Jurnal KHARISMA Tech | ISSN:1907-2317 | e-ISSN: 2810-0344 https://jurnal. id/kharismatech published by: Pusat Penelitian STMIK KHARISMA Makassar Volume: 20 no. 02 Ae Oktober 2025- hlm. PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DATA PADI BERBASIS WEBSITE DI DESA RIAS MENGGUNAKAN RAPID APPLICATION DEVELOPMENT Oleh: Muhammad Raihan Pasha1*. Linda Fujiyanti2. Bradika Almandin Wisesa3 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak. Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung e-mail: 1raihanpasha7500@gmail. com, 2linda@polman-babel. bradika@polman-babel. 1,2,3 Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan website sistem informasi data padi sebagai media pengelolaan data pertanian di Desa Rias. Permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah proses pencatatan dan pengelolaan hasil panen yang masih dilakukan secara manual, sehingga menimbulkan keterlambatan informasi serta risiko ketidaktepatan Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), yang menekankan pada kecepatan dan fleksibilitas dalam proses perancangan melalui tahapan perencanaan kebutuhan, perancangan prototipe, implementasi, dan pengujian. Pengujian dilakukan menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) dengan pengguna admin, untuk menilai fungsionalitas dan kesesuaian sistem terhadap kebutuhan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mengintegrasikan data padi dari petani secara terpusat, menyediakan panel admin sebagai pusat kontrol dan analisis, serta menampilkan visualisasi data panen dan penjualan dalam bentuk grafik interaktif. Seluruh komponen sistem berfungsi dengan baik sesuai kebutuhan Dengan demikian, website ini efektif mendukung digitalisasi pertanian dan meningkatkan efisiensi pengelolaan data padi di Desa Rias. Kata kunci: sistem informasi, website, data padi. RAD, digitalisasi pertanian Abstract: This study aims to develop a website-based information system for rice data management as a medium for agricultural data processing in Rias Village. The problem faced by the community is that the process of recording and managing harvest data is still carried out manually, causing delays in information and data inaccuracy risks. The system was developed using the Rapid Application Development (RAD) method, which emphasizes speed and flexibility through stages of requirement planning, prototype design, implementation, and testing. The User Acceptance Testing (UAT) method was conducted with the admin user to evaluate the systemAos functionality and suitability for user needs. The results show that the system successfully integrates farmersAo rice data in a centralized manner, provides an admin panel for control and analysis, and displays harvest and sales visualizations through interactive graphs. All system components function properly according to user requirements. Therefore, this website effectively supports agricultural digitalization and improves the efficiency of rice data management in Rias Village. Keywords: information system, website, rice data. RAD, agricultural digitalization PENDAHULUAN Pertanian merupakan sektor strategis yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta mendukung kesejahteraan masyarakat pedesaan seperti di Desa Rias, di mana mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani padi. Komoditas padi sebagai sumber pangan pokok dan andalan ekonomi lokal menuntut * Corresponding author : Muhammad Raihan Pasha . aihanpasha7500@gmail. Diterima : Oktober, 2025 Disetujui : Oktober, 2025 Dipublikasikan : Oktober, 2025 Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH pengelolaan yang efektif dan efisien. Namun, hingga kini proses pencatatan hasil panen, pengelolaan data produksi, dan penyampaian informasi pertanian masih banyak dilakukan secara manual. Kondisi tersebut mengakibatkan keterlambatan dalam penyajian data, potensi kesalahan input, serta kesulitan dalam melakukan analisis perkembangan hasil panen dari waktu ke waktu. Berbagai temuan menunjukkan bahwa aktivitas pengolahan data pertanian yang tidak terintegrasi secara digital menghambat proses pengambilan keputusan dan perencanaan pertanian yang responsif . Perkembangan teknologi informasi, khususnya berbasis website, membuka peluang besar untuk transformasi digital dalam sektor pertanian. Sistem informasi berbasis website memungkinkan integrasi data secara terpusat, penyajian informasi dalam format yang mudah dianalisis, dan akses yang tidak terbatasi oleh ruang dan waktu . Misalnya, studi-tinjauan sistem informasi sumber daya lahan menunjukkan bahwa implementasi sistem berbasis WebGIS dan layanan daring merupakan jalan strategis menuju pengelolaan pertanian yang lebih responsif . Sejumlah penelitian terdahulu telah meneliti pengembangan sistem informasi pertanian berbasis website dan telah menunjukkan efek positif dalam pencatatan, pelaporan, dan distribusi informasi hasil pertanian. Contohnya, pengembangan sistem informasi hasil pertanian berbasis website dengan pendekatan Unified Approach mengatasi kendala pendaftaran petani dan penyajian produk hasil panen secara langsung ke masyarakat umum . Selain itu, penelitian di instansi pemerintah menunjukkan bahwa sistem informasi pengolahan data pertanian berbasis website dapat mendukung pengolahan data dengan kecepatan dan akurasi lebih tinggi . Lainnya, sistem informasi manajemen produksi padi berbasis website di Provinsi Aceh menunjukkan bahwa pengembangan teknologi website dalam pengelolaan data produksi padi mempunyai potensi untuk meningkatkan kualitas layanan instansi pertanian . Lebih jauh, digitalisasi pertanian tidak sekadar teknologi, tetapi juga strategi pembangunan yang melibatkan petani, institusi terkait, dan infrastruktur data. Contoh lain adalah sistem informasi pertanian berbasis WebGIS yang dikembangkan untuk monitoring kegiatan pertanian di tingkat kecamatan, yang memperlihatkan bahwa sistem daring dapat meningkatkan cakupan dan kecepatan pemantauan lahan . Semua temuan ini menegaskan bahwa penerapan sistem informasi berbasis website sangat relevan untuk mendukung pengelolaan pertanian yang terdigitalisasi dan berbasis data. Berdasarkan hasilAahasil tersebut, maka pengembangan Website Sistem Informasi Data Padi untuk Desa Rias menjadi langkah strategis. Sistem ini dirancang sebagai media pengelolaan data pertanian secara terpusat, cepat, dan akurat, serta menyediakan panel manajemen untuk analisis dan kontrol. Sistem dikembangkan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) yang menekankan kecepatan, fleksibilitas, serta keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan. Selanjutnya, dilakukan pengujian menggunakan User Acceptance Testing (UAT) untuk mengevaluasi tingkat penerimaan pengguna terhadap sistem yang dikembangkan . Dengan pendekatan ini diharapkan sistem mampu memenuhi Muhammad Raihan Pasha. Linda Fujiyanti. Bradika Almandin Wisesa Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH kebutuhan pengguna, mendukung digitalisasi pertanian, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan data padi di Desa Rias. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Rapid Application Development (RAD) yang bertujuan mempercepat proses pengembangan sistem informasi berbasis website dengan tetap menjaga kualitas hasil akhir. Pendekatan RAD menekankan pada keterlibatan pengguna secara intensif pada setiap tahapan pengembangan agar sistem yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dapat diimplementasikan dalam waktu yang relatif singkat. Metode RAD terbukti efektif digunakan dalam pengembangan sistem informasi karena memiliki karakteristik iteratif dan fleksibel, sehingga perubahan kebutuhan pengguna dapat segera diakomodasi tanpa mengubah struktur sistem secara keseluruhan . Gambar 1. Tahap Penelitian Tahapan penelitian ini dimulai dari perencanaan kebutuhan, yang dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada pihak pengelola data pertanian di Desa Rias untuk memperoleh kebutuhan fungsional dan nonfungsional sistem. Data yang diperoleh menjadi dasar dalam penyusunan rancangan sistem yang mencakup arsitektur data, alur proses, serta antarmuka pengguna. Proses ini sesuai dengan pendekatan analisis kebutuhan dalam model RAD yang menekankan interaksi langsung antara pengembang dan pengguna agar desain sistem yang dihasilkan relevan terhadap konteks lapangan . Tahap berikutnya adalah desain sistem, di mana rancangan alur kerja, struktur basis data, serta tampilan antarmuka disusun menggunakan pendekatan prototyping. Rancangan ini menjadi dasar dalam tahap pengembangan. Pada tahap pengembangan mulai diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework CodeIgniter 4 serta basis data MySQL yang diintegrasikan melalui API untuk memastikan pengelolaan data berlangsung efisien dan terpusat. Pendekatan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya Muhammad Raihan Pasha. Linda Fujiyanti. Bradika Almandin Wisesa Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH yang menunjukkan bahwa kombinasi RAD dengan teknologi website mampu mempercepat pengembangan sistem informasi berbasis data terpusat untuk kebutuhan desa dan organisasi local . Lebih lanjut, penerapan model ini juga relevan dalam konteks digitalisasi sektor pertanian, di mana sistem informasi pertanian berbasis website berperan penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan data hasil panen serta memperluas jangkauan pemasaran produk pertanian secara daring. Transformasi digital ini tidak hanya membantu petani dalam mendokumentasikan data hasil panen, tetapi juga meningkatkan transparansi dan efisiensi rantai pasok hasil pertanian . Tahap implementasi dilakukan setelah sistem berhasil dikembangkan, dengan tujuan memastikan bahwa seluruh fungsi aplikasi berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pengujian dilakukan menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT), di mana administrator sistem berperan sebagai pengguna utama yang mengevaluasi kesesuaian fitur dengan kebutuhan operasional. Pendekatan ini mengacu pada prinsip RAD yang menempatkan pengguna sebagai faktor utama dalam menentukan keberhasilan sistem. Hasil akhir dari proses ini adalah website sistem informasi data padi yang mampu mengelola data hasil pertanian secara digital, efisien, dan terintegrasi. Melalui penerapan metode RAD, pengembangan sistem dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat dengan hasil yang sesuai dengan kebutuhan pengguna di tingkat desa. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini menyajikan secara terperinci temuan empiris dari tahapan pengembangan sistem, dimulai dari analisis kebutuhan, pemodelan perancangan sistem, deskripsi implementasi fungsionalitas utama, hingga evaluasi akhir melalui pengujian User Acceptance Testing (UAT). Data yang disajikan mencakup deskripsi naratif hasil observasi, diagram perancangan UML, tampilan antarmuka website yang telah diimplementasikan, serta data kuantitatif dari hasil pengujian kelayakan sistem. Perencanaan Kebutuhan Tahap perencanaan kebutuhan dilaksanakan sebagai langkah fundamental dalam metodologi RAD, melibatkan observasi intensif dan wawancara mendalam dengan pihak pengelola data pertanian di Desa Rias. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa pengelolaan data panen dan penjualan padi masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan, menimbulkan keterlambatan informasi dan risiko ketidakakuratan data. Hal ini juga menyebabkan kesulitan analisis tren panen musiman, yang menghambat perencanaan pertanian yang responsif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dirumuskan kebutuhan fungsional utama. Pertama, sistem harus memiliki kapabilitas Manajemen Data Padi (CRUD) untuk mencatat volume hasil panen, tanggal panen, dan luas lahan. Kedua, sistem harus mampu mencatat data penjualan yang meliputi volume, harga jual, dan identitas pembeli. Ketiga, sistem wajib menyajikan Dashboard Utama . yang menampilkan informasi kunci seperti grafik penjualan, jumlah padi masuk, dan penghasilan desa dalam format visual. Muhammad Raihan Pasha. Linda Fujiyanti. Bradika Almandin Wisesa Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH Keempat. Admin harus memiliki fitur Manajemen Pengguna . untuk mengelola akun dan mengubah peran . pengguna, didukung oleh Update Role Otomatis . Kebutuhan non-fungsional ditekankan pada keamanan melalui otentikasi . itur Logi. dan kemudahan penggunaan . Desain Sistem Desain RAD, menggunakan Unified Modeling Language (UML) untuk mendefinisikan arsitektur dan Fungsionalitas sistem secara keseluruhan dimodelkan melalui Usecase Diagram (Lihat Gambar . , yang menunjukkan peran utama Actor Admin dalam berinteraksi dengan sistem, mencakup Pengelolaan Data Padi. Pengelolaan Data Penjualan, dan Pengelolaan Pengguna . itur Manajemen Penggun. Alur kerja fungsionalitas kritis, seperti proses otentikasi (Logi. dan alur Update Role Otomatis . , dimodelkan menggunakan Activity Diagram (Lihat Gambar . Activity Diagram untuk Manajemen Pengguna menjelaskan urutan langkah Admin dalam mengubah peran pengguna dan bagaimana sistem secara otomatis memicu pembaruan role tersebut, menjamin efisiensi administrasi. Usecase Diagram Fungsionalitas sistem secara keseluruhan dimodelkan melalui Usecase Diagram (Lihat Gambar . Diagram ini memvisualisasikan lingkup sistem dan mendefinisikan peran utama Actor Admin dalam berinteraksi dengan fungsionalitas kunci. Gambar 2. Usecase Diagram Usecase yang termuat mencakup Kelola Data Padi yang diperluas . dengan fungsi Cetak Data Padi. Kelola Pengguna, dan Kelola Data Produk. Seluruh proses utama ini terintegrasi dengan Dashboard untuk pemantauan data. Pemodelan ini memastikan seluruh kebutuhan fungsional yang telah diidentifikasi pada tahap analisis telah terakomodasi dalam desain sistem. Activity Diagram Alur kerja fungsionalitas utama sistem dimodelkan menggunakan Activity Diagram (Lihat Gambar . , yang menampilkan swimlane bagi Admin dan Sistem Padi Kita. Muhammad Raihan Pasha. Linda Fujiyanti. Bradika Almandin Wisesa Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH Gambar 3. Activity Diagram Diagram ini menjelaskan urutan langkah kerja secara komprehensif, dimulai dari Login dan menampilkan berbagai komponen Dashboard . rafik, tabel data, total padi, penghasilan Selain itu, diagram ini secara rinci memvisualisasikan alur penting terkait pengendalian data, termasuk proses Mengelola Pengguna . dan alur Verifikasi Data Padi. Dalam alur verifikasi, sistem menampilkan data padi dari petani, dan Admin melakukan persetujuan atau penolakan, yang kemudian memicu pembaruan status data. Pemodelan ini penting untuk menjamin efisiensi administrasi dan konsistensi hak akses. Pengembangan Pengembangan menggunakan PHP dengan framework CodeIgniter 4 (CI. dan basis data MySQL. Penggunaan CI4, yang dikenal memiliki footprint kecil dan performa tinggi, memfasilitasi pengembangan yang modular dan terstruktur, serta menjamin kecepatan Muhammad Raihan Pasha. Linda Fujiyanti. Bradika Almandin Wisesa Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH respons sistem. Desain antarmuka diimplementasikan secara sederhana dan minimalis, dengan penekanan pada penempatan elemen terpusat untuk kemudahan akses dan fokus Halaman Login dan Register Gambar 4. Halaman Login Gambar 5. Halaman Register Halaman Login (Gambar . berfungsi sebagai gerbang utama, dirancang secara sederhana untuk meminimalkan gangguan visual dan mempercepat proses login bagi Admin. Selain itu. Halaman Register (Gambar . merupakan komponen penting yang berfungsi sebagai gerbang pendaftaran akun Admin. Halaman ini memastikan integritas data pengguna dengan mewajibkan konfirmasi password, menegakkan kebutuhan non-fungsional sistem terkait keamanan dan kontrol akses. Muhammad Raihan Pasha. Linda Fujiyanti. Bradika Almandin Wisesa Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH Halaman Dashboard Gambar 6. Halaman Dashboard Halaman Dashboard (Gambar . merupakan realisasi dari kebutuhan visualisasi data . , berfungsi sebagai pusat informasi dan kontrol bagi Admin. Dashboard ini menyajikan ringkasan data agregat secara instan, seperti total padi yang dapat dikelola, jumlah petani terdaftar, total transaksi, dan total penghasilan, yang berasal dari pemrosesan data basis data terpusat. Untuk analisis, halaman ini menyediakan grafik penjualan dan penghasilan bulanan interaktif, serta diagram produk terlaris. Kehadiran tabel stok padi terbaru di bagian bawah Dashboard memberikan informasi real-time mengenai ketersediaan dan tanggal pembaruan stok. Desain Dashboard yang informatif dan terpusat secara signifikan mengurangi waktu yang dibutuhkan Admin untuk membuat laporan dan analisis periodik. Muhammad Raihan Pasha. Linda Fujiyanti. Bradika Almandin Wisesa Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH Halaman Pengguna Gambar 7. Halaman Kelola Pengguna Halaman Pengguna (Gambar . mengimplementasikan fungsionalitas Manajemen Pengguna . , yang krusial untuk administrasi sistem. Tampilan Database Pengguna ini dilengkapi dengan fitur pencarian berdasarkan nama atau email dan filter berdasarkan peran . , yang meningkatkan efisiensi navigasi data pengguna. Setiap baris data memungkinkan Admin mengelola akun-akun terdaftar, termasuk tombol aksi untuk mengubah peran dan menghapus data pengguna. Fungsionalitas ini, yang didukung oleh mekanisme Update Role Otomatis, menjamin bahwa Admin dapat secara efektif menegakkan kontrol akses dan mengawasi aktivitas seluruh pengguna dalam sistem. Halaman Data Produk Gambar 8. Halaman Data Produk Halaman Data Produk (Gambar . berfungsi sebagai Database Produk, di mana Admin dapat mengelola seluruh jenis produk padi. Halaman ini menyediakan fitur esensial seperti penambahan produk baru, serta tombol aksi untuk mengedit dan menghapus produk. Setiap baris produk menampilkan informasi kritis seperti nama produk, harga, dan stok yang Muhammad Raihan Pasha. Linda Fujiyanti. Bradika Almandin Wisesa Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH Implementasi halaman ini memastikan bahwa data produk yang ditampilkan kepada calon pembeli selalu akurat dan terkini, mendukung transparansi dan efisiensi dalam rantai Implementasi Proses pengujian User Acceptance Testing (UAT) diimplementasikan sebagai tahapan penting untuk memverifikasi keandalan fungsional dan kapabilitas sistem dalam mendukung Pengujian ini dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner kepada satu kelompok pengguna utama, yaitu Admin Desa Rias, yang memiliki otoritas penuh atas pengelolaan sistem. Sasaran dari UAT adalah untuk mengukur secara kuantitatif sejauh mana website diterima dan dianggap bermanfaat oleh pengguna akhir. Instrumen kuesioner digunakan untuk mendapatkan data empiris mengenai persepsi kemudahan penggunaan dan tingkat kepuasan terhadap fitur-fitur yang disediakan. Responden diminta memberikan penilaian terhadap dimensi-dimensi krusial, seperti kualitas desain antarmuka, efisiensi alur proses bisnis, kejelasan informasi data padi, serta keandalan keseluruhan sistem dalam konteks digitalisasi pertanian. Data yang terkumpul dari kuesioner dianalisis guna menetapkan persentase tingkat penerimaan website. Hasil dari pengujian fungsional yang telah dilakukan disajikan pada Tabel 1. Tabel 1: Hasil Kuesioner Sekretaris Desa (Sekde. di Desa Rias Nama Pertanyaan Muslim Total Total Hasil pengujian kuesioner ini menunjukkan tingkat penerimaan sistem yang sangat Berdasarkan analisis perhitungan skor dari seluruh aspek yang diuji, total skor yang diperoleh adalah 35 dari nilai total tertinggi 40. Perhitungan ini menghasilkan Nilai Akhir sebesar 87,5%. Tabel 2: Tabel Presentase Kelayakan Presentase 81% -100% 61% -80% 41% -60% 21% -40% < 21% Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Tidak Baik Sangat Tidak Baik Muhammad Raihan Pasha. Linda Fujiyanti. Bradika Almandin Wisesa Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH Persentase penerimaan 87,5% ini menempatkan sistem dalam klasifikasi sangat baik, menegaskan bahwa sistem diterima secara fungsional oleh pengguna akhir dan dinilai memadai untuk meningkatkan efisiensi proses administrasi dan pengelolaan data padi di Desa Rias. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penelitian ini berhasil mengembangkan Sistem Informasi Data Padi Berbasis Website di Desa Rias menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) sebagai solusi digital untuk pengelolaan data pertanian manual. Sistem ini telah diverifikasi mampu mengintegrasikan data padi secara terpusat dan menyediakan Dashboard Utama dengan visualisasi data penjualan dan hasil panen, yang secara signifikan meningkatkan efisiensi proses administrasi dan analisis data. Hasil pengujian User Acceptance Testing (UAT) menunjukkan tingkat penerimaan sistem yang sangat tinggi, mencapai Nilai Akhir 87,5% dari Sekretaris Desa, menegaskan bahwa sistem diterima secara fungsional dan memiliki kemudahan penggunaan yang memadai. Dengan demikian, website ini terbukti efektif dalam mendukung digitalisasi pertanian dan manajemen data padi di Desa Rias. Saran