Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN. : 2962-1143. P-ISSN. : 2962-0864. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jpbb. Tersedia: https://journal. id/index. php/jpbb Pemanfaatan Media Pembelajaran Kreatif sebagai Wujud Profesionalisme Guru Kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya Kezia1*. Hermika Purmelia2. Tiara Bunga3. Anggie4. Angela Perina Juniar5. Miska Apriyana6 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Palangka Raya. Indonesia *Penulis Korespondensi: kezia8478@gmail. Abstract. The use of creative learning media is a form of effort that teachers can make to create an interesting, interactive and enjoyable learning process for students. The use of creative learning media is also a form of teacher professionalism in managing learning in accordance with technological developments and student needs. This study was conducted to determine how teachers utilize creative learning media and how the use of these media reflects the professionalism of class I-B teachers at SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. The method in this study used a descriptive qualitative method. Data collection techniques used included interviews, observation and documentation. Data analysis techniques in the study used the interactive model of Miles and Huberman which includes data collection, data reduction, data presentation, as well as drawing conclusions and verification. The results of the study in class I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya, showed that class I-B teachers were able to utilize various creative learning media, such as syllable wheels. Smartboards/Smart TVs, picture media, and marbles and straws in mathematics learning. The use of creative learning media can increase student interest in learning, activeness, motivation, focus, and learning outcomes. The use of creative learning media also reflects teacher professionalism in creating engaging, innovative, and student-centered learning. Research shows that the use of creative learning media has a positive impact on supporting learning success and reflects teacher professionalism. Keyword: Creative Learning Media. Elementary Schools. Learning Motivation. Students. Teacher Professionalism. Abstrak. Pemanfaatan media pembelajaran kreatif merupakan bentuk upaya yang dapat dilakukan guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang menarik, interaktif dan menyenangkan bagi peserta didik. Penggunaan media pembelajaran kreatif juga menjadi salah satu bentuk profesionalisme guru dalam mengelola pembelajaran sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru memanfaatkan media pembelajaran kreatif serta bagaimana pemanfaatan media tersebut mencerminkan profesionalisme guru kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian di kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya, menunjukkan bahwa guru kelas I-B mampu memanfaatkan berbagai media pembelajaran kreatif, seperti media roda suku kata. Smartboard/Smart TV, media gambar, serta media kelereng dan sedotan pada pembelajaran matematika. Pemanfaatan media pembelajaran kreatif dapat meningkatkan minat belajar, keaktifan, motivasi, fokus, dan hasil belajar peserta didik. Pemanfaatan media pembelajaran kreatif ini juga mencerminkan profesionalisme guru dalam menciptakan pembelajaran yang menarik, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran kreatif memberikan dampak positif dalam mendukung keberhasilan pembelajaran serta mencerminkan profesionalisme guru. Kata Kunci : Media Pembelajaran Kreatif. Motivasi Belajar. Peserta Didik. Profesionalisme Guru. Sekolah Dasar. LATAR BELAKANG Pendidikan menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya Dalam proses pendidikan, guru memiliki peran yang sangat penting yaitu sebagai pendidik, pembimbing dan fasilitator (Maria, 2. Guru yang profesional tidak hanya harus dapat memahami materi pelajaran, tetapi mereja juga harus dapat membuat kelas menjadi aktif. Naskah Masuk: 02 Mei 2026. Revisi: 27 Mei 2026. Diterima: 15 Juni 2026. Terbit: 19 Juni 2026 Pemanfaatan Media Pembelajaran Kreatif sebagai Wujud Profesionalisme Guru Kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya menarik dan menyenangkan. Upaya yang dapat dilakukan yaitu memanfaatakan media pembelajaran kreatif untuk membuat pelajaran menjadi menarik. Media pembelajaran kreatif adalah alat atau sarana yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran dengan tujuan agar pembelajaran menjadi menarik, kreatif, efektif, dan menyenangkan bagi peserta didik serta mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran (Adila Ramadani dkk. , 2. Pemanfaatan media pembelajaran kreatif memiliki potensi untuk meningkatkan minat, perhatian, dan motivasi peserta didik untuk belajar, serta meningkatkan hasil belajar mereka. Media yang menarik, praktis dan sesuai dengan perkembangan peserta didik dapat membuat pembelajaran menjadi lebih efesien dan efektif (Pooja Firstisya, 2. Oleh katena itu, guru harus mampu memilih dan memanfaatkan media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Salah satu indikator profesionalisme guru adalah kemampuan untuk memanfaatkan media pembelajaran kreatif. Guru yang profesional harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan dalam kurikulum pendidikan, guru juga harus mampu berinovasi dalam proses pembelajaran agar peserta didik tidak jenuh selama proses pembelajaran berlangsung (Septi Lutfitawati dkk. , 2. Pemanfaatan media pembelajaran yang kreatif dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih efektif, yang memungkinkan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan baik dan maksimal. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya, ditemukan bahwa guru telah memanfaatkan berbagai media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan media pembelajaran tersebut dapat membantu peserta didik menjadi lebih aktif dan bersemangat pada saat mengikuti kegiatan belajar di kelas. Selain itu, guru juga berupaya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan melalui pemanfaatan media yang menarik dan sesuai dengan materi pembelajaran. Namun, dalam pelaksanaannya pemanfaatan media pembelajaran kreatif masih memiliki beberapa tantangan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, waktu persiapan media, serta kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang lebih lanjut mengenai bagaimana pemanfaatan media pembelajaran kreatif sebagai wujud profesionalisme guru pada proses pembelajaran di sekolah dasar. Berdasarkan kondisi di lapangan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPemanfaatan Media Pembelajaran Kreatif sebagai Wujud Profesionalisme Guru Kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Ay Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN . : 2962-1143. P-ISSN . : 2962-0864. Hal. KAJIAN TEORI Media berasal dari Bahasa latin yaitu AumediusAy yang artinya AutengahAy yang merupakn bentuk jamak dari kata medium. Secara harfiah medium berarti perantara ataupun pengantar. Artinya, media adalah perantara pesan dari pengirim kepada penerima dalam bentuk cetak, dengan tujuan agar penerima memiliki motivasi belajar untuk mendapatkan hasil belajar yang baik dan maksimal (Mudlofir & Rusydiyah, 2019: . Sedangkan menurut Arsyad . , ia menyatakan bahwa media adalah semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju. Media pembelajaran merupakan alat yang dapat membantu proses belajar dan berfungsi unutk menyampaikan informasi dengan cara yang mudah dipahami sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan lebih baik (Kustandi & Darmawan, 2020. Zahzia dkk. , 2. Sedangkan menurut (Ani Daniyati et a. , 2. , media pembelajaran adalah alat yang digunakan oleh guru dan peserta didik selama proses pembelajaran, yang memicu interaksi sosial dan menimbulkan rasa ingin tahu peserta didik. Kemudian Hamalik . alam Wahyuningtyas, 2020:. , menyatakan bahwa menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat menumbuhkan keinginan dan minat baru bagi peserta didik serta dapat meningkatkan motivasi peserta didik selama kegiatan pembelajaran. Selanjutnya Ramli . , menyatakan bahwa media pembelajaran dapat dikategorikan menjadi lima kategori yaitu. Pertama adalah media yang tidak mempunyai proyeksi dua dimensi, seperti gambar, bagan, grafik, poster, dan peta dasar. Kedua adalah media yang tidak melibatkan proyeksi tiga dimensi, seperti benda nyata, model, dan boneka. Ketiga, ada media audio seperti radio dan tape recorder. Keempat adalah media yang melibatkan proyeksi, seperti film, slide, film strip, dan overhead proyektor. Kelima, ada Televisi (TV) dan Perekam Video (VTR). Televisi digunakan untuk menampilkan gambar dan suara dari jarak jauh, kemudian VCR digunkan untuk merekam, menyimpan, dan memutar gambar serta suara dari objek secara bersamaan. Guru adalah pendidik yang memiliki peran penting untuk menyampaikan ilmu dan materi pembelajaran kepada peserta didik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. AuGuru adalah orang yang mempunyai pekerjaan . ata pencahariannya, profesiny. adalah mengajarAy (Indrawan,I. Di era digital sekarang perkembangan teknologi sangat pesat, guru dituntut untuk lebih terampil dan kreatif dalam memanfaatkan teknologi, sebagai upaya untuk meningkatkan Pemanfaatan Media Pembelajaran Kreatif sebagai Wujud Profesionalisme Guru Kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya kompetensi guru (Wati & Nurhasannah, 2. Sedangkan menurut Karwati & Priansa . , guru berperan sebagai fasilitator utama di sekolah, tujuannya adalah untuk menggali, mengembangakan, dan mengoptimalkan potensi mereka menjadi anggota masnyarakat yang Kemudian menurut Hamid . , guru adalah tokoh yang melekat pada diri sesorang yang dimuliakan banyak orang. Kata AuprofesiAy berasal dari bahasa latin Professio, yang berarti: pertama, pekerjaan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu. kedua, janji atau ikrar . Kedua arti itu secara bersama-sama memperlihatkan makna terdalam dari istilah AuprofesiAy. Secara umum profesi diartikan sebagai kegiatan berdasarkan keahlian yang dilaksanakan untuk mendapatkan nafkah. Menurut Bayuaji . , profesionalisme didefinisikan sebagai sikap kerja profesional yang mencakup perilaku karyawan yang mengacu pada kecakapan, keahlian dan disiplin dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi yang mendasari tindakan atau aktivitas seseorang, dimana merupakan sikap dalam menekuni pekerjaan sesuai dengan bidang keahlian dengan mematuhi kode etik profesi yang berlaku. Sedangkan menurut (Fitria & Slamet, 2. , profesionalisme menjadi kebutuhan yangpenting disebabkan oleh semakin ketatnya persaingan di era globalisasi sekarang ini, sehingga peningkatan profesionalisme guru menjadi sebuah Kemudian menurut Setiono . , profesionalisme adalah suatu julukan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajar pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugas dan kewajibannya. Profesionalisme guru menurut MuAyarifin. Nurhasan, & Suroto . profesinalime guru adalah kapasitas dan kaliber pendidikan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Sedangkan menurut Ananda dkk. , seorang guru yang professional harus memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan membangun hubungan yang positif dengan berbagai pihak agar dapat membangun ekosistem Pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik. Profesionalisme guru memiliki beberapa aspek yaitu sebagai berikut, pengetahuan, keterampilan, sikap, dan komitmen terhadap profesinya. Salah satu upaya penting untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah dengan penggunaan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif serta sesuai dengan perkembangan teknologi, seperti media berbasis audio-visual, digital, dan game. Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN . : 2962-1143. P-ISSN . : 2962-0864. Hal. METODE Metode yang digunakan pada penelitian yaitu metode kualitatif deskriptif. Metode kualitatif deskriptif digunakan karena penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan secara mendalam mengenai Pemanfaatan Media Pembelajaran Kreatif Sebagai Wujud Profesionalisme Guru Di Kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai bagaimana guru memanfaatkan media pembelajaran kreatif dalam proses pembelajaran serta bagaimana pemanfaatan media pembelajaran tersebut mencerminkan profesionalisme guru. Melalui penelitian ini peneliti dapat menggambarkan kondisi yang terjadi di lapangan secara sistematis dan objektif berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi selama kegiatan penelitian berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya selama satu bulan. Subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas I-B. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis data menurut Milesand and Huberman yaitu analisis data model interaktif, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berikut ini gambar alur analisis data pada penelitian ini: Pengumpulan Data Penarikan kesimpulan dan Reduksi Data Penyajian Data Gambar 1. Alur Analisis Data. HASIL PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan media pembelajaran kreatif sebagai wujud profesionalisme guru. Subjek yang menjadi penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas I-B. Peserta didik kelas I-B berjumlah 30 orang, terdiri dari 15 orang lakiAelaki dan 15 orang perempuan. Pemanfaatan Media Pembelajaran Kreatif sebagai Wujud Profesionalisme Guru Kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya Data pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan guru dan peserta didik, kemudian observasi bagaimana cara guru memanfaatkan media pembelajaran kreatif, serta dokumentasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya, hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan media pembelajaran kreatif dengan baik. Media yang digunakan oleh guru pada saat peneliti melakukan penelitian adalah media roda suku kata, dengan materi suku kata pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada saat proses pembelajaran guru juga melibatkan peserta didik dalam memanfaatkan media pembelajaran tersebut, guru juga mengadakan ice breaking agar proses pembelajaran tetap kondusif dan berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan peserta didik, media pembelajaran yang sudah pernah digunakan oleh guru di kelas I-B adalah media Smartboard/Smart TV, media gambar serta media kelereng dan sedotan pada mata pelajaran matematika. Media pembelajaran yang digunakan ini efektif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan, dimana peserta didik terlihat lebih berani bertanya dan menjawab pertanyaan, serta terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran kreatif dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar serta hasil belajar peserta Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran kreatif tidak hanya membantu menyampaikan materi, tetapi juga mencerminkan profesionalisme guru dalam mengajar, dimana guru tidak hanya menyampaikan materi secara lisan, tetapi guru juga memanfaatkan media pembelajaran kreatif seperti media roda suku kata dan beberapa media lainnya yang sesuai dengan materi pembelajaran dan kebutuhan serta karakteristik peserta didik. Temuan ini sejalan dengan pendapat Hamalik . alam Wahyuningtyas, 2020:. , menyatakan bahwa menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat menumbuhkan keinginan dan minat baru bagi peserta didik serta dapat meningkatkan motivasi peserta didik selama kegiatan pembelajaran. Pemanfaatan media pembelajaran yang tepat juga menjadi salah satu bentuk kompetensi profesional guru, dengan adanya media pembelajaran kreatif ini peserta didik menjadi lebih mudah memahami materi, karena pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga disertai dengan media pembelajaran yang lebih nyata dan menarik. Oleh karena itu pemanfaatan media pembelajaran pada kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya sangat penting untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN . : 2962-1143. P-ISSN . : 2962-0864. Hal. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya, dapat disimpulkan bahwa guru kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya mampu memanfaatkan berbagai media pembelajaran kreatif dengan baik. Pada proses pembelajaran guru juga melibatkan peserta didik dalam penggunaan media pembelajaran dan guru juga menciptakan pembelajaran yang inovatif. Melalui penggunaan media pembelajaran kreatif menunjukkan adanya peningkatan minat belajar, keaktifan, semangat, fokus serta hasil belajar peserta didik. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru kelas I-B sudah mencerminkan profesionalisme guru melalui penggunaan dan pemanfaatan media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemanfaatan media pembelajaran kreatif sebagai salah satu wujud profesionalisme guru sekolah dasar. UCAPAN TERIMA KASIH Dengan selesai penelitian ini, peneliti mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan mendukung proses penelitian yang dilakukan di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Peneliti mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Simpun. Pd dan Ibu Melinda Prawati. Pd selaku dosen pembimbing yang memberikan dukungan dan arahan kepada peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Selanjutnya, peneliti mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya yaitu Ibu Sri Muliati. Ag. Pd. dan wali kelas I-B yaitu Ibu Yeri Altin. Pd. , yang telah mengizinkan dan membantu dalam penelitian ini. Ucapan terima kasih juga ditunjukkan kepada seluruh peserta didik kelas I-B SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya yang telah berpartisipasi dalam proses pengumpulan data. DAFTAR PUSTAKA