DARMA CENDEKIA e-ISSN 2963-167X Vol. No. Juni 2025, hlm. http://w. com/index. php/darmacendekia/index DOI: https://doi. org/10. 60012/dc. PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI PONDOK PESANTREN MODERN DARUL SHOLIHIN DEPOK Memmy Dwi Jayanti1*. Siti Muharomah2. Sumarti3 Universitas Indraprasta PGRI1,2,3 memmydj@gmail. com1*, siti. muharomah757@gmail. com2, bundamarticbifonik@gmail. Kata Kunci: penguatan. pembelajaran bahasa Indonesia. Abstrak: Pendidikan karakter berkaitan dengan pengetahuan kebaikan yang harus diketahui serta dimiliki oleh seseorang. Pondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan bagi siswa untuk belajar, mendalami agama Islam, dan membentuk moral serta akhlak yang baik. Maka, diperlukan penguatan pendidikan karakter sebagai upaya untuk menjadikan seseorang agar dapat memahami, memerhatikan, dan juga melakukan nilai-nilai etika yang baik. Metode yang digunakan adalah observasi, ceramah, presentasi, dan diskusi melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil penelitian di Pondok Pesantren Modern Darul Sholihin menunjukkan: siswa termotivasi untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi tentang pendidikan karakter, guru dapat mengintegrasikan nilai pendidikan karakter ke dalam bahan ajar serta perangkat pembelajaran sehingga dapat diterapkan pada siswa dalam proses pembelajaran, dan implementasi penguatan pendidikan karakter pada siswa. Keyword: reinforcement. Indonesian language Abstract: Character education is related to the knowledge of goodness that must be known and owned by someone. Pondok Pesantren is one of the educational institutions for students to learn, explore the religion of Islam, and form morals and good Therefore, it is necessary to strengthen character education as an effort to make someone able to understand, pay attention, and also do good ethical values. The method used is observation, lectures, presentations, and discussions through Indonesian language learning. The results of the study in Pondok Pesantren Modern Darul Sholihin show: students are motivated to gain knowledge and information about character education, teachers can integrate the value of character education into teaching materials and learning tools so that they can be applied to students in the learning process, and the implementation of strengthening character education in students. Diserahkan: 30-04-2025 Direvisi: 30-06-2025 Diterima: 30-06-2025 Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 1 Juni 2025 hlm. Memmy Dwi Jayanti. Siti Muharomah. Sumarti Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren Modern Darul Sholihin Depok PENDAHULUAN Pendidikan karakter berkaitan erat dengan pengetahuan kebaikan yang harus diketahui serta dimiliki oleh seseorang, lalu muncullah suatu niatan maupun komitmen terhadap suatu kebaikan, dan terakhir benar-benar melakukan kebaikan tersebut. Lickona . menyatakan tentang pentingnya pendidikan karakter sebagai upaya untuk menjadikan seseorang agar dapat memahami, memerhatikan, dan juga melakukan nilai-nilai etika yang baik. Agar dapat tercapai sesuai dengan tujuan tentunya dibutuhkan suatu proses yang dapat dimulai dengan melibatkan beberapa aspek, seperti: pengetahuan . oral knowin. , perasaan . oral feelin. , dan tindakan . oral actio. Rich . melalui buku MegaSkills mencoba memahami tentang kebutuhan serta keinginan orang tua agar dapat membantu anak-anak mereka dalam mempersiapkan diri untuk kehidupan di masa Hal itu dapat dilakukan dengan membangun karakter anak agar dapat berprestasi baik di sekolah dan kehidupan sehari-hari. Baginya. AuA is not about getting an A on tomorrowAos test, itAos about getting an A for lifeAy prestasi bukan hanya tentang mendapatkan nilai yang sangat baik pada saat ujian, namun tentang mendapatkan nilai yang sangat baik itu untuk dapat digunakan seumur hidup. Maka dalam kehidupan diperlukan pembentukan sikap seperti: . percaya diri, . motivasi, . berusaha, . tanggung jawab, . inisiatif: bergerak ke dalam tindakan, . ketekunan, . peduli dengan menunjukkan kepedulian terhadap orang lain, . bekerja sama, . memiliki akal sehat yakni menggunakan penilaian yang baik, . pemecahan masalah, . fokus, . rasa hormat: menunjukkan perilaku, kesopanan, dan penghargaan yang baik . Sementara Klann . perilaku dalam pendidikan karakter mencerminkan tanda yang mendasari karakteristik pribadi yang dimiliki oleh seseorang seperti: sifat, kualitas, dan keterampilan. Untuk itu setidaknya ada lima karakter yang harus dimiliki agar berpengaruh positif pada orang lain, seperti: . keberanian, yaitu berkaitan dengan fisik dan moral. Keberanian fisik melibatkan satu tindakan, sedangkan keberanian moral berarti membela suatu keyakinan. peduli, artinya memiliki minat yang tulus dengan memberikan perhatian yang tulus kepada orang lain. Konsep kepedulian ini mencakup gagasan seperti pertimbangan, kasih sayang, empati, simpati, pengasuhan, dan cinta. optimisme, adalah berarti tidak adanya keputusasaan, yaitu sikap yang harus dimiliki manusia untuk selalu mencari peluang, kemungkinan, dan kesempatan dalam tiap situasi sebagai bentuk mempertahankan harapan dan keyakinan tentang situasi saat ini dan juga masa depan. pengendalian diri, berarti sikap untuk mengendalikan emosi, tindakan, keinginan, dan nafsu pada diri sendiri. Hal ini merupakan tindakan, kebiasaan, atau kekuatan yang membuat energi, kemampuan, dan keinginan seseorang berada di bawah kendali pada suatu keinginan. komunikasi, dalam hal ini pada pengungkapan yang sebenarnya atau ketulusan. Salah satu kunci komunikasi adalah mendengarkan, memperhatikan, dan fokus pada apa yang dikomunikasikan. Frye . menyatakan penerapan tujuan dalam pendidikan karakter untuk membantu seseorang untuk memahami, menjaga, dan berperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai karakter mulia. Sementara Arthur . menyatakan bahwa dalam pendidikan moral menjadi dasar dalam pendidikan sehingga tiap-tiap sekolah memiliki tugas untuk memastikan bahwa dalam lingkungan sekolah baik staf, orang tua, dan siswa agar dapat berpartisipasi dalam membangun etos sekolah yang kuat dengan memberikan arahan pada kebijakan dan praktik pendidikan. Pike . konsep karakter merupakan kesadaran moral pada seseorang yang muncul dari kerangka psikologis, pembelajaran sosial, dan perkembangan kognitif. Menurutnya ketika seseorang dianggap memiliki Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 1 Juni 2025 hlm. Memmy Dwi Jayanti. Siti Muharomah. Sumarti Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren Modern Darul Sholihin Depok karakter, maka orang tersebut juga dipercaya memiliki sikap yang berkualitas seperti: berintegritas, bersemangat, dan sikap yang dapat diandalkan. Sejalan dengan teori tersebut di atas, para siswa . di Pondok Pesantren Modern Darul Sholihin. Depok seyogyanya juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan karakter salah satunya adalah dengan kegiatan penguatan akan pentingnya pembentukan pendidikan karakter di sekolah, sejalan dengan Koesoma . menyatakan bahwa pendidikan karakter memiliki nilai yang sangat penting. Oleh sebab itu, pendidikan karakter harus dilakukan secara terpadu dengan proses pembelajaran agar berfungsi ganda yakni untuk mengembangkan karakter sekaligus meningkatkan kemampuan akademis siswa. Berbagai karakter dapat diberikan melalui proses belajar bahasa Indonesia. Karakter disiplin dan tanggung jawab perlu dikembangkan karena merupakan karakter dasar yang harus dimiliki oleh siswa. Nilai Pendidikan karakter tersebut dapat diintegrasikan pada semua mata pelajaran, salah satunya materi pada pembelajaran bahasa Indonesia. Pondok Pesantren Modern Darus-Sholihin adalah lembaga di bawah naungan Yayasan Darus Sholihin al-QurAoani yang bertujuan membangun generasi Qur`ani, mencetak kader ulama yang Ahlul Qur`an, dengan materi pokok pengajian adalah Tilawah. Tahfidz, dan Tafsir al-Qur`an. Selain itu, pendidikan formal juga mendapat tempat yang sepadan dan mengutamakan kualitas hingga tercipta generasi ulama yang akademis dan akademisi yang ulama. Untuk memperkuat tujuan dari pendidikan di sekolah tersebut bahwa peserta didik membutuhkan materi yang didukung dengan nilai pendidikan karakter. Tim abdimas Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Indraprasta PGRI memberikan solusi agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi insan yang berkarakter kuat. Dengan demikian kegiatan penguatan pendidikan karakter diharapkan siswa dapat memiliki nilai-nilai karakter mulia seperti hormat dan peduli pada orang lain, tanggung jawab, jujur, memiliki integritas, dan disiplin sehingga mampu menjauhkan siswa dari sikap dan perilaku yang tidak baik serta dapat mengikuti prinsip-prinsip pendidikan karakter agar dalam prosesnya dapat efktif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. METODE Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) AuPenguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren Modern Darus-SholihinAy telah dilaksanakan pada Januari 2022 yang beralamat di Jalan H. Sulaiman Nomor 3 RT04/RW02. Kelurahan Bedahan. Depok. Jawa Barat. Pendekatan yang digunakan adalah observasi, ceramah, presentasi, dan diskusi interaktif yaitu salah satu platform nonverbal yang dikombinasikan dengan kemampuan verbal yang efektif menambahkan aspek yang lebih luas untuk komunikasi. Hal ini memungkinkan tiap-tiap individu untuk menyajikan pikiran dan pandangan di depan audiens yang hidup. Tim Dosen PBSI Unindra menggunakan platform yang klasik dan lumrah dalam menjelaskan prinsipprinsip efektif dalam merencanakan dan juga menerapkan pendidikan karakter. HASIL Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Modern DarusSholihin berupa kegiatan penguatan kepada tenaga pendidik dan santri. Sebagian besar dari para santri masih belum mengetahui ataupun memahami dari istilah pendidikan Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 1 Juni 2025 hlm. Memmy Dwi Jayanti. Siti Muharomah. Sumarti Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren Modern Darul Sholihin Depok karakter walaupun dalam kehidupan sehari-sehari sudah dibiasakan. Oleh karena itu, pada kesempatan yang dilakukan oleh tim abdimas PBSI Universitas Indraprasta PGRI tidak hanya memberikan materi saja namun menerapkan pendidikan karakter yang diintegrasikan melalui proses pembelajaran bahasa Indonesia dengan mengacu teori Lickona . yang mengemukakan setidaknya ada sebelas prinsip efektif dalam merencanakan dan juga menerapkan pendidikan karakter sebagai berikut. character education promotes core ethical values as the basis of good character, . the school staff must become a learning and moral community in which all share responsibility for character education and attempt to adhere to the same core values that guide the education of students, . character education requires moral leadership from both staff and students, . Aucharacter" must be comprehensively defined to include thinking, feeling, and . character education should strive to develop students' intrinsic motivation, . the school must recruit parents and community members as full partners in the character-building effort, . effective character education requires an intentional, proactive and comprehensive approach that promotes the core values in all phases of school life, . effective character education includes a meaningful and challenging academic curriculum that respects all learners and helps them succeed . evaluation of character education should assess the character of the school, the school staff's functioning as character educators and extent to which students manifest good . The school must be a caring . to develop character, students need opportunities for moral Gambar 1 Prinsip Pendidikan Karakter PEMBAHASAN Lickona . mengemukakan setidaknya ada sebelas prinsip efektif dalam merencanakan dan juga menerapkan pendidikan karakter, prinsip-prinsip tersebut antara lain sebagai berikut. Character education promotes core ethical values as the basis of good character, yaitu dengan mempromosikan nilai-nilai dasar etika sebagai basis karakter, nilai-nilai tersebut seperti: kepedulian, kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap diri sendiri maupun orang lain sebagai dasar yang dapat membentuk karakter yang baik. AuCharacter" must be comprehensively defined to include thinking, feeling, and behaviour, mengidentifikasi karakter secara komprehensif yang meliputi: pemikiran atau pengetahuan, perasaan atau emosional, dan perilaku. Karakter yang baik terdiri atas pemahaman, kepedulian, dan tindakan berdasarkan nilai-nilai etika inti, maka tugas pendidikan karakter adalah membantu siswa untuk mengetahui segala hal yang baik lalu menindaklanjutinya. Effective character education requires an intentional, proactive and comprehensive approach that promotes the core values in all phases of school life, yaitu dengan membutuhkan pendekatan yang tajam, proaktif dan komprehensif dalam Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 1 Juni 2025 hlm. Memmy Dwi Jayanti. Siti Muharomah. Sumarti Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren Modern Darul Sholihin Depok mempromosikan nilai-nilai inti agar tercapai tujuan pendidikan karakter yang efektif, selain itu dalam membangun karakter tidak hanya menunggu peluang. The school must be a caring community, dengan menciptakan komunitas sekolah yang memiliki kepedulian, hal itu diterapkan agar sekolah dapat mewujudkan karakter yang baik sehingga diperlukan sikap seperti: perhatian dan rasa hormat kepada orang lain, tanggung jawab, kebaikan, dan keadilan. Adanya komunitas moral dapat membantu siswa dalam membentuk keterikatan perhatian antara satu dengan yang To develop character, students need opportunities for moral action, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan perilaku yang baik, beragam kesempatan untuk mengembangkan karakter yang baik pada siswa. Dapat dilakukan seperti tanggung jawab dan keadilan dalam interaksi maupun diskusi Melalui pengalaman moral yang berulang diharapkan siswa juga dapat mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan moral dan kebiasaan perilaku yang membentuk sisi tindakan dari karakter. Effective character education includes a meaningful and challenging academic curriculum that respects all learners and helps them succeed, yaitu memiliki cakupan kurikulum yang bermakna yang dapat membangun karakter, menghargai, dan membantu siswa agar sukses. Bentuk yang dapat dilakukan seperti perhatian guru pada siswa sehingga siswa merasa dihargai, dan diperhatikan. Lalu sikap menghormati siswa yaitu bagaimana cara mereka belajar. Character education should strive to develop students' intrinsic motivation, dengan mengusahakan tumbuhnya motivasi diri dari siswa, untuk mengembangkan komitmen motivasi intrinsik tersebut harus dipupuk dengan segala cara yang memungkinkan seperti: membantu siswa dalam mengatasi tantangan maupun minat materi pelajaran, atau keinginan untuk dapat bekerja sama dengan orang lain. The school staff must become a learning and moral community in which all share responsibility for character education and attempt to adhere to the same core values that guide the education of students, dengan memfungsikan seluruh staf sekolah sebagai komunitas moral yang dapat berbagi tanggung jawab untuk pendidikan karakter dan taat kepada nilai dasar yang sama, maksudnya nilai dan norma yang ada sama-sama diperlakukan secara teratur. Character education requires moral leadership from both staff and students, yakni membutuhkan kepemimpinan moral dan juga dukungan luas dalam membangun inisiatif pendidikan karakter, hal itu bertujuan agar memenuhi kriteria pendidikan karakter yang telah ada. The school must recruit parents and community members as full partners in the character-building effort, dengan memfungsikan keluarga dan anggota masyarakat sebagai mitra dalam usaha membangun pendidikan karakter untuk membangun rasa kepemilikan dan kepercayaan bersama antara pihak sekolah dan keluarga. Pihak sekolah diharapkan proaktif dalam melibatkan orang tua dalam perencanaan dan pembuatan kebijakan, hal itu bertujuan dalam meningkatkan efektivitas dalam mempromosikan nilai-nilai inti etika. Evaluation of character education should assess the character of the school, the school staff's functioning as character educators and extent to which students manifest good character, serta mengevaluasi karakter sekolah, fungsi staf sekolah sebagai guru-guru Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 1 Juni 2025 hlm. Memmy Dwi Jayanti. Siti Muharomah. Sumarti Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren Modern Darul Sholihin Depok karakter, dan manifestasi positif dalam kehidupan siswa, misalnya dengan survei yang meminta siswa untuk menunjukkan sejauh mana pemahaman maupun persetujuan siswa tentang pengembangan karakter, hal ini sebagai penilaian sejauh mana program pendidikan karakter benar-benar dilaksanakan. Suprayitno & Wahyudi . menyatakan adanya kebutuhan karakter yang baik agar dapat menjadi manusia yang seutuhnya. Artinya, dalam kehidupan manusia membutuhkan sikap yang baik seperti: sikap kejujuran, rasa empati, kepedulian, ketekunan, disiplin diri, keberanian, dan sikap untuk mencintai. Sekolah merupakan tempat yang baik untuk menerapkan pendidikan karakter karena lebih kondusif dalam Maksudnya, sekolah sebagai lingkungan akademis dianggap dapat memberikan kondisi yang kondusif bagi pembentukan karakter yang baik bagi siswa, sehingga melalui pendidikan karakter tersebut diharapkan dapat menggunakan nilainilai karakter yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Pentingnya membangun masyarakat yang bermoral, dapat dikatakan bahwa salah satu tujuan pendidikan karakter adalah untuk menciptakan masyarakat yang penuh kedamaian, maka lembaga pendidikan, termasuk Pondok Pesantren dianggap sebagai tempat yang strategis untuk membentuk karakter siswa. Hal ini dimaksudkan agar siswa dalam segala ucapan, sikap, dan perilakunya mencerminkan karakter yang baik (Hidayatullah, 2. Berdasarkan prinsip penerapan karakter tersebut di atas, pentingnya pendidikan karakter dan seyogyanya dapat diterapkan pada santri agar terbentuk perilaku yang baik seperti: budi pekerti, berakhlak mulia, dan bermoral. Oleh karena itu, agar tujuan dapat tercapai sekolah sebagai lembaga pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting untuk mengembangkan kurikulum yang memuat secara eksplisit tentang pendidikan karakter. Hasilnya baik guru dan siswa cukup antusias dan juga mendapatkan pengayaan baik tentang materi, metode, dan teknik pengajaran yang dapat digunakan ketika mengajar maupun belajar untuk anak-anak di rumah. Berikut ini adalah hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat antara lain. Respon yang positif dari mitra abdimas, yaitu semua peserta antusias menyambut kegiatan tersebut dengan datang tepat waktu. Selama kegiatan berlangsung semua peserta dapat mengikuti kegiatan abdimas dengan lancar dan tertib. Peserta memanfaatkan kesempatan untuk menanyakan yang berkaitan dengan penanaman nilai-nilai karakter. Pihak mitra menginginkan kepada tim abdimas Unindra untuk mengadakan kegiatan lanjutan dengan tema yang berbeda dengan mengacu pada cara menyukseskan proses belajar yang efektif dan menyenangkan sehingga para orang tua dapat menerapkan di Peserta mengikuti langkah-langkah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter sebagai salah satunya penanaman sikap religius antara lain: penyediaan sarana ibadah dan pelaksanaan upacara keagamaan, serta pemanfaatan kegiatan ektrakurikuler yang ada di Pondok Pesantren Modern Darus-Sholihin. SIMPULAN Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan baik untuk para santri dan pengajar dapat memberikan ilmu pengetahuan dan informasi tentang pentingnya pendidikan Guru pengajar mendapatkan variasi dalam teknik maupun model pembelajaran Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 1 Juni 2025 hlm. Memmy Dwi Jayanti. Siti Muharomah. Sumarti Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren Modern Darul Sholihin Depok yang dapat menjadikan siswa berkarakter baik dalam bentuk perangkat pembelajaran, bahan ajar, maupun Kegiatan ektrakurikuler yang terdapat di pesantren Darul Sholihin. Para santri dapat mempraktikkan nilai kebajikan sehingga dapat diterapkan baik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Penerapan nilai karakter juga dapat membantu dalam proses pembelajaran bahasa yang disesuaikan dengan situasi dan lokasi mitra berada. Pengajar dapat menerapkan nilai-nilai utama karakter yang dapat diambil dari butir-butir standar kompetensi lulusan dan beberapa mata pelajaran yang ditargetkan untuk diinternalisasikan ke santri atau siswa. Baik guru dan siswa santri di Pesantren Darul Sholihin masih membutuhkan lebih banyak lagi pengetahuan mengenai ilmu pendidikan yang dapat diterapkan pada siswa agar dapat diintegrasikan tidak hanya di lingkungan kelas namun di lingkungan masyarakat sehingga menjadi suatu sikap pembiasaan yang baik. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan syukur penulis kepada Allah Swt yang telah memberikan kemudahan dalam Pelaksanaan pengabdian Masyarakat ini. Selain itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Universitas Indraprasta PGRI sebagai instansi yang menaungi tim abdimas serta para guru dan siswa di Pondok Pesantren Modern Darus-Sholihin yang telah mendukung sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat terselesaikan dengan baik. REFERENSI