Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 ANALISIS KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI RS X Betty Kartika Sari1. Arie Wahyudi2. Chairil Zaman3 Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat STIK Bina Husada Palembang1,2,3 khiara@gmail. ariew@binahusada. chairilzaman@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Pelayanan kefarmasian komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berkontribusi langsung terhadap kualitas layanan dan kepuasan pasien. Tingkat kepuasan rendah mencerminkan adanya kekurangan dalam aspek komunikasi, ketepatan waktu, ketersediaan obat, maupun sikap tenaga farmasi. Analisis kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian diperlukan untuk meningkatkan mutu layanan keselamatan pasien. Tujuan: Mengetahui analisis kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RS X. Metode: Desain penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 61. 388 responden, dengan sampel 100 responden yang Metode pengambilan sampel dalam penelitian secara purposive sampling. Penelitian di laksanakan tanggal 27 April-10 Mei 2025. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil analisa uji statistik dengan menggunakan uji statistik Chi-Square dan regresi logictic. Hasil: Tidak ada hubungan bermakna antara umur . -Value 0,. , jenis kelamin . -Value 1,. , pendidikan . -Value 0,. dengan kepuasan pasien rawat jalan. Ada hubungan bermakna antara tangible . -Value 0,. , empaty . -Value 0,. , reliability . -Value 0,. , responsivess . -Value 0,. , assurance . -Value 0,. , communication . Value 0,. dengan kepuasan pasien rawat jalan. Dengan variabel yang paling dominan adalah variabel assurance (OR 9,. Saran: Diharapkan pihak RS Dr. Mohamad Rabain meningkatkan kepercayaan pasien melalui penyediaan informasi yang jelas, pelayanan yang konstisten, serta kompetensi dan keramahan petugas farmasi. Kata Kunci: Kepuasan Pasien. Pelayanan. Rumah Sakit ABSTRACT Background: Pharmaceutical services are an important component in the hospital health care system that directly contributes to the quality of service and patient satisfaction. Low levels of satisfaction reflect deficiencies in aspects of communication, timeliness, drug availability, and the attitude of Analysis of patient satisfaction with pharmaceutical services is needed to improve the quality of patient safety services. Objective: To determine the analysis of outpatient satisfaction with pharmaceutical services at Hospital X. Method: Quantitative research design using a cross-sectional The study population was 61,388 respondents, with a sample of 100 visiting respondents. The sampling method in the study was purposive sampling. The study was conducted on April 27-May 10. Data collection used a questionnaire. The results of the statistical test analysis using the ChiSquare statistical test and logical regression. Results: There was no significant relationship between age . -Value 0. , gender . -Value 1. , education . -Value 0. and outpatient satisfaction. There is a significant relationship between tangible . -Value 0. , empathy . -Value 0. , reliability . Value 0. , responsiveness . -Value 0. , assurance . -Value 0. , communication . Value . with outpatient satisfaction. With the most dominant variable being the assurance variable (OR Suggestion: It is expected that Dr. Mohamad Rabain Hospital will increase patient trust through the provision of clear information, consistent service, and the competence and friendliness of Keywords: Patient Satisfaction. Service. Hospital | 154 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN penyakit infeksi canggih (Covid-19. Flu World Health Organization (WHO) burung. Mers-CoV). Infeksi klasik (TBC, mengatakan bahwa rumah sakit adalah Malaria, bagian penting dari sistem sosial dan degeneratif (Dibates melitus, penyakit jantung coroner, hioertensi, stroke, kanker masyarakat layanan kesehatan yang luas, dan penyakit ginjal kroni. Ketiga beban penyembuhan, dan pencegahan penyakit. penyakit ini berkontribusi besar terhadap Rumah sakit adalah lembaga kesehatan pola konsumsi obat, dan pengelolaan yang yang memberikan perawatan medis kepada sangat baik diperlukan untuk menghindari individu secara keseluruhan. Rumah sakit (Kemenkes RI, 2. DBD. ISPA), perorangan yang lengkap, termasuk rawat Berdasarkan data WHO penggunaan jalan, rawat inap, dan gawat darurat. Ini obat didunia yang paling tinggi yaitu Pada tahun 2018 Mongolia (Permenkes, memiliki Tingkat konsumsi antiotik tertingi 41 d . efined daily dos. Data World Health Organization per 1000 penduduk. Sementara itu negara (WHO) tahun 2021 menunjukkan data yang paling sedikit pengguna dengan tentang tingkat kepuasan pasien rumah sakit penggunaan mencapai 7,6 d . efined di berbagai negara yang terdiri dari lebih daily dos. per 1000 penduduk. dari 6 juta masukan pasien dalam perawatan dibeberapa negara Asia seperti Indonesia kesehatan di 25 negara. Adapun tingkat kebutuhan antibiotik semakin meningkat kepuasan pasien yang paling tinggi yaitu di seiring dengan tingginya angka infeksi negara Swedia dengan indeks kepuasan bakteri (WHO, 2. Finlandia . 92%), Norwegia . 75%), USA 33%), Denmark . 29%), Di Indonesia konsumsi antibiotik di beberapa provinsi mencapai lebih dari 80%. Persentase tertinggi sebaran antibiotik yaitu tingkat kepuasan pasien terendah yaitu provinsi Maluku Utara sebesar 88,24% Kenya . dan India . ,4%) (WHO, . dan persentase terendah yaitu DI. Yogyakarta sebesar 51,95% . (Adi Di Indonesia, terdapat tiga beban Rahmadi Et,. Al 2. Di Puskesmas DKI utama penyakit yang berdampak siginifikan Jakarta, total konsumsi antibiotik pada tahun 2022 mencapai 1. 827 d . efined Kesehatan Masyarakat. Pertama | 155 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 daily dos. 000 pasien per hari Persentase ketersediaan obat di (Dirgahayu sari Agustina et,al 2. Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim Dimana pada tahun 2024 mencapai 98,04%. Survei tahun 2022 menilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap layanan publik Kementerian Kesehatan Republik di Kabupaten Muara Enim, termasuk Indonesia secara rutin melakukan survei layanan rumah sakit. Dari sembilan unsur pelayanan yang dievaluasi, unsur kepastian masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sedangkan unsur kecepatan waktu memiliki kesehatan RI tahun 2018 Sekitar 60% nilai terendah. Hal ini menunjukkan bahwa rumah sakit di Indonesia belum memenuhi kebutuhan pelayanan yang efisien dan ditingkatkan untuk meningkatkan kepuasan belum menerapkan standar pelayanan yang Data mampu diterima dan dijangkau oleh setiap Kepuasan seberapa baik pelayanan rumah sakit dan Provinsi Sumatera Selatan pada instalasi farmasi. Kepuasan pasien yang tahun 2022 persentase sebaran antibiotik tinggi menunjukkan pelayanan yang baik, mencapai 64,52% menjadi perhatian yang Dimana ditemukan bahwa dari memerlukan evaluasi untuk perbaikan 1% masyarakat yang menggunakan antibiotik oral dalam satu tahun terakhir, berkualitas dan memuaskan adalah yang 41% diantaranya memperolah antibotik memprioritaskan kebutuhan dan kepuasan tanpa resep dokter. Provinsi Sumatera Selatan termasuk diantara 18 provinsi dengan proporsi penggunaan antibiotik masyarakat (Ardiansyah A et al. , 2. tanpa resep diatas rata-rata nasional, dan Pelayanan Penelitian yang dilakukan oleh Siska Oktavina, 2024. yang menunjukkan antimikroba yang menjadi perhatian serius adanya hubungan yang berkaitan antara bagi kesehatan Masyarakat (Kemenkes RI, . , empati, dan jaminan. Dinas kesehatan Kabupaten Muara Terkait hubungan kualitas mutu pelayanan Enim menaungi lima rumah sakit dan 24 kefarmasian terhadap kepuasan pasien | 156 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 didapatkan nilai probabilitas sig O0,05 yaitu darurat, rawat intensif, dan bedah sentral. Chi-Square yang dilakukan di fasilitas yang disebut menunjukkan bahwa terdapatnya hubungan depo farmasi. Peningkatan mutu pelayanan signifikan antara kualitas mutu pelayanan dan kepuasan pasien melalui pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan kefarmasian merupakan indikator mutu pasien terhadap pelayanan kefarmasian. pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dr. 0,047 Penelitian yang dilakukan oleh Ovalina Sylvia Ginting . berkaitan antara keandalan, jaminan, bukti fisik, empati, dan tanggapan dengan tingkat derajat kesehatan masyarakat. Br. Rabain. Oleh karena itu, rumah sakit berkomitmen untuk meningkatkan mutu kepuasan pasien, yang menunjukkan bahwa Jumlah pasien rawat jalan di Rumah kepuasan pasien dapat meningkat dengan Sakit peningkatan setiap tahunnya. Setiap pasien komponen-komponen Dr. Rabain memerlukan pelayanan yang harus sesuai Sedangkan dengan standar pelayanan kefarmasian dilakukan oleh Herlina yusuf . yang berhubungan dengan mutu pelayanan Ada rumah sakit. Jika pelayanan kefarmasian tidak sesuai dengan mutu pelayanan yang reliability . , responsiveness seharusnya, maka akan berdampak negatif, . antara lain kesalahan pengobatan, efek dengan kepuasan pasien rawat jalan di samping yang tidak diinginkan, penurunan RSUD Madani Palu dengan nilai p-Value 0,000. Dan ada hubungan empathy . dengan kepuasan pasien rawat jalan di Belum ada penelitian tentang kepuasan RSUD Madani Palu dengan nilai p value pasien rawat jalan terhadap pelayanan 0,000. kefarmasin di Rumah Sakit dr. M Rabain . ukti Rumah Sakit dr. M Rabain Kabupaten Muara Enim. memiliki instalasi farmasi yang berperan penting dalam pengelolaan obat dan perbekalan Kesehatan. RS dr. M Rabain METODE PENELITIAN Desain memiliki instalasi farmasi yang melayani pasien rawat jalan, rawat inap, gawat Populasi dalam penelitian ini | 157 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 adalah rata-rata jumlah kunjungan pasien Dalam penentuan sampel, terdapat poli rawat jalan tahun 2024 RS Dr. Mohamad Rabain yaitu sebanyak pengumpulan data dalam suatu penelitian 388 kunjungan. Jumlah sampel yang ini terdiri dari data primer dan data sekunder. didapat dari hasil perhitungan sampel Dalam menggunakan rumus Slovin didapatkan memahami dan menghormati hak-hak dasar sebanyak 100 responden di farmasi rawat manusia, karena penelitian ini melibatkan jalan Rumah Sakit Dr. Mohamad Rabain. Penelitian telah dilakukan pada bulan April- kebebasan dan martabat. Analisis data Mei 2025 di Rumah Sakit Dr. Mohamad menggunakan analisis univariat, bivariat. Rabain Muara Enim. Dalam penelitian ini, dan multivariat. jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin, yang digunakan untuk HASIL PENELITIAN menghitung ukuran sampel berdasarkan Analisis Univariat jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian No Variabel Frekuensi . Persentase (%) 1 Umur Muda Tua Jenis Kelamin Laki Ae laki Perempuan Tingkat Pendidikan Rendah Tinggi Bukti Langsung (Tangibl. Kurang baik Baik Empati (Empat. Kurang baik Baik Keandalan (Realibilit. Kurang baik Baik Daya Tanggap (Responsivenes. Kurang baik Baik Jaminan (Assuranc. | 158 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Kurang Baik Baik 9 Komunikasi (Communicatio. Kurang Baik Baik 10 Kepuasan Tidak Puas Puas Tabel 1 di atas menunjukkan hasil . ,0%), mempunyai tingkat pendidikan penelitian terhadap 100 responden pasien pasien rawat jalan yang mendapatkan Responden dengan variabel tangible baik pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Dr. 53 responden . ,0%), responden dengan Mohamad Rabain Kabupaten Muara variabel empathy baik yakni 83 responden Enim %), Sebagian . ,0%). responden dengan kepuasan pasien yang realibility baik yakni 51 responden . %), puas yaitu 54 responden . ,0%). Pasien responden dengan variabel responsiveness rawat jalan yang mendapatkan pelayanan baik yakni 50 responden . %), responden kefarmasian di RS. Dr. Mohamad dengan variabel assurance baik yakni 50 Rabain Muara Enim, sebagian besar responden . %), dan responden dengan variabel communication baik yakni 51 responden . ,0%), responden berjenis responden . %). kelamin perempuan yakni 59 responden Analisis Bivariat Tabel 2. Hubungan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Kepuasan Pasien Variabel Tidak Puas Puas Total p-Value 1 Umur Muda 27,1 30 31,9 0,542 Tua 18,9 24 2 Jenis Kelamin Laki Ae laki 18,9 22 22,1 Perempuan 27,1 32 31,9 3 Tingkat Pendidikan Rendah 0,066 Tinggi 42,3 47 49,7 | 159 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 4 Bukti Langsung (Tangibl. Kurang Baik 21,6 11 25,4 Baik 24,4 43 28,4 5 Empati (Empath. Kurang Baik Baik 38,2 49 44,8 6 Keandalan (Realibilit. Kurang Baik 22,5 14 26,5 Baik 23,5 40 27,5 7 DayaTanggap(Responsivene Kurang Baik 0 13 27,0 Baik 23,0 41 27,0 Jaminan (Assuranc. Kurang Baik Baik Komunikasi (Communicatio. Kurang Baik Baik 0,000 0,033 0,000 0,000 0,000 0,000 Tabel 2 di atas bahwa dari hasil uji responden rawat jalan terhadap pelayanan statistik nilai p-Value 0,542 maka dapat Berdasarkan nilai OR=14,07 disimpulkan tidak ada hubungan antara umur dengan kepuasan rsponden rawat tangible kurang baik berisiko 14 kali untuk jalan terhadap pelayanan kefarmasian. tidak puas terhadap pelayanan kefarmasian Hasil uji statistik diperoleh nilai p-Value di RS Dr. Mohamad Rabain Kabupaten =1,00 maka dapat disimpulkan tidak ada Muara hubungan antara jenis kelamin dengan responden dengan tangible yang baik. Enim Tahun kepuasan responden rawat jalan terhadap Hasil uji statistik diperoleh nilai p- pelayanan kefarmasian. Hasil uji statistik Value = 0,03 maka dapat disimpulkan ada diperoleh nilai p-Value 0,06 maka dapat hubungan antara empathy dengan kepuasan disimpulkan tidak ada hubungan antara responden rawat jalan terhadap pelayanan pendidikan dengan kepuasan responden Berdasarkan nilai OR=4,99 empathy kurang baik berisiko 5 kali untuk Hasil uji statistik diperoleh nilai p- tidak puas terhadap pelayanan kefarmasian Value = 0,000 maka dapat disimpulkan ada di RS Dr. Mohamad Rabain Kabupaten hubungan antara tangible dengan kepuasan | 160 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Muara Enim Tahun responden dengan emptahy yang baik. kepuasan responden rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Dr. Dari hasil uji statistik diperoleh nilai Mohamad Rabain Kabupaten Muara p-Value = 0,00 maka dapat disimpulkan ada Enim Tahun 2025. Berdasarkan nilai OR=22 kepuasan responden rawat jalan terhadap pelayanan assurance yang kurang baik pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Dr. berisiko 22 kali untuk tidak puas terhadap Mohamad Rabain Kabupaten Muara pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Dr. Enim Tahun 2025. Berdasarkan nilai OR = Mohamad Rabain Kabupaten Muara 9 artinya responden dengan pelayanan Enim Tahun 2025 dibanding responden reliability kurang baik berisiko 9 kali tidak dengan assurance yang baik. puas terhadap pelayanan kefarmasian di Tabel 2 di atas bahwa dari hasil uji Rumah Sakit Dr. Mohamad Rabain statistik diperoleh nilai p-Value=0,00 maka Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 dapat disimpulkan ada hubungan antara dibanding responden dengan reliability yang baik. responden rawat jalan terhadap pelayanan Dari hasil uji statistik diperoleh nilai kefarmasian di Rumah Sakit Dr. p-Value = 0,00 maka disimpulkan ada Mohamad Rabain Kabupaten Muara Enim hubungan antara responsiveness dengan Tahun 2025. Berdasarkan nilai OR=18 kepuasan responden rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Dr. communication yang kurang baik berisiko Mohamad Rabain Kabupaten Muara 18 kali untuk tidak puas terhadap pelayanan Enim Tahun 2025. Berdasarkan nilai OR = 13 artinya responden dengan pelayanan Mohamad Rabain Kabupaten Muara responsiveness yang kurang baik berisiko Enim Tahun 2025 dibanding responden 13 kali untuk tidak puas terhadap pelayanan dengan communication yang baik. Rumah Sakit Dr. kefarmasian di Rumah Sakit Dr. Mohamad Rabain Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 dibanding responden dengan Analisa Multivariat Berdasarkan hasil akhir analisis resvonsiveness yang baik. Dari hasil uji statistik diperoleh nilai variabel yang paling dominan/ berpengaruh p-Value=0,00 maka dapat disimpulkan ada terhadap kepuasan responden rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah | 161 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Sakit Dr. Mohamad Rabain Kabupaten Muara Enim tahun 2025 adalah assurance dengan Odds Ratio 9. Berdasarkan Sebagian besar umur responden muda. Baik PEMBAHASAN Hubungan umur muda maupun tua mempunyai Antara kepuasan pasien dengan kepuasan responden rawat Jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RS Dr. Mohamad Rabain Kabupaten Muara Enim Tahun 2025. Satrianegara dalam pelayanan kesehatan mengatakan bahwa kepuasan pasien tidak hanya dipengaruhi oleh aspek medis, tetapi juga oleh sejumlah variabel non-medis. Beberapa variabel non medis yang mempengaruhi kepuasan pasien antara lain umur, pendidikan, pekerjaan, fasilitas fisik, waktu tunggu, administrasi dan prosedur pelayanan, sikap dan perilaku petugas, keamanan dan privasi pasien dan kemudahan akses pelayanan. (Satrianegara, berbeda-beda bagaimana pelayanan itu diterimanya. Hubungan Antara jenis kelamin dengan kepuasan pasien Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kepuasan responden rawat Jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Dr. Mohamad Rabain Kabupaten Muara Enim Tahun 2025. Pengaruh menurut jenis kelamin biasanya merujuk bagaimana pria dan wanita mungkin memiliki persepsi atau pengalaman yang berbeda terhadap suatu layanan, produk atau situasi yang mempengaruhi Tingkat Jenis mempengaruhi kepuasan, dimana untuk laki-laki mempunyai tuntutan lebih besar Penelitian penelitian yang dilakukan oleh Afifah . dengan hasil tidak ada hubungan antara umur dengan kepuasan terhadap Pelayanan Kefarmasian. Penelitian ini juga sejalan dengan yang dilakukan oleh Yunita pelayanan yang diterima tergantung dari Tidak ada hubungan antara umur didapatkan tidak ada hubungan antara umur sehingga cenderung untuk merasa tidak puas dibandingkan dengan perempuan yang lebih mudah merasakan puas dengan pelayanan yang mereka dapatkan (Rosyidi et al. , 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang yang dilakukan oleh fajrin novianto . yang hasilnya menyatakan tidak ada hubungan antara jenis kelamin | 162 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Penelitian ini juga sejalan dengan yang dilakukan oleh Yunita . dengan hasil penelitian tidak ada hubungan kepuasan pasien. Kepuasan pasien juga antara jenis kelamin dengan kepuasan dipengaruhi oleh karakteristik pasien yaitu terhadap pelayanan kefarmasian. umur, pendidikan, pekerjaan, etnis, sosial Berdasarkan asumsi peneliti bahwa Baik laki-laki perempuan mempunyai pandangan sendiri ekonomi dan diagnosis penyakit. Selain faktor tersebut, faktor perilaku dan sikap kepuasan pasien. (Satrianegara, 2. terhadap pelayanan yang diterima, sehingga Berdasarkan jenis kelamin tidak berhubungan langsung sebagian pendidikan responden tinggi. dengan kepuasan terhadap pelayanan. Pendidikan tidak berhubungan langsung Hubungan Antara pendidikan dengan dengan kepuasan. Baik Pendidikan tinggi kepuasan pasien maupun rendah mempunyai pandangan Tidak masing-masing terhadap pelayanan yang pendidikan dengan kepuasan responden Hubungan Jalan kefarmasian di Rumah Sakit Dr. Mohamad Rabain Kabupaten Muara Enim Tahun 2025. Antara . dengan kepuasan pasien Terdapat hubungan antara tangible dengan kepuasan responden rawat jalan Hasil penelitan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Gusti Suciati . dimana hasil penelitiannya terhadap pelayanan kefarmasian di RS Dr. Mohamad Rabain Tahun 2025. Menurut Parasuraman tidak ada hubungan antara jenis kelamin (Suciati, 2. ada lima dimensi yang RSUD Rabain Muara Enim. Penelitian ini juga sejalan dengan mempengaruhi kualitas suatu pelayanan yang dilakukan oleh Malinda . salah satunya tangibles. Bukti langsung dengan hasil penelitian tidak ada hubungan yang meliputi fasilitas fisik, perlengkapan dan tenaga yang digunakan rumah sakit dan terhadap pelayanan kefarmasian. Satrianegara penampilan karyawan yang ada. Mutu jasa pelayanan juga dapat dirasakan secara | 163 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 langsung oleh para penggunanya dengan menyatakan bahwa sarana pelayanan yang ada belum sesuai dengan harapannya. Jika perlengkapan yang memadai. Para penyedia antrian pengambilan obat di farmasi rawat layanan kesehatan akan mampu bekerja jalan sedang ramai, banyak pasien yang secara optimal sesuai dengan ketrampilan tidak mendapatkan tempat duduk sehingga masing-masing. Dalam hal ini, perlu terpaksa duduk dilantai. Selain itu diruang dimasukkan perlengkapan pelayanan yang tunggu tersebut tidak dilengkapi dengan tidak langsung seperti tempat parkir dan pendingin ruangan seperti AC atau kipas kenyamanan ruang tunggu. angin, maupun fasilitas hiburan seperti Hasil penelitan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Herlian Hubungan Yusuf . dengan hasil penelitian ada dengan kepuasan pasien . Terdapat hubungan antara empaty terhadap pelayanan kefarmasian. Hasil dengan kepuasan responden rawat jalan penelitian ini juga sejalan dengan penelitian terhadap palayanan kefarmasian di RS Dr. Eva monica . ada hubungan tangible Mohamad Rabain Tahun 2025. Antara Hasil penelitan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Herlian Berdasarkan hasil penelitian dan yusuf . DENGAN hasil penelitian ada teori yang ada peneliti berasumsi bahwa hubungan antara empaty dengan kepuasan meskipun lebih banyak pasien yang merasa pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan yang dilakukan oleh ketenangan dan kenyamanan ruang tunggu Dian novita saro . dimana hasil obat dianggap belum sesuai dengan harapan penelitian ada hubungan antara empathy pasien, maka pihak rumah sakit harus dengan kepuasan pelayanan kefarmasian. Menurut Parasuraman, et al . kerapihan, kenyamanan dan ketenangan empati adalah salah satu dari lima dimensi ruang tunggu obat agar pasien merasakan utama yang digunakan untuk mengukur kepuasan yang lebih terhadap farmasi rawat kualitas pelayanan. Dimensi empati ini jalan di Rumah Sakit Dr. Mohamad menekankan pentingnya perhatian dan Rabain. kepedulian individual yang diberikan oleh Hal ini didukung dengan adanya keluhan pasien dan keluarganya yang | 164 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 melakukan hubungan, komunikasi yang memerlukan bentuk pelayanan yang andal, baik, perhatian pribadi dan memahami artinya dalam memberikan pelayanan, kebutuhan para pelanggan. Sikap tegas kemampuan dalam pengetahuan, keahlian, terhadap konsumen. Berdasarkan profesionalisme kerja yang tinggi, sehingga penelitian yang ada, peneliti berasumsi bahwa dimensi ini meliputi perhatian petugas farmasi dalam menghadapi pasien. memuaskan, tanpa ada keluhan dan kesan Petugas mampu memberikan ketenangan yang berlebihan atas pelayanan yang dan ketentraman dalam hati pasien, petugas diterima oleh masyarakat. senantiasa menjalin komunikasi yang baik Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Eva monica . sungguh memperhatikan pasien. Empathy dimana hasil penelitian ada hubungan dengan kepuasan pasien hal ini dikarenakan dilihat dari fakta dilapangan bahwa petugas pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian ini pemohon/pelanggan, dilakukan oleh Nefia Olfionica . embeda-bedaka. dan petugas melayani dan menghargai setiap pelanggan dan bahwa ada hubungan realibilty dengan kepuasan mutu pelayanan kesehatan. Hal ini dapat diartikan bahwa Pasien berpendapat untuk pelayanan yang diberikan di farmasi rawat jalan sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada bagus dan baik. pasien maka kepuasan pasien akan semakin Hubungan Antara keandalan . Berdasarkan analisis reliability dengan kepuasan pasien Terdapat hubungan antara reliability adalah petugas farmasi menjelaskan tentang dengan kepuasan responden rawat jalan cara penggunaan obat, penyimpanan obat, terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah dosis obat yang harus diminum, dan efek Sakit Dr. Mohamad Rabain Tahun 2025. Menurut (Nursalam. Parasuraman Rumah Kepuasan | 165 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 pasien yaitu keadaan saat keinginan, pegawai untuk melayani masyarakat sesuai harapan dan kebutuhan pasien dapat dengan tingkat penyerapan, pengertian. Semakin baik persepsi pelanggan ketidaksesuaian atas berbagai hal bentuk terhadap kehandalan maka kepuasan pasien pelayanan yang tidak diketahuinya. Hal ini akan semakin tinggi dimana jika persepsi pasien terhadap kehandalan buruk, maka kepuasan pasien akan semakin rendah. Berdasarkan hasil penelitian, teori menyikapi segala bentuk-bentuk prosedur serta penelitian terkait maka peneliti dan mekanisme kerja yang berlaku dalam berpendapat bahwa ada hubungan yang pelayanan mendapat respon positif. kepuasan pasien hal ini dikarenakan dilihat Hasil penelitian ini sejalan dengan dari fakta dilapangan bahwa kecermatan penelitian yang dilakukan oleh Uchi petugas dalam melayani pelanggan dan Fauziah, dkk . dimana didapatkan memiliki standar pelayanan yang jelas haasil penelitian menunjukan bahwa ada sudah sesuai. semakin handal petugas hubungan reliability dengan pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan Hasil penelitan ini sejalan kefarmasian kepada pasien maka kepuasan dengan penelitian yang dilakukan oleh pasien akan semakin meningkat. Herlian Yusuf . hasil penelitian ada Hubungan Antara . dengan kepuasan pasien Terdapat kepuasan pelayanan kefarmasian. Berdasarkan hasil penelitian, teori responsiveness dengan kepuasan responden serta penelitian terkait maka peneliti rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian berpendapat bahwa ada hubungan yang di Rumah Sakit Dr. Mohamad Rabain bermakna antara responsiveness dengan Tahun 2025. kepuasan pasien hal ini dikarenakan dilihat Menurut hubungan antara responsiveness dengan Parasuraman dari fakta dilapangan bahwa beberapa Nursalam . bahwa setiap pegawai merespon setiap pelanggan/pemohon yang bentuk-bentuk pelayanan, mengutamakan aspek pelayanan yang sangat mempengaruhi perilaku orang yang yang mendapat pelayanan, sehingga memberikan informasi obat secara tertulis diperlukan kemampuan daya tanggap dari bila pasien kurang begitu faham dan tidak | 166 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 memberikan peragaan obat tanpa pasien Selain dari performance tersebut, jaminan harus meminta, namun petugas farmasi dari suatu pelayanan juga ditentukan dari rawat jalan melakukan pelayanan dengan adanya komitmen organisasi yang kuat, yang menganjurkan agar setiap pegawai Hubungan Antara jaminan . memberikan pelayanan secara serius dan dengan kepuasan pasien sungguh-sungguh untuk memuaskan orang Terdapat yang dilayani. Bentuk jaminan yang lain assurance dengan kepuasan responden yaitu jaminan terhadap pegawai yang rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian memiliki perilaku kepribadian . ersonality di Rumah Sakit Dr. Mohamad Rabain behavio. yang baik dalam memberikan Tahun 2025. pelayanan, tentu akan berbeda pegawai Menurut Parasuraman yang memiliki watak atau karakter yang (Nursalam, 2. bahwa setiap bentuk pelayanan memerlukan adanya kepastian memberikan pelayanan. atas pelayanan yang diberikan. Bentuk Hasil penelitian ini sejalan dengan kepastian dari suatu pelayanan sangat penelitian yang dilakukan Govinda, dkk. ditentukan oleh jaminan dari pegawai yang . memberikan pelayanan, sehingga orang yang menerima pelayanan merasa puas dan penelitian ini juga sejalan dengan penelitian pelayanan yang dilakukan atas tuntas dan yang dilakukan oleh Saripah . dimana selesai sesuai dengan kecepatan, ketepatan, hasil penelitian menunjukkan ada hubungan assurance dengan kepuasan. layanan yang diberikan. Berdasarkan Hasil Begitu pula menurut Margaretha dengan petugas farmasi rawat jalan telah Nursalam memberikan jaminan rasa aman sewaktu jaminan atas pelayanan yang diberikan oleh melakukan pelayanan, bersikap ramah, sopan dan dapat dipercaya. Selalu tepat waktu serta memberikan edukasi tentang sehingga diyakini bahwa pegawai tersebut obat yang diterima pasien sehingga merasa mampu memberikan pelayanan yang andal, nyaman dan puas terhadap pelayanan. mandiri dan profesional yang berdampak Berdasarkan pada kepuasan pelayanan yang diterima. pasien bahwasanya petugas farmasi rawat | 167 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 jalan sudah memberikan jaminan pelayanan antara tenaga kefarmasian dan pasien dapat kefarmasian terhadap obat-obatan yang terhadap kelima dimensi tersebut sehingga expired date pada kemasan obat yang berkonstribusi pada peningkatan kepuasan diterima pasien. Komunikasi dari mulut kemulut dan Berdasarkan hasil penelitian, teori serta penelitian terkait maka peneliti mempengaruhi harapan pasien terhadap berpendapat bahwa ada hubungan yang layanan yang akan diterima. Jika pelayanan yang dirasakan pasien sesuai atau melebihi Hal ini dikarenakan harapan tersebut, maka pasien akan merasa dilihat dari fakta dilapangan bahwa petugas Sebaliknya jika pelayanan yang farmasi rawat jalan sudah memberikan dirasakan lebig rendah dari harapan, maka jaminan pelayanan kefarmasian terhadap akan timbul ketidakpuasan. Dalam konteks obat-obatan yang diberikan tetapi perlu pelayanan kefarmasian komunikasi yang mencantumkan expired date pada kemasan obat yang diterima pasien. kepuasan pasien. Hubungan Antara . memberikan informasi yang jelas dan akurat tentang obat, serta menjawab pertanyaan pasien dengan sabar dan penuh Terdapat Hal communication dengan kepuasan pasien meningkatkan pemahaman pasien tentang rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian terapi yang dijalani, tetapi juga membangun di Rumah Sakit Dr. Mohamad Rabain kepercayaan dan hubungan yang baik Tahun 2025. antara pasien dengan tenaga kefarmasian. Menurut Nursalam komunikasi memiliki peran penting dalam kepuasan pasien terhadap pelayanan yang terhadap pelayanan kefarmasian. Dalam Hasil penelitian ini sejalan dengan kerangka teori kualitas layanan. Nursalam penelitian yang dilakukan Nadhirah, . mengadopsi model SERVQUAL yang mencakup lima dimensi utama yaitu keandalan, daya tanggap, jaminan, empati hubungan communication dengan kepuasan dan bukti fisik. Komikasi yang efektif Hasil penelitian ini juga sejalan Moeis Kota SamarindaAy. Hasil | 168 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 dengan penelitian yang dilakukan oleh . hasil analisis didapatkan Odds Saripah . dengan hasil penelitian Ratio (OR) dari variable menunjukkan bahwa ada hubungan antara communication dengan kepuasan pelayanan mempunyai peluang tidak puas terhadap Berdasarkan hasil penelitian, teori serta penelitian terkait maka peneliti Variabel yang paling dominan berhubungan berasumsi bahwa ada hubungan yang dengan kepuasan pasien adalah assurance . bermakna antara communication dengan Hasil penelitian ini sejalan dengan kepuasan pasien rawat jalan terhadap penelitian yang dilakukan oleh Syska Y. menunjukkan bahwa ada hubungan komunikasi tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk persepsi . ,000<0,. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Komunikasi terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan . oleh Gusti suciati . p-Value< p-Value < . ,13E0,. Berdasarkan hasil penelitian, teori serta penelitian terkait maka peneliti berpendapat bahwa ada hubungan yang . mengurangi resiko kesalahan obat, dan memberikan ruang bagi pasien untuk terhadap pelayanan kefarmasian. mengungkapkan kebutuhan dan harapan. menjadi hubungan yang paling Pengaruh dominan yang berhubungan dengan kepuasan pasien beberapa alasan penting yang saling Dari analisis multivariat ternyata dengan kepuasan pasien adalah variabel berkaitan terutama dalam konteks interaksi langsung dan berulang antara pasien dan tenaga kefarmasian. bukti langsung/berwujud . , empati . , kehandalan . , daya KESIMPULAN Distribusi frekuensi umur, jenis kelamin dan pendidikan di RS Dr. Mohamad Rabain Kabupaten Muara Enim Tahun . , . , . Variabel | 169 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 2025 sebagai berikut: sebagian besar kepuasan pasien rawat jalan terhadap umur dengan kategori muda sebanyak 59 pelayanan kefarmasian di RS Dr. %) dan kategori tua sebanyak Mohamad Rabain Tahun 2025. 41 pasien . %). Jenis kelamin dengan Ada hubungan antara realibility dengan kategori perempuan sebanyak 59 pasien kepuasan pasien rawat jalan terhadap . %) dan kategori laki-laki sebanyak 41 pelayanan kefarmasian di RS Dr. %). Tingkat pendidikan dengan Mohamad Rabain Tahun 2025 kategori tinggi sebanyak 92 pasien . %) Ada hubungan antara responsiveness dan kategori rendah sebanyak 8 pasien dengan kepuasan pasien rawat jalan . %). terhadap pelayanan kefarmasian di RS Dr. Distribusi frekuensi kepuasan pasien Mohamad Rabain Tahun 2025. Ada hubungan antara assurance dengan kefarmasian RS Dr. Mohamad Rabain kepuasan pasien rawat jalan terhadap Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 pelayanan kefarmasian di RS Dr. sebanyak 54 pasien . %) Mohamad Rabain Tahun 2025. kategori puas. Ada hubungan antara communication Tidak ada hubungan antara umur dengan dengan kepuasan pasien rawat jalan kepuasan pasien rawat jalan terhadap terhadap pelayanan kefarmasian di RS pelayanan kefarmasian di RS Dr. Dr. Mohamad Rabain Tahun 2025. Mohamad Rabain Tahun 2025. Variabel assurance merupakan variabel Tidak ada hubungan antara jenis kelamin yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan dengan kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RS Dr. terhadap kefarmasian di RS Dr. Mohamad Rabain Tahun 2025. Mohamad Rabain Tahun 2025. Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RS Dr. Mohamad Rabain Tahun 2025. SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan peneliti, adapun saran dari Ada hubungan antara tangible dengan peneliti Bagi RSUD Dr. Mohamad kepuasan pasien rawat jalan terhadap Rabain untuk meningkatkan assurance pelayanan kefarmasian di RS Dr. jaminan mutu dan kepercayaan pasien Mohamad Rabain Tahun 2025. terhadap kompetensi staf dan kualitas Ada hubungan antara empathy dengan | 170 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 pelayana. di instalasi farmasi rawat jalan. Gunakan sistem antrean elektronik untuk berikut beberapa saran : Peningkatan kompetensi SDM. mengurangi kebingungan. Monitor dan Pelatihan berkala. Adakan pelatihan rutin evaluasi waktu tunggu secara rutin untuk terkait pelayanan farmasi, komunikasi mencari peluang percepatan pelayanan. efektif, dan pengetahuan obat, interaksi Pastikan obat dan pelayanan komunikasi pasien berapa lama obat akan selesai dan . onseling pasie. Sertifikasi profesi informasi jika ada keterlambatan. dengan mendorong staf farmasi untuk Evaluasi dan umpan balik pasien memiliki sertifikasi kompetensi tambahan Lakukan survey kepuasan pasien secara seperti pelatihan pelayanan kefarmasian rutin untuk mengidentifikasi kelemahan dalam dimensi assurance. Tindak lanjuti Standarisasi prosedur layanan Terapkan SOP setiap keluhan pasien sebagai peluang peningkatan layanan. Hasilnya digunakan terdokumentasi untuk setiap proses, mulai sebagai bahan evaluasi dan reward SDM. dari penerimaan resep, penyiapan obat. Penggunaan teknologi informasi. hingga penyerahan obat ke pasien. Terapkan sistem farmasi terkomputerisasi Lakukan audit internal secara berkala untuk mengurangi kesalahan dispensing untuk memastikan kepatuhan terhadap dan mempercepat proses pelayanan. SOP. Integrasi dengan sistem rekam medis Transparansi informasi obat elektronik untuk meningkatkan akurasi Pastikan pasien menerima penjelasan pemberian obat. Sediakan layar informasi yang jelas dan konsisten terkait obat yang atau edukasi obat di area tunggu. diberikan, seperti dosis, efek samping. Tampilkan video pendek atau poster cara penggunaan, dan penyimpanan. edukatif tentang penggunaan obat dan Gunakan leafet obat atau informasi peran apoteker. tertulis untuk mendukung edukasi pasien. Peningkatan etika dan profesionalisme Terapkan konseling standar untuk obat- Budayakan etika kerja dan empati dalam interkasi dengan pasien, jadikan pasien penggunaan jangka panjang. Gunakan merasa bahwa mereka melayani oleh bahasa yang ramah dan mudah dimengerti tenaga kesehatan yang kompeten, peduli, saat menjelaskan informasi obat. dan dapat dipercaya. Peningkatan sistem antrian obat | 171 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 DAFTAR PUSTAKA