Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 HUBUNGAN TINGKAT RISIKO DENGAN HEALTH BELIEFS TENTANG PERILAKU PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA MAHASISWA STIKES PANTI RAPIH YOGYAKARTA Beatrix Vionita Jekau1. Paulus Subiyanto2. Fittriya Kristanti3 STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condongcatur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: beatrixjekau7@gmail. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condongcatur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: paulus_subiyanto@stikespantirapih. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condongcatur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: fittriyakristanti@stikespantirapih. ABSTRAK Latar belakang : Diabetes mellitus tipe 2 (DMT. merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya semakin meningkat dan ditandai oleh penurunan fungsi insulin dan atau defisiensi insulin relatif. Di indonesia prevalensi DMT2 semakin meningkat dan menempati peringkat keempat jumlah penderita diabetes terbanyak di seluruh dunia sebanyak 20,4 juta atau 8,4 %. Penyakit ini dapat terjadi pada usia produktif < 35 tahun. Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta termasuk dalam populasi yang rentan mengalami risiko dengan jumlah prevalensi sebesar 34,92%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat resiko dan health beliefs tentang perilaku pencegahan DMT2 pada mahasiswa STIKes Panti Rapih Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis survey dengan desain cross Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa STIKes Panti sejumlah 573 orang. Dengan menggunakan teknik random sampling didapatkan sampel sebanyak 260 orang. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terdapat sebanyak 142 mahasiswa 54,65 %) memiliki tingkat resiko rendah mengalami DMT2 dan sebanyak 179 mahasiswa . ,8 %) memiliki health beliefs tinggi. Hasil uji statistik hubungan antara tingkat risiko dan health belief tentang perilaku pencegahan DM tipe 2 pada mahasiswa stikes panti rapih yogyakarta didapatkan p-value sebesar 0,0095. Simpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat risiko DMT2 dan health belief karena berdasarkan tingkat pendidikan, usia, serta riwayat penyakit mayoritas memiliki tingkat resiko rendah mengalami DM Tipe 2. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan tingkat risiko dengan perilaku pencegahan DMT2 pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih. Kata kunci: Tingkat resiko. Health Beliefs, mahasiswa. DM Tipe 2 ABSTRACT Beatrix Vionita Jekau. Paulus Subiyanto. Fittriya Kristanti Hubungan Tingkat Risiko Dengan Health Beliefs Tentang Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a global health problem whose prevalence is and is characterized by decreased insulin function and/or relative insulin deficiency. In Indonesia, the prevalence of T2DM is increasing and is ranked fourth in the number of diabetes sufferers worldwide 4 million or 8. This disease can occur at productive ages < 35 years. STIKes Panti Rapih Yogyakarta students are included in the population that is vulnerable to risk with a prevalence Objective: This study aims to determine the relationship between risk level and health beliefs regarding T2DM prevention behavior among STIKes Panti Rapih Method: This research is a quantitative survey type research with a cross sectional design. The population in this study was 573 STIKes Panti students. By using random sampling techniques, a sample of 260 people was obtained. Results: Based on the research results, there were 142 students, 54. 65%) who had a low risk of experiencing T2DM and 179 students . 8%) had high health beliefs. The results of the statistical test of the relationship between risk level and health beliefs regarding behavior to prevent type 2 DM among students at the Yogyakarta neat and tidy institutions showed a p-value of 0. Conclusion: There is no relationship between the risk level of T2DM and health beliefs because based on education level, age, and disease history, the majority have a low risk of experiencing Type 2 DM. So further research is needed on the relationship between risk level and T2DM prevention behavior among STIKes Panti Rapih students. Keywords: Risk level. Health Beliefs in students. Type 2 DM PENDAHULUAN Diabetes (DMT. dewasa menderita diabetes dan IDF juga kesehatan global yang semakin meningkat semakin meningkat. Prevalensi diabetes dapat bervariasi antar negara dan wilayah, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pola atau defisiensi makan, gaya hidup, dan predisposisi genetik. (Agustina Penyakit ini ditandai oleh Negara-negara dengan urbanisasi tinggi dan menyebabkan berbagai komplikasi serius perubahan gaya hidup yang cepat cenderung seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan memiliki tingkat prevalensi yang lebih tinggi. gangguan penglihatan tekanan darah tinggi. Indonesia menempati peringkat ketujuh stroke, psikologis dan bisa sampai gangrene. jumlah penderita diabetes terbanyak di Indonesia. DMT2 seluruh dunia pada tahun 2015 yaitu sebesar 8,4 menyatakan bahwa terdapat 537 juta orang 98% dari seluruh kasus diabetes adalah penderita International Diabetes Federation . orang (Kementerian Kesehatan RI. Hampir diantaranya adalah mahasiswa. DMT2. Hal menunjukkan bahwa masyarakat lebih Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 rentan untuk terkena penyakit ini (Tina et al. Prevalensi DMT2 Faktor berikutnya adalah keadaan klinis menjadi berat badan kurang . Prevalensi diabetes pada usia 15-54 tahun yaitu < 18,5 , berat badan normal yaitu 18,5 6,9% seperti indeks massa tubuh diklasifikasikan (Riskesdas, 2. dan prevalensi pada usia 55 tahun ke atas . yaitu 23 sampai 24,9 , obesitas sekitar 22,8%. I yaitu 25 sampai 29,9 dan obesitas II yaitu > Selain itu IMT dapat dilihat dari lingkar Berdasarkan penelitian yang dilakukan Sakit perut dikatakan mengalami obesitas sentral Muhammadiyah Palembang didapatkan data atau penimbunan lemak tubuh apabila hasil bahwa karakteristik subjek yang mengalami pengukuran lingkar perut pada wanita Ou 80 DMT2 cm dan pada laki-laki Ou 90 cm maka hal ini Novitasari . Rumah dapat dikatakan bahwa seseorang memiliki resiko DM Tipe 2 (Kaparang et al. , 2. 51,3%. Mayoritas responden berada pada usia lansia . ,7%), berjenis kelamin . ,7%). Masa remaja merupakan suatu tahap kehidupan yang bersifat peralihan dan tidak pengobatan obat hipoglikemi oral . %). konsisten dalam pendirian, norma dan jati Berdasarkan penelitian Nina et al. UNICEF tahun 2011 menyebutkan definisi remaja adalah yang berusia 10-19 mempengaruhi DMT2 yaitu antara lain Berdasarkan definisi remaja tersebut Faktor sosio demografi seperti usia terlihat bahwa semakin bertambahnya usia maka cenderung memiliki kebiasan kurang baik tingkat resiko DM Tipe 2 semakin tinggi, terlebih khusus dalam melakukan pola sehingga kategori usia yang berisiko yaitu < hidup sehat yang kurang teratur sehingga 35 tahun resiko rendah, 36-45 berisiko kebiasaan tersebut dapat memicu berbagai sedang dan > 45 tahun berisiko tinggi resiko penyakit terlebih khusus resiko DM (Cleland et al. ,2. Selain itu faktor yang Tipe 2. mempengaruhi DM Tipe 2 juga antara lain Data jenis kelamin, pekerjaan, tingkat Pendidikan remaja gemar mengkonsumsi fast food dan status perkawinan. Perilaku atau gaya maupun junk food. Remaja pada umumnya lebih cenderung mengkonsumsi makanan kebiasaan makan, merokok, dan aktivitas cepat saji yang seperti makanan di kantin sekolah dan pedagang kaki lima. Makanan Beatrix Vionita Jekau. Paulus Subiyanto. Fittriya Kristanti Hubungan Tingkat Risiko Dengan Health Beliefs Tentang Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta yang tersedia di pedagang kaki lima dan atau . ,8%) dan yang berisiko tinggi sebanyak 10 orang atau . 85%) . Selain itu, mengandung lemak yang tinggi terdapat data mahasiswa yang memiliki rendah akan serat, vitamin dan mineral riwayat keluarga DM Tipe 2 dengan risiko sehingga hal tersebut dapat meningkatkan tinggi sebanyak 34 orang atau sama dengan resiko DM Tipe 2 (Agung Hansen, 2. 7% dan yang berisiko rendah sebanyak Hasil Riskesdas 35 orang atau sama dengan 61. Dari prevalensi sebanyak hasil studi pendahuluan ini, didapatkan . 2 % remaja di Yogyakarta yang berusia Ou 15 tahun telah di diagnosis oleh dokter mengalami faktor resiko DM Tipe 2 yang mengurangi tingkat resiko cukup meningkat dibandingkan dengan pada mahasiswa di STIKES Panti Rapih hasil data dari Riskesdas tahun 2013 Yogyakarta. sebanyak 1,5 %. Hal ini menunjukan bahwa Melalui Tipe terdapat peningkatan faktor resiko pada mendalam tentang hubungan antara tingkat kalangan remaja, sehingga hal ini perlu risiko dan perilaku pencegahan DM Tipe 2, menjadi perhatian khusus bagi remaja agar dapat dikembangkan strategi yang lebih lebih meningkatkan kesadaran diri tentang perilaku pencegahan DM Tipe 2. penyakit ini di kalangan mahasiswa. Oleh Berdasarkan hasil studi pendahuluan karena itu, penelitian ini bertujuan untuk pada tanggal 22 Maret 2024 di Kampus mengidentifikasi hubungan antara tingkat STIKES Panti Rapih Yogyakarta dengan risiko DM Tipe 2 dan Health Beliefs menggunakan metode studi dokumentasi Tentang Perilaku Pencegahan DM Tipe 2 yang dilakukan dari data pada Mahasiswa STIKES Panti Rapih Panti Rapih Yogyakarta. Dengan demikian penelitian sebanyak 113 orang ini juga diharapkan dapat berkontribusi menunjukan bahwa angka kejadian resiko dalam melakukan upaya Health Beliefs DM Tipe 2 sebanyak 22 orang jika tentang pencegahan 5 resiko DM Tipe 2 di STIKES Yogyakarta kalangan mahasiswa STIKES Panti Rapih. Dari data kesehatan Peneliti melakukan penelitian di STIKES ,92 Panti Rapih Yogyakarta karena ternyata dengan indeks massa tubuh (IMT) rendah terdapat mahasiswa yang memiliki resiko sebanyak 52 dengan persentase . 02%), tinggi DM Tipe 2 sebanyak 38. 94% %, oleh yang berisiko sedang sebanyak 27 orang karena itu penelitian ini penting dilakukan Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 pengambilan sampel menggunakan rumus mengetahui hubungan tingkat resiko dan Slovin , hasil perhitungan rumus slovin Health Beliefs tentang perilaku pencegahan didapatkan jumlah sampel yang didapatkan yang dilakukan oleh mahasiswa STIKES sejumlah 260 orang . Panti Rapih Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta pada bulan Mei 2024 hingga Juli METODE PENELITIAN Pengumpulan data dilakukan dengan Penelitian ini merupakan penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Peneliti menggunakan desain mahasiswa yang ditemui bersedia menjadi penelitian tersebut dengan tujuan untuk responden maka peneliti akan memberikan informed consent dan juga handphone yang . ingkat dilengkapi jaringan internet untuk mengisi variabel dependen . erilaku pencegaha. Selanjutnya peneliti memberikan informed consent kepada mahasiswa untuk STIKES Panti Rapih menandatangani informed consent tersebut. Yogyakarta. Peneliti kemudian melakukan pengambilan mencakup mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu data menggunakan dua metode yaitu secara Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Populasi tersebut terdiri dari program studi yaitu D3 pengukuran lingkar pinggang menggunakan Keperawatan . ingkat 1,2,3 dan . Sarjana Keperawatan ( tingkat 1,2,3, dan . , serta menggunakan google form yang terdiri dari Sarjana Keperawatan . ingkat 1,2,3 dan 4 ). 28 item pertanyaan dengan waktu 15 menit. Total jumlah populasi dalam penelitian ini Setelah data terkumpul peneliti melakukan adalah 573 mahasiswa. editing, coding data entry serta melakukan Populasi pengambilan sampel yang digunakan adalah menggunakan random sampling dimana univariat dan bivariat. Dalam Setelah teknik pengambilan sampel dilakukan secara Untuk mendapatkan informasi yang acak menggunakan alat bantu website picker diperlukan peneliti harus menggunakan wheel kemudian populasi yang terpilih akan instrumen penelitian yaitu kuesioner yang sesuai dengan variabel yang diteliti antara Rumus Beatrix Vionita Jekau. Paulus Subiyanto. Fittriya Kristanti Hubungan Tingkat Risiko Dengan Health Beliefs Tentang Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta lain variabel independen dalam peneliti ini dengan hasil cronbach's sebesar 0,78 dengan hasil uji validitasnya yang terdiri dari 16 dependen : health beliefs tentang perilaku pertanyaan yaitu 1 sampai 5 tentang efikasi pencegahan DM Tipe 2 pada mahasiswa diri yang dirasakan, 6 sampai 10 keyakinan STIKes Panti Rapih Yogyakarta. perilaku, 11 sampai 14 keparahan yang Tingkat Kuesioner yang dapat mengukur tingkat dirasakan, 15 sampai resiko DM Tipe 2 pada mahasiswa yaitu IDRS (Indian Penentuan skor dalam Diabetes Risk Scor. yang dirancang oleh mengatakan Ausangat pentingAy diberi kode 5. Mohan Viswanathan pada tahun 2002. AupentingAy diberi kode 4 ,Ay cukup pentingAy Dalam penelitian reliabilitas dan validitas diberi kode 3 . Au agak yang dilakukan oleh (Ashturkar et al. , 2. kode 2 Autidak pentingAy diberi kode 1. Ay menyatakan bahwa kuesioner IDRS telah Analisis data yang digunakan pada diuji reliabilitas dan validitasnya dengan penelitian ini yaitu analisis univariate untuk hasil p value <0,0001 , yang terdiri dari 16 menganalisis data serta item pertanyaan terkait BMI, aktivitas fisik, karakteristik pada variabel (Hidayat, 2. riwayat keluarga yang mengalami DM. Hasil analisis ini mendapatkan distribusi Penentuan skor dalam kuesioner ini dibagi menjadi beberapa jawaban seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, atau kerja berat, diberi pekerjaan, riwayat keluarga. IMT DM Tipe kode 0, olahraga sedang, diberi kode 10 , olahraga ringan diberi kode 0, dan untuk Analisis yang digunakan untuk melihat pertanyaan riwayat keluarga DM jika salah hubungan antara tingkat risiko dan health satu orang tua menderita DM diberi kode beliefs tentang perilaku pencegahan DM 10 dan jika kedua orang tua diberi kode 20. Tipe 2 pada mahasiswa STIKes Panti Rapih Instrumen Yogyakarta yaitu analisis bivariat untuk mengukur health belief pada mahasiswa melihat korelasi antara variabel independen dengan menggunakan kuesioner DIABA (Diabetes-related Assess menggunakan uji korelasi spearman. Data Beliefs of Adolescent. Ameneh . yang yang akan dianalisis adalah data kategori sudah diuji reliabilitas dan validitasnya dengan jenis data ordinal-ordinal. Instruments HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 Karakteristik Demografi Mahasiswa STIKes Panti Rapih Bulan Mei 2024 . Karakteristik Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia <35 tahun 35-49 tahun >50 tahun Riwayat keluarga DM Tipe 2 Dua orang tua non-diabetes Salah satu orang tua menderita diabetes Dua orang tua diabetes Tingkat pendidikan Mahasiswa (S1 dan D. Total Sumber: data primer 2024 Berdasarkan Presentase(%) 8,5% 91,5% 98,1% 1,5% 39,2% 59,2% 1,5% 100,0% Mayoritas mengalami risiko DM Tipe 2 karena secara fisik perempuan lebih memiliki peluang Jumlah . sebanyak 238 orang . ,5 %) , usia responden mayoritas < 35 tahun sebanyak sehingga menyebabkan peningkatan IMT. 255 orang . ,1 %), riwayat DM Tipe 2 pada Berdasarkan faktor genetik mayoritas responden mayoritas adalah salah satu orang mahasiswa terdapat riwayat DM Tipe 2 tuanya menderita DM Tipe 2 sebanyak 154 orang . ,25%), dan tingkat. mayoritas mahasiswa sebanyak 260 orang bahwa genetik dapat meningkatkan resiko ( 100,0 %). Nugroho, . menyatakan DM Tipe 2 dikarenakan terjadinya proses gabungan gen yang membawa DM Tipe 2 mempengaruhi perilaku pencegahan diri untuk kelamin perempuan. Hal ini sejalan dengan Rohmatulloh 13,30 remaja adalah karena faktor keturunan. Berdasarkan jenis kelamin menunjukan penyebab utama terjadinya prediabetes pada pencegahan DM Tipe 2 semakin baik. Andini dan Awalia . Ritonga Sejalan , karena semakin Tipe 2 menyatakan bahwa perempuan lebih rentan Beatrix Vionita Jekau. Paulus Subiyanto. Fittriya Kristanti Hubungan Tingkat Risiko Dengan Health Beliefs Tentang Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta Tabel 2 Karakteristik Demografi Tingkat Resiko Mahasiswa STIKes Panti Rapih Bulan Mei 2024 Karakteristik Jumlah . Presentase (%) Tingkat resiko Rendah 54,6% Sedang 43,8% Tinggi 1,5% Total 100,0% Sumber: data primer 2024 Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa DM Tipe 2 hal ini disebabkan karena responden mayoritas memiliki tingkat resiko faktor usia yang masih produktif sehingga rendah sebanyak 142 orang . ,6 %). belum terjadi penurunan fungsi sel . Berdasarkan selain itu juga karena mahasiswa termasuk dalam kategori tingkat resiko rendah. Sejalan dengan penelitian fisik yang cukup sehingga mampu untuk Sahayati, . menyatakan bahwa remaja menerapkan perilaku pencegahan DM Tipe 2. dalam kategori tingkat yang tinggi serta aktivitas Tabel 3 Karakteristik Demografi health beliefs Mahasiswa STIKes Panti Rapih Bulan Mei 2024 . = . Karakteristik Health beliefs Rendah Jumlah . Presentase (%) 1,2% Sedang Tinggi Total 100,0% Sumber: data primer 2022 Berdasarkan bahwa mayoritas responden health beliefs sebanyak . ,8 %). Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 Tabel 4 Hubungan Tingkat Resiko dan Health Belief DM Tipe 2 pada mahasiswa STIKes Panti Rapih bulan Mei 2024 . = . Health belief Rendah Tingkat Resiko Sedang Tinggi Total Value Rendah 100,0% Sedang 100,0% Tinggi 100,0% 100,0% Total Sumber: data primer 2024 0,217 Berdasarkan tabel 4 Menyatakan bahwa adanya faktor pengetahuan yang mendukung hasil uji statistik hubungan antara tingkat persepsi mereka tentang pencegahan DM risiko dan health beliefs didapatkan p- value Tipe sebesar 0,217 Dapat disimpulkan bahwa perilaku yang mendukung dalam mencegah tidak ada hubungan yang signifikan antara DM tipe 2 pengetahuan yang mendukung tingkat risiko dan health beliefs. Hal ini persepsi mereka tentang pencegahan DM Tipe Amalia Ramadhani dan Rosiana Khotami . perilaku yang mendukung dalam mencegah menyatakan bahwa tidak ada hubungan DM tipe 2. antara tingkat risiko dan health beliefs pada Berdasarkan hasil uji statistik yang remaja hal ini dipengaruhi oleh usia yang telah dilakukan didapatkan bahwa tidak ada masih produktif, tidak memiliki riwayat hubungan antara tingkat risiko dan health keluarga yang mengalami DM Tipe 2 dan beliefs dengan nilai p value = 0,217. Hal ini faktor pengetahuan dalam mencegah dan menerapkan perilaku responden memiliki health beliefs tinggi pencegahan DM Tipe 2. sebanyak 179 orang . ,8%). Berdasarkan Berdasarkan karakteristik health beliefs komponen dalam health beliefs model ada beliefs yang tinggi. Menurut Rahma, . mempengaruhi health beliefs tinggi yaitu Health beliefs pada remaja tinggi karena usia didapatkan data usia Beatrix Vionita Jekau. Paulus Subiyanto. Fittriya Kristanti Hubungan Tingkat Risiko Dengan Health Beliefs Tentang Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta responden dalam penelitian ini mayoritas 45 memiliki IMT dalam rentan normal yaitu tahun ini disebabkan 18,5 sampai 22,9 serta lingkar pinggang penurunan fungsi sehingga menyebabkan dalam rentan normal yang berkisar < 80 berkurangnya produksi insulin oleh sel , untuk wanita dan laki-laki < 90 cm hal ini namun responden dalam penelitian ini masih dalam kategori remaja yang dimana fungsi lemak tubuh yang berlebih. Berdasarkan sel masih mampu untuk memproduksi insulin dengan baik. responden dalam penelitian ini masuk dalam Selain itu juga health beliefs yang tinggi kategori rendah mengalami DM Tipe 2. dapat dipengaruhi oleh pengetahuan, dalam Peneliti menyimpulkan bahwa health penelitian ini mayoritas responden memiliki beliefs yang baik berpengaruh terhadap sama yaitu tingkat resiko DM Tipe 2 dimana hal mahasiswa sekolah tinggi kesehatan. Hal ini tersebut didukung oleh faktor yang dapat sejalan dengan penelitian yang dilakukan diubah dan tidak dapat diubah antara lain oleh Fujianti et. yang menyatakan IMT, genetik dan juga faktor pemungkin pendidikan maka tingkat usia, jenis yang terdapat dalam teori health beliefs. sebaliknya tingkat pendidikan yang rendah SIMPULAN DAN SARAN maka tingkat pengetahuan yang dimiliki juga rendah dalam melakukan pencegahan Berdasarkan DM Tipe 2. dari penelitian dengan judul AuHubungan Berdasarkan kondisi yang ada responden Tingkat Resiko dan Health Beliefs Tentang Perilaku Pencegahan DM Tipe 2 Pada kerentanan karena tidak ada faktor ancaman Mahasiswa yang dirasakan hal ini terjadi karena YogyakartaAy karakteristik berdasarkan data demografi cukup, belum memiliki tingkat stres yang yaitu mayoritas mahasiswa berusia < 35 tinggi, dan juga usia yang masih dalam tahun mahasiswa mayoritas berjenis kelamin kategori produktif oleh karena itu health perempuan, mahasiswa mayoritas terdapat belief responden dalam penelitian ini tinggi. riwayat DM Tipe 2 dalam keluarganya. Selain itu responden juga memiliki STIKes Panti Rapih mayoritas presentasi tingkat resiko rendah pendidikan yang sama yaitu mahasiswa DM Tipe 2 sebanyak 142 orang ( 54,6 %). Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Dalam penelitian ini mahasiswa mayoritas Yogyakarta. Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 Berdasarkan karakteristik health beliefs sumber informasi yang baru 47 dengan beliefs yang tinggi dan juga tingkat resiko DM Tipe 2 Pada mahasiswa STIKes Panti temuan- temuan baru terkait dengan Rapih Yogyakarta rendah. Hasil Uji statistic tingkat resiko dan Health Beliefs DM didapatkan p value = 0,217 sehingga dapat Tipe 2. Berdasarkan usia mahasiswa disimpulkan bahwa tidak ada hubungan stikes panti rapih Yogyakarta. yang signifikan antara tingkat risiko dan DAFTAR PUSTAKA