Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi https://journal. id/index. php/ABDIKAN ISSN 2828-4526 (Media Onlin. | ISSN 2828-450X (Media Ceta. Vol. 4 No. 3 (Agustus 2. 262-272 DOI: 10. 55123/abdikan. Submitted: 22-06-2025 | Accepted: 05-07-2025 | Published: 10-08-2025 Pelatihan Literasi Baca Tulis dan Numerasi dengan Pendekatan Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal Bagi Calon Guru SD STKIP Biak Nasri Indra Padang1*. Widelmina K. Demena2. Imanuel Keys Obet Worumboi3 Pendidikan Guru Sekolah dasar. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Biak Kota. Papua. Indonesia Email: 1nasriindrap@gmail. com, 2widelminademena@gmail. com, 3emanuelniko7@gmail. 1,2,3 Abstract Literacy training activities in reading, writing, and numeracy as a confirmation solution in facing the challenges of the world of work. Especially in the field of global and competitive education that requires prospective teachers to have the ability (Higher Order Thinking Skill. and professionalism. This training was held face-to-face starting on May 21-23, 2025 in the Elementary School Teacher Education Study Program Classroom at the Biak Teacher Training and Education College Campus. Involving 5 literacy facilitators and numeracy and 39 students of the Elementary School Teacher Education Study Program as This training aims to equip students with the principles and values of becoming prospective teachers, understanding related to literacy materials based on local wisdom and the potential for innovative and creative teaching skills. This training method uses interactive lectures, demonstrations and The three-day activity included . an introduction to the urgency and components of literacy and numeracy materials, . studying core literacy and numeracy materials and teaching strategies, and . continuing discussion of literacy and numeracy teaching materials and strategies. Based on observations and surveys, the majority of students did not understand the role of a teacher's values and principles, had minimal knowledge of literacy and numeracy, and lacked optimal teaching skills strategies. However, the output of this activity showed a significant increase in understanding, enthusiasm, and participation of PSGD students, especially during discussion sessions, demonstrations, and teaching This activity is expected to be the first step in fostering awareness and readiness of the younger generation to face global challenges adaptively and competitively and improve the quality of their values as teachers. It also serves as a foundation for further training to be more optimal, intensive, and sustainable in supporting the work readiness of PGSD students. Keywords: Literacy Reading Writing and Numeracy. Elementary School Teacher Education Students. Teaching Skills. Abstrak Kegiatan pelatihan literasi baca tulis dan literasi numerasi sebagai solusi konfirmasi dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Terutama dalam bidang pendidikan global dan kompetitif yang membutuhkan caloncalon guru memiliki kemampuan (Higher Order Thinking Skil. dan professional. Pekatihan ini dilaksanakan secara tatap muka mulai pada tangga 21-23 Mei 2025 di Ruang Kelas Program Studi Pendidikan Guru Sekolah dasar di Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Biak. Melibatkan 5 fasilitator literasi baca tulis dan numerasi dan 39 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebagai peserta. pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa terakit dengan prinsip dan nilai menjadi calon guru, pemahaman terakit dengan materi literasi baca tulis dan nuerasi berbasis kearifan lokal dan potensi keterampilan mengajar yang inovatif dan kreatif. Metode pelatihan ini menggunakan ceramah interaktif, demonstrasi dan simulasi. Kegiatan terbagi menjadi 3 hari meliputi . pengenalan urgensi dan komponen materi literasi baca tulis dan literasi numerasi, . mempelajari materi inti literasi baca tulis dan numerasi dan strategi mengajar, . lanjutan membahas materi dan strategi mengajar literasi baca tulis dan numerasi. Berdasarkan hasil pengamatan dan survei, mayoritas mahasiswa belum paham akan peran nilai dan prinsip seorang guru, minim pengetahuan literasi baca tulis dan numerasi, serta minim strategi keterampilan mengajar yang optimal. Namun output dari kegiatan ini menunjukna peningkatan signifikan pemahaman, antusias dan partispasi mahasiswa PSGD, khususnya pada sesi diskusi, demonstrasi dan simulasi mengajar. Kegiatan ini dharapkan mampu menjadi langkah Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Nasri Indra Padang1. Widelmina K. Demena2. Imanuel Keys Obet Worumboi3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 262 Ae 272 awal dalam menumbuhkan kesadaran dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan global secara adaptif, kompetitif dan meningkatan kualitas nilai sebagai guru. Dan juga menjadi pondasui agar pelatihan selanjutnya lebih optimal dan intensif serta berkelanjutan dalam mendukung kesiapan kerja mahasiswa PGSD. Kata Kunci: Literasi Baca Tulis dan Numerasi. Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Keterampilan Mengajar. PENDAHULUAN Pada abad 21 identik dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang signifikan maju. Membawa stranformasi besar dalam dunia Pendidikan. Tentunya harus menyesuaikan dengan zaman tersebut dengan cara semua orang terutama seorag guru harus memiliki keterampilan Pendidikan kecakapan abad 21 yang terfokus pada kemampuan berpikir tinggi (Higher Order Thinking Skil. Ada empat kecapakapan yang juga harus melekat pada mahasiswa diantaranya komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis dan solusi akan masalah serta kreativitas dan inovasi. (Communication. Collaboration. Critical Thinking and Problem Solving. Creativity and Innovatio. solusi mengimplementasikan 4 C tersebut, literasi baca tulis dan literasi numerasi menjadi salah satunya perwujudannya. Khususnya bagi siswa kelas awal. Literasi baca tulis. (Elizabet Kafiar & August Lewaherilla2, 2. Dalam dunia Pendidikan mempunyai hubungan yang erat dengan dua kemampuan esensial dan selalu diterapkam pada setiap pembelajaran, yakni kemampuan yang harus dikuasai untuk menghadapi masalah yang sering muncul dalam kehidupan seharihari yakmi baca tulis dan numerasi. (Ifran Nurtiputra et al. , 2. Akan tetapi, kondisi lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar calon guru di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang memiliki keterbatasan keterampilan mengajar, media ajar, pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya literasi baca tulis dan numerasi. Materi tersebut dipandang sebagai materi yang monoton dan formal yang hanya sekedar berkutat pada penerapan kurikulum yang ditetapkan oleh sekolah, bukan sebagai keterampilan hidup. Mendapatkan gelar sarjana pendidikan, namun minim pengetahuan dan pembekalan prinsip dan nilai-nilai menjadi seorang guru, akhirnya kurang persiapan bahkan kekeliruan dan menghadapi dunia kerja global. Pendidikan bukan hanya berkutat sebagai media transfer pengetahuan, akan tetapi sebagai wadah pengembangan pemikiran kritis siswa. Tuntunan Pendidikan saat ini tidak hanya membentuk siswa yang potensi saing namun mampu menghadapi segala bentuk tantangan masa depan sebagai agen of change kea rah yang lebih baik. Ketika menghadapi era revolusi 4. 0 dan era society 5. 0 dibutuhkan adanya pembaharuan pandangan di bidang Pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang sesua perkembangan zaman. untuk dapat menghasilkan lulusan yang sesuai tuntutan perubahan zaman diperlukan dasar yang kuat dalam pembelajaran di sekolah berupa literasi dan numerasi (Sarah Laelatul Fauziah, 2. Kemampuan literasi baca tulis dan nuemrasi menjadi point penting dalam meningkatkan kualitas Pendidikan dan peradaban masyarakat. Program pelatihan dan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dan bekal bagi calon guru sekolah dasar untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa dasar. Dengan memperkuat kedua hal tersebut, harapan bersar siswa dapat berpartisipasi lebih baik dalam lingkungan akademik dan sosial serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan kedepannya (Dwi Permatasari et al. , 2. Namun, masih banyak calon guru belum menyadari sepenting itu beban moral dan tanggung jawab dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Terdapat dari mereka belum mengetahui dan memahmi strategi efektif dalam meningkatkan keterampilan mengajar literasi baca tulis dan numerasi secara inovatif, keratif dan Menganalisis permasalahan tersebut, solusinya perguruan tinggi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan mengadakan kegiatan yang bertema AuPelatihan literasi baca tulis dan numerasi dengan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal bagi calon guru SD STKIP BiakAy. Pelatihan ini dibuat untuk memberikan pendampingan dan pelatihan dengan kepada mahasiswa calon guru mengenai pentingnya materi literasi baca tulis dan numerasi agar menjadi pondasi Pendidikan yang bermutu, membentuk prinsip dan nilai seorang guru dalam keterampilan mengajarnya yang lebih komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, inovatif dan kreatif. Selain itu melalui kegiatan ini mereka diperkenalkan media pembelajaran seperti platform pembelajaran berbasis kearifan lokal, demonstrasi atau simulasi mengajar dan menyanyikan lagu yang berkaitan dengan literasi baca tulis contoh lagu huruf kebun A dan numerasi lagu tentang pengenalan angka dengan benda-benda kontekstual. Adapun yang menjadi fasilitator pelatihan ini yakni dosen atau tenaga pendidikan kampus yang berkompeten dalam bidang tersebut yakni telah mengikut pelatihan literasi baca tulis dan numerasi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Nasri Indra Padang1. Widelmina K. Demena2. Imanuel Keys Obet Worumboi3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 262 Ae 272 Melalui pendekatan partisipatif, demonstrasi dan simulasi. Harapan dari kegiatan ini dapat menjadi gerakan awal bagi mahasiswa calon guru, khususnya mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Biak untuk mempersiapkan diri agar mampu bersaing dalam dunia kerja secara sehat, menjadikan inspirasi dan motivasi untuk terus mengembangkan keterampilan mengajar dan pengetahuan literasi yang lebih modern namun menghasilkan generasi bangsa berkualitas dalam Pendidikan. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Biak adalah salah satu perguruan tinggi berfokus pada menyiapkan cetakan calon-calon guru yang mampu beradaptasi ditengah pertumbuhan lingkungan global secara dinamis. Sebagai lembaga Pendidikan yang berfokus pada guru, bertujuan membekali calon guru dengan keterampilan yang inovatif dan pemahaman maju yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa mengingat, dunia global sekarang lebih berprinsip pada tenaga pendidik yang terampil, adaptif dan memiliki literasi yang baik. PELAKSAAN DAN METODE Kegiatan pelatihan dan pendampingan literasi baca tulis dan literasi numerasi pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal ini dilaksanakan selama 3 hari mulai dari tanggal 21 Mei Ae 23 Mei 2025, bertempat di Ruang Kelas Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Sekolah Tinggi Keguruanan Ilmu Pendidikan Biak. Fasilitator dari kegiatan literasi ini adalah dosen yang telah mengikuti pelatihan literasi baca tulis dan numerasi yang diselenggarakan oleh Unimuda sorong dan Unicef. Tentunya sasaran dari pelatihan ini yakni 39 mahasiswa dari program studi Pendidikan guru sekolah dasar angkatan 2021. Menggunakan metode pelatihan diantaranya partisipatif, demonstrasi, simulasi. Persiapan kegiatan Tahap pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada mahasiswa PGSD calon guru bertajuk AuPelatihan literasi baca tulis dan numerasi dengan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal bagi calon guru SD STKIP BiakAy dideskripsikan sebagai berikut: Tahap Focus Group Discussion dan pengondisian Tahap awal kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) antara tim fasilitator literasi dan dosen program studi pendidikan guru sekolah dasar guna menguraikan permasalahan dan kebutuhan mahasiswa PGSD. dalam diskusi ini diperoleh data bahwa sebagian besar mahasiswa masih perlu dibina dalam memahami nilai-nilai dan prinsip seorang guru bahkan pengetahuan dan keterampilan mengajar masih perlu diperbaiki. Dapat dilihat saat mahasiswa tersebut melalukan simulasi mengajar dan pembuatan RPP bahkan media ajar. Hasil FGD ini menjadi pondasi penyusunan program pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Tahap tim pelaksanaan setelah mendapat data dari pertemuan FGD, tim fasilitator literasi baca tulis dan numerasi melaksanakan rentetan persiapan untuk memastikan kesuksesan kegiatan. Tahapan tesebut diantaranya: Koordinasi dengan Kaprodi PGSD: tim melakukan komunikasi terarah dengan Kaprodi PGSD agar mengintegrasikan program literasi dengan kurikulum, memastikan kesesuaian visi dan misi prodi PGSD, sarana dan prasana yang akan digunakan sata pelatihan, merancang pengembangan kemampuan literasi mahasiswa serta mengkoordinasikan startegi impelementasi literasi yang efektif Penentuan fasilitator dan penyusunan materi: berkaitan dengan 2 kelas literasi yang berbeda maka dari itu fasilitator pun akan bagi juga menjadi fasilitator literasi baca tulis berjumlah 3 orang dan literasi numerasi 2 orang. Selanjutnya, fasilitator menyusun materi literasi baca tulis dan numerasi dengan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal guna mahasiswa dapat mereplikasi dan mengintegrasikan ilmu literasi baca tulis dan numerasi pada saat bekerja didunia Pendidikan. Penentuan alokasi waktu, tempat dan durasi pelatihan: pelatihan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 21-23 Mei 2025, bertempat di ruang kelas PGSD dengan durasi waktu mulai dari pukul 00 Ae 17. 00 WIT. Selama 3 sesi pelatihan, mahasiswa PGSD yang berjumlah 39 akan dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas literasi baca tulis dan literasi numerasi. Maksud dari pembagian kelas ini agar peserta dapat mencerna materi secara intens dan bertahap. Persiapan media dan perlengkapan kegiatan: tim fasilitator literasi menyiapkan media presentasi berupa Power Point. Video lagu, kartu angka, kertas manila, spidol, isolasi bening, pinang, sirih, daun kelapa. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Nasri Indra Padang1. Widelmina K. Demena2. Imanuel Keys Obet Worumboi3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 262 Ae 272 Seluruh rangkaian tahapan ini dilaksanakan secara terstuktur demi memastikan kegiatan berjalan lancar, efektif dan berdampak langsung pada peningkatan pengetahuan serta motivasi mahasiswa PGSD dalam meningkatkan value seorang guru dan keterampilan mengajarnya. Metode pelatihan Pelatihan keterampilan mengajar ini menggunakan metode partisipatif, demonstrasi dan simulasi. Berfokus pada keterlibatan aktif mahasiswa PGSD sebagai calon guru sekolah dasar. Mahasiswa tidak hanya sekedar menerima materi yang diberikan oleh fasilitator namun harus mampu memberikan ouput mulai dari aktif melakukan diskusi dengan fasilitator terkait materi yang kurang dipahami, mahasiswa mengambil peran sebagai guru dan simulasikan mengajar dalam kelas, sedangkan mahasiswa lain aktif memberikan masukan dan saran positif demi penyempurnaan keterampilan mengajarnya. Keterlibatan aktif mahasiwa ini guna memberikan rana bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi, menyamakan persepsi terkait materi, memahami bahwa ilmu pengetahuan selalu berkembang dan mampu menjadi vitamin dan bekal jangkap Panjang ketika sudah bekerja di dunia mengajar sebenarnya. Pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan kegiatan Pelatihan literasi baca tulis dan numerasi dengan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal bagi calon guru SD STKIP Biak dilaksanakan pada tanggal 21-23 Mei 2025 hari rabu sampai jumAoat. Selama 3 hari kegiatan akan dilaksankan mulai pukul 08. 00 hinggan 17. 00 WIT, bertempat di Ruang Kelas PGSD STKIP Biak. Kegiatan diikuti oleh 39 mahasiswa dari program studi PGSD, berlangsung secara tatap muka dengan dukungan penuh dari pihak program studi dan kampus. Kegiatan ini dibagi jadi 2 kelas. Hari pertama: pengenalan urgensi dan komponen materi literasi baca tulis dan literasi numerasi Pada hari pertama kegiatan dibuka oleh fasilitator dengan memperkenalkan diri sekaligus menampaikan urgensi literasi guna memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya literasi baca tulis dan literasi dalam era digital. Pemaparan ini bertujuan untuk membuka wawasan pengetahuan mengenai urgent kesiapan mereka dalam memasuki dunia kerja mengajar yang semakin maju dan kompetitif. Selanjutnya, masing-masing fasilitator diberikan literasi Calis memperkenalkan beberapa komponen literasi baca tulis meliputi . kesadaran cetak, . fonologi, . pengetahuan abjad, . fonik, . pemahaman, . kosakata, . berbicara, . tatabahasa, dan . Begitu pula diberikan kesempatan untuk fasilitator literasi numerasi menjabarkan yang akan dipelajari bersama 12 komponen literasi numerasi meliputi . mengenal angka, . perbandingan bilangan, . penjumlahan dasar, . pengurangan dasar, . Perkalian dasar, . Pembagian dasar, . pecahahan, . pola bilangan dan hubungan, . pengukuran dan estimasi, . penalaran spasial, . data dan representasi dan . penyelesaian masalah kontekstual. Setelah penyampaian materi, mahasiswa dibagi menjadi 2 kelas besar berdasarkan kebutuhan masing-masing mahasiswa PGSD. Terdapat 20 mahasiwa memasuki literasi baca tulis dan literasi numerasi ada 19 Hari kedua: mempelajari materi inti literasi baca tulis dan numerasi dan strategi mengajar Dihari kedua ini, mahasiswa diberikan informasi inti dari literasi, rincian kegiatan 2 kelas dijelaskan sebagai Kelas literasi baca tulis, demi kelancaran dan intensnya kelas ini fasilitator membentuk mahasiswa menjadi 4 kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 mahasiswa. selain itu fasilitator membentuk posisi duduk tiap kelompok yang kondusif. Dari kesembilan komponen ini dibagi menjadi 2 hari. Untuk hari kamis akan membahas 5 materi dan rincian pelaksanaannya sebagai berikut: kesadaran cetak, mengenalkan simbol, tulisan, gambar serta memahami cetakan tersebut memiliki makna dan informatif. Fonologi, pengetahuan tetang aturan dan makna bunyi dalam kata pengetahuan abjad, materi yang mencakup pengenalan nama, bentuk dan bunyi-bunyi huruf dan mahasiswa diajar lagu-lagu kebun huruf. Fonik, pemahaman tentang hubungan antara huruf dan bunyi yang diwakili untuk membangun kata. Pemahaman: kemampuan untuk memahami mana teks yang dibaca dengan menggunakan strategi 5 komponen materi diatas tentunnya diberikan penjelasan dasar secara bertahap melalui Power point yang memuat konsep dasar, gambar atau video, dan mengajarkan lagu-lagu kebun huruf guna menginspirasi mereka, lalu mahasiswa diarahkan untuk membuat bahan ajar serta RPPnya. Setelah itu Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Nasri Indra Padang1. Widelmina K. Demena2. Imanuel Keys Obet Worumboi3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 262 Ae 272 fasilitator akan memberikan contoh praktek pengajaran dan terakhir mahasiswa yang telah dibentuk beberapa kelompok diberikan maisng-masing 1 komponen materi dan membuat RPPnya serta ice breaking lalu mengambil bagian demonstrasi sebagai guru dan simulasi mengajar dalam kelas serta mahasiswa lainnya menjadi partisipasi siswa yang memberikan masukan dan saran positif. Kelas literasi numerasi, sama halnya juga fasilitator membagi 19 mahasiswa menjadi 6 kelompok, tiaptiap kelompok terdiri dari 3-4 orang. Membentuk posisi tempat duduk yang kondusif. 12 komponen dibagi menjadi 2 hari. Hari kamis akan membahas 6 materi dengan uraian kegiatan sebagai berikut: mengenal angka, mengaitkan bentuk angka dengan kehidupan sehari-hari melalui benda-benda konkret contohnya angka 0 seperti telur, 1 seperti lidi, 2 seperti bebek dst. Serta mengenalkan cara menulis angka yang baik dan benar. perbandingan bilangan, cara membandingkan 2 nilai atau lebih dari besaran yangs sejenisnya untuk mengetahui perbedaan atau persamaan rasionya. Serta diperkenalkan simbil < . ebih keci. dan > . ebih besa. penjumlahan dasar, operasi matematika dasar yang berfungsi untuk menghitung total atau menggabungkan bilangan. Dikenal dengan tanda ( ) pengurangan dasar, operasi matematika yang berguna untuk mengurangi jumlah yang tersisa setelah objek dikurangi dari jumlah awal. Ditandai dengan simbol (-) Perkalian dasar, operasi hitung matematika yang menunjukkan penambahan berulang dengan konsep rumus kelompok x isi contoh 3 x 2= 6 dengan proses kerja 2 2 2 =6, artinya isi dari masingmasing kelompok sebanyak 2 diulangi jumlahnya sebanyak 3 kelompok hasilnya adalah 6. Ditandai dengan simbol . Pembagian dasar, operasi hitung matematika yang berguna untuk membagi suatu jumlah menjadi beberapa bagian yang sama dengan cara dikurangi hingga bilangannya habis. Diberi simbol (:) Fasilitator memberikan penjelasan dasar terkait tiap materi numerasi dengan cara pemaparam materi dan memberikan kartu gambar angka lalu menyebutkan angkanya, mengajarkan mereka lagu angka dan lagu-lagu pengoperasian bilangan melalui tampilan foto atau video agar berwawasan dan berkembang dalam literasi masyarakat. Setelah itu mahasiswa PGSD yang telah dibagi menjadi 6 kelompok, masingmasing diberi 1 materi dan dibuat media bahan ajar dari kearifan lokal seperti pinang, sirih, buah-buhan dan ikan. Serta ice breaking serta RPP, diberikan waktu untuk simulasi mengajar kelas kecil selama 1 jam . imulasi dengan teman sekelompoknya secara bergantia. Setelah itu fasilitator mengarahkan masing-masing perwakilan tiap kelompok untuk demontrasi jadi guru dan simulasi mengajar kelas Mahasiswa lainnya berperan sebagai siswa lalu diakhiri dengan memberikan saran dan masukan yang membangun keterampilan menjagarnya. Hari ketiga: lanjutan membahas materi dan startegi megajar literasi baca tulis dan numerasi: Hari terakhir, mahasiswa masih diberikan pembelajaran inti dari literasi, uraian kegiatan 2 kelas diterangkan sebagai berikut: Kelas literasi baca tulis melanjutkan komponen 4 materi yang tersisa diantaranya: Kosakata, pengetahuan tentang makna kata-kata serta aturan penyusunannya dalam kalimat Berbicara, pentehuan tentang kemampuan berbahasa yang diintegrasikan dengan membaca dan menulis atau menyampaikam gagasa dan perasaan. tatabahasa, memahami aturan-aturan bahasa yang sesuai dengan EYD untuk mendapatkan maknya yang tepat. Menulis, pengembangan kemampuan motoric halus untuk menulis serta kemampuan menyusun tulisan sesuai kaidah bahasa dan ejaan. 4 komponen materi diatas tentunnya diberikan penjelasan dasar secara bertahap melalui Power point yang memuat konsep dasar, gambar atau video, dan mengajarkan lagu-lagu kebun huruf guna menginspirasi mereka, lalu mahasiswa diarahkan untuk membuat bahan ajar serta RPPnya. Setelah itu fasilitator akan memberikan contoh praktek pengajaran dan terakhir mahasiswa yang telah dibentuk beberapa kelompok diberikan maisng-masing 1 komponen materi dan membuat RPPnya serta ice breaking lalu mengambil bagian demonstrasi sebagai guru dan simulasi mengajar dalam kelas besar serta mahasiswa lainnya menjadi partisipasi siswa yang memberikan masukan dan saran yang baik. Kelas literasi numerasi, masih tetap melanjutkan 6 materi yang tersisa yakni: Pecahahan, mengenalkan bilangan yang menyatakan bagian dari suatu keseluruhan. Contoh buan semangka dibagi menjadi 5 bagian yang sama dan kita makan 1 bagian kita makan dari semangka. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Nasri Indra Padang1. Widelmina K. Demena2. Imanuel Keys Obet Worumboi3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 262 Ae 272 bilangan diatas sebagai pembilang dan angka dibawah sebagai penyebut serta jenis-jenis dari pola bilangan dan hubungan, urutan objek atau bentuk yang teratur dan berulang, dengan contoh mengurutkan 2 buah pinang dan 2 buah sirih, diurutkan secara selingan. Serta mengenalkan beragam jenis-jenis pola pengukuran dan estimasi, pengukuran sebagai mengukur suatu besaran dengan satuan tertentu, pengukuran bersifat akurat dan valid, alatnya dapat berupa timbangan, pengaris dll. Contoh menimbang pinang atau mengukur Panjang sirih. Sedangkan estimasi itu kemampuan memperkirakan ukuran objek. Contoh menebak tinggi dan berat badan mahasiwa berdasarkan penalaran spasial, mengenalkan dan mengaitkan konsep bentuk bangunan datar dan bangunan ruang dengan benda konkret, seperti persegi Panjang sama bentuk dengan papan tulis, botol air minum seperti tabung dsb. data dan representasi, mengenalkan data yang berupa teks, angka, gambar sebagai informasi. Contohnya memilah dan menghitung pinang dan sirih berdasarkan bentuknya, mencatatnya jumlah lalu dimuatkan dalam bentuk tabel. penyelesaian masalah kontekstual dan implementasi literasi numerasi, mengenalkan langkahlangkah penyelesaian masalah kontekstual diantaranya memahami masalah, merencanakan strategi, menyelesaikan dan menjawab lalu memeriksa dan menjelaskan. Fasilitator memberikan penjelasan dasar terkait tiap materi numerasi dengan cara memggunakan media ajar seperti PPT yang memuat gambar atau video, membawa daun kelapa, pinang, semangka tiruan, pisang tiruan, bentuk imitasi bangunan datar dan ruang, alat ukur. masing-masing diberi 1 materi dan dibuat media bahan ajar dari kearifan lokal daun kelapa, pinang, sirih, gambar semangk a Serta ice breaking serta RPP, diberikan waktu untuk simulasi mengajar kelas kecil selama 1 jam . imulasi dengan teman sekelompoknya secara bergantia. Setelah itu fasilitator mengarahkan masing-masing perwakilan tiap kelompok untuk demontrasi jadi guru dan simulasi mengajar kelas besar. Mahasiswa lainnya berperan sebagai siswa lalu diakhiri dengan memberikan saran dan masukan yang membangun keterampilan menjagarnya. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan berjalan dengan intens, lancar dan respon antusias dari kegiatan ini berhasil menumbuhkan pemahaman dan pengetahuan mahasiswa terkait nilai dan prinsip seorang guru, meningkatkan motivasi keterampilan menagajar sebagai vitamin ampuh dalam menghadapi dunia Pendidikan digital yang kompetitif. Adapun rundown dan materi kegiatan sebagai Waktu kegiatan 00 WIT 00 Ae 10. 30 WIT 30 Ae 12. 00 WIT 00 Ae 13. 30 WIT 30 Ae 15. 00 WIT 00 Ae 16. 00 WIT 00 Ae 16. 10 WIT 00 - 09. 30 WIT 30 Ae 11. 00 WIT 00 Ae 12. 30 WIT 30 Ae 13. 30 WIT 30 Ae 14. 30 WIT 30- 15. 30 WIT 30 Ae 17. 00 WIT 00 - 09. 30 WIT 30 Ae 11. 00 WIT 00 Ae 12. 30 WIT Rincian kegiatan Rabu, 21 Mei 2025 Pembukaan kegiatan Pengenalan diri Urgensi dan komponen literasi baca tulis Istirahat Urgensi dan komponen literasi numerasui Pembagian kelas mahasiswa PGSD Kamis, 22 Mei 2025 kesadaran cetak Fonologi pengetahuan abjad Fonik Pemahaman Simulasi mengajar kelas besar JumAoat, 23 Mei 2025 Kosakata Berbicara Penanggung jawab Fasilitatorliterasi calis dan numeras Fasilitator literasi calis dan numerasi Fasilitator literasi calis Fasilitator literasi numerasi Fasilitator Fasilitator literasi calis Fasilitator literasi calis dan numerasi Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Nasri Indra Padang1. Widelmina K. Demena2. Imanuel Keys Obet Worumboi3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 262 Ae 272 30 Ae 13. 30 WIT 30 Ae 14. 30 WIT 30- 17. 00 WIT 00 Ae 17. 30 WIT Istirahat Menulis Simulasi mengajar kelas besar Penutupan Kegiatan Waktu kegiatan Rincian kegiatan Rabu, 21 Mei 2025 Pembukaan kegiatan Pengenalan diri Urgensi dan komponen literasi baca tulis Istirahat Urgensi dan komponen literasi numerasi Pembagian kelas mahasiswa PGSD 00 WIT 00 Ae 10. 30 WIT 30 Ae 12. 00 WIT 00 Ae 13. 30 WIT 30 Ae 15. 00 WIT 00 Ae 16. 00 WIT 00 Ae 16. 10 WIT Penanggung jawab Fasilitator literasi calis dan numeras Fasilitator literasi calis dan numerasi Fasilitator literasi calis Fasilitator literasi numerasi Fasilitator Kamis, 22 Mei 2025 00 - 09. 30 WIT 30 Ae 10. 30 WIT 30 Ae 11. 30 WIT 30 Ae 12. 30 WIT 30 Ae 13. 30 WIT 30- 14. 30 WIT 30 Ae 15. 30 WIT 00 WIT 10 WIT 00 - 09. 30 WIT 30 Ae 10. 30 WIT 30 Ae 11. 30 WIT 30 Ae 12. 30 WIT 30 Ae 13. 30 WIT 30- 14. 30 WIT 30 Ae 15. 30 WIT 00 WIT 30 WIT mengenal angka perbandingan bilangan penjumlahan dasar pengurangan dasar. Perkalian dasar Pembagian dasar Simulasi mengajar kelas besar JumAoat, 23 Mei 2025 Pecahahan pola bilangan dan hubungan pengukuran dan estimasi. Istirahat penalaran spasial data dan representasi, penyelesaian masalah kontekstual dan implementasi literasi numerasi Simulasi mengajar kelas besar Penutupan Kegiatan Fasilitator literasi numerasi Fasilitator literasi numerasi Fasilitator literasi calis dan numerasi HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi mahasiswa calon guru dilaksakan pada 21-23 Mei 2025, dengan tajuk AuPelatihan literasi baca tulis dan numerasi dengan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal bagi calon guru SD STKIP BiakAy berhasil dilaksanakan dengan lancar dan mahasiswa memberikan repons positif yang signifikan. kegiatan yang diikuti oleh 39 mahasiswa program studi Pendidikan guru sekolah dasar sekolah tinggi keguruan dan ilmu Pendidikan biak terbagi menjadi 3 tahap yang dikemas secara interaktif dan partisipatif. Berangkat dari kegiatan ini, ouput yang dihasilkan meliputi peningkatan pemahaman dan pengetahuan prinsip dan nilai seorang guru, sikap positif, keterampilan mengajar, kreativitas media ajar berbasis kearifan lokal melalui pembuatan media bahan ajar. Partisipasi aktif mahasiswa dalam diskusi dan tanya jawab serta melakukan simulasi mengajar dalam kelas. kegiatan ini menghasilkan dokumentasi, dan outcome yang dihasilkan, kegiatan ini memberikan dampak positif dan kesiapan mahasiswa. Menurut mahasiswa kegiatan ini sangat membantu dan memenuhi kebutuhan mereka dalam meningkatkan kualitas sebagai calon guru, terlihat saat mahasiswa PGSD melakukan KKN dan pengajar di SD YPK Adadikam di Biak Barat dari kelas 1 hingga kelas 6. Mereka terampil dalam menyampaikan materi dan banyak siswa memberikan respon positif dan aktif pada saat proses belajar mengajar. Sementara guru-guru menyatakan bahwa materi yang diterapkan sangat sesuai dengan kebutuhan siswa SD. Berdasarkan hasil outcomenya menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak sekedar mejadi sebuah pengetahuan namun menjadi langkah dasar untuk jenjang yang lebih tinggi kedepannya. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Nasri Indra Padang1. Widelmina K. Demena2. Imanuel Keys Obet Worumboi3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 262 Ae 272 Berikut beberapa dokumetasi penyampaian materi, aktivisitas, output dan outcome dari kegiatan ini: Gambar 1. Kelas Literasi Baca Tulis Gambar 2. Media Ajar Literasi Baca Tulis Gambar 3. kelas literasi Numerasi Gambar 4. media ajar literasi numerasi Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Nasri Indra Padang1. Widelmina K. Demena2. Imanuel Keys Obet Worumboi3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 262 Ae 272 Gambar 5. materi literasi numerasi Gambar 6. penerapan materi literasi baca tulis pada siswa SD YPK Adadikam Biak Barat Gambar 7. penerapan materi literasi numerasi pada siswa siswa SD YPK Adadikam Biak Barat Refleksi Kegiatan Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini berjalan dengan lancar, intens dan mampu memberikan hasil dan dampak yang signifikandari mahasiswa dan siswa yang diajar. Namum terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki dan akan menjadi boomerang untuk kegiatan yang sama di masa mendatang. Evaluasi seperti keterbatasan waktu pelaksanaan. Materi yang padat selama 3 hari membuat penyampaikan materi tidak terlalu mendalam, sehingga topik dari materi tidak sempat dikaji lebih lanjut, seperti literasi baca tulis materi pemahaman, berbicara dan menulis. Lalu materi numerasi seperti data dan represenasi, penyelesaian masalah kontekstual dan implementasi literasi numerasi. Materi-materi tersebut adalah materi yang rumit dan membutuhkan jangka waktu cukup lama untuk bisa intens mengintegrasikan dengan bahan media ajar dan strategi keterampilan mengajar yang tepat dan efektif untuk siswa. harapan kedepannya, solusinya yaitu perbaikan melalui menjadwalkan pelatihan ini secara bertahap dan berkelanjutan, tentunya dikomunikasikan dengan pihak Kaprodi untuk penyesuaian jadwal yang fleksibel atau senggang. Pembuatan modul ajar dibuat menjadi lebih sederhana bagi siswa dan calon guru. Semua perencanaan dilakukan untuk program kegiatan agar menghasilkan output dan outcome yang lebih efisien dan maksimal. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Nasri Indra Padang1. Widelmina K. Demena2. Imanuel Keys Obet Worumboi3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 262 Ae 272 PENUTUP Simpulan Kegiatan Pelatihan dan pendampingan kepada mahasiswa calon guru SD di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Biak berhasil memberikan bekal dari segi pengetahuan dan keterampilan yang bermakna. Dengan mengenalkan pembelajaran literasi baca tulis dan literasi numerasi melalui pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal, mahasiswa dapat mengembangkan nilai dan prinsip menjadi seorang guru serta meningkatkan keterampilan dasar dalam mengajar, bahkan dapat memahami dalam menciptakan siswa yang beradab dan berilmu dapat melalui metode dan model pembelajaran yang beragam, inovatif dan Melalui 3 hari pelatihan, mahasiswa menjunjukkan antusias yang tinggi dan partisipasi aktif, terutama pada saat sesi diskusi, melakuka demonstrasi dan simulasi mengajar serta memberikan saran dan masukan positif Materi yang telah diterima mampu menolong dan menumbuhkan motivasi semangat mahasiswa untuk mulai lebih mempersiapakan diri dalam menghadapi dunia mengajar professional sejak dini. Walaupun terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu dan materi yang padat, akan teteapi kegiatan ini dapat menjadi pondasi dan vitamin dalam menyusun program lanjutan yang lebih terstruktur dan Pelatihan ini bukan hanya kegiatan formalitas pemberian ilmu praktis kepada mahasiswa PGSD, namun memperkuat peran kampus dalam menautkan kebutuhan dunia kerja dengan kesiapan kompetensi mahasiswa PGSD. Gerakan literasi baca tulis dan numerasi bukan bermaksud untuk mengentas kebuta asksaraan masyakat atau sekedar sebuah ilmu yang diajarkan sebagai fomrmalitas. namun memiliki arti dan hikmah yang luas, mampu bertumbuh dan berkembang kecakapan hidup masyarakat dan bangsa yang berkabarakter literasi, kreatif, komunikatif maupun berpikir kritis dalam menghadapi sebuah tantangan kehidupan globa identic dengan persaingan. Melalui Pendidikan dasar dalam fungsinya sebagai peletak dasar dan harus diperkuat dengan gerakakn literasid, diperkuat oleh lingkungan sekolah, kehidupan keluarga dan bermasyarakat. Saran Demi pelaksanaan kegiatan yang lebih matang dimasa mendatang, terdapat beberapa hal yang perlu pengaturan waktu yang lebih efisien: pengelolaan waktu yang optimal dapat membantu mahasiswa PGSD dalam memahami materi, nilai dan prinsip seorang guru, dan lebih mampu mengeksplore keterampilan mengajarnya. Konsultasi waktu kegiatan dengan pihak kaprodi PGSD: menyepakati bersama antara tim fasilitator dan kaprodi PGSD guna menjadi waktu lebih startegis sehingga kegiatan ini berjalan dengan maksimal. Penyediaan modul ajar: mengatasi keterbatasan waktu, hadirnya modul ajar mahasiswa PGSD dapat belajar dengan wkatu dan kondisi yang fleksibel dan maksimal secara mandiri. Metode dan model pembelajaran yang beragam serta meningkatkan keterampilan mengajarnya. Mahasiswa mampu bertahan dan menyesuaikan diri dalam dunia kerja abad ke-21 seperti komunikasi, kolaborasi, kritis dan kreativ serta inovatif dalam meningkatkan kecerdasan anak bangsa Indonesia. Menjadi seorang guru tidaklah mudah, karena harus mampu menjadi role model bagi siswa dan mengemban amanah yang mulia. Dengan saran perbaikan tersebut, harapan dari kegiatan selanjutnya dapat memberikan dampak yang lebih optimal dan berkelanjutan bagi peningkatan keterampilan mengajar pembelajaran literasi baca tulis dan numerasi, pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal dalam menghadapi dunia kerja digital dan DAFTAR PUSTAKA