Jurnal Ekonomi STIEP (JES). Vol. Published by: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pontianak - Indonesia Jurnal Ekonomi STIEP (JES ) Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/jes Pengaruh Return On Equity (Ro. Dan Return On Assets (Ro. Terhadap Kualitas Laba Pada Perusahaan Real Estate Management And Development Periode 2021-2024 Alief Afriadi. Nurlaela Eva Puji Lestari Program Studi Manajemen. Universitas Bina Sarana Informatika ARTICLE INFO Article history: Received: 2025,07-05 Revised 2025, 08-20 Accepted, 2025,09-24 Keywords: Return On Equity. Return On Assets. Earnings Quality. ABSTRACT Perusahaan Real Estate Management and Development menunjukkan pertumbuhan yang solid dan prospek masa depan yang menjanjikan. Kinerja perusahaan ini dapat dievaluasi melalui laporan keuangannya, di mana laporan yang kuat mencerminkan laba yang berkualitas. Laba dianggap berkualitas apabila menunjukkan stabilitas dan kemampuan untuk diprediksi. Selain itu, laba dapat diukur dengan rasio keuangan seperti Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA). Studi ini bertujuan untuk mengkaji apakah setiap variabel tidak terikat menyebabkan pengaruh pada variabel dependen secara individual, serta apakah variabel tidak terikat dengan cara simultan memengaruhi variabel dependen. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data sekunder dari laporan keuangan perusahaan Real Estate Management and Development yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2021-2024. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS versi 21. Temuan penelitian mengindikasikan bahwasanya variabel ROE (X. secara parsial tidak berpengaruh terhadap Kualitas Laba (Y), begitu pula variabel ROA (X. secara parsial berpengaruh terhadap Kualitas Laba (Y). Namun, dengan cara simultan, variabel independen secara keseluruhan menyebabkan pengaruh pada variabel dependen. The Real Estate Management and Development company demonstrates solid growth and promising future prospects. The company's performance can be evaluated through its financial statements, where strong reports reflect quality earnings. Earnings are considered quality if they show stability and Additionally, earnings can be measured using financial ratios such as Return on Equity (ROE) and Return on Assets (ROA). This invesigation purposes to examine whether each independent variable individually affects the dependent variable, as well as whether the independent variables collectively affect the dependent variable. The data collection method in this study uses a quantitative approach with secondary data sources from the financial statements of Real Estate Management and Development companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021-2024 period. Data processing was carried out with the assistance of SPSS version 21. The research results indicate that the ROE variable (X. partially has no effect on Earnings Quality (Y), while the ROA variable (X. partially affects Earnings Quality (Y). However, simultaneously, all independent variables collectively influence the dependent variable. This is an open access article under the CC BY-SA license Corresponding Author: Alief Afriadi. Nurlaela Eva Puji Lestari S1 Manajemen. Universitas Bina Sarana Informtika Jakarta. DKI Jakarta aliefafriadi7@gmail. com nurlaela. nep@bsi. Pendahuluan Latar Belakang Penelitian. Sektor Real Estate Management and Development mencakup berbagai aktivitas yang terkait dengan pengelolaan dan pengembangan properti, yang menjadi salah satu komponen penting dalam perekonomian global. Sektor real estate di Indonesia diperkirakanakan mengalami revitalisasi antara tahun 2025 hingga 2029, yang sudah diperkirakan pada 2024 sebesar 4,5-5,5%. Dengan begitu Bagaimana Kualitas laba yang akan diukur dengan rasio keuangan yaitu ROE dan ROApada perusahaan Real Estate Management and Development yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2021-2024 Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/jes Jurnal Ekonomi STIEP (JES). ISSN: 2654-4288 (Onlin. Ae Kajian Teori Definisi Analisis laporan keuangan Analisis laporan keuangan melibatkan pemecahan komponen-komponen laporan tersebut menjadi detail yang lebih mendalam, serta pemeriksaan hubungan signifikan antar elemen, baik dalam bentuk data numerik maupun non-numerik, dengan tujuan mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang kondisi keuangan, yang menjadi dasar penting untuk pengambilan putusan yang AuPemeriksaan laporan keuangan secara fundamental dilaksanakan dengan tujuan menilai kondisi dan kinerja keuangan suatu perusahaan, guna memperoleh pemahaman mendalam mengenai posisi finansial serta prospeknya di masa mendatang. Ay Melalui tahapan ini, perusahaan juga dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai tingkat profitabilitas serta potensi risiko yang mungkin dihadapi. Proses analisis laporan keuangan mencakup penguraian elemen-elemen dalam laporan keuangan menjadi data yang lebih terperinci, baik dari segi kuantitatif maupun kualitatif, untuk memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai kondisi finansial Melalui analisis ini, kita dapat mengeksplorasi hubungan antara laporan keuangan dengan data lainnya, sehingga kita dapat menemukan informasi tambahan yang terkandung dalam laporan itu. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk menilai seberapa efisien operasional perusahaan dengan pendekatan yang lebih komprehensif (Hasibuan et al. , 2. Definisi Rasio Keuangan Rasio keuangan berfungsi sebagai salah satu teknik dalam analisis finansial yang akan menjadi ukuran untuk mengukur seberapa baik suatu bisnis, terutama pada hal penggunaan kapabilitas dan pengelolaan keuangan. Selain berfungsi sebagai ukuran untuk menilai efektivitas sebuah bisnis, rasio keuangan sering kali disebut sebagai rasio finansial. Rasio keuangan tersebut sering dijadikan sebagai informasi tambahan dalam proses membuat keputusan. Rasio ini digunakan pada berbagai komponen vital yang terdapat dalam laporan keuangan seperti laporan keuntungan dan kerugian, laporan cash flow, neraca, dan lain-lain. Menurut Fahmi. Rasio finansial memainkan peran penting dalam mengevaluasi keadaan keuangan suatu bisnis. Bagi para penanam modal yang memiliki tujuan waktu investasi pendek hingga menengah, biasanya mereka lebih memperhatikan keadaan keuangan jangka pendek dan kapasitas bisnis untuk membagikan dividen yang pantas. Data ini sanggup diperoleh lebih mudah dengan menghitung rasio-rasio keuangan yang relevan dengan kebutuhan. (Shofwatun et al. , 2. Beralaskan (Desriyunia et al. , 2. berikut ialah beberapa rasio keuangan, antara lain: Rasio Likuiditas Tingkat kemampuan suatu bisnis untuk memenuhi tanggung jawab jangka pendeknya dapat dinilai melalui pengukuran rasio likuiditas. Rasio tersebut umumnya diklasifikasikan ke dalam tiga jenis utama, yaitu : Current Ratio (Rasio Lanca. , rasio ini menghitung antara tanggung jawab tujuan pendek & harta lancar. Quick Ratio, atau Rasio Cepat, dalam pengukuran ini. Persediaan diperhitungkan untuk menilai sejauh mana bisnis mempunyai kemampuan untuk memenuhi tanggung jawab finansialnya yang bersifat tujuan pendek. Cash Ratio (Rasio Ka. Rasio ini mengevaluasi seberapa efektif manajemen menggunakan kas yang dimiliki bisnis untuk memenuhi kewajiban tujuan pendek. Ae ISSN: 2654-4288 (Onlin. Rasio Profitabilitas Rasio yang menilai aktivitas dalam menaksir keahlian manajemen untuk memproduksi pendapatan dikenal sebagai rasio profitabilitas. Ada enam kategori rasio profitabilitas yang khusus, yaitu: Gross Profit Margin (Marjin Laba Koto. Rasio yang memakai laba bruto sebagai persentase dari total penjualan perusahaan. Net Profit Margin (Marjjn Laba Bersi. , rasio yang memakai laba neto sebagai presentase dari pendapatan perusahaan. Operating Income Ratio (Rasio Pendapatan Operasiona. , rasio ini digunakan untuk menakar pendapatan laba operasi sebelum bunga & pajak dari penjualan. Return On Equity (Pengembalian Ekuita. , rasio yang menghitung kesanggupan manajemen demi memperoleh laba bersih mengenakan ekuitas yang ada. Return Of Investment (Pengembalian Investas. Rasio yang menunjukkan bahwa pengeluaran untuk investasi harus lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan yang Return On Net Worth (Pengembalian kekayaan bersi. Rasio ini diterapkan untuk menghitung keuntungan yang diperoleh oleh pemegang saham dari investasi yang Rasio Solvabilitas Rasio ini menilai seberapa baik sebuah perusahaan dapat memenuhi tanggung jawab tujuan Rasio ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu: Debt to Assets Ratio (Rasio Utang Bagi Ase. , yakni rasio yang menghitung total harta dan total utang. Debt to Equity Ratio . asio utang bagi ekuita. , rasio yang menghitung utang dan modal. VARIABEL INDEPENDEN AuVariabel independen merujuk pada variabel yang berfungsi sebagai faktor penyebab atau pengaruh di dalam perubahan atau kemunculan variabel dependen atau variabel terkait. Ay (Sinaga. ROE (X. & ROA (X. ialah variabel independent dalam penelitian ini. Definisi ROE Menurut Ardimas dan Wardoyo. Return on Equity (ROE) adalah perhitungan antara keuntungan bersih dengan total modal. Nilai ROE yang tinggi mencerminkan lebih efisiennya bisnis untuk mempergunakan modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bersih. Rasio ini Jurnal Ekonomi STIEP (JES). Vol. No. November 2023. Jurnal Ekonomi STIEP (JES). ISSN: 2654-4288 (Onlin. Ae dipergunakan dalam menilai tingkat pengembalian serta efektivitas perusahaan dalam memperoleh keuntungan melalui penggunaan modal yang dimiliki. Sementara itu. Sugiono dan Untung menjelaskan bahwa Return on Equity (ROE) berfungsi sebagai ukuran tingkat pengembalian dari seluruh modal yang digunakan dalam aktivitas bisnis. Dengan demikian. ROE menjadi salah satu indikator penting bagi para pemegang saham dalam menilai tingkat keberhasilan suatu perusahaan (Shenurti et al. , 2. Apabila semakin tinggi angka ROE lalu memperlihatkan semakin tinggi efisiensi bisnis dalam mengenakan modalnya untuk mendatangkan untung. Menurut (Kasmir, 2. cara menaksir Return on Equity (ROE) adalah sebagai berikut : Definisi ROA Menurut Menurut Ardimas dan Wardoyo. Return on Asset (ROA) adalah salah satu rasio profitabilitas yang dipergunakan dalam mengetahui sejauh mana bisnis mampu mendapatkan keuntungan melalui pemanfaatan seluruh dana yang diinvestasikan dalam kegiatan operasionalnya. Rasio ini menggambarkan efektivitas bisnis untuk mengelola harta yang dimiliki untuk mencapai Sementara itu. Sugiyono dan Untung menjelaskan bahwa Return on Asset (ROA) berguna dalam mengukur tingkat pengembalian yang diperoleh dari keseluruhan aset perusahaan. Dengan kata lain, rasio ini menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan dana dalam kegiatan operasional. Nilai ROA didapatkan melalui pembandingan keuntungan bersih . et incom. pada total harta yang dimiliki bisnis (Shenurti et al. , 2. Menurut (Sahroni & Zulfitra, 2. cara menaksir Return on Assets (ROA) adalah sebagai berikut : VARIABEL DEPENDEN AuVariabel bebas memengaruhi berbagai variabel, salah satunya variabel terikatAy(Sahir, 2. Kualitas laba merupakan Variabel terikat (Y) pada studi ini. Definisi Kualitas Laba Au Kualitas laba adalah evaluasi seberapa konsisten laba tersebut dapat diperoleh kembali, sejauh mana laba tersebut dapat diatur, dan seberapa akurat laba tersebut menggambarkan keuntungan dari perusahaanAy(Kurniawan & Aisah, 2. Untuk menggambarkan kualitas laba, kita mengamati keuntungan yang menggambarkan kondisi finansial sebenarnya dari bisnis pada laporan Laba yang dicantumkan pada laporan keuangan acap dipakai oleh pihak manajemen untuk menarik perhatian dari calon penanam saham dan kreditur, sehingga laba ini kerap kali dimanipulasi oleh manajemen untuk memengaruhi pilihan pihak-pihak terkait. Rendahnya laba menunjukkan adanya penempatan sumber daya yang tidak efisien dan dapat menjadi kendala bagi para investor. Metode Penelitian Kajian yang digunakan dalam pengumpulan data pada studi ini dengan memanfaatkan data sekunder yang dipilih dari laporan keuangan perusahaan Real Estate Management and Development yang terdaftar di BEI sebanyak 92 Perusahaan denga jumlah sampel 9 perusahaan terpilih selama 4 tahun periode. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan tujuan dalam rangka mengidentifikasi apakah setiap variabel tidak terikat berpengaruh terhadap variabel dependen, dan apakah variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap vaiabel terikat. Pada penelitian ini terdapat beberapa uji data yaitu Uji Statistik Deskriptif dan Uji Asumsi Klasik, didalam Uji Asumsi Klasik dilakukan pengujian kembali dengan menguji Uji Normalitas. Uji Multikolinearitas. UjiHeteroskedastisitas dan uji koefisien determinasi. Ae ISSN: 2654-4288 (Onlin. Terdapat 3 hipotesis pada penelitian ini, yaitu: H1: Pengaruh ROE secara individu terhadap kualitas laba. H2: Pengaruh ROA secara individu terhadap kualitas laba. Untuk menguji hipotesis ini maka dilakukan Uji Parsial (Uji Ae . & Uji Simultan (Uji Ae . Hasil dan Pembahasan Tabel 1 Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation ROE ROA Kualitas Laba Valid N . Sumber : Hasil olah data spss versi 21. Dari hasil table di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah sampel (N) berjumlah 36 di dapatkan dari 9 perusahaan terpilih selama 4 tahun periode. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 1. Hasil Uji Scatterplot Titik-titik yang tampak dalam gambar di atas terletak pada garis miring, menunjukkan bahwa hasil penelitian telah dialokasikan dengan pola yang standar, sesuai dengan hasil dari pengujian normalitas P-Plot. Jurnal Ekonomi STIEP (JES). Vol. No. November 2023. Jurnal Ekonomi STIEP (JES). ISSN: 2654-4288 (Onlin. Ae Gambar 2. Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Variabel ROE (X. dan ROA (X. menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,127, yang melebihi 0,05. Oleh sebab itu, dapat diasumsikan data yang dianalisis mengikuti pembagian normal, sesuai dengan hasil uji normalitas (Kolmogorov Smirno. yang telah dipaparkan Uji Multikolinearitas Tabel 2 Uji multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Standardize Coefficients Sig. Collinearity Statistics Coefficients Std. Error Beta Toleranc VIF (Constan ROE ROA Dependent Variable: Kualitas Laba Sumber : Hasil olah data spss versi 21. Hasil untuk variabel ROE (X. dan ROA (X. masing-masing adalah 3,806 dan kurang dari 10,00, sebagaimana dapat dilihat dari hasil analisis multikolinearitas yang disajikan Ini menunjukkan model regresi yang dipergunakan untuk studi ini tidak mengalami masalah interkorelasi. Ae ISSN: 2654-4288 (Onlin. Uji Heteroskedastisitas Gambar 3 Hasil Uji Heterogenitas Beralaskan gambar di atas, dapat menjelaskan bahwa setiap sumbu residual Y memiliki pengaruh yang signifikan terhadap titik-titik yang tersebar secara merata, ini menunjukkan bahwa variansi dari residual untuk seluruh model regresi adalah tetap. Uji Autokorelasi Tabel 3 Uji Autokorelsi Sumber : Hasil olah data spss versi 21. Beralaskan hasil kajian mengenai autokorelasi yang telah dilakukan, nilai Durbin Watson yang diperoleh adalah 1,404 untuk variabel laba bersih yang bertindak sebagai variabel Ini menjadi indikasi bahwasanya nilai DW berada di atas -2 dan di bawah 2, yaitu . < 1,404 < . Oleh karena itu, kesimpulannya adalah data yang diteliti tidak menunjukkan adanya autokorelasi. Uji Hipotesis Uji t Tabel 4 Hasil uji t Coefficientsa Model Unstandardized Standardize Coefficients Sig. Collinearity Statistics Coefficients Std. Error Beta Toleranc VIF (Constan ROE ROA Dependent Variable: Kualitas Laba Sumber : Hasil olah data spss versi 21. Jurnal Ekonomi STIEP (JES). Vol. No. November 2023. Jurnal Ekonomi STIEP (JES). ISSN: 2654-4288 (Onlin. Ae Beralaskan dengan hasil uji t di atas menghasilkan perhitungan seperti berikut: Nilai t yang diperoleh untuk ROE (X. adalah 1,496. Keputusan mengenai t tabel dapat dihitung menggunakan tabel t-test pada level signifikan a = 0,05 dengan perhitungan standar berikut: t tabel = . /2. n-k-. = . ,05/2. 36-2-. = . ,025. = 2,035 Dapat disimpulkan bahwa nilai ROE (X. 1,496 lebih kecil dari 2,035, sehingga variabel ROE (X. tidak memberikan dampak terhadap Mutu Laba (Y) (H0 diterima dan H1 Nilai t yang dihitung untuk ROA (X. adalah -3,407. Untuk menentukan t tabel, dapat dihitung pada tabel t-test dengan alpha = 0,05 menggunakan perhitungan yang standar t tabel = . /2. n-k-. = . ,05/2. 36-2-. = . ,025. = 2,035 Dapat disimpulkan bahwa nilai ROA (X. |-3,. secara absolut lebih besar dari 2,035, dengan taraf signifikans sejumlah 0. 002 < 0,05 dengan demikian variabel ROA (X. memberikan dampak negative signifikan terhadap Kualitas Laba (Y). (H0 ditolak dan Ha Uji f Tabel 5 Hasil Uji f Sumber : Hasil olah data spss versi 21. Beralaskan tabel pengujian di atas, nilai f yang diperoleh adalah 9,691 dan hasil dari tabel f bak berikut: f tabel = . n Ae m Ae . = . 36 -2 Ae . = . = 3,285 Dapat disimpulkan bahwa nilai ROE dan ROA mencapai 9,691 yang lebih besar dari 3,11. Variabel ROE (X. dan ROA (X. memiliki dampak yang dengan demikian secara bersamaan terhadap Kualitas Laba (Y) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Uji Koefisien Determinasi R. Tabel 6 Hasil Uji Koefisien Determinasi R. Sumber : Hasil olah data spss versi 21. Ae ISSN: 2654-4288 (Onlin. Beralaskan tabel diatas yang sudah dilakukan, didapatkan nilai R Square sejumlah 0,370. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat financial distress pada perusahaan yang beroperasi dalam sektor real estate management and development di BEI dapat dijelaskan oleh variasi ROE dan ROA sebesar 37 persen, sedangkan 63 persen sisanya dipengaruhi oleh faktor yang tidak tergolong dalam studi yang dilakukan. Kesimpulan Pengaruh X1 terhadap Y Beralaskan hasil uji individual . , didapati bahwasanya nilai variabel ROE (X. memperoleh t-hitung bernilai 1,496, yang nilainya lebih kecil dibandingkan dengan t-tabel sebesar 2,025. Hasil ini menggambarkan bahwa faktor ROE tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Kualitas Laba (Y). Sehingga, hipotesis nol (H. diterima dan hipotesis alternatif (H. Karenanya, perubahan pada ROE dalam penelitian ini tidak dapat menjelaskan variasi atau perubahan yang terjadi pada kualitas keuntungan perusahaan. Hasil ini sepaham dengan hasil penelitian sebelumnya yang sudah dilaksanakan oleh (Cahya, 2. , yang turut menggambarkan bahwasanya ROE tidak menyebabkan dampak pada kualitas Hal tersebut menjadi indikasi bahwasanya tingginya tingkat pengembalian ekuitas tidak selalu menjadi cerminan dari baiknya kualitas laba perusahaan. Kondisi ini dapat terjadi karena ROE lebih menitikberatkan pada keahlian bisnis dalam menghasilkan keuntungan bersih berdasarkan modal pemegang saham, sedangkan kualitas keuntungan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti praktik manajemen laba, konsistensi penerapan kebijakan akuntansi, serta keberlanjutan kinerja bisnis dalam jangka panjang. Sebagai kesimpulan, dapat disimpulkan bahwa dalam konteks penelitian ini. ROE bukan merupakan indikator yang memadai untuk menilai kualitas laba perusahaan. Oleh sebab itu, investor maupun pihak terkait disarankan untuk mempertimbangkan variabel lain yang lebih relevan dalam melakukan evaluasi pada kualitas laba. Pengaruh X2 terhadap Y Beralaskan hasil uji indibidual . , didapati bahwa nilai variabel ROA (X. mempunyai nilai t-hitung bernilai -3,407, sementara nilai t-tabel pada angka signifikansi 5% adalah 2,035. Karenanya, nilai t-hitung secara absolut lebih tinggi daripada t-tabel (|-3,. > 2,. , dan tingkat signifikansi sejumlah 0,002 < 0,05 memperkuat hasil tersebut. Sebagai kesimpulan yaitu hipotesis alternatif (H. diterima dan hipotesis nol (H. ditolak, yang diartikan bahwasanya variabel ROA menyebabkan pengaruh signifikan pada Kualitas Laba. Hasil ini mengisyaratkan bahwa semakin baik keahlian bisnis dalam mengelola asetnya untuk mendaptkankan keuntungan, maka semakin besar pula kualitas keuntungan yang diperoleh. ROA menggambarkan efektivitas bisnis dalam mengoptimalkan seluruh harta yang dimiliki untuk menghasilkan laba bersih. Perusahaan dengan nilai ROA yang tinggi menunjukkan efisiensi pengelolaan dalam penggunaan sumber daya, sehingga keuntungan yang dihasilkan tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga mengisyaratkan kondisi ekonomi perusahaan yang sebenarnya. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Cahya, 2. , yang juga menunjukkan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba. Hal tersebut menegaskan bahwa ROA dapat dijadikan sebagai salah satu indikator utama dalam menilai kualitas laba, karena rasio ini mampu memberikan gambaran mengenai tingkat efektivitas perusahaan dalam mengelola hartanya, yang pada akhirnya menjadi pertimbangan penting bagi investor, kreditur, maupun pihak manajemen dalam penentuan keputusan. Jurnal Ekonomi STIEP (JES). Vol. No. November 2023. Jurnal Ekonomi STIEP (JES). ISSN: 2654-4288 (Onlin. Ae Sebagai Kesimpulan, dapat disimpulkan bahwa ROA memegang peranan yang signifikan dalam menentukan kualitas keuntungan bisnis. Semakin tingginya nilai ROA yang didapatkan, semakin tinggi pula tingkat keandalan dan kredibilitas laba yang dilaporkan oleh perusahaan. Pengaruh X1 dan X2 terhadap Y Beralaskan hasil uji bersamaan . ji-F), didaparkan nilai F-hitung sejumlah 9,691 yang lebih tinggi daripada nilai F-tabel sebesar 3,285 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, kesimpulannya adalah variabel Return on Equity (ROE) (X. dan Return on Assets (ROA) (X. menyebabkan pengaruh signifikan pada Kualitas Laba (Y). Sehingga, hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Hasil tersebut meisyaratkan bahwasanya ketika ROE dan ROA dianalisis secara bersamaan, keduanya memberikan kontribusi terhadap variabel yang terjadi pada kualitas laba perusahaan. Meskipun secara parsial ROE tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, namun dalam pengujian simultan, keberadaannya tetap memperkuat daya jelaskan model ketika dikombinasikan dengan ROA. Hal ini menandakan bahwasanya kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan, baik dari sisi pengembalian ekuitas maupun pengembalian aset, memiliki keterkaitan yang erat dengan tingkat kualitas keuntungan yang didapatkan. Temuan studi ini linear dengan hasil studi terdahulu dari (Ambarwati et al. , 2. , yang juga menyimpulkan bahwa ROE dan ROA dengan cara bersamaan menimbulkan pengaruh signifikan pada kualitas laba. Sebagai kesimpulan, hasil studi ini memperkuat bukti empiris bahwasannya indikator profitabilitas yang berbasis pada ekuitas maupun aset sama-sama berperan penting dalam menilai tingkat keandalan laba perusahaan. Secara praktis, temuan ini menegaskan bahwa kualitas laba tidak dapat hanya dilihat dari satu indikator keuangan semata, melainkan merupakan hasil dari sinergi berbagai ukuran profitabilitas. Oleh karena itu, investor dan pihak manajemen disarankan untuk memperhatikan kedua faktor tersebut secara bersamaan agar mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai keadaan dan kualitas laba perusahaan. Referensi