Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science Vol. No. Mei 2026, pp. Pelayanan Transaksi Proses Administrasi Perkara Melalui BSI Agen di Pengadilan Agama Tiara Nopitasari1. Rena Yuliana2 Universitas Nusa Putra Article Info ABSTRAK Article history: Laporan ini disusun sebagai hasil dari kegiatan magang yang dilakukan di Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Sukabumi, dengan fokus pada pelayanan transaksi dan proses administrasi perkara di Pengadilan Agama. Program magang ini bertujuan untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik langsung di lapangan, serta untuk menambah wawasan, keterampilan, dan pengalaman kerja di dunia profesional. Kegiatan magang melibatkan berbagai aktivitas, mulai dari pelayanan nasabah dalam pembukaan rekening dan pelunasan haji, pengarsipan dokumen, registrasi barang operasional, hingga pelayanan langsung di Pengadilan Agama yang terkait dengan sistem pembayaran perkara melalui virtual account BSI. Penulis juga terlibat dalam pengumpulan survei kepuasan nasabah dan penyebaran informasi produk perbankan melalui media digital internal. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara institusi keuangan syariah dan lembaga peradilan mampu memberikan layanan yang lebih efisien dan transparan kepada masyarakat. Selain itu, penulis memperoleh pemahaman mendalam mengenai sistem kerja di perbankan syariah dan pengadilan, serta pentingnya profesionalisme dan inovasi dalam pelayanan publik berbasis digital. Magang ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam membentuk kesiapan kerja dan pengembangan karakter mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja secara nyat. Received May, 2026 Revised May, 2026 Accepted May, 2026 Kata Kunci: Bank Syariah Indonesia. Pengadilan Agama. Transaksi. Virtual Account. Pelayanan Publik. Internship Keywords: Bank Syariah Indonesia. Religious Court. Transactions. Virtual Account. Public Services. Internship ABSTRACT This report was compiled as a result of an internship at Bank Syariah Indonesia (BSI) Sukabumi Branch Office, focusing on transaction services and case administration processes at the Religious Court. This internship program aimed to integrate the theory learned during lectures with hands-on practice, as well as to broaden insight, skills, and work experience in the professional world. The internship involved various activities, ranging from customer service in opening accounts and paying Hajj pilgrimages, document archiving, operational item registration, and direct service at the Religious Court related to the BSI virtual account payment system. The author was also involved in collecting customer satisfaction surveys and disseminating banking product information through internal digital media. The results of this activity demonstrate that collaboration between Islamic financial institutions and the judiciary can provide more efficient and transparent services to the public. Furthermore, the author gained a deeper understanding of the working systems of Islamic banking and the courts, as well as the importance of professionalism and innovation in digital-based public services. This internship provides invaluable Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jbmws Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science A 132 experience in shaping students' work readiness and character development before entering the real world of work. This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Name: Tiara Nopitasari Institution: Universitas Nusa Putra Email: tiara. nopitasari_mn22@nusaputra. PENDAHULUAN Internship merupakan salah satu cara mahasiswa untuk mengaplikasikan teori dan konsep yang telah dipelajari di kelas dalam situasi nyata di lapangan. Ini membantu memahami bagaimana pengetahuan akademis dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah nyata dan membuat keputusan yang efektif. Pengalaman praktis yang diperoleh selama internship meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa menjadi lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan di tempat kerja, serta lebih memahami ekspektasi dan tanggung jawab profesional. Internship juga berfungsi sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri, memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta bekerja pada pengembangan diri secara keseluruhan. Pengalaman ini membantu menjadi individu yang lebih matang dan profesional. Dalam pelaksanaan magang, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan untuk menyelesaikan studi kasus yang diberikan di tempat Mahasiswa juga diwajibkan mematuhi peraturan yang berlaku dan hadir di kantor setiap hari Senin hingga JumAoat selama periode 5 bulan. Pemilihan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai tempat magang dilakukan karena kesesuaian bidang pekerjaan perusahaan dengan jurusan Teknologi Informasi yang diambil oleh penulis (Younki, 2. Perkembangan teknologi yang semakin maju di zaman milenial ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Dimana segala sesuatu secara perlahan mulai beralih ke arah digital yang akan membuat aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien. Digitalisasi telah melakukan perubahan di dalam kehidupan kita, apapun yang dibutuhkan dapat dilayani, sehingga memudahkan masyarakat dalam beraktivitas. Bagi perbankan, digitalisasi merupakan keharusan, karena setiap nasabah mengharapkan kecepatan, kemudahan, fleksibel, dan kenyamanan dari sebuah pelayanan. Dunia perbankan sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat pada umumnya. Karena banyak manfaat yang diperoleh masyarakat dalam menggunakan produk Ae produk perbankan. Diantaranya tabungan, deposito, reksadana dan lain-lain. Nasabah mengharapkan dana mereka dapat aman dan dikelola dengan baik oleh pihak pengelola perbankan. Persaingan antar bank juga tidak bisa dihindari, sehingga masing Ae masing bank berlomba Ae lomba untuk berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan. (Mayangsari dan Prastiwi, 2016: . Bank Syariah Indonesia (BSI) adalah lembaga perbankan di Indonesia yang mengoperasikan layanannya berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam. BSI terbentuk dari penggabungan beberapa bank syariah utama di Indonesia, yaitu Bank Syariah Mandiri. BNI Syariah, dan BRI Syariah. Penggabungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk menguatkan dan meningkatkan efisiensi sektor perbankan syariah di negara tersebut (Salsabila, 2. Bank Syariah Indonesia (BSI) memiliki komitmen untuk memuaskan nasabah dengan meningkatkan layanan pada masyarakat. Menurut Shopia . 0: . Dengan adanya fasilitas Vol. No. Mei 2026, pp. Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science A 133 Electronic Delivery Channel yang telah mendorong layanan perbankan menjadi relatif tak terbatas, baik dari segi waktu maupun jangkauan wilayah. Tingkat kepercayaan, keamanan, kemudahan penggunaan menjadi poin pertimbangan bagi nasabah untuk melakukan transaksi keuangan. Akan tetapi, yang paling berpengaruh untuk tingkat persaingan yang terjadi antar bank adalah faktor fasilitasi pelayanan jasa bank dalam memberikan kemudahan bertransaksi bagi nasabahnya. Kemudian, ketika faktor lain sudah memberikan hasil yang memuaskan bagi nasabah, maka selanjutnya yang dicari oleh nasabah adalah seberapa canggih dan banyaknya fasilitas yang memberikan kemudahan dalam bertransaksi. Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh pihak bank untuk terus melakukan inovasi terhadap kualitas pelayanan yang lebih baik lagi. Agen BSI Smart merupakan salah satu contoh inovasi produk yang memungkinkan masyarakat pedesaan untuk mengakses layanan perbankan syariah dengan lebih mudah. Agen BSI Smart berperan sebagai perpanjangan tangan bank syariah dalam menyediakan layanan perbankan bagi masyarakat pedesaan yang jauh dari kantor cabang bank. Mereka menyediakan berbagai layanan perbankan, seperti tarik tunai, transfer, pembelian pulsa, dan pembayaran tagihan Listrik (MUSTINA, 2. Administrasi perkara di Pengadilan Agama memegang peranan penting dalam mendukung efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas peradilan. Inovasi pelayanan transaksi administrasi perkara melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) diharapkan dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan layanan bagi masyarakat pencari keadilan (Dedi, 2. Pelayanan administrasi perkara di pengadilan saat ini semakin mengarah pada digitalisasi dan kemudahan akses bagi masyarakat pencari keadilan. Salah satu inovasi penting adalah penggunaan aplikasi e-Court yang memungkinkan pendaftaran perkara, pembayaran biaya perkara, pemanggilan, dan persidangan dilakukan secara elektronik. Dalam konteks pembayaran biaya perkara. Pengadilan Agama telah menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk menyediakan layanan pembayaran virtual account yang memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran secara online melalui rekening BSI. Aplikasi E-Court adalah aplikasi yang memungkinkan para pencari keadilan dapat melakukan pendaftaran perkara perdata . ntuk saat in. baik itu gugatan maupun permohonan secara online, dapat melakukan pembayaran panjar biaya perkara tanpa harus datang ke pengadilan, dan bahkan pemanggilannya dilakukan secara Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan aplikasi E-Court dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan public (Prabawati et al. , 2. Sistem ini dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses administrasi perkara serta meminimalisir hambatan seperti keterlambatan pembayaran yang bisa menghambat proses Jika terjadi kendala dalam pembayaran virtual account, tersedia alternatif transfer manual ke rekening perkara BSI dengan prosedur konfirmasi yang jelas agar pelayanan tetap lancar. TINJAUAN PUSTAKA 1 Pelayanan Administrasi Perkara Berbasis Elektronik (E-Cour. E-Court merupakan implementasi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diatur dalam Perpres 95/2018. Kemudian, e-court merupakan sebuah instrumen Pengadilan dan program Mahkamah Agung sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat dalam hal Pendaftaran perkara secara online. Taksiran Panjar Biaya secara elektronik. Pembayaran Panjar Biaya secara online. Pemanggilan secara online dan Persidangan secara online mengirim dokumen persidangan (Replik. Duplik. Kesimpulan. Jawaba. Penerapan sistem E-Court di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru berlandaskan pada Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan secara Elektronik. Sebagai langkah awal untuk memperkenalkan dan mengedukasi berbagai pihak terkait, diadakan acara sosialisasi dan simulasi E-Court pada tahun 2019. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh anggota keluarga besar PTUN Pekanbaru serta para Vol. No. Mei 2026, pp. Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science A 134 advokat yang tergabung dalam berbagai organisasi profesi, seperti Persatuan Advokat Indonesia (PERADI). Kongres Advokat Indonesia (KAI), dan Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) (TETRIANA, 2. 2 Bank Syariah Indonesia (BSI) Bank syariah Indonesia (BSI) resmi beroperasi pada 1 februari 2021. BSI merupakan bank syariah di Indonesia hasil penggabungan (Merge. tiga bank syariah dari himpunan bank milik negara (HIMBARA), yaitu: bank BRI Syariah (BRIS), bank syariah mandiri (BSM), dan bank BNI syariah (BNIS). Terobosan kebijakan pemerintah untuk melakukan merger 3 bank syariah ini diharapkan dapat memberikan pilihan lembaga keuangan baru bagi masyarakat sekaligus mampu mendorong perekonomian nasional. Sebelumnya, kementrian badan usaha milik negara (BUMN) pada tanggal 12 oktober 2020 mengumumkan secara resmi bahwa telah dimulai proses merger tiga bank umum syariah anak usaha BUMN dan ditargetkan selesai pada bulan februari 2021. Beberapa pertimbangan yang mendorong proses merger di sampaikan mentri BUMN Erick Tohir, antara lain pemerintah melihat bahwa penetrasi perbankan syariah di Indonesia sangat jauh ketinggalan di banding dengan bank konvensional. Di samping itu, pemerintah melihat peluang bahwa merger ini bisa membuktikan sebagai negara dengan mayoritas muslim punya bank syariah kuat secara fundamental (Irawan et al. 3 Kualitas pelayanan Kualitas Pelayanan dapat diartikan sebagai berfokus pada memenuhi kebutuhan dan persyaratan, serta pada ketepatan waktu untuk memenuhi harapan pelanggan. Kualitas Pelayanan berlaku untuk semua jenis layanan yang disediakan oleh perusahaan saat klien berada di perusahaan. Kualitas Pelayanan didefinisikan sebagai tindakan atau perbuatan seorang atau organisasi bertujuan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan ataupun karyawan. Oleh karena itu, kepuasan menjadi salah satu penentu dan perhatian utama dari perusahaan untuk menarik perhatian para pelanggan mereka (FF Ginting, 2. METODE PENELITIAN Bab ini menjelaskan mengenai metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data dan informasi selama pelaksanaan kegiatan internship. Data diperoleh melalui beberapa metode seperti observasi langsung, wawancara, dan praktik kerja secara langsung di instansi terkait. Observasi dilakukan secara langsung terhadap aktivitas pelayanan transaksi dan administrasi perkara di Pengadilan Agama yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia. Dalam proses observasi ini, penulis mengamati alur pelayanan dari awal hingga akhir, termasuk interaksi antara petugas bank dengan masyarakat serta sistem pembayaran virtual account. 2 Wawancara dilakukan secara langsung kepada karyawan Bank Syariah Indonesia, baik dari bagian customer service, teller, hingga staf back office. Wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai prosedur kerja, kendala yang dihadapi, serta inovasi layanan yang diterapkan. Selama kegiatan internship, penulis terlibat secara aktif dalam berbagai aktivitas pelayanan transaksi dan administrasi perkara, seperti proses pembukaan rekening nasabah, pengarsipan dokumen, pengecekan SLIK, hingga pelayanan kepada nasabah pelunasan haji. Melalui praktik langsung ini, penulis mendapatkan pengalaman yang nyata terkait prosedur dan sistem kerja yang berlangsung di lapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan internship di Bank Syariah Indonesia (BSI) serta keterkaitannya dengan bidang keilmuan yang dipelajari. Hasil Vol. No. Mei 2026, pp. Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science A 135 penelitian diperoleh melalui observasi langsung dan keterlibatan dalam kegiatan operasional selama internship. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam berbagai aktivitas operasional perbankan, seperti pelaksanaan Customer Satisfaction Survey, pengecekan data nasabah melalui sistem IDEB/SLIK, kegiatan administrasi berupa pencatatan register buku tabungan dan ATM, serta membantu tugas teller dalam penyusunan dokumen transaksi. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan internship mampu memberikan pemahaman praktis terkait sistem kerja perbankan yang sebelumnya hanya dipelajari secara teoritis. Selain itu, ditemukan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan kemampuan komunikasi, terutama dalam berinteraksi dengan nasabah. Kemampuan ini berkembang melalui kegiatan pelayanan langsung serta penyebaran informasi produk perbankan. Dari sisi manajemen operasional, mahasiswa juga memahami pentingnya ketelitian dalam pengelolaan data dan administrasi, yang merupakan bagian penting dalam menjaga akurasi dan keamanan informasi Namun, terdapat beberapa hal yang tidak ditemukan secara optimal dalam kegiatan ini, yaitu keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan keputusan strategis serta pemahaman mendalam terkait analisis keuangan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kewenangan mahasiswa sebagai internship yang lebih difokuskan pada kegiatan operasional dasar. Di sisi lain, ditemukan pula hal yang tidak diharapkan sebelumnya, yaitu tingkat kompleksitas sistem kerja perbankan yang cukup tinggi, terutama dalam penggunaan teknologi digital dan prosedur administrasi yang Mahasiswa awalnya menganggap kegiatan perbankan bersifat sederhana, namun dalam praktiknya memerlukan ketelitian dan pemahaman sistem yang baik. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa temuan ini secara umum konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kegiatan internship atau internship mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa, baik dari segi keterampilan teknis maupun soft skills. Kegiatan ini terbukti menjadi sarana efektif dalam menghubungkan teori dengan praktik di dunia Secara personal, peneliti berpendapat bahwa pengalaman langsung di lapangan memberikan pembelajaran yang lebih mendalam dibandingkan pembelajaran di kelas. Hal ini karena mahasiswa dapat melihat secara nyata bagaimana sistem kerja diterapkan serta menghadapi situasi yang tidak selalu sesuai dengan teori. Namun demikian, terdapat kemungkinan interpretasi lain terhadap temuan ini, yaitu bahwa peningkatan kemampuan mahasiswa tidak hanya disebabkan oleh kegiatan internship, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi individu, lingkungan kerja yang suportif, serta bimbingan dari pegawai di instansi terkait. Penelitian ini juga memiliki beberapa keterbatasan, antara lain keterbatasan waktu pelaksanaan yang relatif singkat serta ruang lingkup kegiatan yang terbatas pada operasional dasar. Keterbatasan ini dapat mempengaruhi kedalaman pemahaman mahasiswa terhadap seluruh aspek Meskipun demikian, hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam memberikan pemahaman baru bahwa kegiatan internship tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan dunia kerja, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kompetensi profesional mahasiswa secara bertahap. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman praktis memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa. Dari segi validitas eksternal, hasil penelitian ini memiliki tingkat generalisasi yang cukup baik, terutama pada konteks lembaga keuangan yang memiliki sistem operasional serupa. Namun, generalisasi ke sektor lain perlu dilakukan dengan hati-hati karena adanya perbedaan karakteristik organisasi dan jenis pekerjaan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kualitas program -internship, baik dari segi durasi, variasi kegiatan, maupun keterlibatan mahasiswa dalam tugas yang lebih Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih komprehensif bagi Selain itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengkaji lebih dalam mengenai pengaruh kegiatan internship terhadap kesiapan kerja mahasiswa secara jangka panjang, serta untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan efektivitas program tersebut. Vol. No. Mei 2026, pp. Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science A 136 Selain itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengkaji lebih dalam mengenai pengaruh kegiatan internship terhadap kesiapan kerja mahasiswa secara jangka panjang, serta untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan efektivitas program tersebut. Adapun uraian tugas di Bank Syariah Indonesia yang harus dilaksanakannya adalah sebagai berikut: Branch Manager (BM) adalah struktur tertinggi di kantor Cabang yang bertanggung jawab atas keseluruhan berjalannya system operasional perbankan di level kantor Cabang dan membawahi keseluruhan manager, baik bisnis maupun operasional. Kepala Kantor Cabang bertugas dalam memimpin dan mengawasi jalannya pencapaian target bisnis perbankan sehari-hari. Branch Operation and Service Manager (BOSM) Tugas dari Branch Operation and Service Manager adalah bertanggung jawab terhadap kegiatan operasional di Cabang dan melakukan fungsi kontrol dan supervise terhadap pekerjaan teller, customer service dan security membantu kepala cabang Manager dalam pelaksanaan rencana kerja tahunan, rencana operasional dan pelayanan dengan mengikuti aturan compliance dan control serta menjalankan dan mengikuti rencana kerja tersebut, bertanggung jawab penuh terhadap kegiatan Back Office dan operasional di cabang serta dapat membantu memberikan solusi terhadap permasalahan operasional serta memonitor penyelesaianya. Melakukan maintenance dan pemeriksaan harian untuk laporan CIF, pembukaan rekening, pelaporan BI. Line Of Business, verifikasi nasabah, neraca dan laba rugi. Customer Service berfungsi sebagai staff pelaksana dari front office yang bertugas untuk membuat segala sesuatu yang berhubungan dengan pelayanan nasabah sesuai dengan prinsip syariah, melayani pembukaan rekening, tabungan, dan menangani keluhan nasabah. Teller Teller bertugas dalam penerimaan dan penarikan pembayaran uang serta mengukur dan memelihara saldo atau posisi uang kas yang ada dalam tempat khasanah Bank dan dapat pula melakukan pekerjaan lain sesuai dengan ketentuan atau policy perbankan. Back Office Center . Bertanggung jawab dalam mengelola laporan keuangan, laporan penjualan, dan . Memonitoring terhadap invoice serta pemasaran. Bertanggung jawab atas pengurusan berkas pembelian. Bertanggung jawab pada laporan pengecekan barang. Funding & Transaction Representative Berikut adalah tugas-tugas utama dari seorang Pawning Sales Officer: Promosi dan Penjualan Produk Gadai: Pawning Sales Officer bertanggung jawab untuk mempromosikan produk gadai kepada nasabah potensial. Mereka harus menjelaskan manfaat dan keuntungan produk gadai yang ditawarkan oleh bank, serta memastikan bahwa nasabah memahami prosedur dan syarat gadai. Penilaian Aset Gadai: Mereka bertugas untuk menilai aset yang akan digadaikan oleh nasabah, seperti emas atau barang berharga lainnya. Penilaian ini penting untuk menentukan nilai pinjaman yang bisa diberikan berdasarkan nilai taksir aset Secara keseluruhan. Pawning Sales Officer berperan penting dalam memaksimalkan pendapatan bank dari produk gadai sambil memberikan layanan yang memuaskan kepada nasabah. Driver Bertugas untuk mengantar para karyawan dalam perjalanan dinas, pengantaran uang, collection, menemui nasabah, dan kegiatan lainnya. Vol. No. Mei 2026, pp. Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science A 137 Security Tugas utama dari security adalah bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan Perusahaan, khususnya di bank BSI KC Sukabumi A. Yani agar terkendali dan menjadi pemandu apabila ada nasabah yang Office Boy Tugas dari Office Boy sendiri adalah menjaga kebersihan dan kenyamanan kantor, membantu para karyawan apabila membutuhkan sesuatu. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian mengenai pelaksanaan kegiatan internship di Bank Syariah Indonesia (BSI), dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam kegiatan operasional perbankan, seperti pelayanan nasabah, administrasi data, serta penggunaan sistem digital. Temuan ini membuktikan bahwa kegiatan internship mampu menjembatani kesenjangan antara teori yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan praktik di dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kemampuan komunikasi, ketelitian dalam bekerja, serta pemahaman terhadap sistem kerja yang terstruktur. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan mahasiswa masih terbatas pada kegiatan operasional dasar dan belum mencakup aspek strategis, seperti pengambilan keputusan dan analisis keuangan secara mendalam. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa program internship memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Meskipun demikian, terdapat keterbatasan dalam penelitian ini, seperti durasi kegiatan yang terbatas serta ruang lingkup pekerjaan yang belum menyeluruh, sehingga dapat mempengaruhi kedalaman pemahaman yang diperoleh. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa program internship perlu terus dikembangkan agar memberikan pengalaman yang lebih komprehensif, baik dari segi variasi kegiatan maupun tingkat keterlibatan mahasiswa. Selain itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengkaji dampak jangka panjang kegiatan internship terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan internship merupakan tahap awal yang penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja, khususnya di bidang perbankan syariah, serta berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional. DAFTAR PUSTAKA