Kelola: Journal of Islamic Education Management Oktober 2025. Vol. 10 No. 2 Hal. 276 - 290 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola EFEKTIVITAS PROGRAM EKSTRAKURIKULER DALAM MENINGKATKAN SOFT SKILL PESERTA DIDIK Rima1. Taqwa2. Firmansyah3. Tasdin Tahrim4. Alauddin5. 12345Universitas Negeri Palopo. Indonesia E-mail: 1rimakadir7@gmail. com, 2taqwawan@@gmail. com, 3firmansyah@iainpalopo. 4tasdin_tahrim@iainpalopo. id, 5drs_alauddin@iainpalopo. Abstract This reseach discusses the effectiveness of extracurricular programs in improving students' soft skills at SMA Negeri 6 East Luwu. This study aims: to determine the extracurricular program at SMA Negeri 6 East Luwu. to determine the soft skills of students at SMA Negeri 6 East Luwu. determine the effectiveness of extracurricular programs in improving students' soft skills at SMA Negeri 6 East Luwu. This study uses a type of quantitative research with a descriptive The population in this study were all students who participated in the OSIS. Pramuka, and PMR extracurricular programs, namely 123 students. The sampling technique in this study used purposive sampling technique so that the sample used was 25 students. The data collection technique used a questionnaire. The statistical analysis technique used to process the research data, namely descriptive statistical analysis, inferential statistical analysis, simple linear regression analysis, hypothesis testing . -tes. , and determination coefficient using the help of Microsoft Office Excel and SPSS Software version 25. The results showed that: . The extracurricular program at SMA Negeri 6 East Luwu has been running well, this can be seen in the average percentage of 91. The ability of soft skills of students at SMA Negeri 6 East Luwu has increased, this can be seen in the average percentage of the overall value of the soft skills aspect which obtained a percentage value of 81. The extracurricular program is effective in improving the soft skills of students at SMA Negeri 6 East Luwu, this can be seen from the acquisition of R square, which is 51%, it can be said that the extracurricular program at SMA Negeri 6 East Luwu is effective in improving students' soft skills by 51. Keywords: Effectiveness. Extracurricular Program. Students' Soft Skills Abstrak Penelitian ini membahas tentang Efektivitas Program Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Soft Skill Peserta Didik di SMA Negeri 6 Luwu Timur. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui program ekstrakurikuler di SMA Negeri 6 Luwu Timur. Untuk mengetahui kemampuan soft skill peserta didik di SMA Negeri 6 Luwu Timur. untuk mengetahui efektivitas program ekstrakurikuler dalam meningkatkan soft skill peserta didik di SMA Negeri 6 Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik yang mengikuti program ekstrakurikuler OSIS. Pramuka, dan PMR yaitu sebanyak 123 peserta didik. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga sampel yang digunakan sebanyak 25 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Sedangkan teknik analisis statistik yang digunakan untuk mengolah data hasil penelitian, yaitu analisis statistik deskriptif, analisis statistik inferensial, analisis regresi linear sederhana, uji hipotesis . dan koefisisen determinasi dengan menggunakan bantuan Microsoft Office Excel dan Software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Program ekstrakurikuler di SMA Negeri 6 Luwu Timur Vol 10. No. Oktober 2025 Efektivitas Program Ekstrakurikuler . sudah berjalan dengan baik, hal ini dapat dilihat pada rata-rata persentase sebesar 91,8%. Kemampuan soft skill peserta didik di SMA Negeri 6 Luwu Timur mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat pada rata-rata persentase nilai keseluruhan dari aspek soft skill yang memperoleh nilai persentase sebesar 81,2%. Program ekstrakurikuler efektif dalam meningkatkan soft skill peserta didik di SMA Negeri 6 Luwu Timur hal ini dapat dilihat dari perolehan R square yaitu sebesar 51% maka dapat dikatakan bahwa program ekstrakurikuler di SMA Negeri 6 Luwu Timur efektif dalam meningkatkan soft skill peserta didik sebesar 51,3%. Kata Kunci: Efektivas. Program Ekstrakurikuler. Soft Skill Peserta Didik PENDAHULUAN Tuntunan global yang semakin kompleks, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari pencapaian akademis, tetapi juga kemampuan soft skill yang mereka miliki (Nova: 2. Soft skill seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerjasama tim, dan inisiatif pribadi, menjadi krusial dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Pendidikan saat ini tidak hanya terfokus pada pemberian pengetahuan akademis semata, tetapi juga menekankan pentingnya pengembangan keterampilan tambahan atau soft skill. Melalui pendidikan diharapkan dapat mengubah kehidupan seseorang dalam cara berpikir maupun bersikap. Salah satu upaya untuk meningkatkan soft skill atau keterampilan nonakademik peserta didik adalah melalui program ekstrakurikuler di sekolah (Tasdin Tahrim: 2. Beberapa siswa memiliki minat dan bakatnya tersendiri, bahkan tidak menutup kemungkinan para peserta didik menjadikan kegiatan ektrakurikuler ini sebagai wadah pelepas lelah setelah seharian belajar. Sehingga kegiatan ekstrakurikuker ini dapat menjadi fasilitator untuk mengembangkan kemampuan soft skill yang terdapat di Kegiatan ekstrakurikuler diadakan untuk mengembangkan kebutuhan, bakat, potensi, dan minat peserta didik (Nurrus: 2. Melalui kegiatan ekstrakurikuler diharapkan peserta didik dapat mengeksplorasi serta mengoptimalkan potensi dan bakat mereka, memenuhi kebutuhan pribadi, dan menyalurkan minat dengan lebih baik. Hal ini sesuai dengan peraturan Menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 62 tahun 2014, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan bakat, minat, potensi, kepribadian, kemampuan, serta kemandirian peserta didik secara optimal, dalam upaya mencapai tujuan pendidikan nasional (Riska: 2. Dengan demikian, implementasi kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap pengembangan aspek-aspek tersebut, sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui regulasi nomor 62 tahun 2014 sekaligus mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. Program ekstrakurikuler ini menjadi salah satu penunjang dalam pengembangan soft skill peserta didik, melalui kegiatan ekstrakurikuler tersebut pengembangan soft skill dan potensi diri dapat dikembangkan secara optimal karena tidak terbatas oleh ruang dan waktu serta dapat lebih leluasa dalam mengembangkan soft skill (Nur Fitrianingsih: 2. Dengan mengikuti program ekstrakurikuler, peserta didik dapat memanfaatkan Vol 10. No. Oktober 2025 278 | Rima dkk. kebebasan dari pembatasan ruang dan waktu, memungkinkan mereka untuk lebih fleksibel dalam pengembangan soft skill dan potensi diri. Program ini menjadi landasan yang mendukung penuh pengembangan aspek-aspek tersebut, memastikan peserta didik dapat mengoptimalkan kemampuan mereka diluar lingkup kelas, sehingga soft skill mereka dapat berkembang dengan baik. Pembelajaran di dalam ruang kelas kurang efisien untuk mengembangakan soft skill peserta didik. Perlunya pendidikan di luar jam pembelajaran merupakan satu bentuk pengembangan diri (Firmansyah: Peserta didik memerlukan kegiatan di luar jam pembelajaran untuk mengasah kemampuan non akademis dengan mengikuti ekstrakurikuler. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Meidina Siti Fatimah yang mengatakan bahwa peserta didik perlu mengikuti ekstrakurikuler untuk mengasah kemampuan non akademis dan mengembangkan diri. SMA Negeri 6 Luwu Timur sebagai lembaga pendidikan yang memiliki tanggung jawab mendidik dan membentuk karakter peserta didiknya, perlu memahami bagaimana program ekstrakurikuler dapat menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan soft skill peserta didik. Seperti di berbagai lembaga pendidikan lainnya, terdapat kecenderungan untuk fokus pada aspek akademis semata, namun semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki soft skill yang kuat memiliki keunggulan kompetitif di dunia kerja dan masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang peserta didik mengatakan bahwa terdapat perbedaan yang dapat dilihat bagi peserta didik yang mengikuti program ekstrakurikuler dengan peserta didik yang tidak mengikuti program ekstrakurikuler yaitu peserta didik yang mengikuti program ekstrakurikuler lebih mampu dalam mengembangkan soft skill nya dalam hal ini kemampuan mengenal diri, kemampuan berpikir rasional, serta kecakapan bersosial dibanding dengan peserta didik yang tidak mengikuti program ekstrakurikuler. Pentingnya soft skill ini menjadi dasar bagi ide untuk meneliti efektivitas program ekstrakurikuler dalam meningkatkan keterampilan soft skill di kalangan peserta didik SMA Negeri 6 Luwu Timur. Program ekstrakurikuler, dengan beragam kegiatan seperti, seni, olahraga, dan organisasi siswa, dapat menjadi wadah yang potensial untuk memfasilitasi pengembangan soft skill ini. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk mengangkat penelitian yang berjudul AuEfektivitas Program Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Soft Skill Peserta Didik di SMA Negeri 6 Luwu TimurAy untuk melihat apakah program ekstrakurikuler efektif dala meningkatkan soft skill peserta didik di SMA Negeri 6 Luwu Timur. METODE Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang tujuannya untuk mendeskripsikan efektivitas program ekstrakurikuler dalam meningkatkan soft skill peserta didik. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik yang mengikuti program Kelola: Journal of Islamic Education Management Efektivitas Program Ekstrakurikuler . ekstrakurikuler OSIS. Pramuka, dan PMR yaitu sebanyak 123 peserta didik. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga sampel yang digunakan sebanyak 25 peserta Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Sedangkan teknik analisis statistik yang digunakan untuk mengolah data hasil penelitian, yaitu analisis statistik deskriptif, analisis statistik inferensial, analisis regresi linear sederhana, uji hipotesis . dan koefisien determinasi dengan menggunakan bantuan Microsoft Office Excel dan Software SPSS versi 25. HASIL Program Ekstrakurikuler Hasil uji analisis statistik deskriptif yang saling terkait dengan skor variabel Program Ekstrakurikuler (X) dengan gambaran distribusi yang menunjukkan skor rata-rata 47,68, skor variance 8,560, dengan standar deviation 2,926 serta skor terendah 40 adapun skor tertinggi 52. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 2 Hasil Uji Deskriptif Program Ekstrakurikuler Descriptive Statistics Range Minimum Maximu Mean Std. Deviatio Varianc 47,68 2,926 8,560 Valid N . istwise Sumber: hasil olah data SPSS versi. Apabila program ekstrakurikuler dikelompokkan kedalam empat kategorisasi diperoleh tabel distribusi frekuensi sebagai berikut: Tabel 4. 3 Perolehan Persentase Program Ekstrakurikuler Interval Kelas Kategori Frekuensi Persentase X > 52,07 sangat tinggi 47,68< X O 52,08 Tinggi 46,22< X O 47,68 Sedang X < 46,22 Rendah Jumlah Sumber: Hasil Olah Data Microsoft Excel Berdasarkan tabel 4. 3 dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian pada variabel program ekstrakurikuler yang diperoleh dari sampel penelitian menunjukkan bahwa persentase program ekstrakurikuler untuk kategorisasi AutinggiAy, diperoleh persentase sebesar 52% dengan frekuensi sampel sebanyak 13 responden, adapun untuk kategorisasi AusedangAy diperoleh persentase sebesar 8% dengan frekuensi sampel sebanyak 2 responden, sedangkan untuk kategorisasi AurendahAy diperoleh persentase sebesar 40% dengan frekuensi sampel sebanyak 10 responden. Vol 10. No. Oktober 2025 280 | Rima dkk. Rata-rata Persentase Grafik berikut ini merupakan hasil analisis dari masing-masing indikator variabel program ekstrakurikuler: Gambar 4. 1 Grafik Persentase Indikator Program Persentase Indikator Program Ekstrakurikuler Potensi Individual Kesesuaian Pilihan Keterlibatan Aktif Pengalaman Positif Peningkatan Etos Kerja Kemanfaatan Sosial Ekstrakurikuler Grafik 4. 1 di atas merupakan grafik persentase indikator program ekstrakurikuler, yang terdiri dari 6 . indikator antara lain, potensi individual, kesesuaian pilihan, keterlibatan aktif, pengalaman positif, peningkatan etos kerja, serta kemanfaatan sosial. Jika berdasarkan tabel 3. terkait kategorisasi variabel program ekstrakurikuler, maka diperoleh nilai dari indikator potensi individual dengan persentase sebesar 90,3%, indikator kesesuaian pilihan dengan persentase sebesar 89%, indikator keterlibatan aktif dengan persentase sebesar 88,5%, indikator pengalaman positif dengan persentase sebesar 92%, indikator peningkatan etos kerja dengan persentase sebesar 96%, dan indikator kemanfaatan sosial dengan persentase sebesar Jika dirata-ratakan maka diperoleh persentase sebesar 91,8%. Maka dapat dikatakan bahwa program ekstrakurikuler di SMA Negeri 6 Luwu Timur berjalan dengan sangat baik. Soft Skill Berdasar dengan hasil analisis statistik deskriptif terkait dengan skor variabel soft skill (Y), diperoleh gambaran karakteristik distribusi skor peningkatan soft skill peserta didik yang menunjukkan skor mean . ata-rat. 29,24 dengan variance 7,857 dan standar deviation 2,803 serta skor terendah 25 adapun skor tertinggi yaitu 36. Hal ini dapat dilihat dari tabel berikut ini: Tabel 4. 4 Hasil Uji Deskriptif Peningkatan Soft Skill Descriptive Statistics Std. Minimu Maximu Varianc Range Mean Deviatio Valid N . istwis 29,24 2,803 7,857 Sumber: Hasil olah data SPSS versi 25 Apabila skor peningkatan soft skil dikelompokkan kedalam empat kategorisasi diperoleh tabel distribusi frekuensi sebagai berikut: Tabel 4. 5 Perolehan Persentase Peningkatan Soft Skill Kelola: Journal of Islamic Education Management Efektivitas Program Ekstrakurikuler . Interval Kelas Kategori Frekuensi Y > 33,44 sangat tinggi 29,24 < Y O 33,44 Tinggi 27,84 < Y O 29,24 Sedang Y O 27,84 Rendah Jumlah Sumber: Hasil olah data Microsoft Excel Persentase Berdasarkan tabel 4. 5 tersebut, dapat diuraikan bahwa persentase peningkatan soft skill peserta didik untuk kategori Ausangat tinggiAy diperoleh persentase sebesar 4% dengan frekuensi sampel sebanyak 1 responden, kemudian untuk kategori AutinggiAy diperoleh persentase sebesar 36% dengan frekuensi sampel sebanyak 9 responden, kemudian untuk kategori AusedangAy diperoleh persentase sebesar 40% dengan frekuensi sampel sebanyak 10 responden, kemudian untuk kategori AurendahAy diperoleh persentase sebesar 20% dengan frekuensi sampel sebanyak 5 responden. Grafik berikut ini merupakan hasil analisis dari masing-masing indikator variabel soft skill. Persentase Indikator Soft Skill Self Awareness Thinking Skill Social Skill Gambar 4. 2 Grafik Persentase Indikator Soft Skill Gambar 4. 2 di atas merupakan grafik persentase indikator soft skill, yang terdiri dari tiga indikator diantaranya, kecakapan mengenal diri . elf awarenes. , kecakapan berpikir rasional . hinking skil. , dan kecakapan sosial . ocial skil. Jika berdasarkan pada tabel 3. 15 terkait kategorisasi variabel soft skill, maka diperoleh data dari indikator kecakapan mengenal diri . elf awarenes. dengan persentase sebesar 86,3%, indikator kecakapan berpikir rasional . hinking skil. dengan persentase sebesar 75%, dan indikator kecakapan sosial . ocial skil. dengan persentase perolehan nilai sebesar 82,3%. Adapun rata-rata persentase dari seluruh indikator yaitu 81,2% maka dapat dikatakan bahwa peningkatan soft skill peserta didik di SMA Negeri 6 Luwu Timur dikategorikan baik. Vol 10. No. Oktober 2025 282 | Rima dkk. ANALISIS STATISTIK INFERENSIAL Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk membantu ketepatan melakukan uji Uji normalitas penelitian ini menggunakan uji One Sample Kolmogrow-Smirnov Test dengan taraf 0. Dengan dasar acuan pengambilan keputusan, variabel dapat dikatakan memiliki nilai residual berdistribusi normal jika nilai signifikansi > 0. 05 dan jika < 0. 05 maka variabel tersebut dapat dikatakan tidak berdistribusi normal. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 25. Berikut adalah hasil uji normalitas pada penelitian ini. Tabel 4. 16 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Most Extreme Differences Std. Deviation Absolute ,0000000 1,95679374 ,122 Positive Negative Test Statistic ,064 -,122 ,122 Asymp. Sig. -taile. ,200c,d Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber data: Hasil olah data SPSS versi 25 Tahun 2024 Berdasarkan hasil uji normalitas diperoleh nilai signifikansi 0,200 > 0,05. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai residual berdistribusi Uji Linearitas Pengujiannya dapat dilakukan melalui program SPSS vers. 25, dengan menggunakan Test for Linearity dengan tarif signifikansin 0,05. Variabel penelitian dikatakan saling memiliki hubungan yang linear apabila lebih dari 0,05. Hasil uji linearitas dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4. Hasil Uji Linearitas Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 25. Tahun 2024 Kompetensi Pendidik * Kurikulum Merdeka Between Groups ANOVA Table Sum of Squares (Combine. 128,700 Linearity Deviation Linearity Within Groups Total Mean Square 14,300 ,976 Sig. ,510 5,481 123,219 5,481 15,402 ,374 1,051 ,554 ,461 146,500 275,200 14,650 Kelola: Journal of Islamic Education Management Efektivitas Program Ekstrakurikuler . Berdasarkan hasil uji linearitas dapat diperoleh Deviation from Linearity Sing. 0,461. Jika dibandingkan dengan nilai probabilitas 0,05 nilai signifikan lebih besar dari nilai probabilitas . ,461 > 0,. maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang linear secara signifikan antara variabel program pelatihan kurikulum merdeka (X) dengan variabel kompetensi pendidik (Y). Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah terdapat ketidaksamaan variance dan residul dalam satu pengamatan. Uji heteroskedastisitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Adapun standar pengambilan keputusan sebagai berikut. Titik Ae titik data menyebar di atas dan di bawah atau sekitar angka 0 . Titik Ae titik tidak mengumpul hanya di atas atau di bawah saja . Penyebaran titik Ae titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali . Penyebaran titik Ae titik data tidak membentuk pola. Gambar 4. 3 Garfik Scatterplot Grafik di atas menunjukkan pola penyebaran, dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar secara acak ke atas dan ke bawah angka 0, serta tidak membentuk pola jadi dapat dikatakan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak untuk digunakan. Analisis Regresi Linear Sederhana Tujuan dilakukannya analisis regresi linear sederhana adalah untuk mengetahui ada maupun tidaknya partisipasi antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Tabel 4. 18 Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error -3,466 6,661 ,686 Program Ekstrakurikuler ,139 Standardized Coefficients Beta ,716 -,520 Sig. ,608 4,919 ,000 Dependent Variable: Soft Skill Vol 10. No. Oktober 2025 284 | Rima dkk. Sumber : Hasil olah data SPSS versi 25 Tahun 2024 Berdasarkan output coefficients di atas, maka model persamaan regresinya adalah sebagai berikut. ycUI = yca ycaycu ycUI = -3,466 0,686 X Adapun interpretasi dari persamaan regresi linear yang didapatkan adalah sebagai berikut: Nilai constanta . sebesar -3,466, menunjukkan bahwa apabila variabel program ekstrakurikuler bernilai nol maka soft skill peserta didik sebesar -3,466. Koefisien regresi program ekstrakurikuler sebesar 0,686 . ernilai Apabila program ekstrakurikuler mengalami peningkatan sebesar satu . satuan, maka soft skill peserta didikpun akan mengalami peningkatan sebesar 0,686. Uji Hipotesis (Uji-T) Dasar pengambilan keputusan uji hipotesis . pada penelitian ini . Apabila nilai sig. < 0,05 maka variabel X variabel terhadap variabel Y. Apabila nilai Thitung > Ttabel maka variabel X berkontrinbusi terhadap variabel Y. Tabel 4. 19 Uji Hipotesis (Uji-T) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error -3,466 6,661 Model (Constan. Program Ekstrakurikuler ,686 Standardized Coefficients Beta ,139 ,716 -,520 Sig. ,608 4,919 ,000 Dependent Variable: Soft Skill Sumber data : Hasil olah data SPSS versi 25 Tahun 2024 Pada tabel 4. 19 terlihat bahwasanya nilai signifikansi = 0,000 < 0,05, yang jika didasarkan pada dasar pengambilan keputusan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Au program ekstrakurikuler berkontribusi positif dan signifikan dalam peningkatan soft skill peserta didik di SMA Negeri 6 Luwu TimurAy. Seperti halnya apabila berdasar pada dasar pengambilan keputusan yang kedua, bahwa nilai Thitung . > Ttabel . Dalam artian bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (R. bertujuan untuk memprediksi dan melihat seberapa besar kontribusi yang diberikan variabel bebas . rogram ekstrakurikule. terhadap variabel terikat . oft skil. Tabel 4. 20 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,716a ,513 ,491 1,999 Predictors: (Constan. Program Ekstrakurikuler Sumber data : Hasil olah data SPSS versi 25 tahun 2024 Kelola: Journal of Islamic Education Management Efektivitas Program Ekstrakurikuler . Berdasarkan hasil koefisien determinasi (R squar. pada output model summary di atas, bahwa nilai koefisien determinan (R squar. = 0,513. Untuk mengetahui besar kecilnya kontribusi program ekstrakurikuler dalam meningkatakan soft skill peserta didik di SMA Negeri 6 Luwu Timur, maka akan ditentukan dengan menggunakan persamaan koefisien determinasi sebagai berikut. KD = r2x 100% = 0,513 x 100% Ditemukan bahwa nilai koefisien determinasi = 51,3% yang menunjukkan bahwa kontribusi yang diberikan variabel program ekstrakurikuler terhadap variabel soft skill adalah sebesar 51,3% adapun sisanya 48,7% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. PEMBAHASAN Program Ekstrakurikuler di SMA Negeri 6 Luwu Timur Program ekstrakurikuler merupakan serangkaian kegiatan yang diselenggarakan di luar jam pelajaran formal yang bertujuan untuk mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan siswa di berbagai bidang. Berikut merupakan persentase dari setiap aspek program ekstrakurikuler. Potensi Individual Potensi individual merupakan aspek program ekstrakurikuler yang disesuaikan dengan potensi, bakat, dan minat individu peserta didik masingmasing. Banyaknya butir pernyataan untuk indikator ini sebanyak 3 Adapun hasil angket peserta didik menunjukkan bahwa nilai persentase keseluruhan sebesar 90,3%. Hal ini kemungkinan terjadi karena, peserta didik merasa program ekstrakurikuler telah disesuaikan dengan potensi, bakat, dan minat individu peserta didik. Seperti peserta didik yang memiliki potensi dalam kepemimpinan atau manajemen organisasi dapat terlibat dalam OSIS dan pramuka, sedangkan peserta didik yang memiliki potensi terkait kesehatan dapat terlibat dalam PMR. Kesesuaian Pilihan Kesesuaian pilihan merupakan aspek program ekstrakurikuler yang disesuaiakan dengan keinginan dan diikuti secara sukarela oleh peserta Banyaknya butir dari pernyataan untuk indikator ini sebanyak 2 Adapun hasil angket dari butir tersebut memperoleh nilai persentase sebesar 89%. Hal ini terjadi mungkin karena peserta didik merasa bebas dalam memilih program ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka, serta mereka merasa program ekstrakurikuler yang merekaa pilih memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan pribadi mereka. Peserta didik tidak diwajibkan untuk mengikuti semua program ekstrakurikuler yang ditawarkan. Mereka dapat menentukan untuk berpartisipasi dalam program tertentu berdasarkan minat mereka. Keterlibatan Aktif Keterlibatan aktif merupakan aspek program ekstrakurikuler yang memerlukan keterlibatan penuh dari peserta didik. Banyaknya butir pernyataan untuk indikator keterlibatan aktif sebanyak 2 pernyataan. Vol 10. No. Oktober 2025 286 | Rima dkk. Adapun hasil angket menunjukkan bahwa nilai persentase keseluruhan sebesar 88,5%. Hal ini kemungkinan terjadi karena peserta didik merasa terlibat aktif dalam program ekstrakurikuler memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan mereka. Dalam kegiatan program ekstrakurikuler baik OSIS, pramuka, maupun PMR seorang peserta didik yang aktif dapat menjadi ketua atau sekretaris yang bertanggung jawab untuk mengorganisir acara dan memimpin diskusi Pengalaman Positif Pengalaman positif merupakan aspek program ekstrakurikuler dalam lingkungan yang disukai dan menyenangkan bagi peserta didik. Banyaknya butir pernyataan untuk indikator pengalaman positif sebanyak 2 pernyataan. Adapun hasil angket menunjukkan bahwa nilai persentase keseluruhan sebesar 92%. Hal ini mungkin terjadi dikarenakan peserta didik merasa nyaman, senang, dan termotivasi untuk berpartisipasi karena lingkungan yang mendukung dan menyenangkan. Pengalaman positif dapat muncul dari kegiatan yang melibatkan aktivitas di luar ruangan, seperti camping atau kunjungan lapangan. Peningkatan Etos Kerja Peningkatan etos kerja merupakan aspek program ekstrakurikuler yang meningkatkan semangat peserta didik agar bekerja dengan baik dan Banyaknya butir pernyataan untuk indikator peningkatan etos kerja sebanyak 2 pernyataan. Adapun hasil angket menunjukkan bahwa nilai persentase keseluruhan sebesar 96% yang merupakan nilai tertinggi di antara semua aspek. Hal ini mungkin terjadi karena melalui program ekstrakurikuler peserta didik banyak belajar untuk bekerjasama dalam tim dan menghargai peran setiap anggota dalam program ekstrakurikuler. Seperti dalam mengorganisir berbagai kegiatan, peserta didik harus siap bekerja untuk mempersiapkan kegiatan berjalan lancar. Kemanfaatan Sosial Kemanfaatan sosial merupakan aspek program ekstrakurikuler yang dijalankan untuk kepentingan masyarakat. Banyaknya butir pernyataan untuk indikator kemanfaatan sosial sebanyak 2 pernyataan. Adapun hasil angket menunjukkan bahwa nilai persentase keseluruhan sebesar 95%. Hal ini kemungkinan terjadi karena peserta didik merasa program ekstrakurikuler memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar tentang kerjasama dan toleransi dalam lingkungan yang beragam. Seperti melakukan berbagai program kemanusiaan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler OSIS, pramuka, dan PMR di SMA Negeri 6 Luwu Timur sangat efektif dalam meningkatkan berbagai aspek soft skill peserta didik. Tingginya nilai persentase pada setiap indikator utama mengindikasikan bahwa program ini tidak hanya membantu dalam pengembangan individu tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan pada keterampilan sosial dan etos kerja peserta didik. Hal ini sejalan dengan pendapat Massoni dalam Leny mengatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat memberikan Kelola: Journal of Islamic Education Management Efektivitas Program Ekstrakurikuler . dampak positif terhadap peserta didik, meliputi sikap, percaya diri, produktif, serta aspek social (Leny: 2. Soft Skill Peserta Didik di SMA Negeri 6 Luwu Timur Soft skill merupakan keterampilan pribadi dari setiap individu yang berkaitan dengan bagaimana seseorang berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain. Adapun aspek dari peningkatan soft skill yaitu kecakapan diri . elf awarenes. , kecakapan berpikir rasional . hinking skil. , serta kecakapan sosial . ocial skillI). Kecakapan Diri (Self Awarenes. Kecakapan diri merupakan keyakinan dan kepercayaan diri seseorang terhadap kemampuan untuk mengatasi tugas atau situasi tertentu. Ini mencerminkan tingkat kepercayaan pada diri sendiri. Kecakapan diri seperti keterampilan personal dan interpersonal yang memungkinkan peserta didik untuk menghadapi tantangan, menyelesaikan masalah, dan bekerja efektif dalam berbagai situasi. Banyaknya butir pernyataan dari aspek kecakapan diri ini yaitu 3 butir pernyataan. Adapun hasil angket dari butir tersebut memperoleh nilai persentase secara keseluruhan sebesar 86,3%. Hal ini terjadi mungkin dikarenakan peserta didik dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka. Kecakapan Berpikir Rasional (Thinking Skil. Kecakapan berpikir rasional merupakan kemampuan untuk mengambil keputusan yang terinformasi, menganalisis informasi, dan menyusun argumen secara kritis. Banyaknya butir pernyataan dari aspek kecakapan berpikir rasional ini yaitu 3 butir pernyataan. Adapun hasil angket dari butir tersebut memperoleh nilai persentase secara keseluruhan sebesar 75%. Hal ini mungkin terjadi karena masih terdapat beberapa peserta didik yang masih terburu-buru dalam mengambil keputusan. Keterlibatan dalam program ekstrakurikuler dapat meningkatkan kemampuan berpikir rasional. Peserta didk yang terlibat pada program ekstrakurikuler dilatih untuk menganalisis berbagai argumen, menyusun pemikiran yang logis dan mengambil keputusan. Meskipun program ekstrakurikuler telah memberikan kontribusi positif, peningkatan lebih lanjut diperlukan untuk mencapai hasil yang lebih optimal dalam aspek ini. Kecakapan Sosial (Social Skil. Kecakapan sosial merupakan kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain secara efektif, membangun hubungan interpersonal yang baik, dan bekerja dalam tim. Banyaknya butir pernyataan dari aspek kecakapan sosial ini yaitu sebanyak 3 butir pernyataan. Adapun hasil angket dari butir tersebut memperoleh nilai persentase secara keseluruhan sebesar 82,3%. Hal ini mungkin terjadi karena peserta didik aktif dalam mendukung rekan kerja sesama anggota ekstrakurikuler serta menciptakan lingkungan yang positif. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler di SMA Negeri 6 Luwu Timur cukup efektif dalam meningkatkan berbagai aspek soft skill peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari nilai persentase yang tinggi pada aspek kecakapan diri dan kecakapan sosial. Vol 10. No. Oktober 2025 288 | Rima dkk. Aspek kecakapan diri memperoleh nilai persentase sebesar 86,3% dan kecakapan sosial memperoleh nilai persentase sebesar 82,3%, hal ini menunjukkan bahwa program ini berhasil memberikan dampak positif yang signifikan dalam aspek-aspek tersebut. Namun, nilai persentase yang lebih rendah pada aspek kecakapan berpikir rasional yang hanya memperoleh nilai persentase sebesar 75%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis, dari ketiga aspek di atas, maka dapat diketahui bahwa peningkatan soft skill peserta didik memiliki rata-rata persentase tinggi. Hal ini sejalan dengan pendapat Sinar dalam Siti Khanifah yang mengatakan bahwa salah satu cara yang dapat dilakukan oleh sekolah dalam meningkatkan soft skill peserta didik yaitu melalui program ekstrakurikuler (Siti Khanifah: 2. Efektifitas Program Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Soft Skill Peserta Didik di SMA Negeri 6 Luwu Timur Efektivitas program ekstrakurikuler dalam meningkatkan soft skill peserta didik di SMA Negeri 6 Luwu Timur diperoleh dengan melakukan uji terhadap hipotesis penelitian yang telah dibuat pada penelitian ini. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t dengan dasar pengambilan keputusan bahwa hipotesis penelitian diterima apabila nilai signifikansi < 0,05 serta apabila nilai Thitung > Ttabel maka program ekstrakurikuler memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan soft skill peserta didik ini menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler secara statistik signifikan dalam memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan soft skill peserta Dalam penelitian ini diperoleh nilai sig. < . Maka dapat disimpulka n bahwa Auprogram ekstrakurikuler berkontribusi positif dan signifikan dalam meningkatkan soft skill peserta didik di SMA Negeri 6 Luwu TimurAy. sama halnya apabila didasarkan pada pengambilan keputusan yang kedua, diperoleh nilai Thitung . > Ttabrl . , maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Selanjutnya, hasil dari koefisien determinasi (R squar. dalam penelitian ini, ditemukan bahwa efektivitas program ekstrakurikuler dalam meningkatkan soft skill peserta didik di SMA Negeri 6 Luwu Timur adalah sebesar 51,3% kontribusi dari program ekstrakurikuler ini menunjukkan bahwa program ini efektif dan memainkan peran penting dalam pengembangan keterampilan soft skill peserta didik, adapun sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Dari pernyataan diatas, 51,3% dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menjadi inti dari penelitian yaitu variabel yang berkontribusi . rogram ekstrakurikule. yaitu sebagai berikut: potensi individual dengan perolehan persentase sebesar 90,3% dan bobot pernyataan sebanyak 3 butir, pada indikator ini kemungkinan peserta didik merasa melalui program ekstrakurikuler mereka lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan dan mengatasi hambatan. Kesesuaian pilihan dengan perolehan persentase sebesar 89% dengan bobot pernyataan sebanyak 2 butir pernyataan, pada indikator ini kemungkinan peserta didik merasa bebas dalam memilih program ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Keterlibatan aktif dengan perolehan persentase sebesar 88,5% dan bobot Kelola: Journal of Islamic Education Management Efektivitas Program Ekstrakurikuler . pernyataan sebanyak 2 pernyataan, pada indikator ini kemungkinan terjadi karena peserta didik terlibat aktif serta mereka diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan mereka. Pengalaman positif dengan perolehan persentase sebesar 92% dengan bobot pernyataan sebanyak 2 butir pernyataan, hal ini kemungkinan terjadi karena setelah mengikuti program ekstrakurikuler lebih merasa termotivasi untuk mencapai tujuan mereka. Peningkatan etos kerja dengan perolehan persentase sebesar 96% dengan butir pernyataan sebanyak 2 pernyataan yang merupakan indikator tertinggi pada variabel ini, hal ini kemungkinan terjadi karena peserta didik banyak belajar untuk bekerjasama dalam tim serta menghargai peran setiap anggota dalam program ekstrakurikuler. Kemanfaatan sosial dengan perolehan nilai persentase sebesar 95% dengan bobot pernyataan sebanyak 2 pernyataan, hal ini kemungkinan terjadi karena peserta didik merasa program ekstrakurikuler memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar tentang kerjasama toleransi dalam lingkungan yang beragam. Adapun variabel yang ditingkatkan . oft skil. peserta didik yaitu: kecakapan diri . elf awarenes. dengan perolehan persentase sebesar 86,3% dengan bobot pernyataan sebanyak 3 butir pernyataan, hal ini terjadi mungkin dikarenakan peserta didik telah mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka. Kecakapan berpikir rasional (Thinking skil. dengan perolehan persentase sebesar 75% dengan bobot pernyataan sebanyak 3 pernyataan, namun jika dilihat dari jawaban responden masih ada peserta didik yang memberikan nilai 2 . urang setuj. bahkan nilai 1 . idak setuj. terhadap pernyataan yang diberikan, hal ini mungkin terjadi karena masih terdapat peserta didik yang terburu-buru dalam mengambil setiap Kecakapan sosial . ocial skil. dengan perolehan persentase sebesar 82,3% dengan bobot pernyataan sebanyak 3 pernyataan, hal ini mungkin terjadi karena peserta didik aktif dalam mendukung rekan kerja sesame anggota ekstrakurikuler serta mereka dapat menciptakan lingkungan yang positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program ini berhasil mencapai tujuan utama dalam mempersiapkan peserta didik dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan mereka. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nur Fitrianingsih tentang pengembangan model soft skills melalui kegiatan ekstrakurikuler dimana hasil penelitiannya menemukan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat meningkatkan soft skill peserta didik melalui kemampuan interpersonal dan personal serta meningkatkan kemampuan kerjasama tim dan kemandirian (Nur Fitrianingsih: 2. PENUTUP Program ekstrakurikuler OSIS, pramuka, dan PMR di SMA Negeri 6 Luwu Timur sudah berjalan dengan baik, hal ini dapat dilihat pada rata-rata persentase nilai keseluruhan dari aspek program ekstrakurikuler yang memperoleh nilai persentase sebesar 91,8% maka dapat dikatakan bahwa program ekstrakurikuler di SMA Negeri 6 Luwu Timur berjalan dengan Vol 10. No. Oktober 2025 290 | Rima dkk. Kemampa un Soft skill peserta didik di SMA Negeri 6 Luwu Timur mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat pada rata-rata persentase nilai keseluruhan dari aspek soft skill yang memperoleh nilai persentase sebesar 81,2% maka dapat dikatakan bahwa soft skill peserta didik meningkat. Program ekstrakurikuler OSIS, pramuka, dan PMR efektif dalam meningkatkan soft skill peserta didik di SMA Negeri 6 Luwu Timur hal ini dapat dilihat dari perolehan R square yaitu sebesar 51,3% maka dapat dikatakan bahwa program ekstrakurikuler di SMA Negeri 6 Luwu Timur efektif dalam meningkatkan soft skill peserta didik sebesar 51,3%. DAFTAR PUSTAKA