Jurnal Peduli Masyarakat Volume 6 Nomor 3. September 2024 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM EDUKASI PEMAHAMAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK USIA SEKOLAH Velga Yazia. Sri Suciana. Yulia Fitri. Ulfa Suryani*. Althorik Maeza Program Studi S1 Keperawatan. STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang. Surau Gadang. Nanggalo. Padang. Sumatera Barat 25173. Indonesia *ulfasuryani1803@gmail. ABSTRAK Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (Kemen pA) mencatat, laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat dalam waktu kurun 3 tahun terakhir yang tercatat oleh sistem simfoni tahun 2021 Menteri pA Bintang Puspayoga menyebutkan, dari jumlah tersebut, bentuk kekerasan yang paling banyak dialami oleh anak-anak adalah kekerasan seksual yaitu sebanyak 7. 004 kasus (IDAI, 2. Menurut data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan. Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Padang pada tahun 2017 ada 57 laporan kasus kekerasan terhadap anak yang telah tercatat dalam laporan. Laporan terbanyak yang masuk yaitu dari Kecamatan Koto Tangah yaitu sebanyak 13 kasus. Di kelurahan Pasia Nan Tigo saat ini memiliki berbagai laporan pengaduan kekerasan seksual pada anak sebagian besar terjadi di lingkup rumah. Kegiatan pengabmas ini dilakukan dengan memberikan edukasi secara tatap muka menggunakan power point untuk pemaparan materi, dan dilanjutkan dengan penayangan Vidio 4 dimensi terkait kekerasan seksual. Edukasi di berikan selama 2 sesi. Sesi pertama yaitu penyampaian materi edukasi tentang AuBentengi Diri Kita Dari Kekerasan SeksualAy. Sesi kedua yaitu penayangan berupa video 4 dimensi terkait membentengi diri anak dari kekerasan seksual. Dalam kegiatan ini juga dilakukan sesi tanya jawab. Sebelum dan sesudah edukasi dilakukan pembagian kuesioner untuk menilai pengetahuan siswa tentang kekerasan seksual. Hasil dari kegiatan didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang pemahaman kekerasan seksual setelah diberikan edukasi melalui penyampaian materi dan penayangan video. Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam pengabmas ini sebanyak 30 siswa kelas IV SD. Kegiatan pengabmas tentang AuEdukasi Pemahaman Kekerasan Seksual Pada Anak Usia SekolahAy dapat meningkatkan pengetahuan siswa di SDN 31 Pasir Nan Tigo. Hal ini berdasarkan hasil pre test dan post test yang telah dilakukan tanggal 1 Desember 2022. Untuk itu pemerintah dan lembaga swasta perlu meningkatkan kegiatan edukasi tentang pemahaman kekerasan seksual pada siswa. Untuk orangtua agar bisa memberikan informasi kepada anak cara melindungi diri dari kekerasan seksual serta menjalin hubungan dekat dan bersifat terbuka. Kata kunci: edukasi. kekerasan seksual. usia sekolah EDUCATION ON UNDERSTANDING SEXUAL VIOLENCE IN SCHOOL-AGE CHILDREN ABSTRACT The Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (Kemen pA) noted that reports of violence against women and children have increased in the last 3 years recorded by the symphony system in 2021 pA Minister Bintang Puspayoga said, of these, the most common form of violence experienced by children was sexual violence, namely 7,004 cases (IDAI, 2. According to data from the Office of Women's Empowerment. Child Protection. Population Control and Family Planning in the City of Padang Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group in 2017 there were 57 reports of cases of violence against children that had been recorded in the report. The most reports that came in were from Koto Tangah District, namely 13 cases. Currently, in the Pasia Nan Tigo sub-district, there are various reports of complaints of sexual violence against children, most of which occur at home. This community service activity was carried out by providing face-to-face education using power points for presentation of material, and continued with the viewing of 4-dimensional videos related to sexual violence. Education is given for 2 sessions. The first session was the delivery of educational material about "Fortify Ourselves From Sexual Violence". The second session is the presentation of a 4-dimensional video related to fortifying children from sexual violence. The activity also included a question and answer session. Before and after education, questionnaires were distributed to assess students' knowledge of sexual violence. The results of the activity showed that there was an increase in students' knowledge about understanding sexual violence after being given education through the delivery of material and viewing videos. The number of participants who participated in this community service were 30 students, grade IV SD. The community service activity on "Educating the Understanding of Sexual Violence in School-Age Children" can increase students' knowledge at SDN 31 Pasir Nan Tigo. This is based on the results of the pre-test and post-test that were carried out on December 1, 2022. For this reason, the government and private institutions need to increase educational activities about understanding sexual violence in students. For parents to be able to provide information to children on how to protect themselves from sexual violence and establish close and open relationships. Keywords: adolescent. sexual violence PENDAHULUAN Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (Kemen pA) mencatat, laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat dalam waktu kurun 3 tahun terakhir yang tercatat oleh sistem simfoni tahun 2021 Menteri pA Bintang Puspayoga menyebutkan, dari jumlah tersebut, bentuk kekerasan yang paling banyak dialami oleh anak-anak adalah kekerasan seksual yaitu sebanyak 7. 004 kasus (IDAI, 2. Menurut data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan. Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Padang pada tahun 2017 ada 57 laporan kasus kekerasan terhadap anak yang telah tercatat dalam laporan. Kekerasan tersebut rata-rata dilakukan oleh orang tua dan orang dewasa yang dekat dengan korban. Laporan terbanyak yang masuk yaitu dari Kecamatan Koto Tangah yaitu sebanyak 13 kasus. Bidang perlindungan anak DP3AP2KB mengatakan diperkirakan kasus kekerasan pada tahun 2018 akan meningkat (DP3AP2KB Kota Padang, 2. Berdasarkan wawancara terhadap 8 orang siswa SDN 31 Pasir Kandang dengan menggunakan kuesioner tentang kekerasan seksual didapatkan siswa masih memiliki pengetahuan yang rendah terkait kekerasan seksual. Siswa mengatakan mereka belum ada yang memberitahukan apa saja yang boleh di sentuh dan apa saja yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Siswa juga mengatakan apa yang dilakukan jika ada yang memegang area sensitif anak. Kepala sekolah SD N 31 Pasir Kandang mengatakan pihak sekolah belum pernah diberikan edukasi terkait pencegahan kekerasan seksual pada anak. Untuk mengatasi masalah pada siswa sekolah dasar ini maka perlu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan anak usia sekolah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan edukasi Kesehatan terhadap anak usia sekolah secara terpadu baik secara promotif dan preventif. Berdasarkan hal tersebut, tim dosen dan mahasiswa STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kekerasan seksual pada anak usia sekolah di SDN 31 Pasir Kandang. Kota Padang. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group METODE Kegiatan Pengabdian masyarakat ini memberikan edukasi tentang Pemahaman Kekerasan Seksual Pada Anak Usia Sekolah dilakukan melalui beberapa tahap berikut: Persiapan Tim mengurus ijin pelaksanaan ke LP2M STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang. Membantu dalam menyebarkan undangan sosialisasi Membantu persiapan tempat dan sarana sosialisasi Hadir pada saat sosialisasi kegiatan Membuat komitmen bersama untuk bekerja sama dalam upaya peningkatan edukasi siswa Membuat spanduk, alat dan bahan pengabdian. Alat edukasi utama yang digunakan adalah laptop dan LCD, sedangkan bahan yang dipersiapkan adalah terkait dengan materi edukasi yang akan dibawakan oleh pemateri melalui software powerpoint. Penyusunan materi edukasi dilakukan bersama-sama dengan tim dan didiskusikan terkait penggunaan kalimat-kalimat yang sesuai, mudah dipahami, dan menarik. Pelaksanaan Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SDN 31 Pasir Kandang pada tanggal 1 Desember 2022 dengan sasaran adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 31 Pasir Kandang yang rentan menjadi korban kekerasan seksual dengan tahap sebagai berikut: Membantu persiapan tempat dan sarana tempat edukasi Hadir pada saat edukasi Berperan aktif pada saat edukasi Jumlah peserta yang hadir pada saat edukasi adalah 30 siswa kelas IV. Metode yang dilakukan adalah memberikan edukasi secara tatap muka menggunakan power point untuk pemaparan materi, dan dilanjutkan dengan penayangan Vidio 4 dimensi terkait kekerasan Edukasi di berikan selama 2 sesi. Sesi pertama yaitu penyampaian materi edukasi tentang AuBentengi Diri Kita Dari Kekerasan SeksualAy. Sesi kedua yaitu penayangan berupa video 4 dimensi terkait membentengi diri anak dari kekerasan seksual. Dalam kegiatan ini juga dilakukan sesi tanya awab. Sebelum dan sesudah edukasi dilakukan pembagian kuesioner untuk menilai pengetahuan siswa tentang kekerasan seksual. Evaluasi Sebelum dan sesudah edukasi dilakukan pembagian kuesioner untuk menilai pengetahuan siswa tentang kekerasan seksual. Hasil dari kegiatan didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang pemahaman kekerasan seksual setelah diberikan edukasi melalui penyampaian materi dan penayangan video HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi mengenai pemahaman kekerasan seksual pada anak usia sekolah di SDN 31 Pasia Kandang. Kelurahan Pasie Nan Tigo. Lubuk Buaya Padang pada hari Kamis, 1 Desember 2022. Jumlah peserta yang hadir pada saat edukasi adalah 30 siswa kelas IV. Metode yang dilakukan adalah memberikan edukasi secara tatap muka menggunakan power point untuk pemaparan materi, dan dilanjutkan dengan penayangan Vidio 4 dimensi terkait kekerasan seksual. Edukasi di berikan selama 2 sesi. Sesi pertama yaitu penyampaian materi edukasi tentang AuBentengi Diri Kita Dari Kekerasan SeksualAy. Sesi kedua yaitu penayangan berupa video 4 dimensi terkait membentengi diri anak dari kekerasan seksual. Dalam kegiatan ini juga dilakukan sesi tanya awab. Sebelum dan sesudah edukasi dilakukan pembagian kuesioner untuk menilai pengetahuan siswa tentang kekerasan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Hasil dari kegiatan didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang pemahaman kekerasan seksual setelah diberikan edukasi melalui penyampaian materi dan penayangan video. Siswa Sekolah sangat rentan menjadi korban kekerasan seksual. Untuk itu diharapkan agar siswa dapat meningkatkan pengetahuannya agar terhindar menjadi korban. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi pemahaman kekerasan seksual. Hasil dari dilakukannya pengabdian masyarakat tentang edukasi kekerasan seksual pada anak usia sekolah adalah terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 93%. Disamping itu, saat pemateri memberikan pertanyaan secara langsung banyak siswa yang antusias menjawab pertanyaanpertanyaan yang dari pemateri. Dapat terlihat pada tabel dibawah : Tabel 1. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Peserta tentang Kekerasan Seksual . Pengetahuan Tinggi Rendah Pretest Postest Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa sebelum diberikan edukasi, lebih dari separoh . %) siswa memiliki pengetahuan rendah tentang kekerasan seksual. Setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan siswa sebesar 93% sudah memiliki pengetahuan yang tinggi tentang kekerasan seksual. Tingkat kejahatan seksual makin marak di Indonesia, anak-anak menjadi salah satu objek dari kejahatan predator disekeliling mereka. Kekerasan anak secara seksual dapat berupa perlakuan prakontra seksual antara anak dengan orang yang lebih besar . elalui kata, sentuhan, gambar visual, exhibitionism. , maupun perlakuan kontak seksual secara langsung antara anak dengan orang dewasa seperti perkosaan, eksploitasi seksual. Pelaku tindak pencabulan anak dibawah umur umumnya akan dijerat Pasal 8i dan 82 UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan hukuman antara 3 sampai 10 tahun penjara. Sementara dalam KUHP, tindak pemerkosaan diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara (Ayu, 2. Pendidikan seksual merupakan kunci dari upaya pencegahan kekerasans eksual pada anak, yang bertujuan untuk meningkatkan Kesehatan seksual pada masa dewasa. Ini harus membantu anakanak dalam mengembangkan pandangan positif dari seksualitas, menyediakan mereka dengan informasi yang mereka butuhkan untuk menjaga Kesehatan seksual mereka, dan membantu mereka memperoleh keterampilan untuk membuat keputusan sekarang dan dimasa depan (Forces , 1. Lingkungan sangat berperan penting dalam upaya perlindungan hak-hak anak utamanya dalam upaya preventif kekerasan seksual pada anak. Tindakan pencegahan primer meliputi kegiatan yang membantu menghindari masalah Kesehatan (Miller T. , 2. Program pencegahan pelecehan seksual anak berbasis sekolah yang terkait dengan insiden mengurangi pelecehan seksual anak (Gibson, 2. Pada usia sekolah dasar, yaitu usia 7 Ae 12 tahun berdasarkan konsep perkembangan kognitif Piaget, anak masuk kedalam tahap operasionalkonkret. Pada usia 7 tahun, anak berubah dari berfikir egosentrik menjadi lebih berfikir secara Pada fase ini anak berubah dari tahap sensorimotor menuju tahap operasional. Anak belajar untuk lebih mengandalkan proses berpikir daripada aktifitas fisik . hif from actionto though. (Davies, 2. Anak usia sekolah dasar lebih mudah untuk diberi edukasi secara langsung dengan bahasa dan pemahaman yang lebih baik dibandingkan fase usia sebelumnya. Meski disisi lain, anak usia sekolah dasar memasuki fase Latent dimana pada fase ini baik anak laki-laki maupun perempuan mengalami perkembangan psikoseksual yang terhenti (Semium, 2. Hal ini dikarenakan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group adanya supresi terhadap insting seksual. Keadaan laten yang diteruskan ini diperkuat dengan perasaan malu, bersalah dan moralitas pada diri anak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas anak usia sekolah dasar memiliki pemahaman tentang Pendidikan seksual dalam kategori sedang. Anak-anak yang memahami upaya-upaya pencegahan kekerasan seksual baik melalui proses edukasi seksual akan lebih mampu melindungi dirina dari resiko kekerasan seksual (Chen & D. G, 2. Pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan seseorang individu atau kelompok. Dengan meningkatkan pengetahuan siswa maka juga dapat meningkatkan perilaku atau sikap siswa dalam mengatasi ancaman kekerasan seksual sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan derajat Kesehatan siswa yang berada pada tahap usia sekolah di SDN 31 Pasir Kandang. Berdasarkan hasil jawaban peserta setelah dilakukan edukasi diketahui bahwa setelah diberikan edukasi, lebih dari separoh . %) siswa memiliki pengetahuan tentang pengertian kekerasan seksual, hal yang harus dilakukan jika ada yang mengajak ketempat sepi, dan hal yang harus dilakukan jika orang lain memegang dada dan perut terjadi peningkatan signifikan dari pengetahuan siswa. Saat ditemui hal yang tidak wajar atau mencurigakan anak diajarkan untuk menyampaikan temuannya kepada orang yang sangat ia percaya. Apabila terjadi kejahatan seksual Orang tua juga sebaiknya segera membawa anak untuk berkonsultasi dengan tenaga ahli . sikolog, konselor, psikiate. yang biasa menangani anak-anak korban pelecehan seksual, untuk mendiskusikan mengenai kondisi anak pasca peristiwa pelecehan seksual terjadi. Sehingga, anak akan mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat untuk memulihkan kondisi psikologis anak akibat trauma yang ditimbulkan. Dokumentasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dapat dilihat pada gambar berikut : Gambar 1. Peserta Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pada gambar diatas terlihat semangat dari para siswa dalam mengikuti edukasi kekerasan seksual pada anak sekolah dasar. Anak berhak untuk hidup dan berkembang sebagai manusia, tidak membeda-bedakan anak hanya karena perbedaan agama, suku, ras, jenis kelamin dan budaya, dihargai dan didengarkan ketika mengemukakan pendapat, mempertimbangkan yang terbaik menyangkut kepentingan hidup anak, terpenting adalah anak bebas dari perlakukan tindak Dalam hal ini, peran dari orangtua atau pengasuh lainnya menjadi penting bagi perkembangan anak (Gustina & Anandita, 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Gambar 2. Proses Pre Test Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat pada tanggal 1 Desember 2022, langkah awal dilakukan pre-test sebelum kegiatan edukasi berlangsung (Gambar . Diperoleh nilai dari 30 peserta, nilai pre-test sebanyak 67% peserta yang belum memahami tentang kekerasan seksual, dan 33% peserta yang memahami kekerasan seksual pada anak. Gambar 3. Penyampaian Materi Tentang Kekerasan Seksual Gambar 4. Kegiatan Post Test Setelah dilakukan edukasi melalui penyampaian materi dan disertai penayangan video tentang AuBentengi Diri Kita dari Kekerasan SeksualAy dilakukan post-test (Gambar . Diperoleh nilai dari Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group 30 peserta, nilai post-test sebanyak 93% peserta memahami kekerasan seksual pada anak sedangkan sisanya 7% tidak memahami kekerasan seksual pada anak. Kegiatan yang telah dilakukan oleh tim Pengabdian Masyarakat STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang menghasilkan bahwa adanya peningkatan pemahaman tentang kekerasan seksual pada siswa SDN 31 Pasir Kandang. Edukasi pada siswa tentang kekerasan seksual pada anak usia sekolah dapat mencegah terjadinya korban kekerasan seksual. Dengan melakukan upaya promotive dan preventif dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan anak sehingga anak terhindar dari segala resiko masalah. Perilaku anak dalam mengenali dan mencegah terjadinya kekerasan serta pelecehan seksual sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap anak, sehingga perlu diadakan edukasi dan promosi Kesehatan. Orangtua adalah figur yang paling berpengaruh terhadap keoptimalan perkembangan seksual (Kurniasari, 2. Namun fenomena yang berkembang saat ini adalah ketabuan orangtua untuk memberikan pendidikan seks kepada anak secara dini. Sebagain besar orang tua masih merasa risih untuk menjelaskan permasalahan seksual bagi putra putrinya (Maria. Peran Orangtua dalam Mencegah Terjadinya Kekerasan Seksual Pada Anak, 2. Sedangkan pendidikan seks yang ditanamkan sejak dini akan mempermudah anak dalam mengembangkan harga diri, kepercayaan diri, kepribadian yang sehat, dan penerimaan diri yang positif. Beberapa penelitian menyatakan bahwa kekerasan seksual dapat dicegah dengan memberikan edukasi tentang kekerasan seksual sedini mungkin. Hal ini dikarenakan pada masa usia dini ini adalah masa dimana anak memiliki kemampuan penyerapan informasi yang luar biasa, serta rasa ingin tahu yang sangat tinggi tentang berbagai hal, termasuk berbagai hal yang berkaitan dengan peran jenis kelamin, reproduksi, dan seksualitas. Sehingga anak membutuhkan penanganan dan respon yang tepat dari lingkungan terdekatnya, agar pemahaman tentang seksualitas tidak berkembang menjadi pemahaman yang keliru dan membuat perilaku anak menjadi bermasalah yang akan menimbulkan kejahatan seksual, salah satunya kekerasan seksual (Noviana, 2. SIMPULAN Kegiatan pengabdian ini dalam bentuk edukasi kepada siswa mengenai pemahaman kekerasan seksual usia sekolah di SDN 31 Pasir Kandang yang berjumlah 30 orang yang bersemangat dalam mengikuti edukasi ini. Setelah mendapatkan edukasi, pemahaman siswa terhadap kekerasan seksual mengalami peningkatan. UCAPAN TERIMAKASIH