AuPAK DEDEAy (PROGRAM AKTUALISASI KADER DETEKSI DINI DEPRESI) LANSIA DENGAN PENYAKIT TBC Laura Khattrine Noviyanti1. Kristianto Dwi Nugroho2. Sima Asmara Dewa3 Correspondensi e-mail: laura_noviyanti@stikestelogorejo. 1Program Studi S-1 Keperawatan. STIKES Telogorejo Semarang 2Program Studi S-1 Keperawatan. STIKES Telogorejo Semarang 3Program Studi S-1 Fisioterapi. STIKES Telogorejo Semarang ABSTRACT Chronic disease is a disease that causes the most deaths in the world. One of these diseases is Tuberculosis (TB). Data from the Working Area of the Karaangayu Community Health Center shows that TB cases from the four sub-districts obtained the results that the Karangayu Sub-District had the highest cases of TB. Older people with tuberculosis and comorbid diseases are more likely to experience depression than those with tuberculosis without comorbidities, depression caused by long-term Main problem Cadres of the Elderly Posyandu in Karangayu Village do not have knowledge about early detection of depression in the elderly with tuberculosis in an effort to prevent depression and improve or maintain the quality of life of the elderly. This PKM method uses the stages of planning, training, and monitoring evaluation. The results of this PKM include Servants forming mental health cadres, especially the elderly. followed by providing training to designated cadres with early detection of depression using the SDS Questionnaire. The next meeting was to do physical exercises with tera gymnastics. Management that can be given to the elderly who experience stress, anxiety and depression is exercise. When monitoring the evaluation was carried out, the servant saw that the results of knowledge from cadres related to knowledge about depression increased by an average percentage from 68% to 96%. The implementation of this training made all Karangayu Village Cadres have increased knowledge about the importance of early detection of depression and physical exercise to prevent depression. ABSTRAK Penyakit kronik merupakan penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia. Salah satu penyakit tersebut adalah Tuberculosis (TBC). Data Wilayah Kerja Puskesmas Karaangayu menujukkan bahwa kasus TBC dari empat kelurahan memperoleh hasil Kelurahan Karangayu menduduki kasus tertinggi TBC. Lansia dengan kasus TBC merupakan populasi yang memerlukan perhatian untuk mencegah dampak yang ditimbulkan, baik dari segi fisik dan psikologis. lansia dengan tuberculosis dan penyakit komorbid lebih banyak mengalami depresi dibandingkan dengan penderita TBC tanpa komorbid, depresi yang disebabkan oleh pengobatan jangka panjang yang dijalani. Pokok permasalahan Kader Posyandu Lansia Kelurahan Karangayu belum memiliki pengetahuan tentang deteksi dini depresi pada lansia dengan TBC dalam upaya mencegah depresi serta meningkatkan atau mempertahankan kualitas hidup lansia. Metode PKM ini menggunakan tahapan perencanaan, pelatihan, dan evaluasi monitoring. ARTICLE INFO Submitted: 29 Januari 2023 Revised: 14 Februari 2023 Accepted: 02 Maret 2023 Keywords: Tuberculosis. Elderly . Early detection of depression DOI: 10. 55080/jim. Kata kunci: Tubercolosis. Lansia. Deteksi dini Hasil dari PKM ini diantaranya Pengabdi membentuk kader kesehatan Volume 2 Nomor 1 Pg. jiwa khususnya lansia. dilanjutkan dengan memberikan pelatihan pada kader yang telah ditunjuk dengan deteksi dini depresi dengan memakai Kuesioner SDS (Zung Self Rating Depression Scal. Dipertemuan berikutnya adalah melakukan latihan fisik dengan senam tera. Penatalaksanaan yang dapat diberikan pada lansia yang mengalami stress, ansietas dan depresi adalah dengan olahraga. Ketika dilakukan monitoring evaluasi. Pengabdi melihat hasil pengetahuan dari kader terkait pengetahuan tentang depresi meningkat dengan rerata prosentase dari 68% menjadi 96%. Pelaksanaan pelatihan ini membuat semua Kader Kelurahan Karangayu memiliki peningkatan pengetahuan tentang pentingnya deteksi dini depresi dan latihan fisik senam tera dengan cegah PENDAHULUAN Penyakit kronik merupakan penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia. Di tahun 2020 terdapat 73% kematian yang terjadi di dunia dan 60% di antaranya meninggal dunia karena penyakit kronik (WHO, 2. Jenis penyakit kronik yang sering menyebabkan kematian adalah penyakit jantung, kanker, penyakit kronik obstruktif paru dan penyakit menahun seperti stroke, dan HIV/AIDS (James D. Ralston and Edward H. Wagner, 2. Salah satu penyakit tersebut adalah Tuberculosis (TBC). Penyakit TBC yaitu penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru . Indonesia menduduki peringkat ke 3 setelah India dan Cina dengan jumlah penderita TBC terbanyak (Kementrian Kesehatan RI. TBC merupakan penyakit tertinggi ke 2 di Indonesia. Populasi penderita TBC tahun 2018 mencapai 000 dengan kepadatan 157 jiwa per 100. 000 penduduk, angka ini meningkat 2-5% dari tahun sebelumnya. Jawa tengah menempati 10 besar provinsi dengan kejadian TBC tertiggi. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Riskesdas di kota Semarang tahun 2020 jumlah penderita baru sebanyak 23. 919 penderita, usia 55-60 tahun sebanyak 15,9%, usia diatas 60 tahun sebanyak 11,2% dari total penderita di Jawa Tengah, 86,6% dari keseluruhan penderita TBC melakukan pengobatan rutin di pusat pelayanan kesehatan (Kementrian Kesehatan RI, 2. Data Wilayah Kerja Puskesmas Karaangayu menujukkan bahwa kasus TBC dari empat kelurahan memperoleh hasil Kelurahan Karangayu menduduki kasus tertinggi TBC sebesar 56 % dan peringkat terendah dari Kelurahan Cabean sebesar 6% (Wulandari & Pratama, 2. Proses penuaan yang terjadi pada lansia disertai dengan adanya penurunan fungsi organ yang menyebabkan individu rentan terhadap infeksi(United Nations Department of Economic and Social Affairs Population Division, 2. Lansia dengan kasus TBC merupakan populasi yang memerlukan perhatian untuk mencegah dampak yang ditimbulkan, baik dari segi fisik dan psikologis (Negin. Abimbola and Marais, 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Natania, et al yang dikutip oleh Ige, et,al menyebutkan bahwa depresi pada usia senja sangat memungkinkan untuk mengalami depresi pada pasien dengan pengobatan tuberculosis, yang juga disertai dengan penyakit komorbid lain serta pada individu dengan penyakit berdurasi lama (Ige and Lasebikan, 2. Lansia dengan TBC rentan terkena masalah psikososial, perubahan tatanan sosial didalam masyarakat sebagai dampak moderanisasi menyebabkan perubahan dalam nilai keluarga seperti perpindahan kelompok usia produktif dari daerah asal ke kota lain untuk bekerja sehingga meninggalkan orang tua sendiri yang menyebabkan rasa sepi atau perasaan ditinggalkan yang dapat memicu depresi (Isdijoso et al. , 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Nahda menyebutkan bahwa lansia dengan tuberculosis dan penyakit komorbid lebih banyak mengalami depresi dibandingkan dengan penderita TBC tanpa komorbid, depresi yang disebabkan oleh pengobatan jangka panjang yang dijalani, serta dapat diperberat dengan kurangnya pengetahuan untuk mempertahan kan kualitas kesehatan saat ini (Nahda et al. , 2. Gejala depresi pada lanjut usia adalah respon emosional negatif terhadap rangsangan lingkungan eksternal dan internal, disertai dengan sinyal penurunan energi mental, semangat rendah, kesedihan, dan kesengsaraan, yang mengganggu kehidupan sehari-hari mereka. Suasana hati depresi adalah respons emosional yang normal ketika orang menghadapi kesulitan, tetapi gejala depresi berkembang menjadi depresi ketika dipertahankan pada tingkat tinggi dalam jangka waktu yang lama. Dalam kasus yang parah, melukai diri sendiri dan bunuh diri dapat terjadi karena depresi (McGirr et al. , 2. Gejala depresi merupakan faktor risiko Volume 2 Nomor 1 Pg. potensial untuk depresi pada orang dewasa yang lebih tua, menyebabkan penyakit parah lainnya dan bahkan bunuh diri Saat ini, baik farmakologis dan non farmakologis perawatan yang tersedia untuk mengobati depresi, sejumlah besar penelitian telah menunjukkan bahwa pengobatan farmakologis memiliki banyak efek samping seperti penambahan berat badan, risiko penyakit jantung, dll (Liu et al. , 2. Kerangka Kerangka pemecahan masalah diatas dapat digambarkan sebagai berikut, yaitu koordinasi dengan Kepala Kelurahan Karang Ayu untuk perekrutan ibu yang akan dimasukkan dalam AuKelompok Kader Kesehatan Jiwa Ay, memberikan pelatihan pada kader yang ditunjuk untuk bergabung dalam AuKelompok Kader Kesehatan JiwaAy untuk Deteksi dini Depresi pada Lansia pada penyakit kronis khususnya TBC, merumuskan program kerja dan tindak lanjut bersama AuKelompok Kader Kesehatan JiwaAy, bersama AuKelompok Kader Kesehatan JiwaAy melakukan penyuluhan kepada warga khususnya Lansia dan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan program. METODE Metode dalam pengabdian masyarakat tersebut adalah sebagai berikut: Tahap pertama : sosialisasi kegiatan Pengabdian masyarakat Kegiatan ini dilakukan pada hari senin tanggal 19 September 2022, bertempat di Kelurahan Karangayu dengan dihadiri oleh 30 kader. Kepala kelurahan dan perwakilan puskesmas. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan pengabdian masyarakat berlangsung yang nantinya program kegiatan pengabdian masayarakat akan dibagi menjadi tiga pelaksanaan yaitu pelatihan kader . eteksi dini dan pencegahan depresi lansi. Pelatihan Keterampilan bagi kader . ktivitas latihan fisik cegah depres. dan Monitoring evaluasi dan terminasi kegiatan (Pembahasan dan rencan tindak lanju. Tahap kedua : Pelatihan Kader Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu tanggal 21 September 2022, bertempat di Stikes Telogorejo Semarang Dalam kegiatan tersebut, kader dan perwakilan puskesmas diajarkan tentang pengertian depresi, tanda dan gejala, komplikasi depresi, deteksi dini dan pencegahan depresi lansia dengan manfaat latihan fisik senam tera. Dalam kegiatan tersebut dilakukan Pre test tentang pengetahuan depresi Tahap ketiga: Pelatihan Keterampilan kader Kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis tanggal 20 Oktober 2022, bertempat di Stikes Telogorejo Semarang di lantai tiga gedung lama. Dalam kegiatan tersebut, kader dan perwakilan puskesmas diajarkan tentang membaca deteksi dini depresi dengan menggunakan kuesioner SDS (Zung Self Rating Scal. serta diajarkan latihan fisik AuSenam TeraAy yang mana fungsi latihan fisik tersebut untuk mencegah stres dan depresi pada lansia. Tahap keempat: Monitoring evaluasi dan terminasi kegiatan Kegiatan ini dilakukan pada hari Jumat tanggal 13 Januari 2023, bertempat di Kelurahan Karangayu Semarang. Dalam kegiatan tersebut, kader dan perwakilan puskesmas dilakukan post test pengukuran pengetahuan tentang depresi serta memonitoring khususnya Penanggung Jawab Lansia mendeteksi dini lansia serta mengajarkan latihan fisik Senam Tera ke 10 lansia. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan Tahap pertama : sosialisasi kegiatan Pengabdian masyarakat Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan pengabdian masyarakat berlangsung yang nantinya program kegiatan pengabdian masayarakat akan dibagi menjadi tiga pelaksanaan yaitu pelatihan kader . eteksi dini dan pencegahan depresi lansi. Pelatihan Keterampilan bagi kader . ktivitas latihan fisik cegah depres. dan Monitoring evaluasi dan terminasi kegiatan (Pembahasan dan rencan tindak lanju. Dalam tahap satu tersebut kegiatan dilakukan dengan pembentukan kelompok kader se-jiwa dan penyampaian program kegiatan yang akan berlangsung selama 3 tahap tersebut. Berikut foto dokumentasi pada kegiatan tahap sosialisasi kegiatan pengabdian masyarakat : Volume 2 Nomor 1 Pg. Gambar 1. Sosialisasi Pengabdi terkait kegiatan PAK DEDE Gambar 2. Dokumentasi seluruh peserta ( Pihak Lurah. Puskesmas. Para Kader ) Tahap kedua : Pelatihan Kader Dalam kegiatan tersebut, kader dan perwakilan puskesmas diajarkan tentang pengertian depresi, tanda dan gejala, komplikasi depresi, deteksi dini dan pencegahan depresi lansia dengan manfaat latihan fisik senam Dalam kegiatan tersebut dilakukan Pre test tentang pengetahuan depresi. Pre test tentang pengetahuan depresi dengan jenis multiple choice yang terdiri dari 5 pertanyaan antara lain dari pengertian, penyebab, tanda dan gejala, komplikasi dan pencegahan depresi untuk mengukur seberapa jauh pengetahuan kader tentang Berikut foto dokumentasi pada kegiatan tahap pelatihan kader dalam kegiatan pengabdian masyarakat: Gambar 3. Pembukaan kegiatan Pelatihan Kader Volume 2 Nomor 1 Pg. Gambar 4. Dokumentasi seluruh peserta ( Pihak Lurah. Puskesmas. Para Kader ) Tahap ketiga : Pelatihan Keterampilan Kader Dalam kegiatan tersebut, kader dan perwakilan puskesmas diajarkan tentang membaca deteksi dini depresi dengan menggunakan kuesioner SDS (Zung Self Rating Scal. yang telah teruji validitas dan reliabilitas dengan 20 pernyataan serta diajarkan latihan fisik AuSenam TeraAy yang mana fungsi latihan fisik tersebut untuk mencegah stres dan depresi pada lansia. Senam tera memiliki tiga tiga tahap tindakan yaitu gerak peregangan, gerak persendian dan pernapasan. Berikut foto dokumentasi pada kegiatan tahap pelatihan keterampilan kader dalam kegiatan pengabdian masyarakat : Gambar 5. Pelatihan Keterampilan latihan Fisik Senam tera Fasilitator Mahasiswa Fisioterapi . Pengabdi serta peserta kader Gambar 6. Dokumentasi seluruh peserta ( Pihak Lurah. Puskesmas. Para Kader ) Volume 2 Nomor 1 Pg. Tahap Keempat : Monitoring Evaluasi dam terminasi kegiatan Dalam kegiatan tersebut, kader dan perwakilan puskesmas dilakukan post test pengukuran pengetahuan tentang depresi serta memonitoring khususnya Penanggung Jawab Lansia (Bu Puji dan Bu Wiwi. mendeteksi dini lansia dengan menggunakan kuesioner SDS (Zung Self Rating Depression Scal. yang telah teruji validitas dan reliabilitas dengan 20 pernyataan serta mengajarkan latihan fisik AuSenam TeraAy ke 10 lansia. Berikut foto dokumentasi pada kegiatan tahap pelatihan keterampilan kader dalam kegiatan pengabdian Gambar 7. Kader lansia melakukan latihan fisik ke peserta lansia Gambar 6. 10 Kader lansia melakukan pelatihan ke peserta lansia Hasil kegiatan dalam Pengabdian masyarakat PAK DEDE (Program Aktualisasi Kader Deteksi Dini Depres. Lansia dengan Penyakit TBC di Kelurahan Karangayu Semarang yaitu meliputi Karakteristik Kader dan hasil Pre post pengetahuan Depresi sebagai berikut: Karakteristik Kader Karakteristik kader berdasarkan usia, status pendidikan dan pekerjaan seperti pada table tersebut: Tabel 1. Karakteristik kader di Kelurahan Karang Ayu . Volume 2 Nomor 1 Variabel Usia 18-24 tahun 25-40 tahun 41-56 tahun Status pendidikan SMP SMA Jumlah Presentase (%) Pg. Pekerjaan Tidak Bekerja Bekerja 93,10 6,90 Berdasarkan uraian karakteristik ibu kader didapatkan hasil bahwa usia ibu terbanyak adalah usia 25-40 tahun . %), dengan tingkat pendidikan adalah SMA. %) dan tidak Bekerja sebanyak . ,10%). Hasil Pre dan Post Pengetahuan Depresi Tabel 2. Hasil Pre dan Post Pengetahuan Depresi . Soal Kognitif Pengetahuan Depresi Penyebab Depresi Tanda dan Gejala Depresi Efek Terburuk Depresi Pencegahan Depresi Pre test Dalam Persentase (%) Post test Dalam Persentase (%) Pembahasan Lansia dengan TBC rentan terkena masalah psikososial, perubahan tatanan sosial didalam masyarakat sebagai dampak moderanisasi menyebabkan perubahan dalam nilai keluarga seperti perpindahan kelompok usia produktif dari daerah asal ke kota lain untuk bekerja sehingga meninggalkan orang tua sendiri yang menyebabkan rasa sepi atau perasaan ditinggalkan yang dapat memicu depresi (Isdijoso et al. , 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Nahda menyebutkan bahwa lansia dengan tuberculosis dan penyakit komorbid lebih banyak mengalami depresi dibandingkan dengan penderita TBC tanpa komorbid, depresi yang disebabkan oleh pengobatan jangka panjang yang dijalani, serta dapat diperberat dengan kurangnya pengetahuan untuk mempertahan dan kualitas kesehatan saat ini (Nahda et al. , 2. Pelayanan kesehatan Jiwa dalam keperawatan mulai diarahkan pada pelayanan kesehatan di masyarakat . yang lebih berorientasi pada upaya promotif dan preventif. Pada setting komunitas, perawat Community Mental Health Nursing (CMHN) bertanggung jawab memberikan asuhan keperawatan jiwa komunitas pada kelompok keluarga yang sehat jiwa dan yang berisiko akibat penyakit kronis (Keliat. Akemat& Nurhaeni, 2. Pemecahan masalah dalam pengabdian masayarakat di kelurahan karangayu diantaranya adalah pengabdi berkoordinasi dengan kepala Kelurahan membentuk kelompok kader kesehatan jiwa khusus lansia yang dimana kader sebagai warga masayarakat setempat yang dipilih dan ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela. Kader berperan dalam melaksanakan dan mengelola kegiatan yang berada dalam kelurahan Karangayu. (Kementrian RI, 2. Peran Kader merupakan peran yang dinamis, sesuai pelaksanaan kewajibannya di masyarakat (Khuluqo and Nuryati, 2. Setelah pengabdi membentuk kader kesehatan jiwa khususnya lansia, dilanjutkan dengan memberikan pelatihan pada kader yang telah ditunjuk dengan deteksi dini depresi dengan memakai Kuesioner SDS (Zung Self Rating Depression Scal. yang teruji validitas dan reliabilitas (William, 2. Sebagian besar gejala depresi pada lansia ditandai dengan penurunan kemampuan berfikir serta sulit menangkap objek yang dilihat. Lansia sebagian besar menutupi rasa sedihnya dengan menunjukkan kegiatan yang lebih aktif, gejala depresi yang muncul sering ditutupi sehingga mengakibatkan meningkatnya prevalensi depresi pada lansia (Lidyana. Shelly and Fitria, 2. Kader Kesehatan Jiwa dilatih dalam meningkatkan kemampuan kader agar dapat mengelola dan menjalankan peyanan kesehatan khususnya dalam menyampaikan informasi dan pendidikan kesehatan kepada masyarajat secra langsung kepada masyarakat sekitar (Indrawati. Sulistiowati and Nurhesti, 2. Dipertemuan berikutnya adalah melakukan latihan fisik dengan senam tera. Penatalaksanaan yang dapat diberikan pada lansia yang mengalami stress, ansietas dan depresi adalah dengan olahraga. Jenis olah raga yang dianjurkan untuk lansia adalah olahraga aerobik dinamis untuk mempertahankan stamina dan Volume 2 Nomor 1 Pg. Intensitas olahraga yang direkomendasikan untuk lansia adalah intensitas rendah pada 60-75% dari denyut jantung maksimal. Salah satu olahraga aerobik dengan intensitas rendah adalah senam tera (Pradana. Senam tera merupakan olahraga pernapasan yang dipadu dengan gerak dan diadopsi dari senam Tai Chi. kata Tera sendiri dari kata terapi yang berarti olah raga yang berfungsi sebagai terapi. Senam Tera memiliki unsur gerakan senam tera terdiri dari 17 gerakan peregangan, 25 gerakan persendian, 20 gerakan pernapasan (Candra, 2. Semua senam dan aktifitas olahraga ringan tersebut sangat bermanfaat untuk menghambat proses degeneratif/penuaan. Senam ini sangat dianjurkan untuk mereka yang memasuki usia pralansia . dan usia lansia . thn ke ata. Orang melakukan senam secara teratur akan mendapatkan kesegaran jasmani yang baik yang terdiri dari unsur kekuatan otot, kelentukan persendian, kelincahan gerak, keluwesan, cardiovascular fitness dan neuromuscular fitness . Orang melakukan senam, peredarah darah akan lancar dan meningkatkan jumlah volume darah. 20% darah terdapat di otak, sehingga akan terjadi proses indorfin hingga terbentuk hormon norepinefrin yang dapat menimbulkan rasa gembira, rasa sakit hilang, adiksi . ecanduan gera. dan menghilangkan depresi. Mengikuti senam tera efek minimalnya adalah lansia merasa berbahagia, senantiasa bergembira, bisa tidur lebih nyenyak, pikiran tetap segar (Rahayuningtyas, 2. Kegiatan terakhir pengadi melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan program. Aspek yang dievaluasi antara lain adalah sebagai berikut, yang pertama adalah dengan reaksi. Evaluasi reaksi adalah evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan. Pada dasarnya evaluasi ini mengukur tingkat kepuasan peserta pelatihan terhadap penyelenggaraan program pelatihan. Evaluasi reaksi meliputi kepuasan peserta tehadap materi pelatihan, kemampuan instruktur, fasilitas penyelenggaraan, jadwal pelaksanaan, manfaat pelatihan bagi peserta dan aspek lainnya. Disamping itu, evaluasi reaksi juga dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan program pelatihan (Falletta, 1. Oleh karena itu pengabdi melakukan pesan dan kesan untuk perwakilan kader dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Yang kedua yaitu evaluasi pembelajaran. Evaluasi pembelajaran dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta dapat menyerap materi pelatihan. Indikator yang digunakan adalah perubahan sikap, peningkatan pengetahuan, dan atau keterampilan yang terjadi setelah pegawai mengikuti program pelatihan (Falletta, 1. Pengabdi melihat hasil pengetahuan dari kader terkait pengetahuan tentang depresi meningkat dengan rerata prosentase dari 68% menjadi 96%. Terakhir valuasi perilaku dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana perubahan perilaku . ara kerj. terjadi sebagai dampak dari keberhasilan program pelatihan (Falletta, 1. Evaluasi perilaku dilihat dari pada penangguang jawab Lansia mampu menjelaskan kuesioner Depresi dan mempraktikan senam tera ke para lansia yang hadir sebanyak 10 orang. Berdasarkan uraian tersebut menunjukkan tujuan utama dalam membentuk kader kesehatan jiwa dalam deteksi dini depresi dan melatih latihan fisik senam tera dapat terbentuk. Diharapkan dengan adanya Pendidikan Kesehatan yang baik menuju kader, pengetahuan masyarakat meningkat. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul AuPAK DEDEAy (Program Aktualisasi Kader Deteksi Dini Depres. Lansia dengan Penyakit TBC dengan pendekatan paliatif di Kelurahan Karangayu Semarang dilakukan dari bulan September 2022 sampai dengan Januari 2023. Pengabdian kepada masyarakat dibagi menjadi 4 tahap kegiatan. Pertemuan pertama berisi mengenai pengkajian masyarakat, permasalahan di masyarakat dan integrasi antara permasalahan di masyarkat dengan sosialisasi program yang akan dilakukan. Pertemuan kedua berisikan kegiatan Pendidikan Kesehatan deteksi dini depresi pada penyakit kronis. Kader diundang menuju STIKES Telogorejo dan pengabdi memberikan materi yang berkaitan dengan tema tersebut. Pertemuan berikutnya diagendakan dengan kegiatan praktik secara langsung oleh kader, yang didampingi oleh pengabdi. Pengabdi juga membagian kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang depresi. Dari evaluasi tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari sebelum Pendidikan dengan setelah tindakan. Pertemuan terakhir adalah evaluasi dan pendampingan yang dilakukan oleh pengabdi. Pengabdi melakukan Pendidikan Kesehatan kepada masyarakat dan dievaluasi oleh pengabdi. Volume 2 Nomor 1 Pg. Keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Dari evaluasi proses dan evaluasi hasil juga Nampak peningkatan pengetahuan kader mengenai bantuan hidup dasar dan pertolongan pertama. Seluruh tujuan pengabdian untuk menciptakan Kader Kesehatan Jiwa juga berjalan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA