COGNITIVE: JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN http://ejournal. org/index. php/cognitive ISSN: 3026-1686 (Onlin. PENDEKATAN SOCIETY ACTION RESEARCH DALAM PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF PERTANIAN ORGANIK BERBASIS KOMUNITAS DI ERA KRISIS IKLIM Bagus Indrawan1*. Irfan Gutawa2. Muhammad Khusain Muslimin3 1,2,3 Institut Agama Islam Nahdlatul UlamaAo Tuban. Indonesia *Gtwirfan@gmail. Keywords Community Action Research. Agricultural Transformation. CommunityBased Organic Farming. Climate Crisis Abstract The climate crisis presents an existential challenge to food security and the sustainability of the agricultural sector. Conventional agriculture is often part of the problem, contributing to greenhouse gas emissions and environmental degradation. In response, the transformation to communitybased organic farming has emerged as a vital, adaptive, low-emission However, this transition is complex and requires approaches that are not only technical, but also social and participatory. This article examines the central role of Society Action Research (SAR) as a methodological pillar in facilitating this transformation. SAR is positioned as a participatory approach that empowers farming communities as active subjectsAinot objectsAiin the change process. Through a dialogic cycle encompassing problem identification, planning, action, and collective reflection. SAR enables farmers to collaboratively develop locally relevant, innovative solutions for organic farming. This process simultaneously builds adaptive capacity, strengthens social cohesion, and enhances community self-reliance. This study argues that SAR is a crucial instrument for ensuring that the transformation to organic farming is not only technically successful but also socially grounded, equitable, and sustainable, thus building effective community resilience in the face of the climate crisis. Kata Kunci Society Action Research. Transformasi Pertanian. Pertanian Organik Berbasis Komunitas. Krisis iklim Abstrak Krisis iklim menghadirkan tantangan eksistensial bagi ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian. Pertanian konvensional seringkali menjadi bagian dari masalah, berkontribusi pada emisi gas rumah kaca dan degradasi lingkungan. Sebagai respons, transformasi menuju pertanian organik berbasis komunitas muncul sebagai solusi vital yang adaptif dan rendah emisi. Namun, transisi ini kompleks dan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya teknis, tetapi juga sosial dan partisipatif. Artikel ini mengkaji peran sentral Society Action Research (SAR) atau Penelitian Tindakan Masyarakat sebagai pilar metodologis dalam memfasilitasi transformasi tersebut. SAR diposisikan sebagai pendekatan partisipatif yang memberdayakan komunitas petani sebagai subjek aktifAibukan objekAidalam proses perubahan. Melalui siklus dialogis yang mencakup identifikasi masalah, perencanaan, tindakan, dan refleksi kolektif. SAR memungkinkan petani untuk bersama-sama mengembangkan solusi inovatif yang relevan secara lokal untuk pertanian organik. Proses ini secara simultan membangun kapasitas adaptif, memperkuat kohesi sosial, dan meningkatkan kemandirian komunitas. Studi ini berargumen bahwa SAR adalah instrumen krusial untuk memastikan bahwa transformasi menuju pertanian organik tidak hanya berhasil secara teknis, tetapi juga 91 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. berakar kuat secara sosial, adil, dan berkelanjutan, sehingga mampu membangun ketahanan komunitas yang efektif dalam menghadapi krisis A Cognitive: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Pertanian modern saat ini tidak lagi mampu sepenuhnya menjawab tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks. Banyak petani tidak memiliki akses terhadap teknologi tepat guna serta tidak mendapatkan pendampingan berkelanjutan dalam menerapkan sistem pertanian ramah lingkungan. Praktik pertanian konvensional juga sering tidak memperhatikan nilai kearifan lokal, sehingga masyarakat tani tidak memiliki ketahanan sosial dan ekologis yang kuat. Selain itu, berbagai program pemberdayaan sering tidak melibatkan partisipasi aktif komunitas, menjadikan inovasi pertanian tidak berkelanjutan dan kurang berdaya guna (Wulandari & Kurniati, 2. Melalui Society Action Research, transformasi pertanian organik diharapkan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mampu membangun kesadaran, kolaborasi, dan aksi nyata berbasis komunitas dalam menghadapi krisis iklim secara berkelanjutan. permasalahan pokok penelitian, dan pengajuan hipotesis. Pada bagian akhir pendahuluan tujuan penelitian harus dituliskan secara eksplisit. Berbagai literatur menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dalam penelitian dan pemberdayaan masyarakat, seperti Society Action Research, terbukti efektif dalam mendorong transformasi sosial di sektor pertanian. Menurut beberapa kajian, penerapan pertanian organik berbasis komunitas dapat meningkatkan kemandirian petani, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memperkuat adaptasi terhadap perubahan iklim. Penelitian lain juga menegaskan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan kearifan lokal menjadi faktor penting dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan. Namun, masih banyak program pertanian yang bersifat top-down dan tidak mengakomodasi kebutuhan serta partisipasi petani secara langsung, sehingga hasilnya kurang efektif (Prasetyo dkk. Oleh karena itu, penerapan Society Action Research dipandang relevan untuk membangun model pertanian organik yang kolaboratif, adaptif, dan tangguh terhadap krisis iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model transformasi pertanian organik berbasis komunitas melalui pendekatan Society Action Research yang mampu Indrawan, et. al - Pendekatan Society Action A 92 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. meningkatkan kemandirian, partisipasi, dan ketahanan petani dalam menghadapi krisis Penelitian oleh (Ahmad dkk. , 2. , (Harudin, 2. dan (Marzali, 2. menunjukkan bahwa kolaborasi antara petani, peneliti, dan pemerintah melalui program pemberdayaan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesadaran ekologis masyarakat tani. Beberapa studi juga menjelaskan bahwa integrasi teknologi tepat guna dengan nilai-nilai kearifan lokal dapat memperkuat ketahanan sosial-ekologis petani di tengah perubahan iklim yang tidak menentu. Namun demikian, penelitian-penelitian sebelumnya belum secara spesifik mengkaji bagaimana Society Action Research dapat menjadi pilar utama dalam mendorong transformasi pertanian organik berbasis komunitas untuk menghadapi krisis iklim yang berkelanjutan. Dengan demikian, masih terdapat celah penelitian . esearch ga. mengenai sejauh mana pendekatan Society Action Research mampu mengintegrasikan aspek sosial, teknologi, dan kearifan lokal secara sinergis dalam konteks pemberdayaan petani organik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana penerapan Society Action Research dalam mendorong transformasi pertanian organik berbasis komunitas, bagaimana integrasi teknologi tepat guna dan kearifan lokal dapat memperkuat adaptasi petani terhadap krisis iklim, serta model pemberdayaan seperti apa yang dapat dikembangkan agar pertanian organik berbasis komunitas menjadi lebih berkelanjutan. Melalui ketiga rumusan masalah tersebut, penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman komprehensif mengenai peran Society Action Research dalam membangun sistem pertanian yang kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim global. Penelitian ini sangat penting karena secara langsung menjawab urgensi krisis iklim dan pangan dengan memosisikan Society Action Research (SAR) sebagai pilar utama transformasi menuju pertanian organik berbasis komunitas. Kontribusi fundamentalnya tidak hanya terletak pada hasil teknis pertanian, tetapi pada proses pendidikan transformatif yang inheren dalam metodologi SAR itu sendiri. Melalui pendekatan ini, komunitas petani bergeser dari objek pasif menjadi subjek pembelajar aktif yang mengidentifikasi masalah, menguji solusi, dan merefleksikan tindakan secara partisipatif(Iqbal, 2. Dengan demikian. SAR berfungsi sebagai alat pedagogis yang membangun kesadaran kritis . iterasi ikli. dan ketahanan sosial-ekologi dari dalam. Indrawan, et. al - Pendekatan Society Action A 93 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. menjembatani pengetahuan akademis dengan kearifan lokal untuk melahirkan solusi adaptif yang benar-benar dimiliki dan berkelanjutan oleh komunitas. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan partisipatif atau Society Action Research. Pendekatan ini dipilih karena berorientasi pada keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perubahan sosial dan pemberdayaan, khususnya dalam pengembangan pertanian organik berbasis komunitas untuk menghadapi krisis iklim (Rahmat & Mirnawati, 2. Penelitian dilaksanakan di komunitas petani organik di Kabupaten Tuban. Jawa Timur, dengan waktu penelitian selama enam bulan, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan Fokus penelitian diarahkan pada proses kolaborasi antara peneliti dan petani dalam merancang, mengimplementasikan, serta mengevaluasi strategi transformasi pertanian yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim. Sumber data penelitian terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan petani, tokoh masyarakat, dan pendamping pertanian, serta data sekunder yang berasal dari dokumen program pertanian, laporan kegiatan, dan literatur pendukung. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan catatan lapangan yang digunakan untuk menggali secara komprehensif proses penerapan Society Action Research. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan temuan, dilakukan validasi data melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta proses member check kepada informan untuk memastikan kesesuaian interpretasi hasil penelitian dengan realitas di lapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan Society Action Research dalam Mendorong Transformasi Pertanian Organik Berbasis Komunitas Society Action Research (SAR) dapat diimplementasikan sebagai strategi transformatif untuk mendorong praktik pertanian organik berbasis komunitas. SAR, yang seringkali memiliki kesamaan prinsip dengan Participatory Action Research Indrawan, et. al - Pendekatan Society Action A 94 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. (PAR), berfokus pada keterlibatan aktif anggota komunitas sebagai subjek dan agen perubahan utama, bukan sekadar objek penelitian. Pertanyaan kuncinya adalah mengurai siklus aksi-refleksi-aksi yang khas dari metodologi ini dalam konteks Ini meliputi identifikasi masalah pertanian . isalnya, ketergantungan pupuk kimia atau kurangnya pasa. , perancangan solusi organik secara kolaboratif, implementasi praktik baru . eperti pembuatan pupuk kompos atau pestisida alam. , dan evaluasi dampak bersama. Fokus utama dari transformasi yang didorong oleh SAR adalah pergeseran dari pertanian konvensional menuju pertanian organik yang dikelola dan dipertahankan oleh komunitas itu sendiri. Penelitian ini ingin mengetahui sejauh mana SAR berhasil memberdayakan petani dan anggota komunitas untuk mengambil kepemilikan atas proses dan hasil. Ini tidak hanya mencakup perubahan teknis dalam praktik bercocok tanam . isalnya, peningkatan kualitas tanah, keanekaragaman hayat. tetapi juga transformasi sosial dan ekonomi(Prihartini dkk. , 2. Secara sosial. SAR akan dilihat perannya dalam membangun kapasitas kolektif, memperkuat jaringan antarkomunitas, dan meningkatkan pengetahuan lokal. Secara ekonomi, yang dianalisis adalah dampaknya terhadap peningkatan pendapatan, kemandirian pangan, dan terciptanya rantai nilai produk organik berbasis lokal. SAR yang berhasil dalam konteks ini dapat diukur dari beberapa indikator. Pertama, tingkat partisipasi dan kemandirian komunitas dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pertanian organik. Kedua, adopsi berkelanjutan dari teknikteknik organik yang baru. Ketiga, dampak terukur pada aspek lingkungan . esehatan tanah dan ekosiste. serta kesejahteraan sosial-ekonomi petani(Handono dkk. , 2. Oleh karena itu, penelitian ini akan menguraikan langkah-langkah siklus SAR . eperti diagnosis masalah bersama, perencanaan aksi, implementasi, observasi, dan refleks. dan mengaitkannya dengan hasil konkret berupa model pertanian organik berbasis komunitas yang tangguh dan berkelanjutan. Indrawan, et. al - Pendekatan Society Action A 95 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. Integrasi Teknologi Tepat Guna dan Kearifan Lokal dapat Memperkuat Adaptasi Petani Terhadap Krisis Iklim Krisis iklim yang ditandai dengan perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, dan seringnya terjadi bencana alam seperti banjir maupun kekeringan telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian. Petani sebagai garda terdepan dalam penyediaan bahan pangan menjadi kelompok yang paling rentan terhadap perubahan ini. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptasi yang tidak hanya bersifat modern dan teknologis, tetapi juga kontekstual dengan budaya dan kondisi sosial masyarakat setempat. Di sinilah muncul permasalahan utama, yaitu bagaimana mengintegrasikan teknologi tepat guna dengan kearifan lokal agar mampu memperkuat daya adaptasi petani terhadap dampak krisis iklim secara berkelanjutan. Teknologi tepat guna merupakan inovasi yang dirancang agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat lokal. Dalam konteks pertanian, teknologi ini bisa berupa sistem irigasi hemat air, penggunaan pupuk organik, alat pertanian sederhana bertenaga surya, hingga aplikasi digital untuk memantau cuaca dan pola Namun, penerapan teknologi modern seringkali menghadapi hambatan sosial dan budaya, terutama di pedesaan yang masih menjunjung tinggi tradisi turun-temurun (P dkk. , 2. Di sinilah pentingnya integrasi dengan kearifan lokal, seperti pengetahuan tradisional tentang penentuan musim tanam, sistem gotong royong dalam pengelolaan lahan, dan praktik konservasi alam berbasis adat yang telah teruji oleh Kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga bentuk pengetahuan ekologis yang lahir dari interaksi panjang antara manusia dan lingkungannya. Jika digabungkan dengan teknologi tepat guna, keduanya dapat saling melengkapi: teknologi memberikan efisiensi dan kemudahan, sedangkan kearifan lokal memastikan keberlanjutan serta penerimaan sosial oleh masyarakat (Marfai, 2. Integrasi ini memungkinkan petani untuk beradaptasi secara lebih efektif terhadap perubahan iklim tanpa kehilangan identitas budaya dan hubungan harmonis dengan alam. Indrawan, et. al - Pendekatan Society Action A 96 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. Model Pemberdayaan yang Dapat Dikembangkan Agar Pertanian Organik Berbasis Komunitas Menjadi Lebih Berkelanjutan Model pemberdayaan yang dapat dikembangkan agar pertanian organik berbasis komunitas menjadi lebih berkelanjutan adalah model kolaboratif partisipatif yang menempatkan petani sebagai subjek utama dalam setiap tahap kegiatan. Dalam model ini, proses pemberdayaan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis bertani organik, tetapi juga pada penguatan kapasitas sosial, ekonomi, dan kelembagaan petani (Ledjab dkk. , 2. Petani didorong untuk aktif berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, perencanaan, serta evaluasi program, sehingga tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan kegiatan pertanian. Model ini menekankan pentingnya integrasi antara teknologi tepat guna dan kearifan lokal. Teknologi tepat guna digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas tanpa merusak lingkungan, sementara kearifan lokal menjadi dasar dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat tani. Dengan menggabungkan kedua aspek tersebut, kegiatan pertanian tidak hanya menghasilkan produk yang ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial-ekologis komunitas petani terhadap dampak perubahan iklim. Selain itu, model pemberdayaan ini mengedepankan pendekatan berbasis jejaring . etwork-based approac. , di mana komunitas petani, lembaga pendidikan, pemerintah, dan sektor swasta bekerja sama dalam sistem yang saling mendukung. Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memperluas akses terhadap informasi, modal, pasar, dan pelatihan berkelanjutan (M. Si dkk. , 2. Dengan demikian, keberlanjutan pertanian organik tidak hanya bertumpu pada kemampuan individu petani, tetapi juga pada kekuatan kolektif komunitas dan dukungan kelembagaan yang stabil. Pada akhirnya, model pemberdayaan yang berkelanjutan harus berorientasi pada transformasi kesadaran dan perilaku petani. Pemberdayaan bukan hanya soal peningkatan kemampuan produksi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis dan sosial bahwa pertanian organik merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan hidup bersama. Dengan membangun kesadaran tersebut melalui pendekatan Society Action Research, diharapkan komunitas petani mampu mandiri, adaptif, dan konsisten dalam mengembangkan pertanian organik yang berdaya tahan terhadap krisis iklim. Indrawan, et. al - Pendekatan Society Action A 97 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. Pendekatan Society Action Research (SAR) dalam pengembangan pertanian organik berbasis komunitas menempatkan petani sebagai pusat dari proses belajar yang bersifat aktif, kolaboratif, dan reflektif. Melalui SAR, petani tidak hanya menjadi penerima inovasi, tetapi juga pencipta pengetahuan melalui pengalaman langsung di Proses ini sejalan dengan prinsip experiential learning, di mana pembelajaran terjadi melalui praktik nyata seperti mengidentifikasi permasalahan pertanian, merancang solusi organik secara bersama, hingga menerapkan inovasi yang relevan dengan kondisi lokal. Setiap kegiatan menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menggabungkan tindakan dengan refleksi, sehingga petani mampu membangun pemahaman baru, mengasah keterampilan teknis, serta memperkuat kesadaran ekologis terhadap pentingnya sistem pertanian yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan refleksi kolektif yang dilakukan dalam setiap siklus SAR berfungsi sebagai sarana evaluasi pembelajaran yang bersifat partisipatif dan Melalui refleksi bersama, para petani dapat meninjau kembali pengalaman mereka, mengevaluasi hasil yang dicapai, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang untuk perbaikan di masa mendatang. Proses ini tidak hanya memperkuat kapasitas individu, tetapi juga membangun pengetahuan bersama . hared knowledg. yang menjadi fondasi solidaritas sosial dan kemandirian komunitas. Dengan demikian. SAR tidak hanya berperan sebagai metode penelitian sosial, tetapi juga sebagai model pendidikan yang menumbuhkan kesadaran kritis, kemampuan reflektif, dan semangat kolaboratif dalam mengembangkan pertanian organik yang tangguh menghadapi krisis KESIMPULAN Penerapan Society Action Research (SAR) dalam konteks pertanian organik berbasis komunitas terbukti menjadi pendekatan transformatif yang efektif dalam mendorong perubahan sosial, ekonomi, dan ekologis di tingkat akar rumput. Melalui siklus aksiAerefleksiAeaksi. SAR menempatkan petani dan anggota komunitas sebagai aktor utama dalam proses identifikasi masalah, perancangan solusi, pelaksanaan, serta evaluasi bersama. Dengan demikian, perubahan yang dihasilkan bukan hanya bersifat teknis pada praktik bertani organik, tetapi juga menyentuh dimensi kesadaran, kemandirian, dan solidaritas sosial. Indrawan, et. al - Pendekatan Society Action A 98 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. Integrasi antara teknologi tepat guna dan kearifan lokal menjadi kunci keberhasilan dalam memperkuat daya adaptasi petani terhadap krisis iklim. Teknologi memberikan efisiensi dan inovasi, sementara kearifan lokal menjamin keberlanjutan ekologis dan penerimaan sosial di tingkat komunitas. Sinergi keduanya melahirkan sistem pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga selaras dengan nilai budaya dan keseimbangan alam. Selanjutnya, model pemberdayaan yang berkelanjutan untuk mendukung pertanian organik berbasis komunitas perlu berlandaskan prinsip kolaboratif-partisipatif. Model ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif petani dalam seluruh tahapan kegiatan, penguatan kapasitas sosial dan kelembagaan, serta pembangunan jejaring lintas sektor antara komunitas, pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta. Pada akhirnya, keberhasilan SAR dalam mendorong transformasi pertanian organik diukur bukan hanya dari peningkatan hasil produksi atau pendapatan petani, tetapi dari tumbuhnya kesadaran ekologis, kemandirian komunitas, dan terciptanya sistem pertanian yang tangguh, adil, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, pertanian organik berbasis komunitas dapat menjadi fondasi bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama di tengah tantangan perubahan iklim global. DAFTAR RUJUKAN Ahmad. Sholikhah. Bashiroh. Bahauddin. , anita, & Wahyudi. Penguatan Ketahanan Lingkungan dan Pemberdayaan Petani Berbasis Kearifan Lokal di LMDH Wana Mitra Sejahtera Lestari. Lebak Jabung. JANNAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1. , 225Ae236. Handono. Hidayat. , & Purnomo. Pemberdayaan Masyarakat Pertanian. Universitas Brawijaya Press. Harudin. Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat Petani dalam Perspektif Inovasi. Kolaborasi, dan Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa Dan Akademisi, 1. , 33Ae45. https://doi. org/10. 64690/intelektual. Iqbal. Konsep Pertanian Dalam Al-QurAAn: Analisis Tafsir Tematik Melalui Pendekatan Teori Ekofarming Sustainable [Masters. Institut PTIQ Jakart. https://doi. org/10/1/2024-SOPIYAN IQBAL-2021. Ledjab. Kamariyah. Sholicah. , & W. Efektivitas Program Pemberdayaan Petani Berbasis Partisipasi Masyarakat di Desa Torok Golo. Kecamatan Rana Mese Manggarai Timur. Studi Administrasi Publik Dan Ilmu Komunikasi, 2. , 130Ae140. https://doi. org/10. 62383/studi. Marfai. Pengantar Etika Lingkungan dan Kearifan Lokal. UGM PRESS. Indrawan, et. al - Pendekatan Society Action A 99 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. Marzali. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PERTANIAN ORGANIK DAN KEMANDIRIAN PANGAN DI WILAYAH PERDESAAN. Journal Of Community Engagement and Sosial Innovation, 1. , 1Ae6. Si. Pd. Pd. Si. Kel. Si. Si. Pt. Hum. Pd. Kes. Kep. Ns. Pd. Pd. Pd. Pd, & Pd. Pd. Transformasi Desa: Kemandirian. Inovasi, dan Pembangunan Berkelanjutan. CV Eureka Media Aksara. Sari. Munizu. Rusliyadi. Nuryanneti. , & Judijanto. Agribisnis: Strategi. Inovasi dan Keberlanjutan. PT. Green Pustaka