HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828Universitas Nias Raya PENYEDIAAN TEMPAT SAMPAH DAN SAPU LIDI UNTUK MENUNJANG KEBERSIHAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DI DESA HILILAZA KECAMATAN TELUK DALAM KABUPATEN NIAS SELATAN Pengalaman Dakhi1. Lilismawati Duha2. Nemia Srida Y. Manao3. Antonius Buulolo4. Enjelita Zalogo5. Niar Silis D. Maduwu6. Nilda Claresta Saota7. Efodian Maruao8. Yakin Kasih Ndruru9. Erniwati Zebua10. Ika Sri F. FinowaAoa11. Anita Zalogo12 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11 Pemerintahan Desa Hililaza. Kec. Teluk Dalam Universitas Nias Raya . vodianmaruao23g@gmail. com1, lilisduha316@gmail. manaonemiasridayanti@gmail. com3, buulilotoni@gmail. com4, zallenjel@gmail. niarmaduwu21@gmail. com6, nildasaota7@gmail. pengalamandakhi@gmail. com8, yakinndr@gmail. erniwatizebua35@gmail. com10, ikasryfirdiantifinowaa@gmail. anita10@gmail. Abstrak Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Nias Raya yaitu KKN (Kuliah Kerja Nyat. Tujuan dari kegiatan KKN ini diantaranya yaitu melaksanakan bermasyarakat, memperluas hubungan baik antara universitas dengan pemerintah serta masyarakat sasaran dan membantu terwujudnya ketersediaan data atau profil desa dengan mengidentifikasi serta menganalisis data yang dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan desa dengan target tujuan pembangunan berkelanjutan. Pelaksanaan KKN dilaksanakan di beberapa desa yang terdapat di kabupaten Nias Selatan, salah satunya adalah Desa Hililaza. Kecamatan Teluk Dalam. Kabupaten Nias Selatan, mulai dari tanggal 12 Juli sampai tanggal 22 Agustus 2025. Desa Hililaza merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Teluk Dalam, kabupaten Nias Selatan. Desa Hililaza terlihat sudah cukup baik dalam beberapa aspek diantaranya Copyright . Pengalaman Dakhi. Lilismawati Duha. Nemia Srida Y. Manao. Antonius Buulolo. Enjelita Zalogo. Niar Silis D. Maduwu. Nilda Claresta Saota7. Efodian Maruao. Yakin Kasih Ndruru. Erniwati Zebua. Ika Sri F. FinowaAoa. Anita Zalogo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828Universitas Nias Raya sosial dan ekonomi serta sistem android. KKN diawali dengan proses observasi desa guna menjajagi desa dan melihat potensi desa yang akan menjadi sasaran utama dalam pelaksanaan KKN. Program-program dirancang berurutan mulai dengan diskusi antar kelompok KKN, aparat desa, serta masyarakat setempat, khususnya yang bersangkutan langsung dengan program-program yang dirancang. Pelaksanaan program KKN dilakukan secara seimbang diawali dengan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi di akhir setiap program. Hasil yang dicapai dari keseluruhan program KKN diantaranya membuat tempat sampah, sapu lidi, pembuatan sapta pesona, melakukan gotong royong, memeriahkan hari HUT KEMRI 17 AGUSTUS 2025. Kata kunci: Penyediaan. Tempat Sampah Dan Sapu Lidi. Kebersihan Lingkungan Abstract The community service program conducted by Nias Raya University is called KKN . eal work The objectives of this KKN activity include implementing community service, introducing students to community life, expanding good relations between the university and the government and target communities, and helping to establish the availability of village data or profiles by identifying and analyzing data that can be used for village development planning with the target of sustainable development goals. The KKN progam was implemented in several villages in south Nias Regency, one of which was Hililaza Village, teluk dalam District. South Nias Regency, from july 12 to august 22, 2025. Hililaza village is located in Teluk Dalam sub district. South Nias Regency. Hililaza village apprears to be quite good in several aspects, including social and economic aspects, as well as the android system. The community service program (KKN) begins with a village observation process to explore the village and see the potential of the village which will be the main target in the implementation of KKN. The programs are designed sequentially starting with discussions between KKN groups, village officials, and the local community,especially those directly involved in the designed programs. The implementation of the KKN program is carried out in a balanced manner, starting with planning, implementation, and evaluation at the end of each program. The results achieved from the entire KKN program include making trash bins, broomsticks , making sapta pesona, carrying out mutual cooperation, and celebrating the anniversary of the Indonesian Ministry of Education and Culture on August 17, 2025. Key words : Provision . Enviromental Hygiene . Trash can and broom Copyright . Pengalaman Dakhi. Lilismawati Duha. Nemia Srida Y. Manao. Antonius Buulolo. Enjelita Zalogo. Niar Silis D. Maduwu. Nilda Claresta Saota7. Efodian Maruao. Yakin Kasih Ndruru. Erniwati Zebua. Ika Sri F. FinowaAoa. Anita Zalogo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828Universitas Nias Raya dapat ditekan. Selain itu, kebersihan Pendahuluan Kebersihan lingkungan merupakan lingkungan juga berkontribusi terhadap salah satu faktor mendasar yang berperan penting dalam menciptakan kehidupan lingkungan yang bersih dan rapi dapat masyarakat yang sehat, nyaman, dan menumbuhkan rasa nyaman, tenang, dan Lingkungan yang bersih tidak bahagia bagi masyarakat yang tinggal di Kondisi tersebut mendorong produktivitas dan semangat kerja yang kesehatan, tetapi juga menjadi cerminan lebih tinggi. Namun Kebersihan lingkungan berhubungan erat kebersihan lingkungan masih menjadi dengan berbagai aspek kehidupan, mulai tantangan di berbagai daerah, terutama di wilayah padat penduduk. Masalah seperti produktivitas masyarakat, hingga estetika kurangnya fasilitas pengelolaan limbah. Soemarwoto Menurut dan rendahnya kesadaran masyarakat sehat merupakan salah satu indikator terhadap pentingnya kebersihan sering Upaya manusia sebagai pusat perhatian. Artinya, tanggung jawab individu, melainkan juga sosialisasi, serta program gotong royong bagian dari upaya kolektif dalam menjaga menjadi langkah penting untuk mengatasi Lingkungan memberikan banyak manfaat langsung Pemerintah, membangun budaya hidup bersih dan sehat yang berkelanjutan. Selain faktor kesadaran, dukungan bagi masyarakat. Udara yang segar, air yang tidak tercemar akan mendukung terciptanya Pemerintah dapat menyediakan fasilitas Dengan demikian, risiko penyebaran penyakit seperti diare, demam berdarah, infeksi drainase yang baik, serta ruang terbuka saluran pernapasan, dan penyakit kulit Copyright . Pengalaman Dakhi. Lilismawati Duha. Nemia Srida Y. Manao. Antonius Buulolo. Enjelita Zalogo. Niar Silis D. Maduwu. Nilda Claresta Saota7. Efodian Maruao. Yakin Kasih Ndruru. Erniwati Zebua. Ika Sri F. FinowaAoa. Anita Zalogo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828Universitas Nias Raya Masyarakat pun perlu berperan aktif seperti tempat sampah dan sapu lidi. dalam menjaga kebersihan lingkungan Ismadi . menyatakan bahwa gotong royong merupakan kekuatan sosial yang kebersihan lingkungan secara kolektif. berpartisipasi dalam kegiatan kebersihan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) lingkungan secara rutin. mahasiswa di desa Hililaza hadir sebagai Dengan salah satu bentuk pengabdian kepada Melalui kelompok tertentu, tetapi merupakan penyediaan tempat sampah dan sapu lidi. Melalui terdorong untuk menjaga lingkungan partisipasi aktif semua pihak, lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan adanya program ini, tujuan yang hendak dicapai adalah: fondasi bagi terciptanya kualitas hidup Dengan Menyediakan sarana kebersihan berupa yang lebih baik bagi seluruh warga. tempat sampah dan sapu lidi bagi masyarakat desa Hililaza. Di banyak desa, termasuk desa Hililaza Kecamatan Teluk Meningkatkan Dalam dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kabupaten Nias Selatan, permasalahan Menciptakan lingkungan yang sehat, kebersihan masih menjadi tantangan. Hal nyaman, dan indah di desa Hililaza. ini disebabkan oleh kurangnya sarana dan Metode Pelaksanaan Metode sampah dan alat kebersihan. Keterbatasan penyediaan tempat sampah dan sapu lidi Gotong Hililaza beberapa tahapan, yaitu : Persiapan Program Kegiatan masyarakat dalam menjaga kebersihan yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN sesungguhnya masih menjadi budaya Kelompok II Uniraya diawali dengan yang hidup. Namun, agar budaya ini berjalan optimal, diperlukan dukungan kebersihan lingkungan di Desa Hililaza. Tahap ini merupakan langkah awal yang Copyright . Pengalaman Dakhi. Lilismawati Duha. Nemia Srida Y. Manao. Antonius Buulolo. Enjelita Zalogo. Niar Silis D. Maduwu. Nilda Claresta Saota7. Efodian Maruao. Yakin Kasih Ndruru. Erniwati Zebua. Ika Sri F. FinowaAoa. Anita Zalogo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828Universitas Nias Raya mudah didapat di sekitar wilayah desa, program yang tepat sasaran dan sesuai ramah lingkungan, dan memiliki daya dengan kebutuhan masyarakat setempat. tahan cukup baik untuk penggunaan luar Identifikasi dilakukan melalui observasi Setelah rencana disetujui, mahasiswa langsung menyiapkan berbagai bahan Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya memahami kondisi Tahap nyata lingkungan desa, termasuk pola pengelolaan sampah, perilaku masyarakat pengumpulan bambu, pemotongan sesuai ukuran yang diinginkan, serta proses perakitan dan finishing agar tong sampah kebersihan di lingkungan sekitar. Hasil Desa memiliki bentuk yang kuat dan menarik. Proses ini dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat, dengan harapan Hililaza kurangnya sarana pembuangan sampah terhadap fasilitas yang akan digunakan yang memadai. Banyak warga masih Melalui kegiatan ini, mahasiswa membuang sampah secara sembarangan tidak hanya berperan sebagai pelaksana di pekarangan, sungai, atau tepi jalan program, tetapi juga sebagai fasilitator karena tidak tersedianya tempat sampah umum di area pemukiman. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas pembuatan tong sampah bambu di Desa sedap, serta berpotensi menyebabkan Hililaza diharapkan menjadi solusi awal berbagai penyakit akibat lingkungan yang dalam menanggulangi masalah sampah tidak sehat. Berdasarkan tersebut, mahasiswa bersama perangkat Program kalangan masyarakat desa. desa menyepakati untuk melaksanakan Gambar. Foto Sebelum Kegiatan program pembuatan dan penempatan Gotong Royong di Desa tong sampah bambu di beberapa titik strategis desa. Tong sampah ini dirancang menggunakan bahan utama bambu, yang Copyright . Pengalaman Dakhi. Lilismawati Duha. Nemia Srida Y. Manao. Antonius Buulolo. Enjelita Zalogo. Niar Silis D. Maduwu. Nilda Claresta Saota7. Efodian Maruao. Yakin Kasih Ndruru. Erniwati Zebua. Ika Sri F. FinowaAoa. Anita Zalogo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828Universitas Nias Raya menyiapkan beberapa tempat sampah yang ditempatkan di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau, seperti sekitar balai desa, area pemukiman padat, dan jalan utama desa. Penyediaan tempat sampah Gambar. Foto Membuat Tongsampah masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya, sekaligus mengurangi lingkungan sekitar. Selain penyerahan tempat sampah, pembagian sapu lidi kepada masyarakat. Sapu Pelaksanaan Program digunakan dalam kegiatan kebersihan Sebagai bentuk kontribusi nyata rutin, seperti menyapu halaman rumah, mahasiswa dalam mendukung kebersihan jalan, dan fasilitas umum desa. Melalui Kelompok II Mahasiswa KKN Universitas dapat lebih aktif dan mandiri dalam Raya (Uniray. melaksanakan program menjaga kebersihan lingkungan mereka penyerahan sarana kebersihan kepada masing-masing. Pembagian sapu ini tidak Program kepada masyarakat menjadi ajakan nyata agar masyarakat membiasakan diri melakukan kegiatan berfokus pada peningkatan kesadaran bersih-bersih secara gotong royong dan hidup bersih dan sehat di tingkat desa. Program ini diawali dengan proses perwakilan masyarakat dan perangkat untuk mengidentifikasi titik-titik strategis desa dengan disertai penjelasan mengenai yang membutuhkan fasilitas kebersihan. pentingnya pengelolaan sampah yang Berdasarkan Kegiatan ini mendapat sambutan Penyerahan Copyright . Pengalaman Dakhi. Lilismawati Duha. Nemia Srida Y. Manao. Antonius Buulolo. Enjelita Zalogo. Niar Silis D. Maduwu. Nilda Claresta Saota7. Efodian Maruao. Yakin Kasih Ndruru. Erniwati Zebua. Ika Sri F. FinowaAoa. Anita Zalogo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828Universitas Nias Raya positif dari warga, yang menilai program mengenai dampak positif lingkungan Mahasiswa KKN Kelompok II Uniraya berharap melalui Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih masyarakat dapat mengetahui bahwa peduli terhadap kebersihan dan mulai membangun budaya hidup bersih sebagai kewajiban, melainkan kebutuhan bersama bagian dari kehidupan sehari-hari. yang akan berdampak langsung terhadap Dengan adanya penyediaan tempat kesejahteraan mereka sendiri. sampah di beberapa titik strategis serta Kegiatan pembagian alat kebersihan kepada warga, dilaksanakan secara interaktif, misalnya diharapkan kebersihan lingkungan desa melalui diskusi kelompok, pemutaran dapat terjaga dengan lebih baik. Program video edukatif, atau praktik langsung ini menjadi bukti nyata peran aktif mengenai cara pengelolaan sampah yang baik dan benar. Dalam kegiatan tersebut, pelestarian lingkungan yang bersih, sehat, jenis-jenis sampah, cara pemilahan antara dan berkelanjutan. sampah organik dan anorganik, serta Gambar. Foto Penyerahan Tong Sampah pentingnya proses daur ulang untuk Dengan pendekatan yang sederhana dan kesadaran ekologis sejak dini. Selain Sosialisasi dan Edukasi membangun kebiasaan positif seperti Salah satu langkah konkret yang membuang sampah pada tempat yang dapat dilakukan untuk meningkatkan telah disediakan. Pembiasaan ini dapat pentingnya kebersihan lingkungan adalah pendukung, misalnya tempat sampah melalui kegiatan penyuluhan sederhana. Penyuluhan ini bertujuan memberikan fasilitas kebersihan umum, serta sistem Copyright . Pengalaman Dakhi. Lilismawati Duha. Nemia Srida Y. Manao. Antonius Buulolo. Enjelita Zalogo. Niar Silis D. Maduwu. Nilda Claresta Saota7. Efodian Maruao. Yakin Kasih Ndruru. Erniwati Zebua. Ika Sri F. FinowaAoa. Anita Zalogo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828Universitas Nias Raya Ketika masyarakat mulai terbiasa dengan sampah, secara bertahap akan tumbuh budaya hidup bersih yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Lebih lagi, penting untuk menjadikan kegiatan kebersihan sebagai Tradisi gotong royong yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sosial bangsa Indonesia dapat menjadi sarana efektif untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan bersih-bersih bersama, tidak hanya lingkungan menjadi lebih asri, tetapi juga mempererat hubungan sosial memiliki, serta memperkuat tanggung Dengan adanya penyuluhan yang berkelanjutan dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, diharapkan tercipta nyaman untuk ditinggali. Kesadaran dan partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan akan menjadi kunci utama berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi Monitoring dan Evaluasi Pemantauan sampah dan sapu lidi kepada masyarakat tempat sampah dan sapu lidi titik yang telah di bagikan Diskusi evaluasi bersama kendala serta upaya perbaikan. Metode dilibatkan secara langsung dalam proses pelaksanaan agar tercipta rasa memiliki (Suharto, 2. Hasil Kegiatan dan Pembahasan Hasil Gambar. 5 Tong Sampah Terbuat dari Bambu masyarakat secara menyeluruh. Gambar. Gotong Royong Copyright . Pengalaman Dakhi. Lilismawati Duha. Nemia Srida Y. Manao. Antonius Buulolo. Enjelita Zalogo. Niar Silis D. Maduwu. Nilda Claresta Saota7. Efodian Maruao. Yakin Kasih Ndruru. Erniwati Zebua. Ika Sri F. FinowaAoa. Anita Zalogo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828Universitas Nias Raya Sampah berserakan dapat dikurangi karena adanya fasilitas pembuangan yang Dukungan Aparat Desa Kelembagaan Pemerintah desa bersama perangkat dusun/RT penggunaan fasilitas kebersihan. Terbentuk masyarakat yang bertugas memantau kebersihan lainnya. Hasil Pelaksanaan penyediaan tempat sampah dan sapu lidi Dampak Positif Lain Menumbuhkan di desa Hililaza berjalan dengan baik. antarwarga melalui kegiatan bersih Beberapa hasil yang dicapai adalah : Tersedianya Sarana Kebersihan Mendukung penerapan prinsip Sapta Telah disalurkan sejumlah tempat Pesona dalam aspek kebersihan dan sampah ke titik-titik strategis . alan desa, keindahan desa. Membuka fasilitas umum lainny. Hililaza masyarakat/RT dengan lingkungan yang terjaga. Pembahasan untuk digunakan secara bergotong Peningkatan Kesadaran Masyarakat Masyarakat Desa menjadi lebih siap sebagai desa wisata Telah dibagikan sapu lidi kepada Mahasiswa KKN Kelompok II Universitas Raya (Uniray. menunjukkan bahwa penyediaan sarana kebersihan berupa tempat sampah dan Ada peningkatan partisipasi sapu lidi memberikan dampak positif yang nyata bagi kehidupan masyarakat Hasil lingkungan melalui kerja bakti rutin. Desa Lingkungan Lebih Bersih dan Tertata menjadi langkah awal yang efektif dalam Lingkungan Hililaza. Program bersih dan nyaman, khususnya di area membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat di kalangan warga. Copyright . Pengalaman Dakhi. Lilismawati Duha. Nemia Srida Y. Manao. Antonius Buulolo. Enjelita Zalogo. Niar Silis D. Maduwu. Nilda Claresta Saota7. Efodian Maruao. Yakin Kasih Ndruru. Erniwati Zebua. Ika Sri F. FinowaAoa. Anita Zalogo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Setelah E-ISSN: 2828Universitas Nias Raya untuk memperluas kegiatan kebersihan sampah di beberapa titik strategis desa, membuat jadwal rutin kerja bakti setiap Warga menjadi lebih disiplin Secara keseluruhan, hasil kegiatan membuang sampah pada tempat yang sarana sederhana dapat menjadi pemicu perubahan perilaku positif di masyarakat. Meskipun skala program masih terbatas, dampak sosial dan lingkungan yang Kondisi ini secara perlahan berdampak pada berkurangnya volume sampah yang Lingkungan Desa Hililaza kini terlihat berserakan di jalan, halaman rumah, lebih bersih, rapi, dan nyaman. Kesadaran maupun area umum desa. warga terhadap pentingnya kebersihan Selain itu, pembagian sapu lidi meningkat, dan budaya hidup sehat mulai terbentuk secara bertahap. manfaat langsung dalam mendukung Kegiatan kegiatan kebersihan rutin. Sapu tersebut digunakan untuk membersihkan halaman masyarakat maupun pemerintah desa rumah, fasilitas umum, serta lingkungan sekitar secara bergotong royong. Aktivitas bersih-bersih bersama ini tidak hanya kolaborasi yang baik antara mahasiswa, memperbaiki kondisi lingkungan fisik, perangkat desa, dan warga. Desa Hililaza tetapi juga mempererat hubungan sosial diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam menerapkan pola hidup kebersihan desa. Dengan Partisipasi aktif masyarakat dalam Gambar. Sedang Mengecat Pagar menjaga fasilitas kebersihan yang telah Warga dengan sukarela menjaga dan merawat tempat sampah bambu agar tetap berfungsi dengan baik. Beberapa kelompok masyarakat bahkan berinisiatif Copyright . Pengalaman Dakhi. Lilismawati Duha. Nemia Srida Y. Manao. Antonius Buulolo. Enjelita Zalogo. Niar Silis D. Maduwu. Nilda Claresta Saota7. Efodian Maruao. Yakin Kasih Ndruru. Erniwati Zebua. Ika Sri F. FinowaAoa. Anita Zalogo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828Universitas Nias Raya Namun, terdapat beberapa kendala yang perlu diperhatikan, antara lain: Masih adanya sebagian warga yang belum konsisten menggunakan tempat sampah sesuai peruntukannya. Perlu adanya pengawasan dan edukasi berkelanjutan agar masyarakat semakin Ketersediaan kebersihanBelum terbukti berpengaruh terhadap perilaku Sebelum adanya program ini, tempat yang telah disediakan. Selain itu, penyediaan sapu lidi turut mendukung Menurut Notoatmodjo . , perubahan perilaku masyarakat menuju perilaku sehat dapat dicapai melalui penyediaan sarana yang Dengan yaitu menyediakan sarana kebersihan masyarakat akan pentingnya kebersihan Ke depan, tindak lanjut yang dapat dilakukan antara lain: Membentuk kebersihan desa. Menetapkan jadwal rutin kerja bakti. Memberikan sosialisasi berkelanjutan budaya gotong royong di desa Hililaza. Sejalan dengan pendapat Kartasasmita pentingnya lingkungan bersih. Penutup Simpulan dan berperan aktif dalam program tersebut. Dengan adanya sapu lidi dan tempat sampah, kegiatan gotong royong tidak hanya berjalan lancar tetapi juga lebih terarah. masyarakat akan berhasil jika masyarakat dinilai berhasil mencapai tujuan utama. Kegiatan titik tempat sampah masih berpotensi Setelah adanya tong sampah, masyarakat mulai terbiasa membuang sampah pada sampah lanjutan, sehingga di beberapa masyarakat sering membuang sampah Program penyediaan tempat sampah dan sapu lidi di desa Hililaza Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan masyarakat dalam menjaga kebersihan Penyediaan sarana ini Copyright . Pengalaman Dakhi. Lilismawati Duha. Nemia Srida Y. Manao. Antonius Buulolo. Enjelita Zalogo. Niar Silis D. Maduwu. Nilda Claresta Saota7. Efodian Maruao. Yakin Kasih Ndruru. Erniwati Zebua. Ika Sri F. FinowaAoa. Anita Zalogo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 membuang sampah serta mendukung kegiatan gotong royong secara rutin. Kegiatan dukungan sarana sederhana dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan yang sehat, nyaman, dan Gambar. Hasil Karya E-ISSN: 2828Universitas Nias Raya tempat sampah, serta ketiadaan sistem pengelolaan sampah lanjutan yang dapat menyebabkan penumpukan. Saran Agar kita ini dapat berkelanjutan dan lebih optimal, maka disarankan: Penguatan sistem pengelolaan sampah melalui pembentukan tim khusus di desa pemilahan, dan pengangkutan sampah. Pemerintah menambah jumlah tempat sampah agar cakupan wilayah yang terlayani semakin Masyarakat diharapkan terus menjaga Pelaksanaan kegiatan penyediaan tempat sampah dan sapu lidi di Desa Hililaza. Kecamatan Teluk Dalam. Kabupaten Nias Selatan, telah berjalan dengan baik sesuai rencana. Kegiatan ini 1 Menyediakan berupa tempat sampah dan sapu lidi untuk mendukung perilaku hidup 2 Mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui pemanfaatan fasilitas yang 3 Membawa dampak positif lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman untuk masyarakat. Namun demikian, masih terdapat kendala seperti belum konsistennya sebagian warga dalam menggunakan Program serupa sebaiknya dilakukan KKN program desa. Penetapan dengan melibatkan seluruh masyarakat agar tercipta budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan desa. Monitoring dan evaluasi berkala oleh solusi atas kendala yang dihadapi. Pelibatan sekolah dan pemuda desa dalam program kebersihan, misalnya melalui lomba kebersihan antar kelas atau kelompok pemuda, agar tumbuh kesadaran sejak dini. Copyright . Pengalaman Dakhi. Lilismawati Duha. Nemia Srida Y. Manao. Antonius Buulolo. Enjelita Zalogo. Niar Silis D. Maduwu. Nilda Claresta Saota7. Efodian Maruao. Yakin Kasih Ndruru. Erniwati Zebua. Ika Sri F. FinowaAoa. Anita Zalogo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Pembuatan Universitas Nias Raya The International Stage. Research On spanduk ajakan menjaga kebersihan di English Language Education, 7. , 74- titik-titik mengingatkan warga. Https://Doi. Org/10. 57094/Relation. Kerjasama dengan pihak luar, seperti dinas lingkungan hidup atau organisasi Harefa. E-ISSN: 2828- . Hombo Batu Traditional Art That Can Explained With The Laws maupun bantuan sarana tambahan. Physics. FAGURU: Perlu adanya edukasi lanjutan mengenai Mahasiswa Keguruan, 4. , 264-276. Https://Doi. Org/10. 57094/Faguru. V4i Jurnal Ilmiah Harefa. Hombo Batu The Daftar Pustaka