Jurnal Peduli Masyarakat Volume 7 Nomor 4. Juli 2025 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PENINGKATAN SELF EFFICACY PENDERITA DIABETES MELLITUS MELALUI SUPPORTIVE GROUP THERAPY Dirhan1 . Deoni Vioneery2*. Noor Fitriyani2. Mutiara Dewi Listiyanawati2 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu. Jl. Raya Hibrida No. Sido Mulyo. Gading Cempaka. Bengkulu 38229. Indonesia Prodi Keperawatan Program Diploma Tiga. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kusuma Husada Surakarta. Jl. Jaya Wijaya No. Kadipiro. Banjarsari. Surakarta, 57136. Indonesia *deoni@ukh. ABSTRAK Self efficacy yang optimal adalah faktor kunci dalam keberhasilan manajemen diri pada penderita DM. Tingkat self efficacy yang rendah dapat mempengaruhi berbagai hal seperti motivasi dan kepatuhan sehingga manajemen diri penderita DM dapat berjalan dengan baik. Melalui metode supportive group therapy untuk peningkatan self efficacy penderita diabetes mellitus di Desa Sanggrahan Kel. Jatikuwung. Tujuan pengabdian kepada masyarakatiniuntukmengetahui dan memahami tentang peningkatan self efficacy enderita diabetes mellitus melalui supportive group therapy. Sampel dalam pengabdian kepada masyarakat ini berjumlah 40 lansia yaitu lansia yang menderita hipertensi di Desa Sanggrahan Kel. Jatikuwung Kab. Karanganyar. Metode yang dilakukan adalah ceramah, demonstrasi, diskusi/tanya jawab. Media yang digunakan adalah flipchart dan leafleat. Luaran kegiatan adalah mampu meningkatkan pengetahuan lansia tentang pentingnya menjaga kesehatan tentang diabetes mellitus, dengan self efficacy serta supportive group therapy. Kata kunci: diabetes mellitus. self efficacy. supportive group theray IMPROVING THE SELF-EFFICACY OF DIABETES MELLITUS PATIENTS THROUGH SUPPORTIVE GROUP THERAPY ABSTRACT Optimal self-efficacy is a key factor in the success of self-management in people with diabetes mellitus. Low levels of self-efficacy can affect various aspects such as motivation and compliance, thereby hindering effective self-management in people with diabetes mellitus. Through the supportive group therapy method to improve self-efficacy in people with diabetes mellitus in Sanggrahan Village. Jatikuwung Subdistrict. The sample in this community service program consisted of 40 elderly individuals with hypertension in Sanggrahan Village. Jatikuwung Subdistrict. Karanganyar District. The methods used were lectures, demonstrations, and discussions/question-and-answer sessions. The media used were flipcharts and The outcomes of the activity were to enhance the elderly individuals' knowledge about the importance of maintaining health regarding diabetes mellitus, along with self-efficacy and supportive group therapy. Keywords: diabetes mellitus, self-efficacy, supportive group therapy PENDAHULUAN Diabetes Mellitus (DM) saat ini masih menjadi issue kesehatan penyakit tidak menular yang mematikan dengan kasus di Indonesia telah memasuki peringkat ke 5 dunia sebanyak 19,47 juta penderita dengan rasio jumlah penduduk 179,72 juta pravelensi Diabetes mellitus sebesar 10,6 % ( IDF, 2. Penelitian di Skotlandia melaporkan dari 5. 300 populasi sebanyak 319. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group . ,8%) menderita diabetes (McGurnaghan, et,al, 2. Hal ini merupakan tantangan bagi perawat dalam penatalaksanaan komplikasi pada pasien Diabetes Mellitus yang bertujuan untuk mengurangi tingkat mortalitas dan meningkatkan usia harapan hidup. Berdasarkan peningkatan jumlah penyandang DM dan ancaman kematian akibat komplikasinya, maka peran perawat sebagai edukator dalam pencegahan komplikasi DM sangat dibutuhkan sehingga pasien DM mampu merawat dirinya sendiri (Indaryati & Pranata, 2. Salah satunya adalah self efficacy. Self efficacy bersumber dari empat faktor, salah satunya yaitu pengalaman orang lain melalui observasi dan meniru perilaku kesehatan yang benar dapat meningkatkan self efficacy, keyakinan pada diri seseorang akan meningkat jika mendapatkan saran, bimbingan atau nasehat dari oang lain. Metode ini dilakukan dimana para penderita penyakit kronis DM dapat memperluasjaringan sosial, menerima informasi dengan bertukar pengalaman dan mendapat dukungan emosional dari teman sekelompok, . alah satunya dengan suportive group therap. (Prakoso, 2. Suportive group therapy adalah suatu dukungan sosial dalam penguatan self efficacy melalui suportive group therapy (Kusumawardani, 2. Berdasarkan studi pendahuluan pada April 2025, didapatkan data dari hasil interview singkat penulis dengan kader Posyandu dan bidan desa di Desa Sanggrahan Kel. Jatikuwung Kab. Karanganyar, bahwa ada 60 orang lansia yang aktif mengikuti kegiatan di posyandu lansia Rahayu. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan pemberian pendidikan kesehatan untuk meningkatkan self efficacy pada lansia penderita diabetes mellitus melalui supportive group therapy, supaya dapat meningkatklan derajat hidupnya. METODE Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan mitra pengabdian kepada masyarakat ini sebagai berikut: Koordinasi dengan pihak kelurahan Jatikuwung, kader posyandu lansia Rahayu, perangkat desa untuk menjelaskan maksud dan tujuan pengadian kepada masyarakat (Gambar . Melakukan wawancara awal untuk mengetahui data demografi dan pengetahuan lansia dengan diabetes mellitus mengenai self efficacy dan suportive group therapy, dengan menyebarkan kuesioner. Melakukan penyuluhan kesehatan, serta diskusi dengan peserta terkait self efficacy dan suportive group therapy. Melakukan wawancara kembali setelah pemberian penyuluhan kesehatan, dan diskusi untuk mengetahui perubahan pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan hiperglikemia. Gambar 1. Koordinasi Kegiatan PKM Gambar 2. Kegiatan Penyuluhan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Gambar 3. Kegiatan Penyuluhan Gambar 4. Kegiatan Penyuluhan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Lansia Rahayu Desa Sanggrahan. Kel. Jatikuwung. Kab. Karanganyar, wilayah kerja Kelurahan Jatikuwung. Program ini dilaksanakan di bulan Juli 2025, tepatnya tanggal 01 Juli 2025, dengan bekerjasama dengan pihak perangkat desa dan kader posyandu, sehingga mendapatkan hasil yang baik. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden . = . Karakteristik Responden Umur 60-65 Tahun 66-75 Tahun 76-80 Tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pekerjaan Tani Pensiunan IRT Pendidikan Tidak Sekolah SMP SMA Tabel 1 menunjukkan bahwa lansia di Posyandu Lansia Rahayu dibawah naungan wilayah kerja Kelurahan Jatikuwung Kabupaten Karanganyar dengan: Kategori Umur Berdasarkan tabel di atas didapatkan hasil bahwa lansia dengan rentang umur 60-65 tahun sebanyak 32 responden . ,3%), 66-75 tahun sebanyak 25 responden . ,7%), dan 76-80 tahun sebanyak 3 responden . %). Kategori Jenis Kelamin Berdasarkan tabel di atas didapatkan hasil bahwa lansia berjenis kelamin perempuan 37 responden . 7%), dan laki-laki sebanyak 23 responden . ,3%). Kategori Pekerjaan Berdasarkan tabel di atas didapatkan hasil bahwa lansia bekerja sebagai petani 35 responden . 3%), pensiunan 7 responden . 7%), dan IRT 18 responden . %). Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Kategori Pendidikan Berdasarkan tabel di atas didapatkan hasil bahwa pendidikan lansia dengan tidak sekolah 39 responden . %). SD 8 responden . 3%). SMP 2 responden . 3%). SMA 3 responden . %), dan S1 8 responden . 3%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Sebelum Dan Setelah Pemberian Penyuluhan Kesehatan Self Efficacy Melalui Supportive Group Therapy . = . Perlakuan Sebelum Setelah Baik (%) 20 . Tingkat Pengetahuan Cukup (%) 22 . Kurang (%) 18 . Tabel 2 menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pemberian penyuluhan kesehatan self efficacy melalui supportive group therapy di Desa Sanggrahan Kel. Jatikuwung. Pengetahuan lansia terhadap self efficacy melalui supportive group therapy sebagian besar kurang 18 . %) dari 60 responden, setelah diberikan penyuluhan kesehatan sebagian besar masuk ke dalam kategori baik 57 . %) dari 60 responden. Hasil pelaksanaan pembinaan dan penyuluhan di bulan Juli 2025 yang diikuti oleh 60 orang lansia mendapatkan respon yang baik oleh warga. Warga menjadi lebih mengetahui tentang upaya peningkatan kesehatan lansia melalui penyuluhan diabetes mellitus untuk peningkatan self efficacy melalui supportive group therapy. Peningkatan pengetahuan melalui hasil evaluasi dan monitoring pada tanggal 01 Juli 2025 dengan melakukan postest. Pretest dan posttest dilakukan dengan cara menjelaskan isi instrument dengan menggunakan bahasa yang dipahami oleh lansia. Maka hasilnya sebagaian besar pengetahuan baik setelah dilakukan penyuluhan kesehatan self efficacy melalui supportive group therapy pada lansia di Desa Sanggrahan Kel. Jatikuwung. SIMPULAN Pemberian penyuluhan kesehatan, merupakan salah satu metode efektif untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang pentingnya peningkatan kesehatan lansia melalui penyuluhan diabetes mellitus mengenai self efficacy melalui supportive group therapy. DAFTAR PUSTAKA