Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 49-55, 2025 DOI: https://doi. org /10. 51352/jim. EFEKTIVITAS MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN ANTIBIOTIK DI KECAMATAN MENDO BARAT KABUPATEN BANGKA Submitted : 4 Januari 2025 Edited : 7 Mei 2025 Accepted : 28 Mei 2025 Hesty1. Lana Sari2. Dela Lanaya3 Jurusan Farmasi. Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Email: lanasari28@gmail. 1,2,3 ABSTRAK Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, namun masih banyak penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Ketidaktepatan penggunaan antibiotik meningkatkan resiko terjadinya resistensi antibiotik, yaitu bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan terkait antibiotik yaitu menggunakan media video. Pemberian informasi dan edukasi kesehatan digital dengan media video lebih efektif dan inovatif jika dibandingkan dengan metode atau cara yang lain. Metode yang digunakan dalam penelitian bersifat analitik kuantitatif dengan rancangan one group pretest-posttest design. Pengambilan data pada penelitian menggunakan teknik accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 394 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner yang diberikan kepada masyarakat yang menjadi sampel dalam dua kali pengukuran pretest dan posttest menggunakan media video. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pengetahuan terkait antibiotik menggunakan media video dengan nilai p-value = . 001 < 0. Media video efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat Kecamatan Mendo Barat tentang antibiotik. Kata Kunci: Antibiotik. Efektivitas. Pengetahuan. Video ABSTRACT Antibiotics are drugs used to prevent and treat infections caused by bacteria, but there is still a lot of inappropriate use of antibiotics. Inaccurate use of antibiotics increases the risk of antibiotic resistance, namely, bacteria becoming resistant to antibiotics. One effort to increase knowledge related to antibiotics is to use video media. Providing digital health information and education with video media is more effective and innovative than other methods. The technique used in this research is quantitative analytic with a one-group pretest-posttest design. Retrieval of data in research using an accidental sampling technique. The number of samples in the study was 394 respondents. The measuring instrument used in the study was a questionnaire given to the people sampled using video media in two pretest and posttest measurements. The study results showed significant differences in changes in knowledge before and after giving knowledge related to antibiotics using video media with a p-value = . 001 < 0. Video media effectively increases the understanding of the people of the West Mendo District about antibiotics. Keywords : Antibiotic. Effectiveness. Knowledge. Video This open access article is distributed under a Creative Commons Attribution (CC-BY-NC-SA) 4. 0 International license. Copyright . 2025 Jurnal Ilmiah Manuntung How to Cite . SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA Hesty. Sari L. Lanaya D. EFEKTIVITAS MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN ANTIBIOTIK DI KECAMATAN MENDO BARAT KABUPATEN BANGKA. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan. : 49Ae55. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 49-55, 2025 PENDAHULUAN Keadaan sehat dibutuhkan semua orang agar dapat melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam upaya menjaga dan meningkatkan kesehatan salah satu hal penting yang tidak terpisahkan yaitu penggunaan obat. Obat adalah suatu zat yang dapat mempengaruhi proses hidup dan suatu senyawa yang digunakan untuk mencegah, mengobati, mendiagnosis penyakit/gangguan suatu kondisi tertentu. Salah satu obat andalan untuk mengatasi masalah kesehatan adalah antibiotik. Antibiotik sering salah penggunaan karena sangat mudah didapatkan dan harganya murah. Masyarakat masih banyak yang salah kaprah dengan kegunaan Antibiotik dianggap sebagai obat penurun panas, obat flu-batuk bahkan ada yang beranggapan bahwa antibiotik merupakan obat wajib untuk mengobati semua jenis penyakit . Berdasarkan hasil peneliti sebelumnya menyatakan bahwa banyak masyarakat yang tidak mengetahui pemakaian antibiotik secara tepat dan benar. Ketidaktepatan penggunaan antibiotik ini dapat meningkatkan resiko terjadinya resistensi antibiotik. Menurut World Health Organization (WHO), resistensi antibiotik merupakan salah satu ancaman di dunia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya menyatakan bahwa resistensi antimikroba berkontribusi pada 4,95 juta kematian di seluruh dunia. Selain itu di Indonesia, prevalensi kasus resistensi antibiotik akibat mikroba terus meningkat. Hal ini berdasarkan pernyataan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Dante Saksono Harbuwono yang menyatakan bahwa saat ini sebanyak 1,27 juta orang meninggal setiap tahun karena infeksi yang resisten terhadap obat antibiotik. Pengetahuan berhubungan dengan penggunaan antibiotik yang tepat. Salah satu upaya untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang tepat yaitu dengan memberi pengetahuan terkait penggunaan antibiotik, karena pengetahuan merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku dalam penggunaan antibiotik. Pada era globalisasi sekarang, pengetahuan serta informasi sangat mudah diakses dan didapatkan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pedoman edukasi yang baru digalakkan oleh WHO adalah pemberian informasi dan edukasi kesehatan digital, salah satunya media video. Menurut peneliti sebelumnya, media video efektif dalam memberi pengetahuan mengenai kesehatan. Selain itu, hasil penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa media video sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan karena menarik, mudah dimengerti dan informatif. Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia dengan 1 kota dan 6 kabupaten, salah satunya Kabupaten Bangka. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 Kepulauan Bangka Belitung, penduduk tertinggi di Bangka Belitung terdapat pada Kabupaten Bangka. Priyatna menyatakan bahwa sebagian masyarakat di Desa Penagan Kabupaten Bangka mengobati keluhan penyakit seperti demam, flu, dan batuk menggunakan obat antibiotik yang dilakukan dengan cara swamedikasi. Swamedikasi yang dilakukan tanpa pengetahuan yang cukup tidak akan mengurangi gejala maupun rasa sakit. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya terkait gambaran pengetahuan masyarakat di Desa Penagan Kecamatan Mendo Barat terhadap penggunaan antibiotik didapatkan hasil persentase 54,27% yang dikategorikan kurang. Dalam hal ini, pengetahuan yang kurang dapat menyebabkan penggunaan antibiotik yang tidak tepat. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bersifat analitik kuantitatif dengan rancangan one group pretest-posttest. Pengambilan data pada accidental sampling di mana responden yang kebetulan ada atau tersedia di tempat dan sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka pada bulan Februari-April 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi penduduk Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka yang diharapkan dapat mewakili seluruh populasi. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dan didapatkan hasil sebesar 394 responden dari 5 Adapun hasil perhitungan sampel untuk tiap-tiap desa yaitu Desa Penagan sebanyak 88 responden. Desa Kemuja sebanyak 87 responden. Desa Petaling sebanyak 45 responden. Desa Paya Benua sebanyak 71 Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 49-55, 2025 responden, dan Desa Kace sebanyak 103 Data penelitian yang didapatkan dianalisis secara univariat bertujuan untuk menjelaskan karakteristik setiap variabel Bentuk analisis univariat tergantung dari jenis datanya. Pada data numerik digunakan nilai mean atau rata-rata, median, dan standar deviasi. Analisis univariat pada umumnya hanya menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel. Variabel yang dilakukan menggunakan karakteristik umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan lain-lain. Selanjutnya dilakukan analisis bivariat yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menggunakan media video. Pada media video berisikan informasi terkait dengan informasi antibiotik. Media video diberikan langsung kepada responden tanpa diberikan penjelasan oleh peneliti . ilakukan secara mandir. Pengujian analisis bivariat terlebih dahulu harus melakukan uji normalitas data. Uji normalitas data yang digunakan adalah uji Kolmogorov Smirnov. Setelah dilakukannya uji normalitas data, data yang didapat tidak terdistribusi normal, sehingga dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Interpretasi dari analisis bivariat yaitu jika nilai p < . artinya terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pemberian media video. HASIL DAN PEMBAHASAN Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Responden dalam penelitian ini berjumlah 394 responden yang tersebar pada 5 desa dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditentukan. Adapun karakteristik responden dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Responden Variabel Kategori Jumlah Persentase (%) . Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Tidak Sekolah Sekolah Dasar (SD) SMP SMA/SMK Perguruan Tinggi 17-25 Tahun 26-35 Tahun 36-45 Tahun 46-55 Tahun 56-65 Tahun > 65 Tahun Tidak Bekerja (IRT dan Mahasisw. Bekerja Pendidikan Terakhir Umur Pekerjaan Sumber: data primer yang telah diolah Berdasarkan Tabel 1 didapatkan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yaitu perempuan 216 responden . %) lebih banyak dibandingkan laki-laki yaitu 178 responden . %). Hasil karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir didapatkan hasil terbanyak dengan jumlah 231 responden . %) pada SMA/SMK. Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan tindakan seseorang karena pengetahuan akan langsung berpengaruh pada perilaku. Karakteristik memiliki mayoritas rentang umur 1725 tahun yang berjumlah sebanyak 230 responden . %). Umur merupakan salah Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 49-55, 2025 Analisis Univariat Analisis univariat digunakan untuk melihat gambaran distribusi frekuensi berdasarkan variabel dengan kategori masingmasing. Responden yang menjadi sampel penelitian adalah masyarakat di Kecamatan Mendo Barat. Adapun distribusi frekuensi responden pada tiap item pernyataan pretest dan posttest disajikan pada Tabel 2. satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan maupun perilaku seseorang. Adapun hasil karakteristik jenis pekerjaan didapatkan hasil terbanyak responden tidak bekerja . ermasuk IRT dan Mahasisw. sebesar 252 responden . %). Pekerjaan tidak mempengaruhi pengetahuan seseorang. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan pengetahuan terkait antibiotik. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Sebelum dan Sesudah diberikan Media Video No. Kategori Nomor Pernyataan Benar Salah Benar Salah . Tepat Informasi Antibiotik Tepat Indikasi Pretest Posttest Tepat Dosis dan Tepat Cara Pemberian Tepat Lama Pemberian dan Tepat Interval Waktu Waspada Efek Samping Tepat Cara Penyimpanan dan Pemusnahan Sumber: data primer yang telah diolah Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 49-55, 2025 nilai p < . maka terdapat perbedaan signifikan terhadap pengetahuan masyarakat Kecamatan Mendo Barat sebelum dan sesudah diberikan media video. Apabila nilai p > . , maka tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap perubahan tingkat pengetahuan responden masyarakat Kecamatan Mendo Barat sebelum dan sesudah diberikan media video. Hasil analisis bivariat dalam penelitian digunakan untuk melihat perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan media video dapat dilihat pada Tabel 4. Setelah dilakukan pretest pada masyarakat Kecamatan Mendo Barat maka diberikan media video dan selanjutnya dilakukan posttest. Pada saat posttest tiap item pernyataan masing-masing kategori mengalami peningkatan. Adapun hasil persentase rata-rata pretest . dan posttest . gambaran pengetahuan masyarakat Kecamatan Mendo Barat terkait antibiotik disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Persentase Rata-Rata Pengetahuan Responden Sebelum dan Sesudah diberikan Media Video Jumlah Responden Tabel 4. Hasil Uji Pengetahuan Responden Sebelum dan Sesudah diberikan Media Video Persentase Rata-Rata (%) Pretest Median Variabel Posttest Sumber: data primer yang telah diolah Pengetahuan media video Pengetahuan media video Berdasarkan hasil padoa Tabel 3, diketahui bahwa dari total 394 responden didapatkan hasil presentase rata-rata pengetahuan pretest sebesar 25% dan posttest sebesar 87%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden dari pretest ke posttest. Pada penelitian ini jarak pretest dan posttest dilakukan dengan rentang waktu >30 hari . Hasil peneliti sebelumnya terkait pengetahuan kesehatan yang menggunakan metode pretest-posttest dengan jarak 14 hari menyatakan adanya peningkatan pengetahuan pada responden. Menurut Notoatmodjo, ideal jarak pretest ke posttest tidak terlalu pendek dan tidak terlalu lama, apabila terlalu pendek kemungkinan responden masih ingat pertanyaan-pertanyaan pada saat dilakukan pretest dan apabila terlalu lama kemungkinan terjadi perubahan variabel yang diukur. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya, jarak waktu yang terlalu pendek membuat responden masih mengingat jawaban pertama. (MaksimumMinimu. p-value 49 . - . 0,001 87 . - . Sumber: data primer yang telah diolah Berdasarkan tabel 4, dapat dilihat hasil persentase uji pengetahuan dari 394 responden di Kecamatan Mendo Barat didapatkan pada saat pretest hasil tertinggi 86% dan hasil terendah 17%, sedangkan untuk posttest dari 394 responden diperoleh hasil tertinggi 100% dan hasil terendah 52%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden pada saat pretest dan posttest. Adapun perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan media video dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Perbedaan Pengetahuan Responden Sebelum dan Sesudah diberikan Media Video Analisis Bivariat Analisis bivariat merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan variabel dependen dan independen. Adapun syarat untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum . dan sesudah . pemberian pengetahuan melalui media video terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data. Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai = 0. 05, apabila Variabel Negatif Positif Ratap-value Rata Pretest dan 0,001 Sumber: data primer yang telah diolah Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 49-55, 2025 Berdasarkan hasil penelitian nilai negatif antara pretest dan posttest adalah 0. Nilai 0 menunjukkan tidak adanya penurunan nilai pada saat posttest. Selain itu, nilai positif pretest dan posttest adalah 394 yang artinya 394 responden mengalami peningkatan pengetahuan dari pretest ke posttest. Adapun hasil p-value yaitu 0. 001 < 0. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pretest dan posttest serta media video efektif terhadap pengetahuan masyarakat Kecamatan Mendo Barat tentang antibiotik. Salah satu media yang dapat digunakan sebagai media penyampaian informasi tentang kesehatan adalah media video. Media video merupakan media yang informatif dan sebagai sumber pengetahuan yang bersifat audio dan visual. Berdasarkan hasil peneliti sebelumnya menyatakan bahwa media video merupakan media audio visual yang banyak dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan seseorang. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya yang menunjukkan bahwa media video sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan karena menarik, mudah dimengerti, dan informatif. Keuntungan media video dibandingkan media lainnya lebih praktis dan menghemat waktu karena media video dapat didengar kapan saja secara berulang-ulang. Pemberian media video kepada responden menunjukkan hasil kenaikan pengetahuan yang signifikan. Kenaikan nilai pengetahuan pretest dan posttest menunjukkan bahwa media video yang diberikan efektif. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya mengenai penyuluhan remaja menggunakan media video menunjukkan hasil nilai p-value 001 < 0. 05 artinya media video dapat meningkatkan pengetahuan seseorang. Media pengetahuan karena media video memiliki daya tarik tersendiri dan lebih efektif sebagai ilmu pengetahuan dibandingkan media lain. Selain itu, menurut peneliti peningkatan pengetahuan masyarakat Kecamatan Mendo Barat dapat disebabkan karena masyarakat memiliki antusiasme yang besar untuk mendapatkan pengetahuan terkait antibiotik. Dalam hal ini, pengetahuan terkait antibiotik sudah disajikan oleh peneliti menggunakan media video. Masyarakat juga menyatakan bahwa penyajian materi dalam media video sudah jelas dan menarik. Selain itu, masyarakat yang sebelumnya tidak pernah diberikan pengetahuan terkait antibiotik menggunakan media video dapat melihat serta memahami isi video dengan baik. Media video yang diberikan juga dilengkapi dengan ilustrasi gambar dan suara yang memudahkan responden untuk memahami pesan yang ingin disampaikan oleh peneliti. Media video dipilih dengan tujuan agar dapat memberikan informasi secara detail. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Kecamatan Mendo Barat dapat disimpulkan bahwa media video efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang DAFTAR PUSTAKA