JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 13. No. Tahun 2025 https://doi. org/10. 21067/jrma. Analisis Implementasi Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM Pada Bengkel Laganis Motor di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang Sumatera Barat Fajryana1*. Syarifah Zuhraa2. Aga Arye Perdanaa3 Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi. Indonesia ryan93@gmail. *Fajryana Received: 1 Oktober 2025. Revised: 15 Oktober 2025. Accepted: 15 Oktober 2025 Abstrak Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi kendala dalam menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, terutama terkait rendahnya pemahaman akuntansi, pencatatan keuangan secara manual, dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses penerapan SAK Indonesia untuk EMKM dalam penyusunan laporan keuangan pada Bengkel Laganis Motor, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan menilai dampak penerapan terhadap transparansi dan akuntabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai pemilik dan pengelola bengkel serta menganalisis laporan keuangan tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan laporan keuangan Bengkel Laganis Motor belum memenuhi karakteristik kualitatif SFAC No. dengan tingkat kesesuaian terhadap SAK EMKM hanya mencapai 27,08% dan ketidaksesuaian mencapai 72,92%. Bengkel hanya menyajikan laporan kas masuk-keluar dan pendapatan jasa sederhana tanpa menyusun laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan. Kendala utama yang dihadapi meliputi minimnya pengetahuan tentang SAK EMKM, keterbatasan infrastruktur pencatatan, sistem pencatatan manual dengan format single entry, dan tidak adanya pemisahan antara transaksi usaha dan pribadi. Kata kunci - SAK EMKM. UMKM. Laporan Keuangan. Bengkel. Akuntabilitas Abstract MSMEs face obstacles in preparing financial statements that comply with applicable accounting standards, particularly due to low accounting literacy, manual financial recording, and limited resources. This study aims to analyze the process of implementing Indonesian Accounting Standards for MSMEs in preparing financial statements at Laganis Motor Workshop, identify the obstacles faced, and assess the impact of implementation on transparency and accountability. The research method used is descriptive qualitative with triangulation techniques through observation, in-depth interviews, and documentation analysis. Data collection was conducted by interviewing the workshop owner and manager and analyzing the 2024 financial statements. The results show that the implementation of financial statements at Bengkel Laganis Motor does not yet meet the qualitative characteristics of SFAC No. 5, with a compliance rate with EMKM SAK of only 27. 08% and a noncompliance rate of 72. The workshop only presents cash flow statements and simple service income statements without compiling financial position statements and notes to financial statements. The main obstacles faced include a lack of knowledge about SAK EMKM, limited recording infrastructure, a manual recording system with a single entry format, and no separation between business and personal transactions. Keywords - SAK EMKM. MSMEs. Financial Statements. Workshop. Accountability Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 202 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Fajryan. Zuhra. Perdana How to Cite : Fajryan. Zuhra. , & Perdana. Analisis Implementasi Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM Pada Bengkel Laganis Motor di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang Sumatera Barat. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 13. , 202Ae208. https://doi. org/10. 21067/jrma. PENDAHULUAN Sektor Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, berperan sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat. Data dari Kementerian Koperasi dan UMKM menunjukkan kontribusi signifikan sektor ini, menyumbang lebih dari 60% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja nasional. Ketahanan sektor ini telah terbukti selama berbagai krisis ekonomi, memperkuat perannya sebagai stabilisator dan pilar ekonomi rakyat. Namun, meskipun kontribusinya yang besar. UMKM secara konsisten menghadapi tantangan internal yang mendasar: ketidakmampuan untuk menghasilkan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Kelemahan ini menghambat potensi pertumbuhan mereka, akses ke pembiayaan formal, dan profesionalisme operasional. Penelitian sebelumnya secara konsisten mengidentifikasi tiga hambatan utama: pemahaman yang rendah tentang akuntansi, sistem pencatatan keuangan manual dan sederhana, serta keterbatasan sumber daya manusia dan modal (Andriani, 2023. Didied et al. , 2024. Hermansyah & Sutjahyani, 2023. Nurwahyuni et al. , 2. Sebagai respons terhadap tantangan ini. Institut Akuntan Indonesia (IAI) menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada tahun 2016, yang mulai berlaku secara efektif pada tahun 2018. Standar ini kemudian disempurnakan dan diganti namanya menjadi AuSAK Indonesia untuk EMKM,Ay berlaku efektif mulai 1 Januari 2024 (IAI, 2. Tujuan utama standar ini adalah menyediakan kerangka akuntansi yang lebih sederhana dan mudah diterapkan oleh UMKM, sehingga mendorong tata kelola keuangan yang lebih baik, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta pada akhirnya memperluas akses ke pembiayaan dari lembaga keuangan (IAI, 2. Namun, keberadaan standar-standar ini tidak secara otomatis menjamin implementasinya yang sukses di tingkat akar rumput. Beberapa studi terbaru menunjukkan bahwa adopsi SAK EMKM di kalangan UMKM masih rendah. Misalnya, penelitian tentang Toko Podho Bungahe menemukan bahwa bisnis tersebut hanya mencatat pendapatan dan pengeluaran sederhana tanpa menyiapkan laporan keuangan lengkap sesuai dengan persyaratan SAK EMKM, terutama karena kurangnya sumber daya manusia yang kompeten (Agung Wira Pertama & Sutapa, 2020. Herawati et al. , 2. Temuan serupa dilaporkan oleh (Nurwahyuni et al. , 2. di Karawang, di mana pemilik bengkel menunjukkan minat dan pengetahuan yang rendah tentang SAK EMKM, ditambah dengan keterbatasan modal. Selain itu, (Hermansyah & Sutjahyani, 2. menemukan bahwa UMKM Merr 88 Surabaya belum menyertakan Catatan atas Laporan Keuangan dan belum menerapkan format laporan laba rugi yang benar karena kurangnya pemahaman. Situasi ini menunjukkan adanya kesenjangan penelitian yang jelas. Meskipun studi sebelumnya berhasil mengidentifikasi hambatan umum dalam adopsi, masih terdapat kekurangan penelitian kualitatif mendalam yang mengeksplorasi AubagaimanaAoAo hambatan-hambatan ini muncul dalam operasional sehari-hari entitas mikro dan dampak spesifik apa yang ditimbulkan oleh ketidakpatuhan terhadap standar ini terhadap kualitas dasar informasi keuangannya, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan melakukan studi kasus kualitatif deskriptif yang berfokus pada Laganis Motor Workshop, sebuah entitas mikro di Kota Padang. Sumatera Barat. Studi ini bertujuan untuk memberikan deskripsi rinci (Authick descriptionA. tentang realitas praktik pelaporan keuangan di tingkat mikro. Tujuan penelitian ini terdiri tiga hal: . menganalisis proses implementasi SAK Indonesia Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 203 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Fajryan. Zuhra. Perdana untuk UMKM dalam penyusunan laporan keuangan di Laganis Motor Workshop, . mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasinya, dan . mengevaluasi dampak penerapan standar tersebut terhadap transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan bengkel. Diharapkan temuan penelitian ini dapat memberikan bukti empiris dan pemahaman mendalam tentang tantangan nyata dalam implementasi SAK EMKM. Kontribusi praktis penelitian ini adalah memberikan wawasan bagi pelaku UMKM, pembuat kebijakan, dan akademisi dalam mengembangkan strategi dukungan yang lebih efektif, pelatihan yang ditargetkan, dan model bantuan yang sesuai untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan. Landasan teoritis penelitian ini berakar pada Teori Akuntansi Positif (Positive Accounting Theory - PAT). (Watts & Zimmerman, 1. menyatakan bahwa entitas memilih kebijakan akuntansi berdasarkan insentif ekonomi dan peraturan yang berlaku. Dalam konteks UMKM. PAT dapat digunakan untuk menganalisis mengapa entitas seperti Bengkel Laganis Motor mungkin memilih untuk tidak mengadopsi SAK EMKM, seringkali karena analisis biaya-manfaat di mana biaya yang dirasakan . aktu, usaha, sumber daya untuk belajar dan implementas. lebih besar daripada manfaat yang dirasakan . kses pembiayaan, peningkatan kredibilita. (Palma et al. , 2. Statement of Financial Accounting Concepts No. 5 (SFAC No. memberikan kerangka konseptual untuk pengakuan dan pengukuran dalam laporan keuangan, yang menekankan kriteria seperti definisi, keterukuran, relevansi, dan keandalan agar suatu pos dapat diakui (FASB, 2. Kriteria ini menjadi tolok ukur untuk menilai kualitas laporan keuangan yang dihasilkan UMKM(Agus Wijayanti & Prasetiyo, 2024. Yohana Aprilita Rosginem Kein et al. , 2. Secara empiris, penelitian terdahulu secara konsisten menyoroti hambatan umum dalam adopsi SAK EMKM(Andriani, 2023. Wati et al. , 2. Penelitian oleh (Herawati et al. , 2. pada Toko Podho Bungahe menemukan kurangnya sumber daya manusia yang kompeten di bidang keuangan, yang mengakibatkan pencatatan pemasukan-pengeluaran sederhana alih-alih kepatuhan penuh terhadap SAK EMKM. Demikian pula, (Nurwahyuni et al. , 2. mengidentifikasi minat dan pengetahuan yang rendah di antara pemilik bengkel di Karawang, ditambah dengan kendala modal, sebagai penghambat utama. (Hermansyah & Sutjahyani, 2. melaporkan bahwa UMKM Merr 88 Surabaya mengalami kesulitan karena kurangnya pemahaman pemilik dan staf, yang mengakibatkan laporan keuangan tidak lengkap tanpa Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) dan format laporan laba rugi yang benar. Studi oleh (Eahyuni EDT & Wardani, 2. pada Kampung Apar Innovation Center juga mengungkapkan sistem pencatatan manual yang sangat sederhana yang hanya dapat dipahami secara internal dan tidak mengikuti siklus akuntansi. Studi-studi ini secara kolektif menunjukkan celah penelitian: meskipun hambatannya diketahui, terdapat kelangkaan studi kasus terperinci yang berorientasi pada proses yang menyelami bagaimana hambatan ini terwujud dalam operasional sehari-hari dan dampak spesifik apa yang mereka timbulkan pada karakteristik kualitatif fundamental informasi keuangan, seperti transparansi dan akuntabilitas, dalam konteks satu entitas Penelitian ini berupaya mengatasi celah ini dengan memberikan deskripsi yang mendalam . hick descriptio. tentang perjalanan Laganis Motor, atau ketiadaan penerapan, dengan implementasi SAK EMKM. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pendekatan studi kasus diadopsi untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang fenomena dalam konteks kehidupan nyatanya (Sugiono, 2. Penelitian dilakukan di Bengkel Laganis Motor yang berlokasi di Kecamatan Lubuk Kilangan. Kota Padang. Sumatera Barat. Sumber data primer adalah pemilik bengkel (Bapak HM) dan staf administrasi yang bertanggung jawab atas pencatatan keuangan (Bang H). Data sekunder mencakup dokumen keuangan seperti kwitansi, laporan penjualan, dan perhitungan laba rugi Pengumpulan data dilakukan melalui teknik triangulasi untuk memastikan validitas, yang Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 204 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Fajryan. Zuhra. Perdana melibatkan: . Observasi Partisipan: Peneliti melakukan observasi intensif 2-3 kali seminggu selama periode pengumpulan data untuk memahami proses operasional dan pencatatan keuangan secara . Wawancara Semi-Terstruktur: Wawancara mendalam dilakukan dengan pemilik dan staf administrasi menggunakan panduan wawancara yang mencakup sejarah usaha, proses pencatatan keuangan, pengetahuan tentang SAK EMKM, dan kendala implementasi. Studi Dokumentasi: Peneliti menganalisis dokumen keuangan yang ada, termasuk laporan kas masuk/keluar dan laporan laba rugi sederhana. Teknik analisis data mengikuti model interaktif (Miles & Huberman, 1. , yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Reduksi data dilakukan dengan merangkum dan memfokuskan pada data yang relevan dengan tujuan penelitian. Data kemudian disajikan dalam bentuk deskripsi naratif dan tabel perbandingan untuk membandingkan praktik keuangan Laganis Motor dengan standar SAK EMKM. Akhirnya, kesimpulan ditarik dan diverifikasi secara terus-menerus sepanjang proses penelitian untuk memastikan temuan berdasar pada data yang PEMBAHASAN Penerapan SAK EMKM di Bengkel Laganis Motor Temuan mengungkapkan bahwa penerapan SAK Indonesia untuk EMKM di Bengkel Laganis Motor praktis tidak ada. Wawancara mengonfirmasi bahwa pemilik dan staf tidak memiliki pengetahuan atau pemahaman sebelumnya tentang keberadaan standar tersebut, apalagi Akibatnya, proses pelaporan keuangan tidak mengacu pada pedoman SAK EMKM. Bengkel mempertahankan sistem pencatatan sederhana menggunakan metode single-entry, mencatat manual arus kas masuk harian . ari jasa dan penjualan suku cadan. dan keluar . ntuk pembelian, gaji, dan biaya operasiona. di buku catatan dan sesekali menggunakan Microsoft Excel untuk tabulasi Neraca (Laporan Posisi Keuanga. dan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) yang formal dan terstruktur tidak disusun. Satu-satunya output keuangan adalah perhitungan laba rugi sederhana yang diturunkan dari total kas masuk dikurangi kas keluar selama periode yang tidak konsisten. Kendala dalam Implementasi Kendala utama yang diidentifikasi adalah kurangnya pengetahuan akuntansi yang mendalam dan keterbatasan sumber daya. Pemilik dan staf tidak memiliki pendidikan akuntansi formal, membuat konsep seperti dasar akrual, pengakuan aset, dan pengukuran liabilitas menjadi asing dan sulit Hal ini diperparah oleh keterbatasan teknologi. meskipun Microsoft Excel tersedia, penggunaannya masih dasar dan tidak dimanfaatkan untuk membuat laporan keuangan terstruktur sesuai format SAK EMKM. Lebih lanjut, pencampuran aset pribadi dan usaha . isalnya, menggunakan sepeda motor pribadi pemilik untuk operasional bengke. menunjukkan pemahaman yang lemah tentang konsep entitas ekonomi . conomic entit. , sebuah asumsi dasar akuntansi. Persepsi bahwa akuntansi formal itu rumit dan memakan waktu juga menjadi penghalang, sejalan dengan temuan (Arini et al. , 2025. Herawati et al. , 2024. Permadi et al. , 2. Dampak terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Kegagalan menerapkan SAK EMKM memiliki dampak negatif langsung dan signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan Laganis Motor. Dari perspektif PAT, tidak adanya insentif eksternal yang kuat . eperti tekanan dari kreditur atau investo. berarti tidak ada motivasi ekonomi yang cukup untuk menanggung biaya implementasi standar. Ketika dinilai terhadap kriteria pengakuan SFAC No. 5, informasi keuangan bengkel mendapatkan nilai yang buruk. Definisi aset, liabilitas, dan ekuitas tidak diterapkan secara sistematis. Keterukuran terganggu karena aset seperti persediaan suku cadang dan peralatan tidak dinilai secara konsisten atau disusutkan. Relevansi informasi rendah karena periode pelaporan yang tidak konsisten dan fokus berbasis kas, yang membatasi nilai prediktifnya. Yang paling kritis, keandalan lemah karena proses pencatatan mengandalkan persepsi pribadi tanpa verifikasi independen atau jejak audit yang tepat. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 205 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Fajryan. Zuhra. Perdana Sebuah analisis perbandingan laporan keuangan bengkel terhadap komponen yang diwajibkan oleh SAK EMKM dilakukan, dengan hasil diringkas dalam Tabel 1. Table 1 Perbandingan Laporan Keuangan Laganis Motor dengan SAK EMKM Aspek Perbandingan Praktik Laganis Motor Persyaratan SAK EMKM Hasil Penyajian Wajar Sebagian representasi tepat, dan keterpahaman. Mensyaratkan relevansi, representasi tepat, keterbandingan, dan Tidak sepenuhnya Kurang Laporan Laba Rugi Laporan sederhana pendapatan jasa. Mensyaratkan penyajian detail pendapatan usaha, pendapatan lain, total beban, dan laba/rugi sebelum/sesudah pajak. Tidak memenuhi Struktur tidak lengkap. Laporan Posisi Keuangan Tidak disusun. Hanya ada laporan kas masuk/keluar. Wajib. Harus menyajikan aset, liabilitas, dan ekuitas. Tidak memenuhi Seluruh komponen tidak ada. Catatan atas Laporan Keuangan Tidak disusun. Wajib untuk menjelaskan kebijakan akuntansi dan merinci pos-pos. Tidak memenuhi Seluruh komponen tidak ada. Sumber: Hasil Wawancara, 2025 Tingkat kesesuaian keseluruhan dihitung hanya 27,08%, dengan ketidaksesuaian mencapai 72,92%. Perbedaan yang mencolok ini mengonfirmasi bahwa laporan keuangan yang dihasilkan tidak memberikan pandangan yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan tentang posisi dan kinerja keuangan bengkel. Kurangnya transparansi ini dapat menghambat pengambilan keputusan strategis oleh pemilik dan sangat membatasi kemampuan bengkel untuk mengakses pembiayaan formal dari bank atau lembaga keuangan lainnya, seperti yang dicatat oleh (Inayatulah et al. , 2024. Rahman et al. Wildaniyati et al. , 2. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SAK Indonesia untuk EMKM di Bengkel Laganis Motor belum terwujud. Faktor penghambat utamanya adalah kurangnya pemahaman mendasar tentang standar akuntansi dan SAK EMKM khususnya, terbatasnya sumber daya manusia yang ahli di bidang akuntansi, dan sistem pencatatan manual sederhana yang tidak mendukung penyusunan laporan keuangan yang memenuhi standar. Dampaknya adalah rendahnya transparansi dan akuntabilitas keuangan, sebagaimana dibuktikan oleh ketidaksesuaian signifikan . ,92%) antara catatan keuangannya dengan persyaratan SAK EMKM, terutama tidak adanya Neraca dan Catatan atas Laporan Keuangan. Implikasi penelitian ini ada dua. Secara teoritis, ini memperkuat Teori Akuntansi Positif dengan menunjukkan bahwa tanpa insentif ekonomi yang jelas. UMKM kecil kemungkinannya untuk Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 206 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Fajryan. Zuhra. Perdana secara sukarela mengadopsi standar akuntansi yang lebih kompleks. Ini juga memberikan studi kasus konkret tentang penerapan kerangka konseptual SFAC No. 5 dalam menilai kualitas pelaporan keuangan UMKM. Secara praktis, temuan ini menyoroti kebutuhan kritis akan program sosialisasi dan pelatihan yang tertarget dan mudah diakses bagi pelaku UMKM, melampaui sekadar regulasi menuju dukungan implementasi langsung. Keterbatasan utama dari studi ini adalah fokusnya pada satu studi kasus (Bengkel Laganis Moto. , yang berarti temuan, meskipun mendalam, tidak dapat digeneralisasi ke semua UMKM di sektor otomotif atau industri lainnya. Penelitian ini juga sangat bergantung pada persepsi dan kesediaan responden untuk memberikan informasi yang akurat. Penelitian di masa depan disarankan untuk melibatkan informan lebih dan lebih beragam dari UMKM di berbagai sektor untuk memungkinkan analisis komparatif dan generalisasi. Lebih lanjut, penelitian dapat dirancang untuk mengembangkan dan menguji keefektifan model intervensi spesifik, seperti modul pelatihan akuntansi sederhana atau toolkit digital yang disesuaikan untuk entitas mikro seperti Laganis Motor, untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan praktik. Daftar Pustaka