Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. IMPLEMENTASI METODE PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR IPAS DI KELAS V SD NEGERI BAMBAN Oleh: Millatul Lailiyah1*. Febrina Nur Hikmah2, 1*,2 Program Studi Tadris IPS. Fakultas Tarbiyah Institut Agama Negeri Kudus Email:millatulailiyahh@gmail. com, febrinanurkhikma@gmail. DOI: 10. 37081/jipdas. Article history: Submitted: 15 Mei 2024 Accepted: 26 Mei 2024 Published: 28 Mei 2024 Abstrak Ilmu pengetahuan alam dan sosial (IPAS) adalah salah satu mata pelajaran yang sering tidak disukai oleh peserta didik, terutama pada tingkat sekolah dasar. Hal tersebut dikarenakan kurang realistisnya metode yang digunakan oleh guru guna menyampaikan materi, lebih cenderung hanya menyampaikan materi dengan metode ceramah. Banyak cara efektif yang sesuai digunkan untuk memperbaiki masalah tersebut, dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran salah satunya Picture and Picture, tujuan utamanya adalah menggalakkan keterlibatan, kreativitas, dan inovasi peserta didik selama proses pembelajaran dikelas. Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menggalakkan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran, khususnya ditingkat kelas rendah dengan melalui penenrapan metode Metode penelitian yang diteapkan mencakup aspek kualitatif pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam penelitian ini dilakukan dalam II siklus dan setiap siklus melibatkan satu kali pertemuan. Penelitian Tindakan kelas ini dilakukan di SD Negeri Bamban. Dalam penelitian ini guru berperan sangat penting dalam penerapan metode picture and picture. Kata Kunci: Metode Picture and picture, keaktifan, belajar IPAS . PENDAHULUAN Menurut KBBI. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah bidang studi yang mempelajari tentang makhluk hidup dan benda mati di seluruh alam semesta beserta interaksinya, serta hubungan timbal balik di antaranya. Selain itu. IPAS juga mempelajari kehidupan manusia sebagai entitas individual dan anggota masyarakat yang berinteraksi dengan lingkunganyya. Secara umum, pengetahuan dapat di dijelaskan sebagai hasil penggabungan berbagai informasi dan disusun secara logis dan terstruktur. IPAS mencakup pengetahuan alam dan social. Profil pelajar Pancasila yang merupakan gambaran ideal profil pelajar Indonesia sebagian besar diwujudkan melalui Pendidikan sains. IPAS menjadikan peserta didik penasaran atau adanya rasa ingin tahu terhadap fenomena yang terjadi di lingkungannya. Pemahaman peserta didik tentang cara kerja alam semesta dan interaksinya dengan kehidupan manusia di bumi mungkin dipicu oleh rasa ingin tahu mereka. Dengan mengetahui ini, seseorang dapat menunjukkan dengan tepat berbagai permasalahan dan mendapatkan cara untuk mencapai tujuan Pembangunan berkelanjutan. Model Picture and Picture merupakan suatu metode atau cara dalam menyampaikan materi yang memanfaatkan gambar yang dipasangkan dan diurutkan secara tepat. Pembelajaran yang menyenangkan dan dapat menumbuhkan keaaktifan peserta didik ini menggunakan gambar sebagai media utamanya. Metode tersebut berperan penting dalam mengarahkan peserta didik untuk menciptakan realitas yang dapat dilihat dan di catat dalam pemikiran peserta didik (Hamdani. Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SD N Bamban, dalam penyampaian materi Pelajaran IPAS masih menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Namun berdasarkan observasi ini menunjukkan bahwa metode ini kurang tepat untuk mata Pelajaran IPAS di kelas V SD N Bamban. Penggunaan metode yang kurang tepat mengakibatkan ketidakefektifan dan ketidakefisienan dalam proses pembelajaran. Salah satu indikatornya adalah kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan tugas karena kurangnya pemahaman terhadap materi yang sudah dijelaskan guru. Dalam metode ceramah, tanya jawab, serta diskusi ini sebenarnya tidak ada yang salah, akan tetapi tidak semua mata pelajaran cocok menggunakan metode tersebut. Pembelajaran yang terjadi saat ini di kelas masih bersifat realistis dan terbatas pada penyampaiannya, serta guru belum menemukan cara yang berhasil dalam mengajar di kelas(Mayasari, 2. Permasalahan yang dialami peserta didik kelas V SDN Bamban Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang berdasarkan hasil observasi langsung dikelas yang dilaksanakan peneliti yaitu keadaan kelas yang urang aktif selama pelaksanaan pembelarajan. Dalam proses pembelajaran, banyak Peserta didik yang cenderung pasif dan hanya menyimak tanpa berinisiatif untuk melakukan aktivitas seperti mencatatat materi yang penting, menyelesaikan tugas, atau menyakan materi yang belum di pahami. Untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran yang menggerakkan peserta didik secara aktif, dapat dilakukan demgan menggunakan media dan metode pembelajaran yang tepat, serta mampu menjelaskan materi menggunakan cara yang dapat peserta didik terima dan pahami. Disini peneliti menggunakan metode yang menyenangkan yaitu Picture and Picture untuk menjelaskan kepada peserta didik agar dapat mencerna dan menerima materi dengan baik (Oktaviana et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk menyempurnakan strategi pengajaran guna meningkatkan perhatian peserta didik, dengan memperhatikan permasalahan atau keadaan yang disebutkan di latar belakang Metode pembelajaran yang menyenangkan ini dapat memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam proses belajar dan berpartisipasi secara aktif selama kegiatan pembelajaran, peneliti memperhatikan bahwa peserta didik pada kelas eksperimen yang menggunakan metode tersebut mempunyai sikap yang benar-benar tanggap terhadap apa yang disampaikan selama proses Karena peneliti menggunakan proyektor yang dipasang di depan kelas untuk menampilkan materi yang disampaikan berupa gambar, maka pembelajaran dapat dikatakan menyenangkan. Metode ini menunjukkan bahwa peserta didikakan merasa senang dan menjadikan pembelajaran yang aktif selamap proses pembelajaran. Prosedur atau tahapan yang dilakukan pendidik dan peserta didik dalam mencapai target atau tujuan dalam pembelajaran yang sudah ditentukan berdasarkan materi dan urutan metode yang Metode pembelajaran Picture and Picture menjadikan peserta didik berperan aktif, menumbuhkan inovasi dan meningkatkan kreativitas melalui penggunaan berbagai gambar. Model pembelajaran kooperatif ini menekankan pada kolaborasi kelompok dengan memanfaatkan media visual berpasangan atau berurutan secara logis. Pendekatan ini dicirikan oleh sifatnya yang inovatif dan menyenangkan, mengajak peserta didik untuk terus berpartisipasi dan imajinatif dalam proses pembelajaran (Farias et al. , 2. Beberapa kelebihan yang ada dalam metode pembelajaran Picture and Picture menurut Shoimin, antara lain: . Mempermudah peserta didik dalam memahami apa yang ingin diajarkan . Peserta didik bereaksi cepat terhadap materi karena disertai gambar. Peserta didik dapat mengikuti petunjuk pada foto yang diberikan untuk membacanya satu per satu. Peserta didik lebih berkonsentrasi dantertarikpada tugas yang diberikan oleh guru karena seperti permainan yang sering mereka lakukan, . suasana kelas menjadi hhidup, karena terdapat perlombaan atau persaingan kemampuan kelompok-kelompok untuk Menyusun gambah yang sudah disiapkan oleh guru, . Ingatan peserta didik terhadap ringkasan materi yang sudah tertuang pada gambar lebih kuat, dan . terdapat ketertarikan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang disampaikan melalui audio visual dan berupa gambar (Sagala, 2. Berdasarkan penelitiann yang sudah dilakukn oleh Moh Fauziddin dan Diana Mayasari dalam jurnal Pendidikan Tambusai dengan judul AuPemanfaatan Metode Picture and Picture untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Rendah di Sekolah DasarAy. Berbagai cara yang telah Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. dilakukan guru untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam materi Pelajaran IPA. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian gurumasih menerapkan metode yang hanya menyampaikan informasi saja dan diskusi yang kurang aktif, metode ini dianggap tidak cocok untuk anakk-anak kelas rendah berusia 6-9 tahun. Penggunan metode yang kurang tepat menyababkan kurangnya efektivitas dan efesiensi dalam proses pembelajaran. Salah satu indikatornya adalah ketika peserta didik menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan tugas karena kurangnya pemaham terhadap materi yang teklah disampaikan oleh guru. Lalu guru tersebut menerapkan metode Picture and Picture dalam proses pembelajaran ini bertujuan agar peserta didik di tuntut agar lebih kereatif, inovatif serta berhasil meningkatkan hasil belajardikelas rendah (Mayasari, 2. Penelitian lain yang dilakukan oleh St. Kuraedah dan La Saliadin dalam jurnal At- taAodib dengan judul AuPenerapan Metode Picture and Picture dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V B di MIN Konawe Selatan Kec. Konda Kab. Konawe SelatanAy. Pencapaian nilai yang belum memenuhi standar kelulusan (KKM) masih rendah, dan masih terdapat sejumlah nilai yang belum Namun guru dalam menerapkan metode pembelajaran aktif dan kurang optimalnya penggunaan media pendukung mengajar membuat siswa kehilangan motivasi dalam proses belajar. Untuk mengatasi situasi tersebut, pentingnya untuk mengubah cara berpikir dengan meningkatkan pengetahuan guru tentang metode pemebelajaran yang aktif, seperti menggunakan metode Picture and Picture guna menunjang hasil belajar siswa kelas V B di MIN Konawe (Kuraedah & Saliadin. Peneliti lain yang telah dilakukan oleh Wahyu Bagja Sulfemi dalam jurnal JPSD dengan judul AuMeningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas 3 SD Menggunakan Model Picture and Picture dan Media Gambar SeriAy. Hasil dari data yang diketahuiterdapat berbagai cara yang bisa digunakan oleh guru guna meningkatkan pencapaian belajat, khususnya dalam hal keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Beberapa angkah yang dapat diambil meliputi: . Refleksi diri dalam perbaikan dilakukan oleh guru untuk mengembangkan potensi dirinya. Para guru bisa memanfaatkan metode Picture and Picture serta mengadopsi penggunaan rangkaian gambar sebagai pilihan pembelajaran alternative . Guru hendaknya melakukan Penelitian Tindkan Kelas untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran . Seorang peneliti, seharusnya giat dalam meningkatkan profesionalitas dan kualitas guru SD di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggunakan metode Picture and Picture sebagai upaya untuk meningkatkan pencapaian pembelajaran peserta didik kelas tigas di SD N Pitara 2 (Sulfemi & Minati, 2. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan yang dilakukan dengan tujuan menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi di kelas pada saat proses pembelajaran. Penelitian ini menggambarkan sebuah Teknik pembelajaran dan seperti apa hasil yang ingin dicapai atau disebut dengan penelitian deskriptif. Metode penelititian ini menggunakan metode penelitian tindaakan kelas menurut model Kurt Lewin dengan empat proses yaitu planning, acting, observing, dan Penelitian Tindakan menurut Oja dan Sumarjan dibabagi menjadi empat kelompokantara . guru berperan sebagai peneliti. penelitian yang bersifat kolaboratif. simupicture and picturean terintegratif. Administrasi social eksperimen. Guru menjadi pemeran penting dalam penelitian ini. Peneliti berperan sebagi pengamat dalam penelitian ini dan memiliki tanggung jawab penuh terhadap keseluruhan penelitian ini. Tujuan dari penelitina ini yaitu sebagai upaya dalam meningkatkan tingkat partisipasi belajar peserta didik di dalam kelas. Guru akan terlibat dalam semua tahapan proses, mulai dari persiapan, pelaksanaan, observasi, hingga refleksi. Agar peserta didik tidak menyadari bahwa mereka dijadikan sebagai subjek dalam penelitian ini, peneliti bekerja sama dengan wali kelas dari kelas V dan kemudian mengamati peserta didik pada saat proses Melalui cara ini peneliti berharap dapat memperoleh data yang objektif dan valid. Penelitian ini dilaksanakan pada 28 Oktober- 06 November semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024. Siswa-siswi Kelas V SDN Bamban Tahun Pelajaran 2023/2024 menjadi subjek utama dalam penelitian ini. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif dengan menggunakan Teknik persentase (Menjalin, n. Sulfemi & Minati, 2018. Syaifudin, 2. Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian metode Picture and Picture menurut Suprijono adalah suatu strategi pembelajaran yang menggunakan visualisasi sebagai alat bantu dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Dalam tahap pembelajaran, peserta didik diberikan penjelasan awal tententang materi, kemudian, peserta didik akan diminta melihat beberapa gambar yang relevan dengan materi yang kan disampaikan oleh guru. Kemudian peserta didik ditunjuk guru untuk maju secara bergilir dan mengurutkan gambar sesuai urutan yang tepat atau sesaui demngan materi yang telah disampikan oleh guru. Kemudian guru bertanya kepada peserta didik mengenai pengurutan gambar tersebut. Selain hal tersebut, guru menjelaskan ide-ide dasar dari materi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan yang ingin dicapai dalam menggunakan serangkaian gambar yang telah dipilih sebagai materi pembelajaran untuk disampaikan kepada peserta didik. Kemudian yang terakhir guru dan peserta didik bekerja sama untuk menyimpulkan materi pembelajaran. Peran guru dalam kelas selama proses pembelajaran adalah sebagai fasiliator bagi peserta didik. Dlam konteks pembelajaran. Peran utama seorang guru mencakup pengelolaan proses pembelajaran yang melibatkan tidak hanya peran guru, tetapi juga mendorong peserta didik agar ikut serta aktif pada saat roses pembelajaran (Ii, 2013. Wahyuningsih et al. , 2. Partsipasi peserta didik dalam kegiatan belajar juga tampak sangat aktif dan efektif. Semua peserta didik menunjukkan keterlibatan dan antusiasme yang tinggi selama proses pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tugas yang diberikan pada setiap peserta didik didalam kelompoknya, sehingga memastikan bahwa setiap peserta didik turut berkontribusi dalam kelompoknya. Dalam kesungguhan dan keterlibatan peserta didik secara keaktifannya melalui proses pembelajaran secara otomatis dapat meningkatkan kreativitas dan penegetahuan peserta didik akan memperlihatkan pemahaman terhadap materi pembelajaran yang sudah diajarkan, dan hal ini tertentu akan berdampak pada pencapaian hasil belajar mereka dalam pembelajarannya yang meningkat dan lebih baik (Rosdiana. Kusmariyanti, 2. Adapun kelebihan pada metode pembelajaran Picture and Picture meliputi: . Guru dapat memahami kemampuan atau skill peserta didik perindividu secara lebih baik, . mendorong pengembangan berfikir logis dan sistematis, . membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berfikir dari perspektif suatu topik dengan memberikan kebebasan atau berlatih berfikir, . mendorong semangat peserta didik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan melibatkannya dalam pengelolaan dan perencanaan kelas. Selain itu, peserta didik juga dapat megembangkan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan (Katulung et al. , 2. Penelitian yang dilakukan di kelas V SD Negeri Bamban menggunakan metode Picture and Picture dalam pembelajaran IPAS guna meningngkatkan partisipasi peserta didik. Sebelum siklus dimulai. Tingkat keefektifan belajar peserta didik masih rendah, dan dalam tahap ini, belum ada Tindakan dari pengajar atau guru yang menerapkan metode pembelajaran Picture and Picture. Dalam studi ini, ditemukan bahwa 10 peserta didik diklasifikasikan sebagai aktif, sementara 7 peserta didik dikategorikan sebagai pasif. Penelitian ini dibagi menjadi dua siklus, dalam masing-masing siklus terdapat satu kali pertemuan. Siklus I Siklus pertama ini dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2023. Pada fase awal ini, peneliti mengawali pembelajaran. Siklus pertama ini hanya diadakan sekali pertemuan. Sebelum memulai siklus pertama, peneliti harus melakukan persiapan sebagi berikut: Perencanaan . Menyiapkan lembar yang digunakan untuk observasi peserta didik dan lembar yang digunakan untuk guru yang ada di SD Negeri Bamban . Merancang silabus dan RPP sesuai dengan materi pembelajaran . Menyusun perangkat evaluasi siklus I Pelaksanaan . Peneliti menunjukkan gambar hewan dari berbagai kategori . Peserta didik menyebutkan nama hewan dan kategori hewan tersebut Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Peneliti menjelaskan tentang urutan rantai makanan . Peserta didik diminta untuk mengurutkan rantai makan dan menceritakan alur rantai makanan . Peneliti membentuk kelompok diskusi untuk mengamati dan mengurutkan tugas kerja kelompok . Masing-masing kelompok maju mengurutkan dab menceritakan alur rantai Refleksi Dalam kegiatan ini peneliti membimbing peserta didik untuk merangkum pembelajaran dan melakukan refleksi. Pada tahap awal, terdapat meningkatkan keaktifan peserta didik yang signifikan pada siklus I. Jumlah peserta didik yang tergolong aktif meningkat dari 10 peserta didik menjadi 13 peserta didik, sementara jumlah peserta didik yang termasuk dalam kategori pasif mengalami penurunanan yang asalnya dari 7 pesera didik kini menjadi 4 peserta didik. Selain itu, dalam kegiatan refleksi ini peneliti melakukan analisis dan melakukan evaluasi. Evaluasi disini bertujuan untuk mengetahui diperlukannya siklus yang berikutnya ataupun tidak. Dlam fase atau tahap ini, tujuannya adalah untuk menilai keberhasilan atau kegagalan dalam pelaksanaan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Apabila dalam penelitiaan ini belum ada peningkatan dalam keaktifan belajar. Peserta didik pada siklus I maka peneliti akan melakukam tindak lanjut pada siklus beriktnya. Siklus II Hasi dari siklus I akan dilakukan pembenahandi siklus yang ke II dengan cara membenahi halh-hal yang kurang maksimal dalam siklus 1. Adapun pengumpulan data sebagi berikut: Di kelas V SD Negeri Bamban ini peneliti melaksanakan penelitian dengan melakukan rekaman forum untuk mengukur atas keberhasilan peserta didik yang berpartisipasi secara aktif dengan mengimplementasikan metode pembelajaran Picture and Picture . Dalam siklus II ini peserta didik mendapatka lembar tugas yang relevan dengan materi ynag sudah disampaikan sebagai cara untuk mengukur sejauh mana metode pembelajaran Picture and Picture telah berhasil diterapkan. Pada siklus ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan keaktifan peserta didik dengan pendekatan jumlah peserta didik yang termasuk dalam kategori aktif dari yang semula hanya 13 peserta didik menjadi 15 peserat didik yang tergolong aktif, sementara terdapat penurunan jumlah peserta didik yang pasif yang semula hanya 4 pesera didik menjadi hanya 2 peserta didik. Dalam studi yang dilaksanakan di kelas V SD Negeri Bamban, disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Picture and Picture dapat memberikan dampak positif dengan meningkatkan partisipasi belajar peserta didik. Penggunaan metode pembelajaran Picture and Picture dengan efektif dapat menghasilkan peningkatan minat belajar peserta didikselama fase pembelajaran sebagaimana yang diamati oleh peneliti. Dlam pendekatan pembelajaran ini, materi Pelajaran yang sudah disampaikan oleh guru dapat diilustrasikan secara visual untuk meningkatkan minat peserta didik. Hal ini menciptakan persepsi positif terhadap materi pembelajaran. Selain itu, peserta didik juga terlihat baik dalam kerja kelompok. (Fetra Bonita Sari. Risda Amini, 2. Berdasarkan analisis data observasi diperoleh keaktifan peserta didik dalam proses penerapan metode pembelajaran Picture and Picture pada setiap siklus mengalami suatu peningkatan. Hal tersebut berpengaruh positif terhadap prestasi pemmbelajran peserta didik yaitu dapat dilihat dari adanya peningktan nilai-nili dan keaktifan peserta didik dalam setiap siklus yang mengalami peningkatan. Penerapan metode pembelajaran Picture and Picture berdamapak positif terhadap keaktifan peserta didik kelas V SD Negeri Bamban pada saat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penerapan dalam metode ini secara konkret mampu menaikkan minat peserta didik untuk secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh fakta dalam metode ini Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. memiliki pendekatan pembelajaran yang menyenangkan. Metode ini dalam pelaksanaannya terdapat suatu proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. (Setiana, 2. Tujuan dari penelitian ini adalan utuk meningkatkan tingkat partisipasi dalam pembelajaran IPAS dan mengembangkan peserta didik agar lebih proaktif, inovatif serta kreatif dengan menggunakan metode pembelajaran Picture and Picture selama proses pembelajaran. Berdasarkam hasil penelitian, langkah-langkah yang diambil oleh peneliti ini berhasil menerapkan pendekatan pembelajaran secar6a efektif melalui metode picture and picturekonteks pembeljajaran IPAS di kelas V SD Negeri Bamban Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang. SIMPULAN Hasil penelitian di SD Negeri Bmban pada tingkat kelas V menujukkan adanya keberhasilan dlam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik menggunakan metode Picture and Picture. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) meningkatkan tingkat ketelibatan peserta didik dalam proses pembelajaran dapat di capai. Dengan menggunakan pendekatan ini, dapat memperkuat keterlibatan peserta didik dan meningkatkan tingkat partisipasi dalam proses pembelajaran sekaligus merangsang keaktifan bagi peserta didik di kelas V SD Negeri Bamban. Keefektivitasnya terlihat dari perbandingan hasil pengamatan tingkat partisipasi pra siklus. Pada siklus I, dan pada siklus II. Dalam penelitian ilmiah ini, perhatian utama tertuju pada tingkat partisipasi peserta didik. Melalui penggunaan metode pembelajaran Picture and Picture di kelas V SD Negeri Bamban, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan inovasi bagi peserta didik. Supaya dalam proses pembelan tersebut tuidak monoton dengan metode ceramah. Guru dapat menerapkan metode pembelajaran Picture and Picture ini pada kelas V SD Negeri Bamban agar peserta didik tidak merasakan jenuh, bosan ataupun kurang semangat dalam proses pembelajaran langsung. Hal tersebut pada metode pembelajaran picture and Picture bisa menjadikan kunci utama dalam proses pembelajaran di kelas V SD Negeri Bamban. DAFTAR PUSTAKA