Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Januari 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. RANCANG BANGUN VISUAL NOVEL GAME SEBAGAI MEDIA PENGENALAN INTERVIEW KERJA Hagai Brayen Setiawan1. Rosa Ariani Sukamto2. Yudi Ahmad Hambali3 hagaibrayens@upi. edu1, rosa. ariani@upi. edu2, yudi. hambali@upi. 1,2,3 Universitas Pendidikan Indonesia Abstrak Proses rekrutmen pekerjaan semakin kompetitif, dan wawancara kerja menjadi bagian penting dalam seleksi karyawan. Maka dari itu, pelamar kerja perlu mempersiapkan dan mengenal wawancara kerja. Pada umumnya, pembelajaran untuk mengenalkan interview kerja masih menggunakan buku pedoman, video, dan lain-lain. Game dianggap sebagai alternatif media pembelajaran interaktif. Game diharapkan dapat memberikan simulasi wawancara, memperkenalkan konsep interview kerja, dan memberikan umpan balik langsung terhadap keputusan yang diambil pelamar. Visual Novel Game dibangun dengan menggunakan metode Game Development Life Cycle. Metode penelitian Research and Development (R&D) digunakan dengan subjek penelitian 33 orang. Evaluasi uji coba pada data pengukuran dari kuesioner memperoleh hasil bahwa pengukuran terhadap minat yang terbangun rata-rata sebesar 80,90%. SUS sebesar 81,21%. Game experience sebesar 81,51%. Net promotor score sebesar 86,66%, dan after game experience sebesar 80,66%. Hasil pengukuran ini menegaskan bahwa pemain memiliki minat yang baik untuk melihat interview kerja diterapkan dalam game dan tanggapan yang sangat baik secara keseluruhan. Kata kunci: Wawancara Kerja. Media Pengenalan. Visual Novel Game. Game Development Life Cycle Abstract The job recruitment process is becoming increasingly competitive, and job interviews are a crucial part of employee selection. Therefore, job applicants need to prepare themselves and familiarize themselves with job interviews. Generally, learning about job interviews still relies on guidebooks, videos, and similar Games are considered an alternative interactive learning medium. Games are expected to provide interview simulations, introduce the concept of job interviews, and offer direct feedback on the decisions made by applicants. The Visual Novel Game was developed using the Game Development Life Cycle method. The Research and Development (R&D) method was employed, involving 33 research Evaluation trials using data from questionnaires revealed results indicating that the average interest level built was 80. 90%, the System Usability Scale (SUS) was 81. Game Experience was 51%, the Net Promoter Score was 86. 66%, and After Game Experience was 80. These results confirm that players showed a strong interest in seeing job interviews implemented in the game and provided very positive feedback overall. Keywords: Job Interview. Introduction Media. Visual Novel Game. Game Development Life Cycle Pendahuluan Pekerjaan mempunyai makna yang sangat penting dalam kehidupan manusia sehingga setiap orang membutuhkan pekerjaan. Kerja sesungguhnya merupakan bagian penting bagi kehidupan manusia, sebab bekerja merupakan aspek kehidupan yang memberikan status kepada masyarakat . Makna dan arti pentingnya pekerjaan bagi setiap orang tercermin dalam Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 27 ayat . menyatakan bahwa setiap Warga Negara Indonesia berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Dengan begitu banyaknya harapan seseorang untuk bekerja membuat tingkat persaingan untuk masuk ke dalam lapangan pekerjaan semakin tinggi. Perusahaan akan mengusahakan agar dapat memperoleh karyawan yang terbaik untuk bekerja dalam Salah satu cara memperoleh karyawan terbaik untuk dipekerjakan di perusahaan adalah dengan dilakukannya wawancara . http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Januari 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Dalam proses penerimaan, persentase nilai bobot wawancara berbeda-beda tergantung bagaimana perusahaan tersebut menetapkan kebijakan. Selain menjadi salah satu bobot nilai dalam proses rekrutment, saat seseorang mengajukan lamaran pekerjaan, wawancara kerja memberikan kesempatan untuk memperlihatkan kualifikasi, pengalaman, dan kemampuan yang relevan dengan posisi yang dilamar . Wawancara kerja harus dirancang dengan baik untuk memastikan bahwa perusahaan memilih karyawan yang tepat untuk pekerjaan tersebut . Dalam wawancara terstruktur, pertanyaan yang digunakan telah ditetapkan sebelumnya, sehingga meminimalkan pengaruh subjektivitas pewawancara dalam proses Human Resource Development (HRD) bertanggung jawab penuh terhadap proses rekrutmen, manajemen, dan eksplorasi kemampuan setiap tenaga kerja. Melihat bagaimana proses wawancara yang dikelola oleh bidang khusus yaitu HRD dan direncanakan dengan hati-hati untuk melihat bagaimana kemampuan pelamar kerja, maka seorang pelamar kerja perlu mempersiapkan diri dan mengenal terlebih dahulu seperti apa wawancara kerja. Metode pembelajaran dan pengenalan interview kerja melalui media yang ada, membantu pelamar memahami tujuan dari wawancara dan meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Media pembelajaran saat ini telah mengalami perkembangan tidak hanya dilakukan secara satu arah, namun dapat dimodifikasi menjadi media pembelajaran dua arah atau dikenal dengan pembelajaran interaktif . Game digambarkan sebagai bentuk media interaktif yang kompleks yang memungkinkan pemain untuk melakukan tindakan atau membuat keputusan yang memiliki dampak pada cerita atau skenario permainan . Game dapat mendukung pembelajaran kreatif dan kritis, karena game memungkinkan pemain untuk mencoba dan bereksperimen dengan ide-ide baru. Game juga merupakan salah satu wujud kemajuan teknologi yang telah merambah berbagai aspek kehidupan. Awalnya dikenal di bidang hiburan, game kini telah berkembang dan dimanfaatkan di berbagai bidang lain, seperti bisnis, kedokteran, militer, pendidikan, dan lainnya . Penggunaan teknologi dalam pendidikan memungkinkan pendidik melampaui keterbatasan ruang kelas tradisional, menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan personal. Teknologi juga dapat membantu peserta dalam memahami konsep secara lebih efektif . Salah satu jenis game yang ada saat ini adalah visual novel game. Visual novel banyak mengadopsi unsur buku digital atau fiksi interaktif, menjadikannya mudah dikategorikan sebagai media interaktif. Visual novel juga dapat berfungsi sebagai buku interaktif digital . Karena itu media pengenalan menggunakan Visual Game Novel dapat membuat pelamar kerja lebih terlibat dalam proses belajar dan lebih aktif dalam mencari solusi dan menjawab pertanyaan, selain itu game dapat memberikan umpan balik secara instan terhadap tindakan atau keputusan yang diambil. Dengan memanfaatkan metode Game Development Life Cycle (GDLC) maka akan mempermudah proses rancang bangun dari sebuah aplikasi Visual Novel Game. Game Development Life Cycle merupakan sebuah metode yang menangani pengembangan game dimulai dari titik awal hingga paling akhir . Tahap awal dari proses pembuatan game dimulai dengan tahap inisiasi, di mana ide-ide untuk game yang akan dibuat dikumpulkan dan dipertimbangkan, sampai tahap akhir game dirilis. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa game telah menjadi media yang efektif dalam berbagai upaya pengenalan dan promosi. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa game digunakan sebagai media untuk mengenalkan dan mempromosikan kampus. Dalam penelitian tersebut, dilakukan pengujian usability yang menghasilkan nilai rata-rata sebesar 4,67, menunjukkan bahwa game dapat diterima dengan baik sebagai media pengenalan dan promosi kampus . Penelitian lain menggunakan metode Game Development Life Cycle (GDLC) untuk mengembangkan game berjudul "Tanjung Menangis," yang memperkenalkan legenda budaya Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep cerita dalam game ini berhasil menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada pemain mengenai legenda tersebut, mempertegas bahwa game cocok sebagai media pengenalan . Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan penjelasan yang telah dipaparkan bahwa dalam melakukan wawancara atau interview kerja memerlukan persiapan yang khusus dan pengenalan akan materi yang baik, penelitian ini bertujuan untuk membuat AuRancang Bangun Visual Novel Game Pengenalan Interview KerjaAy. Visual novel game dibangun sebagai media pengenalan interview kerja yang bertindak sebagai media interaktif untuk memperkenalkan konsep interview kerja kepada para pencari Visual novel juga digunakan karena mampu memikat pemain karena visualisasi yang kuat dapat merangsang imajinasi, emosi, dan pikiran pemain, mendorong mereka untuk terus terlibat dalam permainan . Evaluasi dilakukan melalui kuesioner game experience terhadap pengguna untuk mengukur game visual novel sebagai media pengenalan. http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Januari 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Metode Wawancara Wawancara adalah prosedur yang bertujuan untuk memperoleh informasi dari seseorang melalui jawaban lisan atas pertanyaan lisan. Wawancara kerja disini bisa diartikan sebagai rekrutmen yang direncanakan memprediksi kinerja pekerjaan masa depan berdasarkan tanggapan verbal calon pertanyaan lisan . Metode wawancara merupakan bagian penting dalam proses perekrutan dan seleksi calon Adapun teknik wawancara tersebut dibagi menjadi dua jenis, yaitu teknik wawancara situational dan teknik wawancara behavioral . Teknik wawancara situational dan wawancara behavioral telah muncul sebagai format utama untuk melakukan metode wawancara terstruktur modern. Wawancara terstruktur adalah wawancara yang mengikuti seperangkat urutan pertanyaan. Penerapan wawancara terstruktur dapat meningkatkan validitas yang lebih baik ketika jumlah orang yang akan diwawancarai cukup banyak. Pengetahuan yang lebih luas tentang pekerjaan tertentu akan menghasilkan wawancara yang lebih efektif dan akurat . Dalam jenis wawancara ini, pewawancara dapat menyiapkan pertanyaan terkait pekerjaan terlebih dahulu dan kemudian menggunakan formulir evaluasi yang telah terstandarisasi untuk menilai kinerja orang yang diwawancarai. Wawancara terstruktur merupakan prediktor prestasi kerja yang cukup valid, karena hal Ae hal berikut ini . Isi wawancara di desain terbatas hanya pada faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan. Pertanyaan yang ditanyakan pada semua pelamar konsisten Semua jawaban dinilai dengan cara yang sama Panel of interviewers biasanya mengikuti wawancara terstruktur, dan ini mengurangi bias dari individual interviewers Interview Kerja Wawancara kerja . nterview kerj. digambarkan sebagai sesi berbagi informasi antara pewawancara dan kandidat. Wawancara kerja merupakan salah satu cara yang sangat penting bagi suatu perusahaan dalam menyaring jumlah pelamar yang ada. Di beberapa industri, mungkin ada lebih dari satu sesi wawancara dan dapat dibagi menjadi beberapa sesi. Beberapa aspek kompetensi yang dinilai atau ingin diketahui oleh recruiter seperti Knowledge. Skill. Values. Self-Concept. Traits dan Motives . Game Permainan atau Game merupakan salah satu bentuk multimedia interaktif yang diwujudkan dalam bentuk perangkat lunak. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI), game berarti permainan. Game merupakan suatu tipe aktifitas bermain yang dilakukan di dalam konteks realita yang fiktif, dimana para peserta mencoba untuk mencapai setidaknya satu tujuan sesuai dengan aturan yang ada . Dalam perancangan suatu game perlu memperhatikan beberapa komponen: Fitur. Gameplay. Interface. Rules. Level Design. Visual Novel Game Visual Novel merupakan game yang di dalamnya terdapat unsur multimedia seperti teks, gambar, suara, dan video, serta memberikan kesempatan pemain untuk memilih berbagai macam pilihan dalam Visual Novel dilengkapi dengan kotak percakapan untuk menampilkan narasi dan dialog dari setiap karakter. Terkadang, setiap karakter juga dilengkapi dengan efek suara, sehingga karakter-karakter dalam novel visual ini terasa hidup dan mampu berbicara. Game visual novel memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya adalah meningkatkan persepsi dan pemahaman pengguna, terutama siswa. Hal ini karena game tersebut mampu memvisualisasikan konsep materi secara menarik, sehingga melatih imajinasi pengguna melalui pengalaman visual. Tampilan pada visual novel adalah cerita dan teks berbentuk dialog pada sebuah textbox yang dilengkapi dengan karakter yang berbicara dan latar gambar. Game Development Life Cycle Game Development Life Cycle (GDLC) merupakan suatu pendekatan yang meliputi pembuatan ide dan konsep game, serta proses pengembangan game secara keseluruhan hingga game tersebut dirilis . Proses ini terdiri dari enam tahapan pengembangan, yaitu inisialisasi atau pembuatan konsep, preproduction, production, testing, beta, dan release. http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Januari 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Game Testing Questionnaire Game Testing Questionnaire adalah salah satu pedoman untuk mengevaluasi game. Kuesioner evaluasi game digunakan dalam skala waktu tertentu untuk pengujian permainan secara publik . Selama waktu ini, pemain diundang untuk menguji permainan, dan umpan balik mereka dikumpulkan setelahnya. Berdasarkan umpan balik pemain, sentuhan akhir dapat disesuaikan atau ditambahkan jika perlu. Menurut organisasi enicbcmed. eu, kuesioner evaluasi game terbagi menjadi bab komponen dan subbab komponen. General Questions about Awakened Interest. Game Experience. Questions after all Gaming Experience. Komponen Game Experience terbagi menjadi subbab. SUS Questionnaire. Game Experience. Net Promoter Score. Skala Likert Skala Likert adalah metode pengukuran yang mudah dirancang, menghasilkan skala yang andal, dan mudah dipahami dari perspektif peserta . Peneliti didalam penelitian menggunakan skala likert untuk skala 5 poin, dengan nilai dari 1 sampai 5 dan urutan seperti "Sangat Tidak Setuju" hingga "Sangat Setuju. Learning Object Review Instrument Learning Object Review Instrument (LORI) adalah versi kedua dari alat penilaian yang dibuat oleh peneliti Kanada untuk menilai dan memengaruhi kualitas dan efektivitas dari Learning Objects (LO) dengan mengevaluasi aspek pembelajaran dan aksesibilitas pada tingkat metadata . Terdapat sembilan aspek yang digunakan untuk mengevaluasi suatu objek belajar dalam LORI, terdiri dari empat aspek materi, yaitu Kualitas Isi (Content Qualit. Pembelajaran (Learning Goal Alignmen. Umpan Balik dan Adaptasi (Feedback and Adaptatio. , serta Motivasi (Motivatio. Selain itu, ada lima aspek untuk multimedia, termasuk Desain Presentasi (Presentation Desig. Kemudahan Interaksi (Interaction Usabilit. Aksesibilitas (Accessibilit. Dapat Digunakan Kembali (Reusabl. , dan Kepatuhan Standar (Standard Complianc. Desain Penelitian Desain penelitian ini menggunakan Riset Pengembangan (R & D: Riset dan Pengembanga. dalam pengembangan Visual Novel game. http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Januari 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Gambar 1. Desain Penelitian Desain tahapan penelitian pada Gambar 1 berupa sebuah diagram yang menggambarkan tahapantahapan penelitian secara visual. Penelitian ini menerapkan metode pengembangan game development life cycle oleh Ramadan & Widyani yang diselaraskan dengan model ADDIE . Tahapan GDLC oleh Ramadan & Widyani meliputi, initiation. Pre-production, production, testing, beta, dan realease seperti yang tertera pada Gambar 2. Gambar 2. GDLC (Ramadan & w, 2. Fase analisis merupakan tahap awal terbagi menjadi Studi Literatur, kajian pustaka untuk mendapatkan dasar teoritis dan informasi terkait wawancara kerja. Visual Novel Game, serta metode GDLC. Wawancara, menggali informasi dari ahli HRD tentang masalah umum saat wawancara kerja, pertanyaan yang baik, dan metode penilaian calon pelamar. Fase Desain. Menyusun hasil analisis menjadi rencana produksi game, termasuk konsep game, dokumentasi (Game Design Documen. , prototyping, flowchart, storyboard, dan desain antarmuka Fase Pengembangan. Penyempurnaan desain dan prototipe menjadi game yang utuh, mencakup pembuatan aset, pemrograman, dan integrasi kode sumber. Setelah dilakukan uji internal maka game akan divalidasi kepada ahli materi dan ahli media. Penilaian produk oleh ahli untuk memastikan fungsi berjalan dengan baik, diikuti oleh perbaikan dan pengujian prototipe. Fase Implementasi. Menguji game yang telah divalidasi melalui beta testing untuk mendeteksi kesan pertama, error, dan keluhan dari penguji eksternal. Pengujian dilakukan dengan kuisioner berbasis skala Likert untuk mengukur game experience pengguna, minat dan rekomendasi. Fase Evaluasi, dari beta testing untuk menyempurnakan produk atau memberikan rekomendasi pengembangan di masa depan. Game yang lulus evaluasi siap dirilis untuk pengguna umum. Setelah mendapatkan penilaian dari ahli, data tersebut akan diolah menggunakan rumus 1. merupakan persentase skor. ycE= ycycoycuyc Eaycaycycnyco ycyyceycuyciycycoycyycycoycaycu yccycaycyca y 100% ycycoycuyc ycnyccyceycayco http://e-jurnal. id/simkom . Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Januari 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Dalam analisis data penilaian, diperlukan terlebih dahulu interval dan interpretasi persen menggunakan metode pencarian interval skor persen (I) sebagai berikut (Sutoyo, 2. pada rumus ya= ycycycoycoycaEa ycycoycuycyc ycoycnycoyceycyc Dengan interpretasi persen dari angka terendah 0% hingga tertinggi 100% dan interval 20, maka didapatkan kriteria interpretasi skor pada Tabel 1. Tabel 1. Interpretasi Skor Interval Kriteria 0% - 19,99% Sangat Kurang Sekali 20% - 39,99% Kurang Baik 40% - 59,99% Cukup baik 60% - 79,99% Baik 80% - 100% Sangat Baik Beberapa pedoman digunakan untuk menentukan skor tertinggi, indeks persentase, dan ratarata untuk setiap aspek guna mempermudah hasil pengujian. Penentuan skor tertinggi (ST) dilakukan dengan mengalikan nilai skala Likert tertinggi pada rumus 3 dengan jumlah responden yang telah menyelesaikan survei. ycIycN = ycAycnycoycaycn ycIycoycaycoyca yaycnycoyceycyc y yaycycoycoycaEa ycIyceycycyycuycuyccyceycu Penilaian indeks persentase (IP) dilakukan dengan jumlah responden (R) pada salah satu penilaian dikalikan nilai skala likert (N) dibagi skor tertinggi (ST) dikalikan 100% dilihat pada yaycE = . cI1 y ycA1 ) . cI2 y ycA2 ) . cI3 y ycA3 ) . cI4 y ycA4 ) . cI5 y ycA5 ) ycIycN y 100% . Hasil dan Pembahasan Penelitian dimulai dengan studi literatur, dimana tahap ini peneliti memulai mencari permasalahan-permasalahan dan informasi pada proses wawancara kerja. Tahap ini juga menganalisis kebutuhan data, kebutuhan proses, kebutuhan keluaran dan kebutuhan antarmuka dari visual novel game yang akan dibangun. Setelah Proses pengembangan mengambil konsep dari salah satu metode wawancara yaitu wawancara terstruktur. Materi didalam game merupakan data kebutuhan pertanyaan wawancara kerja. Materi disusun mengacu pada sumber buku, jurnal yang ditulis oleh yodhia Antariksa berjudul Au50 Pertanyaan Job Interview dan Kunci Jawabannya yang PowerfulAy dan pertanyaan wawancara pada website jobstreet. Pada pengembangan game, visual novel memiliki alur cerita yang dimulai dari tahap turorial hingga akhir cerita. Alur cerita dalam game visual novel yang dikembangkan dirancang dengan beberapa rute yang memengaruhi hasil akhir cerita, menjadikan alur cerita lebih variatif dan dinamis. Untuk lebih lengkap mengenai flowchart dari visual novel game yang dikembangkan bisa dilihat pada Gambar 3. http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Januari 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Gambar 3. Flowchart Visual Novel Game yang Dikembangkan Tahapan selanjutnya adalah perancangan storyboard dan antarmuka. Storyboard dibuat berdasarkan kebutuhan cerita mengacu pada flowchart yang telah disusun dan didalamnya terdapat informasi mengenai alur cerita dan proses lain yang terurut. Storyboard yang terbentuk dilihat pada Gambar 4. http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Januari 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Gambar 4. Storyboard Perancangan antarmuka merupakan representasi awal dari sebuah sistem yang diwujudkan dalam bentuk aplikasi, sehingga dapat dilihat dan digunakan oleh pengguna. Beberapa contoh perancangan antarmuka Visual Novel ditampilkan pada Gambar 5 berikut: Gambar 5. Antarmuka Main Menu Langkah-langkah selanjutnya termasuk dalam pengembangan game yaitu membuat karakter, background, musik, dan elemen lainnya. Langkah-langkah lain mencakup pembuatan mekanisme permainan dan penulisan kode yang sesuai dengan flowchart alur cerita. Kedua faktor ini harus digabungkan menjadi satu dan diintegrasikan agar game visual novel dapat berfungsi sesuai dengan yang telah direncanakan. Berikut ini adalah beberapa contoh tampilan yang telah dibuat: Gambar 6. Main Menu http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Januari 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Gambar 7. Halaman Cerita Gambar 8. Wawancara Kerja Gambar 9. Feedback Gambar 10. Mini Game Tampilan hasil pengembangan visual novel, dapat dilihat pada Gambar 5 hingga Gambar 9. Pada gambar 5 menampilkan menu utama dari visual novel game yang berisikan fitur seperti mulai, muat, setting, tentang, dan keluar. Gambar 6 memperlihatkan tampilan game setelah memilih menu Gambar 7 dan gambar 8 memperlihatkan tampilan ketika pemain melakukan wawancara http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Januari 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. kerja dan mendapatkan feedback setelah mengalami kegagalan. Gambar 9 merupakan tampilan dari mini game pemilihan baju. Gambar-gambar tersebut menunjukkan kombinasi antara karakter, latar belakang, dialog cerita, serta elemen gameplay tambahan yang telah dipadukan. Setelah prototype game sudah hampir keseluruhan, berikutnya dilakukan tahapan pengujian validasi oleh ahli materi dan ahli media. Pengujian menggunakan LORI, 2009 dengan 9 aspek yang terbagi menjadi 5 aspek media dan 4 aspek materi. Berikut merupakan data yang diperoleh dari validasi ahli media: Tabel 2. Validasi Ahli Media Aspek Desain Presentasi Kemudahan untuk Digunakan Aksessibilitas Reusability Standar Kualitas Total Perolehan Skor Ahli I Ahli II 83,33% 81,42% Dari tabel hasil uji kelayakan media diatas diperoleh hasil rata-rata untuk kedua validator ahli media sebesar 81,42% yang dapat dikategorikan AuSangat BaikAy. Dilakukan juga validasi ahli terhadap aspek materi. Tabel 3. Validasi Ahli Materi Aspek Skor Ideal Hasil Skor Kualitas isi Pembelajaran Umpan balik dan adaptasi Motivasi Total Dari tabel hasil uji kelayakan materi diatas maka hasil yang diperoleh adalah 80% yang dapat dikategorikan AuBaikAy. Peneliti melakukan pengujian alpha game dengan menerapkan blackbox testing untuk memastikan fungsi yang ada pada tampilan game berjalan dengan tepat dan sesuai. Berikut hasil balckbox testing game secara umum: Tabel 4. Blackbox Testing Skenario Pengujian Hasil yang diharapkan Pemain menekan tombol mulai game Memulai permainan menampilkan pada menu utama cerita awal Pemain menekan tombol muat game Menampilkan slot save data game pada menu utama Pemain menekan tombol setting pada Menampilkan pengaturan layar dan menu utama volume sound Pemain menekan tombol tentang game Menampilkan informasi dan credits pada menu utama Pemain menekan tombol map untuk Menampilkan tampilan map perusahan pemilihan rute cerita Pemain menekan tampilan perusahaan Menampilkan rute cerita sesuai di tampilan map perusahaan yang dipilih Menampilkan informasi nama, latar Pemain menekan tombol stats pada belakang pendidikan, minat dan bakat tampilan antarmuka game dari data pemain http://e-jurnal. id/simkom Hasil Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Januari 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Pemain menekan gambar lemari pada tampilan kamar Pemain memulai wawancara kerja Pemain memilih pilihan menu jawaban Pemain memilih pilihan waktu bekerja enam . bulan atau satu. atau dua . tahun Pemain memilih pilihan melanjutkan cerita ke perusahaan selanjutnya atau mengulang cerita Pemain memasuk nama, latar belakang pendidikan, dan minat dan bakat pada Muncul mini game pemilihan pakaian Muncul pertanyaan dan pilihan jawaban yang dapat dipilih Muncul text hover ketika kursor diarahkan dan respon dari interviewer Menampilkan cerita berdasarkan waktu yang dipilih Menampilkan cerita dan tampilan sesuai pilihan yang dipilih Muncul tampilan data pemain pada Setelah game melalui proses pengembangan, pengujian blackbox testing dan divalidasi oleh ahli yang menangani media dan meteri kemudian game melalui tahapan implementasi . Uji coba . eta testin. dilakukan kepada responden kelompok masyarakat umum yang memiliki dan belum memiliki pengalaman kerja. Sampel minimum yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang menggunakan game testing questionnaire. Pengujian dilakukan kepada responden yang memiliki pekerjaan atau memiliki keinginan untuk mengenal wawancara kerja. Berikut merupakan data yang diperoleh dari pengisian kuesioner. Tabel 5. Hasil Respon Pemain pada Pengujian Game testing questionnaire Aspek General Questions about Awakened Interest (Pertanyaan Umum tentang Minat yang Terbangkitka. SUS Questionnaire (Tingkat Kegunaan Siste. Game Experience (Pengalaman bermai. Net Promoter Score, (Tingkat Kepuasa. Questions after all Gaming Experience (Pertanyaan setelah semua Pengalaman Bermai. Rata-rata nilai Skor Ideal Skor Diperoleh (%) 80,90 81,21 81,51 86,66 80,66 82,19 Dari tabel 5 diatas diketahui bahwa pada keseluruhan aspek bab yang diuji diperoleh presentase sebesar 82,19% yang termasuk kategori AuSangat baikAy. Tabel 6. Aspek Pertanyaan Umum Tentang Minat yang Terbangun Pertanyaan Gamifikasi pada Interview Kerja menarik minat saya Saya berpikir bahwa game dapat menjadi media yang berguna untuk mendapatkan pengetahuan lebih tentang Interview Kerja Tersedianya game tentang Interview Kerja dapat menarik lebih banyak pelamar kerja untuk bekerja Saya akan berpartisipasi dalam pengalaman gamifikasi untuk tujuan Interview Kerja jika tersedia http://e-jurnal. id/simkom Skor Diperoleh Indeks Persentase 78,78 83,63 79,39 81,81 Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Januari 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Tabel 7. Aspek System Usability Scale Pertanyaan Saya merasa saya akan sering menggunakan game ini Saya merasa visual novel game ini mudah digunakan Saya menemukan berbagai fungsi / tahapan dalam game ini terintegrasi dengan baik Saya merasa bahwa kebanyakan orang akan belajar memainkan game ini dengan cepat Skor Diperoleh Indeks Persentase 76,36 83,03 81,21 84,24 Skor Diperoleh Indeks Persentase 87,27 83,03 83,03 83,63 80,60 81,21 80,00 75,15 80,60 76,36 83,03 84,24 Skor Diperoleh Indeks Persentase 81,81 80,00 75,75 Tabel 8. Aspek Game Experience Pertanyaan Saya merasa desain game ini menarik Saya merasa aturan dan tujuan game ini jelas serta mudah dipahami Saya merasa game ini menarik perhatian saya dengan Saya merasa perangkat atau materi yang disediakan . eperti komputer, headset VR, atau pandua. sudah Saya merasa evolusi permainan . onten, fase, alur cerit. sudah konsisten Saya merasa alur cerita game dapat dengan mudah Saya merasa tingkat kompleksitas game sudah memadai Saya merasa terlibat dalam pengalaman bermain game Saya pikir game memberikan kejutan yang menyenangkan . isalnya cerita tersembunyi, point, ending tak terdugaA) Saya merasa durasi bermain game ini cukup Menurut saya game ini unik dan original Saya menyukai game visual novel "The Hiring Journey" Tabel 9. Aspek After Game Experience Pertanyaan Saya suka belajar tentang Interview kerja melalui pengalaman gamifikasi Saya merasa pengalaman bermain game ini secara keseluruhan memenuhi harapan saya Secara umum, saya puas dengan pengalaman bermain game secara keseluruhan. Ketersediaan jenis game seperti ini tentang interview Kerja dapat membantu pengenalan dunia kerja. Saya pikir ketersediaan game semacam ini menjadi alat yang berguna untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang Interview kerja 81,21 84,84 Berdasarkan rincian yang telah dipaparkan diatas, kuisioner pemain dengan instrumen game testing questionnaire yang difokuskan untuk mengetahui bagaimana game experience pemain, telah menunjukkan hasil yang positif dan sangat baik. Persebaran nilai yang diperoleh berdasarkan aspek http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Januari 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. atau bab yang diujikan dapat dilihat pada Tabel 4. Didapatkan bahwa dalam aspek pertanyaan umum tentang minat yang terbangun memperoleh nilai sebesar 80,90% dan dapat dikategorikan sangat baik, hampir sebagian pengguna memiliki minat yang muncul terhadap gamifikasi interview kerja. Untuk System Usability Scale, diperoleh analisis pengukuran sangat baik dengan nilai 81,21% sehingga visual novel dapat berguna sebagai media pengenalan interview kerja. Game experience mendapatkan nilai rata-rata 81,51% sehingga termasuk sangat baik. Pemain merasa setuju mengenai aspek-aspek tambahan yang relevan dari game, seperti daya tarik, alur cerita, dan kemampuan Tingkat Net promotor score sebesar 86,66% menunjukkan hasil yang baik, sebagian besar pengguna memiliki niat untuk merekomendasikan game visual novel kepada orang lain. Aspek pertanyaan after game experience mendapatkan hasil dengan kategori sangat baik untuk tingkat kepuasan pengguna dan mempunyai minat dan potensi gamifikasi pada interview kerja setelah bermain dengan nilai sebesar 80,66%. Berdasarkan kelima aspek pengujian game testing questionnaire diperoleh pada pengujian visual novel game sebagai media pengenalan interview kerja sebesar sebesar 82,19% yang artinya bahwa pemain memiliki minat yang baik untuk melihat bagaimana interview kerja diterapkan dalam game. Pemain juga merasa pengalaman bermain yang dihadirkan dalam game sudah sangat baik, dan pemain memberikan tanggapan yang sangat baik secara keseluruhan. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Rancang Bangun Visual Novel Game sebagai Media Pengenalan Interview Kerja dilakukan melalui lima tahapan model ADDIE, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, yang disesuaikan dengan Game Development Life Cycle. Pengembangan game menggunakan RenAoPy sebagai platform utama. Uji coba internal yang dilakukan oleh peneliti menggunakan black box testing untuk memastikan fungsi game berjalan. Didapatkan fungsi dan UI game berjalan dengan lancar dan baik. Penilaian kelayakan game dilakukan oleh ahli materi dan media, dengan hasil 80% menunjukan kategori baik pada aspek materi dan 81. 42% sangat baik pada aspek media. Pengujian pengalaman pengguna melalui Game Testing Questionnaire menghasilkan skor tanggapan sebesar 82,19% dari 33 responden, menunjukkan bahwa Visual Novel Game ini dinilai sangat baik dalam mengenalkan wawancara kerja. Saran Rekomendasi untuk pengembangan lanjutan meliputi penambahan variasi aset agar pengalaman bermain lebih menarik, serta penyusunan materi wawancara yang lebih relevan dengan posisi tertentu untuk meningkatkan kejelasan dan realisme. Selain itu, pertanyaan wawancara perlu diperbanyak dan ditampilkan secara acak untuk meningkatkan minat pemain mengulang permainan, dengan cerita yang lebih panjang dan wawancara yang bertahap guna menciptakan pengalaman yang lebih mendalam Pada penelitian ini tidak sampai meneliti efektivitas game terhadap interview kerja yang bertahap. Maka, diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat mengetahui efektivitas pengenalan interview kerja pada wawancara yang dilakukan bertahap hingga penentuan posisi. Daftar Pustaka