Vol. No. Februari 2026. Hal : 101 - 111 EVALUASI GEOMETRI JALAN MENURUT BINA MARGA PADA RUAS JALAN KOTIK BIHIN. SEBERANG TERATAK AIR HITAM. KECAMATAN SENTAJO RAYA 1,2,3,4 Resta Yurinda, 2Ade Irawan, 3Iwayan Dermana, 4Melia Nurafni Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Fakultas Teknik. Universitas Islam Kuantan Singingi. Jl. Gatot Subroto Km. 7 Teluk Kuantan-Kabupaten Kuantan Singingi email:1restayurinda01@gmail. com,2iade 4744@gmail. com,3Iwayan. dermana@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain geometrik ruas Jalan Kotik Bihin di Desa Seberang Teratak Air Hitam. Kecamatan Sentajo Raya. Kabupaten Kuantan Singingi berdasarkan standar Bina Marga. Jalan ini merupakan penghubung penting antara kota Rengat dan Teluk Kuantan dengan panjang 1,5 km dan lebar 6 meter. Kondisi eksisting menunjukkan beberapa alinyemen horizontal dengan tikungan jari-jari kecil dan alinyemen vertikal dengan tanjakan curam yang membatasi jarak pandang henti. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dan pengukuran langsung meliputi jari-jari tikungan, kemiringan melintang, kecepatan lalu lintas, dan jarak pandang. Analisis mencakup evaluasi alinyemen horizontal, alinyemen vertikal, superelevasi, derajat kelengkungan, jarak pandang henti, serta aspek keselamatan lalu lintas. Hasil menunjukkan beberapa parameter geometrik tidak memenuhi standar Bina Marga, seperti lebar lajur, superelevasi pada titik tertentu, dan jari-jari tikungan yang mempengaruhi tingkat keselamatan dan kenyamanan. Rekomendasi meliputi pelebaran jalan, perbaikan desain superelevasi, penambahan rambu lalu lintas, dan pemeliharaan jarak pandang yang jelas guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan Penelitian ini memberikan masukan penting bagi pemerintah daerah dalam prioritas perbaikan infrastruktur jalan. Kata kunci : Evaluasi Geometri Jalan. Alinyemen Horizontal. Alinyemen Vertikal. Superelevasi. Jarak Pandang Henti. Standar Bina Marga. Keselamatan Jalan. Jalan Kotik Bihin. PENDAHULUAN Prasarana transportasi yang paling banyak dipergunakan di Indonesia khususnya untuk menunjang kegiatan perekonomian manusia sehari Ae hari salah satunya adalah jalan raya. Jalan merupakan salah satu akses transportasi darat yang menghubungkan wilayah yang satu ke wilayah yang lain. Salah satu faktor yang sangat penting dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur jalan adalah kondisi geografis daerah, geografis daerah sangat berpengaruh dalam mendesain jalan yang aman dan nyaman. Pelayanan sarana prasarana jalan yang baik di bentuk mengikuti kondisi topografi daerah. Topografi merupakan aspek penting dalam perencanaan pembangunan jalan yang tidak boleh Memahami karakteristik permukaan bumi di sepanjang jalan sangatlah penting untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi perjalanan. Topografi jalan akan menentukan berbagai faktor penting, seperti kemiringan jalan, radius kurva, dan jenis permukaan jalan yang akan Dalam perencanaan geometri jalan perlu diperhatikan kondisi tersebut, agar memenuhi persyaratan teknik geometri jalan. Geometri jalan merupakan suatu bangun jalan raya yang menggambarkan tentang bentuk atau ukuran jalan raya baik menyangkut penampang melintang, memanjang, dan aspek lain terkait bentuk fisik jalan. Hal tersebut sangat menunjang kenyamanan dan keselamatan dalam berkendaran. Hal ini menimbulkan kebutuhan Ae kebutuhan yang harus segera tercapai untuk menunjang kegiatan Ae kegiatan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi dan banyaknya masyarakat yang beraktivitas mengharuskan jalan berfungsi dengan baik sehingga akan memperlancar kebutuhan masyarakat dari segi waktu, biaya, pendapatan, kesehatan, kenyamanan dan keamanan. JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 101 Vol. No. Februari 2026. Hal : 101 - 111 Jalan desa Teratak Air Hitam khususnya pada ruas jalan Kotik Bihin tepatnya di desa Seberang Teratak Air Hitam merupakan salah satu jalan penghubung kota, jalan ini menghubungkan kota Rengat dan kota Teluk Kuantan. Dilihat dari hasil pengamatan awal peneliti, kondisi geometrik jalan ini pada alinyemen horizontal terdapat banyak tikungan dengan jari Ae jari kecil, dan pada alinyemen Terdapat tanjakan yang membatasi jarak pandang henti yang cukup. Dengan demikian berdasarkan penelitian ini, maka pada ruas jalan di Desa Seberang Teratak Air Hitam sepanjang 1,5 km perlu dilakukan adanya suatu evaluasi geometrik dan direncanakan kembali dengan berpedoman pada ketentuan Bina Marga untuk jalan antar kota. METODOLOGI PENELITIAN Perencanaan geometri jalan merupakan bagian dari perencanaan jalan yang dititik beratkan pada perencanaan bentuk fisik sehingga dapat memenuhi fungsi dasar dari jalan yaitu memberikan pelayanan yang optimum pada arus lalu lintas dan sebagai akses ke rumah Ae rumah. Dalam lingkup perencanaan geometri tidak termasuk perencanaan tebal perkerasaan jalan, walaupun dimensi dari perkerasan merupakan bagian dari perencanaan geometri sebagai bagian dari perencanaan jalan Tujuan perencanaan geometri jalan adalah menghasilkan infrastruktur yang aman, efisien untuk pelayanan arus lalu lintas dan memaksimalkan ratio tingkat penggunaan/ biaya pelaksanaan. Klsifikasi jalan di Indonesia menurut Bina Marga dalam Tata Cara Perencanaan Geometri Jalan Antar Kota : Klasifikasi jalan Berdasarkan Sistem. Klasifikasi jalan Berdasarkan Fungsi. Klasifikasi jalan Berdasarkan Status, . Klasifikasi jalan Berdasarkan Kelas. Klasifikasi jalan Berdasarkan Medan. Metode penelitian yang cocok untuk judul AoAo Evaluasi Geometrik Jalan Menurut Bina Marga pada ruas Jalan Kotik Bihin Teratak Air Hitam Kecamatan Sentajo RayaAoAo menggunakan penelitian kasual dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian kasual adalah penelitian empiris yang sistematis di mana penelitian tidak secara langsung memanipulasi variabel independen karena keberadaanya. Data numerik seperti radius tikungan, lebar jalan, tipe lengkungan, kondisi eksisting, agar didapat evaluasi yang memenuhi standarnya supaya ketidaknyamanan saat di jalan tidak terjadi, serta agar didapat rekomendasi perbaikan yang tept dan efektif sesuai standar yang berlaku. Pendekatan kuantitatif ini lebih relevan dibandingkan metode kualitatif karena penelitian ini berfokus pada pengukuran objektif evaluasi dan analisis statistik. Dengan demikian, hasil yang diperoleh dapat dijadikan dasar dalam perencanaan rekayasa lalu lintas guna mengurangi resiko kecelakaan serta ketidak nyamanan terhadap penggunan jalan. Selain itu, agar dapat merekomendasikan data bagi pihak berwenang dalam mengambil keputusan terkait perbaikan infrastruktur di ruas jalan Kotik Bihin. Seberang Teratak Air Hitam, survei dan observasi lapangan juga diperlukan untuk mengumpulkan data primer terkait karakteristik geometrik jalan, seperti kemiringan, tikungan, jarak pandang, terhadap jalan tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Kecepatan Tabel Hasil perhitungan kecepatan rata-rata kendaraan pada ruas jalan Kotik Bihin. Seberang Teratak Air Hitam. Kecamatan Sentajo Raya Kecepatan rataKecepatan Keterangan Tikungan rata V . m/ja. rencana Vr m/ja. 26,58 Sesuai VR 36,08 Sesuai VR 36,66 Sesuai VR 28,66 Sesuai VR 38,91 Sesuai VR 41,08 Sesuai VR JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 102 Vol. No. Februari 2026. Hal : 101 - 111 42,00 Sumber : Analisis Data Resta Yurinda . Sesuai VR Geometri Jalan Data geometrik jalan adalah data yang berisi segmen-segmen dari jalan yang diteliti. Data ini merupakan data primer yang didapatkan dari survei kondisi geometrik jalan secara langsung. Data Geometrik ruas jalan Kotik Bihin. Seberang Teratak Air Hitam adalah sebagai berikut : Berikut adalah klasifikasi Jalan Kotik Bihin. Seberang Teratak Air Hitam berdasarkan ketentuan Pedoman Desain Geometrik jalan tahun 2021. Klasifikasi Jalan berdasarkan sistem : Jalan Sekunder Sistem Jaringan Jalan sekunder adalah jaringan jalan dengan peranan distribusi barang dan jasa untuk masyarakat di dalam kawasan perkotaan. Klasifikasi Jalan berdasarkan Fungsi : Jalan Lokal Yaitu jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri Ae ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata Ae rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. Klasifikasi Jalan berdasarkan Status : Jalan Kabupaten Jalan kabupaten adalah jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang tidak termasuk jalan nasional maupun jalan provinsi, yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antar ibu kota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal, antar pusat kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten dan jalan strategis kabupaten. Klasifikasi Jalan berdasarkan Kelas : Jalan Sedang Jalan sedang adalah jaan umum untuk melayani lalu lintas jarak sedang dengan pengendalian jalan masuk tidak dibatasi, paling sedikit dua lajur untuk dua arah, lebar paling sedikit 7 meter. Kelas Pengguna Jalan : Jalan Kelas i Jalan arteri, kolektor, lokal, dan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan ukuran lebar tidak memiliki 2,2 m, ukuran panjang tidak melebihi 9 m, ukuran paling tinggi 3,5 m, dan muatan sumbu terberat 8 ton. Klasifikasi Jalan berdasarkan Medan Ruas Jalan Kotik Bihin secara umum memiliki medan perbukitan. Tipe pekerasan : Perkerasan Lentur . leksibel pavemen. Panjang jalan yang diteliti : 1,5 km Lebar Jalan : 6 m Lebar Lajur lalu lintas : 3 m Lebar Bahu Jalan : 0,5 1,5 m . Lapisan AC-WC : 6 cm Median : Tidak Ada Marka Jalan : Ada Jalur : 2 Lajur untuk 2 arah . /2TT) Saluran Tepi : Tida Ada Saluran Alinyemen Horizontal Tabel Data Kemiringan Melintang Jalan Di Setiap Titik Tikungan JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 103 Vol. No. Februari 2026. Hal : 101 - 111 Tikungan Kemiringan Melintang Jenis Tikungan Sumber : Analisis Data Resta Yurinda. Untuk lebih jelasnya untuk titik lokasi setiap tikungan dapat di lihat pada gambar di bawah ini : Gambar : Posisi titik letak tikungan Analisis Jari Ae jari Tikungan Tabel Panjang Lengkung Peralihan Panjang lengkung peralihan (L. Tikungan . Sumber : Analisis Data Resta Yurinda . Untuk mencari jari-jari tikungan (R) dilakukan menggunakan rumus di bawah ini: Keterangan : : Jari-jari tikungan . JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 104 Vol. No. Februari 2026. Hal : 101 - 111 : Superelevasi : Asumsi gaya gesek . untuk kondisi dengan cuaca normal : Kecepatan rencana . m/ja. Penyelesaian: Tabel Hasil Jari jari Tikungan Tikungan V . m/ja. Superelevasi 26,58 Jari-jari Tikungan 30,89 36,08 51,25 36,66 52,91 28,66 29,39 38,91 54,18 41,08 66,43 42,00 Sumber : Analisis Data Resta Yurinda. 73,10 Analisis Derajat Kelengkungan Contoh perhitungan derajatat lengkung pada Tikungan 1 sebagai contoh dengan R = 46,37 . Tabel Hasil Analisis Derajat Lengkung Tikungan Jari-jari Tikungan (R) Derajat Lengkung 30,89 46,37 51,25 27,94 52,91 27,07 29,39 48,73 54,18 26,43 66,43 21,56 73,10 19,59 Sumber : Analisis Data Resta Yurinda. Analisis Jarak Pandang (J. Dalam penelitian ini Lengkung Horizontal ada 7 Tikungan disepanjang lokasi penelitian. Setiap Lengkung Horizontal akan di analisis tentang keterbatasan jarak pandang dan ketersediaan daerah kebebasan pandang (E). Dengan : = jarak tempuh sejak waktu sadar hingga pengendara bereaksi mengerem . aktu PIEV). JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 105 Vol. No. Februari 2026. Hal : 101 - 111 = jarak pengereman Penyelesain : = jarak tempuh sejak waktu sadar . aktu PIEV). = V. = 7,38 Tabel Waktu PIEV Tikungan V. m/ja. 26,58 7,38 36,08 10,02 36,66 10,18 28,66 7,96 38,91 10,91 41,08 11,41 42,00 11,69 Sumber : Analisis Data Resta Yurinda . Waktu PIEV ( 29,52 40,08 40,72 31,84 43,64 45,64 46,76 = jarak pengereman Dengan rumus : = 11,12 Tabel Jarak Pengereman . Tikungan . m/ja. 706,49 11,12 1301,76 20,50 1343,95 21,16 821,39 12,93 1513,98 23,84 1687,56 26,57 1764,00 27,77 Sumber : Analisis Data Resta Yurinda. Jadi setelah didapat nilai nya maka di jumlahkan untuk mencari nilai jarak pandang henti (J. nya sebagai berikut: Tikungan Tabel Jarak pandang henti Waktu PIEV ( . Jarak Pandang Henti (Jh ) 29,52 40,08 40,72 11,12 20,50 21,16 40,64 60,58 61,88 31,84 12,93 44,77 JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 106 Vol. No. Februari 2026. Hal : 101 - 111 43,64 23,84 67,48 45,64 26,57 72,21 46,76 27,77 74,53 Sumber : Analisis Data Resta Yurinda. Keterangan : = jarak pandang henti . = kecepatan rata-rata. m/ja. = Asumsi gaya gesek . = kemiringan jalan 10%. alan perbukita. Jarak Pandang Menyiap Secara singkat jarak pandang menyiap adalah jarak untuk menyelesaikan penyiapan pengendara. Menurut Bina Marga . jalan luar kota disarankan minimal 30% dari jarak pandang jalan tersedia jarak pandang menyiap, yang berarti daerah mendahului harus disebar di sepanjang jalan dengan jumlah panjang minimum 30% dari panjang total ruas jalan itu. Untuk menghitung jarak pandang menyiap digunakan rumus sebagai berikut : Dimana C jarak pengamatan dan reaksi Keterangan : = waktu PIEV . detik = kecepatan . m/ja. = perbedaan kecepatan kendaraan penyiap dan disiap . iambil rata-rata 15 km/ja. = percepatan rata-rata . ,36 km/jam/deti. C jarak selama menyiap Keterangan : = 10,4 detik = kecepatan . m/ja. C jarak bebas kendaraan menyiap dan Keterangan : jarak tempuh kendaraan dari arah berlawanan Peyelesaian : Rumus : erdasarkan jarak pengamatan dan reaksi Tabel Jarak Pandang Menyiap d1 Tikungan V . m/ja. 26,58 19,91 JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 107 Vol. No. Februari 2026. Hal : 101 - 111 36,08 31,26 36,66 31,96 28,66 22,40 38,91 34,65 41,08 37,24 42,00 38,34 Sumber : Analisis Data Resta Yurinda . C jarak selama menyiap . Rumus : Tabel Jarak Pandang Menyiap d2 Tikungan V . m/ja. 26,58 76,85 36,08 104,31 36,66 105,99 28,66 82,86 38,91 112,50 41,08 118,65 42,00 121,22 Sumber : Analisis Data Resta Y urinda. C jarak bebas kendaraan penyiap dan lawannya. erdasarkan penelitia. C jarak tempuh kendaraan dari arah berlawanan Rumus: Tabel Jarak Pandang d4 Tikungan 76,85 51,23 104,31 69,54 105,99 70,66 82,86 55,24 112,50 75,00 118,65 79,10 121,22 80,81 Sumber : Analisis Data Resta Yurinda. JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 108 Vol. No. Februari 2026. Hal : 101 - 111 Jarak pandang menyiap ( ) minimum diperlihatkan pada tabel di bawah ini : Tabel 4. 1 Jarak Pandang Menyiap . m/ja. Minimu m . Sumber : Bina Marga . Setelah didapat hasil penyelesaian di atas dijumlahkan seluruhnya menggunakan rumus. Untuk menghitung jarak pandang menyiap digunakan rumus sebagai berikut : Rumus : Tabel Jarak Pandang 19,91 76,85 51,23 177,99 31,26 104,31 69,54 235,11 31,96 105,99 70,66 238,61 22,40 82,86 55,24 190,50 34,65 112,50 75,00 252,15 37,24 118,65 79,10 264,99 38,34 121,22 80,81 Sumber : Analisis Data Resta Yurinda. 270,37 Tikungan KESIMPULAN Kesimpulan Dari hasil perhitungan dan hasil analisis data yang telah dilakukan pada ruas Jalan Kotik Bihin. Seberang Teratak Air Hitam. Kecamatan Sentajo Raya. Kabupaten Kuantan Singingi. Provinsi Riau. Peneliti dapat menarik beberapa kesimpulan yaitu: Klasifikasi jalan Bberdasarkan ketentuan Tata Cara Perencanaan Geometri Jalan Antar Kota ( Bina Marga, 2. , ruas jalan ini termasuk dalam jalan kabupaten kelas i, dengan fungsi sebagai jalan lokal, sistem jaringan sekunder, dan memiliki medan perbikitan dengan kelandaian rata-rata sebesar 3,09%. Kondisi Eksisiting Jalan Ruas jalan memiliki lebar total 6 meter dengan lebar lajur lalu lintas 3 meter tiap arah dan lebar bahu jalan 0,05-1,5 meter . Perkerasan menggunakan perkerasan lentur . leksibel pavemen. dengan lapisan AC-WC setebal 6 cm. Jalan tidak memiliki saluran tepi . dan median, namun telah dilengkapi mark jalan dua arah . /2TT). Alinyemen Horizontal Hasil analisis menunjukkan kemiringan melintang jalan bervariasi antara 2%-7%, masih berada dalam batas standar. Nilai jari-jari tikungan (R) diperoleh antara 30,89 m-73,10 m dengan beberapa tikungan yang mendekati batas minimum (Rmin = 30 . untuk kecepatan rencana 40-50 km/jam. Artinya, kondisi geometri pada tikungan masih cukup aman, namun perlu diperhatikan khusus pada tikungan dengan radius kecil agar tidak menurunkan kenyamanan dan jarak pandang pengemudi. Alinyemen Vertikal Hasil pengukuran menunjukkan kelandaian maksimum sebesar 6,47%, yang masih memenuhi batas kelandaian maksimum Bina Marga untuk perbukitan . aksimum 10%). Dengan demikian, alinyemen vertikal ruas jalan ini masih sesuai standar. JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 109 Vol. No. Februari 2026. Hal : 101 - 111 Kecepatan dan Jarak Pandang Henti (J. Kecepatan rata-rata kendaraan pada tujuh titik tikungan berkisar antara 26,58-42,00 km/jam, masih dalam rentang kecepatan rencana 50-60 km/jam, sehingga dianggap sesuai dengan kecepatan rencana (VR). Hasil perhitunganm jarak pandang henti (J. menunjukkan nilai antara 40,64 -74,53 meter, masih memenuhi standar Bina Marga untuk kecepatan 40-60 km/jam, sehingga pebgemudi masih memiliki jarak aman untuk menghentikan kendaraan saat terjadi hambatan di depan. Jarak Pandang Menyiap (J. Berdasarkan hasil anallisis, nilai jarak pandang menyiap (J. pada ruas jalan berkisar antara 177,99-270,37 meter. Jika dibandingkan dengan standar Bina Marga 9Js minimun 150-250 m untuk kecepatan 40-60 km/ja. , maka semua tikungan memenuhi standar minimum jarak pandang menyiap, yang berarti kondisi visual penegemudi pada saat mendahului kendaraan masih aman. Secara keseluruhan. Geometri Ruas Jalan Kotik Bihin masih sesuai dengan standar Bina Marga, baik dari segi alinyemen horizontal, vertikal, maupun jarak pandang. Namun, beberapa segmen dengan radius tikungan kecil dan tanpa saluran tepi jalan disarankan untuk dilakukan perbaikan geometri dan penambahan drainase agar meningkatkan keamanan, kenyaamanan, serta umur pelayanan jalan. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan dari Evaluasi Geometri Jalan Menurut Bina Marga ( Studi Kasus : Ruas Jalan Kotik Bihin. Desa Seberang Teratak Air Hitam. Kecamatan Sentajo Raya. Kabupaten Kuantan Singingi ), maka dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut : Perbaikan Geometri Jalan Perlu dilakukan penyesuaian desain pada beberapa segmen jalan memiliki radius tikungan kecil serta kemiringan melintang tinggi, agar lebih sesuai dengan standar Bina Marga dan dapat meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan. Penambahan Saluran Drainase dan Bahu Jalan Karena kondisi eksisting belum memiliki saluran tepi jalan, maka perlu dilakukan pembangunan sistem drainase di sisi jalan untuk mencegah genangan air dan memperpanjang umur perkerasan. Selain itu, perlu penataan kembali bahu jalan agar stabil dan aman bagi kendaraan yang berhenti Pemeliharaan Rutin dan Peningkatan Perkerasan Diperlukan kegiatan pemeliharaan rutin dan rehabilitas perkerasan terutama pada bagian yang rusak atau berlubang untuk menjaga kinerja dan kelancaran lalu lintas. Pemasangan Rambu dan Marka Jalan Tambahan Disarankan untuk menambahkan rambu peringatan tikungan tajam, batas kecepatan, serta marka jalan refleksi, khususnya di area dengan jarak pandang terbatas agar membantu pengemudi mengantisipasi kondisi jalan. Evaluasi Geometri Secara Berkala Pemerintahan daerah dan instansi terkait diharapkan melakukan evaluasi geimetri jalan secara berkala, terutama pada jalan dengan tingkat lalu lintas tinggi atau perubahan kondisi medan, agar selalu sesuai dengan standar Bina Marga yang berlaku. UCAPAN TERIMAKASIH Berisi ucapan terima kasih kepada lembaga pemberi dana/individu, dan atau yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan manuskrip serta lembaga afiliasi penulis. [Times New Roman, 12, norma. , spasi 1. DAFTAR PUSTAKA