SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 REPRESENTASI SOSIAL HARMONI DALAM KEARIFAN LOKAL ANJANGSANA PADA AGAMA MINORITAS DI DUSUN TANGKIL DESA PAIT KASEMBON Rahmat Abadi1. Agus Machfud F Institution 19041@mhs. id 1, agusmfauzi@unesa. Abstrak Dalam tulisan ini akan menguraikan sebuah potret fenomena sosial harmonis dalam masyarakat dusun tangkil dimana kearifan lokal menjadi kunci utama dan salah satunya adalah anjangsana di dusun Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena sosial anjang sana sebagai cara untuk mewujudkan sosial harmonis dalam dusun sehingga untuk kedepannya diharapkan dapan menjadi acuan pada pembentukan lingkungan rukun di tempat lain. Dalam penulisan penelitian ini menggunakan pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dan menggunakan teori konstruksi sosial sebagai acuan dalam penulisan. Kata Kunci: masyarakat, harmonis, anjangsana, gotong-royong Abstract In this paper, we will describe a portrait of a harmonious social phenomenon in the community of Tangkil hamlet where local wisdom is the main key and one of them is anjangsana in the hamlet. This study aims to explain the social phenomenon of anjang sana as a way to realize social harmony in the hamlet so that in the future it is hoped that it can be a reference for the formation of a harmonious environment in other places. In writing this research, the approach used is descriptive qualitative and uses social construction theory as a reference in writing. Brief statement about the research, method, result, conclusion, and recommendation to related Type in Microsoft Word 6. Times New Roman 11pt, single space, 150-200 words. Keyword : community, harmony, anjangsana, mutual cooperation INTRODUCTION/PENDAHULUAN* Begitu banyak terdapat keragaman budaya, agama, ras, dan suku di indonesia sehingga layak untuk disebut negara majemuk. Dengan masyarakat yang harmonis terlebih pada sektor Agama sendiri merupakan hal yang penting dalam kehidupan tiap manusia sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari hari sesuai dengan ajaran yang diajarkan dalam agama masing masing. Dengan begitu banyaknya agama dan hakikat dan kewajiban yang diajarkan didalamnya sejatinya tidak ada agama yang menanamkan nilai keburukan Salah satu nilai yang terkandung dalam suatu ajaran yang berperan menciptakan keharmonisan antar agama ilaha toleransi. Dimana tiap manusia ditananmpan rasa membolehkan, membiarkan, dan saling Diterbitkan oleh FISIP UMC menghargai atas kepercayaan lain. Sikap toleransi akan berujung pada timbulnya rasa hormat akan keyakinan orang lain, mengakui serta memperjuangkan hak perorangan, saling memahami, jujur, dan berjiwa Bhineka Tunggal Ika. Ajaran agama yang disampaikan dan diterima dengan benar sudah menjadi bukti bahwa masyarakat harmonis dapat diwujudkan oleh warga di dusun Tangkil desa Pait kecamatan Kasembon Malang. Dengan kesadaran akan pentingnya memelihara keharmonisan dalam bermasyarakat, mereka dapat hidup berdampingan sampai saat ini. Masyarakat dusun Tangkil pada awalnya mayoritas beragama hindu dan beberapa kristen. Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin bertambahnya populasi penduduk terdapat sebuah keluarga pendatang yang membawakan ajaran islam. Dengan . SOSFILKOM pengusulan pembangunan masjid pertama di dusun Tangkil menjadi awal mula penyebaran ajaran islam dan berujung pada banyaknya masyarakat memeluk agama islam, pada akhirnya agama islam menjadi mayoritas agama yang dipeluk oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu masyarakat Dusun Tangkit masyarakat majemuk dikarenakan ada tiga aliran agama yang diyakini. Dengan kondisi itu pastinya dapat mempengaruhi kehidupan terutama dalam interaksi sosial. Dalam menjalani kehidupan masyarakat dapat berjalan bersama dengan perbedaan yang ada Masyarakat Dusun Tangkit menyadari fakta bahwa manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya, meskipun mereka berbeda agama mereka akan saling membutuhkan satu sama lain. Segala adat dan budaya sera kearifan lokal yang berada di Dusun tangkil mengedepankan toleransi, rasa hormat, dan kerukunan antar umat beragama. Salah satu bukti bahwa toleransi dijunjung tinggi ialah adanya kearifan lokal Anjangsana yang dilakukan ketika terjadi hari besar agama dimana masyarakat berbondong Ae bondong mengunjungi tetangga yang sedang merayakan hari besar keagamaan. Ketika umat hindu merayakan waisak, semua warga Dusun Tangkil dengan semangat mengunjungi beberapa rumah warga yang sedang merayakan waisak dimana warga yang beragama hindu memiliki jumlah yang sedikit. Begitu juga sebaliknya, ketika hari raya umat islam dan kristiani sedang merayakan hari raya semua saling mengunjungi dengan bergembira. Dengan persaudaraan memiliki peran yang penting di dalam bermasyarakat. Seperti pada Dusun Tangkil yang terdapat banyak agama. Dengan bermodalkan sikat persaudaraan dan toleransi mereka dapat menciptakan masyarakat dan kesatuan yang hamonis. Kondisi dan budaya beragama dan pada akhirnya akan memperkuat bangunan demokrasi di Negara Indonesia. Dengan ini diharapkan tulisan ini ikut andil dalam menciptakan dan memperluas bidang keilmuan mengenai masyarakat harmonis dengan adanya kegiatan keagamaan, kearifan lokal, dan dapat dijadikan acuan dan Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 masukan dalam penelitian yang akan datang. Selain itu diharapkan dapat menyumbang informasi kepada masyarakat luas akan penanaman toleransi melalui kearifan lokal dan menjadi acuan bagi penyusun dan pembaca untuk terus memperluas pendidikan dan nilai tentang kemanusian serta mengutamakan sikat menghargai kepada sesama yang dimiliki oleh masing masing individu akan keyakinan yang dimiliki oleh orang lain. RESEARCH METHOD/ METODE PENELITIAN Metode yang diterapkan dalam penulisan ini Penelitian pembeberan penjelasan dan klasifikasi dengan berlandaskan realitas yang terjadi dalam Pada penelitian ini menerapkan berdampingan dengan tindakan yang diambil pada penelitian sebagai tolak ukur relefansi data yang diperoleh. Penelitian memiliki peran sebagai instrumen dan pengumpul data dalam pengumpulan data penelitian. Penelitian dilakukan pada Dusun Tangkil Desa pait Kecamatan kasembon Kabupaten malang. Data yang diterima bersifat primer dan sekunder, untuk pemilian informan dipilih secara kevalidan data yang akan diperoleh. Prosedur yang digunakan untuk menggali data menggunakan wawancara dan observasi. Metode analisis yang digunakan ialah analisis interaktif Miles dan Huberman dalam pengumpulan data, penyajian data, reduksi, dan Kolom metode penelitian boleh tidak dicantumkan, tapi apabila itu adalah hasil riset harus dicantumkan. Mencakup penjelasan tentang model pendekatan, misalnya survei, studi kasus, eksperimen. Participation Action research (PAR) diikuti . emilihan responden/sampel. dan alat yang digunakan dalam implementasi penelitian yang dilakukan. Misalnya untuk pengumpulan data menggunakan alat kuesioner, teast, panduan wawancara, panduan observasi, check list dan anecdotal . SOSFILKOM Untuk alat analisis data kuantitatif, menggunakan alat rumus korelasi product chi-square, menggunakan perangkat lunak SPSS, termasuk lokasi dan waktu penelitian. Sejarah dan Kondisi Agama di Dusun Tangkil Pada sebelum tahun 1967 di Dusun Tangkil sudah terdapat agama Islam. Hindu. Dan Kristen. Agama islam pada saat itu sudah menjadi agama mayoritas di masyarakat. Agama Islam yang terdapat di Dusun Tangkil ialah peninggalan dari nenek moyang dan Pada tahun 1965 bangsa indonesia mengalami peristiwa G30S. dimana peristiwa itu berdampak pada terjadinya perpindahan skala besar yang dilakukan oleh penduduk di daerah sekitaran kabupaten malang termasuk Dusun Tangkil. Di tahun tersebut terjadi peristiwa penculikan dan pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan G30S terhadap jendral yang di eksekusi dan dibuang di Lubang Buaya. Aksi yang dilakukan oleh pasukan tersebut sangatlah keji dan tidak beradap seperti merussak masjid dan menginjak kitab suci umat PKI sendiri melakukan sebuah serbuan dengan menyerukan kalimat Ganyan Santri dan lain lain. Dengan adanya peristiwa G30S pemerintah memberikan cap terhadap PKI menjadi partai terlarang dan berujung pada pembasmian terhadap anggotanya dimana aparat negara melakukan penumpasan di daerah Bali. Jawa Tengah. Dan jawa timur selama satu tahun penuh. Terdapat aktivis islam yang seringkali memberikan doktirn pada kaum muslin untuk memperdalam dasar-dasar akedah agama islam. Aktivis yang antusias dalam melakukan seruan-seruan yang kesadaran agama mendapatkan tanggapan dari sebagian masyarakat yang mengalami pembaharuan yang dilakukan aktivis tidak menarik. Sehingga berdampak dengan adanya perpindahan agama yang dilakukan secara besar-besaran di beberapa wilayah di Indonesia seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah. Masyarakat lebih suka tidak menyebut dirinya islam dan memilih untuk menjadi orang kristen atau hindu. Lebih parah terjadi pada mereka yang bertempat tinggal di wilayah bekas daerah PKI. Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 Pembantaian yang dilakukan oleh aktivis islam kepada PKI memberikan dampak terhadap warga Dusun Tangkil yang berujung pada keputusan untuk pindah agama secara serentak berdasarkan musyawarah bahwa agama Islam tidak lagi mendapatkan posisi berdasarkan gerakan hati nurani penduduk dan sepakat untuk berpindah agama yang pada saat itu memutuskan agama Hindu sebagai agama baru yang akan dipeluk. Pada tahun 1998 terdapat seorang pendatang dengan membawa agama islam pertama kali setelah terjadinya isiden GK30S yang meimbulkan perasaan tidak tenang ketika memeluk agama islam dan berujung perpindahan serentak dari agama islam. Yang menjadi penyebab beliau menempati Dusun Tangkil karena ikut tinggal bersama istrinya yang merupakan penduduk asli setempat dan bekerja sebagai petani pada awalnya. Seiring berjalannya waktu beliau menjadi penanggung jawab di penampungan susu nestle disitu dimana Dusun Tangkil juga merupakan desa yang menjadikan peternak sapi perah sebagai komoditas utamanya. Secara tidak langsung beliau mulai dikenali dan menjadi tokoh di lingkungan tempat tinggalnya. Seiringan beliau menjadi tokoh masyarakat di Dusun Tersebut, beliau juga memulai langkah awal penyebaran agama islam mulai dari membuka tempat belajar mengaji yang diikuti oleh anak anak desa setempat yang pada waktu itu jumlah pemeluk islam masih sedikit. Dan berujung pada pengusulan pembangunan masjid pertama di Dusun Tangkil yang bertempatan di sebelah rumah beliau. Selain dari faktor pendatang dan sejarah, sebagaian besar masyarakat Didusun Tangkil juga memiliki alasan yang unik seperti kepentingan pribadi. Beberapa orang memilih berpindah agama dari hindu ke islam dengan motif pernikahan dengan tujuan dimudahkan dan dapat diterimanya seseorang demi sang calon istri. Atau dengan artian sederhananya agama yang dianut akan sesuai dengan keadaan calon suami \ istri. Dengan terjadinya kasus perpindahan agama yang didasari oleh keinginan praktis pragmatis sehingga tidak berlandaskan keinginan hati nurani. Beberapa tokoh SOSFILKOM keagamaan di dusun setempat sepakat untuk menerapkan beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk seseorang dapat melakukan perpindahan agama. Beberapa syarat yang dibutuhkan ialah menyerahkan fotocopy KTP kepada pengurus, mengumpulkan beberapa saksi minimal lima orang yang terdapat tokoh masyarakat didalamnya. Ketika seseorang melakukan perpindahan agama akan dicatat dengan tujuan akan mudah menandai siapa saya dan agama apa yang diyakini. Pendataan dan regulasi yang ketat selama ini belum pernah ada dalam sistem pengurusan desa. Kehidupan Sosial Masyarakat DusunTangkil Desa Pait Kabupaten Malang Masyarakat pada dusun Tangkil Hidup bersama dengan tiga agama yang ada di Hubungan yang terjalin antara ketiga penganut agama dalam Dusun Tangkil bisa dibilang cocok dijadikan contoh karena mereka hidup berdampingan dengan ruku dengan saling menghargai satu sama lain sehingga tidak pernah terdengar kabar Terjadinya Peristiwa deskriminasi antara ketiganya. Pada Dusun Tangkil Terdapat peristiwa menarik di setlap tahunnya dimana Masyarakat Dusun Tangkil merayakan hari raya tigakali dalam setahun yaitu Nyepi. Idul Fitri, dan Natal. Dengan adanya peristiwa itu bisa dikatakan bahwa kehidupan sosial antar pemeluk tiga agama dengan adanya perbedaan keyakinan dapat berlangsung dengan rukun, daling menghormati dan tetap memiliki rasa kebersamaat yang juga baik. Masyarakat pentingnya nilai toleransi dengan peduli antar sesama seperti kegiatan gotong royong dalam masyarakat ketika terdapat warga yang akan membersihkan selokan, gotong royong dalam membuat infrastruktur dusun. Kehidupan sosial harmonis agama terbukti dangat rukun dengan tidak adanya saling pandang akan perbedaan agama masing masing. Masalah pergaulan gama biarlah menjadi sebuah privasi individu. Ketika terdapat peristiwa agama lain yang mengadakan suatu acara maka mereka akan berbondong bondong saling membantu. Seperti acara idul fitri maka semua orang akan ikut andil dalam memeriahkan kegiatan agar semua mendapatkan kebahagiaan dengan ikut memasak, menyiapkan pawai, dan menghias Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 Yang penjadi poin penting pelaksanaan pelaksanaan agama yang berranah pada kegiatan sakral seperti ibadah maka mereka tidak akan mengikutinya sebagai batasan. Masyarakat dengan keberagaman agama sangat terjaga keamanannya. Sikap inklusif yang dipegang oleh masyarakat juga patut diperhatikan bahwa diluar gama yang dipeluknya juga memiliki nilai kebenaran tersendiri mesti tidak sama dan utuh dengan agama yang dianut. Dengan begitu masyarakat akan mendaptkan tolelransi teologis dan rasa keimanan. Sikapinklusivisti cenderung menwujudkan kembali sesuatu dengan suatu cara sehingga banyak hal akan bertemu dengan kecocokan yang dapat Sikap tersebut akan berujung pada pluralisme secara harfiah. Suatu doktrin kebenaran sebagian besar tidak dapat diterima secara menyeluruh jika dengan keras ia mempertahankan isi secara utuh tanpa ada perubahan dan sudut pandang lain. Dengan begitu sikap toleransi pastinya akan membutuhkan suatu tatanan yang berbeda, berkebalikan, dan akan mudah dicapai. Berbagai bentuk kerukunan yang diciptakan oleh masyarakat Dusun Tangkil memiliki sinergi dengan konstruksi sosial yang diungkap oleh Berger . diungkapkan bahwa aspek konstruksi dalam kehidupan sosial menyangkut objektif dan subyektif ini dapat pengakuan yang tepat dari perolehan ketika masyarakat mengalami pengembangan dan dikaji dengan proses dialektis yang terbagi dalam tiga momen yaitu : proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Beragam masyarakat Dusun Tangkil dalam melakukan proses berkaitan pula dengan proses Eksternalisasi, objektivasi, dan Internalisasi. Ketika proses Objektivasi masyarakat mulai mengalami perubahan berdasarkan lingkungan sehingga mereka akan berusaha mencari kebenaran dari prilakunya. Pada tradisi anjangsana yang diterapkan oleh masyarakat Dusun Tangkil dalma perayaan hari besar keagamaan, terdapat keyakinan akan kegiatan yang dilakukan telah diterapkan olleh nenek moyangnya dan berujung dalam peningkatan kerukuan umat beragama penduduk setempat. Masyarakat secara otomatis melewati proses ekternalisasi dikarenakan pada sesi ini . SOSFILKOM penduduk akan dipaksa mendalami adaptasi dengan lingkungan ketika terjadi interaksi diantara masyarakat yang sedang merayakan hari besar. Sedangkan pada proses internalisasi dapat terlihat ketika masyarakat Dusun tangkil ketika berdamai dengan keadaan yang ada di masyarakat bahwa memang tradisi tersebut asal mulanya dilakukan dengan turun-menurun. Dengan begitu masyarakat di Dusun Tangkil Akan memahami kenyataan dan diterapkan kedalam perwujudan bentuk kerukunan antar umat beragama sebagai suatu yang memiliki makda dan dampak besar demi manfaat dalam kehidupan sosial harmonis. Orang yang berbeda keyakinan, dengan perkembangan agama, melalui proses pendidikan agama yang mereka jalani dalam kehidupan sehari-hari akan mempengaruhi baik interaksi sosial dan hubungan antar adalah manusia sosial dan mau tidak mau akan membutuhkan orang lain dalam sehari-hari membentuk umat beragama. Terdapat beberapa tahap dalam melakukan penanaman nilai dengan tradisi: Transformasi Nilai Menurut Kuntowijoyo, transformasi adalah konsep ilmiah atau alat analisis untuk memahami dunia. Karena ketika perubahan dipahami, setidaknya dapat diketahui dua kondisi/kondisi, yaitu keadaan sebelum perubahan dan keadaan sesudah perubahan. Transformasi tersebut merupakan upaya yang dilakukan untuk melestarikan budaya lokal agar dapat bertahan dan dinikmati oleh generasi penerus sehingga memiliki karakter yang kuat sesuai dengan kepribadian yang terkandung dalam ideologi Pancasila. Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 mengamalkan ajaran agamanya. dalam kehidupan di dunia, dan dalam setiap agama, memiliki cara atau sistemnya masingmasing, dalam proses pendidikan agama. Tujuan utama pendidikan agama adalah melatih manusia untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama, dan setiap manusia yang tidak mengikuti atau lupa, perlu berpegang pada pencerahan agar dapat kembali ke jalan yang benar. Dengan perasaan yang disampaikan oleh tokoh agama islam dengan mengikuti pengajian, yang berujuan untuk memberikan gambaran yang benar akan keimanan yang diiringi dengan perbuatan baik antar sesama manusia tanpa melihat perbedaan agama dalam masyarakat Kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di desa terpencil memiliki cara tersendiri untuk melatih umat Hindu yang dapat mengamalkan nilai-nilai ajaran yang diturunkan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian hasil wawancara dengan informan tokoh agama Hindu yaitu: Dharma . yang menjelaskan tentang toleransi dalam agama Hindu dalam kitab Wedha yang menjelaskan tentang toleransi yang disebut Autattwam asihAy yang artinya aku adalah kamu, kamu adalah aku. Ketika kita merasa sakit tentunya kita tidak menyakiti orang lain, orang lain senang, kita juga senang, jika kita tidak ingin menyakiti orang lain, kita tidak akan menyakiti orang lain. Pada fase transformasi nilai, pendidik atau pemuka agama menginformasikan kepada masyarakat tentang nilai baik dan buruk yang hanya berupa komunikasi verbal. Pada tahap ini, masyarakat belum menganalisis informasi yang diperoleh dengan pengalaman nyata kehidupan nyata Semua agama mengajarkan hal yang sama, yaitu bimbingan atau arahan yang harus diperoleh dalam menjalankan kegiatan bermasyarakat, kegiatan tanpa tujuan seperti membangun rumah, tidak ada paku. Tokoh Kristen, yaitu:Mendistribusikan materi memiliki tema yang dikomunikasikan misalnya tema "cinta". Sesuatu yang disampaikan secara lisan tidak hanya lisan tetapi harus dibuktikan, di gereja dibicarakan di masyarakat, misalnya saling tolong-menolong pada saat dibutuhkan. Pentingnya mempelajari pendidikan, sehingga seorang mukmin . memiliki pendidikannya sendiri, harus dipelajari melalui kepribadian dan keterampilannya dalam Kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di desa terpencil memiliki cara tersendiri untuk melatih umat Hindu yang dapat mengamalkan nilai-nilai ajaran yang diturunkan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian hasil wawancara dengan Diterbitkan oleh FISIP UMC SOSFILKOM informan tokoh agama Hindu yaitu: mengadakan ceramah Dharma . yang menjelaskan tentang toleransi dalam agama Hindu dalam kitab Wedha yang menjelaskan tentang toleransi yang disebut Autattwam asihAy yang artinya aku adalah kamu, kamu adalah Ketika kita merasa sakit tentunya kita tidak menyakiti orang lain, orang lain senang, kita juga senang, jika kita tidak ingin menyakiti orang lain, kita tidak akan menyakiti orang Semua agama mengajarkan hal yang sama, yaitu bimbingan atau arahan yang harus diperoleh dalam menjalankan kegiatan bermasyarakat, kegiatan tanpa tujuan seperti membangun rumah, tidak ada paku. Tokoh agama atau pendeta Kristen, yaitu: materi tentan kasih dan macam lainnya. Segala hal yang disampaikan tidak berhenti pada mulut tanpa ada pembuktian. Di dalam gereja sendiri dibahas bahwa masyarakat hidup dengan beriringan dan saling tolong menolong ketika ada yang kesusahan Mendistribusikan materi memiliki tema yang dikomunikasikan misalnya tema "cinta", dll. Sesuatu yang disampaikan secara lisan tidak hanya lisan tetapi harus dibuktikan, di gereja dibicarakan di masyarakat, misalnya saling tolong-menolong pada saat dibutuhkan. Transaksi Nilai Suatu tahapan yang diperlukan komunikasi dua arah antara penampai dan pendengar yang diiringi dengan pemberian contoh implemetasi dalam kehidupan sehari Dalam interaksi yang bersifat timbal balik akan memiliki titik berat fisik daripada komunikasi hanya lewat batin. Guru akan memberikan nilai yang baik disertai dengan contohnya dan murit akan dituntut untuk menerapkan dengan aksi nyata. Nilai toleransi yang diterapkan di Dusun Tangkil tidak hanya pada proses pendidikan, juga terdapat kegiatan nyata dalam masyarakat seperti kearifan lokal dalam kegiatan keagamaan. Dikarenakan menjaga kerukunan memiliki peran yang sangat penting akan dilestarikan sampai kapanpun juga. Terdapat sebuah kegiatan rutinan setahun sekali yang dilakukan pada bulan agustus yang melibatkan umat muslim, umat hindu, dan umat Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 Dalam doa bersama yang dilakukan di Posyandu Dusun Tangkil dengan masing masing tokoh agama akan bergantian untuk memimpin doAoa bersama. Salah satu tujuan diadakannya doAoa bersama ialah menjalin hubungan bersama antar agama demi terwujudnya kehidupan sosial harmonis. Contoh diatas menggambarkan bahwa tokoh agama tikdak melulu memberikan tausiah dan ajaran tentan toleransi semata. Akan tetapi mereka juga sangat berpotensi dalam mewujudkan nilai praktik serta tauladan dengan terjun langsung dalam kegiata bermasyarakat yang berusung timbulnya reaksi dari interaksi langsung antar tokoh agama denga masyarakat yang menjadi pusat dari tahap transaksi nilai. Transinternalisasi Pada tahapan ini lebih dari sekedar transaksi nilai, tahapan ini bermaksud untuk menampilkan pendidik bukan hanya sebagai sosok fisik merupakan perwujudan sikap mental dan kepribadian. Dalam proses transinternalisasi terjadi komunikasi batin. Terdapat begitu banyak wawasan yang diberikan oleh tokoh keagamaan tentan materu yang membentuk kerukunan antar umat beragama yang meliputi keimanan, ketakwaan dan pembentukan ahlak yang baik terhadap Seperti pada keimanan yang menuntun umatnya untuk mencari ridho tuhan dan kebahagiaan di akhirat. Dalam kehidupan sosial pun tindak tanduk terhadap sesama maunisa juga tidak akan mengganggu ketika ada agama lain yang melakukan ibada dengan ajaran tetap berpegang teguh pada agama masing masing. Terwujudnya Masyarakat Sosial Harmonis Kerukunan keberagaman agama berdasarkan hasil penelitian pada Dususn Tangkil yang pertama ialah masyarakat merasakan ketenangan, aktivitas yang dilakukan tidak menimbulkan Fungsi sosial harmonis ialah menjauhkan dari rasa curiga terhadap sesama. Dengan keharmonisan masyarakat akan memiliki rasa kepercayaan yang tinggi terhadap orang lain dan tidak menghakimi satu sama Yang ketiga adalah dapat meringankan beban yang merupakan hasil dari menjaga kerukunan masyarakat akan dengan cepat menerima pertolongan dari orang lain. SOSFILKOM Sehingga beban yang dialami oleh masyarakat akan mengalami penyusutan. Kerukunan umat juga dapat mempermudah masyarakat dalam menjalin hubungan antar sesama. Fungsi lain dari terciptanya masyarakat harmonis ialah menjadikan Dusun lebih aman, tentram dan aman dari segala tindak kejahatan dan kekerasan, dijauhkan dari perpecahan dan Terlebih setelah terbentuknya FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragam. Dusun Tangkil masyarakan semakin merasa aman dan terlindungi dari semua yang berpotensi merugikan dan menciptakan masyarakat bersatu dan harmonis, berjiwa peduli demi peningkatan kerukunan. Dengan berkurangnya batasan-batasan yang ada di dalam kehidupan masyarakat merupakan fungsi dari sosial harmonis. Dengan kesadaran akan pentingnya kerukunan, maka perbedaan status sosial yang menjadi masalah dalam masyarakat akan terkikis. Tidak ada lagi perbedaan dari kekayaan atau harta yang Dengan sosial harmonis masyarakat akan saling berbaur dan menyatu. Masyarakat akan lebih muda bercengrama tanpa ada batasan sakrta maupun profan yang mengikat. Fungsi lainnya ialah menciptakan berbagai kegiatan bersama atas nama kemanusiaan dan kebersamaan yang melibatkan semua pihak denga kesadaranakan posisisinya dilingkungan yang memiliki keragamanan agama. Kesimpulan Agama hindu merupakan agama utama Dusun Tangkil, sedangkan agama yang paling banyak diterima oleh masyarakat Dusun Tangkil adalah Islam. Ada dua penyebab munculnya perbedaan agama di Dusun Tangkil, yaitu pemuka agama asli Dusun Tangkil lama dan adanya komunitas pendatang sebelum FKUB, keduanya tidak menetap atau hanya menikah dengan penduduk asli Dusun Tangkil. Kerukunan umat beragama tentu disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain toleransi yang tinggi, saling pengertian, gotong royong, kesediaan masyarakat untuk menerima perbedaan, frekuensi masyarakat kekeluargaan, faktor tetangga/kebutuhan untuk peduli, keberadaan FKUB, nilai-nilai ajaran agama yang dianut. , serta kerjasama antar pemuka agama. Kerukunan umat beragama dalam masyarakat Dusun Tangkil berlangsung dalam berbagai bentuk, seperti intensitas interaksi Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 masyarakat, penanaman anjangsana saat hari raya keagamaan, donor darah, menjenguk orang sakit, bakti sosial, penggalian, peringatan kematian. , parkir pada saat kegiatan keagamaan, lomba dan festival perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pembersihan desa dan pengibaran bendera sebagai identitas masing-masing agama. Kerukunan umat beragama mempunyai fungsi penting bagi masyarakat Dusun Tangkil, yaitu masyarakat merasa tenang dalam menjalankan meringankan beban, meningkatkan hubungan dengan sesama, berbuat membuat desa lebih aman, menghilangkan batas-batas sosial, menjadi contoh bagi desa lain, dan juga meningkatkan aktivitas semua link di Dusun Tangkil. Seiring dengan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan antara lain agar pemerintah meningkatkan hubungan kerjasama memperkenalkan kebijakan yang setara dan tidak diskriminatif kepada masyarakat, berdonasi atau berdonasi untuk membangun sarana peribadatan dan menanamkan sikap hidup rukun. melalui kegiatan sosialisasi kepada generasi muda untuk mencapai sumber daya manusia yang cinta sosial. Bagi masyarakat Dusun Tangkil berperan aktif dalam menjaga kerukunan umat beragama, mendukung penuh setiap kegiatan antar umat beragama yang dilakukan. Masyarakat khususnya generasi muda harus terlibat, misalnya dengan membantu mensukseskan kegiatan lintas agama, tidak hanya ketika ada Kesimpulan bukan ringkasan, tetapi apa implikasi dari penelitian Anda, sertakan rekomendasi atau saran dalam kesimpulan Daftar Pustaka