Indonesian Health Science Journal Vol. No. September 2025 http://ojsjournal. Perbedaan Buerger Allen Exercise Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Agus Priyanto1* | Faridatul Istibsaroh2 | Mulihatul Hidayah1 1 Universitas Noor Huda Mustofa 2 Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa * Corresponding Author: aguspriyantounhm@gmail. ARTICLE INFORMATION ABSTRACT Article history Received 15 August 2025 Revised 27 September 2025 Accepted 30 September 2025 Keywords Allen Exercise. Value of Ankle Brachial Index. Diabetes Mellitus. The ielderly iare ia igroup iof ipeople iwho ihave ientered ithe ifinal stageiof ilife iand iwill igo ithrough ia iprocess icalled iaging, iThe elderly are ia igroup iof ipeople iwho iare iat ihigh irisk iof ideveloping various types iof idegenerative idiseases, isuch ias igout, ihypertension, and diabetes imellitus i(DM). iPreliminary iStudy iResults iThere iis istill an incidence iof ilow iABI ivalues iin ielderly ipeople iwith iDiabetes Mellitus, i5 ipeople iwith imoderate iPAP iand i2 ipeople iwith isevere PAP. iThe ipurpose iof ithis istudy iwas ito ianalyze ithe ieffect iof buerger allen iexercise i(BAE) ion ithe ivalue iof iankle ibrachial iindex i(ABI) iin elderly ipeople iwith idiabetes imellitus iat iPosyandu ifor ithe, iMlajah Village iBangkalan. This istudy iused ia iquasy-experimental imethod using ipre itest ipost itest iwith icontrol igroup idesign. iWith ia population of i50 ipeople iand ia isample iof i30 ipeople iusing ithe iperposive sampling imethod, ithe iindependent ivariable iBuerger iAllen iExercise and ithe idependent ivariable iAnkle iBrachial iIndex iwith ithe Syphgmomanometer iresearch iinstrument. iStatistical itests iuse ithe Wilcoxon isigned irank itest i( i= i0. iand ithe itest ibetween igroups using iMann-Whitney i( i= i0. iEthical ieligibility itest inumber 2122/oio/STIKES-yu/EX/V/2024. The iresults ishowed ithat iin ithe treatment igroup iwith ithe iWilcoxon itest iobtained ip ivalue i. i< i. ithere iwas ia idifference iin iABI ivalues ibefore iand iafter BAE. in ithe icontrol igroup iobtained ip ivalue i. i< i i. ithere iwas a idifference iin iABI ivalues iafter ibeing igiven idiabetic ifoot iexercises and iintergroup itests iusing ithe imann-whitney itest iwith ithe itest results p ivalue i= i. i> i i. iwhich ishowed ino isignificant difference in ithe ivalue iof ithe iankle ibrachial iindex. It iis irecommended ithat people iwith iDM iroutinely ido iBuerger iAllen iExercise iso ithat ithe blood ivessels iin ithe ilegs ibecome ismooth iand inormal iABI ivalues. ABSTRAK Lansia imerupakan ikelompok imasyarakat iyang itelah imemasuki itahap akhir ikehidupan idan iakan iakan imelalui iproses iyang idisebut penuaan. Lansia iadalah ikelompok iorang iyang imemiliki irisiko ibesar mengalami berbagai ijenis ipenyakit idegeneratif, iseperti iasam iurat, ihipertensi, dan diabetes imellitus i(DM). iHasil iStudi iPendahuluan iMasih iadanya angka ikejadian irendahnya inilai iABI ipada ilansia ipenderita iDiabetes Mellitus i5 iorang idengan iPAP isedang idan i2 iorang idengan iPAP Berat. iTujuan ipenelitian iini iuntuk imenganalisis ipengaruh ibuerger allen iexercise i(BAE) iterhadap inilai iankle ibrachial iindex i(ABI) ipada lansia ipenderita idiabetes imellitus i idi iPosyandu iLansia iKelurahan Mlajah iBangkalan. Penelitian iini imenggunakan imetode iquasy eksperimental idengan imenggunakan ipre itest ipost itest iwith icontrol grup idesain. iDengan iPopulasi i50 iorang idan isampel i30 iorang menggunakan imetode iperposive isampling, ivariabel iindependen Buerger iAllen iExercise idan ivariabel idependen iAnkle iBrachial iIndex dengan iinstrument ipenelitian iSyphgmomanometer. iUji istatistik menggunkan iwilcoxon isigned irank itest i i(=0,. idan iuji antarikelompok imenggunakan imann- iwhitney i(=0,. iNo iuji ilayak Indonesian Health Science Journal Vol. No. September 2025 Kata Kunci Buerger Allen Exercise. Nilai Ankle Brachial Index. Diabetes Mellitus Indonesian Health Science Journal Website: http://ojsjournal. E-mail: http://ojsjournal. etik 2122/oio/STIKES-yu/EX/V/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan dengan uji wilcoxon didapatkan p value . < . ada perbedaan nilai ABI sebelum dan sesudah dilakukan BAE. pada kelompok kontrol didapatkan p value . < . terdapat perbedaan nilai abi setelah diberikan senam kaki diabetik dan uji antar kelompok menggunakan uji mann-whitney dengan hasil uji p value = . > . yang menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan terhdap nilai ankle brachial index. Disarankan pada penderita DM secara rutin melakukan Buerger Allen Exercise agar pembuluh darah pada kaki menjadi lancar dan Nilai ABI normal. Pendahuluan Individu lanjut usia didefinisikan sebagai orang yang telah mencapai usia 60 tahun ke Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa lanjut usia adalah individu yang berada dalam kelompok usia yang mencakup tahapan akhir dari siklus kehidupan mereka (Irma, 2019 dalam Amalira Yunira Rahmawarti, 2. Lanjut usia berisiko tinggi mengalami berbagai penyakit degeneratif, seperti asam urat, hipertensi, dan diabetes melitus. Terjadinya komplikasi disebabkan oleh kurangnya edukasi mengenai penyakit degeneratif, gaya hidup sehat, dan pola pencegahan dini pada lansia (Hidayah et al. , 2. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) . melaporkan terdapat 422 juta penderita Diabetes Melitus (DM) di dunia, dengan angka kematian akibat penyakit DM sebesar 1,6 juta setiap tahunnya. Pada tahun 2035, diproyeksikan jumlah penderita DM akan meningkat menjadi 592 juta jiwa. International Diabetes Federation (IDF) . menyatakan bahwa Indonesia menempati urutan ketujuh penderita diabetes di dunia (Simarmata et al. , 2. Prevalensi diabetes melitus (DM) di Jawa Timur sebesar 2,6% dari penduduk usia 15 tahun ke Pelayanan kesehatan penderita DM di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur mencakup 867. 257 kasus. (Riskesdas Jatim, 2. Prevalensi penderita Diabetes Melitus (DM) di Kabupaten Bangkalan pada tahun 2021 adalah 14. pasien (T. Theodore, 2. Artikel AuArterial Disease in Patients Diabetes MellitusAy menyebutkan bahwa terdapat 13. 000 dari 100. 000 orang Indonesia menderita PAD dengan penurunan Nilai ABI (Kartikader, 2. Studi pendahuluan yang dilaksanakan dari bulan Oktober hingga Desember 2023 di Posyandu Lansia Kelurahan Mlajah melibatkan 50 orang penderita Diabetes Melitus. Dari tujuh responden yang diteliti, lima responden memiliki nilai ABI . yang termasuk dalam kategori Penyakit Arteri Perifer (PAP) sedang. Dua responden lainnya memiliki nilai ABI O 0,40 dengan Penyakit Arteri Perifer (PAP) berat, yang ditandai dengan adanya ulkus pada kaki. Diabetes Melitus dapat menimbulkan beragam permasalahan, salah satunya adalah Peripheral Artery Disease (PAD), yang juga dikenal sebagai Penyakit Arteri Perifer (PAP). Kondisi ini merupakan penyumbatan pada arteri perifer akibat proses inflamasi yang menyebabkan penyempitan lumen arteri . , yang ditandai dengan penurunan angka Ankle Brachial Index (ABI). Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien DM yaitu umur, jenis kelamin, lama menderita DM, aktivitas fisik, tekanan darah, status merokok (Kartikadewi, 2. Apabila penurunan kadar ABI tidak segera diatasi, hal tersebut dapat mengakibatkan timbulnya gejala klinis terkait iskemia dan nekrosis pada jaringan. Kondisi ini dapat berkembang menjadi gangren, yang pada akhirnya menimbulkan risiko amputasi kaki (Decroli, 2015 dalam Salsabila, 2. Manajemen Diabetes Mellitus (DM) mencakup intervensi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis DM melibatkan pemberian obat-obatan oral dan suntikan. Indonesian Health Science Journal Vol. No. September 2025 http://ojsjournal. Metformin adalah obat yang umum diresepkan bagi penderita DM dan seringkali menjadi pilihan utama pada mayoritas kasus. Metformin adalah agen antidiabetes yang fungsi utamanya adalah menurunkan produksi glukosa oleh hati . serta meningkatkan penyerapan glukosa pada jaringan perifer. (Suputra et al. , 2. , sementara terapi non farmakologisnya dengan latihan fisik yang sangat diperlukan dalam pencegahan komplikasi DM, salah satunya ialah Buerger Allen exercise. Buerger Allen Exrcise merupakan salah satu bentuk latihan atau aktifitas yang melibatkan gerak sendi ekstremitas bawah dengan peregangan kesegala arah serta memberikan posisi lebih rendah pada ekstremitas dengan perubahan gravitasi sehingga dapat memperlancar peredaran darah pada kaki (Turan, 2017 dalam hidayat fahrul, 2. Pernyataan tersebut sejalan dengan penelitian (Simarmata et al. Buerger allen exercise merupakan latihan postural aktif untuk mencegah penyakit pembuluh darah perifer dan sirkulasi ekstremitas bawah menjadi lancar (Mellisha dan Sc. Metode Penelitian dilaksanakan di Posyandu Lansia Kelurahan Mlajah menggunakan desain Quasy Experimen dan uji statistik mernggunakan uji normalirtas sampel Shapiro Wilk, uji beda Wilcoxon, dan uji beda menggunakan Mann-Whitney Hasil dan Pembahasan Tabel distribusi frekuensi responden berdasarkan jenis kelamin Per ermpuan Lakir-Lakir Per lakuan Total Jernirs Kerlamirn Sumber data Data Prirmer Mei 2024 Berdasarkan tabel di atas, hasil penelitian mengindikasikan bahwa pada kelompok perlakuan, semua responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 15 responden . %). Tabel Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur Umur 45-59 Tahun 60-64 Tahun 75-90 Tahun Total Per lakuan Sumber data : Data Prirmer Merir 2024 Berdasarkan Tabel diatas, penelitian menunjukan respondern pada kelompok perlakuan sebagian besar . ,3%) berusia 45-59 tahun. Indonesian Health Science Journal Vol. No. September 2025 http://ojsjournal. Penyebaran frekuensi responden berdasarkan lamanya DM Per lakuan Lamanya Penyakit < 3 Tahun 3-5 Tahun >5 Tahun Total Sumber data : Data Prirmer Mei 2024 Berdasarkan Tabel diatas, penelitian mengindikasikan sebagian besar . ,3%) kelompok perlakuan lama menderita DM selama 3-5 tahun. Distribusi frekuensi responden berdasarkan Pekerjaan Perker jaan IrRT PNS Wir aswasta Swasta Total Per lakuan Sumber data : Data Prirmer Merir 2024 Merujuk pada tabel yang disajikan, temuan penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar responden . %) pada kelompok perlakuan. Perbedaan nilai ABI pre dan post yang diberikan Buerger Allen Exercise pada perlakuan Meran (Rata-rat. Ujir Wirlcoxon P-Valuer Sumber Data : Data Primer Mei 2024 Prer Kerlompok Per lakuan Buer ger Allern Erxer cirser 0,6553 Post Kerlompok Per lakuan Buer ger Allern Erxer cirser 0,9340 0,001 Berdasarkan tabel di atas, hasil penelitian 10 dari 15 responden pada kelompok perlakuan yang diberikan Burger Allen Exercise pada pasien DM didapatkan Nilai Rata-rata pada pre-test 0,6553 dan post-test 0,9340. Setelah dilakukan Uji Wilcoxon didapatkan p- Indonesian Health Science Journal Vol. No. September 2025 http://ojsjournal. < . sehingga H1 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan Nilai Ankle Brachial Index antara sebelum dan sesudah diberikan Burger Allen Exercise pada kelompok perlakuan. Perbedaan Nilai Ankle Brachial Index antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada pasien diabetes mellitus di posyandu lansia kelurahan mlajah setelah diberikan Buerger Allen Exercise Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pemberian Buerger Allen Exercise terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada kelompok perlakuan penderita DM di Posyandu Lansia Kelurahan Mlajah, selanjutnya dilakukan uji statistik. Dari 15 responden kelompok perlakuan didapatkan Nilai Mean pada pre test 0,6553 dan post test 0,9340. Selanjutnya dilakukan uji Wilcoxon diperoleh p value . < . yang berarti terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan intervensi Buerger Allen Exercise. Penelitian ini didukung oleh temuan (Hidayat Fahrul, 2. pada pasien Diabetes Mellitus, yang menunjukkan adanya perbedaan nilai ABI setelah menjalani latihan Buerger Allen Exercise. Latihan ini memicu mekanisme muscle pump melalui gerakan dorsofleksi dan Proses ini merangsang endotel untuk menghasilkan dan melepaskan nitrit oksida, yang berperan mengirimkan isyarat ke otot polos vaskular agar terjadi relaksasi. Relaksasi otot polos ini menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah, sehingga meningkatkan kelancaran aliran darah ke perifer kaki. Selain itu, perubahan postur dalam Buerger Allen Exercise, yang memanfaatkan gravitasi, membantu mengosongkan dan mengalirkan kolom darah secara bergantian, yang selanjutnya akan meningkatkan fungsi pembuluh darah. Temuan ini sejalan dengan riset yang dilakukan oleh Simarmata et al. dan Arum & Musharyantir . Setelah pelaksanaan latihan Buerger Alien Exercise, terjadi peningkatan rata-rata nilai ABI pada penderita DM. Gerakan kaki yang memanfaatkan gravitasi memfasilitasi aliran darah balik pada kaki serta membantu pembuluh darah dalam melakukan pengosongan dan pengisian kolom darah secara bergantian. Akibatnya, transportasi darah di area kaki menjadi lancar, baik dalam proses pengiriman maupun pengembalian darah vena menuju organ jantung. Menurut analisa peneliti, pemberian pelatihan fisik Buerger Allern Exercise dapat meningkatkan nilai ABI. Pemberian Buerger Allern Exercise merupakan bentuk pelatihan gerak perubahan posisi, di mana kaki diberikan posisi yang lebih tinggi atau perubahan gaya Pada kondisi tersebut, aliran darah pada kaki menjadi normal dan nilai ABI Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar kerlompok perrlakuan serbagiran bersar menderita DM selama 3-5 tahun serbanyak 8 responden, menurut (GORAT, 2. komplikasi muncul setelah penyakit berjalan 5-10 tahun karena lama menderita diabetes mellitus tipe 2 menyebabkan penumpukan glukosa dalam darah secara terus menerus yang mengakibtkan komplikasi. Lama menderita diabetes mellitus akan meningkatkan resiko terjadinya komplikasi vaskuler, sehingga dapat mengakibatkan penurunan Nilai Ankle Brachial Index pada kaki penderita DM. Menurut Analisa peneliti lama waktu menderita DM mengakibatkan rusaknya lumen pembuluh darah akibat peningkatan kadar glukosa yang menyebabkan gangguan sirkulasi pembuluh darah. Dimana dapat mengakibatkan PAD sehingga terjadi penurunan Nilai Ankle Brachial Index pada penderita DM. Kesimpulan Ada perbedaan Nilai Ankle Brachial Index antara sebelum dan sesudah diberikan Buerger Allen Exercise pada kelompok perlakuan. Indonesian Health Science Journal Vol. No. September 2025 http://ojsjournal. Acknowledgments Ucapan terima kasih disampaikan kepada Seluruh Civitas Akademika Universitas Noor Huda Mustofa dan Kepala Puskesmas Kecamatan Bangkalan khusus Posyandu lansia Mlajah yang telah mendukung secara penuh dalam pelaksanaan penelitian ini. Daftar Pustaka