VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI PELATIHAN KEWIRAUSaN KERUPUK SINGKONG DI PULAU NGUWAN Tiurniari Purba1. Nora Pitri Nainggolan2. Intan Utna Sari3 12Program Studi Manajemen. Universitas Putera Batam 3Program Studi Manajemen. Universitas Nagoya Indonesia tiurniari@gmail. ABSTRAK Pulau Nguan adalah salah satu pulau yang termasuk dalam Kecamatan Galang. Batam. Pulau Nguan berpenduduk 123 KK dan pada umumnya hidup dari menangkap ikan dan mencari kayu bakau. Fenomena semakin sulitnya mencari ikan disebabkan banyaknya kapal besar yang bersandar membuat aspek perekonomian penduduk Nguan semakin sulit, sementara keahlian lain utuk diandalkan menutupi kehidupan sehari hari tidak ada. Tim PKM menawarkan kepada aparat Pulau Nguwan untuk memberikan pelatihan kewirausahaan kerupuk singkong bagi ibu ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan pelatihan ini diadakan selama dua hari, dimana hari pertama melakukan penyuluhan dan diskusi tentang pengetahuan dan motivasi. Hari kedua dilanjutkan dengan praktek pengolahan kripik singkong serta pemasarannya. Peserta pelatihan sebanyak 12 orang ibu rumah tangga. Hasil dari pelatihan ini memberikan respon yang sangat positif dan berharap ada keberlanjutan untuk pelatihan-pelatihan keahlian yang lain. Kata kunci: Pelatihan. Kewirausahaan. ABSTRACT Nguan Island is one of the islands included in Galang District. Batam. Nguan Island has a population of 123 families and generally lives from fishing and looking for mangrove wood. The phenomenon of increasingly difficult fishing due to the large number of large ships docked makes the economic aspects of the Nguan population increasingly difficult, while other skills to rely on to cover daily life do not exist. The PKM team offered Nguwan Island officials to provide cassava cracker entrepreneurship training for housewives. This training implementation method is held for two days, where the first day provides counseling and discussions about knowledge and motivation. The second day continued with the practice of processing cassava chips and marketing them. The training participants were 12 housewives. The results of this training provided a very positive response and it is hoped that there will be continuity for other skills training. Keywords: Training. Entrepreneurship. PENDAHULUAN Analisis Situasi Kota Batam terdiri dari 12 kecamatan yang menyebar sampai keluar pulau. Sembilan kecamatan berada dalam satu wilayah pulau yaitu Pulau Batam sementara tiga kecamatan lagi diluar wilayah Pulau Batam atau tinggal didaerah pesisir . , salah satunya adalah kecamatan Galang. Kecamatan Galang memiliki 11 kelurahan yang menyebar di beberapa pulau, diantaranya ada Pulau Nguan dengan jumlah penduduk sekitar 123 KK (Kantor Kecamatan Galan. Pesatnya pertumbuhan ekonomi Kota Batam tidak diikuti dengan pemerataan bagi penduduknya. Pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi lebih banyak dinikmati oleh penduduk yang tinggal didaerah perkotaan daripada E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI penduduk yang tinggal didaerah pesisir . , sehingga cenderung terjadi kesenjangan antara penduduk di daerah perkotaan dan dengan penduduk di daerah Penduduk didaerah pesisir pada umumnya adalah nelayan yang hidupnya jauh dari sejahtera karena hanya bergantung pada hasil alam tanpa melakukan pengolahan sama sekali, dalam artian Aumentah di dapat, mentah dijualAy. Mereka pada umumnya hidup dari menangkap ikan di laut dan mencari kayu bakau . untuk dijadikan arang kayu. Kemiskinan nelayan mengandung kerentanan dan ketidakberdayaan. Kerentanan terhadap kondisi darurat seperti ketika terjadi perubahan musim yang sangat ekstrem, nelayan dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki tidak mampu bekerja, dan itu berarti tidak mendapatkan penghasilan. Serta ketidakberdayaan karena tidak mampu keluar dari kemiskinannya akibat rendahnya pendidikan, terbatasnya keterampilan dan modal yang dimiliki. Rendahnya tingkat pendidikan mereka terjadi karena keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia serta rendahnya tingkat pendapatan Rendahnya tingkat pendidikan para nelayan mengakibatkan terbatasnya pengetahuan dan keterampilan mereka untuk mengembangkan usahanya, sementara ketergantungan mereka pada alam sangat tinggi. Di sisi lain, kualitas dan daya dukung ekosistem kawasan pesisir dan laut semakin menurun akibat desakan pembangunan di daratan dan perubahan iklim semakin memperburuk situasi. Banyaknya kapal yang bersandar di tengah laut cenerung mengganggu ekosistem laut yang menyebabkan jumlah tangkapan ikan semakin Akibatnya masyarakat yang tinggal dipesisir . semakin terpuruk dalam jurang kemiskinan karena berbagai keterbatasan yang mereka miliki. Tingkat pendapatan mereka umumnya jauh dari mencukupi untuk dapat menikmati kehidupan yang layak, bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar sekalipun sangat berat. Potensi dan sumberdaya kelautan dan perikanan dikawasan perairan pesisir Batam sangat besar, namun sumberdaya tersebut belum dapat diterapkan sesuai dengan prinsip-prinsip berkelanjutan, cenderung bersifat ekstraktif. Pengelolaan sumberdaya pesisir secara terpadu menghendaki adanya keberlanjutan dalam pemanfaatan sumberdaya pesisir. Sebagai kawasan yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, wilayah pesisir memiliki kompleksitas isu, permasalahan, peluang dan tantangan. Pemerintah Kota Batam telah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. (Purba et al. , 2. Meskipun demikian, pemberdayaan yang dilakukan kurang berhasil karena Pemerintah Kota Batam lebih banyak memberikan modal usaha dalam memberdayakan masyarakat. Salah satu program pemerintah Kota Batam dalam hal pemberdayaan dan pengelolaan sumberdaya dikawasan pesisir adalah melalui penetapan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) dimana pemerintah Kota Batam menyebutnya dengan istilah Marine Management Area. Kawasan MMA Kota Batam ini dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan berkelanjutan, wisata bahari, penelitian dan pengembangan sosial ekonomi masyarakat dan pemanfaatan sumberdaya laut lainnya secara lestari. Lokasi kawasan yang termasuk kedalam Marine Management Area Coremap II Batam tersebar diwilayah kelurahan Pulau Abang. Galang Baru dan Karas. Pulau Nguan dan Pulau Sembur merupakan salah satu wilayah di kelurahan Galang Baru yang dijadikan sebagai kawasan konservasi. Dari hasil survei ke Pulau Nguan. E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI program pemberdayaan masyarakat melalui MMA ini belum benar-benar maksimal dimanfaatkan masyarakat dan belum terlihat hasil yang signifikan. Masyarakat Pulau Nguan masih cenderung hidup dalam kemisikinan karena keterbatasan Sumber daya yang ada pada masyarakat belum benar-benar diberdayakan dengan baik (Purba & Svinarky, 2. Masyarakat nelayan sebenarnya mempunyai banyak waktu luang yang dapat dimanfaatkan selain usaha penangkapan ikan. Aktivitas penangkapan ikan yang mereka lakukan sangat tergantung pada musim angin. Secara perhitungan sederhana, diperkirakan rata-rata waktu produktif nelayan dalam usaha penangkapan ikan adalah dalam satu tahun, hanyalah sekitar 9 bulan dan dalam satu bulan hanya sekitar 20 hari. Dengan kondisi yang demikian maka perlu dilakukan upaya untuk mengembangkan usaha lain selain usaha penangkapan ikan dalam rangka meningkatkan pendapatan nelayan dari satu sisi. Usaha tersebut dapat dimulai dengan memanfaatkan waktu luang nelayan dan keluarganya sampai menjadikan usaha tersebut sebagai mata pencaharian pokok oleh sebahagian dari keluarga nelayan (Purba, 2. Oleh karena itu penting dilakukan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pelatihan keterampilan usaha lain yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Pulau Nguan merupakan salah satu pulau yang terletak di Kecamatan Galang Baru. Wilayah Kecamatan Galang Baru berada pada ketinggian 0-50 meter dari permukaan laut, dengan luas wilayah 394,681km2 yang terdiri dari wilayah darat yaitu seluas 50,287 km2 dan wilayah laut seluas 344,394 km2. Sebagian besar daratan wilayah ini berbukit-bukit dan hanya 20 % wilayah daratnya yang datar sampai bergelombang. Secara geografis Kelurahan Galang Baru memiliki posisi 0o41Ao40Ay- 0o36Ao31,1Ay Lintang Utara dan 104o12Ao29,2-104o21Ay31,9Ay Bujur Timur. Batas daerah Kecamatan Galang Baru adalah sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Sijantung, sebelah selatan berbatasan dengan Pulau Abang, sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Senayang dan disebelah Timur berbatasan dengan Pulau Abang. Pulau Nguan sendiri memiliki luas wilayah lebih kurang 6 km2 yang berjarak 1 . kilometer dari Pulau Galang Baru melalui jalur laut. Sebagaimana kawasan di Kepulauan Riau lainnya, kelurahan Galang Baru berada pada garis equatorial yang berada pada dua Lintang Selatan dan Utara yang memiliki iklim yang khas, dimana musim hujan lebih panjang dari musim kemarau. Iklim yang terdapat dikawasan ini mempunyai iklim tropis dengan suhu minimum berkisar 21,4oC-23,9oC dan suhu maksimum berkisar 31,8o C Ae 34,1o C. Sedangkan suhu rata-rata sepanjang tahun 2014 adalah 26,3oC-28,2oC. Penduduk Kelurahan Galang Baru berdasarkan data terakhir BPS Kota Batam Desember 2014 adalah sebanyak 2944 jiwa. Berdasarkan jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki sebanyak 1590 jiwa dan penduduk perempuan 1249 Penduduk Kelurahan Galang Baru didominasi oleh etnis/suku Melayu, sebagian kecilnya adalah etnis Tionghoa. Buton. Minang dan Batak. Sebagian besar penduduk memeluk agama Islam . ,7%), sedangkan yang lainnya memeluk agama Katholik . ,3%). Protestan . ,4%). Budha . ,3%) dan Konghucu . ,3%). Pulau Nguan terdiri dari 2 RT yang dihuni lebih kurang 123 Kepala Keluarga yang sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah nelayan. Sekilas mengenai Pulau Nguan. Pulau Nguan merupakan salah satu wilayah bagian dari kelurahan Galang Baru yang dihuni lebih kurang 123 Kepala Keluarga yang sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah nelayan. Dari hasil wawancara dengan kepala RT dan masyarakat disana mengeluhkan jumlah tangkapan ikan yang sangat E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI menurun 6 bulan terakhir ini. Hal ini disebabkan oleh aktivitas kapal-kapal yang bersandar ditengah laut, yang mengganggu ekosistem laut. Penurunan pendapatan dari menangkap ikan menyebabkan masyarakat mengambil langkah lain seperti meminjam uang dari rentenir. PERMASALAHAN Berdasarkan hasil survei dan wawancara dengan ketua RT . ukun tetangg. di Pulau Nguan bahwa permasalahan kehidupan masyarakatnya adalah susahnya menangkap ikan di tempat biasa mereka lakukan selama ini, hal ini disebabkan karena banyaknya kapal yang bersandar ditengah laut, sehingga cenderung mengganggu habitat ikan. Oleh karena itu, kegiatan menangkap ikan tidak mereka lakukan secara berkelanjutan sehingga berdampak pada pendapatan warga masyarakat setempat. Dengan berkurangnya ataupun tidak tetapnya pendapatan mereka mengakibatkan masyarakat tidak mampu lagi menyekolahkan anakanaknya sampai SMU dan kebutuhan sehari-hari mereka sulit untuk dipenuhi. Demikian dengan ibu-ibu rumah tangga, tidak memiliki keahlian apapun untuk membantu pendapatan keluarga. SOLUSI YANG DITAWARKAN Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan, program pengabdian kepada masyarakat kali ini akan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Pulau Nguan RT 01, kelurahan Galang Baru, kecamatan Galang, kota Batam, berupa wirausaha rumah tangga dengan mengajarkan ibu-ibu rumah tangga menciptakan produk dari hasil potensi alam yaitu menanam ubi kayu dan mengolah umbinya menjadi kripik rasa coklat putih dan coklat hitam. Selanjutnya memasarkan melalui UMKM. Bahkan akan diusahakan hasil produk ini menjadi ciri khas cemilan dari Jembatan 6 Barelang. METODE PELAKSANAAN Waktu dan Tempat Pelaksanaan Wirausaha rumah tangga dengan mengajarkan ibu-ibu rumah tangga menciptakan produk dari hasil potensi alam yaitu menanam ubi kayu dan mengolah umbinya menjadi kripik rasa coklat putih dan coklat hitam. Selanjutnya memasarkan melalui UMKM. Bahkan akan diusahakan hasil produk ini menjadi ciri khas cemilan dari Jembatan 6 Barelang (Pulau Ngua. Kegiatan berlangsung pada tgl 24 sampai dengan 26 Maret 2020 pada setiap pukul 09. 00 Ae 12. 00 WIB. Pembinaan ini akan diadakan di rumah warga secara bergantian yang berada di Pulau Nguan RT 01, kelurahan Galang Baru. Metode yang Ditawarkan Untuk memperoleh manfaat dari pengabdian kepada masyarakat ini serta dapat diimplementasikan, maka metode yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah sebagai berikut: Langkah pertama survei ke lokasi Tim Dosen melakukan kunjungan dan peninjauan ke Pulau Nguan, kelurahan Galang Baru, kecamatan Galang, kota Batam dan melakukan survei mengenai bagaimana kehidupan perekonomian masyarakat seharihari. Berikutnya wawancara dengan masyarakat setempat dan pimpinan (Kepala RT/RW) di Pulau Nguan. E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI Tim dosen memberikan materi dalam bentuk pelatihan terlebih dahulu tentang wirausaha dan motivasi wirausaha untuk membuka dan menambah wawasan masyarakat di daerah Pulau Nguan tentang wirausaha dan motivasi wirausaha. Peserta akan diberikan pembinaan menciptakan produk kripik rasa coklat. Peserta pembinaan akan diberikan kesempatan untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi terkait dengan perekonomian rumah tangga. Tim dosen memberikan materi tentang promosi dan UMKM kepada Tabel 1 Metode Pelaksanaan Waktu Kegiatan Pelaksana Ae Ae Ae 30 - 10. Berkumpul Pelabuhan Jembatan 2 Barelang Perkenalan dengan Masyarakat dan Pembukaan Kegiatan Sambutan dari Ketua Pengabdian Masyarakat Sambutan dari Ketua RT 003 Pulau Nguan Ae Pembinaan Tentang Wirausaha Tim Dosen 30 - 11. 00 Pembinaan Membuat Produk 00- 11. 30 Penutupan Kegiatan Rikson. Tim Dosen Tiurniari Purba. Ketua RT Tiurniari. Tim Dosen Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan pembinaan ini akan dievaluasi agar diketahui seberapa jauh keberhasilan dari kegiatan pembinaan ini, berikut disajikan Tabel 3. 1 evaluasi dalam pembinaan kelola sumber alam ini dimonitoring, dilakukan untuk melihat sejauh mana perkembangan dari pelaksanaan program. Sedangkan tahap evaluasi dilakukan untuk mengevaluasi kekurangan dan hambatan dalam pelaksanaan program, sehingga ketika terjadi hambatan dapat langsung dicari Tujuan Peserta mendapatkan ilmu dan pengetahuan mengenai wirausaha, motivasi, dan Peserta mampu menciptakan produk kripik rasa coklat putih dan coklat hitam. Indikator ketercapaian Peserta memahami dan memiliki pengetahuan mengenai wirausaha, motivasi, dan Bukti fisik Kripik ubi rasa coklat putih dan coklat hitam Tolak ukur Peserta bisa menjelaskan tentang apa itu wirausaha, motivasi, dan Hasil penjualan Keberlanjutan Dari Hasil Kegiatan Setelah pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Pulau Nguan pada tanggal 24 sampai dengan 26 Maret 2020 yang menghasilkan output E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI dalam bentuk kripik singkong rasa coklat, diharapkan ada keberlanjutan kegiatan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan tentang pemasaran terpadu. Masyarakat belum mengetahui sama sekali konsep distribusi terhadap barang-barang yang dihasilkan di pulau keluar pulau. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengabdian Pulau Nguan terdiri dari dua RT dihuni lebih kurang 123 Kepala Keluarga yang sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah nelayan. Sekilas mengenai Pulau Nguan. Pulau Nguan merupakan salah satu wilayah bagian dari kelurahan Galang Baru yang dihuni lebih kurang 123 Kepala Keluarga yang sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah nelayan. Dari hasil wawancara dengan kepala RT dan masyarakat disana mengeluhkan jumlah tangkapan ikan yang sangat menurun 6 bulan terakhir ini. Hal ini disebabkan oleh aktivitas kapal-kapal yang bersandar ditengah laut, yang mengganggu ekosistem laut. Penurunan pendapatan dari menangkap ikan menyebabkan masyarakat harus meminjam uang dari Gambar 1. Photo Bersama Peserta Wirausaha Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Pulau Nguan pada tanggal 24 sampai 26 Maret 2020 telah dilaksanakan dan berjalan dengan lancar. Secara ekonomi penduduk pulau Nguan memilki mata pencaharian yang beragam. nelayan, buruh, wiraswasta, pedagang kecil, buruh bangunan, pedagang makanan. Dengan demikian secara ekonomi, warga Pulau Nguan hidup dalam kesederhanaan, penghasilan bulanan atau harian sekedar cukup untuk hidup Letak rumah penduduk sebagian di daratan dan sebagian lagi di atas laut. Ukuran rumah umumnya relative kecil-kecil, berdempet-dempetan, jalan sempit, serta kurang. Hampir di dalam setiap rumah ada TV berwarna. Berikut ini gambar lokasi pulau Nguan. Sebelum pelaksanaan pengabdian ini, sudah ada pihak-pihak yang telah terlibat dalam pembinaan perekonomian keluarga di Pulau Nguan, namun hasilnya belum seperti yang diharapkan. Banyak hal penyebab siatuasi ini, salah satunya adalah etos kerja yang masih lemah, budaya lingkungan jauh dari budaya efisiensi E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI dan efektivitas atau kemungkinan tidak mampu bersaing dengan yang lainnya akibat tingkat pendidikan yang rendah. Secara resmi pelaksanaan kunjungan ke Pulau Nguan dilakukan empat kali pada hari yang berbeda termasuk di dalamnya masa survei dan masa pelaksanaan Berikut tata kunjungan yang dilakukan. Tanggal 24 Desember 2020 kunjungan pertama ke kantor kelurahan Galang Baru, untuk minta ijin melakukan kegiatan pengabdian ke Pulau Nguan. Lanjut menyeberang ke Pulau Nguan dengan naik pompong, bertemu dengan aparat desa dan dialog yaitu dengan Bapak RT dan Bapak RW. Rencana kegiatan pengabdian menjadi topik yang dibahas pada tanggal tersebut. Respon Bapak RW dan Bapak RT sangat positif dan mendukung. Kegiatan ini dihadiri sebanyak tujuh warga. Kegiatan ini berlangsung sangat interaktif dan lancar. Gambar 2. Kondisi Pulau Nguwan Tanggal 24 Maret 2020 Pkl 09. 00 WIB sampai selesai, mulai kegiatan dialog dan pelatihan pengembangan wawasan dan keterampilan ibu-ibu Pulau Nguan dalam membuat kripik singkong rasa coklat putih dan coklat hitam serta berbagi wawasan tentang pariwisata dan pelestarian lingkungan. Peserta menunjukkan antusianisme yang cukup tinggi, hal ini dapat dilihat dari perhatian dan adanya beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Pertanyaan peserta meliputi permasalahan yang diadapi dalam kaitannya dengan kondisi kualitas sumber daya manusia dan upaya untuk peningkatannya, permasalahan yang terkait dengan mekanisme pengembangan kolaborasi, upaya kelembagaan yang bersiofat sistemik dan terstruktur dalam berkolaborasi, upaya-upaya terstruktur dalam mempertahankan kepercayaan dan kesadaran masyarakat dalam mendukung program pembangunan pariwisata dan pelestarian lingkungan. E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI Gambar 3. Praktek Membuat Keripik Singkong Rasa Coklat Tanggal 25 Maret 2020 Pkl 09. 00 WIB sampai selesai, hasil respon warga pada pelatihan sebelumnya yang sangat antusias dilanjutkan dengan keliling sekitar pulau untuk survei lapangan atau lahan yang akan dijadikan sebagai tempat menanam singkong sebagai bahan mentah singkong coklat yang akan diolah. Berhubung sifatnya lahan atau tanah yang ada di Pulau Nguan kurang mendukung untuk ditanami singkong . engandung bouksi. maka, warga diberi sedikit pengetahuan tentang langkah-langkah membuat kompos dari sampah rumah Tanggal 26 Maret 2020 Pkl 09. 00 s. 00 melakukan praktek bagaimana caranya membuat kripik singkong rasa coklat hitam dan coklat putih . erlampir dalam vidi. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dirumah salah seorang warga di Pulau Nguan yang dihadiri oleh 12 ibu-ibu rumah tangga sebagai perwakilan dari Pulau Nguan. Proses: Salah satu jenis keripik singkong yang ada di Indonesia saat ini adalah keripik singkong rasa cokelat, keripik singkong rasa cokelat ini memang dibuat dengan cara yang sama seperti pembuatan keripik singkong lain nya, hanya saja keripik singkong yang satu ini memang memiliki tambahan bahan seperti coklat yang akan membuat rasanya berubah menjadi rasa coklat. Gambar 4. Praktek Membuat Keripik Singkong Rasa Coklat E-ISSN 2614-8927 VOLUME 2 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI SIMPULAN Berdasarkan atas hasil dan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pulau binaan ini dilaksanakandi Pulau Nguan. Kelurahan Galang - Kecamatan Galang. Dengan jumlah kunjungan sebanyak empat kali pada hari yang berbeda dan kegiatan yang berbeda tetapi satu tujuan yaitu, menciptakan produk baru yaitu kripik singkong rasa coklat hitam dan coklat putih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pulau binaan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan aparat desa dalam mengembangkan kolaborasi dengan kelompok masyarakat lainnya termasuk dengan ibu-ibu rumah tangga dan ibu-ibu pedagang. Target dari binaan pengabdian ini adalah ibu-ibu rumah tangga di Pulau Nguan yang diwakili sebanyak 12 ibu-ibu untuk menciptakan produk kripik singkong rasa coklat hitam dan coklat putih. DAFTAR PUSTAKA