ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Rox. TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH PADA MENCIT (Mus musculu. Brain Gantoro1,Cevy Amelia2,Nida Aqidatus Sholikhah3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, braingantoro@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, cevy_psychology@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, nidaaqidatus@gmail. ABSTRACT Background :Diabetes mellitus (DM) is a degenerative disease caused by damage to the pancreas in production or insulin cannot work effectively. Boiled water of Fragrant Pandanus Leaf (Pandanus amaryllifolius Rox. can help reduce blood glucose levels. The purpose of this study was to analyze the effect of boiled water fragrant pandanus leaf on blood glucose levels in male mice induced by glucose as a hiperglikemi model. Methods : 30 male mice were divided into 5 groups. Each group induced glucose 0. 2ml/20gBB. The negative control group was given Na-CMC. the positive control group was given 01 ml/20gBW. treatment group 15% fragrant pandan leaf boiled water. treatment group 2 was given 10% fragrant pandan leaf boiled water. treatment group 3 boiled water of 20% fragrant pandan leaves. Examination of blood glucose levels was carried out after the intervention. Analysis of the results using the Kruskall Wallis test followed by Post Hoc Mann Whitney. Result : The results of Kruskal Wallis test on blood glucose level showed that had effect of giving the boiled water of Fragrant Pandanus Leaf in five groups treatment p=0,000. The result of Mann Whitney test showed that the boiled water of Fragrant Pandanus Leaf had effective antidiabetic activity at a dose of 20%. Conclusion : Based on the result of this study we can conclude the giving of boiled water fragrant pandanus leaf can reduce blood glucose levels. Keywords : Fragrant Pandanus Leaf. Blood Glucose. Diabetes ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang disebabkan karena pankreas mengalami kerusakan dalam produksi atau insulin tidak dapat bekerja secara Rebusan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb. ) dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian air rebusan daun pandan wangi terhadap kadar glukosa darah mencit jantan (Mus musculu. yang diinduksi hiperglikemia glukosa sebagai model Hiperglikemi. Metode : 30 ekor mencit jantan (Mus musculu. dibagi dalam 5 kelompok. Setiap kelompok diinduksi 2ml/20gBB. Kelompok kontrol negatif diberi Na-CMC. kelompok kontrol positif diberi glibenklamid 0. 01 ml/20gBB. kelompok perlakuan 1 air rebusan daun pandan wangi kelompok perlakuan 2 diberi air rebusan daun pandan wangi 10%. kelompok perlakuan 3 air rebusan daun pandan wangi 20%. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan sesudah Analisis hasil menggunakan uji Kruskall Wallis yang dilanjutkan dengan analisis Post Hoc Mann Whitney untuk melihat perbedaan antar kelompok. Hasil : Hasil uji Kruskal Wallis terhadap kadar glukosa darah menunjukkan terdapat pengaruh setelah pemberianrebusan daun pandan wangi diantara kelima kelompok perlakuan p = 0,000. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa air rebusan daun pandan wangi memiliki aktivitas antidiabetes yang efektif pada kadar 20% p = 0,003. Kesimpulan : Berdasarkan hasil Universitas Batam Page 87 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pemberian air rebusan daun pandan wangi dapat menurunkan kadar glukosa darah. Kata Kunci : Daun pandan wangi. Glukosa darah. Diabetes Universitas Batam Page 88 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 PENDAHULUAN Saat ini. Indonesia sedang mengalami transisi epidemiologi dengan beban penyakit bergeser dari penyakit menular ke arah penyakit tidak menular. Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, salah satu penyakit tidak menular yang menjadi kerugian kesehatan di Indonesia yaitu Diabetes Melitus (Bappenas. Pembangunan Gizi Indonesia, 2. Menurut organisasi Internasional Diabetes Federation, sedikitnya terdapat 436 juta orang pada usia 20-70 tahun di dunia menderita Diabetes Melitus pada tahun 2019 atau setara dengan angka prevalensi sebesar 9,3% dari total penduduk pada usia yang sama. pasien DM di Indonesia saat ini mencapai 10,3 juta orang dari total penduduk dan menempati peringkat keenam di dunia (Saeedi et al. Diabetes Melitus termasuk dalam kelompok penyakit gangguan metabolisme yang disebabkan oleh kurangnya produksi hormon insulin yang dibutuhkan dalam proses perombakan gula menjadi tenaga serta sintesis lemak (Ridwan & Bahrun. Salah satu tanda khas dari penyakit Diabetes Melitus (Isna Sari. Hiperglikemia terjadi apabila adanya suatu kondisi medik berupa peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas Hiperglikemia ini berpengaruh dalam peningkatan produksi reactive oxygen species dan akhirnya memicu terbentuknya stres oksidatif. Akibat adanya reaksi inilah yang menyebabkan terjadinya mempercepat terjadinya komplikasi (Alza. Komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh Diabetes Melitus antara lain gangguan Universitas Batam penglihatan mata, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk/gangren, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya. Apabila kadar glukosa darah semakin tidak terkendali, komplikasi yang berujung pada kematian. World Health Organization mencatat bahwa terdapat 3,7 juta kematian yang disebabkan oleh Diabetes Melitus maupun Diabetes Melitus. Sehingga untuk menurunkan kejadian dan keparahan Diabetes Melitus, maka dilakukan pencegahan seperti tatalaksana perubahan pola makan, edukasi, olahraga, dan terapi farmakologi (Kurniadi & Nurrahmani, 2. Pengujian dikembangkan sebagai obat baru, harus melalui tahapan penelitian berdasarkan prosedur pengujian yang telah disepakati World Health Organization, salah satunya melalui uji praklinik. Uji praklinik berarti suatu uji yang dilakukan pada hewan coba keamanan dan khasiat suatu bahan uji secara ilmiah sebelum dilakukan uji klinik Salah satu hewan yang biasa digunakan sebagai hewan uji yaitu mencit karena mewakili kelas jenis mamalia seperti sistem reproduksi, pernapasan dan peredaran darah yang hampir sama dengan Biasanya menggunakan mencit dengan jenis kelamin jantan, tujuannya agar tidak terpengaruh oleh siklus hormonal (Nugroho, 2. Salah satu tanaman herbal yang biasa digunakan masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional yaitu pandan wangi. Tumbuhan ini memiliki nama ilmiah Pandanus amaryllifolius Roxb. Walaupun pandan wangi belum banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal antidiabetes, tetapi Page 89 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 daun dari pandan wangi mempunyai kandungan kimia antara lain flavanoid, tanin, dan alkaloid yang dapat menurunkan glukosa darah dalam tubuh (Pasaribu. Selain menjadi obat herbal, dengan kandungan kimia yang ada dalam daun pandan wangi bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku obat Diabetes Melitus (Artanti. Flavonoid diketahui mampu berperan menangkap radikal bebas atau berfungsi sebagai antioksidan alami (Chiabchalard & Nooron, 2. Tanin berfungsi memicu metabolisme glukosa dan lemak yang dapat mencegah timbunan glukosa dan lemak dalam darah. Zat lain yang terkandung dalam daun pandan wangi menghambat sintesis glukosa dengan glukosa dan substrat lain selain karbohidrat, sehingga kadar glukosa darah turun (Pasaribu, 2. Berdasarkan penelitian Nastiandari menunjukkan air rebusan daun pandan wangi dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus jantan galur wistar yang (Januarita Dara Nastiandari, 2. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Nur Amran didapatkan bahwa rebusan daun pandan wangi dapat menurunkan kadar glukosa darah pada Berdasarkan uraian diatas, maka perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian rebusan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Rox. terhadap penurunan glukosa darah pada mencit (Mus musculu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan Universitas Batam (Pandanus amaryllifolius Roxb. ) terhadap penurunan glukosa darah pada mencit (Mus METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental murni laboratoris AuPre-Posttest Only Control Group DesignAy. Pada penelitian ini populasi yang digunakan adalah mencit dari spesien Mus musculus berjumlah 30 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor mencit dengan kriteria menit berumure 2-3 bulan, berat badan 20-30 gram dan berjenis kelamin jantan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang pada tanggal 25 November 2021 - 21 Desember 2021. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah rebusan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Rox. dengan konsentrasi 5%b/v, 10% b/v dan 20% yang mempengaruhi kadar glukosa darah Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kadar glukosa darahterhadap Alat dan Bahan Penelitian. Alat yang digunakan antara lain spuit 1 cc, iwaki, pipet tetes, jarum sonde, glukometer, pyrex, morta alu. Bahan yang digunakan antara lain daun pandan wangi, glukosa, aquades. Na-CMC, dan suspensi Prosedur Pembuatan Rabusan Daun Pandan Wangi. Rebusan daun pandan wangi konsentrasi 5% dibuat dengan cara 5 gram daun pandan dimasukkan kedalam gelas kimia dan dibasahi dengan aquades sebanyak 200 ml, direbus hingga tersisa sebanyak 100 ml. Page 90 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 Perebusan dilakukan diatas kompor dengan suhu 1000 selama 20 menit. Selanjutnya dilakukan hal yang sama dengan dinaiikan konsentrasinya. Prosedur Pembuatan Suspensi Natrium Karboksimetil Selulos (NaCMC) 0,5 % b/v. Dalam penelitian ini suspensi Na-CMC digunakan sebagai kontrol negatif tujuannya agar potensi penurunan kadar glukosa darah oleh sampel dapat terlihat lebih jelas. Terlebih dahulu memanaskan aquades sebanyak 50 ml hingga 700. Memasukkan Na-CMC sebanyak 0,5 gram sedikit demi sedikit kedalam air panas tersebut dan diaduk hingga terbentuk homogen. Volume dicukupkan dengan air panas hingga 100 Prosedur Pembuatan Suspensi Glibenklamid. Dalam penelitian ini suspensi Glibenklamid digunakan sebagai kontrol positif yang merupakan obat hipoglikemik yang kuat dengan dosis Prosedur pembuatan suspensi Glibenklamid Glibenklamid ditimbang dan dihitung bobot rata-rata tiap tablet. Selanjutnya dijadikan serbuk dan ditimbang kembali. Serbuk Glibenklamid ditambahkan larutan Na-CMC 0,5% b/v dan diaduk hingga terbentuk homogen. Volume dicukupkan dengan larutan NaCMC 0,5% b/v hingga 100ml Prosedur Pembuatan Glukosa Monohidrat 20% b/v. Dalam penelitian ini glukosa monohidrat 20% b/v digunakan sebagai induksi pada mencit sehingga terjadi hiperglikemia. Prosedur pembuatan glukosa 20% b/v dengan cara sebanyak 20 Universitas Batam gram glukosa monohidrat dimasukkan kedalam labu ukuran 100 ml. Ditambahkan aquades sebanyak 50 ml sedikit demi sedikit dan dikocok hingga larut. Volume dicukupkan hingga 100 ml Penginduksian Mencit. Pemberian ml/20gb bertujuan untuk menginduksi terjadinya hiperglikemia pada setiap mencit yang diberikan 1 jam sebelum pemberian sediaan uji berupa rebusan daun pandan wangi. Setelah diberikan glukosa monohidrat, mencit diberikan sesuai dengan perlakuan dan di periksa glukosa darah pada menit ke 30, 60, 90, dan 120. Prosedur Pemeriksaan Mencit. Produr pemeriksaan glukosa darah pada mencit dengan cara daerah yang akan ditusuk dilakukan desinfeksi dengan kapas alkohol 70%, tunggu sampai kering A 30 Kemudian ditusuk dengan spuit 1cc. Setelah darah keluar, maka hapus tetesan pertama dengan kapas. Darah yang keluar berikutnya diteteskan pada strip test yang telah siap, dengan hitungan mundur dari 20 detik dan tertera pada layar alat GCU HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tentang pengaruh pemberian rebusan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb. ) terhadap penurunan glukosa darah pada mencit (Mus musculu. konsentrasi glukosa darah pada tiap Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan terdapat data Pre-Post Only Control Group Design pada setiap konsentrasi yang menunjukkan perbedaan dapat dilihat pada . Page 91 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 Tabel 1 Kadar Glukosa Darah pada Mecit . g/d. Kadar Glukosa Darah Mencit(Mean A SD) Perlakuan Puasa Post Menit-30 Menit-60 Menit-90 Menit- 120 Glukosa Kontrol (-) 73,00A10,8 106,00A14,2 101,33A12,7892,16A22,50 74,66A14,19 73,16A18,4 Kontrol ( ) 72,33A8,26 105,83A18,6 69,33A13,00 49,83A12,05 46,66A13,51 40,16A11,5 Perlakuan I 75,66A7,33 106,50A13,5 96,16A13,65 85,66A19,98 70,00A18,07 65,50A9,58 Perlakuan II 69,50A12, 105,33A17, 87,83A11,08 81,66A13,61 70,66A9,56 68,33A4,92 Perlakuan i 69,66A14,5 105,33A18,1 76,83A11,54 64,00A10,39 54,33A7,33 49,66A6,83 Berdasarkan Tabel 1 didapatkan rerata kadar glukosa darah meningkat setelah diinduksi glukosa. Hal ini sejalan dengan teori bahwa tikus yang diinduksi kenaikan kadar glukosa darah >50%. Terjadinya hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa darah melebihi kadar . elebihi mg/dL) disebabkan oleh penyerapan glukosa yang dikonsumsi berlebih oleh tubuh sehingga masuk ke dalam darah. Konsumsi glukosa bekerja optimal menghasilkan hormon insulin sebagai respon dari tingginya kadar glukosa darah (Kondoy et al. , 2. Selain itu juga didapatkan rerata kadar glukosa darah meningkat setelah diinduksi glukosa yang selanjutnya mengalami penurunan kadar glukosa darah di menit ke-30 sampai dengan menit ke-120 setelah diberikan perlakuan. Ini menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah setiap kelompok perlakuan mencit setelah diberikan glukosa. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Khairiyani, 2. pada pengujian aktivitas antidiabetes ekstrak etanol daun pandan wangi pada mencit Universitas Batam jantan dengan metode Tes Toleransi Glukosa Oral yang menunjukkan terlihat bahwa nilai kadar glukosa darah rerata dari menit ke-30 hingga menit ke-120 Hal menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar glukosa darah rerata dari setiap kelompok perlakuan pada mencit yang diberi loading dose glukosa. Setelah data,maka SPSS(Statistical Package Social Science. yangkemudian dilakukan uji Kruskal Wallis . Tabel 2 Hasil Uji Kruskal Wallis Test Statistic a,b Kadar Glukosa Chi-Square 24,703 Asymp. Sig. 0,000 Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan nilai signifikansi 0,00 dimana 0,00 < 0,05. Pada penelitian ini, yang terjadi adalah penolakan Ho dan penerimaan Ha adanya pengaruh pada data setelah intervensi rebusan daun pandan wangi. Dikarenakan Page 92 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 pO0,05,maka dilanjutkan ujiposthoctest me nggunakan Mann Whitney pada data. abel Tabel 3 Hasil uji Post HocMann Whitney Perlakuan Perlakuan Kontrol (-) Kontrol ( ) Perlakuan I Perlakuan II Perlakuan i Kontrol ( ) Perlakuan I Perlakuan II Perlakuan i Perlakuan I Perlakuan II Perlakuan i Perlakuan II Perlakuan i Berdasarkan hasil data yang diperoleh pemberian air rebusan daun pandan dengan konsentrasi 20% merupakan konsentrasi yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit jantan namun, tidak lebih efektif dibandingkan glibenklamid yang mampu menurunkan kadar glukosa darah paling Sedangkan konsentrasi 5% dan 10% rebusan dauan pandan wangi dapat mempengaruhi penurunan kadar glukosa darah mencit hanya saja penurunannya tidak signifikan. Pada penelitian ini, didapatkan hasil kelompok kontrol negatif tidak berbeda secara signifikan dengan kelompok perlakuan 1 yang diberi air rebusan daun pandan 5% dan kelompok perlakuan 2 yang diberikan air rebusan daun pandan Hal ini berarti air rebusan daun pandankonsentrasi 5% dan 10% tersebut belum bisa menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan. Meski tidak signifikan, namun penurunan kadar glukosa darah tetap terjadi. Hal ini dapat Universitas Batam Sig ,000 ,506 ,289 ,003 ,000 ,001 ,095 ,636 ,018 ,031 terjadi karena ada faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengujian tersebut yaitu kondisi hewan coba bila dalam satu kelompok mencit terdapat hewan coba yang tidak sensistif pada pemberian rebusan dauan pandan wangi maka akan mempengaruhi data keseluruhan dalam satu kelompok. Diduga kondisi ini disebabkan oleh faktor patofisiologi hewan uji dan kemampuan hewan uji dalam mengabsorbsi sediaan uji. Selain itu, dapat pula dikarenakan kurang besarnya konsentrasi dari air rebusan daun pandan Dengan demikian, didapatkan bahwa rebusan daun pandan wangi dengan konsentrasi 20% merupakan konsentrasi yang efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah mencitdikarenakan mampu menurunkan kadar glukosa darah paling besar dibandingkan konsentrasi 5% dan konsentrasi 10%. Hal ini disebabkan karena adanya zat atau senyawa aktif yang mempengaruhi penurunan kadar glukosa darah yang terdapat pada rebusan daun Page 93 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 pandan wangi 20% dibanding dengan konsentrasi 5% dan konsentrasi 10%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi yang ada pada sampel maka semakin besar pula kandungan senyawa tanin, alkaloid, dan flavonoid yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. 11 Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Prameswari & Widjanarko, 2. yang menyatakan bahwa dosis ekstrak air daun pandan wangi sebesar 600 mg/kgBB lebih baik dalam menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki jaringan pankreas jika dibandingkan dengan dosis 300 mg/kgBB (Prameswari & Widjanarko. Sehingga, terdapat pengaruh dibuktikan dengan penurunan kadar glukosa darah. Selain itu, hasil penelitian dari (Setiawan, menunjukan bahwa pemberian fraksi nheksan daun pandan wangi dengan dosis 300 mg memberikan penurunan kadar glukosa darah yang paling baik dibandingkan dosis 100 mg dan 150 mg. Sehingga, disimpulkan peningkatan dosis obat akan sebanding dengan meningkatkan Pada obat bahan alam komponen senyawa yang dikandungnya tidak tunggal melainkan terdiri dari berbagai macam senyawa kimia, dimana komponenkomponen tersebut saling bekerjasama untuk menimbulkan efek. Pada penelitian ini, didapatkan bahwa efektifitas penurunan kadar glukosa darah yang diperoleh dari setiap kelompok terlihat bahwa rebusan daun pandan wangi menurunkan kadar glukosa darah mencit secara signifikannamun, tidak lebih efektif dibandingkan glibenklamid yang mampu Universitas Batam menurunkan kadar glukosa darah paling Hal ini dikarenakan glibenklamid merupakan obat hipoglikemik orang yang bekerja dengan merangsang sekresi insulin yang terjadi pada sel beta pankreas. KESIMPULAN Pemberian air rebusan daun pandan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% memberikan pengaruh signifikan dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit jantan hiperglikemia. Pemberian air rebusan daun pandan dengan konsentrasi 20% merupakan menurunkan kadar glukosa darah mencit jantan hiperglikemia. SARAN Ada baiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk berapa persen senyawa fitokimia yang terkandung dalam air rebusan daun pandan wangi Dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel dan variabel yang lebih banyak misalnya mengetahui kadar Malondialdehide (MDA) dari setiap sebelum dan sesudah perlakuan air rebusan daun pandan wangi Peneliti pengembangan daun pandan wangi sebagai bahan obat yang aman dikonsumsi oleh manusia. UCAPAN TERIMA KASIH