Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG MENOPAUSE Lisda Maria 1A Lia Permatasari 2 Program Studi S1 Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang1,2 lisdamaria83@gmail. liapermatasari1729@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Menopause merupakan fase alami kehidupan perempuan yang ditandai dengan berakhirnya siklus menstruasi dan perubahan fisiologis yang signifikan. Pengetahuan menopause sangat diperlukan karena banyak wanita merasa takut mencapai masa menopause dan enggan membicarakan fase menopause, karena diharapkan sikap wanita premenopause untuk meningkatkan perilaku dan koping menjadi lebih baik. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang menopause Metode: Penelitian preeksperimental dengan desain one group pretest-posttest Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Merdeka Palembang pada bulan Januari Tahun 2025. Sampel diambil dari 30 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang menopause. Uji untuk mengetahui analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Didapatkan nilai rata-rata pengetahuan sebelum intervensi pendidikan kesehatan adalah 56. 13 sedangkan sesudah intervensi adalah 79. Ada peningkatan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang menopuase, semua responden mengalami perubahan pengetahuan tentang menopuase setelah dilakukan pendidikan kesehatan dimana hasil nilai statistic diperoleh p-value = 0,00 dimana p-value < 0,05 hal tersebut menyatakan signifikan 0,000 . <0,05. Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang menopause di Puskesmas Merdeka Palembang Saran: Diharapkan agar pelayanan kesehatan lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi dan konseling yang berkaitan dengan Menopause, untuk memberikan informasi tentang menopause dan cara untuk menghadapi masa menopause. Kata Kunci: Menopause. Disfungsi Seksual. Pelvic Floor Physical Therapy ABSTRACT Background: Menopause is a natural phase of women's life which is characterized by the end of the menstrual cycle and significant physiological changes. Menopausal knowledge is very necessary because many women feel afraid to reach menopause and are reluctant to discuss the menopause phase, because it is expected that the attitude of premenopausal women to improve behavior and coping is Objective: Knowing the effect of health education on knowledge about menopause Methods: Pre-experimental study with one group pretest-posttest design. This research was conducted at the Merdeka Health Center Palembang in January Year 2025. The sample was taken from 30 respondents with purposive sampling technique. The instrument used was a knowledge questionnaire about Test to determine data analysis using the wilcoxon test. Results: The mean value of knowledge before the health education intervention was 56. 13 while after the intervention was 79. There is an increase in health education on maternal knowledge about menopuase, all respondents experienced changes in knowledge about menopuase after being carried out health education where the results of statistical values obtained p-value = 0. 00 where p-value <0. 05 it states significant 0. <0. There is an effect of health education on mothers' knowledge about menopause at the Merdeka Palembang Health Center Suggestions: It is hoped that health services will further improve reproductive health counseling activities and counseling related to menopause. Keywords: Menopause. Sexual Dysfunction. Pelvic Floor Physical Therapy Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN Menopause merupakan suatu fase . yaitu bayi, balita, anak usia alami dalam kehidupan seorang perempuan sekolah, remaja, kelompok usia kerja, yang ditandai dengan berakhirnya siklus maternal, dan kelompok lansia (Kemenkes RI, 2. fisiologis yang signifikan. Masa menopause Hal berhubungan dengan masalah penyesuaian yang muncul oleh sistem endokrin yang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat menurunkan kadar estrogen dalam tubuh dan menyebabkan perubahan fisiologis dan kesehatan di daerah akibat kurangnya psikologis yang memengaruhi seksualitas tenaga promosi kesehatan. Diketahui bahwa perempuan (Mentari dan Natosba, 2. Kondisi ini membuat perubahan besar masyarakat di Puskesmas hanya 4. yang melibatkan perubahan fisik, endokrin, orang di dan psikologi seseorang, salah satunya tersebut tersebar di 3. 085 Puskesmas adalah turunya kualitas seksual (Khairani, . ,4%). Menopause merupakan tahap akhir kesehatan di Puskesmas sebanyak 0,46 per proses biologis yang dialami wanita berupa Puskesmas. Itu penurunan produksi hormon seks wanita memiliki basis pendidikan atau pelatihan yaitu estrogen dan progesteron dari indung promosi kesehatan (Kemenkes RI, 2. telur (Estiani. Dhuhana, 2. seluruh Indonesia. Tenaga Rata- pun hanya 1% yang Menurut data dari World Health Kementerian Kesehatan mempunyai Organization (WHO) Pada tahun 2030, peran dan tujuan berkonstribusi dalam diperkirakan 1,2 miliar wanita di seluruh tercapainya seluruh Nawa Cita terutama dunia akan mengalami menopause. Pada tahun 2025 diperkirakan akan ada 60 juta manusia Indonesia. Serta memiliki dua wanita menopause di Indonesia, angka tujuan pada tahun 2015-2019 yaitu yang harapan hidup wanita di Indonesia 72,4 pertama meningkatnya status kesehatan tahun lebih tinggi dibandingkan pria 68,4 tahun, dapat dikatakan sepertiga kehidupan tanggap . dan perlindungan wanita akan berada pada masa menopause masyarakat terhadap risiko sosial dan finansial di bidang kesehatan. Peningkatan (Apriliyeni & Rohmah, 2. status kesehatan masyarakat dilakukan pada Menurut Apriliyeni Rohmah Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 dalam CoryAoah . di Indonesia data kesehatan pemberian pendidikan kesehatan Badan Pusat Statistik menunjukkan 15,2% juta wanita memasuki masa mengembangkan pengetahuan, sikap dan dari 118 juta wanita Indonesia, tentunya hal perilaku dalam mengatasi perubahan dan ini perlu mendapatkan perhatian bagaimana permasalahan selama masa menopause kesehatan reproduksinya karena pada masa sehingga mampu beradaptasi terhadap ini akan terjadi perubahan fisik dan berbagai perubahan serta gejala yang terjadi pada masa tersebut. Selain itu pendidikan berbagai macam keluhan pada kesehatan. Menurut Kemenkes RI, tahun 2017 kesehatan merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan perilaku dan koping jumlah perempuan menopause di Sumatera Selatan sebesar 69,43% dan meningkat menopause (Rotem et al. , 2. pada tahun 2018 menjadi 69,65%. Tahun Pendidikan kesehatan adalah suatu 2017 di Sumatera Selatan jumlah wanita kegiatan atau usaha penyampaian pesan 83 (Emilia, 2. kesehatan kepada masyarakat, kelompok Pengetahuan merupakan hasil dari kesehatan akan membantu perempuan melakukan penginderaan terhadap suatu untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku (Notoatmodjo,2. Pengetahuan mengenai Pemberian Salah satu faktor pendukung dalam wanita karena banyak wanita merasa takut peningkatan pengetahuan adalah tingkat mencapai masa menopause dan enggan Menunjukkan bahwa sebagian membicarakan fase menopause, karena ada besar pendidikan responden SMA yaitu 36 anggapan umum bahwa ini adalah pintu yang harus dilalui menuju masa tua. pendidikan responden paling sedikit SD Dengan peningkatan pengetahuan pada yaitu 6 orang . ,5%). bahwa pendidikan wanita premenopause tentang menopause, yang pernah ditempuh sesorang merupakan diharapkan sikap wanita premenopause faktor yang akan mendukung kemampuan tentang menopause menjadi lebih baik (Agustiawati dan Sulistiyaningsih, 2. Agar . ,7%), seseorang maka semakin luas cara pandang mengalami menopause bertambah perlu dan cara pikir dalam menghadapi suatu diberikan informasi melalui pendidikan permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 analisa data diperoleh p-value = 0,001 < pemberian pendidikan kesehatan terhadap 0,05. Pengetahuan terhadap pengetahuan wanita menopause. memberikan pengaruh yang besar terhadap Adapun penelitian dari Utami. Safitri sikap yang positif dalam menghadapi . dimana berdasarkan hasil sebelum (Makahanap. Kundre Bataha 2. didapatkan sebanyak 16 orang . ,0%) ibu Berdasarkan penelitian terdahulu dari mengalami kecemasan ringan. Setelah Wardhani. Desi Ayu . dengan hasil dilakukan penyuluhan kesehatan, sebagian penelitian dimana penilaian kuesioner besar ibu tidak mengalami kecemasan menunjukkan bahwa nilai pengetahuan sebanyak 28 orang . ,6%). Hasil uji peserta terdapat perbedaan sebelum dan analisis wilcoxon diperoleh p-value 0,000 < sesudah diberikan pendidikan kesehatan . artinya penyuluhan kesehatan mengenai perubahan yang terjadi saat berpengaruh terhadap tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi masa menopause. dibuktikan dengan terjadi peningkatan nilai pengetahuan pada hampir semua peserta. Hal ini diperkuat dari penelitian yang Arma Silaban . Sedangkan penelitian Verina. Yusrika menunjukkan hasil metode penelitian ini . dengan hasil penelitian didapatkan merupakan penelitian pre eksperimental data diperoleh A-value sebesar 0,000 dengan desain one group pre-posttest (<0,. ada pengaruh pendidikan kesehatan Penelitian ini dilakukan di Desa Tuntungan II Kecamatan pancur Batu. pengetahuan ibu menopause di Wilayah Sampel diambil dari 15 responden dengan Kerja Puskesmas Ratu Agung. Sedangkan teknik pengambilan sampel purposive menurut penelitian Marlen. Reny . adalah kuesioner pengetahuan tentang menunjukkan rerata tingkat pengetahuan Uji untuk mengetahui analisa data menggunakan uji wilcoxon. Instrumen nilai signifikan ,000 dimana A < 0,05. Nilai audiovisual sebesar 32,50 dan sesudah pretest kurang . dan nilai posttest diberikan pendidikan kesehatan dengan adalah baik . menunjukkan adanya media audiovisual sebesar 80,00. Hasil pengaruh pendidikan kesehatan terhadap Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 pengetahuan tentang menopause pada Ibu di Desa Tuntungan II Kecamatan pancur Batu. komplikasi yang lebih parah. Tingginya Bagi kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi kurangnya kesadaran dan pencegahan dini dan konseling yang berkaitan dengan terhadap risiko yang dapat muncul selama Menopause, untuk memberikan informasi masa menopause. Berdasarkan catatan rekam medis, banyak pasien datang ke menghadapi masa menopause. Penelitian Puskesmas berkembang cukup besar dan menimbulkan Data edukasi dan layanan kesehatan yang fokus tentang menopause. Melalui pendekatan pada deteksi dini serta penanganan masalah ini, diharapkan perempuan dapat lebih reproduksi pada wanita menopause. memahami perubahan fisik dan psikologis Permasalahan yang terjadi selama masa menopause. memperburuk kondisi ini adalah minimnya Pendidikan kesehatan yang tepat dapat program edukasi kesehatan khusus yang ditujukan bagi wanita menopause di tingkat kekhawatiran yang sering dialami wanita Dalam banyak kasus, tidak dalam menghadapi fase ini. Selain itu, tersedia platform yang memadai untuk memberikan informasi terkait menopause mendorong wanita untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan rutin. Dengan demikian, risiko dalam mengenali gejala yang mereka alami komplikasi kesehatan seperti osteoporosis dan penyakit jantung dapat diminimalkan. Keterbatasan program edukasi ini Berdasarkan hasil data dari wilayah Hal kerja Puskesmas Merdeka selama tiga bulan mengabaikan tanda-tanda awal penyakit terakhir, yaitu Agustus. September, dan yang mungkin muncul selama menopause. Oktober 2024, menunjukkan adanya 8 Akibatnya, banyak wanita terjebak dalam pasien yang didiagnosis dengan kista situasi di mana tindakan medis baru dilakukan setelah penyakit berkembang Seluruh Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 lebih lanjut. Puskesmas Merdeka Palembang pada bulan Stigma Januari 2025 dan telah mendapatkan ijin ketidaknyamanan dalam membicarakan isu Populasi dalam penelitian adalah Dalam menjadi fokus atau sasaran penelitian. Populasi dalam penelitian adalah mengenai menopause masih dianggap tabu, sehingga banyak wanita enggan mencari informasi atau berkonsultasi dengan tenaga menjadi fokus atau sasaran penelitian. Hal ini mengakibatkan banyak Populasi pada penelitian ini berdasarkan masalah kesehatan yang seharusnya dapat data Puskesmas 3 bulan terakhir yakni pada dicegah menjadi lebih sulit ditangani. bulan November. Desember dan Januari Kurangnya komunikasi terbuka mengenai sebanyak 100 responden yang berusia Teknik sendirian dalam menghadapi perubahan sampel dalam peneliti ini adalah teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 30 Upaya menghapus stigma ini menjadi krusial agar Data yang telah dikumpul, dianalisa membicarakan dan mengatasi masalah dan dilakukan pengolahan data yang terdiri kesehatan yang mereka alami. dari beberapa tahapan. Pertama, editing yaitu tahap penyuntingan, untuk mengecek dan perbaikan isian formulir atau kuesioner. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode Kedua, coding adalah mengubah data kuantitatif dengan desain Pre Eksperimen . engAoAokodeanAoA. , lalu entry data atau pretest-postest. Pada one-group processing dengan mengisi kolom atau dilakukan pretest sebelum diperlakukan kartu kode sesuai jawaban dari setiap yang berguna untuk mengukur pengetahuan Selanjutnya, tabulating yaitu membuat tabel-tabel data, sesuai dengan dengan keadaan sebelum dan sesudah yang diinginkan peneliti dan pengolahan diberikan perlakuan. data dengan menggunakan komputer. Penelitian telah dilaksanakan di Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 HASIL PENELITIAN variabel pengetahuan responden sebelum Analisa Univariat Analisa kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang melihat distribusi frekuensi karakteristik Dapat dilihat pada Tabel responden berdasarkan usia, agama, suku, berikut ini. Distribusi Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia. Agama, suku, dan Pendidikan. Variabel Frekuensi . Persentase (%) 1 Usia 45-50 tahun 51-55 tahun 2 Agama Islam Katolik Kristen 3 Suku Jawa Melayu 4 Pendidikan SMP SMA Jumlah Berdasarkan distribusi frekuensi diperoleh data banyak dari responden yang beragama katolik dan kristen. Berdasarkan suku berdasarkan Usia responden mayoritas berusia 45-50 tahun sebanyak 16 orang sebanyak 17 orang . 7%) daripada suku . 3%) lebih banyak dari responden yang Melayu. berusia 51-55 tahun. Berdasarkan agama responden mayoritas berpendidikan SMA lebih banyak 14 orang . 7%) daripada beragama Islam yakni sebanyak 23 orang . lebih Berdasarkan Jawa Pendidikan kategori pendidikan S1. SMP dan SD. Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 2. Pengetahuan Responden Sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan Pengetahuan Ibu Pre Intervensi Frekuensi (F) Persentase (%) Baik Kurang Cukup Total Berdasarkan tabel 2 diperoleh data banyak 15 orang . %), daripada responden yang memiliki pengetahuan baik dan responden yang memiliki pengetahuan Tabel 3. Pengetahuan Responden Setelah diberikan Pendidikan Kesehatan Pengetahuan Ibu Post Intervensi Frekuensi (F) Persentase (%) Baik Kurang Cukup Total Berdasarkan tabel 3 diperoleh data sebanyak 23 orang . 7%) daripada responden yang memiliki pengetahuan kurang dan responden yang memiliki mayoritas memiliki pengetahuan baik pengetahuan cukup. Tabel 4. Perbedaan Pengetahuan Responden Sebelum dan Sesudah Intervensi Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu tentang Menopause Pengetahuan Mean Std. Sig. -taile. Sebelum Intervensi Sesudah Intervesi Berdasarkan tabel 4 diperoleh hasil 13 sedangkan sesudah intervensi nilai rata-rata pengetahuan sebelum intervensi mean adalah 79. 17 dan nilai std. pendidikan kesehatan nilai mean adalah Sedangkan Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 menghadapi masa menopause. Hal ini bisa Hal ini menunjukkan bahwa Pendidikan responden mayoritas lebih intervensi pendidikan kesehatan terhadap banyak berpendidikan SMA sebanyak 14 pengetahuan ibu tentang menopause di orang . 7%), daripada responden yang Puskesmas Merdeka Palembang. berpendidikan S1. SMP dan SD. Berdasarkan Pengetahuan seseorang biasanya diperoleh p=0,000 dimana p <0,05. Hasil diperoleh dari pengalaman yang berasal tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh dari berbagai macam sumber seperti, media, yang bermakna sebelum dan sesudah poster, kerabat dekat, media masa, media dilakukan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang menopause di kesehatan dan sebagainya. (Makahanap, at Puskesmas Merdeka Palembang. Menurut Shabani, at al . PEMBAHASAN Pengetahuan Mengatakan bahwa memiliki pendidikan Responden Sebelum dilakukan Intervensi Juga tidak jelas bahwa seseorang dengan pendidikan sekolah tinggi memiliki Pengetahuan responden sebelum pemahaman tentang pentingnya perilaku dilakukan intervensi pendidikan kesehatan Sebagai kesimpulan, tampaknya tingkat pendidikan Puskesmas Merdeka Palembang. Berdasarkan wanita menopause terhadap perilaku yang responden sebelum dilakukan intervensi meningkatkan kesehatan. Oleh karena itu, orang-orang yang kurang berpendidikan pengetahuan responden adalah kurang lebih tampaknya memerlukan pelatihan dan banyak banyak 15 orang . %) daripada perencanaan yang lebih hati-hati dalam hal responden yang memiliki Pengetahuan Selain itu, kepatuhan yang lebih buruk pengetahuan cukup. Hal ini disebabkan mempromosikan kesehatan pada wanita pengetahuan menopause ada pernyataan membutuhkan perhatian yang lebih besar tentang pengertian menopause, tanda gejala dari pembuat kebijakan kesehatan untuk menopause, perubahan psikologis, faktor mengadakan program pelatihan kesehatan Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 menopause ini. setelah pemberian pendidikan kesehatan Menurut Stuart & Sundeen . responden mengalami penurunan tingkat Pendidikan yang rendah akan menyebabkan kecemasan menjadi tidak ada kecemasan, kecemasan, tingkat pendidikan seseorang kesehatan mampu mengurangi atau individu akan berpengaruh terhadap kecemasan yang dialami oleh seseorang, kemampuan berfikir, semakin tinggi tingkat hal ini berkaitan dengan penelitian ini, pendidikan akan semakin mudah berfikir rasional dan menangkap informasi baru kesehatan terhadap kecemasan pada ibu termasuk dalam menguraikan masalah yang yang akan menghadapi menopause. Berdasarkan Wanita harus diberi tahu tentang dilakukan oleh Sopia . dimana hasil perubahan yang akan dialami dalam periode ini agar mereka siap. Sebuah studi yang kecemasan sebelum dilakukan pendidikan dilakukan di Portugal menunjukkan bahwa hampir seluruhnya . %) adalah ringan. Tingkat kecemasan sesudah dilakukan memiliki pengetahuan yang cukup tentang menopause. Mayoritas wanita ditemukan seluruhnya . %) adalah tidak cemas. memiliki kurangnya pengetahuan mengenai Hasil uji statistik didapatkan nilai p value = gaya hidup sehat dan pendekatan perawatan 0,0304 < 0,05, yang berarti ada pengaruh diri selama periode menopause. Dalam hal pendidikan kesehatan tentang menopause ini, wanita perlu diberi tahu tentang gejala menopause dan praktik kesehatan selama menopause (Alan, at al 2. Menurut Sedangkan menurut penelitian dari Maulana Baiq Ricca Afrida, at al . dimana hasil penelitian nya didapatkan bahwa hasil dari Pendidikan rata-rata kesehatan yang diberikan kepada para ibu sebanyak 5,75% dan hasil post test meningkat menjadi 7,76% dan hasil ini penurunan tingkat kecemasan yang dialami. menunjukan semua peserta mengalami Pada kenyataannya sebelum pemberian peningkatan pengetahuan sebnayak 20%. pendidikan kesehatan responden sebagian Rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan besar mengalami kecemasan ringan dan | 10 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 keterampilan berkelanjutan bagi lansia salah satunya adalah dari mendengar dan dalam meningkatkan derajat kesehatan membaca, pendidikan kesehatan sangat Begitu seseorang karena mendapatkan pendidikan tentang penelitian ini dimana Elizabet C, kesehatan dengan materi yang diberikan Jusuf . mendapatkan hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil pre-test pengetahuan seseorang diperoleh melalui yaitu 5,28 . dan nilai rata-rata hasil indra pendengaran . dan indra post-test yaitu 8,75. dengan nilai maksimal yaitu 10. Pada studi ini setelah melibatkan perubahan-perubahan dalam diberikan penyuluhan terkait menopause kemampuan dan pola berpikir, kemahiran dalam menyikapi suatu masalah secara adanya pengaruh Sebagian . Pengetahuan signifikan . <0,. yang menunjukkan semua responden mengalami peningkatan pengetahuan dari lingkungan aktifitasnya pengetahuan tentang menopause yang dan menceritakan pengalaman merupakan Hasil penelitian menunjukkan proses kognitif dan perkembangan sikap terdapat peningkatan pengetahuan tentang menopause pada kader kesehatan dan mengalami menopause dan pemberian Adapun asumsi peneliti bahwa ibu tentang menopause. diberikan pendidikan kesehatan karena Pengetahuan Dilakukan pengetahuan adalah tingkat pendidikan. Kesehatan. pengetahuan seseorang biasanya diperoleh Penerimaan ibu-ibu sehingga bisa meningkatkan pengetahuan terdapat pengetahuan yang kurang sebelum Responden Intervensi Pengetahuan Sesudah Pendidikan dari pengalaman yang berasal dari berbagai dilakukan intervensi pendidikan kesehatan macam sumber seperti, media, poster. Pada penelitian ini, pengetahuan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang menopause, diperoleh data bahwa kesehatan dan sebagainya. Pendidikan pengetahuan menjadi meningkat dimana pengetahuan, pengetahuan dapat diperoleh Baik sebanyak 23 orang . 7%), responden | 11 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Kurang sebanyak 3 orang . %) dan responden perbedaan yang signifikan pemberian KIE Cukup sebanyak 4 orang . 3%). Hal ini kecemasan ibu pra menopause pada pre-test membuktikan bahwa pendidikan kesehatan tingkat kecemasan ringan sebanyak 40,0%, cemas sedang 55,0%, dan cemas berat 5,0% pengetahuan dapat diperoleh salah satunya dan mengalami penurunan pada saat post- adalah dari mendengar dan membaca, dan test dengan tingkat kecemasan ringan didapatkan dari hasi penelitian bahwa 60,0%, sedang 35,0%, dan berat tidak ada pendidikan kesehatan sangat berpengaruh kecemasan 0% dengan p-value = 0,000 . < dengan pengetahuan seseorang karena 0,. dimana seseorang mendapatkan pendidikan menunjukkan bahwa sebelum diberikan kesehatan dengan materi yang diberikan KIE tentang menopause rata-rata skor secara berulang. kecemasan ibu sebesar 16,40, kemudian Berdasarkan hasil penelitian oleh Suryati . dimana didapatkan hasil Dan berkurang menjadi 13,15 setelah diberikan KIE tentang menopause. Tingkat pengetahuan ibu premenopause Asumsi peneliti dimana sebagian sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan besar pengetahuan seseorang diperoleh tentang menopause di Dusun Saman melalui indra pendengaran . dan wilayah Puskesmas Sewon II Bantul indra penglihatan . Pengetahuan Yogyakarta tergolong sedang. Hasil uji t- melibatkan perubahan-perubahan dalam test menunjukkan tingkat pengetahuan kemampuan dan pola berpikir, kemahiran tentang menopause sebelum dan sesudah dalam menyikapi suatu masalah secara penyuluhan didapatkan nilai t sebesar 7,2 pada df 33 dengan taraf signifikansi . pengetahuan dari lingkungan aktifitasnya 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa dan menceritakan pengalaman merupakan proses kognitif dan perkembangan sikap menopause terhadap tingkat pengetahuan ibu premenopause menghadapi menopause penyuluhan adalah pemberian penerangan di Dusun Saman wilayah Puskesmas Sewon dan informasi. Maka setelah dilakukan II Bantul Yogyakarta. penyuluhan kesehatan seharusnya akan Hasil penelitian dari Dwi Suprapti . dimana didapatkann hasil Hasil Makna Pengetahuan | 12 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 diberikan pendidikan kesehatan tentang Palembang terhadap pengetahuan ibu, penerimaan informasi baru kepada ibu-ibu yang mengalami menopause dan pemberian ditunjukkan nilai rata-rata yang meningkat pendidikan kesehatan dilakukan secara sesudah dan sebelum intervensi, hal ini terjadi karena proses penggindraan yang pengetahuan ibu tentang menopause. Pengaruh responden fokus dan aktif mengikuti Pendidikan Kesehatan Dimana Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Hal Menopause didukung dengan alat yang digunakan saat Pada penelitian ini, diperoleh hasil melakukan pendidikan kesehatan, dimana rata-rata peneliti menggunakan leaflet dengan topik intervensi pendidikan kesehatan nilai mean dan gambar yang menarik minat baca ibu 13 sedangkan sesudah intervensi Berdasarkan deviation sebelum Sedangkan pemberian pendidikan kesehatan terhadap Berdasarkan hasil pengetahuan ibu tentang menopause di tersebut bahwa ada peningkatan pendidikan Puskesmas Merdeka Palembang, maka kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang pendidikan kesehatan tentang menopause menopuase, secara manual dari hasil ini dapat dijadikan menjadi salah satu peneltian, semua responden mengalami teknik untuk meningkatkan pengetahuan. perubahan pengetahuan tentang menopuase Penelitian setelah dilakukan pendidikan kesehatan, penelitian dari Novianti. Rima . dari berdasarkan nilai statistic, hasil diperoleh p- hasil analisa terdapat perbedaan rata-rata value = 0,00 dimana p-value < 0,05 hal pengetahuan antara sebelum . re-tes. <0,. kesehatan sebesar 32. 534 dan hasil bivariat Uji T-Dependent pengetahuan ibu tentang menopause di P value 0,000 (< Puskesmas Merdeka Palembang. berdasarkan hasil penelitian dari Virani Pada . ost-tes. 0,000 Puskesmas 0,. Sedangkan Nurianisa . dimana ditemukan bahwa Merdeka Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu | 13 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 dari metode ceramah ini adalah seperti pemberi ceramah mudah dalam menguasai berbasis video rata-rata sebesar 65,62. Penelitian pertemuan tersebut, dapat diikuti oleh Faizah,Wannda Teknik Chamarul . efektifitas pendidikan pra menopause dimana hasil penelitian ini ceramah yang baik mendukung tercapainya menunjukkan tingkat ansietas responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan terapi spiritual sebesar 21,51 dan standar deviasi 8,092. Tingkat ansietas responden sesudah diberikan pendidikan KESIMPULAN kesehatan dan terapi spiritual sebesar 11,87 Pengetahuan dan standar deviasi 7,146. Adapun asumsi peneliti bahwa Merdeka dan sikap kesehatan terhadap pengetahuan ibu pendidikan kesehatan tentang menopause Puskesmas Palembang, wanita yang diteliti, sehingga program pengetahuan responden adalah Kurang sebanyak 15 orang . %), responden wanita perlu diintegrasikan dalam sistem perawatan kesehatan. satunya didapatkan sebanyak 3 orang . %), responden melalui pendidikan atau proses belajar. yang memiliki Pengetahuan Cukup Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan sebanyak 12 orang . %). Hal ini bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan disebabkan pengetahuan menopause ada Pengetahuan Baik menopause didapatkan hasil yang sangat menopause, tanda gejala menopause, berbeda sebelum dan sesudah dilakukan terpengaruh dimana Pendidikan kesehatan menghadapi masa menopause. Pengetahuan dimana metode ini paling mudah diterapkan Pada dalam masyarakat dengan pengetahuan yang berbeda-beda. Adapun keunggulan diberikan pendidikan kesehatan tentang | 14 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Menopause, pengetahuan menjadi meningkat dimana Baik pendidikan kesehatan, hasil nilai statistic sebanyak 23 orang . 7%), responden diperoleh p-value = 0,00 dimana p-value yang memiliki pengetahuan Kurang sebanyak 3 orang . %) dan responden signifikan 0,000 . <0,. yang artinya yang memiliki pengetahuan Cukup ada pengaruh pendidikan kesehatan sebanyak 4 orang . 3%). Hal ini menopause di Puskesmas Merdeka Palembang. diperoleh salah satunya adalah dari 0,05 Bagi masyarakat agar dapat lebih didapatkan dari hasi penelitian bahwa meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang pendidikan kesehatan sangat berpengaruh menopause, sehingga masyarakat tidak merasa takut menghadapi menopause dan SARAN dimana seseorang mendapatkan pendidikan kesehatan dengan materi yang diberikan secara berulang. Berdasarkan rata-rata pendidikan kesehatan adalah 56. sedangkan sesudah intervensi adalah Berdasarkan hasil tersebut bahwa ada peningkatan pendidikan kesehatan menopuase, secara manual dari hasil peneltian, semua responden mengalami memperoleh informasi tentang menopause. Bagi diharapkan agar pelayanan kesehatan lebih kesehatan reproduksi dan konseling yang Menopause, memberikan informasi tentang menopause DAFTAR PUSTAKA