Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 580 Ae 586 PENGARUH TINGKAT PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP MODAL KERJA BERSIH STUDI PADA KOPERASI PETERNAK GARUT SELATAN (KPGS) CIKAJANG Oleh : Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Urip Sudiana Manajemen. STIE Yasa Anggana Garut sudiana@yahoo. Lukmanul Hakim Manajemen. STIE Yasa Anggana Garut lukmanulh554@gmail. Abstract This research is motivated by an indication that the net working capital of the Cikajang South Garut Breeders Cooperative (KPGS) has fluctuated. and has tended to decrease over the last 5 years. The purpose of this study was to determine the effect of inventory turnover on net working capital at the South Garut Farmers Cooperative (KPGS) Cikajang. The research method used is descriptive method with a quantitative method approach. Based on the analysis of the data obtained, the development of inventory turnover tends to increase and net working capital tends to decrease. While the influence of the level of inventory turnover on net working capital seen from the value of the Pearson product moment correlation coefficient is 0. 882, it can be interpreted that the relationship between the level of inventory turnover and net working capital has a very strong relationship and a negative relationship. The coefficient of determination 7%, and the remaining 22. 3% is influenced by other factors not Regression test with Y = 6,264,751,301. 00 Ae 1,667,743. 489 X, which means that for each addition of one unit of Inventory Turnover then the value of Net Working Capital will decrease or decrease by 1,667,743. Keyword : Inventory Turnover Rate and Net Working Capital. diperhatikan fungsi keuangan yang menyangkut masalah permodalan. Karena keuangan merupakan hal yang sangat menentukan dalam tercapainya keberhasilan perusahaan, tanpa adanya modal khususnya untuk perusahaan dagang maka perusahaan tidak dapat menjalankan usahanya. Pembagian modal didasarkan atas dua cara yaitu pertama berdasarkan bentuknya yang disebut modal aktif . odal yamg tertera pada sisi debet neraca ) yang jika dilihat berdasrkan fungsinya meliputi modal kerja dan modal tetap, kedua yaitu modal menurut sumbernya . erada dalam sisi kredit neraca disebut juga modal pasif yang jika dilihat dari asalnya meliputi modal sendiri dan modal asing. Pengelolaan memperhatikan besarnya sumber dana yang diinvestasikan untuk modal kerja dan juga pengalokasian yang tepat terhadap pos-pos aktiva lancar dengan komposisi yang sesuai. Pada PENDAHULUAN Dengan semakin berkembangnya dunia usaha dewasa ini, bidang ekonomi merupakan penggerak utama pembangunan nasional, baik Melalui pembangunan ekonomi dapat dihasilkan sumber daya dan peluang yang lebih luas bagi pembangunan bidang-bidang lainnya. Bidang ekonomi di Indonesia memiliki tiga kekuatan pokok yang menyokong stabilnya kondisi ekonomi yaitu, sektor usaha negara, sektor swasta, dan sektor koperasi. Ketiga pelaku ekonomi tersebut diharapkan dapat bekerjasama untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Didalam kegitan operasional perusahaan dan koperasi tujuannya adalah mempertahankan kelangsungan hidupnya yang dapat berkembang mendapatkan laba. Untuk mencapai hal itu perlu perusahaan dagang, sebagian modal kerjanya akan dialokasian atau tertanam dalam persediaan barang dagangan untuk perusahaan dagang. Persediaan barang dagangan sebagai elemen utama modal kerja pada perusahaan dagang, merupakan aktiva yang selalu dalam keadaan berputar dimana secara terus-menerus mengalami Masalah investasi atau alokasi modal kerja dalam persediaan barang dagangan mempunyai efek yang langsung terhadap Kesalahan penetapan besarnya investasi dalam persediaan barang dagangan akan menekan keuntungan perusahaan, di dalam perusahaan, perputaran persediaan dapat menunjukan kinerja perusahaan dalam aktivitas operasionalnya. Dalam operasionalnya tidak sedikit perusahaan yang mampu mengelola persediaan dan perputarannya dalam kondisi yang stabil selah satunya ialah di KPGS Cikajang. Kegiatan utama atau core business dari KPGS Cikajang adalah menampung susu segar dari para anggota peternaknya dan kemudian menjualnya ke PT. Indolakto, dan PT. Ultrajaya. Unit bisnis ini memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang kelangsungan hidup KPGS, sehingga dalam menjalankan usaha ini dibantu oleh unit usaha penunjang lainnya, yaitu unit usaha pakan ternak dan unit usaha KPGSmart. Walaupun sebagai unit penunjang dari kegiatan inti, unit ini juga membantu koperasi dalam memenuhi kebutuhan peternak anggota dan dapat meningkatkan keuntungan koperasi. Lebih jelasnya bidang usaha KPGS meliputi Usaha Sapi Perah/Susu Segar. Usaha Pakan Ternak dan Usaha Simpan Pinjam yang beralamat di Jalan Raya Desa Cibodas Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut. Berikut adalah tabel perkembangan aktiva lancar dan hutang lancar pada perusahaan KPGS Cikajang Mandiri periode 2014-2018: Dalam hubungan modal kerja (Working Capita. mempunyai fungsi yang sangat penting dalam usaha meningkatkan aktivitas suatu badan usaha dalam menggunakan dana dalam bentuk aktiva lancar. Modal kerja dibutuhkan oleh setiap badan usaha untuk membiayai ataupun memenuhi kebutuhannya, salah satu unsur dari modal kerja adalah persediaan. Persediaan perlu mendapatkan perhatian lebih, karena persediaan merupakan salah satu elemen penting dalam modal kerja. Hal tersebut dapat dipahami karena persediaan merupakan faktor penting dalam menentukan kelancaran operasi perusahaan, oleh karena itu perlu adanya pengelolaan persediaan. Pengelolaan persediaan berkaitan dengan tingkat perputaran persediaan. Upaya yang dilakukan KPGS Cikajang dalam meningkatkan modal kerja bersih dengan cara meningkatkatkan perputaran persediaan sehingga perusahaan dapat berjalan dengan baik Menurut Munawir . 4:117-. , menyatakan Aubahwa mempengaruhi modal kerja yaitu sifat atau tipe dari perusahaan, syarat penjualan, syarat pembelian bahan atau barang dagang, tingkat perputaran persediaan, faktor musiman, volume penjualan, tingkat perputaran piutang, dan jumlah rata-rata pengeluaran uang setiap harinyaAy. KAJIAN PUSTAKA