Open Access Bunyan al-Ulum. Page 188 Ae 206. Vol. 1 No. DOI : 10. E-ISSN x P-ISSN 3063-2048 id/index. php/bunyanal-ulum Pengertian. Teori dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam Understanding. Teories and Concepts. Scope of Issues Contemporary in Islamic Education Sukari. Sanusi. Pebri Azhari Institut Islam MambaAoul AoUlum. Surakarta sukarisolo@gmail. sanusimuhammad17@gmail. azfebryy@gmail. Received: 19 Ae 10 - 2024 Accepted : 27 Ae 11 - 2024 Published: 31 - 01 - 2025 Abstract This article discusses the ongoing issues in Islamic education, which continue to evolve in line with the development of time and technology. The aim is to understand the definition of Islamic education issues, the theories and concepts of Islamic education, as well as the scope of Islamic education. This research uses a literature review approach from several journal articles. The findings show that the definition of Islamic education issues refers to current problems or debates related to changes in the functions, goals, and other components of Islamic education, which lead to differing views and thoughts from individuals or organizations. The emergence of these Islamic education policy issues is inevitable due to the diverse perspectives and thoughts of education stakeholders, whether educational institutions or members of society. The scope of Islamic education issues includes the implementation of the student-centered approach, curriculum, improving the quality of educators, student management, budgeting, enhancing the quality of learning, graduate competencies, and managing facilities and infrastructure, all of which are summarized into four main crises: quality, relevance, elitism, and management. Keywords: Issues. Education. Islam Abstrak Artikel ini membahas tentang isu-isu pendidikan islam yang terus berkembang, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Tujuannya adalah mengetahui pengertian isu-isu pendidikan islam, teori dan konsep pendidikan islam, serta ruang lingkup pendidikan islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur atau kepustakaan dari beberapa artikel jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengertian isu-isu pendidikan islam merupakan masalah-masalah atau polemik yang terjadi saat ini, terkait dengan perubahan fungsi, tujuan, dan komponen-komponen pendidikan islam yang lainnya, yang menimbulkan perbedaan pandangan dan pemikiran seseorang atau Kemunculnya isu-isu kebijakan pendidikan islam tersebut merupakan suatu keniscayaan, dikarenakan perbedaan pandangan dan pemikiran dari para pelaku 188 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2024 Some rights reserved Pengertian. Teori dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam __________________________________________________________________ pendidikan, baik lembaga pendidikan maupun individu masyarakat. Ruang lingkup isu-isu pendidikan islam meliputi. penerapan student centered approach, kurikulum, peningkatan kualitas pendidik, pengelolaan peserta didik, penganggaran, peningkatan mutu pembelajaran, kompetensi lulusan, pengelolaan sarana dan prasarana, yang kesemuanya terangkum dalam empat krisis pokok, yaitu kualitas, relevansi, elitisme dan manajemen. Kata Kunci: Isu. Pendidikan. Islam Pendahuluan Seiring dengan perkembangan pendidikan islam di Indonesia, menyebabkan pemikiran-pemikiran yang berbeda pula dikalangan akademisi pendidikan islam itu Menurut Abdul Wahid, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, . pendidikan islam yang ada saat ini dikembangkan oleh sistem ataupun substansi yang cenderung diambil dari Barat, . peninggalan karya klasik pada masa kejayaan islam, yang merupakan sumber referensi pendidikan islam saat ini jarang sekali dijumpai1. Adanya perbedaan-perbedaan pemikiran tersebut, mengundang banyak paradigma dari kalangan akademisi maupun masyarakat. Banyak kepentingankepentingan diluar ranah pendidikan yang kemudian masuk dan mempengaruhi esensi pendidikan islam yang ada. Mulai dari kepentingan politik, sosial budaya, ekonomi bisnis, dan lain sebagainya. Sehingga keberadaan pendidikan islam yang diharapkan tegak sesuai fungsi dan tujuannya, menjadi kehilangan arah dan tujuan, tidak lagi berpijak pada dasar-dasar pendidikan islam, yaitu Al QurAoan dan As Sunnah. Paradigma pendidikan islam perlu dikembalikan jati dirinya. Kesisteman dalam pendidikan islam juga harus diperhatikan dalam upaya memudahkan tercapainya target, visi dan misi pendidikan islam itu sendiri. Disisi lain, kebijakan pemerintah pun berpengaruh terhadap kondisi pendidikan islam, sehingga regulasiregulasi pemerintah seputar pendidikan perlu dipertimbangkan guna meningkatkan eksistensi pendidikan islam di Indonesia, semakin maju dan berkembang2. Shiren Destrianjasari. Nyayu Khodijah, and Ermis Suryana. AoPengertian. Teori Dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan IslamAo. Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) 8, no. : 2442Ae9511, https://doi. org/10. 36312/jime. 3304/http. Alisyah Pitri. Hapzi Ali, and Kasful Anwar Us. AoFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendidikan Islam: Paradigman. Berpikir Kesisteman Dan Kebijakan Pemerintah (Literature Review Manajemen Pendidika. Ao. JIHHP 2, no. , https://doi. org/10. 38035/jihhp. 189 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Sanusi. Pebri Azhari Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta __________________________________________________________________ Penelitian terkait pengertian, teori dan konsep, serta ruang lingkup isu-isu pendidikan islam sudah ada3, akan tetapi penelitian ini memberikan penguatan tambahan tentang teori dan konsep dalam isu-isu pendidikan, serta sikap yang tepat bagi orang-orang beriman untuk menghadapi isu-isu tersebut. Harapannya, semua praktisi dan akademisi pendidikan islam mampu memahami dan mengambil peran sesuai posisi masing-masing, sehingga isu-isu pendidikan yang ada saat ini dapat ditepis, serta dapat mengantisipasi isu-isu pendidikan islam yang akan datang Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengertian, teori dan konsep, serta ruang lingkup isu-isu kontemporer pendidikan islam. Peneliti berharap artikel ini dapat dijadikan sumber referensi literasi terkait isu-isu kontemporer pendidikan islam. Dengan demikian, pendidikan islam diharapkan mampu berkiprah sesuai yang diharapkan, mampu memecahkan solusi-solusi terkait isu-isu yang ada dalam pendidikan islam secara tepat sasaran, bersumber dengan dasar yang kuat, yaitu Al QurAoan dan As Sunnah. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka . ibrary researc. Datadata yang dibutuhkan dalam penelitiannya ini adalah literatur-literatur yang membahas tentang pengertian, teori dan konsep, serta ruang lingkup isu-isu Adapun menggunakan teknik dokumentasi. Peneliti mengumpulkan data-data terkait dan kemudian mengobservasi setiap data yang ada. Peneliti menganalisis data yang ada dengan menggunakan pendekatan Milles Hubberman, dengan cara mereduksi data yang ada, kemudian mendisplay data dan menarik kesimpulan dari dat-data yang Hasil dan Pembahasan Pengertian Isu-isu Kontemporer Pendidikan Islam Destrianjasari. Khodijah, and Suryana. AoPengertian. Teori Dan Konsep. Ruang Lingkup IsuIsu Kontemporer Pendidikan IslamAo. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Pengertian. Teori dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam __________________________________________________________________ Isu adalah suatu bentuk informasi kontradiktif atau polemik tentang seseorang atau organisasi yang dianggap sebagai masalah, dapat berupa opini atau ungkapan melalui gerak tubuh atau kata-kata yang mempunyai arti Kontemporer dalam KBBI berarti serentak, semasa, saat ini4. Sedangkan pendidikan adalah usaha manusia dalam membantu dan mengarahkan fitrah manusia kepada capaian maksimal dari apa yang dicitacitakan. Sedangkan agama islam merupakan agama yang kaffah, yang di dalamnya mencakup segala urusan manusia di dunia, termasuk dalam hal Ibn Maskawaih berpendapat bahwa tujuan pendidikan islam adalah dapat terwujudnya sikap spontan dari seseorang dalam melakukan perbuatan-perbuatan baik, guna memperoleh kebahagian dan kesempurnaan Adapun al-Qabisy, berpendapat bahwa dengan pendidikan islam, seseorang akan terbangun rasa cinta terhadap agama islam, yang akan terlihat dari segala tingkah lakunya, yang selalu berpedoman dengan nilai-nilai agama islam, yaitu bersumber kepada Al QurAoan dan Hadits Rasulullah shallallaahu Aoalaihi wa sallam sebagai pedomannya5. Dengan demikian, peneliti dapat tarik kesimpulan bahwa isu-isu kontemporer pendidikan islam adalah masalah-masalah atau polemik yang terjadi saat ini, terkait dengan perubahan fungsi, tujuan, dan komponenkomponen pendidikan islam yang lainnya, yang menimbulkan perbedaan pandangan dan pemikiran seseorang atau organisasi. Teori dan Konsep Isu-isu Kontemporer Pendidikan Islam Pada Zaman Dahulu Pendidikan Islam Pada Abad Ke-2 Sampai Ke-5 Pada masa ini terjadi periode keemasan dalam ilmu pengetahuan, terutama dalam disiplin ilmu syarAoi, yaitu meliputi: fiqih, hadits, tafsir Al QurAoan dan Bahasa Arab yang berkembang sangat pesat. Bahkan sampai Encep Syarifudin et al. AoIsu Kontemporer Pendidikan Islam Dalam Peningkatan Kurikulum (Implementasi Kurikulum Merdeka Di Madrasa. Ao. Jurnal Administrasi Pendidikan Islam 5, no. March 2. : 35Ae42, https://doi. org/10. 15642/japi. Heri Surikno. Sella Nurdin Novianty, and Rehatil Miska. AoHakikat Pendidikan Islam: Telaah Makna. Dasar. Dan Tujuan Pendidikan Islam Di IndonesiaAo. Al-MauAoizhah 12, no. 191 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Sanusi. Pebri Azhari Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta __________________________________________________________________ memberi dampak nyata dalam perkemabangan sains, seperti pengobatan, matematika, astronomi, geometri, geologi, mineralogi, kimia, filsafat, arsitektur dan trigonometri. Dalam bidang ilmu fikih, mulai muncul empat Imam madzab besar, yaitu Hanafiyah. Malikiyah. SyafiAoiyyah dan Hanabilah. Dalam bidang hadits mulai muncul ulama besar Imam Bukhari dan Imam Muslim, yang mengumpulkan hadits-hadits shahih. Dalam bidang tafsir Al QurAoan muncul Ibn Jarir at-Thabary. Ibn Athiyah alAndalusi. As-Suda. Abu Bakr Asma dan Abu Muslim Muhammad bin Nashr al-Isfahany. Dalam bidang Nahwu muncul Auamru bin Usman alFarisi yang lebih dikenal dengan Sibawaih. Al-Kilani menyatakan bahwa adanya transfromasi pada abad ini sangat dipengaruhi oleh adanya madrasah para ulama, yang memegang peran sentral dalam pengembangan pemikiran dan metode pendidikan Al Fauzan menambahkan. Imam Ahmad bin Hambal tidak sepenuhnya merasa nyaman dengan perkembangan pemikiran islam yang ada, yang menimbukan pemikiran-pemikiran baru, kemudian menegaskan untuk mengiktui tradisi para salaf . enerasi awal isla. , dengan mengamalkan pengetahuan dan sunnah. Menurut Al-Ghazali, terdapat kelompok Al-AshAoari yang berpendapat bahwa pengetahuan tidak terbatas pada apa yang diterima dari Salaf semata, akan tetapi semua pengetahuan baru harus dijelajahi. Kemunculan Isu Pendidikan Islam Pada Abad Ke-2 Sampai Ke-5 Al-Kilani menyatakan bahwa terdapat pandangan lain, seperti AlMuhasibi. Al-Junayd al-Baghdadi dan Abu Nahr al-Sarraj al-Thusi yang berpendapat bahwa akar dari kemunculan perbedaan-perbedaan pemikiran tersebut adalah ketidaksempurnaan batin manusia, dengan nafsu yang mendominasi dan menguasai akal untuk memenuhi keinginan hawa nafsu. Oleh karena itu, mereka menganggap bahwa tahapan awal dalam pendidikan islam adalah membersihkan dan menyucikan jiwa, sebelum menjalankan pembelajaran Al QurAoan dan ilmu-ilmu yang lain. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Pengertian. Teori dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam __________________________________________________________________ Tiga hal tersebut memicu munculnya evolusi pemikiran pendidikan islam, yaitu . pemikiran yang mendukung tradisi Salaf sebagai pedoman, . pemikiran yang menerima dan merespon perkembangan pemikiran baru dan . pemikiran yang menganggap penyucian jiwa merupakan langkah awal dalam pendidikan islam, sebelum ilmu pengetahuan yang lainnya6. Garis Besar Institusi Pendidikan dalam Konteks Sejarah Menurut Hasan Asari, beberapa kategori lembaga pendidikan islam yang ada pada zaman terdahulu, mempunyai beberapa kategori, yaitu . lembaga pendidikan yang fokus pada pembelajaran filsafat, ilmu pengetahuan dan teknologi, . lembaga pendidikan yang fokus pada ilmuilmu agama, . lembaga pendidikan dengan pendekatan sufistik yang kuat dan . lembaga pendidikan yang berfokus pada ilmu-ilmu sastra7 Konsep Pendidikan Islam Klasik . Pada Abad ke-2 Hijriyah, konsep pendidikan islam yang berfokus pada pemahaman dan ketaatan kepada Al QurAoan. Hadits dan praktikpraktik yang dilakukan oleh para sahabat. Tidak banyak perbedaan pendapat di zaman ini, karena Al QurAoan dan Hadits menjadi pilar utama agama . Pada akhir abad ke-2 dan awal abad ke-3 Hijriyah, mulai banyak perubahan signifikan, yang disebabkan oleh masuknya orang-orang Persia dan Romawi ke dalam agama islam. Di abad inilah mulai muncul pemikiran-pemikiran yang mengarah kepada pembenaran aspek-aspek ketuhanan, kenabian, ghaibiyyat, yang bersumber dari buku-buku filsafat Romawi dan filsafat ketuhanan India. Pada abad ke-4 Hijriyah, terjadi perbedaan pendapat tentang kurikulum dan konsep pendidikan antara cendikiawan islam yang lebih memilih menfokuskan perhatian kepada ajaran kenabian dan periode sahabat nabi, dengan ahli-ahli hukum islam yang mulai mengembangkan subjek baru dalam kurikulum, metode, serta cara memperoleh ilmu dalam pendidikan islam, yang dianggap sebagai tinggalan para imam madzab sunni. Para ahli hadits lebih memilih untuk memprioritaskan tradisi masa kenabian dan warisan dari para sahabat, dengan jalan menjaga validasi ilmu dalam bentuk sanad Mohammad Ridwan. AoMembangun Warisan Ilmu: Perjalanan Pendidikan Islam Abad Ketiga Dan Keempat HijriyahAo. SALIMIYA: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam 4, no. 2721Ae7078, https://ejournal. id/index. php/salimiya50. Ridwan. 193 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Sanusi. Pebri Azhari Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta __________________________________________________________________ antai periwayata. Sedangkan para fuqaha dianggap kurang terbuka dan tidak memiliki landasan kuat terhadap riwayat-riwayat yang ditemukan secara shahih. Padahal dalam menentukan hukum-hukum islam, sangat diperlukan peran penting para ahli hadits dalam menegakkan ilmu agama islam8 Pemikiran Pendidikan Islam di Indonesia Pemikiran Tuanku Imam Bonjol Muhammad Shahab yang lebih dikenal dengan sebutan Tuanku Imam Bonjol lahir pada 1772 di Bonjol. Pasaman. Sumatera Barat. Diangkat oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai seorang Pahlawan Nasional. Beberapa gelar yang disandang antara lain: . Peto Syarif, peto artinya orang pilihan, atau orang terkenal, sedangkan syarif artinya orang terhormat atau mulia, . Malin Basa, malin artinya kuat atau pejuang dan basa artinya orang yang pemberani dan ramah. Pengaruh pemikiran pendidikannya didapatkan dari ayahnya yang bernama Khatib Rajamuddin, yaitu seorang guru agama islam, dan ibunya Hamatun. Ayahnya yang dikenal sebagai orang yang taat agama, berpengaruh dalam kehidupan keseharian Muhammad Shahab, yang kemudian menjadi orang yang teguh terhadap hukum islam, tidak mudah terpengaruh oleh suasana lingkungan, mempunyai pendirian yang kuat, teguh, tegas dan tidak mudah berubah. Sejak kecil. Muhammad Shahab mulai diberikan ajaran islam berdasarkan pada Al-QurAoan dan Sunnah Nabi Muhammad shallallaahu Aoalaihi wasallam. Setelah ayahnya meninggal pada tahun 1779, pendidikan Muhammad Shahab dilanjutkan oleh kakeknya yang bernama Tuanku Bandaharo, di kampung padang lawas dalam kanagrian Ganggo Hilir, yang masih berfokus pada mempelajari hukum-hukum agama islam, selain itu beliau juga mempelajari pengetahuan mengenai pandai besi, pertambangan, silat dan lain-lain9. Ridwan. Retna Areta. Sermal, and Ahmad Nurhuda. AoPerjuangan Tuanku Imam Bonjol (Muhammad Shaha. Dalam Mengembangkan Pendidikan Dan Dakwah Di Bonjol Kabupaten PasamanPada Tahun 1803-1821Ao. JURNAL CERDAS MAHASISWA 3 . BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Pengertian. Teori dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam __________________________________________________________________ Perjuangan Muhammad Shahab dalam pendidikan, salah satunya pada perang Padri, dimana Kaum Padri yang terdiri dari sekelompok kaum ulama, memerangi dan mengecam kebiasaan-kebiasaan yang marak dilakukan oleh masyarakat yang disebut dengan kaum Adat di Kawasan Kerajaan Pagaruyung dan sekitarnya, yaitu perjudian, sabung ayam, minuman keras, serta lolonggarnya pelaksanaan kewajiban ritual formal agama islam di kalangan kaum Adat. Perang mulai meredam, setelah terjadi kesepakatan antara kaum Padri dengan kaum Adat, yang dikenal dengan Plakat Puncak Pato yang berisi. Auadat berdasarkan agama, agama berdasarkan Kitabullah/ Al QurAoa. Diantara dampak pendidikan keagamaan yang dihasilkan Muhammad Shahab adalah, . pengaruh islam konservatif, yang menetang tradisi local yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran islam, . perubahan pendidikan yang lebih Islami, menggantikan pendidikan tradisional yang ada di Minangkabau, yang berdampak pada perubahan pemahaman, praktik pendidikan dan kebudayaan di wilayah tersebut10. Pemikiran Prof. Dr. Mahmud Yunus Dr. Mahmud Yunus . 9Ae1. adalah seorang ulama, pendidik, dan cendekiawan asal Indonesia yang berperan penting dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di Sumatra Barat. Mahmud Yunus mendapatkan pendidikan awalnya di sekolah tradisional surau . empat pengajaran agama di Minangkaba. Pada tahun 1915, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Adabiyah di Padang, yang dikenal sebagai sekolah modern Islam pertama di Sumatra Barat. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Al-Azhar Kairo. Mesir. Mahmud Yunus dikenang sebagai sosok yang berjasa besar dalam Nadia Safira Roslyana and Maha Ratunisa Hasanah. AoPengaruh Gerakan Keagamaan Tuanku Imam Bonjol Terhadap Kehidupan Keagamaan Pasca KemerdekaanAo. Moderasi 1 . 1Ae1, https://doi. org/10. 11111/nusantara. 195 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Sanusi. Pebri Azhari Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta __________________________________________________________________ mencetak generasi Muslim terdidik di Indonesia, dengan pendekatan pendidikan yang memadukan tradisi dan modernitas. Konsep pendidikan yang ditawarkan oleh Dr. Mahmud Yunus merujuk kepada pendekatan dan metode yang beliau gunakan dalam bidang pendidikan Islam, terutama dalam pengajaran Al-Qur'an dan tafsir. Dr. Mahmud Yunus adalah seorang ulama, pendidik, dan penulis dari Indonesia yang sangat berpengaruh dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia pada abad ke-20, diantaranya: Pendekatan Kontekstual dalam Tafsir, beliau cenderung menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an sesuai dengan konteks sosial, budaya, dan kebutuhan zaman pada masanya. Pendekatannya bersifat rasional dan bertujuan untuk menjawab persoalan-persoalan umat islam di Indonesia. Penyederhanaan Bahasa, salah satu keunggulan Mahmud Yunus adalah kemampuannya menyederhanakan bahasa dalam menjelaskan konsep-konsep agama. Buku tafsir dan kitab-kitabnya banyak digunakan di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan Islam karena mudah dipahami oleh pelajar. Pengembangan Pendidikan Islam Modern, beliau berperan penting dalam modernisasi pendidikan Islam di Indonesia. Manhajnya menggabungkan pendidikan agama dengan pengetahuan umum, dan ia sangat mendukung pengajaran dalam bahasa Indonesia, selain bahasa Arab. Ini bertujuan agar masyarakat Indonesia dapat lebih mudah memahami ajaran Islam tanpa harus terhambat oleh keterbatasan bahasa. Metode Pengajaran Praktis, dalam dunia pendidikan. Mahmud Yunus menekankan metode pengajaran yang praktis dan aplikatif. Beliau tidak hanya fokus pada teori tetapi juga bagaimana ajaran Islam dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Perpaduan Tradisi dan Modernisasi. Mahmud Yunus tidak sepenuhnya menolak tradisi, namun ia menggabungkan elemen- BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Pengertian. Teori dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam __________________________________________________________________ elemen tradisional Islam dengan nilai-nilai modernisasi. Ia percaya bahwa Islam harus relevan dengan perkembangan zaman, tetapi tanpa mengabaikan esensi ajaran agama. Secara keseluruhan. Dr. Mahmud Yunus menekankan pendekatan yang rasional, kontekstual, dan praktis dalam menyampaikan ajaran Islam, terutama dalam bidang Pendekatannya sangat berpengaruh dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia hingga saat ini. Pemikiran Buya Hamka Haji Abdul Malik Karim lahir pada 17 Februari 1908 M, dari keturunan yang taat beragama dan memilki hubungan dengan generasi pembaharu Islam di Minangkabau pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 M. Riwayat pendidikan beliau tidak terlalu tinggi, beliau mengenyam pendidikan agama di sekolah Diniyyah School dan Sumatra Thawalib di Padang Panjang dan Parabek, pada usia 8-15 tahun. Konsep pendidikan yang ditawarkan adalah pendidikan yang bersifat tradisional dengan sistem halaqoh. Kemudian pada tahun 1916 mulai masuk sistem klasikal, akan tetapi belum memilki bangku, meja, kapur dan papan tulis. Materi pendidikannya berkisar pada pengajian kitab-kitab klasik, seperti nahwu. Sharaf. Manthiq. Bayan. Fiqh dan sejenisnya. Pendekatan yang diterapkan adalah menekankan aspek hafalan. Buya Hamka juga menekankan bahwa pendidikan di sekolah perlu di dukung dengan adanya pendidikan di rumah, sehingga terbentuk jalinan ukhuwah yang erat antara guru dan orangtua. Buya Hamka menjadikan Masjid AlAzhar sebagai tempat bertemunya guru dan orangtua untuk membicarakan perkembangan peserta didik11. Pemikiran Pendidikan Islam Ustadz Abu Nida Disebutkan dalam disertasi Prof. Noorhaidi Hasan dari UIN Sunan Kalijaga, ada tiga tokoh daAoi yang memulai dakwah salaf pada sekitar awal Mursal. AoPemikiran Pendidikan Islam Menurut Buya HamkaAo. Kreatifitas 11, no. 197 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Sanusi. Pebri Azhari Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta __________________________________________________________________ decade 1980, yaitu Ustadz Abu Nida Chomsaha Sofwan. Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron dan Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin. Ustadz Abu NidaAo yang bernama lengkap Chomsaha Sofwan lahir di Gresik, pada tahun 1954. Sedangkan istrinya bernama Noviawati yang berasal dari Minang. Padang. Ustadz Abu NidaAo Chomsaha bin Sofwan adalah salah satu tokoh Salafi penting di Indonesia yang banyak terlibat dalam pengembangan dakwah dan pendidikan Islam. Pemikirannya sangat dipengaruhi oleh prinsip-prinsip Salafiyah yang mendorong pemurnian Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah. Beliau menekankan pada pentingnya tauhid dan penolakan terhadap praktik-praktik yang dianggap bid'ah dalam masyarakat Islam tradisional. Dalam dunia pendidikan. Abu NidaAo berperan besar dalam mendirikan beberapa lembaga pendidikan Islam, seperti MaAohad Jamilurrahman AsSalafi di Bantul dan Islamic Center Bin Baz, yang kini memiliki puluhan cabang di seluruh Indonesia. Melalui lembaga-lembaga ini, beliau menyebarkan manhaj Salafi dan mempersiapkan generasi muda dengan pengajaran Islam yang ketat berdasarkan ajaran salafus shalih. Selain mendirikan pondok pesantren. Ustadz Abu NidaAo juga mengadakan berbagai kegiatan dakwah seperti halaqah dan dauroh mahasiswa di Yogyakarta, terutama di sekitar Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Ini menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan Islam yang inklusif namun tetap berpegang pada prinsip Salafiyah. Konsep pendidikan yang ditawarkan adalah pendidikan yang berfokus pada pemahaman Islam berdasarkan ajaran para generasi awal Islam . alafus sali. Di kenal dengan gerakan Salafiyah, yang berusaha merujuk langsung kepada Al-Qur'an dan sunnah dengan pemahaman para sahabat, tabiin, dan tabi'ut tabiin. Diantara karakteristiknya adalah: Penekanan pada Manhaj Salaf, pemikiran Abu Nida sangat prinsip-prinsip Salafiyah. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Pengertian. Teori dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam __________________________________________________________________ pentingnya kembali kepada ajaran Islam yang murni, sebagaimana dipahami oleh generasi awal Islam, yakni para sahabat Nabi Muhammad shallallaahu Aoalaihi wasallam, tabiin, dan tabi'ut tabiin. Abu Nida percaya bahwa metode pemahaman agama yang paling benar adalah yang merujuk kepada tafsiran mereka. Tauhid sebagai Fondasi Utama. Salah satu elemen penting dalam pemikiran Abu Nida adalah konsep tauhid . eesaan Alla. Dalam dakwahnya. Abu Nida sering mengutamakan pentingnya menegakkan tauhid dalam kehidupan Muslim. Ia mengajarkan bahwa tauhid adalah dasar dari seluruh amalan, dan setiap Muslim harus menjaga . enyekutukan Alla. Penolakan terhadap Bid'ah. Pemikiran Salafi yang diusung oleh Abu Nida sangat menekankan penolakan terhadap bid'ah . novasi dalam ibadah yang tidak memiliki dasar dari Al-Qur'an dan Sunna. sering mengingatkan umat agar berhati-hati dalam melakukan praktikpraktik keagamaan yang tidak ada dalam ajaran Islam yang murni. Bagi Abu Nida, segala bentuk ibadah harus berdasarkan dalil yang jelas dari Al-Qur'an dan sunnah. Penghormatan pada Ulama Salaf. Abu Nida memandang ulama-ulama Salaf sebagai sumber otoritatif dalam pemahaman agama. Ia sering merujuk pada pemikiran dan fatwa para ulama Salaf, seperti Imam Ahmad bin Hanbal. Ibn Taimiyah, dan Muhammad bin Abdul Wahhab. Penghormatan terhadap ulama-ulama ini adalah bagian dari keyakinannya bahwa mereka adalah perantara yang paling kredibel dalam memahami ajaran Islam. Menjaga Kemurnian Aqidah. Abu Nida dalam dakwahnya sangat menekankan pentingnya menjaga kemurnian aqidah . Menurutnya, umat Islam harus selalu berusaha memahami dan memperbaiki aqidah mereka agar selaras dengan ajaran yang benar. 199 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Sanusi. Pebri Azhari Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta __________________________________________________________________ Pemurnian aqidah menjadi fokus utama dalam banyak ceramah dan . Pendidikan dan Tarbiyah. Abu Nida juga memberikan perhatian besar pada pendidikan Islam, khususnya dalam membangun generasi Muslim yang kuat dalam aqidah dan ibadah. Ia menekankan pentingnya tarbiyah . dalam mendidik anak-anak dan remaja Muslim agar tumbuh dengan landasan agama yang kokoh, berpegang teguh pada Al-Qur'an dan sunnah. Pentingnya Ittiba' (Mengikuti Nabi Muhammad shallallaahu Aoalaihi wasalla. Abu Nida juga mengajarkan bahwa setiap Muslim harus mengikuti Nabi Muhammad shallallaahu Aoalaihi wasallam dalam segala aspek kehidupan. Ini termasuk dalam hal ibadah, akhlak, dan cara berinteraksi dengan sesama. Ittiba' atau mengikuti sunnah Nabi dianggap sebagai kewajiban yang harus dipegang teguh oleh setiap Muslim yang ingin meniti jalan yang benar. Menekankan Pentingnya Ukhuwah (Persaudaraa. , dalam konteks sosial. Abu Nida juga menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah . ersaudaraan dalam Isla. Ia sering mengajak umat untuk saling menjaga persatuan dan menjauhi perpecahan di antara sesama Muslim, namun tetap berdasarkan pada kebenaran ajaran Islam yang . Dakwah Amar Ma'ruf Nahi Munkar, dakwah yang disampaikan oleh Abu Nida juga mencakup prinsip amar ma'ruf nahi munkar . engajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkara. Baginya, ini adalah tugas setiap Muslim untuk menegakkan kebaikan di masyarakat dan menolak hal-hal yang bertentangan dengan syariat. Pemikiran Abu Nida sangat berfokus pada prinsip-prinsip Salafi yang menekankan pentingnya kembali kepada ajaran Islam yang murni, menjaga kemurnian tauhid dan aqidah, serta menolak bid'ah. Dakwahnya berpusat pada prinsip bahwa Al-Qur'an dan sunnah harus dijadikan pedoman utama BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Pengertian. Teori dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam __________________________________________________________________ dalam setiap aspek kehidupan, dengan pemahaman yang merujuk kepada para ulama Salaf12. Pendidikan Islam Kontemporer Pendidikan Islam di Indonesia terus berkembang dengan dinamika yang kompleks, dipengaruhi oleh faktor sosial, politik, dan globalisasi. Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, memiliki beragam institusi pendidikan Islam mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, baik yang berbasis pesantren, madrasah, maupun sekolah-sekolah umum yang mengajarkan pendidikan agama Islam. Perkembangan Pesantren dan Madrasah, pesantren merupakan salah satu bentuk pendidikan Islam tertua di Indonesia dan telah mengalami transformasi signifikan. Dari institusi tradisional yang fokus pada pengajaran kitab kuning dan ilmu agama, banyak pesantren kini mengadopsi sistem pendidikan formal yang mengajarkan ilmu-ilmu Selain itu, pesantren modern mengintegrasikan pendidikan agama dengan kurikulum nasional. Pesantren-pesantren ini mencakup pesantren salafiyah yang masih berpegang pada metode pengajaran tradisional, serta pesantren khalafiyah yang mengkombinasikan pengajaran agama dengan ilmu-ilmu modern. Sedangkan madrasah, sebagai sistem pendidikan formal berbasis agama Islam, juga telah memainkan peran penting dalam pendidikan Islam di Indonesia. Madrasah memiliki tiga jenjang utama: Madrasah Ibtidaiyah . etara SD). Madrasah Tsanawiyah . etara SMP), dan Madrasah Aliyah . etara SMA). Lembaga ini dikelola oleh Kementerian Agama dan mengajarkan kurikulum yang memadukan ilmu agama dengan pendidikan umum. Namun, meskipun pesantren dan madrasah berkembang, tantangan utama masih ada, termasuk dalam hal kualitas Qiyadah Robbaniyah and Roidah Lina. AoKonstribusi Pemikiran AbuNidy Dalam Pengembangan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Di IndonesiaAo. JIPSI 1, no. https://journal. id/index. php/JIPSI. 201 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Sanusi. Pebri Azhari Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta __________________________________________________________________ pengajaran, sarana dan prasarana yang terbatas, serta kesenjangan mutu antara daerah perkotaan dan pedesaan. Pendidikan Islam di Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi Islam juga menjadi aspek penting dalam pendidikan Islam di Indonesia. Universitas Islam Negeri (UIN). Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) pengembangan ilmu-ilmu Islam yang lebih akademis. Banyak perguruan tinggi Islam kini menawarkan program studi yang luas, termasuk ekonomi syariah, hukum Islam, dan ilmu sosial keislaman. Meskipun jumlah perguruan tinggi Islam terus meningkat, masih terdapat beberapa tantangan yang signifikan, seperti pengembangan kualitas dosen, riset, dan akses terhadap sumber daya akademik yang Tantangan Isu Mutakhir. Kurikulum Inovasi, pengembangan kurikulum pendidikan Islam menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman, terutama terkait dengan isu-isu seperti teknologi digital, pendidikan karakter, dan isuisu global lainnya seperti toleransi, perdamaian, dan keadilan sosial. Tantangan lainnya adalah bagaimana pendidikan Islam dapat memberikan pemahaman keagamaan yang moderat di tengah isu radikalisme dan intoleransi, . Kesenjangan Kualitas, kualitas pendidikan di pesantren dan madrasah sering kali tidak merata. Lembaga-lembaga di daerah pedesaan biasanya memiliki fasilitas yang lebih terbatas dibandingkan dengan yang berada di perkotaan. Kesenjangan ini mencakup sumber daya manusia, fasilitas, dan kualitas pengajaran, . akses terhadap pendidikan, masih ada tantangan dalam hal akses pendidikan di beberapa wilayah terpencil di Indonesia. Banyak lembaga pendidikan Islam, terutama di wilayah terpencil dan miskin, masih berjuang untuk memberikan pendidikan yang berkualitas, . peran pemerintah, pemerintah melalui Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan terus mendorong BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Pengertian. Teori dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam __________________________________________________________________ peningkatan mutu pendidikan Islam. Salah satu inisiatif yang diambil Madrasah Unggulan menyetarakan madrasah dengan sekolah umum dalam hal kualitas Globalisasi dan Pendidikan Islam, globalisasi juga membawa pengaruh terhadap pendidikan Islam di Indonesia. Banyak institusi pendidikan Islam mulai mengadopsi standar internasional, baik dalam hal kurikulum maupun bahasa pengantar. Beberapa sekolah Islam terpadu dan pesantren modern telah mulai mengajarkan mata pelajaran dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab, untuk menyiapkan siswa bersaing di tingkat global. Pendidikan Islam di Indonesia saat ini sedang berada dalam masa perkembangan yang pesat, namun masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal kualitas dan akses. Pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi Islam memainkan peran penting dalam membentuk generasi Muslim yang berpendidikan dan religius. Upaya peningkatan kualitas pendidikan Islam melalui modernisasi kurikulum dan peningkatan fasilitas menjadi agenda utama untuk menjawab tantangan zaman. Ruang Lingkup Isu-isu Kontemporer Pendidikan Islam Ruang lingkup isu-isu kebijakan pendidikan islam diantaranya meliputi . penerapan student centered approach, . kurikulum, . peningkatan kualitas pendidik, . pengelolaan peserta didik, . penganggaran, . peningkatan mutu pembelajaran, . kompetensi lulusan, dan . pengelolaan sarana dan Kendala dalam pendidikan islam di Indonesia secara umum diidentifikasikan dalam empat krisis pokok, yakni menyangkut masalah. kualitas, relevansi, elitisme dan manajemen14. Isu-isu tersebut hingga saat ini Meilinda Sari Putri and Qolbi Khoiri. AoIsu-Isu Kebijakan Pendidikan IslamAo. Journal on Education 05, no. : 4582Ae88. Deri Wanto. AoKENDALA DAN PERBAIKAN PENDIDIKAN ISLAM YANG IDEAL: Evaluasi Dan Proposisi Terhadap PTKI Di IndonesiaAo. Conciecia 18, no. 203 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Sanusi. Pebri Azhari Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta __________________________________________________________________ masih menuai pro dan kontra, seiring dengan pemahaman pendidikan islam yang berkembang di masyarakat, yang dianggap sesuai dengan pemikiran individu masing-masing. Kesimpulan Berdasarkan literatur diatas, peneliti menyimpulkan bahwa pengertian isu-isu pendidikan islam merupakan masalah-masalah atau polemik yang terjadi saat ini, terkait dengan perubahan fungsi, tujuan, dan komponen-komponen pendidikan islam yang lainnya, yang menimbulkan perbedaan pandangan dan pemikiran seseorang atau organisasi. Kemunculnya isu-isu kebijakan pendidikan islam tersebut merupakan suatu keniscayaan, dikarenakan perbedaan pandangan dan pemikiran dari para pelaku pendidikan, baik lembaga pendidikan maupun individu masyarakat. Para ulama dan tokoh-tokoh islam yang terpercaya, telah berupaya menjaga kemurnian agama islam, hanya saja sumber utama yang harus mendapatkan perhatian secara intensif adalah kondisi kejiwaan dan keimaan dari para pelaku pendidikan itu sendiri, baik lembaga pendidikan dan segenap warganya, maupun individu masyarakat sebagai subjek pendidikannya. Isu-isu terkait pendidikan islam akan selalu berkembang, seiring dengan perkembangan zaman, akan tetapi jika pelaku pendidikan mempunyai ruh keislaman, serta iman yang kuat untuk berusaha menjaga syariAoat dan tidak memperturutkan hawa nafsunya, maka kemurnian pendidikan agama islam akan tetap terjaga, semakin besar kemungkinan tujuan pendidikan islam tercapai, yaitu meraih kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Ruang lingkup isu-isu pendidikan islam meliputi. penerapan student centered approach, kurikulum, peningkatan kualitas pendidik, pengelolaan peserta didik, penganggaran, peningkatan mutu pembelajaran, kompetensi lulusan, pengelolaan sarana dan prasarana, yang kesemuanya terangkum dalam empat krisis pokok, yaitu kualitas, relevansi, elitisme dan manajemen. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Pengertian. Teori dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam __________________________________________________________________ Daftar Pustaka