MAQASID: Jurnal Studi Hukum Islam Issn: 2252-5289 (Printe. 2615 - 5622 (Onlin. Website: http://journal. um-surabaya. id/index. php/Maqasid Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam/Vol. No. 1, 2023 . Tinjauan Syariat. Fikih dan Sains Teknologi Astronomi Penentuan Arah Kiblat Suatu Tempat Saat Matahari Persis di Atas KaAobah Masjidil Haram Mekah Sriyatin Shodiq1. Nashiruddin Darajat2 M. Syamsu Alam Darajat2 (UMSurabaya1. SMAM 6 Karangasem Lamongan2. Yayasan Al Falakiyah Surabaya. ABSTRAK Persoalan penentuan arah kiblat adalah persoalan yang penting, serius, pelik, dan banyak perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. Seperangkat ilmu yang dibutuhkan untuk menentukannya adalah ilmu syariat, fikih, sains teknologi ilmu falak/astronomi dan beberapa instrumen peralatan yang digunakan untuk menentukan kesahihan teori dan praktiknya. Para ulama sepakat bahwa menghadap arah kiblat dalam merupakan syarat sahnya salat. Sebenarnya, penentuan arah kiblat dalam salat adalah mudah, namun tata cara penentuannya tidak banyak diketahui oleh umat Islam, sehingga ditemukan banyak masjid, musala, kuburan Islam, dan tempat salat id tidak menghadap ke arah kiblat sebenarnya ke titik arah KaAobah Masjidil Haram Mekah. Penelitian ini menggunakan studi Pustaka dengan pendekatan penelitiannya mengunakan deskriptif analisis kualitatif. Salah satu cara mudah, tepat dan praktis untuk menentukan arah kiblat adalah menggunakan fenomena alam ketika saat deklinasi matahari melintasi zona dan berada persis di atas KaAobah Masjidil Haram Mekah. Peristiwa matahari berada persis di atas KaAobah ini terjadi satu tahun dua kali, yaitu pada tanggal 27/28 Mei jam 16. 18 WIB dan tanggal 15/16 Juli jam 16. WIB, dan peristiwa penting ini disebut AuHari Rusdul KiblatAy. Hari Rusdul Kiblat merupakan waktu yang paling mudah, tepat dan praktis untuk menentukan dan mengecek arah kiblat masjid, musala, tempat salat ied, kuburan Islam, kiblat rumah-rumah muslim dan arah mata angin. Persiapan dan bahan yang dipersiapkan adalah jadwal jam rusdul kiblat, tongkat istiwak, jam waktu telah dicocokkan dengan siaran RRI, tempat lapang rata dan tidak terhalang oleh apapun, busur dan benang bila perlu. Saat momentum inilah waktu yang tepat untuk menentukan dan mengecek arah kiblat dan arah mata angin suatu tempat. Kata Kunci: Syari'at. Fikih. Astronomi. Arah Kiblat. Ka'bah. ABSTRACT The issue of determining the Qibla direction is an important, serious, complicated issue, and there are many differences of opinion among Muslims. The set of knowledge needed to determine it is the science of Syariat. Jurisprudence, science of technology, astronomy/astronomy and several instruments used to determine the validity of the theory and practice. The scholars agree that facing the Qibla direction is a condition for the validity of In fact, determining the Qibla direction in prayer is easy, but the procedure for determining it is not widely known by Muslims, so many mosques, prayer rooms. Islamic graves and places of id prayer are found that do not face the actual Qibla towards the Kaaba of the Grand Mosque of Mecca. This research method uses literature study and the research approach uses descriptive qualitative analysis. One of the easy, precise and practical ways to determine the Qibla direction is to use natural phenomena when the sun's declination crosses the zone and is directly above the Kaaba of the Grand Mosque of Mecca. This event of the sun being directly above the Kaaba occurs twice a year, namely on May 27/28 at 16. 18 WIB and July 15/16 at 16. 27 WIB, and this important event is called "Rusdul Qibla Day" Rusdul Qibla Day is the easiest, most precise and practical time to determine and check the Qibla direction of mosques, prayer rooms, places of Eid prayers. Islamic graves. Qibla of Muslim houses and the direction of the The preparations and materials to be prepared are the rusdul qibla clock schedule, istiwak sticks, the time clock has been matched with the RRI broadcast, the place is flat and not obstructed by anything, bows and threads if When this momentum is the right time to determine and check the Qibla direction and the cardinal directions of a place. Keywords: Shari'at. Fiqh. Astronomy. Qibla Direction. Kaabah. PENDAHULUAN Persoalan penentuan arah kiblat adalah persoalan yang penting, serius, pelik, dan terjadi banyak perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. Seperangkat ilmu yang dibutuhkan untuk menentukannya adalah ilmu syariat, fikih, sains teknologi ilmu falak/astronomi dan beberapa instrumen peralatan yang digunakan untuk menentukan kesahihan teori dan praktiknya. Ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup penentuan arah kiblat tidak menjadi sebuah persoalan yang serius, karena pada saat itu masyarakat muslim masih terbatas. Rasulullah SAW sendiri yang menunjukkan kemana arah kiblat yang benar dengan bimbingan petunjuk wahyu. Persoalan penentuan arah kiblat itu menjadi cukup rumit ketika umat Islam telah tersebar luas di seluruh penjuru belahan dunia dan Rasulullah SAW telah wafat. Pilihan yang tepat dan benar adalah dilakukan ijtihad untuk menentukan arah kiblat suatu tempat di permukaan bumi. Dengan jalan ijtihad di mana pun tempat dipermukaan bumi akan diketahu arah dan menghadap kiblat salat sesuai letak geografis dan koordinat lintang dan bujur tempat dengan titik pusat KaAobah di Masjidil Haram Mekah. Firman Allah dalam al-Quran: ca e aNA a caAI aO a eO a aI aE eI a eIac Aa aOEacO aO aO aN aE eIA ca Aac eE a aA a AEA caa a aOEac aOe aNA e A e aac eE aIA AuMaka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, hadapkanlah wajahmu ke arah ituAy. QS. Al-Baqarah . Hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah: A a eCa aE eE aC eEaa AaEaa eA ON IEIA ca Auaa Ca eIa uaEaO EA e A a acI AUAa a eE aOaO aA e a AA aaE a a AuJika kamu hendak mengerjakan salat, sempurnakanlah wudu, kemudian menghadapkan ke arah kiblat dan bertakbirlahAy. [HR. Musli. 2 Hadis riwayat Al-Baihaqi dari AthaAo dari Ibnu Abbas: Baitullah adalah kiblat bagi orang yang berada di Masjidilharam. Masjidilharam adalah kiblat bagi orang yang berada . di tanah haram . anah suci Meka. , dan tanah haram . anah suci Meka. adalah kiblat bagi semua umatku di bumi, baik di barat ataupun di timur (HR. Al-Baihaq. Dalam kitab Raudhah at-Thalibin oleh Imam An-Nawawi, menyatakan bahwa:Ay Seperti halnya tidak diperbolehkan berijtihad ketika dia mampu untuk mengetahui arah kiblat secara yakin, dia tidak boleh bersandar pada ijtihad orang lain. Adapun orang yang tidak mampu untuk mengetahui arah kiblat secara yakin, maka hukumnya diperinci, jika dia menemukan orang yang mampu untuk memberitahu arah kiblat berdasarkan keyakinan, maka dia harus mengikutinya tanpa melakukan ijtihad dengan syarat pemberi khabar tadi harus orang yang adil, baik bersumber dari orang laki-laki/perempuanAy. Sebenarnya, penentuan arah kiblat dalam salat adalah mudah, namun tata cara penentuannya tidak banyak diketahui oleh umat Islam, sehingga ditemukan banyak masjid, musala, kuburan Islam, dan tempat salat id tidak menghadap ke arah kiblat sebenarnya ke titik arah KaAobah Masjidil Haram Mekah. Berijtihad dalam menentukan arah kiblat berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan sains, informasi dan teknologi, sehingga metode yang dipakai berkembang sesuai dengan kemajuan yang dicapai. Dengan kata lain hukum menghadap arah kiblat adalah wajib, namun metode penentuan arah kiblat berkembang menuju metode yang lebih akurat dan teliti. 1Departemen Agama RI. Al-Quran dan Terjemahnya. Jakarta: Proyek Peningkatan Pelayanan Kehidupan Beragama Pusat Ditjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Departemen Agama RI, 2004, h. 2 Imam Muslim. Sahih Muslim. Jilid 1. Beirut : Dar IhyaAo al-Turats al-Arabi, tt. , h. Baca juga : Ali al-Syaikh. Shalih bin Abd al-Aziz bin Muhammad bin Ibrahim. MausuAoah al-Hadits al-Syarif al-Kutub al-Sittah, al-Riyad: Dar al-Salam, 2000 M/1421 H. 3 Imam As-Syaukani. Nail Al-Authar. Jilid II. Beirut: Dar al-MaAoarif, 1983, h. 4 Imam An-Nawawi. Raudhah al-Thalibin. Jilid 1. Beirut: Al-Maktabah al-Islamiyah, 1991, h. Berbagai perintah syariat menghadap arah kiblat yang wajib dilakukan oleh umat Islam dan bahkan menjadi salah satu syarat sahnya suatu kewajiban beribadah dan diterima oleh Allah swt. , seperti salat, mengkubur jenazah, menyembelih hewan kurban, melempar jumrah, termasuk untuk berzikir dan berdoa, dan larangan membelakangi arah kiblat ketika buang hajat. Seperangkat instrumen alat yang dibutuhkan untuk mengukur, menentukan, mengecekan dan menguji kesahihan arah kiblat suatu tempat, yang perlu dipersiapkan antara lain, rubuk mujayab, tongkat istiwak, kompas, altimeter. GPS, peta dan bola dunia . , busur, benang/laser, kalkulator, software aplikasi, daftar deklinasi matahari, dan data perhitungannya. Sungguh banyak seperangkat ilmu dan instrumen peralatan yang dibutuhkan dalam menentukan arah kiblat, namun semua perangkat itu akan terlewati bilamana mengetahui tata cara yang mudah dan praktis. Tata cara apa yang dimaksud? yaitu tata cara penentuan arah kiblat dengan berpedoman pada fenomena alam bayang-bayang matahari melintasi persis di atas KaAobah Masjidil Haram Mekah, sehingga tempat-tempat di permukaan bumi tinggal mencocokkan dan menentukan kesahihan sesuai dengan waktu dan jam, yaitu terjadi pada tanggal 27/28 Mei jam 16. 18 WIB dan tanggal 15/16 Juli jam 16. WIB, peristiwa penting ini disebut AuHari Rusydul KiblatAy. Selain itu, arah kiblat wajib diketahui oleh umat Islam, karena dengan menghadap arah kiblat tepat dan benar . ecara dza. membawa pengaruh terhadap keajaiban KaAobah di Masjidil Haram Mekah yaitu mempunyai energi positif dan mustajabahnya doa. Ada 4 . faktor yang mempengaruhinya: pertama, faktor Nabi Ibrahim AS kedua, faktor Hajar Aswad. ketiga, faktor orang bertawaf, dan keempat, faktor KaAobah sebagai pusat kiblat salat. Inilah energi positif yang luar biasa yang menghantarkan daya kekuatan gelombang elektromagnetik yang sangat tinggi yang dimiliki oleh manusia beriman dan mukhlis, sehingga doa-doanya mustajabah . Pembahasan penelitian ini diharapkan akan memberi petunjuk dan dapat mengikuti tata cara prosedur yang mudah tepat dan praktis yang bersumber dari syariat, fikih dan sains informasi teknologi astronomi ketika fenomena alam bayang-bayang matahari saat berada persis di atas KaAobah Masjidil Haram Mekah untuk menentukan arah kiblat di suatu tempat di permukaan bumi. METODE Metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan . ibrary researc. dengan merujuk pada berbagai referensi tentang syarAoah, fikih dan hasil kajian astronomi yang berkaitan dengan penentuan arah kiblat. Sriyatin Shodiq. Ilmu Falak Sains. Jilid 1. Surabaya : CV. Falakiyah Madani, 2022, h. Baca juga: Abd al-MuAothi. Fati Fawzi. Misteri KaAobah Kisah Nyata Kibat Dunia Sejak Nabi Ibrahim Hingga Sekarang. Cet 1. Jakarta: Zaman, 2010. Agus Mustofa. Pusaran Energi KaAobah. Surabaya: Padma Padang Makhsyar, 2003. Zainurrofieq. Mukjizat KaAobah Mengungkap Keagungan Baitullah. Jakarta: Kultum Media, 2008. PEMBAHASAN Tinjauan Bahasa dan Istilah Dalam tinjauan bahasa ada tiga kata yang digunakan dalam pokok pembahasan ini yang saling berhubungan dan dijelaskan berkaitan dengan kata arah atau kiblat, deklinasi matahari dan rusdul kiblat. Kata kiblat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diartikan arah ke KaAobah di Mekah . ada waktu sala. , arah, jurusan,mata angin. Mengiblatkan berarti mengarahkan ke kiblat. Kata kiblat adalah KaAobah. 7 Kiblat berarti wijhah artinya arah8. Kiblat menurut bahasa adalah arah, dan yang dimaksud disini adalah KaAobah. Sedangkan menurut Abdurrahman al-Jaziri, kiblat adalah arah KaAobah atau wujud KaAobah. Arah dalam bahasa Arab disebut jihah (A )NAatau syathrah (A )Adan disebut juga qiblah (A)CEA. Qiblah berasal dari bahasa Arab, dari isim masdar qabbala-yaqbulu-qiblatan (A)CE Ae OCE Ae CEA, artinya menghadap11. Kiblat . lQibla. menurut Ensiklopedi Hukum Islam berarti arah, berasal dari kata qabala yaqbulu al-makan yang berarti menghadap ke suatu tempa. , bangunan KaAobah atau arah yang dituju kaum muslimin dalam melaksanakan sebagian Pengertian kiblat adalah sebagai jarak terdekat dari suatu tempat ke KaAobah (Meka. Kiblat dalam pengertian wijhah disebut juga syatrah atau disebut juga as-simt, dalam bahasa Latin disebut Azimuth, yaitu harga sudut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka, 2003, h. 7 Taqiyuddin Abi Bakar bin Muhammad bin Abd al-MuAomin al-Khishni. Kifayah al-Akhyar fi Hall Ghayah al-Ikhtishar Syarh Mata Abi SyujaAo. Beirut: al-Dar al-Minhaj, 2008 M/1429 H. , h. Baca juga: Zainuddin bin Abd al-Aziz al-Malibari. Fath al-MuAoin bi Syarh Qurrah al-Ain bi Muhimmah al-Din. Beirut: Dar al-Kitab al-Ilmiyah, 2013M/1434 H. Demikian juga baca: Abu Bakar Usman bin Muhamad Syatha al-Dimyathi al-Bukra. Hasyiyah IAoanah al-Thalibin. Jilid 1. Beirut: Dar al-Kitab al-Ilmiyah, 2018 M/1439 H. ,h. 8 Ibnu Manzhur. Kamus Lisan al-Arab. Cet. Beirut: Dar al-Fikr, 1994, h. 9 A EN OEI NI EEA: A(ECE AO EEAKiblat menurut bahasa adalah arah, dan yang dimaksud disini adalah KaAoba. As-Syarbani. Muhammad Khatib. Mughni al-Muhtaj. Jilid 1. Beirut : Dar al-Fikr, tt. ,h. 10 A(ECE NO N EE O OI EEAKiblat adalah arah KaAobah atau wujud kaAoba. Al-Jaziri. Abd Al-Rahman. Kitab al-Fiqh ala al-Mazahib al-ArbaAoah. Jilid 1. Damsyiq : Dal alFikr, tt. ,h. 11Munawwir. Ahmad Warson. Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia. Cet. Yogyakarta: Unit Pengadaan Buku-Buku Ilmiah Keagamaan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, 1984,h. Baca juga: Atabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor. Kamus Kontemporer Arab-Indonesia. Yogyakarta: Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyah Yogyakarta, 1996, h. 12 Dahlan. Abdul Aziz . l al. Ensiklopedi Hukum Islam. Cet 1. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 1996, h. Baca juga: Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. Ensiklopedi Islam. Cet 1. Jakarta:PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 1993, 334. 13 Jan Van Den Brink dan Marja Meeder. Judul Asli Mekka. Kiblat: Arah Tepat Menuju Makkah. Disadur ke dalam bahasa Indonesia oleh Andi Hakim Nasoetion. Jakarta: PT. Pustaka Utera Antarnusa, 1993. Cet, 1, h. suatu tempat yang dihitung sepanjang horizon dari titik utara ke arah timur diputar searah jarum jam sampai titik perpotongan antara lingkaran vertikal yang meliwati tempat itu dengan lingkaran horison. Arah kiblat berarti arah atau jarak terdekat sepanjang lingkaran besar yang melewati kota Mekah (KaAoba. dengan tempat kota yang bersangkutan. Menurut SaAoadoeddin Djambek menjelaskan bahwa arah kiblat adalah orang yang sedang salat menghadapkan mukanya ke arah KaAobah di Mekah. Sedangkan menurut ilmu pasti, orang yang berdiri untuk mengerjakan salat itu, berdiri di dalam suatu bidang yang ditentukan oleh titik tempat ia tegak, titik pusat bumi dan titik tempat KaAobah. Selama salat,rukuk, iktidal, sujuddan gerak-gerak yang lain, senantiasa dilakukannya di dalam bidang yang dimaksud itu. Dengan demikian dari segi bahasa arah qiblat atau arah kiblat berarti arah yang dituju menghadap ke KaAobah ketika salat. Deklinasi dalam bahasa Arab disebut AuMailAy atau Aual-MailAy (A IOEAatau A)EIOEA, deklinasi matahari (A )IOE EIAatau dalam bahasa Inggris disebut Declination (De. Declination of the sun (Dec. , dengan simbol , deklinasi bisa dibandingkan dengan garis lintang yang diproyeksikan ke bola langit, diukur dengan derajat ke arah utara (U) dan ke arah selatan (S) dari ekuator langit. Rusdul kiblat atau istiwak aAodham . ulminasi agun. adalah metode dan cara tepat dan praktis untuk menentukan arah kiblat masjid, musaha dan tempat lapangan salat id pada saat bayangan matahari melintasi dan berada persis di atas KaAobah Masjidil Haram Mekah17. Menentukan dan pengecekan arah kiblat dengan menggunakan fenomena alam matahari melintasi saat berada persis di atas KaAobah Masjidil Haram Mekah merupakan cara yang tepat mudah dan praktis yang terjadi setiap tahun dua kali dan dapat dilakukan oleh siapapun dengan sarana peralatan yang sederhana menggunakan tongkat istiwak. Tinjauan Syariah dan Fikih Dasar Al-Quran dan Hadis a A aIac AaEaIa aOEOaIac aEac C eEaac a eA caA e aA a caA aN Aa aO acE aOe aN aEA ca Aac aOe N aEac AO EA a caACa eac Ia aO aCaEA a A e a aNac aOu acIac EacA caa a AOIac aOaO eA a cac eE a aIac aO a eO a aI aE eI a eIac Aa aOEacO aO aO aN aE eIA e A eE aIA a aA acI aO e aIEA a AEa aO eEa aIA caAOIA a caEA ca aAcEEaca A cae ACac IA ca AOIac aIacNaca eE aA ca AI aN eIac aO aIA AuKami melihat wajahmu (Muhamma. sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan dimana saja engkau berada, 14Departemen Agama RI. Pedoman Arah Kiblat. Jakarta: Ditjen Bimas Islam Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Departemen Agama RI, 2009, h. 1 dan 2. 15 Djambek. SaAoadoeddin. Arah Qiblat. Jakarta: Tinta Mas, 1957, h. 16 Sriyatin Shodiq. Ilmu Falak Sains. Jilid 1. Surabaya : CV. Falakiyah Madani, 2022, h. 17 Ibid, h. hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat/Yahudi dan Injil/Nasran. tahu, bahwa . emindahan kibla. itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakanAy. (QS. Al-Baqarah:. 18 Hadis riwayat Al-Bukhari dari Abi Ishaq dari Al-BaraAo Bin Azib: Dari Abi Ishaq dari Al-Bara ra. Sesungguhnya Rasulullah saw. pertama tiba di Madinah beliau turun di rumah kakek-kakek atau paman-paman dari Anshar. Dan bahwa beliau salat menghadap Baitul Maqdis selama 16 . nam bela. atau 17 . ujuh bela. Dan beliau senang kiblatnya dijadikan menghadap Baitullah. Dan salat pertama beliau dengan menghadap Baitullah adalah salat Asar dimana orang-orang turut salat . bersama beliau. Seusai salat, seorang lelaki yang ikut salat bersama beliau pergi, kemudian melewati orang-orang di suatu masjid sedang ruku. Lantas dia berkata: "Aku bersaksi kepada Allah, sungguh aku telah salat bersama Rasulullah saw dengan menghadap Mekah. " Merekapun dalam keadaan demikian . merubah kiblat menghadap Baitullah. Dan orang-orang Yahudi dan Ahli Kitab senang beliau salat menghadap Baitul Maqdis. Setelah beliau memalingkan wajahnya ke Baitullah, mereka mengingkari hal itu. Sesungguhnya sementara orang meninggal dan terbunuh sebelum berpindahnya kiblat, sehingga kami tidak tahu apa yang akan kami katakan tentang mereka. Kemudian Allah yang Mahatinggi menurunkan ayat: dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh. Allah Maha Pengasih. Maha Penyayang kepada manusia" (Qs. Al-Baqarah:. (HR. Bukhar. Menurut Imam Ibnu Katsir20 dalam Tafsir al-Quran al-Adzim, menjelaskan bahwa Imam Hakim mengatakan, hadis ini sahih sanad-nya, tetapi 18 Departemen Agama RI. Al-Quran dan Terjemahnya. Jakarta: Proyek Peningkatan Pelayanan Kehidupan Beragama Pusat Ditjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Departemen Agama RI, 2004, h. 19 Ali al-Syaikh. Shalih bin Abd al-Aziz bin Muhammad bin Ibrahim. MausuAoah al-Hadits al-Syarif al-Kutub al-Sittah, al-Riyad: Dar al-Salam, 2000 M/1421 H. 20 Ibnu Katsir al-Qurasyi al-Bushrawi. Abu al-FidaAo Imaduddin Ismail. Tafsir al-Quran al-Adzim. Jilid 2,Terj. Tafsir Ibnu Katsir oleh Arif Rahman Hakim, . Sukoharjo: Insan Kamil, 2015 /1437 H. , h. Baca juga:Rasyid Ridla. Muhammad. Tafsir al-Quran al-Hakim alMusamma Tafsir al-Manar,Jilid 2, al-Qahira Mesir: Al-Maktabah al-Taufiqiyah,tt. ,h. keduanya (Imam al-Bukhari dan Imam Musli. tidak meriwayatkannya. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Abu Hatim, dari Al-Hasan ibn Arafah, dari Hisyam, dari Ya'la ibn Atha dengan lafaz yang sama. Pendapat ini merupakan salah satu dari dua pendapat Imam Syafii ra. yang mengatakan bahwa sesungguhnya yang dimaksud ialah menghadap ke arah ainul KaAobah. Sedangkan pendapat lainnya oleh kebanyakan ulama mengatakan, yang dimaksud ialah muwajahah . enghadap ke arahny. , seperti yang disebutkan di dalam riwayat Imam Hakim melalui hadis Muhammad ibn Ishaq, dari Umair ibn Ziad Al-Kindi, dari Ali ibn Abu Talib ra. sehubungan dengan tafsir firmanNya: Hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. (Al-Baqarah: . , dan yang dimaksud dengan syatrahu adalah ke arahnya . idak harus tepat ke KaAoba. ca a acaAeAac aI acac E acEac aOEa eOac a aac Ea aaEaNA a AaEa eIac a aac uEaO a aEac aEOA a AEI a acIac aa eEIa E eacIA caAEaOeNac aEOEA AuTidakkah engkau memperhatikan . Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan . an memendekka. bayang-bayang dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia jadikannya . ayang-bayang it. tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjukAy. (QS. Al-Furqan:. 21 e aA a acIac CaA AIaNaac uEa eOIaac Caeac OaOacA AuKemudian Kami menariknya . ayang-bayang it. kepada Kami sedikit demi sedikitAy. (QS. Al-Furqan:. 22 Hadis riwayat Al-Baihaqi dari Atha dari Ibnu Abbas: AuDari Atha dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah saw bersabda: AuBaitullah adalah kiblat bagi orang yang berada di Masjidilharam. Masjidilharam adalah kiblat bagi orang yang berada . di tanah haram . anah suci Meka. , dan tanah haram . anah suci Meka. adalah kiblat bagi semua umatku di bumi, baik di barat ataupun di timurAy. (HR. Al-Baihaq. AAEacOA a aA a a AA e A a acI a a aE a a aE eE aIAUaA eaI a aO aN aO aeAUsA aOA a A aO a aeI a aOA a A eaIA a ACa eE aA AA aA a aEacO NEEA a AO aEA a ANEEA ca AaO a aIe aE aN a aN eE aCA a aAEac aI aAO IA a A aOAUA aO sA a AEa eO aN aOA a AaO aA AA a eCa aE eE aC eEaa AaEaa eA ca AaO aa AaO aN Auaa Ca eIa uaEaO EA e A a acI AUAa a eE aOaO aA e a AA aaE a a AON IEIA Demikian baca juga: Az-Zuhaili. Wahbah. Al-Tafsir al-Munir fi al-Aqidah wa al-Syariah wa al-Manhaj. Jilid 1. Damsyiq : Dal al-Fikr, 2009 M/1430 H. ,h. 21 Departemen Agama RI, op. 22 Ibid. 23 Imam As-Syaukani. Nail Al-Authar. Jilid II. Beirut: Dar al-MaAoarif, 1983, h. AuDari SaAoid bin Abi SaAoid dari Abu Hurairah, bahwa seorang masuk masjid, maka Rasulullah SAW salat di sampingnya, dan diceritakan dengan hadis serupa : jika kami hendak mengerjakan salat, sempurnakan wudu, kemudian menghadapkan arah kiblat dan bertakbirlahAy (HR. Musli. Syarat dan Hukum Menghadap Arah Kiblat Waktu Salat Pendapat para ulama mazhab berkaitan dengan syarat-syarat hukum menghadap arah kiblat ketika melaksanakan ibadah salat, sebagaimana dijelaskan oleh Abd Rahman Al-Jaziri dalam Kitab al-Fiqh ala Mazahib alArbaAoah25, sebagai berikut: Mazhab Maliki Menurut mazhab Maliki syarat sahnya salat ada lima, yaitu . suci dari hadas, . suci dari kotoran, . beragama Islam, . menghadap ke arah kiblat, dan . menutup aurat. Mazhab SyafiAoi Menurut mazhab SyafiAoi syarat sahnya salat ada tujuh, yaitu . suci badan dari dua hadas . esar-keci. , . sucinya badan, pakaian dan tempat dari kotoran, . menutup aurat, . menghadap ke arah kiblat, . mengetahui waktu shalat telah masuk, walau dengan dugaan yang kuat . , . mengetahui cara-cara mengerjakan salat, dan . tidak melakukan sesuatu yang dapat membatalkan salat. Mazhab Hanafi Menurut mazhab Hanafi syarat sahnya salat ada enam, yaitu . suci badan dari hadas dan kotoran, . suci pakaian dari kotoran, . suci tempat dari kotoran, . menutup aurat, . niat, dan . menghadap ke arah kiblat. Mazhab Hambali Menurut mazhab Hambali syarat sahnya salat ada sembilan, yaitu . beragama Islam, . berakal, . mumayiz, . suci dari hadas dan mampu bersuci dari hadas, . menutup aurat, . menjauhkan badannya, pakaiannya dan tempatnya dari najis, . berniat, . menghadap ke kiblat, dan . masuk waktu salat. Semua mazhab telah bersepakat bahwa menghadap ke arah kiblat merupakan salah satu syarat sahnya salat. Dalam menentukan arah kiblat, mazhab Syafii telah menambah dan menetapkan tiga kaidah pokok yang bisa digunakan untuk memenuhi syarat menghadap arah kiblat. Menghadap kiblat yakin . iblat yaki. 24 Imam Muslim. Sahih Muslim. Jilid 1. Beirut : Dar IhyaAo al-Turats al-Arabi, tt. , h. Baca juga : Ali al-Syaikh. Shalih bin Abd al-Aziz bin Muhammad bin Ibrahim. MausuAoah al-Hadits alSyarif al-Kutub al-Sittah, al-Riyad: Dar al-Salam, 2000 M/1421 H. Al-Jaziri. Abd Al-Rahman. Kitab al-Fiqh ala al-Mazahib al-ArbaAoah. Jilid 1. Damsyiq : Dal alFikr, tt. , h. 26 Ibid, h. Seseorang yang berada di dalam Masjidil Haram dan melihat langsung kaAobah, maka wajib menghadapkan dirinya ke kiblat dengan penuh yakin, yakni ainul kaAobah. Menghadap kiblat perkiraan . iblat dza. Seseorang yang berada jauh dari kaAobah, yaitu berada di luar Masjidilharam atau di wilayah tanah suci Mekah, tidak dapat melihat bangunan kaAobah, maka mereka wajib menghadap ke arah Masjidilharam sebagai maksud menghadap ke arah kiblat secara dzan atau perkiraan, disebut sebagai Aujihad al-kaAobahAy. Menghadap kiblat ijtihad . iblat ijtiha. Ijtihad arah kiblat digunakan seseorang yang berada di luar tanah suci Mekah atau bahkan di luar negara Arab Saudi. Bagi yang tidak tahu arah dan ia tidak dapat mengira kiblat dzan . , maka boleh menghadap kemanapun yang diyakininya sebagai arah kiblat. Namun bagi yang dapat mengira, mampu dan dapat melakukan ijtihad, maka wajib ijtihad terhadap arah kiblatnya. Ijtihad dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat dari suatu tempat yang terletak jauh dari Masjidilharam. Antara lain ijtihad menggunakan posisi rasi bintang, bayangan matahari di atas kaAobah, arah matahari terbenam, perhitungan segitiga bola azimut kiblat dan penentuan arah kiblat dengan menggunakan peralatan modern seperti GPS. Menunut Sayid Sabiq, dalam kitabnya Fiqh al-Sunah27 menjelaskan bahwa para ulama sependapat orang yang mengerjakan salat wajib menghadap ke arah Masjidil Haram sebagaimana berdasarkan Firman Allah taAoala: Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. QS. Al-Baqarah . Umat Islam sepakat bahwa meghadap arah kiblat merupakan salah satu syarat sahnya salat29, sebagaimana dalam Firman Allah taAoala: a AaOI eIac aOA AIA ca Aac eE a aA a cac Aa aOEac aOe aN aEA a eAeac a aA e A e aac eE aIA AuAdan dari mana saja kamu keluar . , maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil haramA. Ay. QS. Al-Baqarah . :149 & . Demikian juga, menurut Wahbah Az-Zuhaili31 dalam kitabnya Al-Fiqh alIslam wa adillatuhu menjelaskan bahwa para ulama sepakat untuk menyatakan bahwa menghadap arah kiblat adalah salah satu syarat sahnya salat. 27 Sayid Sabiq. Fiqh al-Sunnah. Jilid 1. Beirut: Dar al-Fikr,1997 M/1418 H,. 28Departemen Agama RI. Al-Quran dan Terjemahnya. Jakarta: Proyek Peningkatan Pelayanan Kehidupan Beragama Pusat Ditjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Departemen Agama RI, 2004, h. 29 Ahmad bin Rusyd al-Qurthubi al-Andalusi. Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid. Jilid 1. Bairut: Dar al-Fikr, 2008 M/1429 M. , h. 30 Op. cit, h. 31 Az-Zuhaili. Wahbah. Al-Fiqh al-Islam wa Adillatuh. Jilid 1. Damsyiq : Dal al-Fikr, 1983 M/1404 ,h. Tinjauan Sains Teknologi Astronomi . Perlu Mengetahui Geometri dan Segitiga Bola Arah Kiblat32 Penentuan arah atau azimut kiblat adalah penentuan arah di permukaan Bumi yang tempati manusia ini diketahui berbentuk bola berarti menentukan arah atau azimut kiblat di permukaan bola. Digambarkan dalam sebuah titik, jika titik KaAobah dan titik suatu tempat salat dihubungkan dengan sumbu titik Kutub Utara (KU) melalui busur lingkaran besar, maka akan terbentuklah sebuah segitiga bola dengan tiga titik sudutnya . udut titik A. C), yakni Kutub Utara (U) sumbu sudut titik Utara (C), titik sudut KaAobah, yakni titik (A) dan titik sudut suatu tempat di permukaan bumi, yakni titik (B). Sedangkan sisi-sisinya adalah busur meridian KaAobah, meridian tempat salat, dan busur arah kiblat. Bentuk segitiga bolah adalah segitiga bola ketiga sisinya merupakan busur dari lingkaran besar. Jika segitiga bola ini dihubungkan dengan penentuan arah atau azimut kiblat, maka segitiga bola ini disebut Segitiga Bola Arah Kiblat. Modifikasi gambar (Syamsu Ala. Gambar 1: Geomerti Segitiga Bola Arah Kiblat Untuk memudahkan memahaminya, dengan dasar segitiga bola arah kiblat dalam sebuah bola bumi . menetapkan pada 3 . titik yang harus dibuat, yaitu . titik A, diletakkan di KaAobah Masjidilharam kota Meka. titik B, diletakkan di lokasi tempat yang akan ditentukan arah kiblatnya. titik C, diletakkan di titik kutub utara atau titik sumbu utara. Titik A dan titik C adalah dua titik yang tetap . idak berubah-uba. , karena titik A tepat di KaAobah Masjidil Haram Mekah dan titik C tepat di kutub utara sebagai titik sumbu utara (U). Sedangkan titik B senantiasa berubah-rubah sesuai dengan lokasi tempatnya, berada di sebelah utara ekuator/khatulistiwa 32 Sriyatin Shodiq. Ilmu Falak Sains, h. Baca juga : M. Nashiruddin Darajat. Menghitung Arah Kiblat, dalam Majalah Sain Astronomi. Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran Lamongan, volume 1 Tauhn 2022, h. Baca juga: Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pedoman Hisab Muhammadiyah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 1430 H/2009 M. , h. dan berada di sebelah selatan ekuator/khatulistiwa, tergantung pada tempat mana yang akan ditentukan arah kiblatnya. Titik (A-B-C) tersebut dihubungkan dengan garis lengkung pada lingkaran besar, maka terjadilah segitiga bola A-B-C, seperti gambar di bawah ini. Titik A adalah posisi KaAobah di Masjidil Haram kota Mekah, titik B adalah posisi lokasi tempat/kota, dan titik C adalah titik kutub utara/titik sumbu utara. Modifikasi gambar (Nashiruddi. Gambar 2: Segitiga Bola (ABC Ae ab. Ketiga sisi segitiga A-B-C di samping ini diberi nama dengan huruf kecil dengan nama sudut di depannya . Sisi sudut B-C dinamakan sisi a, karena berada di depan/ berhadapan dengan sudut A. Sisi sudut C-A dinamakan sisi b, karena berada di depan/berhadapan dengan sudut B. Sisi sudut A-B dinamakan sisi c, karena berada di depan/berhadapan dengan sudut C. Atau sudut di antara sisi b dan sisi c dinamakan sudut A, sudut di antara sisi c dan sisi a dinamakan sudut B, dan sudut di antara sisi a dan sisi b dinamakan sudut C. Sudut-sudut itu dihitung dengan derajat sudut geometri dan segitiga bola. Gambar segitiga bola di atas, dapat diketahui bahwa yang dimaksud perhitungan sudut derajat arah kiblat adalah suatu perhitungan sudut derajat untuk mengetahui berapa besar nilai sudut B, yakni sudut yang diapit oleh sisi a dan sisi c. Pembuatan gambar segitiga bola seperti di atas sangat berguna untuk membantu menentukan nilai sudut arah kiblat bagi suatu tempat dipermukaan bumi ini dihitung/diukur dari titik utara ke arah mata angin lainnya, misalnya diukur dari titik Utara ke Barat (U-B), atau diukur searah jarum jam dari titik Utara (U-T-S-B). Untuk perhitungan sudut arah kiblat, hanya diperlukan empat perangkat, yaitu . lintang tempat, . bujur tempat, . rumus sudut arah kiblat yang digunakan, dan . alat bantu hitunng yang digunakan. Adapun data yang digunakan, yaitu lintang dan bujur kaAobah (Meka. A = 21o 25Ao 20Ay LU dan = 39o 49Ao 34Ay BT . etap sudut sisi A), dan lintang tempat dan bujur tempat lokasi/kota. Lintang dan bujur tempat . erubah-rubah sudut sisi B) sesuai lokasi tempat di permukaan bumi. Data lintang dan bujur tempat dapat diambil dari taqwim/daftar lintang dan bujur/peta/ buku Ilmu Falak dan Hisab Rukyat menyediakan data lintang dan bujur tempat. GPS (Global Positioning Syste. dan goegle earth. Perlu Mengetahui Deklinasi Matahari 33 Deklinasi matahari adalah jarak sudut pada bola langit antara benda langit dan ekuator langit, diukur pada meridian yang melalui benda langit. Deklinasi sebagai sudut adalah jarak dari suatu benda langit ke ekuator, diukur melalui lingkaran waktu. Deklinasi sebagai suatu bidang adalah sepotong busur lingkaran deklinasi yang diukur dari titik perpotongan ekuator pada lingkaran deklinasi sampai bintang. Terjadinya lingkaran sudut matahari disebabkan oleh kemiringan bumi pada sumbu rotasinya dan revolusi Bumi mengelilingi matahari. Apabila bumi tidak ada kemiringan pada sumbu rotasinya, maka sudut deklinasi matahari akan selalu bernilai 0A. Namun karena orbit bumi memiliki kemiringan terhadap ekuator langit sekitar 23. 5A, dan gerak matahari tahunan miring terhadap ekuator langit, sehingga deklinasi matahari dapat mencapai deklinasi utara maksimal sebesar 23,5A pada tanggal 21 Juni, deklinasi selatan maksimal sebesar -23,5A pada tanggal 22 Desember dan pada ekuator deklinasi matahari bernilai 0A pada tanggal 21 Maret dan 23 September. Sudut dan lingkaran deklinasi matahari dapat dipahami dalam ilustrasi gambar di bawah ini: Keterangan: Z = Zenit N = Nadir U = Titik utara S = Titik Selatan KLU = Kutub Langit Utara KLS = Kutub Langit Selatan EQ = Equator M-MAo = Deklinasi Modifikasi gambar (Nashiruddi. d-e-MAo = lingkaran deklinasi Gambar 3: Sudut Lingkaran Deklinasi Matahari Sudut dan lingkaran deklinasi matahari yang sejajar dengan lingkaran ekuator dan berada di atas kaAobah. Posisi deklinasi matahari berada di ekuator, balik titik utara, balik titik selatan dan berada di atas kaAobah rata-rata dalam satu tahun. Tanggal 21 Maret Deklinasi Matahari . 28 Mei 21A25Ao (LU) Posisi Matahari o berimpit dengan garis ekuator . iatas Khatulistiw. o berimpit dengan lintang Sriyatin Shodiq. Ilmu Falak Sains,h. KaAobah 22 Juni 23A27Ao (LU) 16 Juli 21A25Ao (LU) 23 September 22 Desember -23A27Ao(LS) o terbesar . erjauh dari ekuato. di belahan utara o berimpit dengan lintang KaAobah berimpit dengan garis ekuator . iatas Khatulistiw. o terbesar . erjauh dari ekuato. di belahan Selatan Tabel 1 : Daftar Deklinasi Matahari Sama Lintang KaAobah Gambar 4: Deklinasi Matahari Melintasi Zona Berada Persis di Atas KaAobah. Perlu Mengetahui Rusdul Kiblat Saat Matahari Persis di Atas KaAobah34 Pada bidang horison dapat digambarkan sebuah garis menentukan arah kiblat setempat yang dinamakan Augaris arah kiblatAy. Garis arah kiblat dan titik zenit membuat sebuah bidang yang memotong bola langit menurut lingkaran arah kiblat . ingkaran vertikal kaAobah/kota Meka. Sriyatin Shodiq. Ilmu Falak Sains,h. Baca juga: M. Syamsu Alam Darajat. Rusdul Kiblat, dalam Majalah Sain Astronomi. Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran Lamongan, volume 1 Tauhn 2022, h. Modifikasi gambar (Nashiruddi. Gambar 5: Lingkaran Garis Memotong Vertikal Segitiga Bola Ilustrasi gambar di sebelah kiri merupakan pandangan pada bidang horison berbentuk lingkaran dilihat dari atas titik zenit. Titik zenit Z jatuh persis pada titik pusat Garis UZB adalah garis UtaraSelatan, yang sekaligus menjadi lingkaran meridian setempat yang merupakan garis KU adalah Kutub Utara dan KS adalah Kutub Selatan. KU-U atau KS-S menggambarkan tinggi kutub yang jaraknya sama dengan jarak ZE, yaitu titik potong ekuator langit dan TEB menggambarkan ekuator langit. Garis Z-Q adalah garis kiblat pada bidang horison dan sekaligus merupakan lingkaran vertikal kiblat Matahari dalam perjalanan hariannya pada suatu saat akan memotong lingkaran vertikal ZQ, misalnya pada titik M. T1. E1 merupakan tempuhan edaran harian Matahari. Pada saat itu azimut matahari sama dengan azimut arah kiblat setempat. Sudut azimut KU-ZM sama dengan 360o azimut kiblat. Apabila matahari berkedudukan di lingkaran vertikal arah kiblat, maka bayangan setiap benda yang berdiri . enda yang ditancapkan berdiri tegak lurus di atas tanah datar rata terbuka siang hari tanpa halangan bayangan benda lainny. di atas dipermukaan bumi akan AumengarahAy atau AumenunjukAy tepat ke arah kiblat. Sudut Z. KU. M adalah sudut segitiga bola. Matahari melintasi persis berada di atas kaAobah . itik zeni. terjadi 2 . kali dalam setahun pada tanggal 28 Mei dan 16 Juli . ahun pendek/basita. atau tanggal 27 Mei dan 15 Juli . ahun panjang/basita. Peristiwa penting ini dijadikan oleh kaum muslimin untuk AumencocokkanAy. AumengecekAy. Aumengukur ulangAy. AumeverifikasiAy arah kiblat masjid, mushalla, surau, tempat ibadah salat id dan arah kiblat rumah-rumah muslim, peristiwa ini disebut AuRusdul kiblatAy. Keterangan pengecualian: tidak ada bayangan matahari ke arah kiblat, . Jika harga mutlak deklinasi lebih besar dari harga mutlak . o- . , maka pada hari itu tidak akan terjadi bayang-bayang yang menunjuk atau mengarah ke arah kiblat, sebab antara lingkaran azimut dengan lingkaran edaran harian matahari tidak terjadi berpotongan. Jika harga deklinasi matahari sama dengan harga lintang tempat, maka matahari akan berkulminasi persis di titik azimut. Pada hari itu tidak akan terjadi bayang-bayang menunjuk atau mengarah ke arah kiblat, sebab titik zenitlah yang menjadi lingkaran edaran harian Matahari. Perhitungan Saat Bayangan Sinar Matahari Berada di Atas KaAobah Pertanyaan: Jam berapakah bayang-bayang benda dari Matahari yang menunjuk ke arah kiblat di kota Surabaya pada tanggal 28 Mei? Jawaban 2: Data yang diketahui: Lintang Surabaya (A) = - 7o 15Ao LS. Bujur Surabaya () = 112o 45Ao BT. Deklinasi matahari . tanggal 28 Mei jam 12. 00 GMT = 21o 31Ao . Perata waktu matahari . o ) tanggal 28 Mei jam 12. 00 GMT = 0o 02Ao 45Ay. KWD = . h Ae t. /15 = . o Ae 112o 45Ao ) / 15 = - 0o 31Ao . Langkah perhitungan Rumus bantu : a = 90o Ae = 90 Ae 21o 31Ao = 68o 29Ao b = 90o Ae p = 90 Ae (- 7o 15A. = 97o 15Ao A = 65o 58Ao 00. 7Ay Diambil dari perhitungan arah kiblat (U-B) kota Surabaya. Rumus bayangan arah kiblat Rumus bantu Cotan P = Cos b Tan A Cotan P = Cos 97o 15Ao Tan 65o 58Ao 00. 7Ay Kalkulator yang digunakan Karce-131, 132. Karce S3500. Casine CS-212. Esa 350. Scientific Casio fx 82 MS, 85 MS, 95 MS, 100 MS, 115 MS, 350 MS, 570 MS, 820 MS, 991 MS, 992S, 4000P, 4500P dan 5000P. Ikutilah prosedur dan langkah tekan/pijat tombol kalkulator sebagai berikut: Shitf tan . /( Cos 97o 15AocaTanca65o 58o 00. 7Ayc. caexe 19812151 shift oAoAo- 74o 11Aoca53. 24Ay. P = - 74o 11Aoca53. 24Ay Lanjutan perhitungan rumus bayangan menunjuk arah kiblat Cos ( C Ae P ) = Cotan a Tan b Cos P Cos ( C Ae P ) = Cotan 68o 29Ao Tan 97o 15Ao Cos - 74o 11Ao 53. 24Ay Kalkulator yang digunakan Karce-131, 132. Karce S3500. Casine CS-212. Esa 350. Scientific Casio fx 82 MS, 85 MS, 95 MS, 100 MS, 115 MS, 350 MS, 570 MS, 820 MS, 991 MS, 992S, 4000P, 4500P dan 5000P. Ikutilah prosedur dan langkah tekan/pijat tombol kalkulator sebagai berikut: 1/Tan 68o 29AocacaxcaTanca97o 15AocaxcaCosca- 74o 11Aoca53. 24Aycaexe 836716478 shift Cos Ans exe 146. 794995 shift oAoAoca146o 47Aoca 9Ay. (C Ae P) = 146o 47Aoca41. 9Ay . Perhitungan dilakukan 2 . alternatif untuk mencari bayangan matahari ke arah kiblat yang sebenarnya pada tanggal 28 Mei. Rumus perhitungan saat bayangan benda dari matahari menunjuk ke arah JBM = (C-P) P : 15 12 (Kulminas. Ae e Kwd Perhitungan Alternatif 1: (C Ae P )1 = 146o 47Ao 41. 9Ay = - 74o 11Ao 53. 24Ay Jumlah . ) = 72o 35Ao 48. 74Ay Dibagi 15 Jumlah = 4 50 23. Kulminasi = 12jam 00 mnt 00dtk Jumlah = 16jam 50 mnt23. Perata waktu = 0jam 02 mnt45dtk LMT = 16jam 47 mnt 38. Kwd = -0jam 31 mnt 00dtk WIB = 16jam 16 mnt 38. da bayangan benda dari Matahar. Perhitungan Alternatif 2: (C Ae P ) = - 146o 47Ao 41. 9Ay = - 74o 11Ao 53. 24Ay Jumlah . ) = - 220o 59Ao 35. 1Ay Dibagi 15 Jumlah = -14 43 58. Kulminasi = 12jam 00 mnt 00dtk Jumlah = -2jam 43 mnt 58. Perata waktu = 0jam 02 mnt 45dtk LMT = - 2jam 46 mnt 45. Kwd = -0jam 31 mnt 00dtk WIB = -3jam 17 mnt 43. idak ada bayangan benda dari Matahar. Kesimpulan: Tanggal 28 Mei 2019 di kota Surabaya: bayangan benda dari matahari menunjuk atau mengarah ke arah kiblat terjadi pada sore hari . esudah Zuhu. jam: 16 jam 16 menit 38 detik (WIB) atau 16. 17 WIB. Penentuan arah kiblat dengan menggunakan metode atau cara bayangan matahari saat persis di atas kaAobah . usdul kibla. masih dapat dilakukan mendekati akurat/teliti 2 hari sebelum dan sesudah tanggal 27/28 Mei . -2627/28-29-. 18 WIB dan tanggal 15/16 Juli . -14-15/16-17-. 27 WIB untuk mencocokan, verifikasi, pengukuran/penentuan arah kibalat masjid, musala, surau dan tempat ibadah lainnya. Pada saat itu matahari yang tampak dari semua penjuru bumi dapat dijadikan penunjuk lokasi kaAobah. Begitu pula bayangan benda berdiri tegak lurus pada waktu itu juga dapat menjadi menentu arah kiblat. Kebalikan, selain itu untuk daerah yang tidak mengalami siang sama dengan Mekah. Waktu yang digunakan adalah saat matahari di atas titik diametral dengan Mekah. Waktu yang dapat dijadikan patokan penunjuk kiblat untuk wilayah tersebut adalah matahari pada tanggal 12 s. 16 Januari pukul 30 WIB dan 27 November s. 1 Desember pukul 04. 09 WIB. Gambar peta petunjuk matahari berada di atas KaAobah Masjidil Haram Tanggal 27 Mei (Kabisa. : Jam 12. 16 WAS/16. 16 WIB/17. 16 WITA. Tanggal 28 Mei (Basita. : Jam 16. 18 WAS/16. 18 WIB/17. 18 WITA. AuRusdulcaKiblatca1Ayca ataucaAucaHaricaArahcaKiblatca1Ay Tanggal 15 Juli (Kabisa. : Jam 12. 27 WAS/16. 27 WIB/17. 27 WITA. Tanggal 16 Juli (Basita. : jam 12. 26 WAS/16. 26 WIB/17. 26 WITA. AuRusdulcaKiblatca2Aycaatauca AucaHaricaArahcaKiblatca2Ay Modifikasi gambar (Syamsu Ala. Gambar 6 : Matahari di Atas KaAobah Modifikasi gambar (Syamsu Ala. Gambar 7 : Matahari di Atas KaAobah . Tatacara Menentukan dan Mengecek Arah Kiblat Masjid dan Tempat Ibadah Salat Saat Bayangan Matahari Berada Persis di atas kakkah . Tentukanlah tempat/lokasi masjid, musala, surau, tempat salat id, kuburan Islam atau rumah muslim yang akan ditentukan arah kiblatnya, siapkanlah tongkat lurus ukuran panjang 1 sampai 2 meter dan peralatan lainnya. Siapkan juga jam/arloji yang sudah diakurasi waktunya secara tepat dengan pedoman siaran RRI/TVR/hubungan 105 atau Aujam. idAy. Tentukanlah tempat/lokasi di samping atau di halaman masjid atau tanah lapang, kuburan Islam, atau rumah muslim yang masih mendapatkan sinar matahari pada jam tersebut serta memiliki permukaan tanah yang datar. Pasanglah tongkat secara tegak lurus dengan bantuan pelurus berupa tali dan bandul. Waktu dipersipkan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya AuRasdul KiblatAy agar pelaksanaannya tidak terburu-buru. Pada saat terjadi AuRasdul KiblatAy berlangsung, amatilah secara seksama bayangan matahari yang terjadi . oleransi /- 2 meni. Di Indonesia peristiwa AuRasdul KiblatAy terjadi pada sore hari, sehingga arah bayangan menuju ke arah timur. Sedangkan bayangan yang menuju ke arah barat agak serong ke utara merupakan Aulurus arah kiblat yang tepat atau yang sebenarnyaAy. Buatlah garis yang menghubungkan sisi pangkal tongkat dan ujung pucuk bayangan tongkat, untuk menghindari pergerakan bayangan tongkat pada saat matahari bergerak. Gunakanlah tali, mistar siku atau penggaris panjang . usur deraja. untuk mensejajarkan garis bayangan ke arah dalam masjid, musala, surau atau rumah muslim. Itulah Aulurus arah kiblat yang tepat atau yang sebenarnyaAy. Jika ingin menentukan arah mata angin : Utara Ae Selatan dan Timur-Barat letakkan posisi tepat busur 180A lurus bayangan benda yang menunjuk arah kiblat, lalu busur 180A putar ke kiri sejauh sudut angka arah kiblat . ihat daftar arah kiblat se Indonesia dari Barat ke Utara/BU). Surabaya 24A (BU) itulah AuArah Mata AnginAy U-S dan T-B. Selamat mencoba dan mempraktikkan. Modifikasi gambar (Al Falak. Gambar 8: Matahari di Atas KaAobah dan Arah Kiblat. KESIMPULAN Penentuan menghadap arah kiblat waktu salat dan ibadah lainnya berdasarkan pada al-QurAoan, hadis dan ijtihad, dan jumhur ulama sepakat bahwa menghadap arah kiblat merupakan salah satu syarat sahnya salat. Penentuan arah kiblat dalam salat adalah mudah, namun tata cara penentuannya tidak banyak diketahui oleh umat Islam, sehingga ditemukan banyak masjid, musala, kuburan Islam, dan tempat salat id tidak menghadap ke arah kiblat sebenarnya ke titik arah KaAobah Masjidil Haram Mekah. Salah satu cara mudah, tepat dan praktis untuk menentukan arah kiblat adalah menggunakan fenomena alam ketika saat deklinasi matahari melintasi zona dan berada persis di atas KaAobah Masjidil Haram Mekah. Peristiwa matahari berada persis di atas KaAobah ini terjadi satu tahun dua kali, yaitu pada tanggal 27/28 Mei jam 16. 18 WIB dan tanggal 15/16 Juli jam 16. 27 WIB, dan peristiwa penting ini disebut AuHari Rusdul KiblatAy. Hari Rusdul Kiblat adalah waktu yang paling mudah, tepat dan praktis untuk menentukan dan mengecek arah kiblat masjid, musala, tempat salat ied, kuburan Islam, kiblat rumah-rumah muslim dan arah mata angin. Persiapan dan bahan yang dipersiapkan adalah jadwal jam rusdul kiblat, tongkat istiwak, jam waktu telah dicocokkan dengan siaran RRI, tempat lapang rata dan tidak terhalang oleh apapun, busur dan benang. Saat momentum inilah waktu yang tepat untuk menentukan dan mengecek arah kiblat dan arah mata angin suatu DAFTAR PUSTAKA Abu Bakar Usman bin Muhamad Syatha al-Dimyathi al-Bukra. Hasyiyah IAoanah al-Thalibin. Jilid 1. Beirut: Dar al-Kitab al-Ilmiyah, 2018 M/1439 H. Abd al-MuAothi. Fati Fawzi. Misteri KaAobah Kisah Nyata Kibat Dunia Sejak Nabi Ibrahim Hingga Sekarang. Cet 1. Jakarta: Zaman, 2010. Abdurahman bin Muhammad. Bughyah al-Mustarsyidin, al-Qahirah Misra: Musttafa al-Babi al-Halabi, 1957 M/1371 H. Abdur Rachim. Ilmu Falak. Yogyakarta: Liberty, 1983. Agus Mustofa. Pusaran Energi KaAobah. Surabaya: Padma Padang Makhsyar. Ahmad bin Rusyd al-Qurthubi al-Andalusi. Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid. Jilid 1. Bairut: Dar al-Fikr, 2008 M/1429 M. Al-Jaelani. Zubair Umar. Al-Khulashah al-Wafiyah fi al-Falak bi Jadawil al-Lugharimiyah. Kudus: Menara Kudus, tt. Al-Jaziri. Abd Al-Rahman. Kitab al-Fiqh ala al-Mazahib al-ArbaAoah. Jilid 1. Damsyiq: Dal al-Fikr, tt. Al-Muzani. Mukhtashar Muzani,Jilid 1. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah,tt. Ali al-Syaikh. Shalih bin Abd al-Aziz bin Muhammad bin Ibrahim. MausuAoah al-Hadits al-Syarif al-Kutub al-Sittah, al-Riyad: Dar al-Salam, 2000 M/1421 H. Amiruddin dan H. Zainal Asikin. Pengantar Metode Penelitian Hukum, (Edisi Revis. Jakarta: Depok: Rajawali Press/PT. Raja Grafindo Persada. Atabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor. Kamus Kontemporer Arab-Indonesia. Yogyakarta: Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyah Yogyakarta, 1996. AAoAn Efendi, dkk. Penelitian Hukum Doktrinal. Yogyakrta: LaksBang Justitia. As-Syarbani. Muhammad Khatib. Mughni al-Muhtaj. Jilid 1. Beirut: Dar al-Fikr. Az-Zuhaili. Wahbah. Al-Fiqh al-Islam wa Adillatuh. Jilid 1. Damsyiq: Dal al-Fikr, 1983 M/1404 H. ----------------. Al-Tafsir al-Munir fi al-Aqidah wa al-Syariah wa al-Manhaj. Jilid 1. Damsyiq : Dal al-Fikr, 2009 M/1430 H. Badan Hisab & Rukyat Dep. Agama. Almanak Hisab Rukyat. Jakarta: Proyek Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, 1981. Dahlan. Abdul Aziz . l al. Ensiklopedi Hukum Islam. Cet 1. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 1996. Danim. Sudarwan. Menjadi Peneliti Kualitatif. Cet. Bandung: CV. Pustaka Setia, 2013. Darajat. Muhammad Nashiruddin. Menghitung Arah Kiblat. Dalam Majalah Sastron Sains Astronomi. Volume 1. Paciran: Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, 2022. Darajat. Muhammad Syamsu. Rusdul Kiblat. Dalam Majalah Sastron Sains Astronomi. Volume 1. Paciran: Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, 2022. Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka, 2003. Departemen Agama RI. Pedoman Arah Kiblat. Jakarta: Dirjen Bimas Islam. Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, 2009. Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. Ensiklopedi Islam. Cet 1. Jakarta:PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 1993. Djambek. SaAoadoeddin. Arah Qiblat. Jakarta: Tinta Mas, 1957. Ibnu Manzhur. Kamus Lisan al-Arab. Cet. Beirut: Dar al-Fikr, 1994. Imam An-Nawawi. Raudhah al-Thalibin. Jilid 1. Beirut: Al-Maktabah alIslamiyah, 1991. Imam Muslim. Sahih Muslim. Jilid 1. Beirut: Dar IhyaAo al-Turats al-Arabi, tt. Imam As-Syaukani. Nail Al-Authar. Jilid II. Beirut: Dar al-MaAoarif, 1983. Kisworo. Marsudi W. dan Iwan Sofana. Menulis Karya Ilmiah. Penelitian. Penulisan. Presentasi dan Publikasi Ilmiah. Bandung: Informatika. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pedoman Hisab Muhammadiyah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 1430 H/2009 M. Majalah Sain Astronomi. Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran Lamongan, volume 1 Tauhn 2022. Munawwir. Ahmad Warson. Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia. Yogyakarta: Unit Pengadaan Buku-Buku Ilmiah Keagamaan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, 1984. Nasution. Metode Research. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2016. Rasyid Ridla. Muhammad. Tafsir al-Quran al-Hakim al-Musamma Tafsir al-Manar,Jilid 2, al-Qahira Mesir: Al-Maktabah al-Taufiqiyah,tt. Saebani. Beni Ahmad. Metode Penelitian Hukum. Bandung: CV. Setia, 2009. Pustaka