PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 1, 2026 e-ISSN : 2622-6383 Peran Kepercayaan Terhadap Sistem Pembayaran Digital Dalam Memediasi Pengaruh Literasi Keuangan. Norma Sosial, dan Kontrol Perilaku Terhadap Niat Menggunakan Pembayaran Digital Aplikasi Dana Ameylia Daniek Setiya Ningrum 1*. Soepatini 2 b100220320@student. id1*, soepatini@ums. Program Studi Manajemen. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia 1*,2 Abstrak Studi ini bertujuan menganalisis fungsi kepercayaan sistem pembayaran digital dalam memediasi pengaruh literasi keuangan, norma sosial, dan persepsi kontrol perilaku terhadap niat menggunakan pembayaran digital pada aplikasi DANA. Studi menggunakan desain kuantitatif kausal dengan menggunakan metode survei yang digunakan melalui pengisian survei online kepada 165 responden di wilayah Solo Raya yang dipilih melalui metode sampling purposive. Seluruh variabel diukur dengan skala Likert dan SEM-PLS untuk menganalisisnya. Hasilnya menunjukkan bahwa literasi keuangan (T=2,577. p=0,. , norma sosial (T=2,841. p=0,. , dan persepsi kontrol perilaku (T=2,945. p=0,. berpengaruh signifikan terhadap niat. Selain itu. Ketiga variabel ini memiliki dampak yang signifikan pada kepercayaan, dan kepercayaan turut berpengaruh signifikan terhadap niat (T=3,331. p=0,. Selain itu, kepercayaan memediasi seluruh hubungan tidak langsung secara signifikan. Hasilnya menunjukkan bahwa pentingnya peningkatan literasi keuangan, dukungan sosial, dan kemudahan penggunaan untuk memperkuat kepercayaan serta mendorong adopsi pembayaran Kata Kunci: literasi keuangan. norma sosial. persepsi kontrol perilaku. menggunakan pembayaran digital. DANA This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Dengan berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi mendorong transformasi signifikan dalam aktivitas ekonomi, termasuk sistem pembayaran. Pergeseran dari metode pembayaran konvensional ke metode digital terjadi karena masyarakat membutuhkan layanan transaksi yang lebih cepat, mudah, dan efisien. Ekonomi digital Indonesia berkembang pesat seiring meningkatnya penggunaan teknologi finansial yang menawarkan kenyamanan dan inovasi dalam transaksi sehari-hari (Abdillah, 2. Salah satu platform yang mengalami peningkatan signifikan adalah aplikasi DANA, yang termasuk dalam deretan layanan pembayaran digital terpopuler di Indonesia karena integrasi luas dengan berbagai layanan publik dan komersial Statista 2023 (Nurohman et , 2. Meskipun adopsi pembayaran digital meningkat, terdapat tantangan khususnya di wilayah non-metropolitan seperti Solo Raya. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa sekitar 90% masyarakat di daerah tersebut belum menggunakan pembayaran digital sebagai metode utama karena rendahnya tingkat kepercayaan terhadap keamanan sistem, risiko penipuan, dan kekhawatiran kebocoran data (Utomo et al. , 2. Kepercayaan merupakan komponen penting untuk adopsi layanan berbasis fintech, karena konsumen hanya akan menggunakan sistem yang dianggap aman, reliabel, dan mampu melindungi data pribadi mereka (Dayan, 2. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 428 Dalam konteks Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1. , sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku memengaruhi keinginan untuk menggunakan pembayaran digital. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa kepercayaan mengambil peran sebagai variabel penting yang meningkatkan atau memediasi pengaruh faktor-faktor ini. Literasi keuangan, misalnya, terbukti meningkatkan pemahaman mengenai manfaat dan risiko penggunaan sarana digital. Orang-orang yang memiliki literasi keuangan tinggi lebih mudah membangun kepercayaan terhadap keamanan platform pembayaran elektronik (Saxena, 2. Selain itu, studi terdahulu juga menunjukkan bahwa manfaat dan kemudahan untuk digunakan memengaruhi keinginan untuk menggunakan teknologi keuangan sebagai alat pembayaran, sehingga persepsi positif terhadap kemudahan dan kegunaan teknologi turut memperkuat pembentukan intensi perilaku(Novinda et al. Literasi keuangan tidak memerlukan pengetahuan tentang cara menangani uang. yang penting adalah mengelola uang dengan bijak berdasarkan kebutuhan, bukan preferensi (Andiani & Maria, 2. dan (Aditya & Mahyuni, 2. Selain literasi keuangan, norma sosial juga berpengaruh dalam membentuk kepercayaan pengguna terhadap teknologi finansial. Terbukti ada dukungan sosial dari teman-teman, keluarga, dan lingkungan meningkatkan keyakinan individu untuk mencoba dan memanfaatkan metode teknologi finansial. Menurut penelitian, norma sosial memiliki dampak yang signifikan untuk keyakinan dalam konteks inovasi digital (Lahagu et al. , 2. Kontrol perilaku yang dirasakan pun memiliki peran penting individu yang merasa mampu dan yakin dalam menggunakan teknologi lebih cenderung mempercayai dan menggantikan metode pembayaran digital (Siagian et al. , 2. Dalam kerangka teori yang digunakan (Theory of Planned Behavio. DANA menjadi konteks yang berkaitan dengan menguji bagaimana literasi keuangan, norma sosial, dan kontrol perilaku yang dimediasi oleh kepercayaan dapat memengaruhi niat behavioral Dalam penelitian oleh Melianthi & Darma . mengatakan bahwa kepercayaan memainkan peran krusial dalam adopsi teknologi pembayaran, khususnya pada platform yang sudah memiliki ekosistem luas dan integrasi tinggi seperti DANA. Dengan demikian, fokus pada DANA tidak hanya memberikan gambaran praktis tentang adopsi pembayaran digital, tetapi juga kontribusi akademis dalam memahami dinamika kepercayaan dalam konteks teknologi finansial di Indonesia Berdasarkan kondisi tersebut, studi ini diperlukan untuk mengkaji lebih dalam bagaimana literasi keuangan. Norm sosial dan pengendalian perilaku mempengaruhi keinginan menggunakan pembayaran digital melalui peran mediasi kepercayaan. Studi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi teoretis dalam proses mengembangkan model perilaku pengguna teknologi dan memberi penyedia layanan pembayaran digital, regulator, dan masyarakat kesempatan yang ideal untuk mengembangkan ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, dan terpercaya. Metode Analisis Studi ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif kausal yang mencoba mengevaluasi hipotesis dan melihat bagaimana variabel-variabel saling memengaruhi. Tiga variabel independen merupakan lima variabel dalam penelitian ini . iterasi keuangan, norma sosial, persepsi kontrol perilak. , satu variabel intervening . epercayaan terhadap sistem pembayaran digita. , dan satu variabel dependen . iat menggunakan pembayaran digita. Seluruh variabel dioperasionalkan berdasarkan definisi konseptual dari penelitian terdahulu, kemudian diukur menggunakan indikator yang disusun ke dalam kuesioner skala Likert 1Ae5. Instrumen disusun mengacu pada teori dan temuan penelitian sebelumnya sehingga setiap indikator mampu menggambarkan variabel yang diukur dengan baik. Jumlah data yang digunakan terdiri dari data awal yang dikumpulkan melalui pengisian kuesioner online oleh responden yang memenuhi kriteria sampel. Populasi Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 429 penelitian terdiri dari seluruh masyarakat yang berdomisili di Solo Raya dengan rentang usia 17Ae60 tahun, memiliki akses smartphone dan internet, mengetahui aplikasi DANA, serta belum pernah menggunakannya. Metode pengambilan sampel purposive menggunakan sampel yang dipilih sesuai dengan tujuan penelitian. Mengingat rumus (Hair et al. , 2. , jumlah minimal sampel dihitung berdasarkan jumlah indikator, yaitu 20 indikator y 5Ae10 responden per indikator, sehingga diperoleh minimal 100 responden dan idealnya 200 responden. Oleh karena itu, jumlah tersebut dianggap memadai untuk melakukan analisis SEM-PLS. Data penelitian dan Model Persamaan Struktural (SEM) digunakan untuk melakukan analisis ini yang didasarkan pada sudut pandang PLS berupa Software SmartPLS 3. Outer model dan inner model digunakan untuk melakukan evaluasi model. Outer model digunakan untuk menguji validitas konvergen, validitas diskriminan, reliabilitas komposit, serta memastikan tidak terjadi multikolinearitas (VIF < . Inner model digunakan untuk menilai nilai RA, uji Goodness of Fit melalui Q-Square, serta menguji hipotesis menggunakan nilai p-value (<0,05 untuk signifika. Analisis ini memungkinkan peneliti untuk mengamati pengaruh antarvariabel langsung dan tidak langsung, termasuk peran yang dimainkan oleh mediasi kepercayaan dalam hubungan yang ada antara variabel independen dan niat untuk menggunakan pembayaran digital. Hasil dan Pembahasan Hasil Tabel 1. Profil Responden Kategori Sub-Kategori Dominan Frekuensi . Persentase (%) Keterangan Ringkas Jenis Kelamin Perempuan 55,76 Mayoritas responden perempuan. Usia 36Ae45 tahun 39,39 Didominasi usia produktif. Domisili Sukoharjo 43,64 Penyumbang responden terbesar. Pendidikan SMA/sederajat Pendidikan menengah Pekerjaan Karyawan Swasta 39,39 Pekerja aktif sektor swasta Pengeluaran Bulanan Rp1. 000Ae Rp2. 38,18 Mayoritas kelas ekonomi Lama Mengetahui Aplikasi DANA > 1 tahun 52,12 Responden sudah cukup familiar. Sumber Informasi DANA Media Sosial 33,94 Media sosial jadi kanal informasi Alasan Belum Menggunakan DANA Nyaman dengan metode lain 43,60 Preferensi penggunaan metode pembayaran lama. Sumber: Data Primer diolah dengan SmartPLS . Evaluasi Outer Model Gambar 1. Model Pengukuran (Outer Mode. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 430 Uji Validitas Outer Loading Tabel 2. Nilai Outer Loading Indikator Outer Loading X1. 1 i Literasi Keuangan X1. 2 i Literasi Keuangan X1. 3 i Literasi Keuangan X1. 4 i Literasi Keuangan X2. 1 i Norma Sosial X2. 2 i Norma Sosial X2,3 i Norma Sosial X2. 4 i Norma Sosial X3. 1 i Persepsi Kontrol Perilaku X3. 2 i Persepsi Kontrol Perilaku X3. 3 i Persepsi Kontrol Perilaku X3. 4 i Persepsi Kontrol Perilaku Y1 i Niat Menggunakan Pembayaran Digital Y2 i Niat Menggunakan Pembayaran Digital Y3 i Niat Menggunakan Pembayaran Digital Y4 i Niat Menggunakan Pembayaran Digital Z1 i Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran Digital Z2 i Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran Digital Z3 i Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran Digital Z4 i Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran Digital 0,860 0,848 0,849 0,878 0,795 0,870 0,896 0,862 0,839 0,880 0,854 0,830 0,878 0,887 0,889 0,860 0,798 0,848 0,859 0,860 Sumber: Data Primer diolah dengan SmartPLS . Setiap indikator memiliki nilai tertentu, penambahan luar, seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 2, berdasarkan data yang diolah menggunakan SmartPLS di atas 0,70. Indikator pada variabel Literasi Keuangan (X1. 1AeX1. memiliki nilai antara 0,848Ae0,878, menunjukkan korelasi yang kuat terhadap konstruk yang diukur. Variabel Norma Sosial (X2. 1AeX2. menunjukkan nilai antara 0,795Ae0,896, yang juga menggambarkan tingkat validitas konvergen yang baik. Selain itu, variabel Persepsi Kontrol Perilaku (X3. 1AeX3. memiliki nilai outer loading berkisar antara 0,830Ae0,880, sedangkan variabel Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran Digital (Z1AeZ. berada pada rentang 0,798Ae0,860. Sementara itu, variabel Niat Menggunakan Pembayaran Digital (Y1AeY. menunjukkan nilai antara 0,860Ae0,889, yang mengindikasikan bahwa seluruh indikator memiliki tingkat validitas sangat tinggi. Oleh karena itu, setiap indikator yang ditemukan dalam penelitian ini dapat dianggap sebagai valid secara convergent karena telah memenuhi kriteria nilai outer loading di atas 0,70. Average Variant Extracted (AVE) Tabel 3. Nilai Average Variant Extracted (AVE) Variabel Average Variance Extracted (AVE) Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran Digital Literasi Keuangan Niat Menggunakan Pembayaran Digital Norma Sosial Persepsi Kontrol Perilaku Sumber: Data Primer diolah dengan SmartPLS . Semua struktur memiliki nilai AVE di atas 0,50 dalam penelitian ini, menurut hasil pengolahan data yang disajikan pada Tabel 3. Variabel Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran Digital memiliki nilai AVE 0,708. Literasi Keuangan 0,738. Niat Menggunakan Pembayaran Digital 0,772. Norma Sosial 0,734, dan Persepsi Kontrol Perilaku 0,724. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kriteria validitas diskriminan telah dipenuhi oleh semua Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 431 Uji Reliabilitas Tabel 4. Nilai Composite Reliability Variabel Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran Digital Literasi Keuangan Niat Menggunakan Pembayaran Digital Norma Sosial Persepsi Kontrol Perilaku Sumber: Data Primer diolah dengan SmartPLS . Composite Reliability 0,907 0,918 0,931 0,917 0,913 Semua struktur dalam studi ini memiliki nilai gabungan reliabilitas di atas 0,90, berdasarkan temuan penelitian data SmartPLS, seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 4. Variabel Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran Digital memiliki nilai 0,907. Literasi Keuangan sebesar 0,918. Niat Menggunakan Pembayaran Digital sebesar 0,931. Norma Sosial sebesar 0,917, dan Persepsi Kontrol Perilaku sebesar 0,913. Nilai-nilai ini menunjukkan bahwa setiap variabel memenuhi syarat reliabilitas dan memiliki tingkat kesesuaian yang sangat tinggi di dalam. Jadi, seluruh konsep penelitian ini dinyatakan reliable dan sesuai untuk digunakan dalam pemeriksaan model struktural yang akan datang. Uji Multikolinearitas Tabel 5. Nilai VIF Kepercayaan Sistem Pembayaran Digital Literasi Keuangan Kepercayaan Sistem Pembayaran Digital Literasi Keuangan 2,085 Niat Menggunakan Pembayaran Digital Norma Sosial 1,758 Persepsi Kontrol Perilaku 1,657 Sumber: Data Primer diolah dengan SmartPLS . Niat Menggunakan Pembayaran Digital Norma Sosial Persepsi Kontrol Perilaku 2,725 2,421 2,010 1,865 Nilai VIF masing-masing variabel independen tidak boleh melebihi 5, sesuai dengan hasil pengolahan data, yang ditunjukkan dalam Tabel 5. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan yang ditemukan antara variabel independen dalam penelitian ini. Oleh karena itu, kesimpulan yang dapat dibuat bahwa model penelitian terbebas dari masalah multikolinearitas, sehingga analisis struktural dapat dilanjutkan tanpa adanya bias akibat hubungan antarvariabel bebas. Evaluasi Inner Model Gambar 2. Model Struktural (Inner Mode. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 432 Coefficient Determination (R. Tabel 6. Nilai Coefficient determination (R. Variabel R Square Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran Digital Niat Menggunakan Pembayaran Digital 0,633 0,678 Sumber: Data Primer diolah dengan SmartPLS . Menurut hasil pengolahan data menggunakan SmartPLS yang ditunjukkan pada Tabel 6, nilai R2 diperoleh sebesar 0,633 untuk variabel Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran Digital dan 0,678 untuk variabel Niat Menggunakan Pembayaran Digital. Nilai RA sebesar 0,633 menekankan bahwa variabel Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran Digital dapat dijelaskan dengan variabel Literasi Keuangan. Norma Sosial, dan Persepsi Kontrol Perilaku sebesar 63,3%, sementara sisanya 36,7% diuraikan oleh variabel luar model penelitian ini. Selanjutnya, nilai RA sebesar 0,678 menekankan bahwa Niat Menggunakan Pembayaran Digital dapat dijelaskan oleh variabel Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran Digital. Literasi Keuangan. Norma Sosial, dan Persepsi Kontrol Perilaku sebesar 67,8%, sementara sisanya 32,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam Dengan demikian, kedua nilai RA tersebut berada pada kategori baik, karena model penelitian ini dievaluasi memiliki kemampuan untuk menjelaskan hubungan Uji Kebaikan (Goodness of Fi. Perhitungan nilai Q-Square digunakan untuk mengetahui penilaian kesesuaian. Ada nilai dalam ukuran nilai Q-Square yang berkisar antara 0 dan 1. Model lebih baik dengan nilai Q-Square yang lebih tinggi dianggap. Q2 = 1 Ae . -R. -R. Q2 = 1 Ae . - 0,. - 0,. Q2 = 0,882 Nilai Q2 Sebesar 0,882 bukti bahwa model penelitian mengandung tingkat kesesuaian yang sangat baik. 88,2% variasi data dapat dijelaskan oleh model struktural yang dibangun, sementara 11,8% tambahan seperti yang dijelaskan oleh variabel tambahan yang tidak disertakan dalam model ini. Nilai-nilai ini menunjukkan relevansi model penelitian predictive dan masuk akal untuk menjelaskan pengaruh antarvariabel. Uji Hipotesis Direct Effect Tabel 7. Path Coefficient Direct Effect Original Sample (O) Literasi Keuangan i Niat Menggunakan 0,23 Pembayaran Digital Norma Sosial i Niat Menggunakan 0,223 Pembayaran Digital Persepsi Kontrol Perilaku i Niat Menggunakan 0,221 Pembayaran Digital Literasi Keuangan i Kepercayaan terhadap 0,351 Sistem Pembayaran Digital Norma Sosial i Kepercayaan terhadap Sistem 0,304 Pembayaran Digital Persepsi Kontrol Perilaku i Kepercayaan 0,277 terhadap Sistem Pembayaran Digital Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran Digital i Niat Menggunakan Pembayaran 0,290 Digital Sumber: Data Primer diolah dengan SmartPLS . Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Statistics P Values (|O/STDEV|) 0,238 0,089 2,577 0,010 0,221 0,079 2,841 0,005 0,225 0,075 2,945 0,003 0,346 0,09 3,900 0,000 0,313 0,083 3,654 0,000 0,274 0,076 3,618 0,000 0,281 0,087 3,331 0,001 Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 433 Berdasarkan temuan, pengolahan data menggunakan SmartPLS, seluruh variabel independen terbukti memiliki pengaruh langsung yang signifikan untuk tujuan menggunakan pembayaran digital. Literasi keuangan berpengaruh signifikan dengan nilai T-Statistics 2,577 dan P-Values 0,010, menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman finansial individu, semakin tinggi niatnya untuk menggunakan sistem pembayaran digital. Norma sosial juga memberikan pengaruh positif signifikan terhadap niat, seperti yang ditunjukkan oleh statistik T 2,841 dan P-Values 0,005, yang berarti dukungan lingkungan mampu mendorong individu untuk berminat menggunakan aplikasi pembayaran digital. Selain itu, persepsi kontrol perilaku memiliki nilai T-Statistics 2,945 dan P-Values 0,003, menandakan bahwa individu yang merasa kompeten dan mampu mengoperasikan teknologi cenderung memiliki niat penggunaan yang lebih tinggi terhadap aplikasi pembayaran digital. Hasil analisis juga memperlihatkan bahwa masing-masing dari tiga variabel independen memiliki efek yang signifikan pada kepercayaan pada sistem pembayaran Literasi keuangan memiliki nilai T-Statistics 3,900 dan P-Values 0,000, menunjukkan bahwa meningkatnya pemahaman finansial memperkuat kepercayaan pengguna. Norma sosial memberikan pengaruh signifikan dengan T-Statistics 3,654 dan P-Values 0,000, artinya dorongan sosial meningkatkan rasa percaya individu terhadap keamanan sistem Persepsi kontrol perilaku juga signifikan terhadap kepercayaan, ditunjukkan oleh TStatistics 3,618 dan P-Values 0,000, yang berarti semakin besar keyakinan individu atas kemampuannya menggunakan teknologi, semakin tinggi pula kepercayaannya. Selanjutnya, kepercayaan terbukti berpengaruh signifikan terhadap niat menggunakan pembayaran digital, dengan nilai T-Statistics 3,331 dan P-Values 0,001, sehingga semakin besar keyakinan seseorang terhadap aplikasi DANA, semakin besar pula niat mereka untuk Indirect Effect Tabel 8. Path Coefficient Indirect Effect Original Sample (O) Sample Mean (M) Literasi Keuangan Ie Kepercayaan Sistem Pembayaran Digital Ie 0,102 0,098 Niat Menggunakan Pembayaran Digital Norma Sosial Ie Kepercayaan terhadap Sistem Pembayaran 0,088 0,087 Digital Ie Niat Menggunakan Pembayaran Digital Persepsi Kontrol Perilakui Ie Kepercayaan 0,08 0,077 Sistem Pembayaran Digital Ie Niat Menggunakan Pembayaran Digital Sumber: Data Primer diolah dengan SmartPLS . Standard Deviation (STDEV) T Statistics (|O/STDEV|) P Values 0,043 2,396 0,017 0,034 2,568 0,011 0,033 2,444 0,015 Hasil pengolahan data dengan SmartPLS ditunjukkan pada Tabel 8, seluruh pengaruh tidak langsung melalui variabel kepercayaan terbukti signifikan. Literasi keuangan memiliki pengaruh tidak langsung terhadap niat menggunakan finansial teknologi melalui kepercayaan dengan nilai T-Statistics 2,396 dan P-Values 0,017, menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman finansial individu, semakin tinggi kepercayaannya, yang kemudian meningkatkan niat menggunakan sistem pembayaran Norma sosial juga berpengaruh tidak langsung secara signifikan melalui kepercayaan, ditunjukkan oleh T-Statistics 2,568 dan P-Values 0,011, yang mengindikasikan bahwa dukungan lingkungan sosial dapat meningkatkan rasa percaya terhadap keamanan sistem digital sehingga mendorong munculnya niat menggunakan aplikasi pembayaran digital. Selain itu, persepsi kontrol perilaku memberikan pengaruh tidak Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 434 langsung signifikan melalui kepercayaan, dengan nilai T-Statistics 2,444 dan P-Values 0,015, yang berarti bahwa keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengoperasikan teknologi meningkatkan kepercayaan yang pada akhirnya memperkuat motivasi untuk menggunakan metode pembayaran digital. Pembahasan Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Niat Menggunakan Pembayaran Digital Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan bermanfaat dan signifikan untuk motivasi untuk menggunakan pembayaran digital. nilai statistik T sebesar 2,577 dan nilai p-value 0,010 (< 0,. Ini menunjukkan bahwa semakin memahami keuangan seseorang, semakin ingin mereka menggunakan sistem pembayaran digital seperti DANA. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan dalam memahami konsep keuangan, risiko, serta manfaat dari penggunaan teknologi keuangan dapat meningkatkan keyakinan untuk bertransaksi secara digital. Dengan demikian, individu yang sangat memahami keuangan tidak hanya memahami manfaat praktis dari sistem pembayaran digital, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membuat penilaian keamanan dan efisiensi Hal ini meningkatkan kredibilitas transaksi digital. Secara teoritis, penelitian ini sejalan dengan Theory of Planned Behavior (TPB), yang mengatakan niat perilaku seseorang dipengaruhi oleh keyakinan terhadap hasil dari perilaku tersebut . ehavioral belie. , norma sosial, serta persepsi kontrol perilaku. Literasi keuangan berperan sebagai wujud behavioral belief yang mempengaruhi perasaan seseorang terhadap penggunaan sistem pembayaran digital. Seseorang yang memahami keuangan dengan baik akan lebih cenderung menilai bahwa menggunakan sistem pembayaran digital merupakan tindakan yang rasional, aman, dan menguntungkan. Pemahaman terhadap konsep bunga, risiko, efisiensi transaksi, dan pengelolaan keuangan membuat individu lebih siap secara kognitif untuk menerima inovasi keuangan berbasis Oleh karena itu, semakin baik literasi keuangan seseorang, semakin optimis sikapnya dan niat yang terbentuk terhadap penggunaan sistem finansial teknologi. Hasil ini didukung oleh penelitian Kurniawan et al. yang menemukan bahwa pengetahuan keuangan berdampak positif dan signifikan pada penggunaan pembayaran digital di kalangan mahasiswa. Demikian pula. Puteri et al. membuktikan bahwa literasi keuangan sangat penting untuk meningkatkan minat masyarakat Sumatera dalam menggunakan pembayaran digital. Secara teoritis, hal ini memperkuat pandangan bahwa pemahaman finansial yang baik memungkinkan individu mengambil keputusan yang lebih logis tentang adopsi teknologi finansial. Pengaruh Norma Sosial Terhadap Niat Menggunakan Pembayaran Digital Berdasarkan hasil pengujian, norma sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan pembayaran digital, dengan nilai T-Statistics sebesar 2,841 dan P-Values 0,005. Artinya, semakin kuat dorongan dari orang lain, seperti teman dan keluarga, untuk menggunakan sistem pembayaran digital, maka semakin besar pula kecenderungan seseorang untuk melakukannya. Hasil ini menggambarkan bahwa perilaku seseorang sering kali dibentuk oleh pengaruh sosial. Ketika lingkungan sosial mendukung dan memandang pembayaran digital sebagai hal yang umum dan bermanfaat, individu akan terdorong untuk menyesuaikan diri dengan perilaku tersebut. Secara akademis, hal ini menunjukkan bahwa penerimaan sosial menjadi salah satu komponen utama yang memotivasi seseorang dalam mengambil keputusan menggunakan teknologi keuangan Temuan ini sesuai dengan Theory of Planned Behavior (TPB) yang menempatkan norma subjektif sebagai salah satu penentu utama niat perilaku. Norma subjektif mencerminkan sejauh mana seseorang merasa penting bagi orang lain . eperti anggota keluarga, teman sebaya, atau figur sosia. mengharapkan mereka untuk bertindak. Dalam hal ini, pembayaran digital, ketika individu melihat bahwa lingkungannya menggunakan sistem digital secara aktif dan memandangnya positif, maka tekanan sosial tersebut Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 435 mendorong peningkatan niat untuk ikut menggunakan sistem yang sama. Dorongan sosial ini memperkuat keinginan untuk menyesuaikan diri demi memperoleh penerimaan sosial dan menghindari ketertinggalan dari perkembangan teknologi keuangan. Hasil ini mendukung penelitian Bagus Prasasta Sudiatmika & Ayu Oka Martini . yang menunjukkan bahwa individu cenderung menyesuaikan perilakunya dengan norma sosial yang berlaku, termasuk dalam penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran Penelitian Rahmawati & Maika . juga menemukan bahwa norma sosial berpengaruh besar pada keinginan siswa untuk menggunakan dompet digital. Dengan demikian, norma sosial berperan sebagai bentuk tekanan dan legitimasi sosial yang mendorong masyarakat untuk menggunakan metode pembayaran non-tunai. Pengaruh Persepsi Kontrol Perilaku Terhadap Niat Menggunakan Pembayaran Digital Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan kontrol perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan pembayaran digital, dengan T-Statistics 2,945 dan P-Values 0,003. Ini menunjukkan bahwa semakin besar keyakinan individu terhadap kemampuannya menggunakan teknologi pembayaran digital, maka keinginannya untuk menggunakan sistem tersebut meningkat. Hasilnya menunjukkan bahwa rasa percaya diri dalam mengoperasikan teknologi serta keyakinan bahwa sistem sederhana untuk digunakan akan menumbuhkan minat dan niat dalam diri seseorang untuk beralih ke transaksi digital. Individu yang merasa mampu dan terbiasa dengan teknologi akan memiliki persepsi positif dan mengurangi rasa khawatir dalam Menurut Theory of Planned Behavior (TPB), persepsi tentang kontrol perilaku adalah komponen penting yang memengaruhi niat dan tindakan aktual seseorang. Persepsi ini mencerminkan perasaan seseorang tentang memiliki kemampuan, sumber daya, dan peluang untuk melakukan suatu perilaku. Dalam konteks ini, semakin besar keyakinan individu terhadap kemampuannya mengelola teknologi pembayaran digital . isalnya memahami fitur aplikasi, keamanan, atau cara transaks. , maka keinginan untuk menggunakan layanan tersebut meningkat. Persepsi kontrol ini juga menciptakan perasaan otonomi dan efikasi diri, yang menjadi dasar pembentukan intensi perilaku dalam sistem digital. Hasil penelitian Wahyuni & Firdaus . menunjukkan bahwa pandangan kontrol perilaku berpengaruh terhadap keyakinan dan intensi penggunaan sistem pembayaran Fajriani & Ramadhan . menambahkan bahwa faktor-faktor seperti kemudahan akses teknologi, edukasi, dan dukungan lingkungan turut memperkuat persepsi kontrol perilaku seseorang. Dengan demikian, keyakinan individu terhadap kemampuan mengendalikan teknologi digital terbukti menjadi pendorong kuat dalam pembentukan niat perilaku. Pengaruh Literasi Keuangan Berpengaruh Positif Terhadap Kepercayaan Terhadap Sistem Pembayaran Digital Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan memiliki dampak yang baik dan signifikan terhadap kepercayaan terhadap sistem pembayaran digital, dengan T-Statistics 3,900 dan P-Values 0,000. Ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman keuangan seseorang, semakin besar pula kepercayaannya terhadap sistem pembayaran Hal ini dapat dijelaskan dengan mengatakan bahwa yang memiliki kemampuan memahami aspek-aspek keuangan akan lebih mampu menilai keamanan, manfaat, serta risiko dari sistem yang digunakan. Pengetahuan tersebut membentuk keyakinan bahwa sistem pembayaran digital dapat diandalkan dan berfungsi secara aman. Dengan demikian, literasi keuangan menjadi dasar yang memperkuat rasa percaya terhadap layanan keuangan berbasis teknologi. Hubungan ini sesuai dengan Technology Acceptance Model (TAM) menekankan bahwa persepsi kemanfaatan . ersepsi kemanfaata. dan kemudahan penggunaan . ersepsi kemudahan penggunaa. adalah faktor utama yang menentukan penerimaan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 436 teknologi. Literasi keuangan yang tinggi memperkuat persepsi manfaat dan kemudahan tersebut, karena individu memahami bagaimana teknologi keuangan dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam bertransaksi. Dengan kata lain, literasi keuangan menjadi dasar kognitif dalam membentuk kepercayaan terhadap sistem digital, karena pemahaman yang baik menurunkan ketidakpastian dan meningkatkan persepsi kontrol terhadap risiko. Penelitian memperkuat temuan ini Saxena . yang menunjukkan bahwa literasi keuangan berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kepercayaan terhadap platform pembayaran digital seperti OVO. Aini & Susanti . juga menemukan bahwa literasi keuangan digital memiliki dampak penting untuk tingkat kepercayaan pengguna terhadap sistem pembayaran elektronik. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan tidak hanya meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan terhadap sistem transaksi digital. Pengaruh Norma Sosial Dan Kepercayaan Terhadap Sistem Pembayaran Digital Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma sosial memengaruhi keyakinan pada sistem pembayaran digital secara positif dan signifikan, dengan T-Statistics 3,654 dan PValues 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan sosial memiliki kontribusi dalam membentuk keyakinan individu terhadap sistem pembayaran digital. Ketika orang-orang di sekitar menunjukkan pengalaman positif dan keyakinan bahwa sistem tersebut aman, individu akan terdorong untuk mempercayainya juga. Secara akademis, hal ini menggambarkan bahwa kepercayaan dapat terbentuk melalui proses sosial, di mana pandangan dan pengalaman orang lain menjadi acuan dalam menilai suatu teknologi. Theory of Planned Behavior (TPB), di mana temuan ini dapat dijelaskan norma subjektif tidak hanya mempengaruhi keinginan, tetapi juga sikap dan kepercayaan terhadap suatu perilaku. Ketika mayoritas orang dalam lingkungan sosial mempercayai dan menggunakan sistem pembayaran digital tanpa hambatan, persepsi individu terhadap keamanan dan keandalan sistem akan meningkat. Dengan demikian, norma sosial menciptakan efek psikologis berupa validasi sosial, yang memperkuat kepercayaan individu terhadap keandalan teknologi keuangan. Penelitian Safira et al. turut memperkuat hal ini, bahwa perubahan perilaku dalam komunitas dapat menciptakan efek psikologis yang mendorong anggota lainnya untuk mengikuti penggunaan dompet digital. Penelitian ini juga sejalan dengan temuan (Lahagu et al. , 2. , yang menunjukkan bahwa pengaruh sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat mahasiswa bertransaksi digital melalui layanan m-banking syariah. Hinati . , juga menegaskan bahwa norma sosial mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap uang elektronik berbasis syariah di DKI Jakarta. Oleh karena itu, norma sosial berfungsi sebagai dorongan sosial yang menumbuhkan kepercayaan dan mempercepat adopsi teknologi keuangan digital. Penelitian oleh Anggi . menunjukkan bahwa pengaruh sosial berkontribusi secara signifikan dan positif pada minat menggunakan aplikasi pembayaran digital. Pengaruh Persepsi Kontrol Perilaku Terhadap Kepercayaan Terhadap Sistem Pembayaran Digital Menurut hasil penelitian, persepsi kontrol perilaku berdampak positif dan signifikan pada kepercayaan terhadap sistem pembayaran digital, dengan T-Statistics 3,618 dan PValues 0,000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar keyakinan seseorang terhadap kemampuannya menggunakan sistem pembayaran digital, tingkat yang lebih tinggi kepercayaannya terhadap sistem tersebut. Hal ini dapat diartikan bahwa individu yang merasa mampu mengoperasikan teknologi akan lebih yakin bahwa sistem tersebut aman dan dapat diandalkan. Kepercayaan terbentuk karena individu menilai dirinya memiliki kendali dan pemahaman terhadap proses penggunaan teknologi, sehingga risiko kesalahan dianggap lebih kecil. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 437 Dalam hal perspektif. Theory of Planned Behavior (TPB), persepsi kontrol berpartisipasi dalam menciptakan rasa keyakinan dan otonomi terhadap tindakan tertentu. Individu yang merasa mampu mengendalikan proses transaksi digital akan memandang sistem tersebut lebih aman dan dapat diandalkan. Ketika seseorang merasa kemampuan teknis dan pemahaman yang cukup, risiko dianggap lebih kecil, sehingga kepercayaan Dengan demikian, persepsi kontrol perilaku menjadi dasar pembentukan kepercayaan terhadap sistem digital yang berbasis teknologi. Penelitian Limanan & Keni . dan Sunarto . mendukung hasil ini, bahwa tanggapan tentang kemudahan penggunaan dan keamanan menjadi komponen yang menumbuhkan kepercayaan sistem pembayaran digital. Oleh karena itu, semakin tinggi persepsi kontrol perilaku seseorang, maka semakin besar pula keyakinan dan rasa percaya terhadap sistem yang digunakan. Pengaruh Kepercayaan Terhadap Sistem Pembayaran Digital Terhadap Niat Menggunakan Pembayaran Digital Berdasarkan hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap sistem pembayaran digital berkontribusi positif dan menunjukkan keinginan untuk menggunakan pembayaran elektronik,dengan T-Statistics 3,331 dan P-Values 0,001. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang percaya pada sistem pembayaran digital dan keamanannya, maka semakin besar pula niatnya untuk menggunakan sistem tersebut. Kepercayaan berperan penting dalam menentukan motivasi perilaku individu karena cenderung menghindari sistem yang dianggap berisiko. Ketika seseorang yakin bahwa sistem digital mampu melindungi data, menjamin keamanan transaksi, serta memberikan kemudahan, maka niat untuk menggunakannya akan meningkat secara signifikan. Hubungan ini sejalan dengan Technology Acceptance Model (TAM) yang menempatkan keyakinan sebagai faktor eksternal yang memperkuat perspektif manfaat dan kemudahan penggunaan. Kepercayaan membuat persepsi risiko lebih rendah dan meningkatkan kenyamanan psikologis individu terhadap sistem teknologi. Dalam konteks pembayaran digital, kepercayaan padakeamanan data, keandalan transaksi, serta efisiensi sistem menjadi pendorong utama munculnya niat untuk berperilaku. Dengan demikian, kepercayaan menjadi fondasi penting dalam membentuk intensi adopsi teknologi finansial modern. Hasil ini selaras dengan penelitian Damayanti & Nurhidayah . serta oleh Andriani et al. , yang membuktikan bahwa kepercayaan konsumen terhadap keamanan dan reliabilitas sistem pembayaran digital meningkatkan minat penggunaan dompet digital di kalangan Generasi Z. Oleh karena itu, kepercayaan dapat dianggap sebagai fondasi utama dalam penerimaan dan penggunaan teknologi keuangan digital. Pengaruh Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Niat Menggunakan Pembayaran Digital Dengan Kepercayaan Terhadap Sistem Pembayaran Digital Sebagai Variabel Intervening Hasil uji mediasi menunjukkan pemahaman tentang keuangan memiliki efek positif dan besar terhadap niat menggunakan pembayaran digital melalui kepercayaan terhadap teknologi pembayaran digital, dengan T-Statistics 2,396 dan P-Values 0,017. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin banyak yang memahami tentang keuangan seseorang, semakin kuat kepercayaannya terhadap sistem pembayaran digital, yang pada akhirnya membuat lebih banyak orang menggunakan layanan tersebut. Individu yang memiliki pengetahuan keuangan yang baik cenderung memahami manfaat, keamanan, dan efisiensi dari sistem pembayaran digital, sehingga lebih percaya diri untuk Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan meningkatkan pemikiran rasional dan kepercayaan pada teknologi keuangan. Keterkaitan ini dapat dijelaskan dengan Technology Acceptance Model (TAM). Literasi keuangan memperkuat pemahaman tentang manfaat dan kemudahan penggunaan teknologi keuangan, yang kemudian meningkatkan kepercayaan terhadap sistem digital. Kepercayaan ini menjadi mediator psikologis yang memperkuat niat untuk Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 438 bertransaksi secara digital. Individu yang memahami risiko dan manfaat finansial akan merasa lebih yakin terhadap keamanan sistem, sehingga lebih berani untuk Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan tidak hanya keterampilan kognitif, tetapi juga alat untuk membangun kepercayaan pada teknologi keuangan digital. Penelitian Andriani et al. menunjukkan hasil yang sejalan, di mana telah ditunjukkan bahwa literasi keuangan memengaruhi dorongan individu untuk memanfaatkan layanan keuangan digital, dengan kepercayaan sebagai variabel yang memperkuat hubungan tersebut. Hal ini menegaskan bahwa semakin baik kemampuan yang dimiliki seseorang dalam memahami produk keuangan dan risiko yang menyertainya, semakin besar keyakinannya untuk menggunakan sistem digital secara aman. Penelitian Aulia et al. juga menunjukkan bahwa pemahaman finansial yang tinggi berkontribusi terhadap meningkatnya rasa percaya dan penerimaan terhadap sistem keuangan digital. Secara keseluruhan, temuan ini mengatakan kepercayaan merupakan jalur penting yang menghubungkan literasi keuangan dengan niat penggunaan teknologi keuangan Pengaruh Norma Sosial Terhadap Niat Menggunakan Pembayaran Digital Dengan Kepercayaan Terhadap Sistem Pembayaran Digital Sebagai Variabel Intervening Penelitian menunjukkan bahwa norma sosial memengaruhi niat menggunakan secara positif dan signifikan pembayaran digital melalui kepercayaan terhadap sistem pembayaran digital, dengan T-Statistics 2,568 dan P-Values 0,011. Hasil ini menunjukkan bahwa kepercayaan berperan sebagai penghubung yang memperkuat pengaruh sosial terhadap keinginan individu untuk menggunakan sistem pembayaran digital. Ketika seseorang melihat orang lain di lingkungannya seperti teman, keluarga, atau rekan kerja menggunakan sistem pembayaran digital dengan lancar dan aman, kepercayaan terhadap sistem tersebut akan meningkat. Kepercayaan yang muncul melalui interaksi sosial ini pada akhirnya mendorong individu untuk meniru perilaku tersebut dan berpartisipasi dalam penggunaan sistem pembayaran digital. Dalam perspektif Theory of Planned Behavior (TPB), norma sosial berkontribusi pada pembentukan kepercayaan dan niat melalui validasi sosial dan konformitas perilaku. Ketika seseorang melihat orang lain dalam lingkungannya menggunakan sistem pembayaran digital dengan aman, maka kepercayaan terhadap sistem tersebut meningkat. Kepercayaan yang timbul dari pengaruh sosial ini memperkuat niat individu untuk mengadopsi perilaku yang sama. Dengan demikian, kepercayaan berfungsi sebagai penghubung antara norma sosial dengan intensi perilaku, menjadikan pengaruh sosial sebagai bagian penting dari penerimaan teknologi digital. Hasil ini sejalan dengan temuan Pokhrel . , di mana pengaruh sosial terbukti membantu niat untuk memanfaatkan layanan keuangan digital, dengan kepercayaan sebagai faktor mediasi yang memperkuat hubungan tersebut. Kepercayaan yang muncul karena dorongan sosial dapat meningkatkan keyakinan bahwa sistem pembayaran digital aman dan dapat diandalkan. Selanjutnya, penelitian Lahagu et al. juga menemukan bahwa norma sosial dan kepercayaan bersama-sama berpengaruh terhadap penerimaan teknologi baru. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial yang positif meningkatkan kepercayaan terhadap sistem digital, yang menyebabkan penggunaan yang lebih kuat. Pengaruh Persepsi Kontrol Perilaku Terhadap Niat Menggunakan Pembayaran Digital Dengan Kepercayaan Terhadap Sistem Pembayaran Digital Sebagai Variabel Intervening Hasil analisis menekankan bahwa persepsi kontrol perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan pembayaran digital melalui keyakinan terhadap sistem pembayaran digital, dengan T-Statistics 2,444 dan P-Values 0,015. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan individu dalam memahami dan mengoperasikan teknologi pembayaran digital dapat menumbuhkan kepercayaan terhadap sistem Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 439 tersebut, membuat orang lebih suka menggunakannya Individu yang merasa mampu mengelola teknologi digital dengan baik akan lebih yakin terhadap keandalan sistem dan menganggap risiko penggunaannya relatif rendah. Kepercayaan ini terbentuk karena adanya persepsi bahwa mereka memiliki kendali terhadap proses transaksi, sehingga rasa aman dan keinginan untuk menggunakan sistem meningkat. Secara konseptual, hubungan ini sesuai dengan Theory of Planned Behavior (TPB), di mana Persepsi kontrol perilaku memengaruhi niat secara langsung dan tidak langsung melalui membangun kepercayaan terhadap sistem. Individu yang merasa memiliki kendali atas teknologi pembayaran digital akan menilai sistem tersebut sebagai aman dan mudah dioperasikan, sehingga muncul kepercayaan yang kuat terhadap penggunaannya. Kepercayaan inilah yang pada akhirnya akan meningkatkan niat untuk menggunakan layanan tersebut. Dengan kata lain, rasa mampu mengendalikan teknologi menciptakan keyakinan, dan keyakinan tersebut menjadi katalis dalam pembentukan niat bertransaksi secara digital. Penelitian Haryana . mendukung temuan ini dengan menunjukkan bahwa persepsi kontrol perilaku berdampak besar pada niat individu untuk memanfaatkan layanan keuangan digital. Hal ini diperkuat oleh penelitian Marco et al. yang mengungkap bahwa kepercayaan berperan dalam memperkuat hubungan antara persepsi kontrol dan keinginan untuk memanfaatkan teknologi finansial. Studi Dhuha Hanif Bahtiar . juga menunjukkan bahwa persepsi kontrol perilaku dan kepercayaan secara bersamaan memiliki dampak signifikan terhadap minat individu untuk menggunakan layanan tersebut pembayaran digital. Oleh Karena itu, semakin tinggi keyakinan individu atas kemampuannya mengoperasikan sistem, maka semakin besar pula kepercayaan dan keinginannya untuk terus memanfaatkan metode pembayaran digital. Simpulan dan Saran Studi ini menyimpulkan bahwa literasi keuangan, norma sosial, dan persepsi kontrol perilaku memiliki peran penting untuk mempengaruhi keinginan menggunakan pembayaran digital, baik secara langsung maupun melalui kepercayaan terhadap sistem pembayaran digital sebagai variabel mediasi. Kepercayaan terbukti menjadi elemen yang menghubungkan ketiga variabel tersebut dengan niat individu untuk menggunakan aplikasi pembayaran digital DANA, sehingga kepercayaan memainkan fungsi strategis dalam proses pembentukan minat adopsi teknologi finansial. Dengan demikian. Penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang komponen psikologis dan sosial yang memengaruhi kecenderungan masyarakat dalam mengadopsi sistem pembayaran Penelitian ini memiliki nilai penting baik untuk kemajuan penelitian dan praktik di Secara teoritis. Penelitian ini menegaskan penerapan Theory of Planned Behavior (TPB) serta model yang menggambarkan penerimaan teknologi yang relevan dalam hal pembayaran digital, khususnya dengan memasukkan kepercayaan sebagai variabel mediasi yang mampu menjelaskan proses pengambilan keputusan pengguna. Dengan kata lain, penelitian ini memberikan informasi kepada penyedia layanan pembayaran digital, pembuat kebijakan, dan pelaku industri untuk meningkatkan strategi edukasi, desain fitur, dan keamanan sistem guna membangun kepercayaan serta mendorong adopsi penggunaan pembayaran digital yang lebih luas, terutama di wilayah seperti Solo Raya yang masih mengalami keraguan dalam penggunaan sistem transaksi Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti penggunaan teknik sampling purposive yang dapat membatasi generalisasi hasil penelitian serta fokus wilayah yang terbatas pada masyarakat Solo Raya. Selain itu, variabel lain yang berpotensi memengaruhi niat menggunakan pembayaran digital, seperti persepsi risiko, pengalaman sebelumnya, atau faktor teknologi, belum dimasukkan ke dalam model penelitian ini, sehingga penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas cakupan responden. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 440 menggunakan metode sampling yang lebih beragam, serta memasukkan variabel eksternal lainnya untuk meningkatkan pemahaman tentang perilaku pengguna saat mengadopsi sistem pembayaran digital. Ucapan Terimakasih Penulis berterima kasih kepada Allah SWT atas belas kasihan dan karunia-Nya. menyelesaikan penelitian ini dengan sukses. Penulis juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama responden yang menghabiskan waktu untuk mengisi survei, dosen pembimbing yang memberikan bimbingan dan rekomendasi yang berharga, serta keluarga dan rekan-rekan yang senantiasa memberikan semangat selama proses penyusunan penelitian ini. Penulis Kami berharap bahwa karya ini akan membantu kemajuan ilmu pengetahuan dan menjadi bahan pertimbangan bagi pihak yang Kami juga ingin agar karya ini terbuka untuk kritik dan rekomendasi untuk perbaikan di masa depan. Referensi