LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || Pengembangan Media Pop Up dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Menulis Teks Narasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Yani 1,*. Mustofa 2. Nisaul Barokati Seliro Wangi 3 *1-3Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1 yani84ilmi@gmail. 2 tofa09@unisda. 3 nisa@unisda. ARTICLE INFO Article history Received: 02-01-2025 Revised: 20-01-2025 Accepted: 02-02-2025 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Pop Up dengan pendekatan kontekstual dalam materi menulis teks narasi untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg & Gall yang terdiri dari sepuluh tahap, termasuk penelitian awal, perencanaan, desain produk, validasi, revisi, uji coba, dan diseminasi produk akhir. Hasil validasi menunjukkan bahwa media Pop Up yang dikembangkan memiliki tingkat kevalidan yang sangat baik, dengan skor 97% dari ahli materi dan 98% dari ahli media. Kepraktisan media juga diuji melalui angket respon siswa dengan hasil sebesar 81%, yang menunjukkan bahwa media ini praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, keefektifan media Pop Up dalam meningkatkan keterampilan menulis teks narasi siswa ditunjukkan melalui hasil pretest dan posttest, dengan rata-rata peningkatan dari 40% menjadi Hal ini mengindikasikan bahwa media Pop Up efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa. Kata kunci : Media Pop up. Pendekatan Kontekstual, menulis teks narasi. ABSTRACT This study aims to develop Pop-Up learning media with a contextual approach in the material of writing narrative texts for fourth-grade elementary school students. This research employs the Research and Development (R&D) method with the Borg & Gall development model, which consists of ten stages, including preliminary research, planning, product design, validation, revision, trials, and dissemination of the final product. The validation results indicate that the developed Pop-Up media has an excellent validity level, with a score of 97% from material experts and 98% from media The practicality of the media was also tested through student response questionnaires, yielding a score of 81%, indicating that this media is practical for use in learning. Additionally, the effectiveness of the Pop-Up media in improving students' narrative text writing skills was demonstrated through pretest and posttest results, with an average increase from 40% to 87%. This suggests that the Pop-Up media is effective in enhancing students' writing skills. Kata Kunci: Pop-up media, contextual approach, narrative text writing. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Pendahuluan Pembelajaran merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungan belajar yang bertujuan untuk mencapai perubahan perilaku yang positif. Dalam konteks pendidikan dasar, pembelajaran yang efektif tidak hanya sekadar penyampaian materi, tetapi juga mencakup pengembangan pemahaman, keterampilan, dan sikap yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah penguasaan keterampilan menulis, khususnya dalam menyusun teks narasi. Keterampilan menulis teks narasi berperan penting dalam mengembangkan daya pikir kritis, kreativitas, https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. serta kemampuan komunikasi peserta didik. Namun, kenyataannya, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis teks narasi secara runtut dan menarik. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan menulis siswa antara lain kurangnya pemahaman terhadap struktur teks narasi, minimnya pengalaman menulis, serta penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik dan sesuai dengan tahap perkembangan kognitif mereka. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa adalah melalui pengembangan media pembelajaran yang interaktif dan menarik, seperti media pop-up berbasis pendekatan kontekstual. Media pop-up menghadirkan elemen visual tiga dimensi yang dapat membantu siswa dalam memahami struktur dan alur cerita, sehingga memudahkan mereka dalam mengembangkan ide dan menyusun teks narasi secara lebih efektif. Dengan demikian, penelitian mengenai pengembangan media pop-up berbasis pendekatan kontekstual diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa kelas IV sekolah dasar. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, penelitian ini berfokus pada beberapa aspek utama. Pertama, penelitian ini ingin mengetahui bagaimana proses pengembangan media pop-up dengan pendekatan kontekstual pada materi menulis teks narasi siswa kelas IV. Kedua, penelitian ini bertujuan untuk menilai kevalidan media pop-up dengan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran menulis teks narasi. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji kepraktisan penggunaan media pop-up berbasis pendekatan kontekstual dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa. Terakhir, penelitian ini berusaha untuk menganalisis keefektifan media pop-up berbasis pendekatan kontekstual dalam meningkatkan keterampilan menulis teks narasi siswa kelas IV. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media pop-up dengan pendekatan kontekstual pada materi menulis teks narasi siswa kelas IV. Selain itu, penelitian ini juga menilai kevalidan media pop-up berbasis pendekatan kontekstual dalam pembelajaran menulis teks narasi. Selanjutnya, penelitian ini mengukur kepraktisan penggunaan media pop-up dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa. Terakhir, penelitian ini menganalisis keefektifan media pop-up berbasis pendekatan kontekstual dalam meningkatkan keterampilan menulis teks narasi siswa kelas IV. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoretis, penelitian ini dapat memperkaya kajian mengenai pengembangan media pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa. Secara praktis, penelitian ini dapat membantu guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang menarik dan efektif, serta meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam menulis teks narasi. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan penggunaan media pop-up berbasis pendekatan kontekstual dapat diterapkan secara lebih luas dalam pembelajaran menulis, sehingga siswa dapat mengembangkan keterampilan menulis mereka dengan lebih baik dan lebih kreatif. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) Borg & Gall. Menurut Borg and Gall . dalam Sugiyono . , "educational research and development (R & D) is a process used to develop and validate educational products. The steps of this process are usually referred to as the R & D cycle, which consists of studying research findings pertinent to the product to be developed, developing the product based on the finding, field testing it in the setting where it will be used eventually, and revising it to correct the deficiencies found in the field testing stage. In indicate that product meets its behaviorally defined objectives. " Artinya, riset dan pengembangan bidang pendidikan (R&D) adalah suatu proses yang digunakan untuk mengembangkan dan mengesahkan produk bidang Langkah-langkah dalam proses ini pada umumnya dikenal sebagai siklus R&D, yang terdiri dari: pengkajian terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan validitas komponen-komponen pada produk yang akan dikembangkan, mengembangkannya menjadi sebuah produk, pengujian terhadap produk yang dirancang, dan peninjauan ulang serta mengoreksi produk tersebut berdasarkan hasil uji coba. Hal ini sebagai indikasi bahwa produk temuan dari kegiatan pengembangan yang dilakukan mempunyai Pengembangan Media Pop Up dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Menulis Teks Narasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. Hasil dari penelitian pengembangan tidak hanya pengembangan sebuah produk yang sudah ada, melainkan juga untuk menyempurnakan produk yang sudah ada. Adapun penelitian pengembangan yang akan dilakukan dikhususkan untuk mengembangkan instrumen media Pop Up untuk peserta didik kelas 4 dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Produk instrumen media Pop Up tersebut diharapkan memiliki nilai kelayakan yang tinggi dikarenakan media tersebut dihasilkan melalui uji coba di lapangan dan divalidasi oleh beberapa ahli materi dan ahli pengembangan media. Pendidikan sebagai suatu proses kegiatan yang digunakan untuk mengembangkan berbagai aspek terkait dengan pendidikan untuk menghasilkan produk atau Penelitian dan pengembangan pendidikan tidak hanya menekankan pada materi, namun juga menyangkut prosedur dan prosesnya (Borg & Gall, 1983: 772 dalam Sugiyono, 2. Tujuan utama penelitian dan pengembangan sebagaimana dikemukakan bukan untuk menguji hipotesis, melainkan menghasilkan produk-produk kependidikan yang secara efektif dapat dimanfaatkan di dalam pendidikan/sekolah. Penelitian ini pada dasarnya merupakan penelitian pengembangan yang diikuti dengan eksperimen. Metode penelitian dan pengembangan (Research and Developmen. merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Sugiyono menyebutkan prosedur penelitian dan pengembangan terbagi menjadi sepuluh langkah. Kesepuluh tahap tersebut meliputi: Studi pendahuluan . esearch information collectin. Merencanakan penelitian . Pengembangan desain produk awal . evelop preliminary from of produc. Uji coba awal . reliminary field testin. Revisi produk . ain product revisio. Uji coba akhir . ain field testin. Revisi produk operasional . perational product revisio. Uji coba dan penyempurnaan produk yang telah disempurnakan . perational field testin. Pengujian produk akhir . inal product revisio. Diseminasi dan distribusi . issemination and implementatio. Peneliti mengambil sumber data dari semua siswa kelas 4 SD Negeri Sembung yang berjumlah 10 anak, terdiri dari 6 anak perempuan dan 4 anak laki-laki. Teknik pemerolehan data meliputi teknik observasi, wawancara, angket peserta didik dan angket guru, serta tes hasil belajar. Teknik pemeriksaan keabsahan data adalah derajat kepercayaan atas data penelitian yang diperoleh dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Untuk pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji kredibilitas . , uji transferabilitas . , uji dependabilitas . , dan terakhir uji objektivitas . (Sugiyono, 2018: . Hasil dan Pembahasan Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Research and Development (R&D) yang mengacu pada model Borg and Gall dengan sepuluh tahapan utama. Pada tahap pertama, yaitu penelitian dan pengumpulan data, peneliti menentukan materi yang cocok untuk dikembangkan ke dalam media Pop-Up. Analisis ini terdiri dari dua bagian: analisis masalah dan analisis kebutuhan. Analisis masalah bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dalam proses pembelajaran, seperti kurangnya penggunaan media yang inovatif. Berdasarkan observasi dan wawancara di SD Negeri Sembung, diketahui bahwa media Pop-Up belum pernah digunakan sebelumnya, dan proses pembelajaran masih bergantung pada buku siswa serta metode ceramah. Hal ini menyebabkan siswa kurang antusias dan mudah bosan. Sedangkan analisis kebutuhan dilakukan untuk menentukan jenis media yang sesuai dengan karakteristik siswa kelas IV agar pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Tahap kedua, yaitu perencanaan, melibatkan perancangan media Pop-Up. Proses ini mencakup pemilihan format, penyusunan rancangan awal, serta pengembangan instrumen penilaian. Media yang dikembangkan menggunakan bahan kertas Art Paper . 150 gs. , karton manila, serta aplikasi desain grafis seperti Canva. Komponen utama media Pengembangan Media Pop Up dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Menulis Teks Narasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. ini meliputi gambar dan teks pada sisi depan dan belakang kartu. Instrumen penilaian terdiri dari aspek penyajian media, aspek teks, dan aspek tampilan dengan skala Likert sebagai metode penilaian. Pada tahap pengembangan awal, peneliti mulai membuat media Pop-Up berdasarkan desain yang telah dirancang. Produk ini kemudian divalidasi oleh ahli media dan ahli materi, yakni Dr. Nisaul Barokati Seliro Wangi. Pd sebagai validator media dan Dr. Mustofa. Pd sebagai validator materi. Validasi bertujuan untuk menilai kelayakan media dari segi desain, isi, dan penyajian. Berdasarkan hasil validasi, media Pop-Up dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran setelah dilakukan beberapa revisi sesuai dengan masukan dari Tahap uji coba melibatkan penerapan produk kepada siswa kelas IV SD Negeri Sembung dalam skala terbatas dengan melibatkan 10 siswa sebagai responden. Hasil uji coba menunjukkan bahwa media Pop-Up mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dan mempermudah pemahaman materi menulis teks narasi. Persentase kevalidan media dari ahli materi sebesar 97% dan dari ahli media sebesar 98%, yang termasuk dalam kategori sangat Sementara itu, hasil respon siswa terhadap media Pop-Up menunjukkan persentase kepraktisan sebesar 81% dalam kategori sangat praktis. Pada tahap revisi, dilakukan analisis terhadap efektivitas media Pop-Up melalui pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 40% pada pretest menjadi 87% pada posttest, yang menandakan adanya peningkatan pemahaman dan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, media Pop-Up yang dikembangkan dinyatakan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran menulis teks narasi di kelas IV SD. Data yang dikumpulkan dari penelitian pengembangan media Pop Up adalah kuantitatif sebagai data utama dan data kualitatif berupa komentar dan saran dari para validator. Validasi ialah tahap penilaian media yang dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Sehingga media pembelajaran dikembangkan dengan kelayakan yang baik. Teknik pengolahan data angket validasi menggunakan Skala Likert. Penilaian oleh ahli media bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran kartu pintar yang dilihat dari sisi desain media. Ahli media memberi penilaian pada instrumen yang telah divalidasi meliputi aspek fisik, penggunaan kartu pintar, dan bahasa. Penilaian validasi media produk bahan ajar ini dilakukan oleh dosen Universitas Islam Darul Ulum Lamongan yaitu Ibu Dr. Nisaul Barokati Seliro Wangi. sebagai validator media dan Bapak Dr. Mustofa. Pd sebagai validator materi. Berdasarkan data hasil validasi pengembangan media Pop Up oleh ahli media dapat dilihat pada tabel Tabel 1. Hasil Penilaian Oleh Ahli Materi Terhadap Media Pop Up Sebelum Revisi Setelah Revisi Kriteria Kesesuaian Dengan Tingkat Perkembanga n Peserta Didik Indikator Penilaian Skor Ahli Materi Kesesuan media dengan tingkat intelektual peserta Kesesuaian bahan ajar dala Kesesuaian media dengan Penilaian Skor Ahli Kriteria Materi Kriteria Perlu Revisi Sangat Layak Pengembangan Media Pop Up dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Menulis Teks Narasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. sosial emosional peserta didik Kesesuaian media dalam peserta didik dalam belajar Ketepatan media dapat memotivasi rasa ingin belajar peserta didik Ketepatan media dalam menarik perhatian peserta Keterbacaan Kemenarikan Kemudahan Teknik Penyajian media pembelajaran Konsistensi Penyajian Perlu Revisi Sangat Valid Keruntutan Ketepatan kombinasi warna Merangsang daya metakognisi peserta didik. ikap sprititual dan sikap Merangsang peserta didik Merangsang daya kreasi dan berpikir kritis peserta didik Pengembangan Media Pop Up dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Menulis Teks Narasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. Tabel 2. Komentar dan Saran oleh Validator Materi Sebelum Revisi memperjelas gambar, merapikan media serta memuat isi dan pesan sesuai muatan pembelajaran. Setelah Revisi Produk siap diuji cobakan Berdasarkan data hasil validasi pengembangan media Pop Up oleh ahli media dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3 Hasil penilaian oleh ahli media terhadap media Pop Up Sebelum Revisi Kriteria Kesesuaia n Dengan Tingkat Perkemba Peserta Didik Indikator Kesesuan media dengan tingkat intelektual peserta Penilaian Skor Ahli Materi Kriteria Setelah Revisi Penilaian Ahli Materi Perlu Revisi Ketepatan media dalam menari perhatian peserta Keterbacaan media Kemenarikan Kemudahan dalam Kriteria Kesesuaian media sebagai bahan ajar dalam kebutuhan Kesesuaian media dengan tingkat sosial emosional peserta didik Kesesuaian media dalam melatih peserta didik dalam Ketepatan media dapat memotivasi rasa ingin belajar peserta didik Skor Sangat Layak Pengembangan Media Pop Up dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Menulis Teks Narasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. Teknik Penyajian Konsistensi Penyajian Keruntutan konsep Ketepatan gambar kombinasi warna Merangsang daya metakognisi peserta didik. ikap sprititual dan sikap sosial Merangsang daya imajinasi peserta Merangsang daya kreasi dan berpikir kritis peserta didik Kemudahan Penggunaan Penggunaan pembelajaran dapat digunakan diberbagai tempat,waktu dan Perlu Sangat Tabel 4. Komentar dan Saran oleh Validator Media Sebelum Revisi detail ilustrasi agar lebih menarik, lebih hidup dan lebih rapi serta penggunaan kontras warna yang tepat Setelah Revisi Produk siap diuji cobakan Tabel 5. Hasil Produk Media Pop Up No. Aspek Validasi Materi dan Sebelum Revisi Sesudah Revisi (Digital Desai. Sesudah Revisi (Concrete Desai. Keterangan - Sebelum - Sesudah - Sebelum - Sesudah Pengembangan Media Pop Up dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Menulis Teks Narasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. - Sebelum - Sesudah Respon Guru terhadap Penggunaan Media Pop-Up dalam Pembelajaran Untuk mengukur kepraktisan dan efektivitas media Pop-Up, dilakukan uji coba kepada guru yang mengajar di kelas IV SD. Guru diberikan angket untuk menilai berbagai aspek dari media Tabel 6. Respon Guru Terhadap Penggunaan Media Total Skor Rerata Kategori Pertanyaan Kesesuaian isi dengan materi Ketepatan materi dengan kompetensi dasar Kejelasan isi dengan topik pembelajaran Konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan Kesesuaian cerita dengan materi yang diajarkan Kesesuaian cerita dengan tujuan pembelajaran Keterkaitan materi dengan lingkungan sekitar Ketuntasan media sesuai tujuan pembelajaran Keefektifan bahasa yang digunakan Pemahaman terhadap pesan dalam media Bahasa yang digunakan bersifat interaktif Bahasa yang digunakan sesuai perkembangan siswa Kesatuan tema dalam materi Kemenarikan media Keselarasan materi dengan gambar Skor Sangat Baik Respon Siswa terhadap Penggunaan Media Pop-Up dalam Pembelajaran Uji coba juga dilakukan kepada siswa kelas IV SD untuk mengetahui respon mereka terhadap media Pop-Up. Siswa diberikan angket yang berisi berbagai pertanyaan terkait daya tarik, kejelasan, dan efektivitas media Pop-Up. Tabel 7. Data Angket Respon Siswa Pertanyaan Apakah gambar di Pop-Up menarik? Apakah warna dalam Pop-Up sesuai? Apakah tulisan dalam Pop-Up mudah dibaca? Apakah Pop-Up membantu pemahaman materi? Apakah Pop-Up membuat belajar lebih Apakah Pop-Up meningkatkan minat menulis? (%) Tidak (%) Keterangan Positif Positif Positif Positif Positif Positif Pengembangan Media Pop Up dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Menulis Teks Narasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa mayoritas siswa setuju bahwa media Pop-Up menarik dan membantu dalam proses pembelajaran. Persentase tanggapan positif mencapai rata-rata 98%, menunjukkan bahwa media ini diterima dengan baik oleh siswa. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan media pembelajaran Pop-Up berbasis pendekatan kontekstual terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks narasi siswa kelas IV SD. Proses pengembangan yang sistematis memastikan bahwa produk yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan teruji secara empiris. Respon siswa yang mencapai 98% dengan kriteria positif menunjukkan bahwa media ini diterima dengan baik secara psikologis dan pedagogis. Hal ini sejalan dengan prinsip pendekatan kontekstual yang menekankan pembelajaran bermakna melalui media interaktif, sehingga siswa merasa terlibat aktif dalam proses belajar. Selain itu, peningkatan keterampilan menulis teks narasi dengan rata-rata pretest 40% dan posttest 87% menunjukkan efektivitas media Pop-Up dalam membantu siswa memahami materi. Keberhasilan ini juga didukung oleh validasi ahli dan uji lapangan yang memperkuat kualitas teknis dan konten media. Namun, terdapat beberapa catatan untuk perbaikan lebih lanjut, seperti pengayaan fitur interaktif dan eksplorasi pendekatan lain guna meningkatkan efektivitas media. Secara praktis, hasil penelitian ini merekomendasikan penggunaan media berbasis pendekatan kontekstual seperti Pop-Up sebagai solusi inovatif dalam pembelajaran menulis di tingkat dasar. Pengembangan lebih lanjut dapat mencakup perluasan materi yang disajikan dalam media Pop-Up agar dapat digunakan dalam berbagai topik pembelajaran lainnya di sekolah dasar. Simpulan Proses pengembangan media pembelajaran Pop Up dengan pendekatan kontekstual dilakukan melalui tahapan: . Identifikasi potensi dan masalah, . Perencanaan, dan . Produksi. Pendekatan kontekstual diterapkan dengan memberikan contoh sikap yang mencerminkan profil pelajar Pancasila. Media Pop Up dinyatakan valid berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media, ditunjukkan oleh kesesuaian isi dengan kurikulum, keakuratan materi, serta teknik penyajian yang digunakan. Media Pop Up dinilai praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran, terbukti dari keterlaksanaan kegiatan pembelajaran yang sangat Penggunaan media ini juga terbukti efektif untuk materi menulis teks narasi siswa kelas IV sekolah dasar, berdasarkan respon siswa dengan kategori sangat baik. Pengembangan lebih lanjut disarankan agar media Pop Up dapat digunakan dalam berbagai pendekatan kontekstual lain serta diaplikasikan untuk keterampilan pembelajaran yang lebih luas, seperti memahami inti cerita dan melatih pembuatan cerita. Daftar Pustaka