Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 DOI http://dx. org/10. 36722/psn. [SN . Peningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Media Main Numerika Untuk Mendukung Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Fidesrinur1*. Nila Fitria1. Zahrina Amelia1 Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Psikologi dan Pendidikan. Universitas Al-Azhar Indonesia. Jalan Sisingamangaraja Kebayoran Baru Jakarta Selatan, 12510 Email Penulis Korespodensi: Fidesrinur@uai. Abstrak Tuntutan orang tua saat memasukkan anak kedalam PAUD agar anak mereka dapat memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Sehingga kegaiatan yang dilakukan oleh guru PAUD yaitu kegiatan yang melatih kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Namun, lokasi PAUD dan kompetensi yang dimiliki guru dapat mempengaruhi proses belajar mengajar di satuan PAUD. Berdasarkan permasalahan di atas dapat dilihat bahwa media yang dibutuhkan guru yaitu media konkret, sehingga bentuk solusi yang ditawarkan adalah pelatihan dan workshop dengan materi pembuatan media numerika bagi anak. Sehingga guru dapat menerapkan media pembelajaran yang sudah dibuat kepada anak dengan maksimal dan dapat menumbuhkan keaktifan anak dalam melakukan pembelajaran Metode yang digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain pretestposttest control group design. Dilakukan dengan melakukan pengukuran . sebelum kegiatan dan . ost tes. dengan memberikan intervensi. Setelah dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pendampingan dan evaluasi. Adanya program pengabdian masyarakat ini diharapkan Guru PAUD dapat memanfaatkan dan membuat media yang lebih baik untuk kedepannya untuk di terapkan kepada anak-anak agar dapat mengembangkan kognitifnya lebih maksimal serta efektif. Kata kunci: Numerik. Media Pembelajaran. AUD PENDAHULUAN siap memasuki pendidikan lebih lanjut. Tujuan dari Pendidikan Anak Usia Dini adalah untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya, sehingga dipersiapkan secara optimal untuk mencapai kedewasaan di kemudian hari (Idris & Risaldy. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru harus memberikan teknik pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak Adapun perkembangan anak usia dini terdiri dari beberapa aspek, yaitu: Perkembangan Moral dan Agama. Fisik Motorik. Kognitif. Bahasa, dan Sosial Emosional. Dariyo dalam (Safitri. Syukri, & Yuniarti, 2. mengutarakan bahwa aspek kognitif sebagai salah satu bidang pengembangan Pondasi mendasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak sekolah adalah pendidikan anak usia dini. Anak mengenal kehidupan melalui bermain di PAUD, dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak. Pendidikan anak usia dini diharapkan dapat membentuk kepribadian anak agar anak memperoleh pendidikan untuk masa depan. Menurut Pasal 1 ayat 14 UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan pada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan dengan memberikan rangsangan pendidikan untuk membantu tumbuh kembang yang baik secara jasmani dan rohani, agar anak Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 keterampilan dasar dalam kurikulum TK memegang peranan yang vital dalam upaya mengembangkan ketrampilan berpikir anak supaya dapat mengelola perolehan belajarnya, dapat menjumpai bermacam-macam opsi penyelesaian permasalahan, mendukung anak untuk mengembangkan keterampilan logika matematikanya dan pemahaman akan ruang dan waktu serta ketrampilan untuk memilahmilah, mengklasifikasi serta merancang pengembangan keterampilan berpikir teliti. Perkembangan kognitif memainkan peran esensial di sepanjang kehidupan individu, dengan keahlian awal dalam ranah kognitif keuntungan dikemudian hari, seperti prestasi akademis yang membaik pada masa remaja, tingkat pendidikan yang lebih tinggi sepanjang hidup, kesehatan psikis yang lebih stabil, dan lebih sedikit waktu yang dihabiskan untuk menganggur (Ken. Pitsia, & Colton, 2. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembelajaran adalah media Media merupakan alat untuk menyampaikan atau menyalurkan pesan sebagai perantara dari menyampaikan suatu pembelajaran yang mudah dipahami oleh anak (Mudita. Suarni, & Tirtayani, 2. Media merupakan salah satu penyalur informasi atau penyampaian pesan sebagai alat pembelajaran yang dapat membantu guru dalam menyampaikan kegiatan pembelajaran kepada anak (Cahyadi & Hernita. Adapun media yang menciptakan pembelajaran menjadi lebih menarik, konkret dan nyata dalam kejelasan proses pembelajaran serta memanfaatkan media yang mudah dipahami dan aman untuk anak (Ridyawati. Layanan Pendidikan anak usia dini yang diberikan BKB PAUD Kemuning 13 mulai dari usia 3- 6 tahun. Tuntutan orang tua murid BKB PAUD Kemuning 13 mengharapkan setelah anak mereka lulus memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Sehingga kegaiatan yang dilakukan oleh guru PAUD yaitu kegiatan yang melatih kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Tidak jarang para guru PAUD mengukur anak yang pintar dari kemampuan calistung. Belajar sambil bermain merupakan prinsip pembelajaran anak usia dini. Belajar sambil bermain memiliki makna bagi anak karena anak memperoleh Penting bagi guru untuk menggunakan ragam metode pembelajaran. Terbatasnya lokasi PAUD mengakibatkan anak-anak tidak dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Terbatasnya ruang gerak anak di satuan PAUD tentunya akan berdampak pada perkembangan anak. Hal ini terjadi di BKB PAUD Kemuning 13 yang memiliki luas 120m2 dimana ruang kepala PAUD dan ruang kelas berada dalam satu Ruang kelas di bagi 2 dimana terdengar suara anak -anak saling bersautan. Tentunya suasana tersebut berbeda di masa pandemic covid19 ini dimana anak-anak belajar dari rumah (BDR). Kompetensi guru PAUD Kemuning 13 yang merupakan Ibu-Ibu PKK tidak memiliki kualifikasi akademik. Pembelajaran yang diberikan kepada anak didik merupakan pengalaman yang di dapatkan menjadi seorang Ibu. Guru PAUD Kemuning 13 belum dapat menggunakan metode pembelajaran yang Berdasarkan permasalahan di atas dapat dilihat bahwa media yang dibutuhkan guru yaitu media konkret, sehingga bentuk solusi yang ditawarkan adalah pelatihan dan workshop dengan materi pembuatan media numerika bagi anak. METODE Metode yang digunakan adalah metode pengabdian masyarakat, dengan tujuan untuk meningkatkan dan memahami kemampuan matematika anak. Materi yang disampaian meliputi persiapan, pelaksanaan, pengabdian, pendampingan dan evaluasi Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 10 orang guru PAUD di daerah kelurahan Kebon Melati. Tanah Abang. 1 guru dari PAUD Bintang Kecil 09, 5 guru dari PAUD Melati 12, 1 guru dari PAUD Kemuning 14, 1 guru dari PAUD Ceria, 1 guru dari PAUD Melati 05, 1 guru dari PAUD Kejora. Waktu pelaksanaan dilakukan pada hari Senin dan Selasa, tanggal 18 dan 19 Juli 2022, waktu pendampingan dilakukan pada September, dan evaluasi dilakukan pada bulan oktober. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Langkah Pelaksanaan Program pengabdian masyarakat media numerika menggunakan alur metode kegiatan terdiri dari empat tahap: . tahap persiapan. tahap pelaksanaan. tahap pendampingan dan Tahapan Pelaksanaan Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Setelah kegiatan Ice Breaking, pemberian materi oleh Ibu Zahrina Amelia media-media guru-guru numerasi pada anak. Acara yaitu penutupan dan pemberian informasi terkait kegiatan besok. Tabel 1. Tahap Evaluasi Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Koordinasi mencangkup perizinan dengan pihak sekolah, setelah itu, menyusun permulaan dan media Hari 1: Kegiatan diawali Selanjutnya pembukaan oleh MC Aulia Bariyah. Acara sambutan dari Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Al-Azhar Indonesia yaitu Bapak Dr. Fidesrinur. Pd, kemudian dilanjutkan sambutan dari Ketua HIMPAUDI Kecamatan Tanah Abang yaitu Ibu Fitria Maswanita. Hari 2: Pertemuan kedua dilakukan pada hari Selasa, 19 Juli dimulai pada pukul PAUD Kemuning Kecamatan Tanah Abang. Kegiatan pertama seperti biasa registrasi dan acara pada hari ini dibuka oleh MC yaitu Aulia Ul Badriyah. Acara pertemuan kedua ini disampaikan oleh Ibu Nila Fitria M. Pd. Acara adalah ISHOMA. Penyampaian materi oleh Bapak Dr. Fidesrinur. Acara kegiatan Ice Breaking yang di Pandu oleh Raexania Juveline, dimana kegiatannya ice breaking dengan senam banana cha- . Pelatihan tentang media main numerika, guru akan dibagikan Meningkatkan pengetahuan tentang . bagi anak usia dini. Menjelaskan Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Tahapan Pelaksanaan Ciri-ciri APE menurut 9 orang guru adalah mengoptimalkan aspek perkembangan anak. Meningkatkan kreativitas anak sedangkan 1 perkembangan anak, aman untuk digunakan bagi anak, meningkatkan kreativitas anak dan digunakan oleh seluruh rentang usia. 10 orang guru menjawab kemampuan logika-matematik . ogico-mathematical intelligenc. termasuk kedalam menstimulasi menggunakan cara menghitung, membedakan bentuk, dan analisa data termasuk ke dalam kemampuan. Dan 8 orang guru urutan perkembangan angka adalah aktivitas mengurutkan, aktivitas mencocokkan, dan aktivitas pengukuran sederhana, sedangkan 1 orang guru menjawab aktivitas mengurutkan Dalam menjawab yang bukan tujuan perkembangan numerisasi anak usia dini 10 orang guru menjawab mengenal huruf dan Pengertian prinsip pembelajaran menurut 4 orang guru menjawab prinsip pembelajaran adalah kegiatan/landasan berfikir agar tujuan pembelajaran tercapai, 1 orang guru menjawab menarik, mudah dipahami anak dan konkrit, 1 orang guru menjawab landasan berfikir agar mencapai tujuan yang dinamis dan terarah, 1 orang guru menjawab kegiatan yang bertumpu pada anak, dan 3 orang guru mnejawab kegiatan bermain sambil belajar, berorientasi pada kebutuhan anak, dan dengan stimulasi terpadu serta mengenal lingkungan huruf dan angka. Perkembangan numerisasi anak usia 4-6 tahun menurut 3 orang guru menjawab anak dapat mengenal bentuk, ukuran, memasangkan benda, mengurutkan dan mengelompokkan, 4 orang guru menjawab mencocokkan, pengukuran geometri, kardinal, pola, dan menyusun gambar, 1 orang guru 1-5, menyebutkan angka tetapi tidak menulis, 1 perkembangan anak melalui posyandu dan 1 orang guru menjawab melompat, menggambar dan beradaptasi. Media yang dibuat dan digunakan disekolah adalah 4 orang guru menjawab media visual, audio, audio-visual, dan sebaneka 3 guru menjawab balok, kartu, playdough, kertas warna, sumpit plastik, dan lem, 1 orang guru menjawab kereta api angka, balok susun, dan bola warna, 1 orang guru menjawab APE, pengukuran, matematika permulaan, dan mencocokkan, dan 1 orang guru menjawab plastisin, lidi, sedotan, origami, dll. Kegiatan ragam main yang terdapat pada media Workshop aktivitas anak yang ada Terdapat pada Mempraktekkan aktivitas yang terdapat pada media main Kemudian masing-masing guru kegiatan tersebut. Pendampingan Pada kegiatan ini, apakah guru sudah mengerjakan dan hal tersebut terlihat saat menciptakan berbagai kegiatan dari media yang ada di beberapa PAUD. Evaluasi Pada kegiatan ini, pelaksana melakukan evaluasi dimana guru mengenalkan kognitif media-media pengantar numerika HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengetahuan Awal Berdasarkan hasil pengetahuan awal guru mengetahui pengertian dari media pembelajran yaitu Alat yang digunakan sebagai perantara atau penyalur pesan dalam menstimulasi semua aspek perkembangan anak usia dini dan tipe media pembelajaran adalah 8 orang guru menjawab Media Manipulatif Objek, guru menjawab Media Audio-Visual dan 1 guru menjawab Media Audio serta Kepanjangan dari APE adalah 8 orang guru menjawab Alat Permainan Edukatif, 1 orang guru menjawab Alat Pengetahuan Edukatif dan 1 orang guru menjawab Alat Peraga Edukatif Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Berdasarkan hasil pengetahuan awal numerisasi AUD adalah 3 orang guru menjawab membentuk geometri, bermain, mencocokkan, dan pengukuran, 1 orang guru menjawab memasangkan benda, mengurutkan, mengenal benda dan ukurannya, 1 orang guru menjawab visual, audio, audio visual, 1 orang guru menjawab bernyanyi, melompat, dan mewarnai, 1 orang guru menjawab tebak angka dan berhitung, 1 orang guru menjawab menghitung jari, menfongen dengan unsur angka, menyanyikan lagu dengan unsur angka, menhitung jumlah benda disekitar, dll, 1 orang guru menjawab berbicara dengan baik menggunakan kata/mencerdaskan, dan 1 orang guru menjawab mencerdaskan anak PAUD, membiasakan menggunakan huruf. Pendapat guru mengenai pembelajaran PAUD pengetahuan awal adalah 1 orang guru menginterpretasikan yang terdapat di sekeliling anak, 4 orang guru menjawab bermanfaat untuk menstimulasi motorik anak, kognitif anak dan matematika dasar, 1 orang guru menjawab diajarkan sejak dini untuk melatih kemampuan kognitif anak, 1 orang guru menjawab sebagai mengembangkan pengethuan dan keterampilan menggunakan matematika dengan percaya diri di seluruh aspek kehidupan, 1 orang guru menjawab adanya keterampilan guru yang berbeda-beda, 1 orang guru menjawab pembelajaran numerasi di PAUD sangat baik agar peserta didik mampu mengetahui konsep bilangan dalam sehari-hari, dan 1 orang guru mengoptimalkan perkembangan anak. Gambar 2. Paket Permainan Numerasi Gambar 3. Praktek Kegiatan Bermain Numerasi Pada 4 kelompok yang telah dibentuk guru mudah mengerti dan dapat membuat membuat mengenai media numerika mengerti. yang dibuat pada kelompok 1 adalah mengukur menggunakan telapak kaki, mengukur sayuran dengan lego akan tetapi pada saat memaparkan media tersebut guru sedikit kebingungan mengenai peritahnya, perbandingan 2 benda, mengukur pensil dengan menggunakan paper Kelompok mengelompokan tutup botol sesuai dengan lambang bilangan, membuat huruf dengan stik es krim dan menghitung jumlahnya, mengukur dan membandingkan pensil dengan lego, perbandingan berat dan ringan sebuah benda. Kelompok 3 membuat: mengurutkan angka 110 dengan menggunakan tutup botol dan kartu angka, mencocokkan angka dengan jumlah lego, membuat pola a-a-b-b atau a-b-a-b dengan menggunakan tutup botol dan stik es krim, dan media yang dibuat oleh kelompok 4 adalah mencocokkan angka dengan benda, jumlah stik es krim warna sesuai dengan warna tutup, mengukur panjang, pendek, berat dan ringan benda. Hasil Pendampingan Pada saat pembuatan media guru dibagi menjadi 4 kelompok dimana pada setiap kelompoknya di berikan 1 paket alat dan bahan yang dapat digunakan untuk membuat media. Hasil Pengetahuan Akhir dan Evaluasi Berdasarkan hasil pengetahuan akhir guru tentang mengetahui pengertian media numerika bagi anak usia dini. Guru dapat mengetahui pengertian media pembelajaran, 4 guru menjawab sarana fisik untuk menyampaikan pembelajaran/ materi pembelajaran, 1 guru menjawab saran penyampaian pembelajaran agar lebih mudah dipahami, 1 guru menjawab alat bantu yang digunakan dalam proses belajar Gambar 1. Kegiatan Praktek Membuat Kegiatan Bermain Numerasi Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 mengajar, 2 guru menjawab merupakan salah satu cara/alat bantu yang digunakan dalam proses belajar mengajar, dan 2 guru menjawab alat yang digunakan untuk keberlangsungan permainan/pembelajaran anak. Tipe-tipe APE yang baik menurut 4 guru APE yang baik adalah dengan menggunakan media visual dan audio, menurut 3 guru APE yang baik dengan menggunakan media visual, dan menurut 3 guru adalah yang aman, membayangkan imajinasi anak. Dengan begitu para guru dapat mengetahui apa itu kepanjangan APE, berdasarkan hasil menurut 10 guru kepanjangan APE adalah Alat Permainan Edukatif. Ciri-ciri APE yang baik untuk digunakan dengan anak menurut 4 guru APE yang baik adalah alat permainan yang memiliki beraneka ragam bentuk yang aman dan tidak berbahaya untuk anak, menurut 1 guru ciri APE yang baik adalah yang ditujukan untuk anak PAUD yang aman dan nyaman, menurut 1 guru ciri APE yang baik yang ditujukan untuk anak PAUD dan berfungsi untuk mengembangkan berbagai perkembangan anak, menurut 1 guru ciri APE yang baik adalah yang menarik, konkrit, dan mudah dimainkan, dan menurut 3 guru ciri APE yang baik adalah yang tidak mudah pecah, menggali dan menstimulasi kemampuan anak di sesuaikan oleh usia. Dari yang sudah diketahui tentang APE, guru-guru dapat mengetahui kemampuan logika-matematik . ogico-mathematical intelligenc. , terbukti bahwa menurut 4 guru melakukannya dan menurut 3 guru lainnya menunjukkan bahwa anak cerdas dalam melakukan dan mengenal angka dalam belajar atau setiap indikator yang dipelajari, 2 guru menyatakan kemampuan logika matematika yaitu logika yang dapat memunculkan anak itu cerdas dapat memperhatikan kecerdasan dalam melakukan kegiatan, dan 1 guru mengatakan kemampuan berfikir tentang hitungan atau Dalam perkembangan mengenalkan angka kepada anak usia dini, pastilah ada tahapantahapannya menurut 4 guru urutannya adalah mencocokkan-mengklasifikasi-matematika aljabar-geometri-pengukuran-estimasi pemecahan masalah, menurut 2 orang guru mencocokkan-aljabar-geometriestimasi-pemecahan masalah-pengukuran-dan klasifikasi, menurt 2 orang guru urutannya mengklasifikasi-mencocokkangeometri-pemecahan masalah, menurut 1 guru mencocokkan-mengklasifikasipemecahan masalah-geometri-estimasi, dan menurut 1 guru urutannya adalah mengurutkanmengklasifikasi-geometri-matematika aljabar. Guru juga mengetahui apa tujuan dari perkembangan numerasi pada anak usia dini, 4 orang guru menyatakan tujuan perkembangan AUD perkembangan anak dan berbagai fungsi perkembangan numerasi untuk perkembangan dalam berbagai bentuk agar memahami isi AUD membantu anak agar mengenal konsep matematika awal, 1 orang guru menyatakan mengetahui seberapa tahu anak mengenal angka dan belajar matematika, 1 orang guru menyatakan tujuan perkembangan numerasi pada AUD adalah untuk mengetahui perkembangan dari berbagai bentuk agar dapat memahami dari isi tersebut, dan 1 orang guru menyatakan tujuan pembelajaran numerasi untuk adalah untuk meningkatkan secara optimal sesuai dengan usia anak dan kemampuan berhitung. Sehingga dari tujuan perkembangan tersebut guru-guru dapat mengetahui mengenai prinsip pembelajaran, menurut 4 guru prinsip pembelajaran merupakan kegiatan bermain sambil belajar yang berorientasi pada kebutuhan anak, 2 guru melakukan kegiatan bermain sambil belajar agar berkualitas dan berkembang, dan 4 guru menyatakan prinsip pembelajaran haruslah mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak. Dalam perkembangan numerasi ini guru dapat menuliskan perkembangan numerasi anak usia 4-6 tahun, 5 orang guru mengatakan pembelajaran non-matematika, 3 orang guru menjawab mengurutkan, mengelompokkan, menyusun pola, membedakan besar-kecil dan banyak-sedikit, 1 orang guru menjawab pembelajaran yang menggunakan APE, dan 1 guru menjawab matematika permulaan, aljabar, mencocokkan dan mengklasifikasi. Dalam proses belajar mengajar disekolah medai apa Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 saja yang guru gunakan, 5 guru menjawab menggunakan bahan bekas, 4 guru menjwab menggunakan kertas warna, balok, lego sumpit, dan kartu angka, dan 1 guru menjawab kereta api angka dan bola warna. Guru menyebutkan aktivitas apa saja yang dapat melatuh keterampilan numerasi AUD, 5 guru menyebutkan mengelompokkan menghitung, menempel, mencocokkan, mengklasifikasi, mengurutkan dan membuat pola, 4 guru menyebutkan bernyanyi, bermain, berkeliling sekolah, menanam tanaman, melompat, dan bertepuk tangan, dan 1 guru menyebutkan botol, kaleng, kardus, dll. Guru juga diminta untuk menuliskan pendapat mengenai pembelajaran numerasi di PAUD, mengevaluasi pernyataan yang melibatkan mental dan pikiran anak serta perkiraan sesuai dengan masalahnya, 3 guru menjawab sangat dalam pembelajaran menyenagkan, 1 guru menjawab bermanfaat untuk anak karena dengan numerasi dapat menstimulasi kognitif anak dalam kemampuan matematika, dan 1 guru menjawab sangat membantu pembelajaran pada mental dan konsentrasi anak dalam memecahkan masalah. Pada saat membuat media dan guru-guru dari kelompok 1-4 tidak mengalami kesulitan, guru-guru sangat antusias saat membuat media Guru-guru numerika dalam kegiatan pembelajaran pada AUD. Kegiatan yang yang diberikan saat pengabdian dapat menjadi kegiatan - kegiatan yang menyenangkan untuk anak. Pengetahuan guru pun sudah meningkat akan tetapi guruguru masih perlu membutuhkan pendalaman dalam tindak lanjut pembelajaran kognitif bagi anak dan keluasan dalam pengembangan mengembangkan media baik berdasarkan lingkungan sekitar atau pun berdasarkan Hasil dan Pembahasan Setelah kegiatan selama dua . pertemuan selesai, dilakukan olah data terhadap pertanyaan yang diberikan sebelum dan setelah kegiatan pengabdian masyarakat. Pada pengetahuan awal dan akhir guru mengetahui pengertian dan tipe dari media pembelajaran. (Zaini & Dewi, 2. menjelaskan bahwa media merupakan perangkat perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepenerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan dan perhatian anak didik untuk tercapainya tujuan pendidikan, serta kepanjangan dan ciri-ciri dari APE kemudian pemahaman guru makin bertambah ketika guru mengerjakan tes akhir yang dilakukan setelah guru di berikan pengetahuan tentang media Perkembangan numerisasi anak usia 4-6 tahun berdasarkan hasil pengetahuan awal menurut peserta adalah anak dapat mengenal bentuk dan ukuran, dapat memasangkan benda, mengurutkan dan mengelompokkan benda, perhitungan, kardinal, mengenal warna, bisa berhitung 1-5, bisa menyebutkan angka tetapi tidak bisa menulis, sedangkan berdasarkan hasil pengetahuan akhir adalah pembelajaran non matematika, pembelajaran menggunakan APE, pembahasan mata pelajaran lain sehingga anak didik memiliki banyak kesempatan tuntuk melatih pengetahuan dan keterampilan matematika didalam konteks matematika. Kemampuan logika-matematik berdasarkan pengetahuan awal menurut peserta adalah menstimulasi menggunakan cara menghitung, membedakan bentuk, dan analisa data. Berdasarkan hasil pengetahuan akhir adalah memperhatikan kecerdasan dalam melakukan, menunjukkan bahwa anak cerdas dalam melakukan dan mengenal angka dalam belajar, menunjukkan bahwa anak cerdas dalam melakukan dan mengenali setiap indicator yang dilihat, dan kemampuan berfikir tentang hitungan / matematika. Menurut (Machali, 2. kecerdasan matematislogis (LogicalMathematical Intelligenc. adalah kemampuan untuk menangani bilangan dan perhitungan, pola dan pemikiran logis dan ilmiah Tujuan perkembangan dari numerisasi anak usia dini berdasarkan hasil pengetahuan awal adalah mengenal bentuk dan ukuran, mengenal Gambar 4. Implementasi Media Numerika Kepada AUD Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 pola dan hubungan, mengenal angka dan Berdasarkan hasil pengetahuan akhir tujuan perkembangan dari numerisasi anak usia dini untuk mengetahui perkembangan anakdan berbagai fungsi bentuk, membantu anak agar mengenal konsep matematika awal, untuk mengetahui seberapa tahu anak mengenal angka dan belajar matematika, meningkatkan secara optimal sesuai usia anak, kemampuan Urutan perkembangan angka anak usia dini berdasarkan hasil pengetahuan awal aktivitas mengurutkan, aktivitas mencocokkan, aktivitas pengukuran sederhana, sedangkan berdasarkan pengetahuan akhir urutan perkembangan angka anak usia dini meliputi mencocokkan, al jabar, geometri, estimasi, pemecahan masalah, pengukuran, dan klasifikasi. Hal tersebut sesuai dengan paparan yang disampaikan oleh bapak Dr. Fidesrinur. Pd dan ibu Zahrina Amelia. Pd. Kegiatan pengabdian masyarakat kepada guru-guru ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana. Faktor yang mendukung dari kelancara kegiatan pengabdian masyarakat ini Kerjasama antara tim peneliti dengan mitra guru yang berjalan sangat baik. Materi pengabdian yang diberikan oleh peneliti dibutuhkan oleh para guru mitra. Antusiasme dari peserta yang dibuktikan dengan keseriusannya mengikuti kegiatan pengabdian dari awal hingga akhir. kreativitasnya masing-masing dan memerlukan pendampingan kembali. UCAPAN TERIMA KASIH