Jurnal Kajian Teknik Mesin Vol . Halaman Available online at JKTM Website : http://journal. id/index. php/jktm/index JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol. 8 NoA Hal Jurnal Artikel ANALISIS VARIASI WAKTU PADA STAINLESS STEEL 201 TERHADAP KEKUATAN TARIK DENGAN MENGGUNAKAN MESIN SPOT WELDING Fadhil Murdiana1. Bobie Suhendra 2. Rizal Hanifi 3 Teknik Mesin. Universitas Singaperbangsa Karawang Teknik Mesin. Universitas Singaperbangsa Karawang Teknik Mesin. Universitas Singaperbangsa Karawang fadhilmurdiana1@gmail. *Corresponding author Ae Email : fadhilmurdiana1@gmail. Artkel Info - : Received : Revised : Accepted: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengaruh dari variasi waktu terhadap kekuatan sambungan las spot welding potable, mengetahui nilai dari kekuatan hasil sambung las plat Baja Stainlees Steel 201 dengan melakukan pengujian Tarik . ensile tes. Dari hasil pengujian yang sudah dilakukan pada masing-masing sampel material uji dengan menggunakan tiga variasi kuat arus pengelasan dan tiga variasi waktu penahanan pengelasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Pada pengelasan spot welding variasi waktu las memiliki pengaruh terhadap kekuatan sambungan las spot welding potable. Semakin lama waktu pengelasan semakin kuat pula sambungan. Berdasarkan data pengujian tarik menunjukkan bahwa maksimum load terendah didapatkan pada sampel A1 dengan sebesar 742,82 N dan maksimum load tertinggi didapatkan pada sampel A5 dengan sebesar 2047,23 N. Pada sampel A2 ke A3 terjadi lonjakan maksimum load dengan selisih maksimum load adalah 484,91 N. Terjadi karena arus yang dikeluarkan pada sampel A3 lebih besar dibandingkan A2. Kata kunci: spot welding, pengujian tarik, variasi arus Abstract This study aims to determine the effect of time variation on the strength of spot welding potable joints, to determine the value of the strength of 201 Stainless Steel plate welding joints by conducting a tensile test. From the results of the tests that have been carried out on each sample of the test material using three variations of welding current strength and three variations of welding holding time, it can be concluded as follows: In spot welding, variations in welding time have an influence on the strength of potable spot welding joints. The longer the welding time the stronger the connection. Based on the tensile test data, it shows that the lowest maximum load was obtained in sample A1 with 742. 82 N and the highest maximum load was obtained in sample A5 with 2047. 23 N. In samples A2 to A3 there was a maximum load spike with a maximum load difference of 484. 91 N. Occurs because the current released in sample A3 is greater than A2. Keywords: spot welding, tensile testing, current variations PENDAHULUAN Las titik merupakan cara pengelasan resistansi listrik di mana dua atau lebih lembaran logam dijepit diantara elektroda, kemudian dialiri arus bertegangan rendah diantara elektroda, logam yang saling Jurnal Kajian Teknik Mesin Vol bersinggungan menjadi panas dan suhu akan naik smapai mencapai suhu segera setelah suhu pengelasan tercapai, tekanan antara elektroda memaksa logam menjadi satu dan terbentuklah sambungan las (Amstead B. , 1. Proses pengerjaan las ini lebih cepat dan lebih rapi hasilnya dibandingkan dengan menggunakan las asetelin dan las busur listrik karena las yang dihasilkan tidak mengandung terak las. Walaupun demikian proses pengerjaan las ini membutuhkan keahlian untuk mengerjakannya. Lama penekanan dan kuat arus yang sesuai pada waktu proses pengerjaan akan menentukan hasil las serta kekuatan las yang diinginkan. Las titik . pot weldin. pada umumnya digunakan untuk penyambungan logam Pengelasan baja tahan karat adalah suatu teknologi pengelasan yang membutuhkan proses tertentu,karena baja tahan karat tidak boleh bereaksi. Material baja tahan karat sangat sering digunakan dalam rancangan kontruksi di industri, terutama industri yang memproduksi makanan. Sifat tahan korosi ini menyebabkan waktu penggunaan dalam jangka yang lama. Stainless steel (SS) sebagai salah satu material kontruksi di dalam dunia industri sering digunakan untuk menyambung atau membentuk komponen sesuai desain yang tepat dengan cara pengelasan. Proses pengelasan mempengaruhi sifat mekanik. Besarnya tegangan sisa akibat pemanasan dari proses pengelasan dapat menurunkan kekuatan Hal tersebut mengakibatkan material lebih mudah mengalami keretakan. Dalam proses spot welding, parameter yang sering diubah biasanya arus, tekanan, dan waktu pengelasan, namun perubahan tersebut tergantung dengan material yang akan digunakan. oleh karena itu harus ada pemilihan parameter las yang baik untuk sehingga didapatkan hasil yang baik. Berdasarkan menunjukkan bahwa penelitian terhadap sambungan las titik cukup menarik untuk jadi bahan penelitian, penggunaan material yang berbeda maupun material yang sama, . Halaman maka masih banyak yang harus diteliti tentang pengaruh parameter las titik lama waktu penekanan terhadap sifat mekanik sambungan las titik pada Stainlees Steel 201, agar diketahui variabel yang paling tepat waktu penekanan yang digunakan. Pada penelitian ini saya tertarik untuk melakukan pengujian Auanalisis variasi waktu penekanan pada material stainless steel 201 terhadap nilai kekuatan tarik dan struktur mikro menggunakan mesin spot weldingAy. Dengan demikian mengetahui pengaruh waktu penekanan yang optimal pada sambungan pengelasan yang dapat dihasilkan oleh las titik pada material stainless steel 201 terhadap sifat Proses menggunakan variabel waktu penekanan yang disetel sebagai input untuk menghasilkan kekuatan tarik dan struktur mikro berbeda. METODE Metode Penelitian Metode penelitian dan Inggrisnya Research and Development (R&D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk (Sugiyanto, 2. Waktu penelitian jatuh pada rentang waktu bulan januari sampai dengan bulan maret 2023. Adapun tempat penelitian yaitu di Universitas Singaperbangsa Karawang. Teluk Jambe Timur Karawang Jawa Barat Spesifikasi bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Gambar 3. 1 Stainlees Steel 201 Jurnal Kajian Teknik Mesin Vol Pada penelitian ini menggunakan pelat Stainless Steel 201 adalah salah satu baja struktural yang paling umum digunakan seperti pembuatan jembatan, plat sambung, industri perkapalan, kontruksi kereta api Tipikal material baja karbon khas, harganya relatif sangat murah, sangat bagus las dan machining dan stainless steel 201 dapat mengalami berbagai perlakuan panas. Tabel 3. 1 Sifat Mekanis dari Stainlees Steel 201 C Cr SI M P S N 16,00 C 5. C C C 5,5 0, 5 0, 0, 0, 0, 18,00 75 7 06 03 25 Prosedur Penelitian Persiapan Spesimen Uji Gambar 3. 2 Stainlees Steel 201 Persiapan spesimen uji merupakan langkah awal dari penelitian ini. Pada penelitian ini spesimen berupa bentuk plat yang dipotong dengan ukuran 80 mm x 25 mm dan ketebalan 1 mm. Plat yang sudah dipotong dengan metode pengelasan las titik . pot Pembuatan spesimen ini dibuat sebanyak 5 spesimen dengan jumlah total Proses Pengelasan Proses spot welding dilakukan dengan memvariasikan waktu dari 3 detik, 5 detik, 7 detik, 9 detik dan 11 detik sedangkan kuat arus tetap . Pada saat proses pengelasan menggunakan sambungan lap joint mengikuti standard AWS D8. 9-97 yang di tunjukkan pada gambar . Halaman Gambar Menunjukan susunan sambungan plat lap joint pengelasan yang akan dilakukan dengan metode spot welding pada material stainless steel 201. Pengujian Tarik Pada proses pengujian tarik sambungan material stailess steel 201 dilakukan menggunakan mesin Instro 5982 dengan kapasitas 100 kN. Pengujian ini dilakukan di laboratorium PT. Dirgantara Jl Adapun prosedur pengujian sebagai berikut: Menyalakan mesin uji tarik Instro 5982 dan komputer pengendalinya. Pemasangan spesimen pada kedua cekam mesin uji tarik. Menentukan metode pengujian dan mengatur kecepatan pembebanan. Memulai pengujian dengan menekan tombol test, pengujian berakhir ketika spesimen patah dan mesin akan berhenti sendiri. Penyimpanan hasil pengujian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengelasan Dalam penelitian ini material digunakan dalam pengelasan spot welding yaitu stainlees steel 201 dengan ketebalan 1 mm. pengelasan pada material ini sebelumnya untuk menentukan parameter variasi waktu penekanan dan untuk menstabilkan arus yang dikeluarkan karena dari mesin las yang digunakan tidak bisa diatur berapa arus yang ingin Percobaan dalam menentukan yang digunakan dilakukan dengan waktu yang culup lama dibandingkan penelitian sebelumnya, ini dikarenakan salah satu keuntungan dari las titik adalah pengelasan yang sangat cepat dan singkat, oleh karenanya penelitian ini mencoba dengan menggunakan waktu Jurnal Kajian Teknik Mesin Vol yang lebih kecil dan lama untuk melihat perbedaan yang terjadi dari sisi fisik yang Berdasarkan hasil beberapa percobaan sebelumnya, maka untuk parameter waktu penekanan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 1 detik, 3 detik, 5 detik, 7 detik, dan 9 detik dengan arus yang dikeluarkan sekitar dimana setiap variasi masing masing dibuat sebanyak 2 buah spesimen. Gambar 4. 2 menunjukan hasil dari pengelasan. Halaman Diameter 1,76 1,97 2,08 2,16 2,23 Hasil Pengujian Tarik Pengujian kekuatan tarik dilakukan pada masing masing spesimen yang sudah dilas menggunakan mesin spot welding dengan mem-variasikan waktu penekanan yang berbeda-beda. Berikut ini merupakan hasil dari nilai ratarata yang di dapat pada pengujian uji tarik dengan menggunakan material stainlees steel 201 ketebalan 1 mm dengan menggunakan metode penyambungan lap Sampe Wakt Maksimu Load (N) Tensil Stress (Mp. 742,82 1026,36 1511,27 1934,15 2047,23 202,72 386,94 421,87 569,21 671,65 Tensile Extensio At Break . 0,361 0,483 0,516 0,631 Dari uraian data diatas agar lebih tergambar, dibuat dalam bentuk grafik yang menggambarkan hubungan waktu maksimum sebagai berikut: Hasil pengelasan pada setiap variasi menunjukan perbedaan pada luasan Dimana hasil pengamatan menunjukan bahwa diameter terkecil didapatkan pada variasi waktu 1 detik, karena penggunaan waktu yang rendah akan menghasikan daerah lasan nugget yang kecil dan penetrasi yang tidak dalam dan luasan diameter nugget terbesar diperoleh pada variasi waktu 9 detik. Sesuai dengan () bahwa kenaikan waktu dan arus yang besar akan diiringi dengan diameter nugget las. Ukuran dari luasan nugget lasan dioengaruhi oleh heat input, sedangkan head input dipengaruhi oleh kuat arus yang besar, sehingga daerah weld metal akan meleleh semakin banyak dan menyebabkan ukuran nugget semakin Berdasarkan grafik diatas, menunjukan pada sampel A1. A2. A3. A4 dan A5 nilai maksimum load masing-masing meningkat seiring dengan lamanya waktu penekanan. Pada sampel uji A1 dengan waktu penekanan 1 detik mendapatkan nilai maksimum load terkecil yaitu sebesar 742,82 N. Hal ini terjadi karena penggunaan waktu yang sangat singkat Jurnal Kajian Teknik Mesin Vol dan arus yang dikeluarkan kecil. Pada sampel A2 ke A3 terjadi lonjakan maksimum load dengan selisih maksimum load adalah 484,91 N. Terjadi karena arus yang dikeluarkan pada sampel A3 lebih besar dibandingkan A2. Hasil maksimum load terbesar didapatkan pada sampel A5 yaitu 2047,23 N dengan waktu penekanan 9 detik. Hal ini terjadi karena waktu penekanan pada sampel A5 lebih lama dan arus yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan dengan sampel lainnya. Dari data di atas dapat di ketahui bahwa hubungan antara arus dan waktu pengelasan saling berhubungan terhadap kekuatan hasil sambungan pengelasan. Pada grafik pengujian tegangan tarik terlihat bahwa semakin lama waktu pengelasan maka semakin besar tegangan tarik yang di hasilkan. DAFTAR PUSTAKA