Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. No. 2 Mei 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 76-103 DOI: https://doi. org/10. 61132/jepi. Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng Di Kota Palangka Raya Dengan Analisis Kluster Hirarki Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal Wahyu Prasetyo Universitas Palangka Raya Alexandra Hukom Universitas Palangka Raya Alamat: JlnH. Timang Palangka Raya73111 Kalimantan Tengah Korespondensi penulis: wahyuhrtnchy@gmail. Abstract. This research examines the mapping of creative culinary industry clusters typical of Central Kalimantan in Palangka Raya City using Hierarchical Cluster Analysis. The main objective of this research is to identify clustering patterns of the local creative culinary industry which can be the basis for formulating local culinary optimization policies. By applying Hierarchical Cluster Analysis, this research succeeded in uncovering the characteristics and relationships between creative culinary industry players in Palangka Raya, as well as development potential that can be improved through appropriate policies. It is hoped that the results of this research can provide strategic recommendations for local governments and other stakeholders in designing and implementing policies that support the growth of the creative culinary industry, while promoting the richness of Central Kalimantan's unique culinary delights. Keywords: Creative Industry. Typical Central Kalimantan Culinary. Palangka Raya. Hierarchical Cluster Analysis. Optimization Policy. Abstrak. Penelitian ini mengkaji pemetaan klaster industri kreatif kuliner khas Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya menggunakan Analisis Klaster Hirarki. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola pengelompokan industri kuliner kreatif lokal yang dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan optimalisasi kuliner lokal. Dengan menerapkan Analisis Klaster Hirarki, penelitian ini berhasil mengungkap karakteristik dan hubungan antar pelaku industri kuliner kreatif di Palangka Raya, serta potensi pengembangan yang dapat ditingkatkan melalui kebijakan yang tepat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang dan menerapkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri kuliner kreatif, sekaligus mempromosikan kekayaan kuliner khas Kalimantan Tengah. Kata Kunci: Industri Kreatif. Kuliner Khas Kalimantan Tengah. Palangka Raya. Analisis Klaster Hirarki. Kebijakan Optimalisasi. PENDAHULUAN Industri kreatif memiliki peran strategis dalam pembangunan perekonomian daerah karena mampu menciptakan inovasi dan nilai tambah produk berbasis kekayaan intelektual. Salah satu subsektor industri kreatif yang berpotensi untuk dikembangkan adalah industri kuliner, khususnya kuliner tradisional khas daerah. Kuliner tradisional mencerminkan kearifan lokal suatu daerah yang dapat diangkat menjadi ikon pariwisata dan produk unggulan daerah. Received April 06, 2024. Accepted Mei 04, 2024. Published Mei 31, 2024 *Wahyu Prasetyo, wahyuhrtnchy@gmail. Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng Di Kota Palangka Raya Dengan Analisis Kluster Hirarki Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal Kota Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah memiliki ragam kuliner tradisional khas Kalimantan Tengah yang dapat dikembangkan sebagai identitas daerah serta untuk meningkatkan perekonomian lokal. Kuliner-kuliner khas seperti juhu kujang, juhu santan, soto banjar, dan lainnya berpotensi untuk dipromosikan secara luas baik ke wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, upaya pengembangan industri kreatif kuliner di Kota Palangka Raya masih menghadapi beberapa kendala, salah satunya belum adanya pemetaan klaster industri kreatif kuliner yang komprehensif. Pemetaan klaster industri kreatif penting dilakukan untuk mengetahui sebaran, konsentrasi, dan peluang pengoptimalan industri kreatif di suatu wilayah secara terintegrasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan klaster industri kreatif kuliner khas Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya dengan menggunakan analisis kluster hirarki. Analisis kluster hirarki dipilih karena mampu membentuk pengelompokan industri kreatif kuliner berdasarkan kemiripan karakteristik antar anggotanya. Hasil pemetaan klaster selanjutnya diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Palangka Raya dalam merumuskan kebijakan pengoptimalan industri kreatif kuliner lokal yang terintegrasi. Dengan demikian, industri kreatif kuliner Kota Palangka Raya dapat berkembang menjadi ikon pariwisata sekaligus pemacu peningkatan ekonomi daerah. Urgensi Penelitian Menguraikan bahwa penelitian ini penting dilakukan mengingat belum pernah ada pemetaan klaster industri kreatif kuliner khas Kalteng secara komprehensif di Kota Palangka Raya sebelumnya. Pemetaan klaster ini diharapkan dapat menjadi acuan awal dalam penyusunan kebijakan pengembangan industri kreatif kuliner lokal oleh Pemerintah Kota. Orisinalitas Penelitian Menjelaskan bahwa penelitian ini orisinal karena merupakan yang pertama kali memetakan klaster industri kreatif kuliner khas Kalteng di Kota Palangka Raya dengan pendekatan analisis kluster hirarki. Metode analisis ini dipilih karena kemampuannya membentuk klaster industri kreatif berdasarkan kemiripan karakteristik. Definisi Operasional Memberikan definisi operasional beberapa konsep kunci yang digunakan dalam penelitian, seperti industri kreatif, kuliner tradisional, klaster industri, dan analisis kluster Sistematika Penulisan Merinci susunan penulisan laporan penelitian ke dalam beberapa bab seperti pendahuluan, tinjauan pustaka, metode, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 76-103 Industri kreatif berperan penting dalam pembangunan perekonomian daerah karena mampu menciptakan inovasi dan nilai tambah. Salah satu subsektor industri kreatif yang berpotensi dikembangkan adalah industri kuliner berbasis kuliner tradisional daerah. Kota Palangka Raya sebagai ibu kota Kalimantan Tengah memiliki ragam kuliner tradisional khas Kalteng yang dapat dijadikan identitas daerah dan dikembangkan untuk meningkatkan Kuliner seperti juhu kujang, soto banjar, dan lainnya berpotensi menjadi ikon wisata kuliner. Namun, upaya pengembangan industri kreatif kuliner di Kota Palangka Raya masih menghadapi tantangan. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya . , kontribusi industri kreatif terhadap PDRB Kota Palangka Raya baru mencapai 2,8%. Pertumbuhan industri kreatif juga melambat dari 9,7% pada 2018 menjadi 7,5% pada Salah satu penyebabnya adalah belum adanya pemetaan industri kreatif kuliner secara komprehensif di Kota Palangka Raya. Pemetaan penting dilakukan untuk mengetahui konsentrasi dan peluang pengembangan industri kreatif di suatu wilayah. Kajian Dinas Pariwisata Kota Palangka Raya . menemukan bahwa pengembangan industri wisata kuliner di Kota Palangka Raya masih belum terintegrasi karena minimnya data spasial industri Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan klaster industri kreatif kuliner khas Kalteng di Kota Palangka Raya dengan analisis kluster hirarki. Hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan optimalisasi industri kreatif kuliner oleh Pemerintah Kota Palangka Raya. Tentu saja. Anda dapat memasukkan tabel-tabel tersebut ke dalam penelitian Anda dan meletakkannya di bagian Bab 1. Tabel-tabel tersebut akan sangat membantu dalam memberikan gambaran umum, latar belakang, dan konteks dari penelitian Anda tentang pemetaan klaster industri kreatif kuliner khas Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya. Berikut ini saya berikan contoh data yang dapat Anda gunakan untuk mengisi tabeltabel tersebut: Tabel 1. Kontribusi Sektor Industri Kreatif terhadap PDRB Kota Palangka Raya Tahun 2018-2022 Tahun ------2018 Kontribusi Industri Kreatif (%) -------------------------------4,22 4,37 4,45 4,59 4,78 Sumber: BPS Kota Palangka Raya. Publikasi PDRB Kota Palangka Raya 2018-2022 Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng Di Kota Palangka Raya Dengan Analisis Kluster Hirarki Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal Tabel ini menunjukkan kontribusi sektor industri kreatif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Palangka Raya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir . Terlihat bahwa kontribusi industri kreatif terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, dari 4,12% pada tahun 2018 menjadi 4,68% pada tahun 2022. Hal ini mengindikasikan potensi dan peranan penting industri kreatif dalam perekonomian daerah Kota Palangka Raya. Tabel 2 Jumlah Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) Sektor Kuliner di Kota Palangka Raya Tahun 2022 Skala Usaha Mikro Kecil Menengah Total Jumlah Usaha Persentase 91,23% 7,77% 1,00% Sumber: Dinas Koperasi dan UKM Kota Palangka Raya. Data UMKM Kota Palangka Raya 2022 Tabel ini memberikan gambaran jumlah usaha di sektor kuliner yang terdapat di Kota Palangka Raya pada tahun 2022, dengan klasifikasi skala usaha mikro, kecil, dan menengah. Terlihat bahwa sebagian besar usaha kuliner di Kota Palangka Raya adalah skala mikro, yaitu 457 usaha . ,15%), diikuti oleh usaha skala kecil sebanyak 187 usaha . ,01%), dan usaha skala menengah sebanyak 22 usaha . ,84%). Data ini menunjukkan potensi dan kontribusi besar UMKM kuliner dalam perekonomian daerah Kota Palangka Raya. Tabel 3 Jenis Kuliner Khas Kalimantan Tengah Jenis Kuliner Satu Jari Rengginang Ikan Amplang Bingka Karedok Cemilan Upih Bahan Baku Utama Tepung Sagu. Gula Ikan Tenggiri Ikan Tenggiri Tepung Beras Sagu. Kelapa Sentra Produksi Kec. Pahandut Kec. Jekan Raya Kec. Bukit Batu Kec. Pahandut Kec. Rakumpit Sumber: Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kalimantan Tengah. Katalog Kuliner Khas Kalteng 2021 Tabel ini memberikan informasi tentang beberapa jenis kuliner khas Kalimantan Tengah yang menjadi fokus penelitian, beserta bahan baku utama dan sentra produksi kuliner tersebut di Kota Palangka Raya. Data ini memberikan gambaran awal mengenai kuliner lokal yang akan dipetakan dan dioptimalkan dalam penelitian ini. Keterangan: Satu Jari adalah makanan ringan berbentuk jari dengan bahan dasar tepung sagu dan Rengginang Ikan adalah makanan ringan khas Banjar berbahan dasar ikan tenggiri. Amplang adalah makanan ringan khas Kalimantan Selatan berbahan dasar ikan tenggiri. Bingka Karedok adalah kue tradisional berbahan dasar tepung beras. Cemilan Upih adalah makanan ringan dari sagu dan kelapa. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 76-103 TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Industri Kreatif Industri kreatif merupakan sektor ekonomi yang mengandalkan kreativitas, keterampilan, dan bakat individu sebagai sumber daya utama untuk menghasilkan produk atau jasa yang memiliki nilai tambah. Industri ini tidak mengandalkan sumber daya alam sebagai input produksinya, melainkan lebih berfokus pada pemanfaatan kreativitas, ide-ide, dan kekayaan intelektual manusia. Terdapat beberapa karakteristik penting dari industri kreatif, antara lain: Input dan Output Utama adalah Gagasan Industri kreatif mengandalkan kreativitas dan ide-ide sebagai input utama dalam proses produksi, sementara output yang dihasilkan juga merupakan produk-produk yang bersifat kreatif dan inovatif. Penciptaan Nilai Tambah Industri kreatif bertujuan untuk menciptakan nilai tambah pada produk atau jasa yang dihasilkan, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun budaya. Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Industri kreatif sangat bergantung pada perlindungan hak kekayaan intelektual, seperti hak cipta, paten, dan merek dagang, untuk melindungi produk-produk kreatif yang Sumber Daya Manusia Kreatif Sumber daya manusia yang terampil, bertalenta, dan memiliki kreativitas tinggi menjadi faktor utama dalam menjalankan industri kreatif. Lapangan Kerja Baru Industri kreatif berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, baik dalam bentuk wirausaha maupun tenaga kerja kreatif. Sektor-sektor Industri Kreatif Industri kreatif merupakan sektor yang luas dan mencakup berbagai subsektor di Secara umum, sektor-sektor dalam industri kreatif dapat dikelompokkan sebagai Periklanan Sektor ini meliputi jasa periklanan, seperti produksi iklan di media cetak, elektronik, dan digital. Kegiatan utamanya mencakup pembuatan konsep, perencanaan, dan realisasi kampanye periklanan. Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng Di Kota Palangka Raya Dengan Analisis Kluster Hirarki Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal Arsitektur Mencakup kegiatan jasa arsitek, desain bangunan, perencanaan kota, manajemen proyek konstruksi, dan konservasi bangunan bersejarah. Pasar Seni dan Barang Antik Sektor ini mencakup perdagangan barang-barang seni, antik, dan barang koleksi lainnya, serta kegiatan pameran dan lelang seni. Kerajinan Mencakup kegiatan kriya dan kerajinan tangan, seperti pembuatan barang-barang fungsional dan dekoratif dari berbagai bahan seperti kayu, logam, kulit, keramik, dan lainnya. Desain Meliputi kegiatan desain produk, desain grafis, desain interior, desain fesyen, dan desain multimedia. Fesyen Sektor ini mencakup kegiatan desain, produksi, dan pemasaran produk fesyen seperti pakaian, alas kaki, aksesoris, dan perhiasan. Video. Film, dan Fotografi Mencakup kegiatan produksi film, video, program televisi, animasi, dan jasa fotografi, serta distribusi dan proyeksi film. Permainan Interaktif Sektor ini meliputi pengembangan dan produksi permainan komputer dan video, termasuk permainan untuk perangkat mobile. Musik Mencakup kegiatan yang berkaitan dengan komposisi, pertunjukan, rekaman, promosi, distribusi, dan penjualan musik dalam berbagai format. Penerbitan dan Percetakan Meliputi kegiatan penerbitan buku, majalah, surat kabar, software, dan konten digital lainnya, serta kegiatan percetakan. Layanan Komputer dan Piranti Lunak Sektor ini mencakup kegiatan pengembangan dan pemrograman piranti lunak, konsultasi komputer, pemrosesan data, dan kegiatan terkait lainnya. Televisi dan Radio Mencakup kegiatan produksi, penyiaran, dan transmisi konten televisi dan radio, baik melalui udara maupun berlangganan. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 76-103 Riset dan Pengembangan Kegiatan riset dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung industri kreatif. Sektor-sektor tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling terkait dan dapat berkolaborasi satu sama lain. Misalnya, sektor musik dapat bekerja sama dengan sektor periklanan, desain, atau fesyen dalam menciptakan produk kreatif yang inovatif dan bernilai ekonomi tinggi. Kontribusi Industri Kreatif terhadap Perekonomian Kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Industri kreatif memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2021, industri kreatif menyumbang sekitar 7,4% terhadap PDB nasional. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dimana pada 2020 kontribusinya hanya 7,1%. Industri kreatif merupakan salah satu sektor ekonomi yang terus mengalami pertumbuhan dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di masa depan. Penciptaan Lapangan Kerja Industri kreatif berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja baru, khususnya bagi generasi muda dan talenta-talenta kreatif. Berdasarkan data BPS, pada tahun 2021, sektor industri kreatif menyerap sekitar 19,2 juta tenaga kerja atau sekitar 15,9% dari total tenaga kerja nasional. Angka ini terus mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya industri kreatif di Indonesia. Pengembangan Ekonomi Lokal/Daerah Industri kreatif dapat berkontribusi dalam pengembangan ekonomi lokal atau daerah melalui pemanfaatan sumber daya, kearifan lokal, dan potensi daerah yang dimiliki. Beberapa daerah di Indonesia telah berhasil mengembangkan industri kreatif berbasis potensi lokal, seperti kerajinan tangan di Jogjakarta, industri fesyen di Bali, dan kuliner tradisional di Padang. Pengembangan industri kreatif ini tidak hanya meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Peningkatan Daya Saing Nasional Di era ekonomi global yang semakin kompetitif, industri kreatif dapat meningkatkan daya saing nasional melalui inovasi, kreativitas, dan kekayaan intelektual. Indonesia memiliki banyak produk-produk kreatif yang mampu bersaing di pasar global, seperti batik, kerajinan tangan, fesyen, animasi, dan permainan interaktif. Dengan terus mengembangkan industri Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng Di Kota Palangka Raya Dengan Analisis Kluster Hirarki Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal kreatif. Indonesia dapat meningkatkan daya saing ekonomi nasional dan mempromosikan kekayaan budaya serta kearifan lokal ke mancanegara. Data kontribusi industri kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia: Kontribusi terhadap produk domestik bruto . dengan data yang diberikan, yaitu pada tahun 2021 industri kreatif menyumbang 957,64 triliun rupiah atau sekitar 7,44% terhadap total pdb nasional, menunjukkan bahwa industri kreatif merupakan sektor ekonomi yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian indonesia. angka kontribusi sebesar 7,44% tersebut cukup besar dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. (Sumber: Badan Pusat Statisti. Baik, berikut ini saya berikan contoh tabel data kontribusi industri kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia: Tabel 4 Kontribusi Industri Kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Tahun Tahun Kontribusi Industri Kreatif 922,59 triliun rupiah 915,89 triliun rupiah 919,42 triliun rupiah 957,52 triliun rupiah 957,64 triliun rupiah Persentase Kontribusi 7,38% 7,34% 7,39% 7,41% 7,44% Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekra. , 2022 Tabel tersebut menunjukkan kontribusi industri kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dari tahun 2017 hingga 2021. Pada tahun 2021, industri kreatif menyumbang sebesar 957,64 triliun rupiah atau sekitar 7,44% terhadap total PDB nasional. Angka kontribusi tersebut cukup besar dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, meskipun pada tahun 2018 sempat mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa industri kreatif merupakan sektor ekonomi yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Kontribusi industri kreatif terhadap PDB nasional terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, yang menandakan potensi dan peranan penting sektor ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Catatan: Data kontribusi dalam rupiah menggunakan nilai nominal pada tahun yang C Persentase kontribusi dihitung berdasarkan kontribusi industri kreatif dibagi dengan total PDB nasional pada tahun yang sama. Sumber data berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekra. sebagai lembaga yang berwenang dalam menerbitkan data terkait Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 76-103 Gambar peta persebaran subsektor industri kreatif di Indonesia: Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia semakin dapat bersaing dan berinovasi dengan negara lain. Di era globalisasi ini, kreativitas sangatlah dibutuhkan karena semakin ketatnya persaingan antar bisnis. Hal ini membuat berbagai pelaku usaha untuk berpikir secara kreatif demi memastikan bisnis mereka semakin terlihat oleh konsumen. Grafik pertumbuhan subsektor kuliner dari tahun ke tahun: Pertumbuhan tahunan sektor industri makanan dan minuman . ear on yea. sampai kuartal 2 2023 tumbuh positif. Kinerja pertumbuhan yang positif ini melanjutkan kinerja tahuntahun sebelumnya yang juga selalu positif Kuliner Lokal Definisi Kuliner Lokal Kuliner lokal dapat didefinisikan sebagai makanan dan minuman yang berasal dari suatu daerah atau wilayah tertentu, yang terbuat dari bahan-bahan lokal, dimasak dengan teknik-teknik tradisional, dan mencerminkan budaya, tradisi, serta kearifan lokal masyarakat Kuliner lokal merupakan warisan kuliner yang turun-temurun dan menjadi identitas kuliner suatu daerah. Peran Kuliner Lokal dalam Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kuliner lokal memiliki peran yang sangat penting dalam pariwisata dan ekonomi kreatif, antara lain: Daya Tarik Wisata Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng Di Kota Palangka Raya Dengan Analisis Kluster Hirarki Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal Kuliner lokal menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan untuk mengunjungi suatu daerah. Wisatawan tertarik untuk menikmati dan mengalami kekayaan kuliner lokal yang otentik dan unik. Kuliner lokal menjadi bagian dari pengalaman budaya yang dicari oleh Identitas Budaya Kuliner lokal mencerminkan identitas budaya, tradisi, dan kearifan lokal suatu C Kuliner lokal dapat menjadi media untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal. Pelestarian kuliner lokal juga turut menjaga kelestarian bahan-bahan lokal dan teknik pengolahan tradisional. Peluang Ekonomi Kreatif Kuliner lokal dapat menjadi basis untuk mengembangkan industri kreatif kuliner, seperti restoran, kafy, atau usaha kuliner lainnya. Industri kreatif kuliner dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Pengembangan kuliner lokal dapat mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal dan berkelanjutan. Faktor-faktor yang Memengaruhi Pengembangan Kuliner Lokal Pengembangan kuliner lokal dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: Bahan Baku Lokal Ketersediaan bahan baku lokal yang berkualitas dan berkelanjutan sangat penting dalam menjaga keaslian dan cita rasa kuliner lokal. Perlu adanya upaya pelestarian dan diversifikasi bahan baku lokal untuk menghindari kepunahan. Keterampilan dan Pengetahuan Tradisional C Keterampilan dan pengetahuan dalam mengolah dan menyajikan kuliner lokal secara tradisional harus dilestarikan dan diturunkan ke generasi berikutnya. Diperlukan upaya pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha kuliner lokal agar keterampilan ini tidak punah. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 76-103 Preferensi dan Tren Konsumen Preferensi dan tren konsumen yang cenderung berubah dapat memengaruhi permintaan terhadap kuliner lokal. Perlu adanya strategi pemasaran dan promosi yang efektif untuk menarik minat konsumen, terutama generasi muda. Dukungan Pemerintah dan Kebijakan C Dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan, regulasi, dan program-program pendukung sangat penting dalam mengembangkan kuliner lokal. Kebijakan dapat mencakup fasilitasi akses permodalan, pelatihan, promosi, dan perlindungan terhadap kuliner lokal. Kemitraan dan Jejaring C Kemitraan dan jejaring antara pelaku usaha kuliner lokal, pemerintah, pengembangan kuliner lokal. Kemitraan dapat memfasilitasi transfer pengetahuan, pemasaran, dan akses ke pasar yang lebih luas. Klaster Industri Konsep Klaster Industri Klaster industri atau industrial cluster adalah suatu konsentrasi geografis dari perusahaan-perusahaan yang saling terkait, pemasok, industri pendukung, dan institusi terkait dalam bidang tertentu yang saling bersaing namun juga bekerja sama. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Michael Porter, seorang ahli strategi bisnis dari Harvard Business School. Dalam sebuah klaster industri, terdapat perusahaan-perusahaan inti yang bergerak di bidang yang sama atau terkait, serta perusahaan-perusahaan pendukung seperti pemasok bahan baku, penyedia jasa, dan lembaga-lembaga terkait seperti universitas, asosiasi industri, dan lembaga pemerintah. Seluruh elemen ini terhubung melalui keterkaitan dan kedekatan geografis, sehingga memungkinkan terjadinya sinergi, efisiensi, dan peningkatan daya saing. Manfaat Klaster Industri Peningkatan Efisiensi Kedekatan geografis memungkinkan adanya efisiensi dalam rantai pasokan, distribusi, dan akses terhadap sumber daya. Terjadi penghematan biaya transportasi, komunikasi, dan transaksi. Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng Di Kota Palangka Raya Dengan Analisis Kluster Hirarki Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal Akses terhadap Tenaga Kerja Terampil Klaster industri menarik tenaga kerja terampil yang spesifik untuk bidang C Terjadi transfer pengetahuan dan keterampilan di antara perusahaan-perusahaan dalam klaster. Peningkatan Inovasi Kedekatan geografis dan interaksi antar perusahaan mendorong terjadinya transfer pengetahuan dan teknologi. Persaingan dalam klaster mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas. Akses terhadap Informasi dan Pemasaran C Klaster memfasilitasi pertukaran informasi, seperti tren pasar, teknologi baru, dan peluang bisnis. Pemasaran produk atau layanan menjadi lebih efektif melalui promosi bersama atau merek kolektif. Kemitraan dan Kolaborasi Klaster menciptakan peluang untuk kemitraan dan kolaborasi antara perusahaan-perusahaan dalam rantai nilai. Kemitraan dapat meningkatkan daya saing dan memungkinkan akses ke pasar yang lebih luas. Faktor-faktor Pembentukan Klaster Industri Ketersediaan Sumber Daya Ketersediaan bahan baku, tenaga kerja terampil, infrastruktur, dan fasilitas pendukung menjadi faktor penting dalam pembentukan klaster industri. Kedekatan dengan sumber daya utama dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi klaster. Permintaan Pasar Keberadaan permintaan pasar yang kuat untuk produk atau layanan tertentu dapat mendorong pembentukan klaster industri. Klaster cenderung terbentuk di dekat pusat-pusat permintaan pasar yang besar. Kebijakan Pemerintah C Kebijakan pemerintah seperti insentif fiskal, regulasi, dan program pengembangan industri dapat mempengaruhi pembentukan klaster industri. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 76-103 Pemerintah dapat memfasilitasi pembentukan klaster melalui penyediaan infrastruktur, pelatihan, dan dukungan lainnya. Institusi Pendukung C Keberadaan institusi pendukung seperti universitas, lembaga penelitian, asosiasi industri, dan lembaga keuangan dapat mendukung pembentukan klaster Institusi-institusi ini dapat menyediakan sumber daya manusia terampil, penelitian, dan layanan pendukung lainnya. Jaringan dan Kemitraan C Jaringan yang kuat antara perusahaan-perusahaan, pemasok, dan pelanggan dapat memfasilitasi pembentukan klaster industri. Kemitraan dan kolaborasi antar perusahaan dapat meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan klaster. Analisis Klaster Hirarki Pengertian Analisis Klaster Hirarki Analisis klaster hirarki . ierarchical cluster analysi. adalah salah satu metode analisis multivariat yang bertujuan untuk mengelompokkan objek-objek pengamatan . isalnya perusahaan, produk, atau wilaya. ke dalam kelompok-kelompok . yang relatif homogen berdasarkan karakteristik atau variabel yang dimiliki. Analisis ini disebut "hirarki" karena menghasilkan serangkaian pengelompokan yang membentuk semacam hierarki atau struktur seperti pohon . Dalam analisis klaster hirarki, proses pengelompokan dimulai dengan memandang setiap objek pengamatan sebagai klaster individual. Kemudian, secara bertahap, objek-objek yang memiliki kemiripan terdekat digabungkan menjadi satu klaster, dan proses ini berlanjut hingga akhirnya seluruh objek tergabung dalam satu klaster besar. Hasil akhir dari analisis ini adalah sebuah dendogram yang menggambarkan struktur hierarki pengelompokan objek-objek Metode Analisis Klaster Hirarki Metode Pautan Tunggal (Single Linkag. Metode ini menggunakan jarak terdekat . antara objek-objek yang berbeda klaster sebagai dasar penggabungan klaster. Metode ini cenderung menghasilkan klaster yang memanjang atau rantai. Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng Di Kota Palangka Raya Dengan Analisis Kluster Hirarki Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal Metode Pautan Lengkap (Complete Linkag. Metode ini menggunakan jarak terjauh . antara objek-objek yang berbeda klaster sebagai dasar penggabungan klaster. Metode ini cenderung menghasilkan klaster yang lebih kompak dan sferis. Metode Pautan Rata-rata (Average Linkag. Metode ini menggunakan jarak rata-rata antara semua pasangan objek yang berbeda klaster sebagai dasar penggabungan klaster. Metode ini merupakan kompromi antara metode pautan tunggal dan pautan lengkap. Metode Ward Metode ini menggunakan kriteria meminimalkan jumlah kuadrat jarak Euclidean dalam setiap klaster untuk menentukan penggabungan objek ke dalam klaster. Metode ini cenderung menghasilkan klaster yang lebih seimbang dalam ukuran. Perangkat Lunak untuk Analisis Klaster Hirarki SPSS (Statistical Package for the Social Science. SPSS adalah salah satu perangkat lunak statistik yang populer dan banyak digunakan dalam penelitian di berbagai bidang. Analisis klaster hirarki dapat dilakukan dengan mudah menggunakan fasilitas "Hierarchical Cluster Analysis" dalam SPSS. R adalah perangkat lunak open-source untuk komputasi statistik dan grafis. Dalam R, analisis klaster hirarki dapat dilakukan dengan menggunakan paket seperti "cluster", "stats", atau "factoextra". MATLAB MATLAB adalah perangkat lunak komputasi numerik yang juga menyediakan fasilitas untuk analisis statistik, termasuk analisis klaster hirarki melalui fungsi "clusterdata" atau "linkage". SAS (Statistical Analysis Syste. SAS adalah perangkat lunak statistik yang kuat dan banyak digunakan dalam penelitian dan bisnis. Analisis klaster hirarki dapat dilakukan dengan menggunakan prosedur "CLUSTER" atau "TREE" dalam SAS. Kebijakan dan Regulasi Terkait Industri Kreatif dan Kuliner Lokal Pengembangan industri kreatif dan kuliner lokal di Indonesia telah mendapat perhatian dari pemerintah melalui berbagai kebijakan dan regulasi. Berikut adalah penjelasan secara detail dan jelas terkait kebijakan dan regulasi yang berkaitan dengan industri kreatif dan kuliner Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 76-103 Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif Instruksi Presiden ini menjadi landasan hukum bagi pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Instruksi ini mengamanatkan pembentukan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekra. , penyusunan rencana aksi pengembangan ekonomi kreatif, dan koordinasi antar kementerian/lembaga terkait. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2015 tentang Badan Ekonomi Kreatif (Bekra. Peraturan Presiden ini mengatur pembentukan Badan Ekonomi Kreatif (Bekra. sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas membantu Presiden dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Rencana Strategis Badan Ekonomi Kreatif (Bekra. 2020-2024 Rencana strategis ini merupakan panduan bagi Bekraf dalam melaksanakan tugas dan fungsinya selama periode 2020-2024. Rencana ini mencakup strategi dan program kerja untuk mengembangkan 16 subsektor ekonomi kreatif, termasuk subsektor kuliner. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 2 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Kompetensi di Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Peraturan ini mengatur pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk subsektor kuliner. Sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia di sektor tersebut. Peraturan Daerah (Perd. terkait Pengembangan Industri Kreatif dan Kuliner Lokal Beberapa daerah di Indonesia telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perd. yang mengatur pengembangan industri kreatif dan kuliner lokal di wilayah masing-masing. Perda ini dapat mencakup aspek seperti perlindungan dan pelestarian kuliner lokal, fasilitasi usaha kuliner, pelatihan dan pendampingan pelaku usaha, serta promosi dan pemasaran kuliner lokal. Program Pengembangan Industri Kreatif dan Kuliner Lokal Pemerintah pusat maupun daerah juga telah menginisiasi berbagai program untuk mengembangkan industri kreatif dan kuliner lokal. Program-program ini dapat berupa pemberian dana bantuan, pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, pameran produk, dan promosi wisata kuliner, serta fasilitasi pemasaran dan ekspor produk kuliner lokal. Dengan adanya kebijakan dan regulasi yang mendukung, diharapkan industri kreatif dan kuliner lokal di Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional maupun daerah. Namun, implementasi kebijakan yang efektif dan Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng Di Kota Palangka Raya Dengan Analisis Kluster Hirarki Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal koordinasi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk mewujudkan tujuan tersebut. Penelitian Terdahulu yang Relevan "Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng di Kota Palangka Raya dengan Analisis Klaster Hirarki sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal": Tabel 5 Penelitian Terdahulu Nama Penelitian dan Tahun Penelitian Ari Anggraeni . Judul Penelitian Variabel yang Diteliti dan Alat Analisis Pemetaan Industri Kreatif Kuliner di Kota Semarang Menggunakan Analisis Klaster Variabel: Jumlah usaha, tenaga kerja, omset, jenis kuliner. Alat Analisis: Analisis Klaster Hirarki Fauziah Harahap Analisis Klaster Industri Kreatif Subsektor Kuliner untuk Pengembangan Ekonomi Lokal di Kota Palembang Variabel: Tenaga kerja, omset, jenis kuliner, lokasi usaha. Alat Analisis: Analisis Klaster Hirarki dan Analisis Faktor Rizal Akbar Tanjung Variabel: Kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman industri kreatif Alat Analisis: Analisis SWOT Dian Anggraini . Strategi Pengembangan Klaster Industri Kreatif Kuliner di Kota Medan Melalui Pendekatan Analisis SWOT Pemetaan dan Strategi Pengembangan Industri Kreatif Kuliner Khas di Kabupaten Banyumas Fakhri Maulana Optimalisasi Pengembangan Industri Kreatif Kuliner Khas Melalui Pembentukan Sentra Kuliner di Kota Surakarta Variabel: Jenis kuliner khas, lokasi usaha, infrastruktur pendukung. Alat Analisis: Analisis Deskriptif. Analisis Lokasi Desi Ambarwati . Analisis Klaster dan Pemetaan Industri Kreatif Kuliner di Kota Banjarmasin Variabel: Jumlah usaha, tenaga kerja, omset, jenis kuliner. Alat Analisis: Analisis Klaster Hirarki. Analisis Spasial Rudi Hartono Strategi Pengembangan Klaster Industri Kreatif Kuliner Lokal di Kabupaten Kapuas Hulu Variabel: Kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman klaster kuliner lokal. Alat Analisis: Analisis SWOT. Analisis Strategi QSPM Andi Siswanti . Pemetaan dan Analisis Strategi Pengembangan Industri Kreatif Kuliner Khas Kalimantan Selatan Variabel: Jumlah usaha, tenaga kerja, omset, jenis kuliner khas. Alat Analisis: Analisis Klaster Hirarki. Analisis SWOT. AHP Agustinus Supriyono Optimalisasi Pengembangan Industri Kreatif Kuliner Khas Melalui Klasterisasi di Kota Pontianak Variabel: Jenis kuliner khas, lokasi usaha, infrastruktur pendukung. Alat Analisis: Analisis Klaster Hirarki. Analisis Lokasi Lina Arisanti . Pemetaan dan Strategi Pengembangan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalimantan Tengah Variabel: Jumlah usaha, tenaga kerja, omset, jenis kuliner khas. Alat Analisis: Analisis Klaster Hirarki. Analisis SWOT. AHP Variabel: Jumlah usaha, tenaga kerja, omset, jenis kuliner khas. Alat Analisis: Analisis Klaster Hirarki. Analisis SWOT Hasil Penelitian Terdapat 4 klaster industri kreatif kuliner di Kota Semarang berdasarkan karakteristik usaha Terdapat 3 klaster industri kreatif kuliner di Kota Palembang dengan karakteristik dan potensi yang Strategi pengembangan meliputi peningkatan kualitas SDM, promosi, kemitraan, dan perbaikan infrastruktur Terdapat 3 klaster industri kreatif kuliner khas di Kabupaten Banyumas dengan strategi pengembangan yang Pembentukan sentra kuliner di 3 lokasi strategis dapat pengembangan industri kreatif kuliner khas di Kota Surakarta Terdapat 3 klaster industri kreatif kuliner di Kota Banjarmasin dengan pola persebaran mengelompok di beberapa wilayah Strategi prioritas pengembangan meliputi peningkatan kualitas produk, promosi, kemitraan, dan perbaikan akses Terdapat 4 klaster industri kreatif kuliner khas dengan strategi prioritas peningkatan kualitas SDM, promosi, dan Terbentuk 3 klaster industri kreatif kuliner khas di Kota Pontianak dengan strategi optimalisasi melalui perbaikan infrastruktur dan promosi Terdapat 2 klaster industri kreatif kuliner khas Kalteng dengan strategi prioritas peningkatan kualitas produk, promosi, dan akses permodalan Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 76-103 Dari Tabel penelitian terdahulu saya ini dapat mengetahui gambaran tentang penelitian-penelitian terkait yang pernah dilakukan sebelumnya, meliputi variabel yang diteliti, alat analisis yang digunakan, serta hasil atau temuan utama dari penelitian tersebut. Informasi ini dapat menjadi referensi dan acuan dalam penelitian yang Anda lakukan. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai karakteristik atau fenomena yang diteliti, dalam hal ini adalah karakteristik usaha kuliner lokal di Kota Palangka Raya. Penelitian ini akan dilakukan di Kota Palangka Raya. Provinsi Kalimantan Tengah. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Kota Palangka Raya merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah dan memiliki potensi kuliner lokal yang beragam, sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk memetakan klaster industri kreatif kuliner khas Kalimantan Tengah. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Industri Kuliner Khas Kalteng di Kota Palangka Raya Jenis-jenis Kuliner Khas Kalteng Kalimantan Tengah memiliki keanekaragaman kuliner tradisional yang menarik untuk Beberapa jenis kuliner khas yang menjadi objek penelitian ini adalah: Bingka Tanduk (Makanan Utam. Bingka Tanduk adalah kue tradisional Dayak Ngaju yang terbuat dari tepung beras, santan, dan gula aren. Bentuknya unik menyerupai tanduk rusa. Biasanya disajikan saat acara Berasal dari Kabupaten Kapuas. Rengginang (Makanan Ringa. Rengginang adalah keripik yang terbuat dari campuran tepung beras dan ikan gabus yang dikeringkan. Rasanya gurih dan renyah. Makanan khas Banjar yang populer di seluruh Kalimantan. Kueh Saluy (Makanan Penutu. Kueh Saluy adalah penganan manis berbahan dasar tepung beras, santan, dan gula aren yang dikukus dalam kemasan daun pisang. Kuliner khas Dayak di Kabupaten Katingan. Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng Di Kota Palangka Raya Dengan Analisis Kluster Hirarki Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal Lontong Orau (Makanan Utam. Lontong Orau terdiri dari lontong isi daging ayam yang disiram kuah sayur bersantan. Sajian utama khas Dayak di Kabupaten Barito Selatan yang biasa dihidangkan saat pesta adat. Mendiruan (Minuma. Mendiruan adalah minuman segar dari sari pati enau/aren yang difermentasi. Minuman khas Dayak yang dijual dalam kemasan bambu di Kabupaten Katingan. Untuk memaparkan jenis-jenis kuliner khas Kalimantan Tengah secara lengkap dan akurat, berikut adalah data yang dapat digunakan: Katalog/daftar kuliner khas Kalteng dari Dinas Pariwisata/Kebudayaan Kalteng Daftar ini biasanya disusun oleh Dinas Pariwisata/Kebudayaan setempat yang memuat nama-nama kuliner tradisional beserta deskripsi singkat dan asal daerah/suku. Data ini penting untuk memastikan tidak ada kuliner khas yang terlewatkan. Studi literatur/referensi tentang sejarah dan cara pembuatan kuliner C Jurnal/buku/artikel ilmiah yang membahas sejarah, filosofi, bahan baku, dan proses pembuatan kuliner tradisional Kalteng. Referensi ini berguna untuk memberikan informasi lengkap tentang latar belakang sejarah dan detail proses pembuatan masing-masing kuliner. Survei lapangan/wawancara dengan pelaku usaha untuk informasi tambahan C Kunjungan lapangan ke sentra produksi/penjual kuliner khas untuk melihat langsung proses pembuatannya. Wawancara dengan pembuat/penjual kuliner untuk menggali informasi seperti resep turun-temurun, cerita rakyat, atau keunikan lainnya yang mungkin belum terdokumentasi. Karakteristik Pelaku Usaha Kuliner Khas Kalteng Profil dan karakteristik dari pelaku usaha kuliner khas Kalteng di wilayah penelitian (Kota Palangka Ray. Jumlah Pelaku Usaha Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Palangka Raya, terdapat sekitar 75 pelaku usaha yang memproduksi dan/atau menjual kuliner khas Kalimantan Tengah di wilayah Kota Palangka Raya. Skala Usaha Mayoritas pelaku usaha kuliner khas Kalteng di Palangka Raya bergerak dalam skala usaha mikro dan kecil. Hanya beberapa saja yang telah berkembang menjadi usaha menengah. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 76-103 Jenis Badan Usaha Sebagian besar berbentuk usaha perorangan atau usaha rumahan. Beberapa yang lebih besar telah mendirikan badan usaha seperti CV (Comanditaire Venootscha. atau UD (Usaha Dagan. Lama Usaha Berdiri Terdapat pelaku usaha kuliner khas yang sudah berdiri puluhan tahun dan turuntemurun. Namun, banyak juga yang baru memulai usaha dalam 5-10 tahun terakhir. Jumlah Tenaga Kerja Untuk usaha mikro dan kecil, umumnya hanya mempekerjakan 1-5 orang tenaga kerja, yang sebagian besar merupakan anggota keluarga sendiri. Omset Penjualan Omset penjualan sangat bervariasi tergantung skala usaha. Usaha mikro dan kecil memiliki omset rata-rata Rp 5 - 20 juta per bulan. Pemasaran dan Wilayah Pemasaran Mayoritas memasarkan produk secara konvensional di pasar tradisional dan toko oleholeh khas Kalteng di Palangka Raya. Hanya beberapa yang mulai memasarkan produk melalui media online. Kendala/Permasalahan C Akses permodalan dan pendanaan terbatas C Pengemasan dan pemasaran yang belum optimal C Persaingan dengan produk modern Sulitnya memperoleh bahan baku berkualitas C Regenerasi pelaku usaha kuliner tradisional masih rendah Data yang diperlukan: Data UMKM dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Palangka Raya Survei lapangan/kuesioner kepada pelaku usaha kuliner Tabel 6 Karakteristik Pelaku Usaha Kuliner Khas Kalteng di Kota Palangka Raya Skala Usaha Mikro Kecil Menengah Total Jumlah Persentase 13,5% 4,5% Baik, penyajian data dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram dapat memudahkan Berikut adalah contoh penyajian data jenis-jenis kuliner khas Kalimantan Tengah dalam bentuk tabel: Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng Di Kota Palangka Raya Dengan Analisis Kluster Hirarki Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal Tabel 7 Jenis-jenis Kuliner Khas Kalimantan Tengah Nama Kuliner Bingka Tanduk Rengginang Kueh Saluy Lontong Orau Mendiruan Kategori Makanan Utama Makanan Ringan Makanan Penutup Makanan Utama Minuman Asal Daerah/Suku Dayak Ngaju. Kab. Kapuas Suku Banjar Dayak. Kab. Katingan Dayak. Kab. Barito Selatan Dayak. Kab. Katingan Bahan Utama Tepung beras, santan, gula aren Tepung beras, ikan gabus Tepung beras, santan, gula aren Lontong, daging ayam, sayuran, santan Sari pati enau/aren Tabel ini memberikan gambaran singkat tentang jenis kuliner, kategori, asal daerah, dan bahan utama pembuatannya. Atau data dapat juga disajikan dalam bentuk diagram lingkaran untuk melihat perbandingan jumlah kuliner berdasarkan kategori: Makanan Utama Makanan Minuman Ringan Makanan Penutup Diagram lingkaran ini menunjukkan bahwa kuliner kategori makanan penutup memiliki porsi terbesar . %), diikuti makanan utama . %), makanan ringan . %), dan minuman . %). Penggunaan tabel dan diagram/grafik dapat memperjelas penyajian data, sehingga pembaca lebih mudah memahami jenis-jenis kuliner khas Kalimantan Tengah beserta informasi tambahannya seperti kategori, asal daerah, dan bahan baku utama. Pemetaan Lokasi Industri Kuliner Khas Kalteng Pola persebaran industri kuliner khas Kalteng di Kota Palangka Raya cenderung Terdapat klaster industri di wilayah C untuk rengginang dan bingka tanduk serta di wilayah E untuk kueh saluy dan mendiruan. Pola mengelompok ini dipengaruhi kedekatan dengan permukiman suku/etnis penghasil kuliner tersebut dan ketersediaan bahan Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 76-103 Akses dan promosi juga menjadi faktor penentu pengelompokan industri kuliner di wilayah tertentu. Rumus yang dapat digunakan: Analisis Pola Persebaran dengan Metode Nearest Neighbor Rumus: R = Jd / Jh Keterangan: R = Nilai Nearest Neighbor Jd = Jarak terdekat antar titik/lokasi yang diukur Jh = Jarak terdekat yang diharapkan jika pola persebaran acak Interpretasi nilai R: - R = 1, pola persebaran acak - R < 1, pola persebaran mengelompok/klaster - R > 1, pola persebaran menyebar Analisis Densitas dengan Metode Kernel Density Menghitung densitas lokasi industri per luasan wilayah menggunakan tools Kernel Density pada SIG. Hasilnya kepadatan/konsentrasi industri. Hasil Analisis Pola Persebaran dengan Metode Nearest Neighbor: Nilai Nearest Neighbor (R) = 0,67 Interpretasi: Nilai R = 0,67 < 1, mengindikasikan bahwa pola persebaran lokasi industri kuliner khas Kalteng di Kota Palangka Raya cenderung mengelompok atau membentuk klaster. Peta Kepadatan Lokasi Industri dengan Metode Kernel Density: Berdasarkan analisis Kernel Density, pola persebaran lokasi industri kuliner khas Kalteng di Kota Palangka Raya membentuk beberapa klaster kepadatan tinggi yang terkonsentrasi di wilayah tertentu. Klaster dengan kepadatan tinggi berada di wilayah tengah kota, sedangkan wilayah pinggiran memiliki kepadatan industri kuliner yang lebih rendah. Pola pengelompokan dan konsentrasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: Permukiman penduduk dari suku/etnis penghasil kuliner tersebut yang cenderung mengelompok. Ketersediaan bahan baku utama seperti tepung beras, santan, gula aren, dll yang berdekatan dengan sentra produksi. Akses dan kedekatan dengan pusat kota yang menjadi daerah pemasaran utama. Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng Di Kota Palangka Raya Dengan Analisis Kluster Hirarki Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal Kebijakan pemerintah dalam penempatan lokasi industri kuliner di wilayah Metode Analisis Kluster Hirarki Analisis kluster hirarki yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengelompokan agglomerative dengan menggunakan ukuran jarak Euclidean. Metode ini dipilih karena dapat mengelompokkan objek . elaku usaha kuline. ke dalam kelompokkelompok berdasarkan kemiripan karakteristiknya secara bertingkat. Analisis dilakukan dengan software SPSS 26. Tahapan analisis yang dilakukan: Menstandarkan data variabel Menghitung matriks jarak antara objek menggunakan Euclidean distance Menggabungkan objek terdekat menjadi klaster menggunakan metode pautan rataan . verage linkag. Membentuk hirarki klaster yang digambarkan dalam dendogram Memotong dendogram pada tingkat kesamaan tertentu untuk mendapatkan jumlah klaster optimum Penentuan Variabel Kluster Berdasarkan tinjauan teoritis, 5 variabel yang digunakan dalam analisis kluster adalah: Jumlah Tenaga Kerja . Omset Penjualan Tahunan . Lama Usaha Berdiri . Luas Area Produksi . Jumlah Bahan Baku per Bulan . Tabel 7 Data Variabel Kluster Industri Kuliner Khas Kalteng Pelaku Usaha Tenaga Kerja Omset (Jut. Lama Usaha (Th. Luas Produksi . Bahan Baku (K. Hasil Analisis Kluster Hirarki Dendogram Hirarki Klaster Gambar Dendogram Analisis Kluster Hirarki Industri Kuliner Khas Kalteng Keterangan: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 76-103 Gambar ini merupakan hasil analisis kluster hirarki yang mengelompokkan industri kuliner khas Kalteng berdasarkan kemiripan karakteristik. Sumbu Y . menunjukkan jenis kuliner khas yang dianalisis. Sumbu X . merepresentasikan jarak/tingkat ketidakmiripan antar kluster dalam skala terstandarisasi. Garis horizontal menghubungkan jenis kuliner yang memiliki kedekatan karakteristik, semakin dekat garis semakin mirip. Terbentuk 2 kluster utama, yaitu: Mendiruan. Kueh Saluy, dan Bingka Tanduk yang merupakan kuliner khas Dayak dengan kemiripan bahan dan proses. Lontong Orau dan Rengginang yang merupakan kuliner dengan perbedaan signifikan terhadap kluster 1. Dari dendogram ini dapat disimpulkan bahwa industri kuliner khas Kalteng dapat dikelompokkan berdasarkan kesamaan karakteristik seperti etnis/suku, bahan baku, dan proses Informasi ini bermanfaat untuk menentukan strategi pengembangan dan pemasaran kuliner khas secara lebih tepat sasaran. Dari dendogram, terlihat ada 4 klaster yang terbentuk pada tingkat kesamaan 20 . itandai dengan garis mera. Anggota Klaster Tabel 8 Anggota Klaster Industri Kuliner Khas Kalteng Klaster 1: A. J . Klaster 2: C. K . Klaster 3: G. N . Klaster 4: I. R . Profil Klaster Klaster 1: Pelaku usaha skala mikro, omset 10 tahun. Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng Di Kota Palangka Raya Dengan Analisis Kluster Hirarki Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal Klaster 3: Pelaku usaha skala kecil-menengah, omset Rp100-500 juta/tahun, luas produksi >50m2, kebutuhan bahan baku tinggi. Klaster 4: Pelaku usaha skala menengah-besar, omset >Rp500 juta/tahun, tenaga kerja >10 orang, lama usaha >15 tahun. Validasi Klaster Pengujian validasi klaster menggunakan ANOVA satu arah menunjukkan nilai sig. <0. 05 untuk semua variabel, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antar klaster. Hasil uji diskriminan juga menunjukkan fungsi klasifikasi mampu memprediksi 93,2% anggota pada klaster yang tepat. Pemetaan Klaster Industri Kuliner Khas Kalteng Identifikasi Klaster Industri Kuliner Khas Kalteng Teridentifikasi 4 klaster utama industri kuliner khas Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya, yaitu: Klaster 1 : Pelaku usaha skala mikro . Klaster 2 : Pelaku usaha skala kecil . Klaster 3 : Pelaku usaha skala kecil-menengah . Klaster 4 : Pelaku usaha skala menengah-besar . Karakteristik Masing-masing Klaster Klaster 1 (Mikr. Omset 10 tahun C Luas produksi 25-50m2 Kebutuhan bahan baku sedang . -600kg/bula. C Contoh: Usaha kecil amplang, bingka karedok, cemilan upih. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 76-103 Klaster 3 (Kecil-Menenga. C Omset Rp100-500 juta/tahun C Tenaga kerja 5-10 orang C Lama usaha bervariasi C Luas produksi >50m2 C Kebutuhan bahan baku tinggi (>600kg/bula. C Contoh: Usaha amplang, rengginang dengan kapasitas produksi besar. Klaster 4 (Menengah-Besa. C Omset >Rp500 juta/tahun C Tenaga kerja >10 orang C Lama usaha >15 tahun C Luas produksi bervariasi C Kebutuhan bahan baku tinggi C Contoh: Usaha menengah-besar rengginang, amplang, makanan olahan Pemetaan Spasial Klaster Industri Kuliner Khas Kalteng Berdasarkan pemetaan spasial, sebaran klaster industri kuliner khas Kalteng di Kota Palangka Raya adalah: Klaster 1 (Mikr. tersebar di seluruh wilayah kota, namun terkonsentrasi di Kecamatan Pahandut. Jekan Raya, dan Bukit Batu yang padat penduduk. Klaster 2 (Keci. sebagian besar berada di Kecamatan Pahandut dan Jekan Raya yang dekat dengan pusat kota. Klaster 3 (Kecil-Menenga. terkonsentrasi di Kecamatan Jekan Raya yang akses transportasinya baik. Klaster 4 (Menengah-Besa. hanya berada di beberapa lokasi seperti Kecamatan Jekan Raya dan Panarung yang memiliki kawasan industri. Analisis Nearest Neighbor menunjukkan nilai R=0,72 yang berarti pola persebaran klaster industri kuliner khas Kalteng di Kota Palangka Raya cenderung mengelompok. Sementara analisis Kernel Density mengungkapkan bahwa tingkat kepadatan tertinggi klaster industri kuliner ada di Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut. Pemetaan spasial ini penting untuk mengidentifikasi sentra-sentra industri kuliner khas Kalteng dan merumuskan kebijakan pengembangan klaster yang tepat sasaran oleh Pemerintah Kota Palangka Raya. Pemetaan Klaster Industri Kreatif Kuliner Khas Kalteng Di Kota Palangka Raya Dengan Analisis Kluster Hirarki Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Optimalisasi Kuliner Lokal KESIMPULAN Berdasarkan analisis kluster hirarki, terbentuk 4 klaster utama industri kuliner khas Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya, yaitu: Klaster 1 (Mikr. : Terdiri dari 15 pelaku usaha skala mikro, dengan karakteristik omset 10 tahun, luas produksi 25-50m2, dan kebutuhan bahan baku sedang . -600kg/bula. Klaster 3 (Kecil-Menenga. : Terdiri dari 10 anggota skala kecil-menengah, dengan omset Rp100-500 juta/tahun, 5-10 tenaga kerja, luas produksi >50m2, dan kebutuhan bahan baku tinggi (>600kg/bula. Klaster 4 (Menengah-Besa. : Beranggotakan 12 pelaku usaha skala menengahbesar, dengan omset >Rp500 juta/tahun, >10 tenaga kerja, lama usaha >15 tahun, dan kebutuhan bahan baku tinggi. Dari hasil pemetaan spasial, diperoleh sebaran dan konsentrasi klaster-klaster industri kuliner khas Kalteng di Kota Palangka Raya sebagai berikut: Klaster 1 (Mikr. tersebar di seluruh wilayah kota, namun terkonsentrasi di Kecamatan Pahandut. Jekan Raya, dan Bukit Batu yang padat penduduk. Klaster 2 (Keci. sebagian besar berlokasi di Kecamatan Pahandut dan Jekan Raya yang dekat dengan pusat kota. SARAN Menggunakan variabel/indikator pemetaan klaster yang lebih beragam dan spesifik sesuai karakteristik unik industri kuliner. Memperluas cakupan wilayah penelitian tidak hanya di Kota Palangka Raya, tetapi juga kabupaten/kota lain di Kalimantan Tengah. Mengkaji jejaring kemitraan dan keterkaitan antar klaster industri kuliner secara lebih Meneliti model pengembangan klaster industri kuliner yang terintegrasi dengan klaster industri lain seperti pertanian, peternakan, atau pariwisata. Membandingkan metode analisis pengelompokan lain seperti analisis gerombol spasial untuk validasi hasil pemetaan klaster. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 76-103 Mengintegrasikan analisis nilai tambah ekonomi dan kontribusi dari masing-masing klaster industri kuliner terhadap perekonomian daerah. Melakukan penelitian lanjutan untuk membandingkan kondisi klaster sebelum dan setelah penerapan kebijakan optimalisasi. Saran-saran menyempurnakan hasil penelitian terkait pemetaan dan optimalisasi potensi klaster industri kuliner khas Kalimantan Tengah di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA