P- ISSN: 2527-5798, E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7, Number 1, Januari-Juni 2022 24 ANALISIS TINGKAT KEPUASAN DALAM KEGIATAN PRAKTIKUM KEPERAWATAN SECARA DARING PADA MAHASISWA TINGKAT II KEPERAWATAN DI STIKES DIRGAHAYU SAMARINDA TAHUN AKADEMIK 2021/2022 Yani, Bernarda Teting dan Yulietha Lehyun Jurusan Diploma III Keperawatan Stikes Dirgahayu Samarinda, Alamat : Jl. Pasundan nomor 21 Samarinda 74122, Telp.. (0541) 748335) Email samariahyani421@gmail.com Abstract The Covid-19 pandemic requires that offline learning be replaced by an online model. This study aims to determine the level of student satisfaction with online nursing practicum activities. The method used is descriptive quantitative. The population in this study were third semester students with a sample of 50 students. This study used a standardized student satisfaction questionnaire consisting of 31 items on a Likert scale statement with 4 answer choices. This study showed that 72% of students have a high level of satisfaction score, 10% very high, 18% sufficient category, no less category. The percentage distribution was reinforced by the average satisfaction level score of 93.08% which is included in the high category score interval. The indicators for the ability of lecturers to manage online practicums were in the high and very high categories as much as 86 percent. Indicators of facilities and infrastructure were in category high and very high as much as 72 percent. Skill indicators were in high and very high categories as much as 74 percent. This research shows that lecturers need to maintain the quality of online practicum activities and seek things that are necessary to improve the quality of online teaching and learning . Abstrak Pandemi Covid-19 mengharuskan pembelajaran luring digantikan dengan model daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kegiatan praktikum keperawatan secara daring. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester III dengan jumlah sampel 50 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan kuesioner baku kepuasan mahasiswa yang terdiri dari 31 item pernyataan skala Likert dengan 4 pilihan jawaban. Penelitian ini menunjukkan bahwa 72% mahasiswa memiliki skor tingkat kepuasan kategori tinggi, 10 % sangat tinggi, 18 % kategori cukup, tidak ada kategori kurang. Sebaran presentase diperkuat rata-rata skor tingkat kepuasan sebesar 93,08% termasuk dalam interval skor kategori tinggi. Indikator kemampuan dosen mengelola praktikum daring, kategori tinggi dan sangat tinggi sebanyak 86 persen. Indikator sarana dan prasarana, kategori tinggi dan sangat tinggi sebanyak 72 persen. Indikator keterampilan, kategori tinggi dan sangat tinggi sebanyak 74 persen. Penelitian ini menunjukkan bahwa dosen perlu mempertahankan kualitas pelaksanaan kegiatan praktikum secara daring dan mengupayakan hal-hal yang perlu untuk meningkatkan kualitas belajar-mengajar secara daring. Kata Kunci : Pembelajaran praktikum daring, kepuasan mahasiswa. Latar Belakang Pada awal tahun 2020, Indonesia diguncang oleh pandemi corona virus disease (Covid-19) yang menyerang manusia terutama organ pernafasan dengan berdampak fatal yaitu kematian yang cepat dan mendadak serta penularannya sangat cepat dari orang ke orang. Menanggapi kejadian pandemi ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) per tanggal 17 maret 2020 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 yang menghimbau agar memberlakukan pembelajaran secara daring (dalam jaringan) dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah P- ISSN: 2527-5798, E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7, Number 1, Januari-Juni 2022 dan di perguruan tinggi sebagai upaya pencegahan terhadap perkembangan dan penyebaran Covid-19. Jangkauan internet yang makin meluas dan keberadaan Learning Management System (LMS) di kampus, dipastikan mendukung pembelajaran daring yakni penggunaan teknologi informasi internet sebagai pengganti pembelajaran tatap muka di kelas. Namun sudah barang tentu masih menyimpan kendala bagi penyelenggaraan pendidikan yang memadukan teori dan praktikum seperti halnya pendidikan keperawatan. Hal ini tentu menjadi tantangan yang besar untuk mata kuliah praktikum, sebagaimana diketahui bahwa poin utama proses pembelajaran praktikum adalah aktivitas di laboratorium, dimana mahasiswa dilatih untuk pengembangan keterampilan (skill) sebagai aplikasi dari pengetahuan (knowledge) yang telah diperoleh di kelas. Oleh karena itu, ketiadaan proses praktikum dalam pembelajaran di laboratorium membutuhkan alternatif solusi agar tetap terjadi proses transfer keterampilan tetap bisa berlangsung. Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) Dirgahayu menyelenggarakan pendidikan keperawatan dengan metode pembelajaran teori dan praktikum di laboratorium. Pembelajaran praktikum bertujuan agar mahasiswa memiliki kemampuan/skill yang terampil dalam melaksanakan tindakan keperawatan dan tercapai kompetensi sesuai dengan capaian pembelajaran. Seiring meningkatnya kasus covid-19 dan upaya mencegah penularan, mengharuskan pembelajaran luar jaringan/luring dihentikan dan diganti dengan pembelajaran dalam jaringan/daring, termasuk pembelajaran praktikum secara daring. Metode ini dapat mencegah penularan dan keterampilan/skill mahasiswa tetap dipertahankan. Praktikum secara daring dilaksanakan dengan harapan agar mahasiswa tetap merasakan suasana praktikum luring sehingga proses pembelajaran keterampilan berpikir tingkat tinggi yang bermanfaat bagi pembentukan karakter, penguatan literasi, peningkatan kompetensi dan pengayaan kurikulum tetap berjalan. Laboratorium visual juga relatif lebih mudah dan murah dibandingkan laboratorium konvensional, dan dapat menjangkau banyak orang di banyak tempat (Saraswati & Mertayasa, 2020). Sebagaimana diketahui bahwa pembelajaran praktikum dirancang secara khusus dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengembangkan aktivitas belajar, memperoleh 25 fakta dari konsep yang dipelajarinya, mengembangkan keterampilan dasar, melakukan eksperimen khususnya kemampuan memecahkan masalah dengan pendekatan ilmiah, meningkatkan pemahaman mengenai materi pelajaran, mengembangkan ketrampilan dasar, melakukan observasi, mengkomunikasikan hasil observasi secara lisan maupun tulisan dan dapat memfasilitasi rekonstruksi konsep-konsep atau membangun konsep sehingga dosen berperan dalam penguatan dan mengkoreksi konsep yang keliru. Dengan kemajuan teknologi dan informasi, saat ini laboratorium keperawatan sudah dikembangkan menjadi laboratorium virtual atau bisa disebut dengan istilah Virtual Laboratorium (VL). VL dapat diartikan sebagai serangkaian alat-alat dan dapat mensimulasikan kegiatan di laboratorium seakan-akan pengguna berada pada laboratorium sebenarnya. Laboratorium virtual potensial untuk memberikan peningkatan secara signifikan dan pengalaman belajar yang lebih efektif. Pengembangan laboratorium virtual ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan belajar yang dialami oleh mahasiswa terutama di masa pandemic Covid-19 dan mengatasi permasalahan biaya dalam pengadaan alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan kegiatan praktikum bagi sekolah-sekolah yang kurang mampu (Munir, 2010). Hasil yang didapatkan dari studi literatur menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan dengan praktikum menggunakan laboratorium virtual lebih memberikan rasa nyaman kepada siswa selama praktikum sehingga siswa lebih mudah memahami materi dan memiliki kesan yang lebih dalam. http://ejournal.uin-suska.ac.id/ di akses September 2020. Penerapan Laboratorium virtual berbasis Virtual Reality sebagai media pembelajaran daring tentu saja tidak dapat sepenuhnya menyamai tujuan metode praktikum konvensional tersebut. Namun, kepuasan mahasiswa terhadap kegiatan praktikum virtual itu dapat mencerminkan penguatan pengetahuan tentang teori yang sudah dipelajarinya. Pemanfaatan laboratorium virtual berbasis virtual reality di STIKES Dirgahayu sebagai media pembelajaran bisa di gunakan dan dilaksanakan pada mata kualiah yang ada praktikumnya, karena laboratorium STIKES Dirgahayu memiliki sarana dan prasarana yang sangat memadai untuk pelaksanakaan kegiatan praktikum secara daring. Pemanfaatan bisa digunakan untuk mata kuliah P- ISSN: 2527-5798, E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7, Number 1, Januari-Juni 2022 Keperawatan Medikal bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat darurat, Keperawatan Dasar, Ilmu Biomedik Dasar dan sebagainya. Oleh karena itu, menjadi penting suatu penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa dalam kegiatan praktikum secara daring yang hasilnya dapat menjadi masukan ataupun koreksi terhadap peran dosen sebagai fasilitator praktikum, perbaikan sarana dan prasarana praktikum, dan peningkatan kualitas video khususnya dari segi konten menyangkut transfer keterampilan. 26 Rumusan masalah penelitian ini adalah : 1) bagaimana tingkat kepuasan mahasiswa yang menggunakan model pembelajaran praktikum secara daring?, 2) Komponen apa saja yang perlu di perbaiki dalam model pembelajaran praktikum keperawatan secara daring Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa yang menggunakan model pembelajaran praktikum secara daring, dan mengetahui komponen yang perlu diperbaiki dalam model pembelajaran praktikum keperawatan secara daring. Metode Penelitian Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yakni mendeskripsikan tingkat kepuasan mahasiswa secara sistematis, faktual dan akurat tanpa adanya perlakuan yang dikendalikan, sehingga tidak diarahkan untuk pengujian hipotesis. Teknik pengumpulan menggunakan instrumen yaitu kuesioner yang dikembangkan dari tiga indikator yaitu kepuasan terhadap peran fasilitator, kepuasan terhadap sarana dan prasarana pendukung, dan kepuasan terhadap keterampilan/skill yang diperolehnya dari kegiatan praktikum. Kuesioner terdiri 31 item pernyataan berskala Likert dengan 4 pilihan. Penelitian ini dilakukan dilaksanakan pada semester Genap (bulan Maret 2022 sampai dengan bulan Mei tahun 2022 bertempat di kampus STIKES Dirgahayu Samarinda. Subyek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat dua Program Studi Diploma Tiga Keperawatan STIKES Dirgahayu Samarinda sebanyak 50 mahasiswa tahun pembelajaran 2021/2022. Sedangkan obyeknya adalah kepuasan mahasiswa dalam kegiatan praktikum daring. Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif dan tabel distribusi persentase. Hasil Penelitian Tingkat kepuasan mahasiswa tingkat dua Program Studi Diploma tiga Keperawatan STIKES Dirgahayu Samarinda tahun pembelajaran 2021/2022 dalam kegiatan pembelajaran praktikum keperawatan secara daring dideskripsikan secara umum dan menurut indikator kepuasan. 1. Tingkat Kepuasan secara Umum Tingkat kepuasan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran praktikum keperawatan secara daring diukur menggunakan kuesioner terdiri 31 item pernyataan skala Likert dengan 4 pilihan sehingga skor interval yang mungkin adalah 31 – 124. Interval skor tingkat kepuasan hasil pengukuran yaitu 50–120 dengan rata-rata sebesar 93,08 dan dengan standar deviasi 15,72. Sejauh mana sebaran skor tingkat kepuasan disajikan dengan tabel berikut. P- ISSN: 2527-5798, E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7, Number 1, Januari-Juni 2022 27 Tabel 4.1 Distribusi Mahasiswa Menurut Kategori Tingkat Kepuasan Interval Kategori Jumlah % % Skor Kumulatif 31 – 46 47 – 77 78 – 108 109 – 124 Kurang Cukup Tinggi Sangat Tinggi Total 0 9 36 5 0,0 18,0 72,0 10,0 100,0 100,0 82,0 10,0 50 100,0 - Terlihat dalam tabel bahwa tingkat kepuasan mahasiswa tidak ada yang tergolong kategori kurang, paling banyak yaitu 72 % tergolong kategori tinggi, dan 10 persen kategori sangat tinggi. Berdasarkan sebaran persentase tersebut dan rata-rata skor 93,08 yang termasuk dalam interval kategori tinggi, maka secara umum dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran praktikum keperawatan secara daring tergolong kategori tinggi. Tingkat Kepuasan Mahasiswa menurut Indikator Tingkat kepuasan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran praktikum keperawatan secara daring diukur dengan 3 indikator kepuasan yaitu kemampuan dosen mengelola kelas praktikum daring, sarana dan prasarana praktikum daring, dan keterampilan dalam praktikum daring. 2. Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Kemampuan Dosen Pengukuran tingkat kepuasan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran praktikum keperawatan secara daring untuk indikator kemampuan dosen mengelola kelas praktikum daring terdiri 22 item sehingga interval skor yang mungkin diperoleh adalah 22 – 88. Interval skor hasil pengukuran indikator ini adalah 25 – 88, rata-rata sebesar 67,76 dengan standar deviasi 12,37, dan dengan sebaran persentase disajikan dalam tabel 4.2. Tabel 4.2 Distribusi Mahasiswa Menurut Kategori Tingkat Kepuasan Terhadap Kemampuan Dosen Mengelola Kelas Praktikum Daring Interval Kategori Jumlah % % Skor Kumulatif 22 – 33 34 – 55 56 – 76 77 – 88 Kurang Cukup Tinggi Sangat Tinggi Total 1 6 30 13 2,0 12,0 60,0 26,0 50 100,0 100,0 98,0 86,0 26,0 Terlihat dalam tabel 4.2 bahwa tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kemampuan dosen paling banyak kategori tinggi yaitu 60 persen dan sebanyak 26 persen kategori sangat tinggi. Berdasarkan persentase tersebut dan skor rata-rata yang juga termasuk dalam interval kategori tinggi, secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kemampuan dosen mengelola praktikum daring tergolong kategori tinggi meskipun ada 2 persen kategori kurang dan 12 persen kategori cukup. P- ISSN: 2527-5798, E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7, Number 1, Januari-Juni 2022 3. 28 Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Sarana dan Prasarana Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap sarana dan prasarana praktikum daring diukur dengan 5 item pernyataan sehingga interval skor yang mungkin adalah 5–20. Interval skor hasil pengukuran indikator ini juga 5–20 dengan rata-rata skor sebesar 13,78 dan dengan standar deviasi 3,32. Sejauh mana sebaran skor hasil pengukuran indikator tingkat kepuasan ini, secara persentase disajikan dalam tabel 4.3. Tabel 4.3 Distribusi Mahasiswa Menurut Kategori Tingkat Kepuasan Terhadap Sarana dan Prasarana Praktikum Daring Interval Kategori Jumlah % % Skor Kumulatif 5–7 8 – 12 13 – 17 18 – 20 Kurang Cukup Tinggi Sangat Tinggi Total 3 11 30 6 6,0 22,0 60,0 12,0 100,0 94,0 72,0 12,0 50 100,0 - Terlihat dalam tabel 4.3 bahwa tingkat kepuasan mahasiswa paling banyak kategori tinggi yaitu 60%, kategori cukup dan kategori kurang sebanyak 28%, dan kategori sangat tinggi 12%. Berdasarkan sebaran persentase tersebut dan rata-rata skor juga termasuk pada kategori tinggi, maka dapat dikatakan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa terhadap sarana dan prasarana praktikum daring tergolong kategori tinggi. 4. Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Keterampilan dalam Praktikum Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap keterampilan dalam praktikum daring diukur dengan 4 item pernyataan sehingga interval skor yang mungkin diperoleh adalah 4–16. Hasil pengukuran diperoleh interval skor 7 – 16 dengan rata-rata skor 11,54 dan dengan standar deviasi sebesar 2,09. Tabel 4.4 Distribusi Mahasiswa Menurut Kategori Tingkat Kepuasan Terhadap Keterampilan Praktikum Daring Interval Skor Kategori Jumlah % % Kumulatif 4–6 7 – 10 11 – 15 14 – 16 Total Kurang Cukup Tinggi Sangat Tinggi 0 13 30 7 50 0,0 26,0 60,0 14,0 100,0 100,0 100,0 74,0 14,0 - Tabel 4.4. menyajikan sebaran persentase mahasiswa menurut kategori tingkat kepuasan terhadap keterampilan. Terlihat bahwa kategori tinggi paling banyak yaitu 60% dan tidak ada kategori kurang. Sama halnya dengan 2 indikator sebelumnya, tingkat kepuasan mahasiswa terhadap keterampilan dalam praktikum daring juga tergolong kategori tinggi. P- ISSN: 2527-5798, E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7, Number 1, Januari-Juni 2022 29 Pembahasan Rumitnya penanganan wabah Covid-19 membuat para pemimpin dunia menerapkan kebijakan yang super ketat untuk memutus mata rantai penyebarannya. Social distancing menjadi pilihan berat bagi setiap negara dalam menerapkan kebijakan untuk pencegahan penyebaran covid-19. Cara ini dipandang yang paling efektif meskipun berdampak negatif terhadap segala aspek kehidupan. Dalam bidang pendidikan, pandemi Covid-19 telah memaksa pembelajaran tatap muka di setiap lembaga pendidikan menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring), suatu tindakan darurat sebagai bagian dari upaya meminimalisir jumlah korban dan menghentikan penyebaran virus. Metode pembelajaran daring sebenarnya sudah bukan hal baru, di beberapa negara terutama di negara maju kegiatan ini sudah terbiasa, di beberapa perguruan tinggi di Indonesia juga sudah sering dilaksanakan. Untuk materi pembelajaran yang penyampaiannya cukup dengan metode ceramah, tindakan darurat tersebut tidak terlalu menjadi masalah selama jaringan internet lancar. Untuk pembelajaran praktikum, agar proses pembelajaran keterampilan berpikir tingkat tinggi yang bermanfaat bagi pembentukan karakter, penguatan literasi, peningkatan kompetensi, dan pengayaan kurikulum tetap berjalan, dipilih praktikum daring yaitu Laboratorium Virtual berbasis Virtual Reality. STIKES Dirgahayu adalah salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan Laboratorium Virtual berbasis Virtual Reality dan dipandang perlu untuk mengevaluasi pelaksanaan metode pembelajaran praktikum tersebut melalui penelitian ini, yaitu dengan menyelidi kepuasan mahasiswa terhadap peran dosen sebagai fasilitator praktikum, dukungan sarana prasarana dalam hal ini adalah teknologi informasi/internet, dan keterampilan/skill yang diperoleh dari kegiatan praktikum. Subyek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat dua Program Studi Diploma tiga Keperawatan tahun pembelajaran 2021/2022 berjumlah 50 orang. Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, dapat dikatakan bahwa secara umum tingkat kepuasan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran praktikum keperawatan secara daring tergolong kategori tinggi. Kesimpulan deskriptif tersebut ditunjukkan dengan besaran persentase yaitu 72% mahasiswa memiliki skor tingkat kepuasan tergolong kategori tinggi, 10% kategori sangat tinggi, 18% kategori cukup, dan tidak ada kategori kurang. Sebaran persentase tersebut diperkuat oleh rata-rata skor tingkat kepuasan sebesar 93,08 yang juga termasuk dalam interval skor kategori tinggi. Kesimpulan secara umum bahwa tingkat kepuasan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran praktikum keperawatan secara daring tergolong kategori tinggi, juga berlaku bila ditinjau tingkat kepuasan mahasiswa terhadap ketiga indikator. Untuk indikator kemampuan dosen mengelola praktikum daring atau peran dosen sebagai fasilitator praktikum daring, tingkat kepuasan mahasiswa kategori tinggi dan kategori sangat tinggi sebanyak 86%. Untuk indikator sarana dan prasarana, tingkat kepuasan mahasiswa kategori tinggi dan kategori sangat tinggi sebanyak 72%, dan untuk indikator keterampilan, tingkat kepuasan mahasiswa kategori tinggi dan kategori sangat tinggi sebanyak 74 %. Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran praktikum daring yang tergolong kategori tinggi atau dengan kata lain bahwa pembelajaran praktikum daring telah memuaskan mahasiswa, menunjukkan bahwa penerapan Laboratorium Virtual berbasis Virtual Reality telah berfungsi dengan baik sebagai alternatif pengganti laboratorium konvensional sebagai wadah transfer keterampilan sebagaimana yang diharapkan bersama antara mahasiswa sebagai konsumen dan manejemen lembaga pendidikan sebagai produsen. Atas kesuksesan memuaskan mahasiswa dalam kegiatan praktikum daring, tentu saja sewaktu-waktu dapat diterapkan meskipun bukan dalam keadaan darut pandemi dengan catatan pengelolaan praktikum daring yang telah dilaksanakan kualitasnya dibenahi atau setidak-tidaknya dipertahankan. Kesuksesan tersebut juga meunjukkan sebuah wujud tanggung jawab profesionalisme pengelolaan lembaga pendidikan sehingga STIKES Dirgahayu tetap menjadi rujukan bagi calon mahasiswa peminat keperawatan dan kiranya tidak berlebihan kalau dikatakan dapat menjadi percontohan pengelolaan praktikum daring bagi P- ISSN: 2527-5798, E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7, Number 1, Januari-Juni 2022 lembaga pendidikan lain yang juga menerapkan kegiatan pembelajaran praktikum. Meskipun tingkat kepuasan mahasiswa terhadap setiap indikator tergolong kategori tinggi atau telah memuaskan mahasiswa, namun untuk lebih meningkatkan lagi kepuasan mahasiswa di masa yang akan datang ada beberapa item yang masih perlu diperhatikan yaitu item yang memiliki perolehan skor rata-rata kurang dari 3. Item-item untuk indikator kemampuan dosen sebagai fasilitator yang perlu diperhatikan yaitu 1)Fasilitator menjelaskan dan memberikan ceklist setiap praktikum, 2)Ketepatan fasilitator memulai praktikum, 3)Ketepatan fasilitator mengakhiri praktikum, 4)Kemudahan fasilitator untuk dihubungi melalui telepon, WhatsApp, Email dan media komunikasi lainnya, 5)Fasilitator memberi kesempatan mahasiswa mengulang praktikum sampai terampil, dan 6)Fasilitator memberikan video demonstrasi, setiap perasat kepada mahasiswa; untuk indikator sarana dan prasarana yaitu 1)Kualitas sarana dan prasarana praktikum daring, 2)Kenyamanan melakukan praktikum daring, 3)Ketersediaan alat peraga, dan 4)Ketersediaan sumber internet saat praktikum; untuk indikator keterampilan yaitu, 1)Kemampuan komunikasi saat praktikum, 2)Kenyamanan melakukan redemontrasi, dan 3)Peningkatan keterampilan. Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap item-item di atas sebenarnya cenderung tergolong kategori tinggi karena masing-masing memiliki rata-rata skor antara 2,5–3 kecuali item ketersediaan alat peraga memiliki rata-rata skor hanya sebesar 2,48. Dengan demikian, upaya meningkatkan kepuasan mahasiswa dimasa yang akan datang bukan merupakan pekerjaan berat, hanya memperbaiki kualitas setiap item-item tersebut. Bagi 30 fasilitator yang dapat dilakukan antara lain tidak tergesa-gesa dalam memberikan penjelasan setiap praktikum, tepat waktu memulai dan mengakhiri praktikum, lebih cepat merespon permintaan/pertanyaan mahasiswa, dan membagikan video demontrasi setiap perasat kepada mahasiswa supaya dapat ditonton berulang kali. Selain itu, yang tidak kalah penting dari dosen sebagai fasilitator adalah memberikan motivasi kepada mahasiswa agar dapat mengikuti pembelajaran praktikum dalam masa darurat pandemi dengan sungguh-sungguh. Jika mahasiswa memiliki motivasi dan minat yang tinggi sebelum melakukan praktikum, maka keterbatasan sarana dan prasarana tidak akan menjadi masalah, bagi mahasiswa yang terkendala jaringan dengan kesadaran sendiri akan mendekati sumber internet dengan bandwidth yang memadai, intinya mahasiswa akan menjadi bergairah dan transfer keterampilan sebagai tujuan praktikum akan tercapai. Untuk mengatasi ketidakpuasan mahasiswa terhadap ketersediaan sumber internet saat praktikum, dosen hendaknya menghimbau kepada mahasiswa yang masih berada di luar kota selama masa pandemi agar kembali ke kota. Perolehan rata-rata skor kurang dari 3 untuk item-item yang telah disebutkan di atas, selain karena penilaian murni dari mahasiswa terhadap kondisi sebenarnya dalam mengikuti kegiataan praktikum daring, juga kemungkinan karena redaksi item-item tersebut tidak dipersepsikan sama oleh mahasiswa. Kemungkinan tersebut dapat terjadi karena tidak adanya kelas/subyek untuk dijadikan kelas/subyek uji coba instrumen sebelum penelitian dan hal itu menjadi keterbatasan penelitian ini. Kesimpulan Penelitian tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran praktikum daring di STIKES Dirgahayu Samarinda diperoleh kesimpulan, bahwa 1)tingkat kepuasan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran praktikum keperawatan secara daring tergolong kategori tinggi, ditunjukkan dengan skor tingkat kepuasan kategori tinggi dan sangat tinggi sebanyak 82%, kategori cukup sebanyak 18 persen, dan tidak ada kategori kurang, 2)komponen kegiatan praktikum daring yang masih perlu mendapat perhatian adalah penjelasan awal setiap praktikum, ketepatan memulai dan mengakhiri praktikum, komunikasi fasilitator dengan mahasiswa, pemberian video demontrasi setiap perasat, ketersediaan alat peraga, ketersediaan sumber internet. Sebagai implikasi hasil penelitian ini, dalam rangka lebih meningkatkan kualitas pembelajaran praktikum daring dikemukakan saran-saran sebagai berikut, P- ISSN: 2527-5798, E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7, Number 1, Januari-Juni 2022 1)fasilitator tidak tergesa-gesa dalam memberikan penjelasan setiap praktikum, tepat waktu memulai dan mengakhiri praktikum, lebih cepat merespon permintaan/pertanyaan mahasiswa, dan membagikan video demonstrasi setiap perasat kepada mahasiswa supaya dapat ditonton berulang kali, 2)fasilitator memberikan motivasi agar mahasiswa dapat mengikuti 31 praktikum dengan sungguh-sungguh dan menghimbau mahasiswa yang masih di luar kota selama masa pandemi supaya kembali ke kota agar tidak terkendala dengan jaringan internet, dan agar 3)peneliti lain dapat menindaklanjuti hasil penelitian ini untuk mengefektifkan kegiatan praktikum sebagai wadah transfer keterampilan keperawatan. Acknowledgement Terima kasih kepada STIKES Dirgahayu Samarinda yang sudah memfasilitasi dan mendukung pelaksanaan penelitian ini. Daftar Pustaka _______, 2020. Surat Edaran Mendikbud Nomor 36962/MPK.A/HK/2020. _______,2020. Surat Edaran Ketua STIKES Dirgahayu Samarinda Nomor 114/STIKDSUm/III/2020. Bona, Maria Fatima. 2020. Covid-19 dan Momentum Pembelajaran Daring Secara Massal. https://www.beritasatu.com/nasional/630279 -covid19-dan-momentum-pembelajarandaring-secara-massal. Diakses tanggal september 2021. Darmadi. (2000). Mari Bangkit Membangun Kepuasan Pelanggan. Swasembada. Vol. 16, No. 18. Harnani, S. (2020). Effektivitas Pembelajaran Daring di masa Pandemi Covid19. https://bdkjakarta.kemenag.go.id/berita/efekti vitas-pembelajaran-daring-di-masa-pandemicovid-19. diakses tanggal 17 September 2021 Khalifah Nur Siti, Widagdo Wahyu (2016). Modul Bahan Ajar Cetak Keperawatan Praktikum Keperawatan Keluarga, Komunitas. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Cetakan Pertama. Jurnal Model Pembelajaran Perpaduan Sistem Daring dan Praktikum untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Psikomotor http://dx.doi.org/10.24127/jpf.v9i1.3169 Kountur, Ronny. 2005. Statistik Praktis. PPM. Jakarta Nursalam (2016) Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam praktik keperawatan professional, Edisi 5, Salemba Medika, Jakarta. Prasetya, T.A. & Harjanto, C.T. (2020). Pengaruh Mutu Pembelajaran Online Dan Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Hasil Belajar Saat Pandemi Covid19. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Vol. 17. No. 2. http://dx.doi.org/10.23887/jptkundiksha.v17i2.25286 Sudijono,Anas 2010, Pengantar Statistik Pendidikan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Suwandi, E, dkk. (2019). Analisis Tingkat Kepuasan Menggunakan Skala Likert Pada Layanan Speedy Yang Bermigrasi Ke Indihome. Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura. Vol 1, No 1 https://muda.kompas.id/baca/2020/05/13/perlukerjasama-dosen-dan-mahasiswa-dalam-kuliahdaring/