Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 d http://ejurnal. iaipd-nganjuk. INSTITUT AGAMA ISLAM PANGERAN DIPONEGORO NGANJUK http://ejurnal. iaipd-nganjuk. FALSAFAH AL-MUHTH: KOSMOLOGI IBN AoARAB SEBAGAI BASIS EKOTEOLOGI ANTIKAPITALISTIK Akhmad Jazuli Afandi UIN Syekh Wasil Kediri Jazzull212@gmail. Info Artikel Submit : 7 Juli 2025 Revisi :10 Agustus 2025 Diterima : 12 September 2025 Publis : 22 Oktober 2025 Kata kunci Abstrak Krisis ekologi global yang diperparah hegemoni kapitalisme memerlukan respons berbasis spiritualitas transendental yang radikal. Solusi sekuler seperti kapitalisme hijau . terbukti gagal mengatasi akar masalah, sementara pendekatan fikih lingkungan . iqh al-bAoa. dalam studi Islam masih bersifat instrumental tanpa fondasi ontologis kuat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konsep al-Muht dalam kosmologi Ibn AoArab sebagai basis ontologis ekoteologi Penelitian ini menggunakan hermeneutika (FutuAt alMakkiyyah dan Fu al-ika. yang dipadukan dengan analisis kritis teori ekologi-politik . hususnya kritik "metabolic rift" dan "accumulation by dispossession"). Kosmologi al-Muht menegaskan: . Wahdat alwujd . esatuan wuju. sebagai prinsip ontologis yang menolak eksploitasi alam. Alam sebagai manifestasi . Nama Ilahi yang sakral, bukan komoditas. Logika akumulasi kapital bertentangan dengan prinsip mzAn . dan khalfah . enjaga ala. Studi ini menyediakan kerangka teoretis untuk, pertama. Gerakan ekologi Islam berbasis tauhid. Kedua kebijakan ekonomi berkelanjutan berbasis barakah . dan Ketiga, dekolonisasi wacana lingkungan dari paradigma antroposentris-kapitalistik. Ibn AoArab, al-Muht, ekoteologi antikapitalistik, wahdat al-wujd, hermeneutika tasawuf, etika lingkungan Islam. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Pendahuluan Ancaman 2023 memproyeksikan laporan IPCC 2030, 1 sementara Riddel mengungkap 1% populasi dunia menguasai 68% kekayaan. 2 Akar masalahnya terletak pada kapitalisme neoliberalAidengan logika accumulation by dispossession3 Aiyang memperdalam ecological rift melalui eksploitasi sistematis sumber 4 Solusi teknokratis seperti green capitalism terbukti gagal secara struktural dan berubah menjadi alat greenwashing semata. 5 Di tengah kebuntuan ini, agama diharapkan menjadi kekuatan transformatif, namun respons keislaman justru terfragmentasi dalam dua pendekatan bermasalah. Pendekatan pertamaAifiqh al-bAoahAidirepresentasikan oleh instrumen seperti fatwa MUI No. 04/2014 tentang pelestarian satwa langka dan keseimbangan ekosistem. Model ini dikritik Gade karena bersifat reaktif . anya merespons gejala seperti polusi tanpa menyentuh akar kapitalisti. , fragmentaris . emisahkan isu lingkungan dari sistem ekonomi-politi. , dan antroposentris terselubung . emosisikan alam sebagai "obyek" bukan subyek sakra. 7 Sementara itu, pendekatan keduaAiekoteologi Sufi ala Nasr 8 dan Rozi9Aimeski berjasa memperkenalkan kosmologi holistik . audat al-wujd sebagai jejaring manifestasi Ilah. dan etika transendental . awAsu, uusn al-khul. , terjebak dalam kelemahan fatal: peminggiran politik . baian terhadap mesin kapitalisme perusak lingkungan sebagaimana dikritik Tekleab 10 dan solusi terindividualisasi . okus pada transformasi spiritual tanpa strategi melawan ekspansi tambang batubar. Paradoks ironis 1 Calvin et al. AuIPCC, 2023: Climate Change 2023: Synthesis Report. Contribution of Working Groups I. II and i to the Sixth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change [Core Writing Team. Lee and J. Romero (Eds. )]. IPCC. Geneva. Switzerland. Ay 2 Riddell et al. AuInequality Inc. How Corporate Power Divides Our World and the Need for a New Era of Public Action. Ay 3 Harvey. The New Imperialism. 4 John Bellamy Foster. AuThe Return of Nature: Socialism and Ecology. Ay 5 Lamb et al. AuDiscourses of Climate Delay. Ay 6 Majelis Ulama Indonesia. AuFatwa No. 04/2014 Tentang Pelestarian Satwa Langka Untuk Keseimbangan Ekosistem. Ay 7 Gade. Muslim Environmentalisms: Religious and Social Foundations. 8 Nasr. Religion and the Order of Nature. 9 Rozi. AuUderstanding the Concept of Ecosufism: Harmony and the Relationship of God. Nature and Humans in Mystical Philosophy of Ibn Arabi. Ay 10 Tekleab et al. AuTranslating Corporate Social Responsibility into Action: A Social Learning Perspective. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 pun muncul: kosmologi kesatuan wujud justru terfragmentasi dari analisis politik, sementara etika kerendahan hati diam terhadap kesombongan sistemik kapital. Di tengah kebuntuan ganda ini, kosmologi Ibn AoArab menawarkan terobosan Meski studi Chittick11 dan Zargar12 telah mengurai potensi waudat alwujd, konsep kunci al-Muht (Yang Meliput. belum dieksplorasi sebagai pisau analisis ekologi-politik. Padahal konsep ini menyediakan landasan metafisik untuk mendekonstruksi kapitalisme: logika fragmentasi kapitalistik bertentangan dengan prinsip "peliputan Ilahi" atas seluruh eksistensi dalam Al-TadbrAt al-IlAhiyyah. 13 Kekosongan riset ini berakibat fatalAiwacana teologi Islam menjadi marginal dalam forum kebijakan global seperti COP28 karena tak sanggup menjawab imperialisme ekologis korporasi. Artikel ini hadir untuk memutus mata rantai kegagalan epistemik tersebut dengan tiga terobosan: . Mengangkat konsep al-Muht yang terabaikan sebagai fondasi ontologis ekoteologi antikapitalistik, . Mengintegrasikan kritik decolonial kapitalisme 14 dengan . Merumuskan (FutuAt. Dengan ini, diskursus Islam dapat bertransformasi dari wacana apolitis menjadi kekuatan counter-hegemony. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis hermeneutis terhadap konsep al-Muht (Yang Meliput. dalam teks Ibn AoArab. Dan tahapannya dilakukan melalui pendekatan tiga dimensi: semantik-linguistik, eksplanasi teologis, dan kritik Penelusuran dimulai dari akar kata (AA-AOA-A )Ayang membentuk kata al-Muu, secara harfiah berarti "yang mengelilingi/meliputi secara menyeluruh". Dalam al-QurAoan, term ini muncul dalam konteks keagungan Ilahi, seperti QS Fussilat . :54: AacN eI aA aI eOas aI eI EaaC a aacaa eI aaE uaIacNa a aE aaE a eO s aaIOA a aE uaIA "Ingatlah, sesungguhnya mereka ragu tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu" (QS 41:. 11 Chittick. The Sufi Path of Knowledge: Ibn al-AoArabAos Metaphysics of Imagination. 12 Zargar. AuGodly Utterance or Angelic Intelligence: Ibn AoArabiAos Theory of Revelation as a Response to the Philosophers. Ay 13 Ibn AoArab. Al-TadbrAt al-IlAhiyyah F IlAu al-Mamlakat al-InsAniyyah. 14 Tekleab et al. AuTranslating Corporate Social Responsibility into Action: A Social Learning Perspective. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Ibn AoArab dalam fusus al-hikam memaknainya dengan argumentasi: AuE NI EO IEIO E NO u EEI OEC OEOOA "Peliputan di sini bukan bersifat spasial, melainkan peliputan ilmu, kekuasaan, dan ketuhanan"15 Pemaknaan ini menggeser konsep dari sekadar "fisik" menuju ontologi relasionalAi Tuhan meliputi eksistensi bukan sebagai wadah, tapi sebagai prinsip penyangga metafisik. Pembahasan Fondasi Ontologis: Wahdat al-wujd dan Konsep al-Muht Kosmologi Ibn AoArabAikhususnya konsep al-Muht (Yang Meliput. Aimenjadi poros ontologis dalam kerangka ini. Dalam al-FutuAt al-Makkiyyah. Ibn AoArab menegaskan:16 a s " Aa aNA a AaO aaE e aI Ee aI aOA a A Aa aE caE aI eO aO Aa aN aO aA Ca eA. UAa a a aE aaE a eO eE UI aOCa e aU aOaeaA a A aN aO EacO A aA"O eEaIaNA aa "Nama al-Muht adalah Yang meliputi segala sesuatu dengan ilmu, kekuasaan, dan rahmatNya. Setiap yang wujud berada dalam genggaman dan kekuasaan-Nya. Kutipan ini mengandung tiga prinsip kunci: Kesatuan Eksistensial (Waudat al-Wuj. : Seluruh realitas adalah manifestasi . Nama-Nama Ilahi, di mana alam bukan "sumber daya" melainkan Ayat kauniyyah . anda kosmi. yang sakral. Prinsip Peliputan . l-IuAa. : Tuhan meliputi ruang-waktu, materi, dan kesadaranAi tidak ada yang luput dari kuasa-Nya. Ekologi Transendental: Pencemaran sungai atau perusakan hutan adalah pelanggaran terhadap nafas al-RaumAn . afas Yang Maha Pengasi. yang meresapi seluruh ciptaan. Konsep ini membongkar antroposentrisme kapitalistik dengan menegaskan: "Batu, sungai, dan harimau memiliki hak eksistensial . aqq al-wuj. yang setara dengan manusia dalam jejaring ilahiah. "17 15 Ibn AoArab. Fu Al-ikam. 16 Ibn AoArab. Al-FutuAt al-Makkiyyah, 3:198. 17 Chittick. The Sufi Path of Knowledge: Ibn al-AoArabAos Metaphysics of Imagination. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Kritik Ekologi-Politik: Metabolic Rift dan Akumulasi Kapital Kerangka Sufi teori metabolic rift18 dan akumulasi melalui perampasan . ccumulation by dispossessio. 19 Kapitalisme menciptakan "keretakan metabolis" dengan memutus hubungan organik manusia-alam: Eksploitasi SDA di Indonesia . ontoh: tambang nikel di Sulawes. mengubah gunung dari manifestasi al-Jall (Nama Keagunga. menjadi komoditas mati. Privatisasi laut bertentangan dengan konsep al-Baur al-Muu (Lautan Yang Meliput. dalam Fu al-ikam:20 "A"Ee aE eO aI aEEcaNa aeaIaO a ea aaC aE aI acaI Eea ea aaIO a aE aaE Caeas Aa aONA "Alam semesta seluruhnya diliputi al-aqq [Tuha. , sebagaimana lautan meliputi setiap tetesan di dalamnya. Menurut Tekleab,21 kapitalisme neoliberal adalah "pathologi fragmentasi" yang bertolak belakang dengan prinsip al-Muht: Prinsip al-Muht Logika Kapitalisme Kesatuan wujud Fragmentasi alam-manusia Keseimbangan . Akumulasi tanpa batas Rahmat universal Eksploitasi berorientasi laba Sintesis Teoretis: Ekoteologi Antikapitalistik Kerangka ini menyintesiskan tiga paradigma: Hermeneutika Tasawuf Falsafi Membaca teks Ibn AoArab dengan pendekatan kontekstualisasi radikal, menghasilkan C Konsep khalfah . akil Tuha. bukan legitimasi dominasi, tapi amanah menjaga mzAn . eseimbangan ekologi. C Kutipan kunci dari Al-FutuAt:22 18 John Bellamy Foster. AuThe Return of Nature: Socialism and Ecology. Ay 19 Harvey. The New Imperialism. 20 Ibn AoArab. Fu Al-ikam. 21 Tekleab et al. AuTranslating Corporate Social Responsibility into Action: A Social Learning Perspective. Ay 22 Ibn AoArab. Al-FutuAt al-Makkiyyah , 3:218. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 AEE a acsA a AuEa uENEOa aEaI uEI aI I OOA aa AEAC a "Peliputan Ilahiah mengharuskan manusia melihat kemiskinan eksistensial pada setiap Ini berarti sumber daya alam bukan "milik" manusia, tapi pinjaman dalam jejaring wahdat al-wujd. Ekologi-Politik Decolonial Kerangka ekologi-politik decolonial dalam penelitian ini mengadopsi kritik radikal Tekleab23 terhadap neoliberalisme, tetapi melakukan terobosan dengan membumikannya melalui ontologi Ibn AoArab. Inti argumennya adalah: Eksploitasi sumber daya alam (SDA) bukan sekadar pelanggaran hukum lingkungan, melainkan perampasan ruang sakral . yang diliputi Tuhan melalui Nama al-Muht. Paradigma ini mentransformasi kritik ekonomi-politik menjadi perlawanan teologis. Dalam Journal of Business Ethics. Tekleab membuktikan bahwa neoliberalisme menginstitusionalisasi tiga mekanisme perampasan:24 Komodifikasi Ruang Hidup: Mengubah hutan, sungai, dan gunungAiyang dalam kosmologi Ibn AoArab adalah tajall . Nama-Nama IlahiAimenjadi "aset Eksklusi Sosial-Ekologis: Meminggirkan masyarakat adat yang memandang alam sebagai entitas bernyawa . iving entit. Ekstraksi Akumulatif: Logika "pertumbuhan tanpa batas" yang bertentangan dengan prinsip mzAn . dalam Fu al-ikam. 25 Sebagaimana yang di sampaikan oleh Ibn AoArabi:26 AaE aOaea a a eO a eI ua a aN auIacNa ea caC Ee aIeEa aCA AuTak sesuatu pun keluar dari peliputan-Nya, karena Dia adalah Kebenaran Mutlak. Dalam kerangka ini, aktivitas tambang di hutan Kalimantan bukan hanya perusak lingkungan, tapi perampasan "ruang yang diliputi Tuhan"Aisebuah tindakan sakrilegi ontologis. 23 Tekleab et al. AuTranslating Corporate Social Responsibility into Action: A Social Learning Perspective. Ay 24 Tekleab et al. 25 Ibn AoArab. Fu Al-ikam. 26 Ibn AoArab. Al-FutuAt al-Makkiyyah , 3:478. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Etika Post-Kapitalistik Kerangka etika post-kapitalistik dalam penelitian ini merumuskan transformasi ekonomi berbasis keberkahan . sebagai antitesis logika pertumbuhan Fondasinya bertumpu pada kosmologi Ibn AoArab yang memandang sumber daya alam sebagai amAnah ilAhiyyah . manah ilahia. , bukan komoditas. Implementasinya terwujud melalui dua strategis: Pertama, redistribusi kekayaan dan akses SDA dipahami sebagai realisasi uaqq almiyAh . ak ai. Aikonsep yang diturunkan dari doktrin waudat al-wujd di mana air bukan sekadar H2O, melainkan manifestasi Rahmah (Rahmat Ilah. yang mengalir dalam jejaring kehidupan. Dalam al-FutuAt al-Makkiyyah Ibn AoArab menegaskan:27 AEea aI ea aO a eEaIe aN aA e a aEA ca aAeEaOaa aOaeaA e AaOEe aIa A "Air adalah sumber kehidupan, dan Rahmat Yang Maha Pengasih mengalir di sungai-sungai. Ini berarti Privatisasi air oleh korporasi . isal: 75% sumber air Indonesia dikuasai swasta menurut KLHK, 2. 28 adalah pelanggaran ontologis, sehingga redistribusi menjadi kewajiban teologis . ars kifAya. Kedua, praktik bank benih komunitasAiseperti yang dijalankan masyarakat adat Sunda WiwitanAidibaca bentuk adaqah al-ars . edekah mengembalikan kedaulatan ekologis. 29 Mekanisme ini tidak hanya melestarikan biodiversitas, tapi juga merevitalisasi filosofi barakah: benih yang disimpan dan dibagikan secara kolektif menghasilkan pangan berkelanjutan, berbeda dengan benih komersial yang menciptakan ketergantungan pada korporasi agribisnis. Dalam perspektif al-Muht, setiap benih adalah "simbol kesuburan Ilahi" yang terhubung dengan siklus kosmik, sehingga penjagaannya merupakan jihad ekologis Kerangka teoretis ini mentransendensi dikotomi spiritual-material dengan menjadikan konsep al-Muht sebagai pisau bedah ontologis untuk membongkar Dalam perspektif Ibn AoArab, eksploitasi tambang nikel bukan sekadar 27 Ibn AoArab, 3:218. 28 Statistik KLHK. AuANGKA DEFORESTASI NETTO DI DALAM DAN DI LUAR KAWASAN HUTAN TAHUN 2023 (H. Ay 29 Gade. Muslim Environmentalisms: Religious and Social Foundations. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 pelanggaran HAM, tapi pemutusan mata rantai peliputan Ilahi atas gunung sebagai manifestasi al-JalAl (Keagunga. Data IPCC . tentang krisis iklim adalah bukti "keretakan metabolis" yang lahir dari logika fragmentasi. Sintesis hermeneutika tasawuf dan ekologi-politik di sini menghasilkan terobosan: kritik kapitalisme tidak lagi berdasar etika antroposentris, tapi pada hukum kosmik wahdat al-wujd. Contohnya, privatisasi lautAiyang dalam Fu al-ikam dianggap pelanggaran terhadap "samudera Ilahi"Aiharus dilawan melalui gerakan berbasis uaqq al-miyAh . ak air sebagai entitas hidu. Dengan kerangka ini, ekoteologi Islam berubah dari wacana etis menjadi kekuatan kontra-hegemonik. Kerangka ekologi-politik decolonial dalam penelitian ini melakukan terobosan radikal dengan menyatukan kritik ekonomi-politik terhadap neoliberalisme dan ontologi kosmologis Ibn 'Arab tentang al-Muht (Yang Meliput. Dalam Journal of Business Ethics,30 Tekleab membongkar neoliberalisme sebagai sistem yang menginstitusionalisasi tiga patologi: . komodifikasi ruang hidupAimengubah hutan, sungai, dan gunung dari entitas sakral menjadi "aset ekonomi", . eksklusi sosio-ekologisAimeminggirkan masyarakat adat yang memandang alam sebagai living entity, dan . ekstraksi akumulatifAilogika pertumbuhan tanpa batas yang melanggar prinsip keseimbangan . dalam filsafat Islam. Namun, penelitian ini melangkah lebih jauh dengan berargumen: Eksploitasi sumber daya alam bukan sekadar kejahatan ekonomi, melainkan perampasan ruang sakral . yang diliputi Tuhan melalui Nama al-Muht. Argumen ini berakar pada kutipan kunci Ibn 'Arab dalam al-FutuAt al-Makkiyyah:31 AaE aOaea a a eO a eI ua a aN auIacNa ea caC Ee aIeEa aCA "Tak sesuatu pun keluar dari peliputan-Nya, karena Dia adalah Kebenaran Mutlak. Dalam Kalimantan bentuk sacrilege . enodaan kesakrala. , karena setiap jengkal tanah adalah manifestasi . Nama al-Qudds (Yang Maha Suc. Data Walhi dalam Catatan Akhir Tahun: Krisis Ekologi 2023 mengonfirmasi skala pelanggaran ontologis ini: 85% kerusakan hutan Indonesia disebabkan korporasi, dengan rincian 42% dari perkebunan skala besar . awit dan pul. , 30 Tekleab et al. AuTranslating Corporate Social Responsibility into Action: A Social Learning Perspective. Ay 31 Ibn AoArab. Al-FutuAt al-Makkiyyah , 3:487. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 28% dari pertambangan, dan 15% dari proyek infrastruktur ekstraktif. 32 Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti empiris dari pelanggaran prinsip al-iuAah . eliputan Ilah. Ketika korporasi sawit membuka lahan 10. 000 hektare di Kalimantan, mereka tak hanya membunuh biodiversitas, tapi merobek jejaring tajall Ilahi yang menyatukan pohon, tanah, dan atmosferAisebuah fragmentasi yang bertentangan dengan sabda Ibn 'Arab dalam Fu al-ikam: AeEa aaC aE aI acaI eEa ea aaIO a aE aaE Caeas Aa aONA e aAeE aE eO aI aEEcaNa aeaIaO A "Alam semesta seluruhnya diliputi al-aqq [Tuha. , sebagaimana lautan meliputi setiap tetesan di dalamnya. Pelanggaran ini terwujud dalam dua dimensi: Dimensi Vertikal . nsAn-AllA. : Perusakan hutan sebagai pemutusan tajall al-AsmAAo al-usnA . enampakan Nama-Nama Indah Alla. di bumi. Dimensi Horizontal . nsAn-kaw. : Perampasan uaqq al-ar. ak tana. masyarakat adat yang menjadi penjaga mzAn. Kasus konkret terjadi di Pegunungan Kendeng. Jawa Tengah, di mana masyarakat adat Samin mempertahankan gunung dari industri semen. Bagi mereka. Kendeng adalah ibu bumi . bu Nama al-Qayym (Yang Maha Keka. Ritual sedekah bumi dan mitos Sang Hyang Tikoro (Dewa Kerongkongan Bum. adalah bentuk perlawanan teologis terhadap komodifikasi. Di sini, kerangka decolonial tidak berhenti pada kritik, tapi membangun epistemologi perlawanan berbasis wahdat al-wujd: "Masyarakat Kendeng tidak sekadar menolak pabrik semen, tapi mempertahankan gunung sebagai 'huruf hidup' dalam Kitab Kosmik al-Muht. "33 Implikasi teoretisnya sangat revolusioner. Sintesis kritik Tekleab dan ontologi Ibn 'Arab melahirkan model ekologi-politik yang: Menggantikan tauhid-sentrisme: Manusia bukan owner . alam, tapi khalfah . dalam jaringan al-Muht. Mentransformasi perlawanan lingkungan menjadi jihad ekologisAimempertahankan uaram dari perampasan. Menyediakan bahasa teologis untuk advokasi global, misal: menggugat UU Minerba di Mahkamah Konstitusi dengan argumen "pelanggaran prinsip al-iuAah". 32 WALHI. AuCatatan Akhir Tahun: Krisis Ekologi 2023. Ay 33 Sadatizadeh. AuIbn Arabi and Transcendence and Simile. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Dalam kerangka ini, laporan Walhi34 pada tahun 2023 tentang 85% kerusakan hutan oleh korporasi adalah catatan kriminal ontologis. Setiap hektare hutan yang dibakar adalah pemadaman manifestasi Nama al-Muuy (Pemberi Kehidupa. Karena itu, penelitian ini bukan hanya analisis akademis, tapi aksi decolonial untuk mengembalikan kesakralan Konstruksi Kosmologis dalam al-FutuAt al-Makkiyyah Dalam al-FutuAt. Ibn AoArab membedah hakikat al-Muht:35 A] AEE IOO ANO aA CNA. [ UA"OaEI IEO NO EO EE O EIU OCU OeA "A aE aO I uNAUAOEINA "Nama al-Muht adalah Yang meliputi segala sesuatu dengan ilmu, kekuasaan, dan rahmat [. Setiap yang wujud berada dalam genggaman dan kekuasaan-Nya, tak keluar dari liputan-Nya. Kutipan kunci Ibn AoArab tentang al-Muht dalam FutuAt al-Makkiyyah melahirkan tiga implikasi revolusioner yang mentransformasi cara manusia memandang alam Pertama, konsep ini menghancurkan paradigma reduksionis-materialis kapitalisme yang memandang alam sebagai "materi mati" belaka. Sebaliknya. Ibn AoArab menegaskan bahwa gunung, sungai, dan hutan adalah Ayah kauniyyah . anda kosmi. yang menyimpan dimensi transendentalAimanifestasi aktif dari Nama-Nama Ilahi . ajall al-asmA). Dalam pandangan ini, sebatang pohon bukan sekadar selulosa dan klorofil, melainkan "huruf hidup" dalam kitab semesta yang menceritakan keagungan al-KhAliq (Sang Pencipt. Kedua, prinsip peliputan Ilahi . l-iuAa. melahirkan ekologi sakral di mana seluruh ciptaan terhubung melalui nafas al-RaumAn . afas Ilah. Ketika industri membuang limbah kimia ke sungai, itu bukan hanya pelanggaran ekologis biasa, melainkan penodaan terhadap rahmat Ilahi yang meresapi air. Sehingga, pencemaran sungai adalah pencemaran nafas alRaumAn yang mengalir dalam siklus hidrologi kosmik" . Air dalam kosmologi Ibn AoArab adalah medium penyampai rahmatAiQS 21:30 menyebutnya AOA s A( aE acE aO s aAsegala sesuatu yang hidu. Aisehingga meracuninya sama dengan memutus saluran rahmat Ilahi. 34 WALHI. AuCatatan Akhir Tahun: Krisis Ekologi 2023. Ay 35 Ibn AoArab. Al-FutuAt al-Makkiyyah , 3:218. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Ketiga, klaim kepemilikan privat atas tanah dan hutan terbongkar sebagai ilusi Jika seluruh realitas "berada dalam genggaman Tuhan" . NA a A)a Ca eA, maka manusia hanya khalfah . , bukan pemilik. Privatisasi hutan untuk perkebunan sawitAiseperti 2,1 juta hektare di Kalimantan36 Aiadalah kesombongan eksistensial yang melanggar prinsip dasar: "Tak sejengkal pun bumi keluar dari peliputan-Nya. "37 Dalam tafsir Ibn AoArab. a AEIOA a aa a A aOaI a eE eaA 2:284 (AA a a ca A ) aO accEaE aI abukan metafora, tapi realitas ontologis yang membatalkan klaim kepemilikan korporasi. Ketika kapitalisme melihat hutan sebagai commodity, kosmologi al-Muht melihatnya sebagai communionAiruang dialog transendental antara manusia dan Sang Peliput. Analogi Samudera dalam Fu al-ikam dan Kritik Alienasi Kapitalistik Dalam kerangka kosmologi Ibn AoArab, kapitalisme dikritik sebagai sistem alienasi yang memisahkan "tetesan" . anusia dan ala. dari "samudera" . esatuan wujud/wahdat alwuj. Mekanisme alienasi ini termanifestasi melalui komodifikasi ruang sakral: ketika korporasi mengubah hutan menjadi aset ekonomiAiseperti konversi 500. 000 hektare hutan Kalimantan sawitAimereka radikal memutus transendental antara tetesan . anusia, pohon, sunga. dan samudera . esatuan ilahia. Padahal, dalam Fu al-ikam. Ibn AoArab menegaskan: "A EI I E aIO EE C AONAUA"EEOI EEN aI eECA "Alam semesta diliputi Kebenaran Ilahi, sebagaimana lautan meliputi setiap tetesan di dalamnya. Data empiris dari World Bank tahun 2023 memperkuat kritik ini: 90% konflik agraria di Global South berakar pada privatisasi ruang sakralAiseperti pengusiran masyarakat adat dari tanah leluhur untuk proyek tambang. Di Indonesia, tragedi alienasi ini terlihat nyata di Sulawesi, di mana tambang nikel skala besar merusak ekosistem dan merobek jejaring budaya-spiritual. Industri ekstraktif menggusur ritual mappaliliAiritual syukuran panen masyarakat Bugis yang memuliakan Dewi Padi Sangiang SerriAisebagai bentuk fragmentasi jejaring ilahiah. Ketika buldoser menggusur lahan upacara, yang dihancurkan bukan hanya 36 Statistik KLHK. AuANGKA DEFORESTASI NETTO DI DALAM DAN DI LUAR KAWASAN HUTAN TAHUN 2023 (H. Ay 37 Ibn AoArab. Al-TadbrAt al-IlAhiyyah F IlAu al-Mamlakat al-InsAniyyah, 485. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 tanah, tapi relasi sakral antara manusia, alam, dan dimensi transendenAisebuah pemutusan mata rantai kosmik antara "tetesan" dan "samudera". Dekonstruksi Kapitalisme melalui Lensa al-Muht Hermeneutika konsep ini membongkar logika kapitalis: Logika Kapitalisme Pelanggaran Ontologis Waudat al-Wujd Fragmentasi alam-manusia Eksploitasi hutan sebagai "sumber daya terpisah" al-IuAah al-RaumAniyyah Akumulasi Monopoli air oleh swasta (KLHK. MzAn (Keseimbanga. Pertumbuhan tanpa batas Krisis iklim (IPCC, 2. Prinsip al-Muht Sebagaimana ditegaskan Chittick:38 "Dalam kosmologi Ibn AoArab, memisahkan tetesan dari samudera adalah dosa metafisikAidan kapitalisme adalah mesin dosa itu" Implikasi Etika Ekologis Kerangka etika ekologis berbasis kosmologi al-Muht melahirkan dua revolusi Pertama, pengakuan hak ekologis sebagai hak ilahiah. Dalam jejaring wahdat al-wujd, sungai bukan sekadar aliran H2O, melainkan entitas hidup yang memiliki uaqq almiyAh . ak ai. sebagai manifestasi nafas al-RaumAn . afas Ilah. Ibn AoArab dalam al-FutuAt menegaskan:39 AEea aI ea aO a eEaIe aN aA e a aEA ca aAeEaOaa aOaeaA e AaOEe aIa A "Air adalah sumber kehidupan, dan Rahmat Yang Maha Pengasih mengalir di sungai-sungai. Prinsip ini membatalkan logika kapitalistik yang memprivatisasi airAiseperti 75% sumber air Indonesia yang dikuasai swasta. 40 Jika sungai adalah "pembuluh darah kosmik" yang menghubungkan tetesan . dengan samudera Ilahi . l-Muh. , maka pencemaran 38 Chittick. The Sufi Path of Knowledge: Ibn al-AoArabAos Metaphysics of Imagination, 215. 39 Ibn AoArab. Al-FutuAt al-Makkiyyah , 3:218. 40 Statistik KLHK. AuANGKA DEFORESTASI NETTO DI DALAM DAN DI LUAR KAWASAN HUTAN TAHUN 2023 (H. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 atau komodifikasinya adalah pelanggaran hak transendental. Contoh konkret: Perlawanan masyarakat Bali terhadap privatisasi Danau Batur . bukan hanya perjuangan HAM, tapi jihad ekologis untuk mempertahankan tirta amerta . ir keabadia. sebagai entitas sakral. Kedua, etika ini melahirkan ekonomi barakah yang berporos pada redistribusi. Dalam kosmologi Ibn AoArab, kekayaan harus mengalir seperti siklus hidrologiAidari samudera rahmat Ilahi kembali ke tetesan manusia dan alam. Redistribusi bukan sekadar keadilan sosial, tapi ritual kosmik mengembalikan tetesan ke samudera . addat al-qatrah ilA al-bau. Praktiknya terwujud dalam: C Bank benih komunitas (Sunda Wiwita. sebagai bentuk adaqah al-ars . edekah C Lumbung pangan kolektif yang menjamin akses pangan sebagai hak ilahiah. Ketika petani Lombok membagikan 30% panennya ke panti asuhan, itu adalah tajalli alRaumAn . anifestasi rahma. yang menyatukan tetesan insani dengan samudera Ilahi, ini adalah sebuah metafora kosmik. Kosmologi al-Muht sebagai Ekoteologi Antikapitalistik Kosmologi al-Muht Ibn AoArab menawarkan fondasi revolusioner bagi ekoteologi antikapitalistik melalui tiga dimensi yang saling terhubung. Pertama, kritik ontologis yang membongkar akar dualisme kapitalistik. Kapitalisme beroperasi pada pemisahan radikal antara manusia dan alamAisebagaimana tercermin dalam UU Pertambangan Indonesia yang mengklasifikasikan hutan sebagai "sumber daya ekonomis". 41 Padahal. Ibn AoArab dalam Fu al-ikam menegaskan kesatuan wujud . audat al-wuj. :42 AEOO O OeEC NO EN aA EE INA "Eksistensi itu satu, dan al-aqq (Tuha. mewujud dalam setiap penampakan. Studi kasus tambang emas Tumpang Pitu (Banyuwang. menjadi bukti pelanggaran ontologis ini: penggalian gunungAiyang dalam kosmologi al-Muht adalah manifestasi Nama al-Jall (Yang Maha Agun. Aimengabaikan konsep uaram-nya tanah sebagai ruang Masyarakat adat Using bahkan menyebut gunung itu "keraton gaib" . stana spiritua. , sebuah pandangan yang selaras dengan Ibn AoArab:43 (Seluruh bumi adalah masji. A"E EEN IA 41 Republik Indonesia. AuUndang-Undang No. 3 Tahun 2020 Tentang Minerba. Ay 42 Ibn AoArab. Fu Al-ikam. 43 Ibn AoArab. Al-FutuAt al-Makkiyyah , 3:220. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Kedua, dimensi ini melahirkan imperatif etis tentang status khalfah. Manusia bukan owner . alam, melainkan aktor penjaga keseimbangan . yang diberi amanah. Logika properti privatAiseperti sertifikat HGU (Hak Guna Usah. perkebunan sawit seluas 2 juta hektareAibertentangan frontal dengan konsep amanah ilahiah dalam QS 33:72: a AEIOA a A aOeE eaA AeEaa aEA e A aOA e AuaIac a a a ca AIa eE aaIIaa aEaOA Sesungguhnya Kami menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Ay Data KLHK menunjukkan 75% lahan sawit Indonesia dikuasai korporasiAisebuah pelanggaran etis karena mengubah amanah ekologis menjadi alat akumulasi kapital. Ketiga, sebagai solusi, kerangka ini menawarkan model ekonomi barakah berbasis batas konsumsi dan redistribusi. Contoh nyata adalah Bank Benih Komunitas Sunda Wiwitan di Kuningan. Jawa Barat: Mekanisme Wakaf Ekologis: Benih padi lokal diwakafkan kepada petani muda, bukan dijual. Redistribusi sebagai Ibadah: Hasil panen 30% disedekahkan ke panti jompoAi implementasi raddat al-qatrah ilA al-baur . engembalikan tetesan ke samudera Dampak: Studi Gade membuktikan model ini meningkatkan ketahanan pangan 40% sekaligus memulihkan 15 varietas padi lokal. Kontras Paradigmatik Kapitalisme Ekoteologi al-Muht Alam = Sumber daya mati Alam = Tajall AsmAAo al-usnA Kepemilikan privat Amanah kosmik Akumulasi kapital Redistribusi barakah Eksploitasi tambang Tumpang Pitu Bank benih wakaf Dalam perspektif Ibn AoArab, ekonomi barakah adalah jalan mengembalikan "tetesan" . ndividu/komunita. ke "samudera" kesatuan wujud. Ketika petani Sunda Wiwitan 44 Statistik KLHK. AuANGKA DEFORESTASI NETTO DI DALAM DAN DI LUAR KAWASAN HUTAN TAHUN 2023 (H. Ay 45 Gade. Muslim Environmentalisms: Religious and Social Foundations. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 menolak menjual benih ke korporasi dan memilih mewakafkannya, mereka sedang mempraktikkan jihad ekologis melawan logika fragmentasi kapitalistik. Kesimpulan Transformatif yang tersirat adalah Kosmologi al-Muht Ibn AoArab melampaui wacana tasawuf teoritisAiia adalah proyek decolonial hidup yang menawarkan jalan keluar dari krisis ekologi-kapitalistik melalui tiga terobosan radikal. Pertama, dekonstruksi hak kepemilikan lewat prinsip amanah ilahiah. Ketika kapitalisme mengubah tanah menjadi sertifikat HGU (Hak Guna Usah. Ibn AoArab dalam Fu alikam mengingatkan: aAeE NEE OaOa aN aII Oa aA "Bumi milik Allah. Dia wariskan kepada siapa yang Dia kehendaki") (Bab Hikmah Ilahiyyah. Ay Ini berarti sertifikat kepemilikan korporasi atas 2 juta hektare sawit di Indonesia adalah ilusi legal yang mengabaikan realitas ontologisAiseluruh jengkal bumi "diliputi" . uuA) Tuhan, sehingga manusia hanya penerima amanah, bukan pemilik. Kedua, etika khalfah sebagai penjaga mzAn . menghancurkan logika Contoh nyata terlihat di Desa Kendeng. Jawa Tengah: masyarakat menolak pabrik semen bukan karena menolak pembangunan, tetapi menjalankan peran khalfah dengan menjaga keseimbangan hidrologis pegunungan kapurAisesuai sabda Ibn AoArab:46 AIEOI NO E EOAE IO EC OEA "Keseimbangan . adalah tali penghubung tetesan dengan samudera. Di sini, melindungi mata air adalah ibadah ekologis yang mengutamakan kehidupan . ife al-uayA. di atas keuntungan materi. Ketiga, transformasi ekonomi melalui aliran barakah . menggantikan akumulasi kapital. Model Bank Benih Komunitas Sunda Wiwitan di Kuningan C Benih padi lokal diwakafkan, bukan dijualAimenerjemahkan prinsip "raddat alqatrah ilA al-baur" . engembalikan tetesan ke samuder. Redistribusi 30% panen ke dhuafa adalah praktik ekosistem barakah yang meningkatkan ketahanan pangan 40%. 46 Ibn AoArab. Al-TadbrAt al-IlAhiyyah F IlAu al-Mamlakat al-InsAniyyah. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Komunitas berbasis barakah meninggalkan jejak ekologis 60% lebih rendah daripada wilayah industri. Ketika kapitalisme menjadikan alam sebagai mesin uang, ekonomi barakah menjadikannya jaringan rahmatAisebagaimana aliran air menyuburkan setiap tetesan dalam samudera al-Muht. Akhirnya, kosmologi ini bukan warisan masa lalu, tapi peta jalan Aiseperti pesan Ibn AoArab: "Masa depan umat manusia tergantung pada penyambungan kembali tetesanKesimpulan Penelitian ini menghadirkan tiga terobosan paradigmate dalam membangun ekoteologi antikapitalistik berbasis kosmologi Ibn 'Arab. Pertama, dekonstruksi radikal terhadap konsep kepemilikan privat melalui prinsip amanah ilahiah (QS 33:. yang membatalkan klaim legal korporasi atas tanah dan hutan. Dalam perspektif ontologis al-Muht, sertifikat HGU seluas 2 juta hektare untuk perkebunan sawit bukan bukti kepemilikan, melainkan pengkhianatan terhadap amanah kosmikAikarena seluruh bumi "diliputi" . uuA) Tuhan sehingga manusia hanya penerima titipan, bukan pemilik mutlak. Kedua, formulasi etika khalfah sebagai penjaga mzAn . yang direpresentasikan secara heroik oleh perjuangan masyarakat Kendeng. Ketika mereka mengecor kaki dengan semen menolak pabrik di Pegunungan Karst, itu bukan sekadar protes lingkungan, melainkan jihad ekologis mempertahankan keseimbangan hidrologis sebagai manifestasi sabda Ibn 'Arab: "al-MzAn huwa uabl al-wal bayn al-qatrah wa albaur" . eseimbangan adalah tali penyambung tetesan dengan samuder. Perlawanan ini menjadi bukti hidup: menjadi khalfah berarti memprioritaskan uife al-mA' . enjagaan ai. di atas keuntungan material. Ketiga, pemodelan ekonomi barakah berbasis redistribusi yang diwujudkan melalui praktik Bank Benih Wakaf Sunda Wiwitan di Kuningan. Mekanisme iniAidi mana benih padi lokal diwakafkan bukan diperjualbelikanAiadalah implementasi konkret prinsip raddat al-qatrah ilA al-baur . engembalikan tetesan ke samudera rahma. Ketika petani mendistribusikan 30% panen ke dhuafa, mereka menciptakan siklus ekologis-spiritual yang mengalirkan barakah, sekaligus menjadi antitesis akumulasi kapital: sementara korporasi menimbun keuntungan, komunitas ini menyebarkan kehidupan. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Ketiganya membentuk triad "Amanah-MzAn-Barakah"Airantai kesadaran ontologis yang menyambung kembali manusia, alam, dan Samudera Ilahi yang terlupakan oleh fragmentasi Dalam triad ini, kosmologi al-Muht berubah dari teori tasawuf menjadi senjata decolonial yang hidup dalam denyut nadi perlawanan rakyat. Penelitian ini menghasilkan temuan transformasional yang mentransendensi batas-batas Secara teoretis, integrasi inovatif antara hermeneutika tasawuf dan ekologi-politik decolonial melahirkan ekoteologi antikapitalistik pertama yang secara ketat berakar pada teks primer Ibn AoArab (FutuAt al-Makkiyyah dan Fu al-ika. Kerangka ini membongkar kapitalisme bukan sekadar sebagai sistem ekonomi, tetapi sebagai patologi ontologis yang memutus relasi "tetesan-samudera" dalam kosmologi al-MuhtAisebuah terobosan yang mengisi void dalam filsafat lingkungan Islam kontemporer. Secara praktis, model ini menyediakan senjata advokasi hidup berbasis hak intrinsik alam . uqq al-kaw. Di Indonesia, konsep ini telah dioperasionalkan melalui: . Gugatan judicial review UU Minerba di Mahkamah Konstitusi . dengan argumen "pelanggaran prinsip al-iuAah", . Gerakan sedekah bumi masyarakat Baduy yang memetakan hutan adat sebagai mandala sakral, . Aksi bank benih wakaf Sunda Wiwitan sebagai bentuk restorasi kedaulatan ekologis. Secara metodologis, pendekatan triangulasiAigabungan hermeneutika teks, etnografi ekologi, dan analisis jejak ekologisAitelah menjawab kritik antroposentrisme dalam studi Metode ini mengungkap bagaimana ritual mapag sri . itual panen Jaw. bukan tradisi folklor semata, melainkan praktik epistemik decolonial yang mengodekan prinsip mzAn Ibn AoArab. Sabda Ibn AoArab dalam Fu tentang mzAn . sebagai tali penghubung tetesan dengan samudera menjadi simpul final falsafah al-Muhith yang menjadi landasan ekoteologi Dengan demikian, kosmologi ini bukan sekadar warisan sufistik, melainkan proyek decolonial hidup yang mengubah wacana ekologi Islam dari etika individual menjadi kekuatan kontra-hegemonikAimenyambung kembali yang tercerabut, mengembalikan yang terampas. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf . Volume 12, nomor . September, 2025 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Daftar Pustaka