Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Oktober 2022 ANALISIS PERBEDAAN GROSS PROFIT ANTARA PEDAGANG BESAR DAN PENGECER IKAN DI PASAR INPRES SANGATTA LAMA Meita Sondang Riski Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara Sangatta Email : meitasondang@yahoo. Kaharuddin Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia - Samarinda Email : kahar_asa@yahoo. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan gross profit antara pedagang besar dan pengecer ikan di pasar Inpres Sangatta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini sepenuhnya memanfaatkan data sekunder sebagai basis data utama dalam proses Data sekunder yang digunakan adalah data laba kotor . ross profi. penjualan ikan pedagang besar dan pengecer di pasar Inpres Sangatta Lama Data yang dikumpulkan dari penelitian, kemudian di analisis terhadap prasyarat uji perbedaan. Pengujian hipotesis ini menggunakan uji Mann Whitney. Pengujian menggunakan bantuan program aplikasi komputer SPSS v. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan gross profit antara pedagang besar dan pengecer ikan di pasar Inpres Sangatta Selatan. Terbukti nilai Asymp Sig . yaitu 0,003. Jika nilai Asymp Sig < 0,05 maka hipotesis diterima dan jika nilai Asymp Sig > 0,05 maka hipotesis ditolak. Berdasarkan output Test Statistics diketahui bahwa nilai Asymp Sig . sebesar 0,003 < 0,05, maka dapat disimpulkan hipotesis diterima. Kata kunci : gross profit, pedagang besar, pengecer. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan . rchipelagic stat. terluas di dunia dengan jumlah pulau sebanyak 17. 504 buah dan panjang garis pantai 000 km, total luas laut Indonesia sekitar 3,544 juta km2 atau sekitar 70% dari wilayah Indonesia (Bakosurtanal, dalam Kelautan dan Perikanan dalam angka, 2. Keadaan tersebut seharusnya meletakkan sektor perikanan menjadi salah satu sektor riil yang potensial di Indonesia. Dalam konteks global, kondisi geografis Indonesia yang strategis di titik silang perdagangan dunia dengan potensi laut besar sudah selayaknya menjadikan Indonesia sebagai pemasok hasil Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol, 8. No. Oktober 2022 perikanan terbesar di dunia dan dapat menjadi pasar produk perikanan yang sangat Berdasar kondisi-kondisi di atas sangat layak bila Indonesia menjadi center of supply and demand bagi produk perikanan. Kabupaten Kutai Timur adalah bagian dari provinsi Kalimantan Timur yang mempunyai potensi perikanan yang cukup besar. Hal ini dapat dilihat dari luas perairan Kabupaten Kutai Timur sekitar 2. 641 km 2. Potensi yang besar ini menjadi modal bagi masyarakat yang mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan maupun pedagang ikan. Berdasarkan distribusinya, pedagang ikan terbagi menjadi pedagang besar dan pengecer. Pedagang besar dan pedagang ecer bergantung dengan nelayan. Pedagang besar adalah pedagang yang membeli ikan laut dalam jumlah besar yang dalam satu kali pembeliannya mencapai nominal satu kwintal bahkan terkadang lebih. Pedagang besar biasanya mempunyai supplier . tetap yang setiap hari menyalurkan ikan yang berasal dari tempat pelelangan. Biasanya pedagang besar ini mengambil ikan dari daerah sekitar daerah Sangatta seperti pelabuhan kenyamukan Sangatta, dan Bontang. Pedagang besar hampir menyerupai n e l a y a n , perbedaannya n e l a y a n tidak melakukan fungsi pengangkutan dikarenakan kegiatan pengangkutan ke pembeli telah ditanggung oleh pedagang besar yang menyalurkan ikan kepada pedagang Pengecer membeli ikan dari pedagang besar dalam jumlah relatif lebih kecil untuk kemudian dijual kembali ke konsumen. Berdasarkan survey ekonomi di bulan Desember 2019 pasar Inpres Sangatta Selatan memiliki jumlah pedagang ikan sebanyak 50 orang, dengan kalkulasi pedagang besar berjumlah 10 dan pengecer berjumlah 40 orang. KERANGKA TEORI Pedagang Besar dan Pengecer Di dalam aktivitas perdagangan, pedagang adalah orang atau institusi yang memperjualbelikan produk atau barang kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Alma . pedagang besar adalah kegiatan pemasaran yang menggerakan barang dari produsen ke pengecer atau lembaga-lembaga lainnya. Pedagang besar biasanya tidak menjual produknya ke Analisis Perbedaan Gross Profit Antara Pedagang Besar dan Pengecer Ikan Di Pasar Inpres Sangatta Lama. (Meita Sondang Rizki. Kaharuddi. konsumen akhir, dilihat dari jumlah pembelian, pedagang besar membeli produknya dalam jumlah yang besar dengan harga yang lebih murah. Sedangkan untuk pengecer. Kotler . mendefinisikan usaha eceran . adalah semua aktivitas dalam menjual barang atau jasa langsung ke konsumen akhir untuk kebutuhan pribadi dan nonbisnis. Sejalan dengan definisi di atas. Tjiptono . , menjelaskan kegiatan pengecer . merupakan semua kegiatan penjualan barang dan jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk pemakaian pribadi dan rumah tangga, bukan untuk keperluan bisnis. Ritel merupakan mata rantai yang penting dari saluran ditribusi yang menghubungkan keseluruhan dari bisnis dan orang-orang yang mencakup perpindahan secara fisik dan transfer kepemilikan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen. Pendapatan Adam . 5: . menyatakan tentang pendapatan . adalah penambahan bruto . ross increas. terhadap modal sehubungan dengan kegiatan Dapat berasal dari penjualan barang, pemberian jasa kepada pelanggan, penyewaan aktiva, peminjaman uang, dan kegiatan lainnya yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh laba. Sedangkan pendapat ahli lainnya. Harnanto . menuliskan bahwa pendapatan adalah kenaikan atau bertambahnyaa aset dan penurunan atau berkurangnya liabilitas perusahaan yang merupakan akibat dari aktivitas operasi atau pengadaan barang dan jasa kepada masyarakat atau konsumen pada khususnya. Pendapatan menurut Samryn . adalah kenaikan aktiva atau pengurangan kewajiban yang bersumber dari penyerahan barang atau jasa dalam rangka kegiatan komersial perusahaan. Biaya Firdaus dan Wasilah . 2: . mendefinisikan biaya adalah pengeluaranpengeluaran atau nilai pengorbanan untuk memperoleh barang atau jasa yang berguna untuk masa yang akan datang. Sedangkan pengertian biaya menurut Supriyono . adalah harga perolehan yang dikorbankan atau digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan . yang akan dipakai sebagai pengurang penghasilan. Menurut Mulyadi . 4: . , dalam arti luas biaya adalah Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol, 8. No. Oktober 2022 pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Baldric, et. menjelaskan biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat sekarang atau masa yang akan Laba kotor . ross profi. Menurut Soemarno . , laba adalah selisih lebih pendapatan atas beban sehubungan dengan kegiatan usaha. Laba disebut juga dengan income, earnings atau profit merupakan ringkasan hasil bersih aktivitas operasi usaha dalam periode tertentu yang dinyatakan dalam istilah keuangan. Laba (Susbramanyam, 2010 : . Laba merupakan alat yang tepat untuk mengukur prestasi dari pimpinan dan manajemen perusahaan yang merupakan indikator di dalam berhasil atau tidaknya manajer. Faktor utama dalam besar kecilnya laba adalah pendapatan dan biaya. Menurut Kasmir . , jenis-jenis laba terbagi 2 . , yaitu : Laba kotor . ross profi. artinya laba yang diperoleh sebelum dikurangi biaya-biaya yang menjadi beban perusahaan. Artinya laba keseluruhan yang pertama sekali perusahaan peroleh. Laba bersih . et profi. merupakan laba yang telah dikurangi biaya-biaya yang merupakan beban perusahaan dalam suatu periode tertentu termasuk Hipotesis Terdapat perbedaan gross profit antara pedagang besar dan pengecer ikan di pasar Inpres Sangatta Lama METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini sepenuhnya memanfaatkan data sekunder sebagai basis data utama dalam proses analisis. Data sekunder yang digunakan adalah data laba kotor . ross Analisis Perbedaan Gross Profit Antara Pedagang Besar dan Pengecer Ikan Di Pasar Inpres Sangatta Lama. (Meita Sondang Rizki. Kaharuddi. penjualan ikan pedagang besar dan pengecer di pasar Inpres Sangatta Lama Alat Analisis Data yang dikumpulkan dari penelitian, kemudian di analisis terhadap prasyarat uji perbedaan. Pengujian hipotesis ini menggunakan uji Mann Whitney. Alasan penelitian menggunakan uji Mann Whitney adalah : Sampel tidak berpasangan, tidak ada hubungan atau keterkaitan antar dua sampel yang akan dianalisis. Bertujuan untuk membandingkan dua sampel yang tidak saling berpasangan. Uji Mann Whitney merupakan bagian dari statistik nonparametrik. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Objek Penelitian Pasar Inpres awalnya bernama PIDA. Kata PIDA merupakan singkatan dari pasar yang disebut sebagai Pasar Ikan Daging Ayam. Pembentukan nama tersebut dibentuk sesuai para pelaku usaha yang berjualan di pasar PIDA pada awal Seiring berjalannya waktu pedagang lainnya mulai ikut bergabung seperti pedagang sayuran, buah, sembako, baju dan lainnya. Pada awalnya pasar tersebut didirikan oleh Bapak H. Idris dan Bapak H. Amsyah tahun 2001. Dalam pembangunan pasar PIDA lahan tanah pasar dimiliki beberapa pihak, termasuk kepemilikan lahan Bapak H. Bapak H. Amsyah dan pemerintah. Luas pasar Inpres Sangatta Lama sekitar 100 x 50 meter. Pembangunan pasar ini juga melibatkan bantuan PT. Kaltim Prima Coal (KPC) kepemimpinan Kades H. Sutiman. Hingga saat ini, pasar berusia lebih dari 20 tahun, bangunan terbagi menjadi 3 . bangunan dan memiliki 120 meja lapak. Penyajian Data Berikut di bawah ini disajikan Tabel 1. dan Tabel 2. Harga Beli dan harga jual Ikan Untuk Pedagang Besar dan Pengecer di Pasar Inpres Sangatta Selatan . Dilihat dari jenis tangkapan ikan di laut, ikan yang sering ditangkap nelayan adalah ikan : layang, gembong, tongkol, sarden, teri, cus-cus, bandeng, bawal, kakap, udang, tengiri dan halo-halo. Rata-rata nelayan menangkap ikan Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol, 8. No. Oktober 2022 perharinya memiliki volume yang bervariasi, antara 30 Ae 90 kg. Dilhat dari harga beli ikan juga bervariasi menurut jenisnya. Harga beli pedagang besar jelas lebih murah dari pada harga beli pengecer ikan karena pedagang besar biasanya mengambil semua hasil tangkapan nelayan. Harga beli pedagang besar menurut jenis ikan paling murah adalah ikan sarden yaitu Rp. 000,- perkilogram. Sedangkan harga beli termahal adalah cumi-cumi yaitu Rp. 000,- per kilogram. Harga jual pedagang besar mengikuti dari harga belinya. Tabel 1. Harga Beli dan Jual Pedagang Besar Ikan NO. JENIS IKAN VOLUME (KG) Layang Gembong Tongkol Sarden Teri Cus-cus Bandeng Bawal Kakap Udang Cumi-cumi Tengiri Halo-halo HARGA BELI PEDAGANG BESAR HARGA JUAL PEDAGANG BESAR LABA (%) 15,00 14,29 13,64 75,00 11,11 25,00 20,00 26,67 22,22 8,57 16,00 20,00 17,65 Sumber : data primer 2021 Laba yang didapat pedagang besar dari penjualan ikan juga bervariasi antara 8,57% - 75%. Ikan yang memberikan keuntungan besar adalah ikan sarden karena harga nya murah. Pembeli juga banyak yang membeli ikan ini. Laba terkecil didapat dari penjualan udang karena harganya relatif mahal. Tabel 2. Harga Beli dan Jual Pengecer Ikan NO. JENIS IKAN Layang Gembong Tongkol Sarden Teri Cus-cus Bandeng Bawal Kakap Udang VOLUME (KG) HARGA BELI PENGECER HARGA JUAL PENGECER LABA (%) 21,74 15,63 20,00 42,86 25,00 33,33 27,78 31,58 27,27 31,58 Analisis Perbedaan Gross Profit Antara Pedagang Besar dan Pengecer Ikan Di Pasar Inpres Sangatta Lama. (Meita Sondang Rizki. Kaharuddi. Cumi-cumi Tengiri Halo-halo 20,69 14,58 25,00 Sumber : data primer 2021 Dari Tabel 3. dapat dilihat dari harga beli pengecer yang lebih tinggi dari pada harga beli pedagang besar karena pengecer menjual lebih sedikit sesuai kemampuan modal nya. Harga beli pengecer menurut jenis ikan paling murah adalah ikan sarden yaitu Rp. 000,- perkilogram. Sedangkan harga beli termahal adalah cumi-cumi yaitu Rp. 000,- per kilogram. Harga jual pengecer mengikuti harga belinya. Laba yang didapat pengecer dari penjualan ikan juga bervariasi antara 14,58% - 42,58%. Penjualan Ikan yang memberi keuntungan besar adalah ikan sarden karena harga nya murah. Laba terkecil adalah ikan tengiri karena harganya cukup tinggi. Tabel 3. Pendapatan. Biaya dan Laba Pedagang Besar NO. JENIS IKAN Layang Gembong Tongkol Sarden Teri Cus-cus Bandeng Bawal Kakap Udang Cumi-cumi Tengiri Halo-halo PENDAPATAN PEDAGANG BSR BIAYA PEDAGANG BSR LABA PEDAGANG BSR Sumber : data primer 2021 Dilhat dari pendapatan pedagang besar, ikan gembong memberikan kontribusi pendapatan terbesar per harinya. Cumi-cumi menduduki peringkat kedua terbesar pendapatan pedagang besar dan peringkat ketiga adalah ikan Namun jika dilihat dari laba pedagang besar, yaitu setelah dikalkulasikan pendapatan dengan biaya pembelian ikan, laba terbesar yang didapat pedagang besar yaitu dari penjualan ikan kakap. Setelah itu laba dari penjualan ikan sarden menduduki peringkat kedua. Rata-rata laba yang didapat dari penjualan ikan per harinya antara Rp. 000 Ae Rp. 000,- sesuai dari volume penjualannya. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol, 8. No. Oktober 2022 Tabel 4. Pendapatan. Biaya dan Laba Pengecer PENDAPATAN PENGECER BIAYA PENGECER LABA PENGECER Gembong Tongkol Bandeng Bawal NO. JENIS IKAN Layang Sarden Teri Cus-cus Kakap Udang Cumi-cumi Tengiri Halo-halo Sumber : data primer 2021 Untuk pendapatan pengecer, ikan gembong memberikan kontribusi pendapatan terbesar perharinya. Cumi-cumi dan ikan kakap menduduki peringkat kedua terbesar pendapatan pengecer. Namun jika dilihat dari laba pengecer, yaitu setelah dikalkulasikan pendapatan dengan biaya pembelian ikan, laba terbesar yang didapat pedagang besar yaitu dari penjualan ikan kakap. Setelah itu laba dari penjualan ikan bawal menduduki peringkat kedua. Rata-rata laba yang didapat dari penjualan ikan per harinya paling rendah Rp. 000,- dan paling tinggi sebesar Rp. Laba didapatkan dari volume penjualannya. Analisis Data Menganalisis perbedaan gross profit antara pedagang besar dan pengecer ikan di pasar Inpres sangatta Selatan, penulis menggunakan uji beda yaitu uji Mann Whitney yang merupakan uji nonparametrik. Hasil pengujian menggunakan bantuan program aplikasi komputer SPSS v. Uji beda Mann Whitney digunakan untuk menguji perbedaan dua sampel yang berbeda dan tidak Hasil uji dapat dilihat sebagai berikut. Analisis Perbedaan Gross Profit Antara Pedagang Besar dan Pengecer Ikan Di Pasar Inpres Sangatta Lama. (Meita Sondang Rizki. Kaharuddi. Tabel 5. Hasil Uji Mann Whitney Ranks Mean Rank pedagang besar 9,15 17,85 Total Sumber : Hasil pengolahan SPSS . Sum of Ranks 119,00 232,00 Test Statisticsa 28,000 119,000 -2,927 ,003 ,003b Mann-Whitney U Wilcoxon W Asymp. Sig. -taile. Exact Sig. -tailed Sig. Grouping Variable: pedagang Not corrected for ties. Hasil pengujian di atas menggunakan uji Mann Whitney dapat dilihat dari nilai Asymp Sig . yaitu 0,003. Jika nilai Asymp Sig < 0,05 maka hipotesis diterima dan jika nilai Asymp Sig > 0,05 maka hipotesis ditolak. Berdasarkan output Test Statistics diketahui bahwa nilai Asymp Sig . sebesar 0,003 < 0,05, maka dapat disimpulkan hipotesis diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan gross profit antara pedagang besar dan pengecer ikan di Pasar Inpres Sangatta Lama. Pembahasan Laba penjualan dalam penelitian ini tidak memasukkan biaya tetap dan biaya variabel, hanya menghitung dari biaya beli ikan per hari nya. Penulis sudah mengamati biaya tetap dan biaya variabel pedagang besar lebih besar daripada biaya tetap dan biaya variabel pengecer. Per hari nya pedagang besar membutuhkan biaya tetap dan variabel sebesar kurang lebih Rp. 000,- per Biaya tersebut dikeluarkan untuk pembelian es batu . iaya terbesa. , operasional angkutan seperti bensin dan lainnya. Sedangkan penngecer lebih Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol, 8. No. Oktober 2022 membutuhkan biaya tetap dan variabel lebih kecil, biasanya untuk pembayaran sewa lapak harian, lampu, kresek untuk membungkus dan lainnya. Biaya yang dibutuhkan pengecer perharinya untuk volume ikan yang sama dengan volume ikan pedagang besar sebesar kurang lebih Rp. 000,- dan biaya ini dibagi dari banyaknya pengecer yang membeli ikan kepada pedagang besar. Penulis lebih fokus kepada laba yang merupakan selisih dari total penjualan ikan dengan total pembelian ikannya. Laba tersebut . er jenis ika. kemudian dibandingkan antara pedagang besar dan pengecer. Menggunakan aplikasi komputer SPSS, penulis mendapatkan hasil Test Statistics diketahui bahwa nilai Asymp Sig . sebesar 0,003 < 0,05. Hasil ini menggunakan uji Mann Whitney untuk pengujian independent sample t test nonparametrik. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan gross profit antara pedagang besar dan pengecer ikan di pasar Inpres Sangatta Selatan. Saran-saran Disarankan kepada pedagang besar atau pengecer, jika ingin memperbesar Dengan jalan memperbesar volume penjualannya atau memperkecil harga belinya. Menjual ikan dengan jujur tanpa mengurangi berat timbangan, karena konsumen akan membeli kembali ikan yang dijual . aik untuk jangka panjangny. jika timbangan tidak dikurangi. Menjual ikan dengan kualitas yang baik seperti ikan yang masih segar. DAFTAR PUSTAKA