Gorontalo Development Review https://jurnal. id/index. php/gdrev Vol 08. No 02. Oktober Tahun 2025 P-ISSN : 2614-5170. E- ISSN : 2615-1375 Nationally Accredited Journal. Decree No. 225/E/KPT/2022 Dampak Program Pemberdayaan Ekonomi Ultra Mikro terhadap Tingkat Kesejahteraan Petani Kelapa The Effect of the Ultra-Micro Economic Empowerment Program On the Well-Being of Coconut Farmers Saharil S Lasang . Sofyan Abdullah . Iswan Dunggio Program Studi Magister Sains Pertanian Fakultas Pertanian. Universitas Gorontalo. Program Studi Pascasarjana Magister Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Universitas Negeri Gorontalo Email : saharil. lasang@gmail. 1,2, Article info Article history: Received. 29-05-2025 Revised. 11-09-2025 Accepted. 02-10-2025 Abstract This study aims to evaluate the impact of the Ultra Micro Economic Empowerment Program financing on increasing the income of coconut farmers in Avolua Village, to analyze the influence of this program on farmers' access to credit and markets, and to assess the effects of improving the welfare quality of coconut farmers before and after joining the The research employed a quantitative approach, with a sample of 50 coconut farmers from Avolua Village. The results indicate that: . partially, the area of coconut land and the volume of coconut production have a positive and significant impact on farmersAo income, while production costs have a positive but not significant effect. the PNM Mekaar financing program, access to credit and markets, and the quality of life of coconut farmers collectively influence their level of welfare. there is a significant improvement in the farmers' quality of life after participating in the financing program. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pembiayaan Program Pemberdayaan Ekonomi Ultra Mikro terhadap peningkatan pendapatan petani kelapa di Desa Avolua, menganalisis pengaruh pembiayaan program ini terhadap akses petani kelapa dalam memperoleh kredit dan pasar, serta mengevaluasi dampak perbaikan kualitas kesejahteraan petani kelapa sebelum dan sesudah menjadi peserta program. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 50 orang petani kelapa di Desa Avolua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . secara parsial, luas lahan kelapa dan jumlah produksi kelapa berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani, sementara biaya produksi memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan, . PNM Mekaar, pembiayaan dan pasar, serta kualitas hidup petani kelapa berpengaruh pada tingkat kesejahteraan mereka, dan . terdapat peningkatan signifikan dalam kualitas hidup petani setelah mengikuti program pembiayaan ini. Keywords: Corresponden author: Email: saharil. lasang@gmail. Ultra Microeconomic Empowerment. Coconut Farmers' Welfare. Access to Financing. Market Access Pendahuluan Pembangunan ekonomi menjadi prioritas pemerintah Indonesia, dengan fokus utama pada kesejahteraan masyarakat pedesaan, salah satunya melalui program pemberdayaan ekonomi ultra mikro (Saiful, 2. Salah satu bentuk implementasi program ini adalah upaya pemberdayaan petani kelapa di Desa Avolua. Kecamatan Parigi Utara. Kabupaten Parigi. Sulawesi Tengah. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengelola Program Pemberdayaan Ekonomi Ultra Mikro (UM. melalui Unit Mekaar yang memberikan akses pembiayaan serta pendampingan usaha kepada petani kelapa di desa ini (Razaq. D, 2. Meskipun mayoritas masyarakat Desa Avolua bekerja sebagai petani kelapa, taraf hidup mereka masih rendah akibat berbagai hambatan, seperti fluktuasi harga jual kelapa, keterbatasan akses pasar, dan minimnya kemampuan manajemen usaha (Wardanu & Anhar, 2. Permasalahan utama yang dihadapi petani kelapa di Desa Avolua adalah keterbatasan modal usaha dan akses pasar yang belum optimal, sehingga menghambat peningkatan kesejahteraan mereka. Data statistik menunjukkan bahwa petani kelapa di desa ini masih memiliki keterbatasan dalam pengelolaan lahan dan produksi, dengan 425 kepala keluarga (KK) yang mengelola lahan seluas 856 hektar, menghasilkan 1. 250 ton kelapa per tahun (Data Statistik Perkebunan Kecamatan Parigi Utara, 2. Meskipun PT PNM telah menjalankan beberapa program klasterisasi dan pelatihan, masih diperlukan evaluasi menyeluruh mengenai sejauh mana program pemberdayaan ekonomi ultra mikro mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kelapa di wilayah tersebut (ANWAR, 2. Dampak yang diharapkan dari Program Pemberdayaan Ekonomi Ultra Mikro adalah peningkatan pendapatan petani, akses yang lebih baik terhadap pasar dan pembiayaan, serta peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh. Melalui pembiayaan dan pendampingan usaha, diharapkan petani kelapa di Desa Avolua mampu meningkatkan produktivitas serta mendapatkan pendapatan yang lebih Sebagai contoh, studi Herawati, . menunjukkan bahwa program pemberdayaan ekonomi yang terintegrasi dapat meningkatkan pendapatan rata-rata dan akses teknologi petani kelapa di Kalimantan Barat. Hal ini mendukung asumsi bahwa program serupa di Desa Avolua akan menghasilkan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan petani. Penelitian-penelitian sebelumnya telah mengkaji pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi mikro di berbagai wilayah pedesaan. Misalnya Saiful, . menyoroti pentingnya program pemberdayaan sebagai instrumen pengurangan kesenjangan ekonomi, sementara ANWAR, . menekankan peran PT PNM dalam mendukung kesejahteraan petani. Studi L. Nasution, . mengungkapkan bahwa pembiayaan mikro meningkatkan pendapatan petani padi di Sumatera Utara, sedangkan (Setiyanik, . menemukan bahwa pelatihan dan pendampingan sangat mempengaruhi keberhasilan program pemberdayaan ekonomi. Selain itu. Sukri, . Sukri . menekankan pentingnya stabilitas harga komoditas sebagai faktor pendukung program, sementara Prasetiyawan, . menekankan sinergi antar kelompok dalam mendukung kesejahteraan petani di daerah terpencil. Kajian-kajian ini memberikan landasan empirik yang kuat mengenai dampak program pemberdayaan ekonomi di sektor pertanian. Meskipun telah banyak studi yang meneliti pemberdayaan ekonomi ultra mikro, terdapat kesenjangan penelitian yang spesifik mengenai implementasi program ini terhadap kesejahteraan petani kelapa di Desa Avolua. Sulawesi Tengah. Belum ada kajian yang secara komprehensif mengukur dampak langsung dari Program Pemberdayaan Ekonomi Ultra Mikro di wilayah ini, terutama dalam konteks kualitas hidup petani kelapa yang masih menghadapi berbagai tantangan struktural. Gap penelitian ini membuka peluang untuk mengeksplorasi bagaimana program ini dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa. Oleh karena itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi secara empiris dampak Program Pemberdayaan Ekonomi Ultra Mikro terhadap pendapatan, akses pembiayaan dan pasar, serta kualitas hidup petani kelapa di Desa Avolua. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi PT PNM Mekaar, pemerintah daerah, serta lembaga keuangan lainnya dalam menyempurnakan program pemberdayaan ekonomi mikro, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat pedesaan (ANWAR, 2021. Diatmika & Rahayu, 2022. Mubarok, 2. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis dampak Program Pemberdayaan Ekonomi Ultra Mikro terhadap kesejahteraan petani kelapa di Desa Avolua. Kecamatan Parigi Utara. Kabupaten Parigi. Sulawesi Tengah. Lokasi penelitian dipilih karena menjadi salah satu sentra penghasil kelapa dengan mayoritas penduduk yang bekerja sebagai petani kelapa dan telah terlibat dalam program pemberdayaan (Statistik Perkebunan Kecamatan Parigi Utara, 2. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, dari Januari hingga Maret 2025, dengan fokus pada pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner dan data kualitatif melalui wawancara dan observasi lapangan. Sumber data penelitian ini terdiri dari data primer yang dikumpulkan melalui sensus terhadap seluruh petani kelapa yang menjadi peserta program pemberdayaan, dan data sekunder yang diperoleh dari laporan pemerintah dan dokumen terkait program (Razaq. D, 2. Data kuantitatif yang dikumpulkan meliputi pendapatan, jumlah produksi kelapa, serta akses terhadap pembiayaan dan pasar. Sementara itu, data kualitatif akan memperkaya pemahaman tentang persepsi dan pengalaman petani terhadap dampak program pemberdayaan yang telah dijalankan (Wardanu & Anhar, 2. Instrumen utama pengumpulan data adalah kuesioner terstruktur yang dirancang untuk mengukur variabel-variabel penelitian, yaitu pembiayaan program pemberdayaan (X. , akses terhadap pembiayaan dan pasar (X. , kualitas hidup petani kelapa (X. , serta kesejahteraan petani (Y). Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan uji korelasi dan Cronbach Alpha (Ghozali, 2. Selanjutnya, data dianalisis dengan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap kesejahteraan petani (Y= 1X1 2X2 3X3 . , serta paired sample t-test untuk mengukur perbedaan kesejahteraan sebelum dan sesudah program (Widiyanto, 2. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk memastikan data memiliki distribusi normal, sedangkan uji t parsial dan koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengukur signifikansi dan kekuatan hubungan antarvariabel (Ghozali, 2. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi PT PNM Mekaar dalam merancang program pemberdayaan ekonomi yang lebih efektif, serta menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan peningkatan kesejahteraan petani kelapa di kawasan pedesaan (ANWAR, 2021. Diatmika & Rahayu, 2. Hasil dan Pembahasan Hasil bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program Pemberdayaan Ekonomi Ultra Mikro terhadap pendapatan petani kelapa di Desa Avolua. Kecamatan Parigi Utara. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda, dan hasilnya disajikan dalam tabel berikut: Tabel 3. 1 Uji t Parsial Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Jumlah produksi buah kelapa (X. Biaya produk (X. (Constan. Luas lahan kelapa (X. Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Pendapatan petani kelapa Sumber: Hasil olah output SPSS Versi 26, 2025 Hasil analisis uji t parsial yang disebutkan sebelumnya dapat dijelaskan sebagai . Luas Lahan Kelapa (X. terhadap Pendapatan Petani Kelapa (Y) Variable Luas Lahan Kelapa (X. dibandingkan dengan Pendapatan Petani Kelapa (Y). Nilai hitung 7,474 lebih besar dari nilai thitung 2,01290, dan nilai signifikan 0,000 lebih rendah dari 0,05 . < 0,. , dengan koefisien positif 20540011,028. Hasil menunjukkan bahwa variabel luas lahan kelapa . secara parsial memengaruhi pendapatan petani kelapa di Desa Avolua. Kecamatan Parigi Utara. Oleh karena itu, hipotesis dapat diterima. Jumlah Produksi Buah Kelapa (X. terhadap Pendapatan Petani Kelapa (Y) Hasil analisis yang dilakukan pada tabel 4. 9 menunjukkan bahwa nilai thitung 2,589 lebih besar daripada nilai ttabel 2,01290, dan ada koefisien positif sebesar 1584,851, dengan nilai signifikan 0,013 kurang dari 0,05. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel jumlah produksi buah kelapa secara parsial memengaruhi pendapatan petani kelapa di Desa Avolua. Kecamatan Parigi Utara. Akibatnya, hipotesis dapat disimpulkan diterima. Biaya Produksi (X. terhadap Pendapatan Petani Kelapa (Y) Hasil analisis, yang dapat dilihat pada tabel 4. 9, menunjukkan bahwa nilai thitung 1,456 lebih rendah dari nilai ttabel 2,01290, dan nilai signifikan 0,152 lebih besar dari 0,05 . > 0,. , dengan koeifisen positif 1,938. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel biaya produksi memengaruhi pendapatan petani kelapa di Desa Avolua. Kecamatan Parigi Utara, secara parsial dan tidak Akibatnya, hipotesis dapat disimpulkan tidak akurat. Hasil uji koefisien determinasi penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 3. 2 Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Biaya produk (X. Luas lahan kelapa (X. Jumlah produksi buah kelapa (X. Dependent Variable: Pendapatan petani kelapa Sumber: Hasil olah output SPSS Versi 26, 2025 Berdasarkan tabel di atas, persamaan regresi berganda dapat dirumuskan sebagai Y=841750,269 2054011,028X1 1584,851X2 1,938X3 e Analisis koefisien determinasi (RA) menunjukkan bahwa variabel-variabel independen . uas lahan kelapa, jumlah produksi buah kelapa, dan biaya produks. mampu menjelaskan 72,2% variasi pendapatan petani kelapa di Desa Avolua. Sisanya, yaitu 27,8%, dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa luas lahan kelapa (X. berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani (Y) dengan nilai signifikansi 0,000 . <0,. dan t-hitung 7,474 > t-tabel 2,01290. Hal ini sejalan dengan penelitian (Nugroho, 2. , yang menyatakan bahwa luas lahan merupakan faktor dominan dalam menentukan pendapatan petani karena memengaruhi skala ekonomi dan efisiensi Lebih lanjut. Todaro & Smith, . juga menekankan pentingnya akses lahan yang memadai sebagai prasyarat peningkatan produktivitas petani. Implikasinya, semakin besar luas lahan kelapa yang digarap, semakin besar pula peluang peningkatan pendapatan petani. Dukungan program pemberdayaan ekonomi ultra mikro yang difokuskan pada perluasan lahan atau akses lahan menjadi sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani (Darmawan et al. Fitriani & Suryani, 2. Selain itu, jumlah produksi buah kelapa (X. juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani dengan nilai signifikansi 0,013 < 0,05. Hal ini menguatkan teori Soekartawi, . , yang menyebutkan bahwa produksi pertanian adalah faktor penentu utama pendapatan usaha tani. Hasil penelitian ini juga diperkuat oleh Anshori & Lestari, . , yang menemukan bahwa jumlah produksi memiliki pengaruh positif pada pendapatan petani kelapa. Dengan demikian, program pemberdayaan ekonomi ultra mikro yang berfokus pada peningkatan produktivitas akan sangat mendukung pendapatan petani. Namun, variabel biaya produksi (X. dalam penelitian ini menunjukkan pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan terhadap pendapatan petani . ilai signifikansi 0,152 > 0,. Hal ini konsisten dengan temuan Sukirno, . dan Nasution & Lestari . bahwa tingginya biaya produksi tidak selalu menjamin peningkatan pendapatan jika tidak diimbangi dengan penggunaan input yang Artinya, peningkatan biaya produksi yang tidak disertai peningkatan output akan menjadi beban bagi petani dan tidak langsung berkontribusi pada kesejahteraan mereka. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa program pemberdayaan ekonomi ultra mikro memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan petani kelapa melalui perluasan lahan dan peningkatan produksi. Namun, efektivitas program juga bergantung pada upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan biaya produksi. Oleh karena itu, pendampingan teknis dan manajerial sangat diperlukan agar program pembiayaan ultra mikro benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan petani (Saragih, 2018. Soekartawi, 2. Penelitian ini menganalisis pengaruh Program Pemberdayaan Ekonomi Ultra Mikro terhadap akses petani kelapa dalam memperoleh pembiayaan dan akses Hasil regresi linear berganda dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. 3 Uji Regresi Linear Berganda . Model (Constan. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Pembiayaan Program PNM Mekaar (X. Akses Terhadap Pembiayaan Dan Pasar (X. Kualitas Hidup Petani Kelapa (X. Dependent Variable: Tingkat Kesejahteraan Petani Kelapa (Y) Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Hasil olah output SPSS Versi 26, 2025 Persamaan regresi linear berganda yang telah disebutkan sebelumnya dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai konstanta () memiliki nilai positif 0,684, yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang searah antara variabel independen dan variabel dependen. Ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan petani (Y) adalah 0,684 jika semua variabel independen, termasuk Kualitas Hidup Petani Kelapa (X. Akses Terhadap Pembiayaan dan Pasar (X. , dan Pembiayaan Program Pemberdayaan Ekonomi Ultra Mikro (X. , sama sekali tidak berubah. Variabel Program Pemberdayaan Ekonomi Ultra Mikro (X. memiliki nilai koefisien regresi 0,282, yang menunjukkan hubungan yang positif antara variabel tersebut dan tingkat kesejahteraan petani. Dengan kata lain, jika variabel tersebut mengalami peningkatan sebesar 1%, tingkat kesejahteraan petani akan naik 0,282 jika variabel independen lainnya tidak berubah atau . Variabel Akses Terhadap Pembiayaan Dan Pasar (X. memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,324, menunjukkan hubungan yang positif antara variabel tersebut dan tingkat kesejahteraan petani. Dengan kata lain, dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya tidak berubah, tingkat kesejahteraan petani akan meningkat sebesar 0,324 jika variabel tersebut mengalami kenaikan sebesar 1%. Variabel Kualitas Hidup Petani Kelapa (X. memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,378, menunjukkan hubungan yang positif antara variabel tersebut dan tingkat kesejahteraan petani. Dengan kata lain, dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya tidak berubah atau tidak memiliki nilai, tingkat kesejahteraan petani akan meningkat sebesar 0,378 jika variabel tersebut meningkat sebesar 1%. Tabel 3. 4 Uji t Parsial . Model (Constan. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Pembiayaan Program PNM Mekaar (X. Akses Terhadap Pembiayaan Dan Pasar (X. Kualitas Hidup Petani Kelapa (X. Dependent Variable: Tingkat Kesejahteraan Petani Kelapa (Y) Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Hasil olah output SPSS Versi 26, 2025 . Pengaruh Pembiayaan Program PNM Mekaar (X. terhadap Kesejahteraan Petani (Y) Hasil uji t menunjukkan thitung . > ttabel . ,01. dan signifikan . ,021 < 0,. dengan koefisien positif . Hal ini menandakan pembiayaan program berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan petani kelapa di Desa Avolua. Pengaruh Akses Pembiayaan dan Pasar (X. terhadap Kesejahteraan Petani (Y) Nilai thitung . > ttabel . ,01. dan signifikan . ,026 < 0,. dengan koefisien positif . Ini menunjukkan akses pembiayaan dan pasar berpengaruh signifikan dan positif terhadap kesejahteraan petani kelapa. Pengaruh Kualitas Hidup (X. terhadap Kesejahteraan Petani (Y) Hasil uji menunjukkan thitung . > ttabel . ,01. dan signifikan . ,006 < 0,. dengan koefisien positif . Ini berarti kualitas hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan petani kelapa. Tabel 3. 5 Uji Koefisien Determinasi . Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kualitas Hidup Petani Kelapa (X. Pembiayaan Program PNM Mekaar (X. Akses Terhadap Pembiayaan Dan Pasar (X. Dependent Variable: Tingkat Kesejahteraan Petani Kelapa (Y) Sumber: Hasil olah output SPSS Versi 26, 2025 Tabel 3. 5 menunjukkan hasil analisis uji koefisien determinasi, yang menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi pada R Square adalah 0,668. , atau setara dengan 66,8%. Ini menunjukkan bahwa pengaruh pembiayaan program PNM Mekaar, akses ke pembiayaan dan pasar, dan kualitas hidup petani kelapa terhadap pendapatan petani kelapa sebesar 66,8%. Faktor luar yang tidak dibahas dalam penelitian ini menyumbang 33,2% dari total pendapatan petani kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pembiayaan program PNM Mekaar (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan petani kelapa . -hitung 2,391 > t-tabel 2,01290. p=0,021 < 0,. Hal ini mendukung pernyataan Kuncoro, . bahwa pembiayaan mikro merupakan kunci peningkatan taraf hidup masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk petani. Program PNM Mekaar, dengan skema pembiayaan yang inklusif, memberikan akses modal bagi petani kelapa yang umumnya terkendala agunan formal. Todaro & Smith, . juga menegaskan bahwa pembiayaan produktif bagi petani mendorong pertumbuhan ekonomi rumah tangga melalui peningkatan pendapatan dan konsumsi. Hasil penelitian ini sejalan dengan Rahmawati & Hidayat, . , yang menyatakan bahwa program PNM Mekaar meningkatkan pendapatan rumah tangga petani di Kabupaten Gowa. Serta. Yuliani & Prasetyo, . yang menemukan bahwa modal mikro mampu memperkuat kesejahteraan petani hortikultura di Jawa Timur. Implikasi praktisnya adalah bahwa program ini perlu terus diperluas dan didukung dengan pendampingan manajemen keuangan, agar petani kelapa dapat mengoptimalkan modal produktif dan memaksimalkan hasil usaha tani mereka. Selain itu, variabel akses terhadap pembiayaan dan pasar (X. juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan petani . -hitung 2,304 > t-tabel 2,01290. p=0,026 < 0,. Temuan ini mendukung teori sustainable livelihoods (Chambers & Conway, 1. yang menekankan pentingnya akses ke aset . odal finansial dan sosia. dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Mubyarto, . juga berpendapat bahwa akses terhadap pasar memungkinkan petani memperoleh harga yang lebih kompetitif, memperluas jaringan distribusi, dan meningkatkan bargaining power mereka. Dukungan literatur semakin kuat dengan studi Yulianti & Nugroho, . yang menemukan bahwa akses ke lembaga keuangan dan pasar sangat memengaruhi kondisi ekonomi petani kopi di Sumatera Selatan. Penelitian Saputra & Raharjo, . pada petani hortikultura di Jawa Tengah juga menegaskan bahwa akses pembiayaan dan pasar berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Implikasinya, pemerintah dan lembaga keuangan perlu mengintegrasikan strategi pembiayaan dengan pendampingan pemasaran yang berkelanjutan, khususnya bagi petani kelapa di daerah terpencil seperti Desa Avolua. Variabel kualitas hidup petani kelapa (X. juga signifikan memengaruhi kesejahteraan . -hitung 2,855 > t-tabel 2,01290. p=0,006 < 0,. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan akses pembiayaan dan pasar tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga mendorong dimensi kesejahteraan lain seperti kesehatan, pendidikan, dan kondisi rumah tangga. Hidayati & Pramono, . menekankan pentingnya kualitas hidup sebagai komponen kesejahteraan petani, yang diperkuat oleh studi Putra & Aisyah, . tentang petani hortikultura di Jawa Barat yang menunjukkan hubungan erat antara kualitas hidup dan peningkatan Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa program Pemberdayaan Ekonomi Ultra Mikro berdampak positif dan signifikan dalam meningkatkan akses petani kelapa terhadap pembiayaan dan pasar. Efek tersebut kemudian berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani secara menyeluruh. Oleh karena itu, kebijakan lanjutan yang bersifat integratifAimenggabungkan pembiayaan, akses pasar, dan program pembangunan kualitas hidupAimerupakan langkah strategis untuk memperkuat keberhasilan program ini di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan Paired Sample T-Test untuk mengevaluasi apakah terdapat perbedaan signifikan antara kesejahteraan . iukur melalui pendapata. petani kelapa sebelum dan sesudah memperoleh pembiayaan Ultra Mikro. Hasilnya disajikan pada tabel berikut : Tabel 3. 6 Uji Paired Sample T-Test Mean Pair Sesudah Sebelum Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Sig. Sumber: Hasil olah output SPSS Versi 26, 2025 Hasil uji Paired Sample T-Test yang menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 . =10. memberikan bukti kuat bahwa program pembiayaan Ultra Mikro memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani kelapa. Peningkatan rata-rata pendapatan yang signifikan ini menandakan bahwa akses terhadap pembiayaan produktif berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas hidup petani di Desa Avolua. Kecamatan Parigi Utara. Temuan ini sejalan dengan teori Economic Development oleh Todaro & Smith, . , yang menegaskan bahwa pembiayaan mikro merupakan salah satu instrumen penting dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan pendapatan rumah tangga petani. Pembiayaan mikro memungkinkan petani kecil untuk mengakses modal produktif yang selama ini menjadi kendala utama bagi pengembangan usaha pertanian mereka. Dengan modal yang memadai, petani mampu meningkatkan produktivitas, melakukan diversifikasi usaha, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Selain itu, hasil penelitian ini juga diperkuat oleh studi Fitriani & Sari, . yang menemukan bahwa program PNM Mekaar berdampak positif pada pendapatan dan kualitas hidup perempuan pelaku UMKM di pedesaan. Ini menunjukkan bahwa program PNM Mekaar, sebagai bagian dari pembiayaan mikro yang inklusif, berhasil meningkatkan kesejahteraan di berbagai sektor informal, termasuk pertanian kelapa di Desa Avolua. Hasil serupa ditemukan oleh Ramadhan & Utami, . yang menunjukkan bahwa pembiayaan mikro di sektor pertanian hortikultura di Kabupaten Bandung secara signifikan meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini memberikan landasan empiris bahwa skema pembiayaan Ultra Mikro yang adaptif dan berbasis kebutuhan lokal dapat menjadi katalisator penting untuk memperkuat ekonomi rumah tangga Lebih jauh lagi, peningkatan pendapatan yang signifikan juga berarti terbukanya peluang bagi petani kelapa untuk berinvestasi dalam kebutuhan mendasar lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan perbaikan tempat tinggal. Ini menegaskan peran pembiayaan mikro sebagai pendorong transformasi sosialekonomi yang berkelanjutan. Sebagaimana disoroti oleh Chambers & Conway, . dalam konsep sustainable livelihoods, akses terhadap modal menjadi fondasi bagi petani dalam membangun strategi penghidupan yang lebih stabil dan resilien. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menggarisbawahi bahwa program pembiayaan Ultra Mikro tidak hanya meningkatkan pendapatan petani kelapa, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk menjadi lebih mandiri secara ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, kebijakan yang mendukung pengembangan program serupa perlu diperkuat melalui pendampingan manajemen usaha dan akses pasar agar manfaatnya berkelanjutan. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa luas lahan kelapa dan jumlah produksi buah kelapa terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani kelapa, sedangkan biaya produksi tidak memiliki pengaruh signifikan. Selain itu, pembiayaan program PNM Mekaar, akses pembiayaan dan pasar, serta kualitas hidup petani secara bersama-sama berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap kesejahteraan petani kelapa di Desa Avolua. Program pembiayaan ini terbukti berhasil meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup petani kelapa, dengan rata-rata pendapatan yang naik dari Rp1. 000 sebelum program menjadi Rp3. 000 setelah program, menunjukkan peran penting pembiayaan PNM Mekaar dalam memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan petani kelapa di wilayah tersebut. Saran Berdasarkan temuan tersebut, beberapa saran dapat diajukan. Petani kelapa diharapkan terus mengembangkan lahan dan produktivitas kelapa, serta memanfaatkan program pembiayaan seperti PNM Mekaar secara optimal untuk mendukung peningkatan kesejahteraan mereka. Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan sosialisasi dan pendampingan teknis, serta membangun infrastruktur pasar yang memadai agar petani dapat memperoleh harga jual yang lebih baik. Pengelola program pembiayaan perlu memperbaiki kualitas layanan dan memperluas jangkauan program untuk menjangkau lebih banyak petani, serta melakukan evaluasi rutin agar manfaat program semakin dirasakan. Sementara itu, penelitian lanjutan disarankan untuk menjangkau wilayah yang lebih luas dengan mempertimbangkan variabel tambahan, seperti teknologi pertanian dan peran kelembagaan, serta menganalisis dampak sosial dan ekonomi jangka panjang dari program pembiayaan bagi kesejahteraan petani. Daftar Pustaka