PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL AUDITORY INTELECTUALY REPETITION (AIR) DAN MODEL THINK TALK WRITE (TTW) Wiwik Wiji Astuti Program Studi Pendidikan Biologi. STKIP Pembangunan Indonesia Makassar, wiwikwijiastuti@gmail. Abstrak Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu . uasy experimen. yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas Vi SMP Negeri 5 Bittuang yang diajar menggunakan model pembelajaran Auditory Intelectually Repetition (AIR), mengetahui hasil belajar siswa kelas Vi SMP Negeri 5 Bittuang yang diajar menggunakan model pembelajaran Think Talk Write (TTW), mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Auditory Intelectually Repetition (AIR) dan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas Via dan Kelas Vib SMP Negeri 5 Bittuang Tana Toraja. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan tes hasil belajar biologi siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa pada model pembelajaran Auditory Intelectually Repetition (AIR) berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata yakni 76,40 sedangkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata yakni 64,79. Selain itu data hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara model Pembelajaran Auditory Intelectually Repitition (AIR) dengan kelompok model pembelajaran Think Talk Write (TTW) pada materi sistem gerak pada manusia di kelas Vi SMPN 5 Bittuang Tana Toraja tahun ajaran 2017/2018. Abstract This research is a quasy experiment research which aims to determine the learning outcomes of class Vi students of SMP Negeri 5 Bittuang who are taught using the Auditory Intelectually Repetition (AIR) learning model, knowing the learning outcomes of grade Vi students of SMP Negeri 5 Bittuang who are taught using the learning model. Think Talk Write (TTW), finds out the differences in student learning outcomes taught by the Auditory Intelectually Repetition (AIR) learning model and the Think Talk Write (TTW) learning model. The subjects of this study were students of Class Via and Class Vib of SMP Negeri 5 Bittuang Tana Toraja. The instruments used in this study were observation sheets and student biology learning outcomes tests. Data analysis was performed using descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. The results showed that the average value of student learning outcomes in the Auditory Intelectually Repetition 53 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Wiwi. (AIR) learning model was in the very high category with an average value of 76. while the Think Talk Write (TTW) learning model was in the medium category with an average score. -The average is 64. In addition, the research data shows that there are differences in student learning outcomes between the Auditory Intelectually Repitition (AIR) learning model and the Think Talk Write (TTW) learning model group on human movement system material in class Vi SMPN 5 Bittuang Tana Toraja for the 2017/2018 school year. Kata Kunci: Auditory Intelectually Repitition (AIR). Think Talk Write (TTW). Hasil Belajar aktif mengembangkan potensi dirinya PENDAHULUAN Pendidikan satu tombak ujung dalam pembangunan kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia. Melalui serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. setiap warga negara memiliki bekal Proses pembelajaran di kelas keterampilan dan kecakapan hidup di sangat dipengaruhi oleh kemampuan dunia lapangan kerja. Sesuai dengan guru dalam memilih dan menentukan pendapat Musanna. Al, . dan model pembelajaran yang tepat dan Karagoz. , & Saka. sesuai dengan kondisi peserta didik. bahwa Pendidikan menempati posisi (Fahri. strategis dalam peningkatan kualitas dan Model kapasitas seseorang untuk mengarungi suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam Menurut SISDIKNAS merencanakan pembelajaran di kelas No. dan Wasti. Rahmiati & Izwerni. pembelajaran mengacu pada pendekatan adalah usaha sadar dan terencana untuk pembelajaran yang akan digunakan, mewujudkan suasana belajar dan proses termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran agar peserta didik secara pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan . 54 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Wiwi. Model pembelajaran serta pengelolaan kelas Pada materi sistem gerak ini, siswa juga (Trianto, 2. mengalami kesulitan untuk mengingat dan Melalui menghafal serta menyebutkan nama-nama membantu siswa dalam memahami materi pelajaran yang berdampak positif Berdasarkan Negeri 5 Bittuang diperoleh data bahwa hasil belajar biologi siswa khususnya pada materi sistem gerak, masih rendah KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. yaitu nilai 70. Kondisi ini disebabkan karena guru belum menemukan model pembelajaran yang tepat dan sesuai karakteristik materi yang diajarkan. Pada umumnya mengakibatkan siswa menjadi pasif dalam menerima materi pelajaran dan motivasi dan hasil belajarnya. tepat dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran Auditory Repetition (AIR) menjadikan siswa dapat ikut aktif dalam proses pembelajaran sehingga tercipta proses pembelajaran yang hidup dan tidak hanya berpusat pada guru. Selain Intellectualy Repetition Auditory pengulangan . Pengulangan yang bertujuan untuk lebih mengingat kembali materi pelajaran yang telah diajarkan (Elinawati. Duda. Julung. , 2. Model TTW mendorong peserta didik untuk berpikir, berbicara, dan Model ini digunakan untuk mengembangkan tulisan dengan lancar Materi sistem gerak pada manusia Sehingga dapat memilih model pembelajaran yang Intellectualy yang dilakukan di Kelas Vi SMP dibutuhkan adanya inovasi dari guru untuk terhadap peningkatan hasil belajarnya. (Fikri. membahas materi tentang struktur dan fungsi dari alat gerak serta gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem gerak. dan melatih bahasa sebelum dituliskan. Model TTW memperkenalkan peserta 55 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Wiwi. ide-ide menuangkannya dalam bentuk tulisan. pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Ia juga membantu peserta didik dalam Write (TTW). mengumpulkan dan mengembangkan Desain ide-ide melalui percakapan terstruktur digunakan adalah post test-only control (Winarti. , 2. Populasi dalam penelitian ini Berdasarkan uraian diatas, maka adalah keseluruhan siswa kelas Vi SMP Negeri 5 Bittuang. Sampel yang penelitian dengan judul AuPerbandingan digunakan terdiri atas 2 kelas, yaitu Hasil Model kelas Via yang berjumlah 30 orang Intelectualy siswa sebagai kelas perlakuan model Belajar Pembelajaran Repetition Melalui Auditory (AIR) Model pembelajaran tipe Auditory Intelectually Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Repetition (AIR) dan kelas Vib yang berjumlah 34 orang siswa sebagai kelas Manusia di Kelas Vi SMP Negeri 5 perlakuan model pembelajaran tipe BittuangAy. Think Materi Sistem Gerak Talk Write (TTW). Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pengambilan METODE PENELITIAN Penelitian Kelompok Dari dua unit kelas tersebut eksperimen, yaitu kelompok pertama diundi secara acak untu menentukan kelas yang akan menjadi kelompok dengan menggunakan model eksperimen tipe Auditory Intelectually . uasi sampel dengan cara penentuan dua unit Auditory Intelectualy Repetition (AIR) Repitition (AIR) dan kelompok kedua menjadi kelompok tipe Think Talk Write (TTW). dengan menggunakan model Instrumen pada penelitian ini yaitu soal tes dan lembar observasi. 56 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Wiwi. Teknik dilakukan yaitu melalui observasi dan metode tes. Observasi dilakukan untuk menentukan kelas yang akan dijadikan sebagai kelas kelompok eksperimen I dan kelas kelompok eksperimen II. Data mengenai hasil belajar biologi siswa diambil dari tes akhir belajar, dimana tes akhir belajar tersebut dibuat dalam Tabel 1. Distribusi Skor Hasil Belajar Siswa yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran Aditory Intelectally Repetition (AIR) Statistik Jumlah data Nilai maksimum Nilai minimum Rentangan Nilai rata-rata Standar deviasi Variansi Kelompok AIR 76,40 14,27 203,559 bentuk soal pilihan ganda. Analisis Berdasarkan Tabel digunakan untuk mendeskripsikan skor menunjukkan bahwa dari 30 siswa pada kelompok AIR yang diberi tes pada diperoleh dari masing-masing kelas materi sistem gerak pada manusia eksperimen penelitian (Balta, & Sarac, menunjukkan bahwa skor rata- rata hasil belajar siswa adalah 76,40. Skor Analisis digunakan untuk menguji hipotesis terendah adalah 51 dan skor tertinggi penelitian dengan menggunakan uji-t. Rentang skor adalah 45 yang Namun sebelum dilakukan pengujian merupakan selisih antara skor tertinggi hipotesis, dilakukan uji persyaratan dan skor terendah. Selain itu, diperoleh analisa yaitu uji normalitas dan uji (Arikunto. besarnya varian yakni 203,559. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2. Distribusi Frekuensi dan Persentase Pengkategorian Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran AIR Analisis Hasil Belajar Menggunakan Statistik Deskriptif Siswa Model Pembelajaran Auditory Intelectually Repitition (AIR) Interval F 57 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Wiwi. 14,27 Kategori Sangat Rendah Rendah Jumlah Sedang Tinggi Sangat Tinggi nilai yang berkisar pada nilai 80-100. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar biologi siswa pada materi sistem gerak dengan menggunakan Grafik 1. Persentase Pengkategorian Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran AIR Auditory intellectually Repitition (AIR) berada pada kategori sangat tinggi. Hasil Belajar Siswa yang Diajar dengan Menggunakan Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Tabel 3. Distribusi Skor Hasil Belajar Siswa yang Diajar Menggunakan Model Think Talk Write (TTW) Statistik Berdasarkan data Tabel 2. Grafik 1. dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran AIR diketahui Jumlah data Nilai maksimum Nilai minimum Rentangan Nilai rata-rata Standar deviasi Variansi tidak ada siswa yang meperoleh nilai pada kategori sangat rendah . %), pada . ,67%), pada kategori sedang terdapat 6 siswa . %), pada kategori tinggi terdapat 4 siswa . ,33%) dan pada kategori sangat tinggi terdapat 18 siswa . %). Hal terdapat 60% siswa yang memperoleh Kelompok TTW 64,79 14,16 200,350 Berdasarkan Tabel Menunjukkan bahwa kelompok TTW yang berjumlah 34 siswa yang diberi tes pada materi sistem gerak pada manusia menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar siswa adalah 64, 79 yang belajar siswa berpusat di 64, 79. Skor 58 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Wiwi. terendah adalah 33 dan skor tertinggi Rentang skor adalah 57 yang merupakan selisih antara skor tertinggi TTW siswa yang meperoleh nilai pada dan skor terendah. Sedangkan nilai kategori sangat rendah terdapat 1 siswa standar deviasi adalah 14,16 serta . ,94%), pada kategori rendah terdapat besarnya varian yakni 200,350. 8 siswa . ,53%), pada kategori sedang Tabel 4. Distribusi Frekuensi dan Persentase Pengkategorian Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan model TTW Interval Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Jumlah 10 siswa . ,41%), pada . ,53%) dan pada kategori sangat tinggi terdapat 7 siswa . ,9%). Hal ini 29,41% siswa yang memperoleh nilai yang berkisar antara 56-65. Sehinga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar biologi siswa pada materi seistem gerak pembelajaran Think Talk Write (TTW) Grafik 2. Persentase pengkategorian hasil belajar biologi siswa dengan menggunakan model pembelajaran TTW berada pada kategori sedang. Analisis Statistik Inferensial Tabel 5. Uji Normalitas Sig. Berdasarkan Tabel Nilai menunjukkan bahwa nilai Kolmogorovsmirnov untuk kelompok eksperimen I Berdasarkan data Tabel 4. yang menggunakan model pembelajaran Grafik 2. di atas dapat diketahui bahwa Auditory Intelectually Repititon (AIR) 59 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Wiwi. sebesar 1,058 dengan nilai signifikan sebesar 0,213 sedangkan kelompok Tabel 7. Perbandingan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelompok Eksperimen I dan Kelompok Eksperimen II model pembelajaran Think Talk Write Kolmogorovsminorv Z Sig. (TTW) sebesar 0,628 dengan nilai 0,826. Kedua Eks_I Eks_II signifikansi di atas 0. %). Oleh Berdasarkan Tabel karena itu dapat dikatakan bahwa kedua analisis independent samples test di atas, di peroleh nilai t hitung yaitu 3. populasi yang terdistribusi normal. Hal dengan derajat kebebasan . = n1 n2-2 ini menandakan bahwa H0 diterima. = 30 34-2 = 62 dengan nilai t tabel Oleh karena nilai t hitung Tabel 6. Uji Homogenitas Nilai Sig. >ttabel yakni 3. 261>1. 66980 maka H0 ditolak atau Ha diterima. Artinya bahwa ada perbedaan antara nilai hasil belajar Berdasarkan Tabel 6. nilai F sebesar 0. 077 dengan nilai signifikansi sebesar 0. Oleh karena nilai signifikansi 0. 783>0. 05, maka perolehan tersebut maka Ha ditolak dan H0 diterima Aditory Intelectually Repitition (AIR) dengan kelompok eksperimen II yang Think Talk Write (TTW). dapat disimpulkan bahwa kedua varian sama . Berdasarkan hasil Penelitian ini dilaksanakan pada kelompok eksperimen I dan kelompok eksperimen II, dengan menggunakan Model pembelajaran yang digunakan pada kelompok eksperimen I adalah model 60 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Wiwi. pembelajaran Auditory Intellectually kebebasan tertentu dalam situasi belajar Repetition dan memberikan cukup banyak hal yang (AIR) kelompok eksperimen II menggunakan perlu dipikirkan dan dilakukan. model pembelajaran Think Talk Write Berdasarkan data yang diperoleh (TTW). Pemilihan model pembelajaran dari Tabel 1. distribusi skor hasil belajar AIR dan TTW yang diberikan kepada siswa yang diajar menggunakan model kelas di pilih secara acak. Model Aditory Intelectally Repitition (AIR) menunjukkan bahwa mendukung berjalannya proses belajar Sedangkan pada Tabel 3. distribusi skor Guru rata-rata 76,40. menggunakan model pembelajaran yang mengajar sehingga siswa akan tertarik Think Talk Write (TTW) menunjukkan dan termotivasi untuk mengikuti proses bahwa nilai rata-rata siswa yaitu 64,79. Menurut (Murti. Data di atas juga didukung dengan hasil olah data pada Tabel 2. Menurut Muhama. Kwaw. Mensah. ,J. Acheampong. E, & Marfo. bahwa guru harus pembelajaran AIR menunjukkan bahwa kreatif dan kondusif hasil belajar siswa yang diajar dengan dengan tujuan untuk membangkitkan menggunakan model pembelajaran AIR minat siswa dengan menghindarkan hal- berada pada kategori sangat tinggi hal yang monoton dan membosankan. Hal ini sejalan dengan pendapat yang Sedangkan pada Tabel 4. dikemukakan oleh Djamarah . dan Monika. ,S. bahwa guru harus memelihara minat anak didik dalam TTW menunjukkan bahwa hasil belajar siswa 61 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Wiwi. yang (Auditory. Intellectualy. Repetitio. pembelajaran TTW yang berada pada dikarenakan mahasiswa menjadi lebih aktif, khususnya dalam mendengarkan, persentase sebesar 20,59%. Berdasarkan uraian data di atas. Auditory Repititon (AIR) Intelectually lebih tepat argumentasi secara lisan (Auditor. , mampu memecahkan suatu masalah (Intellectual. digunakan dalam pembelajaran biologi diperoleh selama pembelajaran melalui pada materi sistem gerak pada manusia. bentuk pengulangan (Repetitio. yang Hasil penelitian ini didukung pembelajaran yang telah dipelajari. dilakukan oleh Pujiastutik. Hendrik. Sejalan dengan hasil penelitian . , bahwa dengan penerapan model Sakti. Hikayati. , bahwa AIR (Auditory. Intellectualy. Repetitio. dalam pembelajaran, maka didapatkan hasil belajar yag baik pada Intellectualy. Repetitio. terhadap hasil Dalam pembelajaran AIR, belajar mata pelajaran matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lembar mnedengarkan, menyelidiki dan melatih Lombok suatu informasi yang telah diperoleh 2016/2017. dengan pemberian tugas atau kuis, (Auditory. Barat Berdasarkan Tabel dengan derajat kebebasan . = n1 n2- Tercapainya hasil belajar 2 = 30 34-2 = 62 dengan nilai ttabel yang meningkat pada mata kuliah Oleh karena nilai thitung >ttabel yakni 3. 261>1. menggunakan model pembelajaran AIR maka H0 ditolak atau Ha diterima. AIR analisis independent samples test, di 62 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Wiwi. Artinya bahwa ada perbedaan antara Model Pembelajaran Think Talk Write nilai hasil belajar kelompok eksperimen (TTW) pada Materi Sistem Gerak. Aditory Repitition (AIR) Intelectually UCAPAN TERIMA KASIH dengan kelompok Penulis kasih kepada semua pihak yang turut model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Adapun hasil penelitian lain Terkhusus kepada pimpinan STKIP yang mendukung yakni penelitian yang Pembangunan Indonesia yang telah memberikan saya wadah untuk bisa Yuwanda. Chotimah. Waluyati. melakukan penelitian ini. dan Maharlika. Santosa S. B & Prayitno. 2018 bahwa ada DAFTAR PUSTAKA