Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Implementasi Pencatatan Transaksi Keuangan dalam Pengelolaan Budidaya Kerang Hijau (Sea Farmin. pada Koperasi ISM Karya Sinar Bahari. Desa Tanggul Jaya. Kelurahan Banten. Kecamatan Kasemen. Kota Serang. Provinsi Banten Ginanjar Dwi Pratama1. Priscilla Gareen Ariesta2. Mei Sunday Simanjuntak3. Didiet Hardi Prayudharikanto4. Zulfitra5. Sewaka6 Universitas Pamulang. Indonesia dwii21@gmail. com1, priscillpriscilia23@gmail. com2, meisunday52@gmail. 026@gmail. com4, dosen01137@unpam. dosen00120@unpam. Submitted: 12th April 2024 | Edited: 24th June 2024 | Issued: 01st July 2024 Cited on: Pratama. Ariesta. Simanjuntak. Prayudharikanto. Zulfitra. , & Sewaka. Implementasi Pencatatan Transaksi Keuangan dalam Pengelolaan Budidaya Kerang Hijau (Sea Farmin. pada Koperasi ISM Karya Sinar Bahari. Desa Tanggul Jaya. Kelurahan Banten. Kecamatan Kasemen. Kota Serang. Provinsi Banten. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 4. , 358-364. ABSTRACT This community service is entitled Implementation of Financial Transaction Recording in the Management of Green Mussel Cultivation (Sea Farmin. at the ISM Karya Sinar Bahari Cooperative. Tanggul Jaya Village. Banten Sub-district. Kasemen District. Serang City. Banten Province. The method used in this study is the survey method and direct delivery of materials as well as simulations and discussions on the implementation of financial transaction recording. The conclusion of this community service is that assistance will be provided in the implementation of neat and easy financial transaction recording when checking financial data for a certain period. Keywords: Implementation. Financial Transaction Recording. Management. Green Mussel Cultivation. Sea Farming PENDAHULUAN Penyusunan pencatatan transaksi keuangan menjadi salah satu hal penting yang perlu dilakukan bagi individu maupun organisasi. Seperti halnya yang dapat diterapkan oleh para Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM). Penyusunan pencatatan transaksi keuangan sering kali diabaikan oleh para pelaku UMKM. Hal ini dikarenakan UMKM menghadapi kendala dalam penyusunan pencatatan transaksi keuangan yang baik dan sesuai dengan standar seperti tidak mengetahuinya berapa keuntungan bersih yang didapatkan dan kurang memahami pengetahuan dasar tentang pencatatan keuangan. Penyusunan pencatatan transaksi keuangan yang tidak baik akan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. menjadi salah satu penyebab kegagalan dalam menjalankan suatu usaha (Vega & Saifudin, 2. Meskipun UMKM dapat dikatakan memiliki kontribusi besar pada negara, tetapi pada kenyataannya UMKM belum dapat mewujudkan kemampuan dan perannya secara maksimal dalam perekonomian, hal ini disebabkan karena UMKM masih mengalami hambatan secara internal ataupun eksternal terutama dalam penyusunan pencatatan transaksi keuangan. Dalam pengelolaan usahanya, banyak sekali para pelaku UMKM kurang memahami dasar kemampuan tentang pencatatan transaksi keuangan yang baik. Sedangkan pencatatan dalam transaksi keuangan merupakan aspek penting dalam mengelola dan mengembangkan usaha karena ini dapat menjadi tolak ukur kinerja keuangan suatu usahanya (Mulyani et al. , 2. Pencatatan transaksi keuangan atau pengelolaan manajemen keuangan yang terjadi pada UMKM merupakan permasalahan lama secara berulang-ulang yang seringkali dialami oleh para manajemen dan dapat menjadi dampak keuangan usaha yang sulit. Apabila tidak diperbaiki dengan benar, akan memungkingkan terjadinya kegagalan dalam usaha (Solihin, 2. Oleh karena itu, adanya penyuluhan tentang pencatatan keuangan sederhana ini diharapkan para UMKM dapat mengatasi permasalahan tersebut. Dengan harapan penyuluhan ini dapat memberikan dampak positif kepada para pelaku UMKM khususnya pada kelompok nelayan anggota koperasi Karya Sinar Bahari (KSB) Desa Tanggul Jaya. Kel. Banten. Kec. Kasemen. Kota Serang. Provinsi Banten berupa pemahaman mengenai pencatatan transaksi keuangan yang seharusnya dilakukan dalam pengelolaan keuangan usaha yang lebih efektif. Sumber daya kerang hijau merupakan salah satu aset nasional yang harus dikelola dengan baik karena memiliki peran penting sebagai penghasil devisa negara maupun sebagai penghasil protein bagi masyarakat. Dalam rangka meningkatkan produksi sumberdaya hasil laut, salah satu program yang dapat dijadikan alternatif adalah program Sea Farming. Sea Farming adalah pengelolaan sumber daya serta lingkungan pesisir dan laut secara lestari termasuk didalamnya usaha budidaya kerang hijau yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor produksi optimal dalam budidaya kerang hijau guna Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. menghasilkan keuntungan maksimum bagi anggota kelompok pembudidaya kerang hijau di Pesisir Kasemen. Kota Serang dan menganalisis kelayakan pengembangannya. Namun, peningkatan usaha pengelolaan budidaya laut selain juga memberikan manfaat dan peran yang besar dalam pencapaian swasembada hasil laut nasional tetapi juga memberikan dampak negatif yaitu limbah yang dihasilkan menjadi penyebab timbulnya pencemaran. Pemanfaatan sumberdaya kerang hijau di beberapa Wilayah Pengelolaan Perairan (WPP) di Indonesia saat ini dihadapkan pada persoalan seputar keterampilan SDM dan strategi pemasaran yang belum maksimal. Perihal tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan terjadinya penurunan hasil panen kerang hijau di Kasemen, yang juga akan berdampak pada menurunnya kesejahteraan nelayan. Tingkat kesejahteraan dapat dilihat dari pemenuhan atau aksesabilitas tiga kebutuhan utama yaitu sandang, pangan, dan papan. Dengan adanya kecenderungan turunnya hasil panen, maka dikhawatirkan program peningkatan kesejahteraan nelayan kerang hijau sulit untuk tercapai. Sehingga diperlukan terobosan program yang implementatif dan aplikatif, diantaranya adalah pengembangan usaha dengan strategi menajemen pada budidaya kerang hijau (Sunardi et al. , 2. Arus bisnis Koperasi budidaya kerang hijau yang berjalan selama ini oleh nelayan di pesisir Desa Tanggul Jaya. Serang ini harus diimbangi dengan manajemen Hal ini dilakukan untuk menghindari permasalahan pada internal badan usaha dan fluktuaktif pada pendapatan para nelayan kerang hijau, khususnya anggota Koperasi Karya Sinar Bahari (KSB). Salah satu caranya adalah dengan mengadakan penyuluhan tentang penerapan metode-metode ilmu manajemen SDM yang komprehensif untuk memberikan peran optimal dalam mewujudkan SDM yang unggul terhadap anggota yang terdaftar dalam keanggotaan Koperasi ISM Karya Sinar Bahari. Pekerjaan sebagai nelayan dipilih karena sesuai dengan keterampilan masyarakat setempat, sementara sumber daya yang tersedia hanya laut beserta isinya yang mempunyai nilai ekonomi, sehingga sebagian besar masyarakat yang tinggal di sepanjang pesisir laut selain menjadi nelayan yang berhubungan dengan laut, walaupun ada yang bekerja diluar sebagai nelayan dan juga pengolah teri, dan kebanyakan dari mereka adalah berpropesi sebagai buruh bahkan ada juga yang bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (Hidayat, 2. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya usaha olahan kerang hijau baik di rumah makan maupun pedagang kaki lima yang menyediakan dan menawarkan olahan kerang Melihat kenyataan tersebut maka usaha budidaya kerang hijau dianggap sangat berpotensi dan berpeluang besar dalam meningkatkan perekonomian. Akan tetapi kebutuhan akan kerang hijau masih belum dapat terpenuhi, dengan jumlah produksi yang kurang mencukupi itu menurut salah satu petani kerang hijau yang ada di Desa Tanggul Jaya. Kota Serang masih terbilang sedikit dan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi petani kerang hijau. Jumlah anak serta tanggungan kepala keluarga terhadap anggota keluarga yang ada merupakan faktor-faktor yang menjadi alasan kurang terpenuhinya kebutuhan keluarga petani kerang hijau di Desa Tanggul Jaya Sehingga berimbas kepada rendahnya pendapatan pelaku usaha ini terutama bagi masyarakat yang memang hanya mengandalkan bertani kerang hijau sebagai sumber pendapatannya. METODE Melihat permasalahan yang dihadapi maka langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan dan sasaran kegiatan ini maka dilakukan bimbingan kepada anggota Koperasi ISM Karya Sinar Bahari tentang bagaiamana pentingnya menerapkan pencaatan transaksi keuangan yang baik. Tanpa adanya penerapkan pencaatan transaksi keuangan yang baik, koperasi tidak memiliki pondasi yang kuat dalam mewujudkan pengelolahaan keuangan yang baik. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) akan dilaksanakan di auditorium Kantor Kelurahan Banten. Kecamatan Kasemen. Kota Serang. Provinsi Banten pada tanggal 03 Agustus 2024. Kegiatan ini akan dibimbing Mahasiswa/i Dosen Universitas Pamulang mengikutsertakan Lurah Banten beserta jajarannya serta Pengawas Koperasi. Metode pelatihan yang diterapkan berdasarkan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh anggota Koperasi ISM Karya SInar Bahari. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM akan dilaksanakan di auditorium Kantor Kelurahan Banten. Kecamatan Kasemen. Kota Serang. Provinsi Banten pada tanggal 03 Agustus 2024, sebagai berikut: Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pelatihan ini bertujuan untuk mengajarkan kepada sumber daya manusia melalui rangkaian kegiatan pembuatan program kerja dan memahami struktur dan fungsi Adapun metode pelatihannya sebagai berikut: Pengumpulan data . engan memberikan kuisioner kepada anggota Koperasi ISM Karya Sinar Bahar. Pelatihan pembuatan program kerja dalam organisasi Rencana kegiatan yang akan dilakukan untuk kegiatan ini: Tahap persiapan, persiapan ini difokuskan dengan menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan untuk melaksanan kegiatan ini, studi literatur dan melakukan koordinasi dengan pengurus Koperasi ISM Karya Sinar Bahari dalam penerapkan pencaatan transaksi keuangan yang baik dan berdaya saing tinggi dibanding dengan Koperasi Budidaya Kerang Hijau lain. Penentuan Lokasi, pada tahap ini dilakukan kunjungan ke lokasi untuk menentukan tempat . pendampingan serta pelatihan. Perancangan untuk pembuatan program kerja organisasi koperasi untuk meningkatkan pemahaman dalam penerapkan pencaatan transaksi keuangan yang baik. Jenis luaran yang akan dihasilkan dari masing-masing solusi yaitu memberikan pendampingan terhadap anggota Koperasi ISM Karya Sinar Bahari berkaitan dengan urgensi pelaksanaan penerapkan pencaatan transaksi keuangan yang baik. Metode Kegiatan : Penyuluhan, diskusi dan tanya jawab seputar manajemen untuk meningkatkan pemahaman dan pemberdayaan fungsi organisasi Koperasi ISM Karya Sinar Bahari PEMBAHASAN Koperasi Budidaya Kerang Hijau ISM Karya Sinar Bahari Hijau didirikan sejak Awal berdirinya koperasi ini adalah berasal dari dana Zakat Mal yang diterima oleh warga sekitar sebanyak 30 orang. Dengan pembagian perorangnya mendapatkan 3 bagan dan sampai dengan saat ini, jumlah bagan yang ada sekitar 90 bagan, dari jumlah semula 120 bagan. Penelitian serta pelaksanaan yang dilakukan dengan para anggota koperasi ini, didapatkan bahwa di Koperasi Budidaya Kerang Hijau ISM Karya Sinar Bahari Hijau Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. ini banyak yang belum mengetahui bagaimana cara mengimplementasikan pencatatan keuangan yang baik dalam kegiatan usahanya yang dilakukan setiap harinya. Hal ini dinyatakan dengan memberikan persepsi bahwa pencatatan keuangan itu rumit dan menambah beban pekerjaan mereka. Selain itu, pencatatan transaksi keuangan hanya dapat dilakukan dengan seseorang yang ahli pada bidangnya yang memiliki pengetahuan mengenai dasar akuntansi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan, terdapat beberapa faktor-faktor yang ditemukan dan berpengaruh terhadap pada pelaksanaannya pencatatan transaksi keuangan pada Koperasi Budidaya Kerang Hijau ISM Karya Sinar Bahari Hijau, yaitu : Tidak mengetahui bagaimana pencatatan transaksi keuangan yang benar. Sesuai dengan hasil penelitian dan wawancara, bahwa para anggota koperasi tidak mengetahui bagaimana pencatatan transaksi keuangan khususnya laporan keuangan yang baik dan benar, sehingga para anggota koperasi tidak melakukan penerpan pada pencatatan transaksi keuangan sesuai dengan standar akuntansi Belum bisa membuat laporan keuangan, selain tidak mengetahui bagaimana pencatatan transaksi keuangan atau laporan keuangan, para anggota koperasi juga tidak bisa membuat laporan keuangan. Para anggota koperasi belum mengetahui manfaat dari pencatatan transaksi Kurangnya pengetahuan para anggota koperasi akan manfaat dari pencatatan transaksi keuangan, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan para anggota koperasi tidak melakukan pencatatan transaksi keuangan atau laporan Tidak memiliki pegawai yang ahli dalam pencatatan transaksi keuangan. Para anggota koperasi beranggapan bahwa pencatatan yang baik dan benar harus dilakukan oleh ahlinya, sedangkan untuk memiliki pegawai yang bertanggung jawab sebagai pengelola keuangan, harus memberikan upah sehingga menambah biaya dalam usaha. Apabila Koperasi Budidaya Kerang Hijau ISM Karya Sinar Bahari Hijau telah melakukan pencatatan transaksi keuangan yang tepat, akurat, dan dapat diandalkan, hal ini akan memudahkan pengajuan pinjaman ke perbankan. Untuk membangun sektor Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. UMKM dengan pengelolaan keuangan yang baik, profesional, dan mampu bersaing, pencatatan dan pelaporan keuangan harus menjadi suatu keharusan. Keharusan ini dapat diwujudkan melalui persyaratan yang harus dipenuhi oleh UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan. Di sinilah pentingnya dukungan dan perhatian dalam bentuk pengawasan serta pendampingan terhadap penerapan pencatatan transaksi keuangan bagi para anggota koperasi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Koperasi Budidaya Kerang Hijau ISM Karya Sinar Bahari Hijau masih kurang memahami cara mengimplementasikan pencatatan transaksi keuangan dengan baik. Catatan yang mereka buat masih sangat sederhana, hanya mencakup pembelian bahan baku dan sebagian biaya yang dikeluarkan. Akibatnya, sulit untuk mengetahui secara pasti total biaya yang diperlukan dalam satu kali produksi dan untuk menghitung laba Hal ini menunjukkan bahwa pengusaha UMKM belum menjalankan pencatatan transaksi keuangan yang memadai. Pencatatan yang baik dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan serta mempermudah pengajuan kredit ke bank untuk memperoleh tambahan modal. DAFTAR PUSTAKA