Penerapan Unsur Budaya Indonesia pada Interior Hotel Indonesia Kempinski 1,2,3 Raveenha Ghoman Pandori1. Augustina Ika Widyani2. Sri Sulistyo Purnomo*3 Prodi Desain Interior. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Tarumanagara. Jakarta 615200054@stu. id, augustinaw@fsrd. sulistyopurnomo@fsrd. *Pen. Korespondensi Abstrak Ai Hotel Indonesia Kempinski merupakan pelopor hotel berbintang pertama di Indonesia dan dibangun oleh Soekarno untuk menyambut Asian Games ke IV di Jakarta. Hotel ini dirancang dengan konsep modern luxury. Untuk menonjolkan identitas hotel ini, diterapkan unsur ragam hias lokal Indonesia seperti batik Jawa sebagai elemen dekoratif dan penunjang estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur budaya Indonesia yang diterapkan pada interior Hotel Indonesia Kempinski. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Lobby. Br n Lounge, dan kamar merupakan fokus dan tampilan utama bagi para pengunjung yang datang ke hotel ini. Oleh karena itu dibutuhkan tindakan desain yang mengutamakan kebutuhan fungsional ruang dan memberikan kesan unik kedalam ruang sehingga tercipta suasana yang berbeda. Dengan memadukan unsur batik Jawa Tengah, ukiran dan penggunaan furniture kayu jati dan rotan diharapkan dapat menjadi solusi desain pada Hotel Indonesia Kempinski ini. Motif batik megamendung diterapkan pada bed panel kamar, panel dinding lobby dan bar n lounge. Pemilihan penempatan ini dikarenakan batik megamendung yang memiliki motif yang dapat menambahkan rasa tenang dan nyaman. Sedangkan, motif batik kawung diterapkan pada kolom-kolom lobby serta bar n lounge dikarenakan motif ini memiliki repetisi yang cukup intense dan dapat membuat kesan unik tersendiri bagi pengunjung yang datang. Kata kunci: Budaya. Desain Interior. Hotel. Indonesia. PENDAHULUAN banyaknya hotel di daerah itu membuat Setelah pandemic covid, wisatawan di Hotel Indonesia Kempinski Indonesia berkembang pesat. statistik data meingkatkan daya saing. Oleh karena itu, hotel di Indonesia, mencatat bahwa jumlah dalam upaya meningkatkan daya saing, usaha yang menyediakan akomodasi di diperlukan suatu keunikan pada hotel ini. Indonesia 823 usaha. hanya 11,82% yang diklasifikasikan sebagai hotel berbintang. (Ainnur, 2. Dengan adanya peningkatan jumlah wisatawan dan juga kurangnya jumlah kamar yang tersedia, maka hotel di daerah Jakarta memiliki potensi diminati oleh wisatawan & pebisnis. Gambar 1: Hotel Indonesia Kempinksi . umber: Kempinski. Sebagai hotel yang berada di pusat kota Hotel bintang 5 yang cukup diminati saat Jakarta yaitu di Jl. H Thamrin, hotel ini ini adalah Hotel Indonesia Kempinski yang dirancang agar memiliki sentuhan yang khas, yaitu dengan menerapkan ragam hias Jakarta Pusat. Tetapi. MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . lokal kedalam interior Hotel Indonesia II. METODE Kempinski. Kesan lokal Jawa yang autentik. Metode namun tetap elegan dan mewah menjadi digunakan pada penelitian ini adalah unsur utama penerapannya di dalam hotel metode kualitatif yang bersifat deskriptif ini karena sesuai dengan konsep gaya pada dengan menggunakan studi pustaka atau hotel ini. pengumpulan data dari kepustakaan. Teori Hotel Kempinski ini dijelaskan oleh John W Creswell di buku menggunakan tema modern luxury tanpa Research Design bahwa metode ini adalah salah satu metode untuk mendeskripsi. Indonesia. Indonesia unsur-unsur Konsep dengan pendekatan eksplorasi bentuk individu atau kelompok yang sesuai dengan ragam hias Jawa sebagai unsur budaya topik penelitian. (Creswell & Creswell, 2. Indonesia . atik kawung, ukiran kayu jati. Proses dan makna lebih ditonjolkan dan anyaman rota. merupakan salah satu dalam penelitian kualitatif. Penelitian ini cara untuk meningkatkan keunikan dan menggunakan teknik analisis data kualitatif daya saing hotel ini. Dengan mengutip dari berita. Bangunan di Jawa juga dikenal dengan buku, jurnal, dan penelitian-penelitian istilah AondalemAo yang berasal dari kata terdahulu mengenai penerapan ragam hias dalem yang berarti hakekat diri. Maka lokal Jawa pada perancangan interior hotel dalam merancang sebuah bangunan tidak serta dilakukan observasi yang kemudian boleh sekadar menduga karena ada nilai dilakukan reduksi, penyajian data, dan harus dipahami, penarikan kesimpulan. Teknik deskriptif dihayati dan diterapkan pada elemen- adalah suatu metode yang terdapat di elemen desain. (Prakoso & Wilianto, 2. dalam pencarian fakta dengan, dengan cara Sebagai city dan bisnis hotel, penerapan mempelajari suatu yang berhubungan unsur budaya lokal pada hotel ini juga dengan topik penelitian, yang dimana diharapkan dapat menumbuhkan rasa dalam hal ini adalah penerapan ragam hias lokal Jawa pad interior Hotel Indonesia Kempinski. (Audina, 2022. Febriany, 2. Pada penelitian ini, dilakukan observasi pengunjung lokal ataupun internasional. langsung ke Hotel Indonesia Kempinski serta pengumpulan data mengenai unsur MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . budaya serta sejarah Hotel Indonesia motif stilisasi yang memiliki arti motif yang Kempinski melalui penelitian terdahulu, jurnal, dan website. Pengumpulan data ini (Syaifurrahman, 2. bertujuan untuk mendapatkan penjelasan Anyaman merupakan jenis ragam hias dan contoh penerapan unsur budaya yang terbuat dari bambu ataupun rotan Indonesia pada interior Hotel Indonesia hingga membentuk sebuah motif. Teknik Kempinski. HASIL DAN PEMBAHASAN Motif wajikan adalah motif berbentuk Bisnis hotel atau yang biasa disebut belah ketupat yang di dalamnya terdapat dengan city hotel biasanya memiliki ciri bunga, namun seiring berjalannya waktu seperti memiliki ukuran besar, gedung motif wajikan sudah di sederhanakan bertingkat dengan fasilitas-fasilitas bisnis dengan menghilangkan bentuk bunga di dalam bentuk wajik tersebut. Biasanya, mayoritas tamu yang menginap di hotel ini motif ini sering digunakan sebagai elemen merupakan business traveler. Oleh karena dekoratif ukiran kayu dengan finishing itu, biasanya tamu tidak akan menginap warna kayu, abu, , ataupun emas. lama dan mayoritas menginap pada hari Motif banyu tetes merupakan bentuk kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis tetesan air yang memiliki makna tersirat masing-masing. yaitu menunjukkan kehidupan masyarakat Klasifikasi plan yang Kempinski Hotel Jawa yang tidak lepas dari sungai / air. merupakan Continental Plan (CP), yaitu Biasanya motif ini terbuat dari ukiran kayu sistem dimana harga kamar sudah termasuk dengan finishing warna kayu ataupun makan pagi. (AKHIR & PUTRI, n. (Prakoso & Wilianto, 2. Ragam hias Jawa dibedakan menurut 5 Batik Kawung kelompok, yaitu kelompok ragam hias flora, tradisional yang berasal dari Jawa Tengah fauna, agama dan kepercayaan, dan yang yang kemudian berkembang di Keraton, anyam-anyaman. Yogyakarta. Batik ini memiliki makna Ragam sesuatu yang dapat berguna bagi banyak perancangan hotel ini meliputi ragam hias orang, seperti pohon Kawung . yang anyaman, motif Wajikan. Banyu Tetes, dan dapat dimanfaatkan mulai dari akar. Batik Kawung. Motif-motif ini dinamakan batang, daun ijuk, nira dan buahnya oleh Pandori. Widyani. Purnomo manusia. Batik ini diciptakan oleh Sultan memiliki desain dan warna yang sederhana Agung Hanyokrokusumo di Mataram. sehingga sangat seimbang dengan motif Sultan Agung Batik Hanyokrokusumo Kawung utamanya yaitu, awan. (Zakawali, 2. menggunakan bahan-bahan alami yang kemudian dikembangkan menjadi motif batik kawung yang indah. Motif batik ini tersusun dari buah pohon aren berwarna putih (Parmono, 2. Gambar 3: Motif Batik Megamendung . Travelkompas. Konsep Perancangan Dalam perancangan hotel ini, citra yang ingin di tampilkan adalah modern, luxury. Mendukung gaya yang digunakan yaitu Modern dengan tema AuMODERN Gambar 2: Motif Batik Kawung . Dinaskebudayaan. CULTURAL CITY LANDMARKAy menggambarkan hotel ikonik yanag berada Batik Megamendung adalah salah satu di pusat kota Jakarta sekaligus menjadi motif batik Indonesia yang terkenal, berasal sarana mengenalkan sisi budaya Indonesia. dari Cirebon. Jawa Barat. Corak unik yang Motif Ragam hias lokal yang diterapkan terdapat pada batik ini membuat batik mega mendung menjadi sangat terkenal di Kempinski ini merupakan motif yang cukup Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. terkenal di kalangan penduduk lokal Batik mega mendung terdiri dari kata Mega maupun internasional. Hotel Indonesia yang berarti awan, serta Mendung atau kondisi langit yang gelap seperti akan hujan. Penerapan Ragam Hias Lokal pada Gradasi yang ada di batik mega mendung Interior Lobby, serta Bar n Lounge merepresentasikan tujuh lapisan yang ada Kempinski di langit. Batik megamendung cenderung MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . Ragam hias lokal yang diterapkan pada Warna pada perancangan interior lobby Hotel Indonesia Kempinski ini di dominasi kawung, ukiran kayu jati dengan motif warna-warna wajikan dan banyu tetes yang berasal dari cenderung cerah dan soft, dengan aksen Jawa Tengah, serta batik megamendung gold, dan permukaan glossy. Sedangkan yang berasal dari Jawa Barat. Bentuk ragam pada perancagan bar n lounge hotel ini, hias ini ditransformasikan ke dalam elemen warna yang digunakan lebih maskulin dan pembentuk ruang seperti dinding, dan gelap seperti penggunaan warna abu-abu, elemen dekoratif sebagai citra utama yang coklat, dan hitam dengan aksen gold. ditunjukkan hotel karena lobby merupakan ruangan utama yang dilihat langsung oleh Penerapan Ragam Hias Lokal pada pengunjung, sekaligus sebagai pendekatan Interior Suite Room Kempinski nilai karakter budaya Jawa khususnya Jawa Ragam hias lokal yang diterapkan pada Tengah dan Jawa Barat. Pemilihan perancangan kamar ini berupa batik megamendung yang berasal dari Jawa Hotel Barat. Indonesia Kempinski material rotan, dan kayu jati. Bentuk ragam menggunakan bentuk-bentuk geometris hias ini ditransformasikan ke dalam elemen yang diaplikasikan dengan cara repetisi, pembentuk ruang seperti dinding, dan serta curve sebagai aksen pada furniture Ae furniture teretentu. Sebagai penekanan suasana untuk meingkatkan rasa nyaman dan rileks pada kamar hotel ini, sekaligus digunakan pada perancangan lobby dan bar n lounge hotel ini adalah penggabungan sebagai pendekatan buada lokal. Pemilihan antara material bahan alami dan buatan. digunakan pada perancangan kamar Hotel Material alami yang digunakan seperti kayu Indonesia jati Jepara, marmer, serta rotan. Selain itu, menggunakan bentuk-bentuk serta curve terdapat penggunaan material buatan pada sebagai aksen pada furniture Ae furniture perancangan hotel ini seperti kaca, besi kuningan, besi holow, kain fabrikasi, perancangan, material yang digunakan stainless steel, faux leather, serta gypsum. pada perancangan suite room hotel ini Kempinski Sebagai adalah penggabungan antara material Pandori. Widyani. Purnomo bahan alami dan buatan. Material alami yang digunakan seperti kayu jati Jepara, marmer, serta rotan. Selain itu, terdapat perancangan hotel ini seperti kaca, besi kuningan, kain fabrikasi, stainless steel. Gambar 5: Moodboard Lobby . umber: Pandori, 2. serta gypsum. Warna pada perancangan interior suite room Hotel Indonesia Kempinski ini di dominasi dengan warna-warna earth tone, dengan permukaan glossy, dan aksen cermin pada ceiling dan dinding. Moodboard adalah visual tool yang Gambar 6: Moodboard Bar n Lounge . umber: Pandori. Bentuknya terdiri dari susunan gambar material, warna, suasana,maupun (Ini Moodboard Yang Tren Saat Ini Untuk Desain Interior, 2. Gambar 7: Moodboard Suite Room . umber: Pandori. Terdapat penerapan furniture kursi rotan pada lobby, batik kawung di 2 sisi pada setiap kolom di lobby ini, serta batik mega mendung pada side panel yang menjadi frame ukiran kayu jati yang merupakan vokal point pada lobby. Gambar 4: Material & Color Board . umber: Pandori, 2. MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . lobby dan bar n lounge Hotel Indonesia Kempinski ini. Gambar 8: Penerapan motif kawung pada kolom Lobby . umber: Pandori, 2. Gambar 11: Penerapan batik megamendung pada bed panel Suite Room . umber: Pandori, 2. Pada gambar 9, terdapat penerapan furniture kursi, bedside pendant lamp, dan rotan pada penerapan batik mega mendung pada bed Gambar 9: Penerapan motif megamendung dan ukiran jati pada panel dinding Lobby . umber: Pandori, 2. IV. SIMPULAN Penelitian penerapan unsur ragam hias lokal dengan tema modern luxury ke dalam interior Hotel Indonesia Kempinski Jakarta Pusat perpaduan budaya dan tema ke dalam interior Hotel Indonesia Kempinski Jakarta Gambar 10: Penerapan motif kawung pada kolom Lobby . umber: Pandori, 2. Pada Gambar 6, 7, dan 8 terlihat adanya penerapan furniture kursi kayu jati pada bar n lounge, batik kawung di 2 sisi pada setiap kolom di bar n lounge ini, serta batik Pusat sebagai daya tarik hotel dan citra hotel yang unik sebagai hotel yang ikonik di Jakarta. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Hotel Indonesia Kempinski megamendung pada panel dinding sofa Pandori. Widyani. Purnomo memadukan gaya modern dan luxury HOTEL ALANA BANDUNG. dengan menggunakan ragam hias Jawa Audina. Jenis Teknik Analisis menciptakan pengalaman desain yang unik Data Kualitatif Menurut Spradley. sekaligus sarana memperkenalkan budaya DoLab. https://w. id/jenis- Indonesia. Penerapan gaya modern luxury teknik-analisis-data-kualitatif- dan unsur budaya Jawa menyatu di dalam menurut-spradley berbagai elemen interior hotel ini baik dari elemen dinding, plafon, lantai, hingga Research design: Qualitative. Kesan hangat, modern, dan juga mewah Creswell. , & Creswell. quantitative, and mixed methods Sage publications. bentuk, material, dan warna yang di Motif-motif tradisional seeprti Febriany. Penerapan Sustainable batik sebagai unsur dekorasi di setiap Design Terhadap Material Interior elemen menambahkan sentuhan budaya Pada Green Village di Bali (Garden lokal di dalam desain sehingga dapat Vill. Intra, 1. tercipta suatu rancangan desain interior yang sesuai dengan konsep dan tema yang sudah ditentukan sebelumnya. Ini Moodboard Yang Tren Saat Ini Untuk Desain Interior. Idseducation. Com. DAFTAR PUSTAKA