitu: Komunikasi kelompok kecil Ramedlon : Komunikasi Sebagai Pembentuk Nilai A | 53 Komunikasi kelompok kecil adalah kelompok komunikan yang dalam situasi komunikasi terdapat kesempatan untukmemberi tanggapan secara verbal dengan lain perkataan dalam komunikasi intrapersonal dengan salah satu anggota kelompok (Djalaluddin Rahmat 2. Yang dimaksud komunikasi kelompok kecil ialah sejumlah orang yang terlibat satu sama lain dalam suatu forum yang bersifat lawan muka, dalam konteks ini setiap peserta mendapatkan kesan tersendiri atau memiliki kesempatan untuk melakukan komunikasi interpersonal dengan Terdapat manfaat yang dapat di ambil oleh komunikator yang melakukan komunikasi kelompok kecil, yaitu terjadinya kontakpribadi, umpan balik berlangsungcepat, suasana lingkungan dapat diketahui, sehingga ia dapat mengetahui tanggapan atau reaksi komunikator ketika ia menyampaikan pesan, apabila komunikasi tidak berhasil komunikator akan mengubah Komunikasi kelompok besar Komunikasi kelompok besar dengan jumlah komunikan yang sangat banyak, sehingga kesempatan memberikan tanggapan secara verbal sangat berkurang. Dinamakan komunikasi kelompok besar dikarenakan jumlahnya yang banyak, dalam konteks ini bisa dikatakan hampir tidak ada kesempatan untuk memberikan tanggapan secara verbal (Djalaluddin Rahmat 2. Contohnya ialah Tabligh Akbar yang dihadiri oleh ratusan bahkan ribuan orang. Komunikasi ini hanya ditujukan kepada afeksi komunikate. Pada saat demikian terjadi kepaduan perasaan. Komunikasi kelompok besar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: penyampaian pesan berlangsung secara kontinu, mudah mengidentifikasi siapa yang berbicara dan siapa pendengarnya interaksi antara sumber dan penerima sangatterbatas, jumlah khalayak relatifbesar dan sumber sering sekali tidak dapat diidentifikasikan satu persatu pendengarnya. Komunikasi Massa Komunikasi massa ialah komunikasi dengan sasaran khalayak yang luar biasa banyaknya. (Djalaluddin Rahmat 2. Komunikasi massa pada umumnya disalurkan oleh pemancar audio dan audio visual. Komunikasi massa sangat efisiean karena dapat menjakau daerah yang luas, terlebih pada komunikasi ini menggunakan media massa dan media modern untuk sebagai media penyalurannya ke khalayak. Komunikasi massa juga memiliki beberapa karakteristik yaitu (James G 2. Mengatur jalannya pembicaraan yang disampaikan dan yang diterima. Umpanbalik yaitu respon, peneguhan. Stimulasi alat indera. Keseimbangan unsur isi dan hubungan Audience komunikasi massa bersifat heterogen. Penyampaian pesan komunikasi massa menimbulkan serempakan, yakni kontak dengan dengan massa dalam jarak yang sangat jauh secara bersamaan meskipun audiece saling terpisah (James G. Robbins. Barbara 2. Proses Komunikasi Terjadinya komunikasi memerlukan proses dari tahap permulaan sampai kepada pemindahan informasi. Proses komunikasi tersebut adalah diawali dengan adanya kebutuhan untuk melakukan komunikasi dan untuk melakukan ini, yang dilakukan adalah membuat dan menyusun keinginan-keinginan itu dalam lambang-lambang atau perkataan yang dapat dimengerti. Ini adalah suatu proses yang disebut encoding, yaitu memilih dan menseleksi tanda-tanda yang dapat mengantarkan pesan. Kemudian menyampaikan . tanda-tanda itu melalui gelombanggelombang udara yang menjadi perantara atau saluran. Jika menggunakan tulisan maka pena dan kertaslah yang menjadi mediumnya (James G. Robbins. Barbara 2. 54 | Dawuh : Vol. No. Juli 2021 Proses komunikasi sebagaimana diungkapkan oleh Robbin digambarkan sebagai berikut : dan Jones di atas dapat Saluran Enkode Penerima Dekode Penerima atau sumber ide Feedback Arti dan pengalaman yang sama Latar belakang pengirim, kemampuannya, pengertiannya dan sebagainya Latar belakang penerima, kemampuannya, pengertiannya, dan sebagainya Gambar 2. 1 : Proses komunikasi (Robins dan Jone. Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa komunikasi diawali dengan adanya kebutuhan untuk melakukan komunikasi dan untuk melakukan tindakan. Setiap pesan atau ide yang akan disampaikan oleh pengirim pesan diubah ke dalam bentuk lambang-lambang atau perkataan yang dapat dimengerti . Kemudian pesan disampaikan melalui saluran-saluran atau media agar sesuatu yang dikomunikasikan dapat sampai kepada penerima. Penerima memberi arti pada tanda-tanda yang disampaikan sehingga bermakna pada diri penerima . , yang menghasilkan umban balik . yaitu penerima pesan mengerti pesan yang disampaikan. Menurut Robbin dan Jonesmakin besar bidang-bidang pengalaman pengirim dan penerima, makin besar kemungkinan pesan itu diterima dan dimengerti. Dan sebaliknya, makin kecil bidangbidang persamaan yang dimiliki pengirim dan penerima pesan, maka kemungkinan pesan itu diterima dan dimengerti menjadi kecil (James G. Robbins. Barbara 2. Komunikasi sebagai Pembentukkan Sikap dan Nilai dalam Proses Pembelajaran Komunikasi sangat penting dalam pergaulan sosial baik di dalam keluarga, sekolah maupun Dari komunikasi itu bisa diperoleh suasana akrab dan harmonis bahkan bisa mendamaikan pihak yang berselisih atau bahkan menimbulkan pertentangan, benturan atau perbedaan pendapat. Oleh karenalah sebagaimana dikemukakan oleh Qomar bahwa guru harus memperhatikan komunikasi semaksimal mungkin. Manajemen komunikasi yang baik diharapkan bisa menciptakan keharmonisan hubungan dalam lembaga pendidikan baik guru, siswa, orangtua dan lingkungan sekolah (Mujamil Qomar, 2. Dengan kata lain bahwa komunikasi sangat berpengaruh terhadap aktifitas kehidupan baik sebagai pribadi, keluarga dan anggota Di dalam dunia pendidikan, maka salah satu fungsi komunikasi adalah sangat menentukan kelancaran proses belajar mengajar dan pencapaian tujuan dari kegiatai itu. Strategi penyampaian materi pembelajaran dikembangkan untuk siswa dapat merespon dan menerima pelajaran dengan mudah, cepat dan menyenangkan (Dirjen Kelembagaan Agama Islam, 2. Mengacu kepada pendapat ini maka tergambar komunikasi dalam proses belajar mengajar diawali dari guru sebagai pemberi pesan dan siswa sebagai penerima pesan yang merespon pesan yang diterima. Dalam konteks pendidikan dan pembelajaran. Nofrion menambahkan fungsi komunikasi sebagai berikut : Ramedlon : Komunikasi Sebagai Pembentuk Nilai A | 55 Fungsi Komunikasi sebagai Pengembangan Pengetahuan dan Keterampilan Komunikasi sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan adalah bentuk pemindahan Seorang guru yang bertindak sebagai pengirim pesan akan menyampaikan pesan kepada peserta didik. Pesan yang diterima peserta didik lalu dikembangkan dan dilanjutkan serta dielaborasi secara pribadi maupun berpasangan dan berkelompok. Respon yang diberikan oleh peserta didik menjadi catatan bagi guru termasuk pertanyaan-pertanyaan kritis peserta didik yang mengharuskan guru mencari informasi baru. Jika proses ini terjadi dalam pembelajaran maka komunikasi memainkan fungsi sebagai pengembangan pengetahuan tidak hanya bagi peserta didik tapi juga pendidik sendiri. Fungsi komunikasi sebagai pengembangan pengetahuan lebih banyak ditemukan dalam pembelajaran langsung . irect learnin. yang dilakukan oleh guru di dalam kelas. Fungsi Komunikasi sebagai Pembentukkan Sikap dan Nilai Pendidikan merupakan agenda mulia di semua negara karena melalui pendidikanlah negara tersebut bisa mempersiapkan generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme serta memiliki kemampuan untuk bertahan dan bersaing dalam pergaulan global. Pendidikan juga cara yang paling tepat untuk meneruskan dan mewariskan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas dan kepribadian bangsa serta pewarisan budaya . he transmitting of social-cultur. dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pendidikan juga merupakan cara ampuh untuk menanamkan nilai-nilai dan etika serta sikap/kepribadian yang relevan dengan nilai-nilai filosofis bangsa (Pancasil. dan Semua agenda mulia pendidikan tersebut tidak akan bisa terwujud tanpa adanya komunikasi diantara para pelaku pendidikan. Oleh sebab itulah, penulis menekankan bahwa dalam konteks pendidikan, komunikasi juga berfungsi sebagai pengembangan sikap dan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus suatu bangsa. Dalam praktiknya, pengembangan sikap dan nilai-nilai ini lebih banyak dilakukan melalui pembelajaran tidak langsung . ndirect learnin. dan keteladanan. Komunikasi sebagaimana dikemukakan oleh Nasution akan menciptakan hubungan guru dan siswa menjadi stabil. Ciri hubungan ini adalah (S. Nasution 2. Siswa diharapkan mengalami perubahan dan menambah pengalamannya. Perubahan kelakuan sebagai hasil belajar yang spesifik Perubahan akan tercipta jika guru banyak mempengaruhi siswa Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2005 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru dinyatakan bahwa standar kompetensi yang harus dimiliki guru SMA/MA/SMK adalah berkomunikasi secara efektif, sikap empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat, dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya dan orang tua peserta didik dan masyarakat tentang program pembelajaran dan kemajuan peserta didik. Karena itu dalam proses pembelajaran, komunikasi yang dilangsungkan bukan sekadar menyampaikan bahan ajar. Komunikasi yang berorientasi pada siswa, dilakukan dengan kasih sayang untuk mengembangkan siswa sebagai pribadi (Sihabudin Afron. Mengacu kepada Permendiknas Nomor 16 tahun 2005 di atas dapat diketahui bahwa guru harus memiliki kompetensi berkomunikasi dengan baik. Hal ini dikarenakan guru adalah faktor utama dalam proses pembelajaran. Berkaitan dengan pembinaan ibadah pada siswa. Allah SWT telah memberikan petunjuk dalam berkomunikasi : Berkata benar dan jujur. Firman Allah SWT dalam Surat Al-Ahzab ayat 70: AcEEa aOCaOEaO Ca A AaOA a AOUEA AOAaOacNa Eac aOIa aIIaO acCaO NA 56 | Dawuh : Vol. No. Juli 2021 Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan yang benar. Perkataan dan informasi yang disampaikan dapat menyenangkan siswa yang menerima pesan atau informasi. Bahasa yang diucapkan dapat dengan mudah dimengerti dan menyenangkan bukan membuat siswa menjadi tersinggung, rendah diri dan hilang motivasi Firman Allah SWT dalam Surat Al-IsraAo ayat 28 : AOA a caOua acI a e aaIA a A eI aN aI eaa a ae aI s aII acaEa a e aO aN AaCaE Eac aN eI aC eO UE acI eOA A A Artinya : dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan. Maka Katakanlah kepada mereka Ucapan yang pantas. Dari beberapa ayat di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi antara guru dan siswa sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Berkaitan dengan pembinaan ibadah, komunikasi harus terjalin dengan baik antara guru dan siswa, terutama ketika siswa sudah berada di luar sekolah kembali ke rumahnya masing-masing. Agar komunikasi menjadi efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran maka komunikasi itu harus dilakukan dengan mengatakan yang benar dan jujur, sopan dan pantas untuk diucapkan sesuai dengan norma. Pembinaan terhadap siswa harus terus dilakukan secara berkesinambungan sehingga ketika siswa berada di luar sekolahpun pembinaan tersebut sejatinya harus tetap dilakukan. Qomar menyusun prinsip-prinsip yang perlu dilakukan agar komunikasi dalam pembinaan ibadah siswa bisa dikerjakan dengan efektif yaitu2 : Berfikir dan berbicara dengan jelas Ada sesuatu yang penting untuk disampaikan Ada tujuan yang jelas Pernguasaan terhadap masalah Pemahaman proses komunikasi dan penerapannya secara konsisten Mendapatkan empati dari komunikan Komunikasi harus direncanakan . pa pesan yang akan disampaikan, kepada siapa pesan disampaikan, apa masalah yang akan disampaika. Dalam konteks pendidikan dan pembelajaran. Nofrion menambahkan fungsi komunikasi sebagai berikut : Pertama, komunikasi sebagai pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Komunikasi sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan adalah bentuk pemindahan informasi. Seorang guru yang bertindak sebagai pengirim pesan akan menyampaikan pesan kepada peserta didik. Pesan yang diterima peserta didik lalu dikembangkan dan dilanjutkan serta dielaborasi secara pribadi maupun berpasangan dan berkelompok. Respon yang diberikan oleh peserta didik menjadi catatan bagi guru termasuk pertanyaan-pertanyaan kritis peserta didik yang mengharuskan guru mencari informasi baru. Jika proses ini terjadi dalam pembelajaran maka komunikasi memainkan fungsi sebagai pengembangan pengetahuan tidak hanya bagi peserta didik tapi juga pendidik sendiri. Fungsi komunikasi sebagai pengembangan pengetahuan lebih banyak ditemukan dalam pembelajaran langsung . irect learnin. yang dilakukan oleh guru di dalam kelas. Ke dua, komunikasi sebagai pembentukkan sikap dan nilai. Pendidikan merupakan agenda mulia di semua negara karena melalui pendidikanlah negara tersebut bisa mempersiapkan generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme serta memiliki kemampuan untuk bertahan dan bersaing dalam pergaulan global. Pendidikan juga cara yang paling tepat untuk meneruskan dan mewariskan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas dan kepribadian bangsa serta pewarisan budaya . he transmitting of social-cultur. dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ramedlon : Komunikasi Sebagai Pembentuk Nilai A | 57 Pendidikan juga merupakan cara ampuh untuk menanamkan nilai-nilai dan etika serta sikap/kepribadian yang relevan dengan nilai-nilai filosofis bangsa (Pancasil. dan agama. Semua agenda mulia pendidikan tersebut tidak akan bisa terwujud tanpa adanya komunikasi diantara para pelaku pendidikan. Oleh sebab itulah, penulis menekankan bahwa dalam konteks pendidikan, komunikasi juga berfungsi sebagai pengembangan sikap dan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus suatu bangsa. Dalam praktiknya, pengembangan sikap dan nilai-nilai ini lebih banyak dilakukan melalui pembelajaran tidak langsung . ndirect learnin. dan keteladanan. Komunikasi sebagaimana dikemukakan oleh Nasution akan menciptakan hubungan guru . ermasuk orang tu. dan siswa menjadi stabil. Ciri hubungan ini adalah (S. Nasution 2. Siswa diharapkan mengalami perubahan dan menambah pengalamannya. Perubahan kelakuan sebagai hasil belajar yang spesifik Perubahan akan tercipta jika guru banyak mempengaruhi siswa Berkaitan dengan pendampingan belajar siswa di rumah oleh orangtua. Allah SWT telah memberikan petunjuk dalam berkomunikasi : Berkata benar dan jujur. Firman Allah SWT dalam Surat Al-Ahzab ayat 70: AcEEa aOCaOEaO Ca A AaOA a AOUEA AOA a acONa Eac aOIa aIIaO acCaO NA Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan yang benar. Perkataan dan informasi yang disampaikan dapat menyenangkan anak. Bahasa yang diucapkan dapat dengan mudah dimengerti dan menyenangkan bukan membuat siswa menjadi tersinggung, rendah diri dan hilang motivasi belajarnya. Firman Allah SWT dalam Surat Al-IsraAo ayat 28 : AOA a caOua acI a e aaIA a A eI aN aI eaa a ae aI s aII ac aEa ea aONa AaCaE Eac aN eI Ca eO UE acI eOA A A Artinya : dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan. Maka Katakanlah kepada mereka Ucapan yang pantas. Dari beberapa ayat di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi antara orangtua dan anak sangat penting dalam pendampingan kegiatan belajar mengajar di rumah. Agar komunikasi menjadi efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran maka komunikasi itu harus dilakukan dengan mengatakan yang baik, benar dan jujur, sopan dan pantas untuk diucapkan sesuai dengan Djamarah mengatakan bahwa prinsip tersebut adalah qaulan karima, qaulan sadida, qaulan maAorufa, qaulan baligha,qaulanlayyinah dan qaulan maisura (Syaiful Bahri DJamarah 2. Firman Allah SWT dalam QS. Al-Israa : 23 berbunyi : dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia. Menurut Ibn Katsir dalam ayat di atas Allah Swt memerintahkan . epada hamba-hamba-Ny. untuk menyembah Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya. Kata qada dalam ayat ini mengandung makna perintah. Selanjutnya disebutkan perintah berbakti kepada kedua orang tua. Yakni Allah memerintahkan kepadamu untuk berbuat baik kepada ibu bapakmu. Artinya, janganlah mengeluarkan kata-kata yang buruk kepada keduanya, sehingga kata 'ah' pun yang merupakan katakata buruk yang paling ringan tidak diperbolehkan. Setelah melarang mengeluarkan perkataan dan perbuatan buruk terhadap kedua orang tua. Allah memerintahkan untuk berbuat baik dan bertutur sapa yang baik kepada kedua. Yaitu bertutur sapa yang baik dan lemah lembutlah kepada keduanya, serta berlaku sopan santunlah kepada keduanya dengan perasaan penuh hormat dan memuliakannya. Yakni berendah dirilah kamu dalam menghadapi keduanya. 58 | Dawuh : Vol. No. Juli 2021 QS. An-Nisao : 9 berbunyi : Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap . sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar. Berkata benar memberikan efek positif terhadap jiwa sesorang. Islam selalu mengajarkan agar orang tua selalu berkata benar kepada anak, kepada orang lain dan mengatakan yang benar itu benar dan salah itu salah. Bila orang tua selalu berkata benar karena apa yang dikatakan anak adalah hasil dari belajar dalam lingkungan keluarga. Term qaulan maAorufa terdapat dalam AlQurAoan Surat Al-Baqarah : 263 : Perkataan yang baik dan pemberian maaflebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan . erasaan si penerim. Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. Quraish Shihab menafsirkan ayat 263 bahwa perkataan yang baik yang sesuai dengan budaya terpuji dalam suatumasyarakat, adalah ucapan yang tidak menyakiti hati peminta, baik yang berkaitan dengan keadaan penerimanya. Perkataan yang baik itu lebih baik walau tanpa memberi sesuatu daripada memberi dengan menyakitkan hati yang diberi. Demikian juga memberi maaf kepada peminta-minta yang tidak jarang menyakitkan hati pemberi apalagi kalau si peminta-minta mendesak atau merengek juga jauh lebih baik daripada memberi tetapi disertai dengan mann dan adza. Ini karena memberi dengan menyakiti hati, adalah aktivitas yang menggabung kebaikan dan keburukan, atau plus dan minus. Keburukan atau minus yang dilakukan lebih banyak dari plus yang diraih, sehingga hasil akhirnya adalah minus. Karena itu ucapan yang baik lebih terpuji daripada memberi dengan menyakitkan hati, karena yang pertama adalah plus dan yang kedua adalah minus (M. Quraish Shiha. Qaulan Baligha, adalah frase yang berpendapat dalam Al-QurAoan. Dalam konteks komunikasi frase ini diartikan sebagai komunikasi yang efekfif. Dalam QS An-Nisao ayat 63 firman Allah SWT : Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan Katakanlah kepada mereka Perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. Menurut Quraishy Shihab pakar-pakar bahasa menyatakan bahwa semua kata yang terdiri dari huruf-huruf tersebut mengandung arti sampainya sesuatu ke sesuatu yang lain. Ia juga bermakna AucukupAy, karena kecukupan mengandung arti sampainya sesuatu kepada batas yang dibutuhkan. Seseorang yang pandai menyusun kata sehingga mampu menyampaikan pesannya dengan baik lagi cukup dinamai baligh. Mubaligh adalah seseorang yang menyampaikan suatu berita yang cukup kepada orang lain (M. Quraish Shiha. Ketika berbicara kepada anak, orangtua harus memahami jiwa anak, bukan sebaliknya anak yang memahami jiwa dan fikiran orang tua. Cara berpikir anak yang masih berbentuk konkret membutuhkan pembicaraan yang sederhana, tidak rumit dan bertele-tele. Karenanya orangtua harus memilih kata dan kalimat yang akan disampaikan dan disesuaikan dengan perkembangan intelektualitas anak sehingga komunikasi dapat berlangsung efektif. Komunikasi yang tidak mendapat sambutan yang baik dari orang lain adalah komunikasi yang dibarengi dengan sikap dan prilaku yang menakutkan dan dengan nada bicara yang tinggi dan emosi. Cara berkomunikasi seperti ini dalam perspektif pendidikan, selain tidak komunikatif juga membuat anak mengambil jarak dengan orangtua karena takut (Syaiful Bahri Djamarah ). Ramedlon : Komunikasi Sebagai Pembentuk Nilai A | 59 KESIMPULAN Pendidikan merupakan agenda mulia di semua negara karena melalui pendidikanlah negara tersebut bisa mempersiapkan generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme serta memiliki kemampuan untuk bertahan dan bersaing dalam pergaulan global. Pendidikan juga cara yang paling tepat untuk meneruskan dan mewariskan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas dan kepribadian bangsa serta pewarisan budaya . he transmitting of social-cultur. dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pendidikan juga merupakan cara ampuh untuk menanamkan nilainilai dan etika serta sikap/kepribadian yang relevan dengan nilai-nilai filosofis bangsa (Pancasil. dan agama. Semua agenda mulia pendidikan tersebut tidak akan bisa terwujud tanpa adanya komunikasi diantara para pelaku pendidikan. Oleh sebab itulah, penulis menekankan bahwa dalam konteks pendidikan, komunikasi juga berfungsi sebagai pengembangan sikap dan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus suatu bangsa. Dalam praktiknya, pengembangan sikap dan nilainilai ini lebih banyak dilakukan melalui pembelajaran tidak langsung . ndirect learnin. dan Salah satu hal yang dapat menunjang kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar adalah komunikasibaik antar perorangan, antar kelompok manusia maupun perorangan dengan kelompok-kelompok manusia. Wujud dari interaksi ini antara lain saling menegur, berjabat tangan, saling berbincang atau berselisih faham, bertengkar dan berkelahi bahkan tidak melakukan aktifitas apapun adalah komunikasi sosial yang dapat menimbulkan kesan pada masing-masing orang yang menimbulkan tindakan yang dilakukan sebagai respon dari perasaan itu Komunikasi antara guru dan siswa sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Berkaitan dengan pembinaan ibadah, komunikasi harus terjalin dengan baik antara guru dan siswa, terutama ketika siswa sudah berada di luar sekolah kembali ke rumahnya masing-masing. Agar komunikasi menjadi efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran maka komunikasi itu harus dilakukan dengan mengatakan yang benar dan jujur, sopan dan pantas untuk diucapkan sesuai dengan norma. Pembinaan terhadap siswa harus terus dilakukan secara berkesinambungan sehingga ketika siswa berada di luar sekolahpun pembinaan tersebut sejatinya harus tetap Allah SWT telah memberikan petunjuk dalam berkomunikasi : Berkata benar dan jujur. Firman Allah SWT dalam Surat Al-Ahzab ayat 70 Perkataan dan informasi yang disampaikan dapat menyenangkan anak. Bahasa yang diucapkan dapat dengan mudah dimengerti dan menyenangkan bukan membuat siswa menjadi tersinggung, rendah diri dan hilang motivasi belajarnya sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat Al-IsraAo ayat 28 qaulan karima, qaulan sadida, qaulan maAorufa, qaulan baligha,qaulanlayyinah dan qaulan DAFTAR PUSTAKA