Penerapan Metode Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Kemampuan Operasi Aljabar (Studi Pada Siswa Kelas X Ips Sma Kristen Pandhega Jaya Kupan. Johanis Oenunu1. Soegeng Wahyoedi2. Januar Budiman3 SMA Kristen Pandhega Jaya Kupang1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Krida Wacana2,3 jopandhega@gmail. com1, swahyoedi@ukrida. id2, jbn2500@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa kelas X IPS. Keadaan ini terlihat langsung dalam proses pembelajaran didalam kelas bahkan sampai pada saat evaluasi pembelajaran. Data rekapan nilai dari guru mata pelajaran matematika menunjukkan 70-80 % siswa kelas X IPS tidak mencapai nilai KKM . riteria ketuntasan minima. setiap kali melakukan evaluasi pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi langsung pada proses pembelajaran, diperoleh bahwa siswa kelas X IPS mengalami kesulitan belajar matematika dikarenakan mereka tidak memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan operasi aljabar. Oleh karena itu peneliti berupaya mencari metode yang tepat dalam proses belajar sehingga bisa membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan operasi aljabar. Tutor sebaya adalah seorang siswa atau beberapa orang di mana mereka dipilih oleh guru dan ditugaskan untuk membantu siswa lainnya yang memiliki kesulitan belajar. Tutor yang dipilih tersebut tentunya diambil dari kelompok yang memiliki prestasi lebih tinggi. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah untuk mengetahui penerapan metode tutor sebaya dapat meningkatkan kemampuan operasi aljabar siswa kelas X IPS. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model penelitian dari Kemmis McTaggart yang terdiri dari dua siklus, di mana setiap siklus memliki 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 18 orang. Meningkatnya kemampuan operasi aljabar siswa kelas X IPS bisa dilihat dari data hasil tes tulis pada kegiatan sebelum tindakan, siklus I, dan siklus II. Data sebelum siklus dimulai menunjukkan bahwa tidak siswa yang mendapat nilai diatas KKM(Ou. Di siklus I, siswa yang memperoleh nilai diatas KKM(Ou. meningkat menjadi 10 siswa . ,56%). Di siklus II, siswa yang memperoleh nilai diatas KKM(Ou. meningkat menjadi 15 siswa . ,33%). Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan operasi aljabar siswa kelas X IPS dengan penerapan metode tutor sebaya. Kata Kunci : Matematika. Operasi Aljabar. Tutor Sebaya. KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2020 | 109 Pendahuluan berasal kelas IPS belajar matematika adalah Kesulitan belajar merupakan suatu hal yang tidak begitu disukai atau bisa saja belajar matematika adalah hal yang paling setiap proses belajar. Kondisi ini tentu Hal ini tentu yang membedakan mengakibatkan proses belajar tidak berjalan mereka salah satunya adalah kemampuan dengan baik karna siswa yang adalah Siswa-siswi yang terbagi dalam subjek dari proses belajar tersebut tidak kelas IPA cenderung memiliki kemampuan bisa berkembang sesuai dengan potensinya. matematika di atas rata-rata, sementara Kesulitan belajar yang dialami tidak hanya kebanyakan siswa-siswi kelas IPS memiliki disebabkan oleh faktor intelegensi dari siswa kemampuan yang terbilang di bawah rata- tetapi kesulitan ini bisa juga disebabkan oleh Keadaan ini terlihat langsung dalam faktor non intelegensi. proses pembelajaran di dalam kelas bahkan Matematika sampai pada saat evaluasi pembelajaran. pengetahuan yang secara umum mendasari Peneliti mengkaji studi empiris yang perkembangan tekonologi modern karena dilakukan oleh Wartono. dengan judul AuUpaya Meningkatkan Prestasi Belajar berpikir manusia. Dalam konteks dunia Melalui Metode Peer Tutoring (Tutor pendidikan mata pelajaran matematika perlu Sebay. Pada Mata Pelajaran Matematika diajarkan kepada seluruh siswa mulai dari Materi Operasi Aljabar Yang Melibatkan siswa sekolah dasar sampai siswa sekolah Bilangan Berpangkat Bulat Dan Bentuk menengah untuk membekali siswa dalam hal Akar Pada Peserta Didik MTS Negeri 3 kemampuan berpikir secara kritis, analitis. Kutai Kartanegara Kelas IX DAy, juga studi sistematis, logis, kreatif serta kemampuan empiris dalam penelitian yang dilakukan Kemampuan Sinambela dibutuhkan oleh siswa didalam menerima AuMeningkatkan Hasil Belajar Aljabar Siswa Dengan Menggunakan Metode Tutor Sebaya memanfaatkan informasi sehingga bisa Di SMP Negeri 175 JakartaAy. Dalam kedua mengikuti setiap perubahan yang ada diera studi tersebut, terlihat bahwa siswa-siswi yang serba kompetitif dan selalu berubah. mengalami kesulitan yang sama dalam mata Mata pelajaran matematika sendiri di tingkat SMAmerupakan mata pelajaran wajib artinya baik siswa-siswi kelas IPA maupun pelajaran matematika terkhusus tentang siswa-siswi kelas IPS pasti akan belajar Bagi siswa-siswi yang berasal bertujuan memperbaiki masalah tersebut. dari kelas IPAtentu belajar matematika adalah hal yang disukai atau bukanlah sesuatu yang berhasil meningkatkan kemampuan operasi perlu ditakuti, sementara bagi siswa yang tutor sebaya. operasi aljabar. Para peneliti pun melakukan dan dari hasil penelitian, para peneliti aljabar siswa dengan menggunakan metode 110 | PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK. (Johanis Oenunu. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. Tutor sebaya adalah seorang siswa atau beberapa siswa yang memiliki kemampuan akademik lebih tinggi dibandingkan dengan siswa lainnya di mana mereka dipilih oleh guru dan ditugaskan untuk membantu teman-temannya yang mengalami kesulitan Melalui proses pembelajaran dengan metode tutor sebaya ini, tentu dengan adanya hubungan yang lebih dekat antara mereka baik siswa yang menjadi tutor maupun siswa yang dibantu, diharapkan siswa yang kurang memahami materi tidak takut untuk berdiskusi terkait kesulitan belajar yang Rumusan Masalah Bagaimana penerapan metode tutor sebaya untuk meningkatkan kemampuan operasi aljabar siswa kelas X IPS SMA Kristen Pandhega Jaya Kupang? Tujuan Penelitian Untuk mengetahui metode tutor sebaya dapat meningkatkan kemampuan operasi aljabar siswa kelas X IPS SMA Kristen Pandhega Jaya Kupang. pembelajaran holistik, dan sebagainya. Sementara menurut Trianto yang dikutip oleh Wardiyah . , tutor sebaya adalah Pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi belajar mengajar yang melibatkan siswa dalam suatu kelompok bisa bekerja sama untuk mencapai tujuan secara maksimal. Pembelajaran kooperatif dirancang agar keterlibatan siswa meningkat, membantu siswa memiliki sikap kepemimpinan dengan berani membuat keputusan dalam kelompok kecil, serta memberikan kesempatan kepada seluruh siswa dari berbagai latar belakang untuk berinteraksi satu dengan yang lain. Metode tutor sebaya bisa berjalan beberapa langkah. Berikut adalah beberapa langkah-langkah dalam penerapan tutor Menentukan siapa yang menjadi tutor Tinjauan Literatur Tutor Sebaya Menurut Amin Suyitno yang dikutip oleh Wardiyah . , model pembelajaran adalah langkah pembelajaran atau pola tertentu yang diterapkan agar lebih efektif dalam mencapai tujuan atau kemampuan hasil belajar yang diinginkan. Guru dapat menggunakan berbagai model pembelajaran, seperti, pembelajaran berbasis masalah. Dalam menentukan siswa yang akan menjadi tutor, perlu diperhatikan beberapa kriteria. Seorang tutor yang dipilih harus memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut: . memiliki kepandaian di dalam kelas, . Memiliki kemampuan dalam menerima pelajaran, . memiliki jiwa sosial untuk membantu teman . mampu bekerja sama dengan orang lain . memiliki motivasi tinggi KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2020 | 111 untuk melakukan yang terbaik, . me- dalam kelompok- kelompok kecil yang nyenangkan, . memiliki sifat rendah heterogen berdasarkan hati, . mempunyai kreatifitas dalam yang mengikuti kelas. mengajarkan materi kepada temannya. Ada Tutor Sebaya. Mempersiapkan tutor Menurut Suparno yang dikutip dalam Kelebihan-kelebihan tersebut yaitu: . bagi Sinambela . , dalam menyiapkan guru tentu metode ini akan berhasil . tutor perlu diperhatikan beberapa cara bagi tutor, melaui kegiatan ini kemampuan agar tutor nantinya bisa melakukan penguasaan materi akan semakin kuat, . perannya dengan optimal. Beberapa melatih tutor untuk bertanggung jawab cara diantaranya adalah : . guru men- dalam melaksanakan tugas, . mempererat gajarkan bagaimana cara mendekati temannya untuk bisa memahami ma- kekurangan dari metode tutor sebaya ini teri, . guru mengarahkan tutor agar adalah: . siswa yang dibantu oleh tutor bisa memberikan perhatian yang sama seringkali kurang serius dalam belajar karena bagi semua teman dalam kelompok, belajar dengan teman sendiri, . guru menanamkan sikap kepada siswa malu bertanya karena takut diketahui semua tutor bahwa mereka adalah tu- kelemahannya . jika ada perbedaan gender tor yang baik bagi teman-teman mer- sering kali kegiatan belajar tidak maksimal, eka, . tutor dibagi kedalam kelompok . kesulitan guru dalam memilih tutor kecil dengan teman yang heterogen, karena semua siswa yang pandai belum . guru terus melakukan monitor- tentu memiliki kemampuan dalam mengajar ing baik kepada tutor maupun kepada teman-temannya. siswa yang dibantu oleh tutor, . tutor Operasi Aljabar hanya bertugas untuk mengajarkan te- sebagian siswa yang takut berdiskusi dengan Operasi Sedangkan mannya bukan melakukan tes kepada operasi aritmetika, yang mencakup operasi penjumlahan, operasi pengurangan, operasi Membagi tutor dalam kelompok belajar perkalian, serta operasi pembagian. Berikut Dalam penerapan metode ini, guru ini adalah operasi dan sifat bentuk aritmetika bertindak sebagai fasilitator yang dan bentuk aljabar seperti yang dapat dilihat bertugas mengawasi dan mengatur pada tabel dibawah. 112 | PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK. (Johanis Oenunu. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. Operasi Aritmetika 5 5 3 Penjumlahan setara dengan: Ae 7 Ae 5 Pengurangan setara dengan: 72 Ae 7 Ae 5 Keterangan O artinya Ausetara denganAy Aljabar Oo/ berarti Autidak setara denganAy . a a b 2 a = 2a setara dengan: a a a = 3a a2 . b a a = a2 . Ae a Ae b a2 Ae a O a setara dengan: 3a Ae a O 2a a2AeaAeb a2 Ae a O a. Perkalian 3 5 atau 3 . 5 atau 3N a b atau a . 5 atau atau a N b atau . Pembagian 12 y 4 atau 12/4 atau a sama dengan a y b atau a/b Tabel 1 - Operasi Aritmetika dan Aljabar Kerangka Berpikir Berdasarkan langsung peneliti pada 18 orang siswa kelas X IPS tahun pelajaran 2020/2021, peneliti mendapatkan data yang menunjukkan bahwa 77,78% siswa kelas X IPS kesulitan ketika mengerjakan soal-soal matematika. Peneliti akhirnya mengajarkan materi-materi dasar ini berulang kali saat pembelajaran Adapun penyebabnya adalah sebagian besar siswa kelas X IPS belum bisa melakukan operasi aljabar sesuai dengan konsep matematika secara baik dan benar. Tindakan yang akan dilakukan oleh peneliti adalah melakukan kegiatan ekstrakurikuler Tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasi aljabar. Metode Penelitian Rancangan Penelitian Tempat Penelitian dan Karakteristik Penelitian ini dilakukan di SMA Kristen Pandhega Jaya Kupang. Waktu Penelitian Penelitian ini dimulai dari bulan Oktober sampai dengan bulan Desember tahun 2021. Model Penelitian Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model penelitian Kemmis and McTaggart. Model penelitian ini terdiri atas empat tahap yaitu tahap perencanaan, dan tahap refleksi. Tahapan yang ada akan terus berulang sampai pada perbaikan atau peningkatan nilai akademik sesuai yang KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2020 | 113 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas X IPS SMA Kristen Pandhega Jaya Tahun Pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 18 orang. Objek penelitian Objek dalam penelitian ini yaitu kemampuan operasi aljabar siswa kelas X IPS SMA Kristen Pandhega Jaya. Prosedur dan Instrumen Penelitian Prosedur Penelitian Pada bagian ini dijabarkan prosedur penelitian yang meliputi empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dijabarkan sebagai berikut. Perencanaan Hal-hal yang dipersiapkan sebelum pelaksanaan tindakan adalah: menyusun materi ekstrakurikuler matematika, membentuk tim tutor, melaksanakan dan mengevaluasi kelas training, menyusun skenario kelas, menyusun lembar kerja siswa, menyusun kuisioner, menyusun rubrik penilaian, menyusun soal test dan jawaban, membuat daftar nilai. Pelaksanaan Setelah melakukan perencanaan, peneliti melakukan pelaksanaan tindakan selama siklus penelitian berlangsung dengan menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario kelas. Pengamatan/Observasi Proses pengamatan dilakukan selama pertemuannya dengan tutee menilai tutor menggunakan kuisioner serta guru menilai tutor menggunakan rubrik. Refleksi Pada tahap ini peneliti mengevaluasi kelebihan dan kelemahan yang terjadi selama pembelajaran berlangsung dengan menggunakan data-data yang tercatat dalam setiap Hasil evaluasi tentang kelemahan yang terjadi, membantu peneliti untuk menentukan perbaikan yang akan dilakukan pada pembelajaran berikutnya, sedangkan hasil evaluasi berupa kekuatan akan dipertahankan oleh peneliti. Setelah peneliti melakukan tahap tindakan dan tahap pengamatan, maka langkah selanjutnya peneliti meneliti kembali tindakan yang sudah dilakukan diantaranya: Menyandingkan hasil data dari tiap instrumen dengan kriteria keberhasilan yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan. Melihat apakah indikator keberhasilan penelitian ini sudah dicapai atau belum. Jika indikator keberhasilan sudah dicapai maka siklus akan dihentikan. Tetapi jika indikator keberhasilan belum dicapai maka siklus akan dilanjutkan dengan memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi siklus sebelum. Teknik Analisis Data Teknik analisis data pada masing-masing instrumen yang dipergunakan yaitu: Analisis Data Kuisioner Hasil kuisioner tutee-tutor akan dianalisis secara kualitatif dengan cara mendeskripsikan kemampuan operasi aljabar dari tutor. Analisis Data Rubrik Penilaian 114 | PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK. (Johanis Oenunu. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. Hasil rubrik penilaian guru-tutor akan dianalisis secara kualitatif dengan cara mendeskripsikan kemampuan operasi aljabar dari tutor. Analisis Data Pre Test dan Pos Test Hasil pekerjaan tutee berupa pre-test dan post-test yang telah didapatkan, selanjutnya dihitung nilai yang diperoleh oleh setiap tutee. Menghitung nilai tes yang dicapai oleh setiap siswa Nilai tutee = Oc skor yang diperoleh Oc Jumlah skor maksimal y 100 Menghitung persentase jumlah siswa yang mengalami peningkatan hasil tes akhir terhadap tes awal. % jumlah siswa yang mengalami peningkatan hasil tes adalah = Ocsiswa yang meningkat hasil tes y 100 Ocsiswa seluruh Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah persentasi jumlah siswa kelas X IPS yang mencapai nilai KKM mengalami Hasil dan Pembahasan Siklus I Dalam melakukan penelitian ini, peneliti terlebih dulu melakukan observasi awal di kelas X IPS. Observasi awal ini dilakukan terhadap siswa-siswi yang berjumlah 18 orang dengan kategori laki-laki 2 orang dan perempuan 16 orang. Peneliti juga melakukan observasi langsung selama proses pembelajaran matematika dikelas dan didapati bahwa siswa kelas X IPS mengalami kendala dalam menyelesaikan soal-soal Peneliti pun melakukan tanya jawab dengan beberapa orang dan mendapatkan jawaban bahwa mereka tidak memahami konsep operasi aljabar. Dari hasil observasi langsung tersebut, peneliti pun melakukan beberapa kegiatan yaitu, menyusun materi ekstrakurikuler melaksanakan dan mengevaluasi kelas training, menyusun skenario kelas, menyusun lembar kerja siswa, menyusun kuisioner, menyusun rubrik penilaian, menyusun soal test dan jawaban, membuat daftar nilai. Materi ekstrakurikuler yang disusun oleh peneliti adalah materi bilangan bulat dan bilangan pecahan, operasi bentuk aljabar. Materi-materi ini dibagi dalam beberapa pertemuan sesuai bentuk-bentuk operasi Peneliti melanjutkan kegiatan dengan membentuk tim tutor dengan memilih siswasiswi yang secara kemampuan matematika serta kemampuan mengajar sangat baik didalam kelas matematika. Tim tutor ini selanjutnya bersama peneliti melakukan kelas training dengan membahas secara bersama-sama materi yang akan dipelajari pada kegiatan ekstrakurikuler. Pada kegiatan menyusun kuisioner dan rubrik penilaian, peneliti menggunakan pernyataan yang berhubungan dengan kemampuan tutor dalam hal mengajar. Pernyataan dalam kuisioner dan rubrik penilaian ini selanjutnya dihitung total skor yang diperoleh, apakah kemampuan tutor dalam hal mengajar termasuk dalam skala: sangat baik, cukup, kurang dan kurang Kegiatan yang terakhir adalah peneliti KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2020 | 115 menyusun lembar kerja siswa, soal test dan jawaban serta membuat daftar nilai. Memulai tahapan ini, peneliti melakukan tes awal sebagai gambaran kemampuan operasi aljabar siswa kelas X IPS dan hasil penelitian tes awal (Pre Tes. , didapatkan data awal sebagai berikut: Nama Tabel 2 - Data Hasil Pre Test Pre Test Keterangan 0,00 Tidak Tuntas 0,00 Tidak Tuntas 0,00 Tidak Tuntas 13,33 Tidak Tuntas DAD 13,33 Tidak Tuntas 26,67 Tidak Tuntas 0,00 Tidak Tuntas 0,00 Tidak Tuntas 13,33 Tidak Tuntas 10 MTD 0,00 Tidak Tuntas 6,67 Tidak Tuntas 12 NT 26,67 Tidak Tuntas 13 NL 40,00 Tidak Tuntas 14 PKD 0,00 Tidak Tuntas 15 RRK 0,00 Tidak Tuntas 16 SL 40,00 Tidak Tuntas 17 WJ 0,00 Tidak Tuntas 18 YK 26,67 Tidak Tuntas MBM Keterangan: nilai KKM Matematika : 70 %/persentase ycycycycoycoycaEa ycycnycycycyca ycycaycuycyc ycycycuycycayc ycycycycoycoycaEa ycyceycoycycycEa ycycnycycycyca y 100% y 100% Jadi, data awal kemampuan operasi aljabar siswa kelas X IPS yang mencapai KKM adalah 0 % atau seluruh siswa tidak tuntas. Berdasarkan data awal yang diperoleh melalui tes awal dan observasi langsung dikelas, peneliti segera menyusun hal-hal yang akan dilakukan dalam siklus pertama dalam menerapkan metode tutor sebaya dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, sebelum dilanjutkan ke siklus kedua. 116 | PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK. (Johanis Oenunu. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. Tahap Perencanaan Dalam tahap perencanaan ini, peneliti melakukan beberapa tindakan diataranya: Menyusun skenario kelas yang berisikan langkah-langkah kegiatan. Mempersiapkan materi kegiatan. Mempersiapkan instrumen penelitian berupa kuiosiner dan rubrik penilaian yang akan digunakan untuk Tahap Tindakan Pada tahap tindakan siklus yang pertama, tindakan yang mengacu pada skenario kelas sesuai perencanaan. Pada akhir setiap pertemuan tutee mengisi kuisioner untuk menilai tutor dalam melakukan proses mengajar didalam kelompok. Dari hasil penilaian menggunakan kuisioner diatas, didapatkan data kemampuan mengajar tutor selama siklus I sebagai berikut : Mempersiapkan kelas serta alat pendukung lainnya Tabel 3 - Data Hasil Kuisioner Penilaian Siklus I TUTOR PERTEMUAN 1 3,50 4,00 3,50 3,80 3,60 3,80 3,70 3,60 4,00 SIKLUS I PERTEMUAN 2 3,80 4,00 3,80 3,80 3,80 3,90 3,80 4,00 4,00 PERTEMUAN 3 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 Dari data yang ada menunjukkan bahwa kemampuan tutor dalam mengajar sudah sangat baik. Tahap Pengamatan Proses pengamatan dilakukan oleh guru terhadap tutor menggunakan rubrik penilaian yang ada. Selama proses kegiatan belajar terjadi, guru terus mengamati tutor didalam memberikan pengajaran terhadap tutee didalam kelompok masing-masing. Hasil observasi terhadap kemampuan tutor dalam mengajar selama siklus I ditampilkan dalam tabel sebagai berikut: KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2020 | 117 TUTOR Tabel 4 - Data Hasil Rubrik Penilaian Siklus I SIKLUS I PERTEMUAN PERTEMUAN 1 PERTEMUAN 3 3,60 3,80 4,00 4,00 4,00 4,00 3,70 3,80 4,00 3,60 3,80 4,00 3,50 3,90 4,00 3,60 3,80 4,00 3,90 4,00 4,00 3,70 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 Dari data yang ada menunjukkan bahwa kemampuan tutor dalam mengajar sudah sangat baik. Tahap Refleksi Tahap akhir dalam siklus I ini adalah refleksi. Pada tahap ini, setelah berbagai tindakan yang sebelumnya telah direncakan dan dilakukan sesuai skenario dimana siswa Kelas X IPS yang ada dalam setiap kelompok kecil difasilitasi dalam mempelajari operasi aljabar dalam beberapa pertemuan. Selanjutnya Nama pada tahap ini, peneliti melakukan tes akhir siklus I atau Pos-Test dengan tujuan melihat apakah peran tutor didalam kelomok kecil sudah maksimal ataukah belum sepenuhnya. Berikut ini adalah perbandingan hasil PreTest dan Pos-Test yang disajikan dalam tabel Tabel 5 - Data Hasil Pos Test Siklus I Pre Test SIKLUS 1 Ket benar nilai 0,00 Tidak Tuntas 13,33 Tidak Tuntas DAM 0,00 Tidak Tuntas 66,67 Tidak Tuntas 0,00 Tidak Tuntas 60,00 Tidak Tuntas Ket 13,33 Tidak Tuntas 73,33 Tuntas DAD 13,33 Tidak Tuntas 80,00 Tuntas 26,67 Tidak Tuntas 76,67 Tuntas 0,00 Tidak Tuntas 63,33 Tidak Tuntas 0,00 Tidak Tuntas 60,00 Tidak Tuntas 13,33 Tidak Tuntas 30,00 Tidak Tuntas MTD 0,00 Tidak Tuntas 73,33 Tuntas 118 | PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK. (Johanis Oenunu. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. 6,67 Tidak Tuntas 63,33 Tidak Tuntas 26,67 Tidak Tuntas 76,67 Tuntas 40,00 Tidak Tuntas 83,33 Tuntas PKD 0,00 Tidak Tuntas 83,33 Tuntas 0,00 Tidak Tuntas 73,33 Tuntas 40,00 Tidak Tuntas 90,00 Tuntas 0,00 Tidak Tuntas 30,00 Tidak Tuntas 26,67 Tidak Tuntas 80,00 Tuntas Dari data pada tabel diatas, terlihat bahwa setelah diberikan tindakan pada siklus I siswa kelas X IPS yang mencapai nilai KKM atau tuntas berjumlah 10 siswa atau 55,56%. Jika dibandingkan dengan pra siklus, hasil siklus I cukup baik. Melihat juga hasil pengamatan berdasarkan kuisioner dan rubrik peniliaan tentang peran tutor didalam kelompok sudah terlihat sangat baik tetapi memang disini yang jadi masalah adalah kemampuan dasar operasi aljabar siswa kelas X IPS masih sangat kurang. Merujuk pada indikator keberhasilan dalam penelitian ini, disimpulkan bahwa tindakan yang diberikan pada siklus I belum berhasil sehingga peneliti perlu melakukan rencana perbaikan untuk selanjutnya melnjutkan penelitian ini ke siklus II. Siklus II Tahap Perencanaan Pada tahapan perencanaan ini, peneliti melakukan beberapa hal diantaranya : Menyusun skenario kelas berdasarkan refleksi siklus II yang berisikan langkah-langkah kegiatan. Mempersiapkan materi kegiatan. Mempersiapkan instrumen penelitian berupa kuiosiner dan rubrik penilaian yang akan digunakan untuk Mempersiapkan kelas serta alat pendukung lainnya. Tahap Tindakan Pada tahap ini, peneliti lebih berfokus untuk menyampaikan motivasi dan memberikan gambaran tentang peran tutor didalam kelompok, serta peran tutee dalam kelompok. Tahap ini, peneliti tetap melakukan kelas seperti skenario kelas yang dilakukan pada siklus I dengan melakukan beberapa perbaikan sesuai hasil refleksi. Tahap Pengamatan Pada tahapan pengamatan ini, peneliti melakukan pengamatan pada dengan tetap memberikan peniliaan kepada tutor melalui pengisian kuisioner oleh tutee diakhir setiap pertemuan serta pengisian rubrik oleh peneliti sendiri pada saat kelas berlangsung. Adapun hasil pengamatan berdasarkan kuisioner penilaian dan rubrik yang telah diperoleh dengan masing-masing data disajikan sebagai berikut : KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2020 | 119 TUTOR Tabel 6 - Data Hasil Kuisioner Penilaian Siklus II SIKLUS I PERTEMUAN 1 PERTEMUAN 2 PERTEMUAN 3 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 Dari data pada tabel diatas, terlihat dengan jelas bahwa para tutor sangat baik didalam memiliki kemampuan melakukan operasi aljabar maupun kemampuan mengajar dalam kelompok. TUTOR Tabel 7 - Data Hasil Rubrik Penilaian Siklus II SIKLUS I PERTEMUAN 1 PERTEMUAN 2 PERTEMUAN 3 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 Dari data pada tabel diatas, terlihat dengan jelas bahwa para tutor sangat baik didalam memiliki kemampuan melakukan operasi aljabar maupun kemampuan mengajar dalam Tahap Refleksi Setelah peneliti melakukan tindakan serta pengamatan pada siklus II, dalam tahapan yang terkahir peneliti melakukan tes akhir atau Pos-Test terhadap seluruh siswa kelas X IPS untuk mengukur apakah penerapan metode tutor sebaya berpengaruh pada peningkatan kemampuan operasi aljabar siswa kelas X. Hasil Pos-Test siklus II terhadap tes Pra Siklus disajikan sebagai berikut: 120 | PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK. (Johanis Oenunu. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. Tabel 8 - Data Hasil Pos Test Siklus II Ket 0,00 0,00 0,00 13,33 13,33 26,67 0,00 0,00 13,33 0,00 6,67 26,67 40,00 0,00 0,00 40,00 0,00 26,67 Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas 26,67 Tidak Tuntas 100,00 Tuntas 70,00 Tuntas 93,33 Tuntas 100,00 Tuntas 90,00 Tuntas 76,67 Tuntas 80,00 Tuntas 43,33 Tidak Tuntas 93,33 Tuntas 83,33 Tuntas 96,67 Tuntas 100,00 Tuntas 96,67 Tuntas 100,00 Tuntas 100,00 Tuntas 53,33 Tidak Tuntas 93,33 Tuntas Ket mulai dari pra siklus, siklus I dan siklus II menggunakan hasil test tulis. Perbandingan data hasil test pra siklus dan hasil test siklus I sampai siklus II dapat ditunjukkan dengan diagram dan grafik dibawah ini : Dari data pada tabel diatas, terlihat bahwa setelah diberikan tindakan pada siklus II, siswa kelas X IPS yang mencapai nilai KKM atau tuntas berjumlah 15 siswa atau 83,33%. Setelah pelaksanaan siklus II, peneliti membandingkan hasil penelitian 120,00 100,00 80,00 60,00 40,00 20,00 MTD DAD DAM 0,00 DAM DAD MTD PKD SIKLUS 2 Pre Test PKD Nama KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2020 | 121 Diagram 1 - Perbandingan Data Hasil Tes Pra Siklus. Siklus I, dan Siklus II Data diagram diatas menunjukkan secara signifikan peningkatan dari pra siklus sampai dengan siklus II. Hasil tes akhir siklus II, terlihat bahwa hanya 3 siswa kelas X IPS yang tidak mencapai nilai KKM atau tuntas sementara siswa lainnya tuntas. 83,33% 55,56% 10,00% 0,00% 0,00% Grafik 2 - Perbandingan Data Hasil Tes Pra Siklus. Siklus I, dan Siklus II Berdasarkan grafik persentase diatas, ditunjukkan bahwa 83,33% siswa kelas X IPS telah mencapai nilai KKM atau tuntas sehingga karna telah mencapai indikator keberhasilan penelitian ini yakni persentase siswa kelas X IPS yang tuntas adalah 70%. Dengan demikian penelitian ini telah berhasil dilakukan. Simpulan dan Saran Simpulan Berdasarkan hasil penelitian melalui tahapan observasi awal. Siklus I, dan Siklus II, peneliti menyimpulkan bahwa penerapan metode tutor sebaya dapat meningkatkan kemampuan operasi aljabar siswa kelas X IPS SMA Kristen Pandhega Jaya Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian yang dimana terjadi peningkatan persentase siswa kelas X IPS yang tuntas mulai dari pra siklus, siklus I, siklus II dengan hasil berturutturut adalah 0%, 55,56%, 83,33%. Persentase siswa kelas X IPS yang tuntas atau mecapai KKM pada siklus II sejumlah 83,33% telah menunjukkan bahwa penelitian ini telah memenuhi indikator keberhasilan penelitian yakni penelitian dikatakan berhasil jika 70% siswa kelas X IPS mencapai nilai KKM. Saran Pelaksanaan kegiatan ektrakurikuler dengan menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya pada mata pelajaran matematika direkomendasikan kepada pihak sekolah agar menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib yang dilaksanakan secara kontinue sebagai program sekolah bagi calon siswa kelas X terkhusus kelas X IPS. Penerapan metode tutor sebaya dalam penelitian ini hanya pada mata pelajaran matematika, metode ini juga bisa diterapkan pada mata pelajaran lainnya terkhususnya pada siswa kelas X. 122 | PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK. (Johanis Oenunu. Soegeng Wahyoedi. Januar Budima. Daftar Pustaka