Pratama dan Bangun: pengaruh ukuran perusahaan, sales growth, dan operating . PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. SALES GROWTH. DAN OPERATING CAPACITY TERHADAP FINANCIAL DISTRESS. Enrico Andrew P* Nurainun Bangun Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: enrico. 125190033@stu. Abstract The purpose of this study is to obtain empirical evidence regarding the effect of company size, sales growth, and operating capacity on financial distress. This research uses food and beverage sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in This research uses a purposive sampling method and there are as many as 93 company data. The data obtained was processed using the E-Views 12 program. Based on the research conducted, the results obtained were that company size has a positive and significant impact on financial distress, sales growth has a negative and significant impact on financial distress, and operating capacity has a positive and significant impact on financial distress. The implication of this research is that company size, sales growth, and operating capacity affect company management, investors, and creditors in making decisions. Keywords: Financial Distress, company size, sales growth, operating capacity Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh Ukuran perusahaan, sales growth, dan operating capacity terhadap financial distress. Penelitian ini menggunakan perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan ada sebanyak 93 data perusahaan. Data yang diperoleh diolah menggunakan program E-Views 12. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, sales growth memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress, dan operating capacity memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Implikasi dari penelitian ini adalah ukuran perusahaan, sales growth, dan operating capacity mempengaruhi manajemen perusahaan, investor, dan kreditor dalam pengambilan keputusan. Kata Kunci: Financial Distress, ukuran perusahaan, sales growth, operating capacity Pendahuluan Financial distress merupakan kondisi dimana keuangan perusahaan dalam keadaan tidak sehat atau krisis kondisi financial distress mempunyai arti bahwa perusahaan mengalami kondisi keuangan pada setiap tahunnya semakin menurun. Kondisi perusahaan yang mengalami kebangkrutan mempunyai arti bahwa perusahaan sudah tidak beroperasi, tidak dapat membayar kewajiban perusahaan. Secara garis besar Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1267-1274 Pratama dan Bangun: pengaruh ukuran perusahaan, sales growth, dan operating . penyebab masalah keungan perusahaan dapat dikelompokkan menjadi faktor internal seperti penjualan dibawah target, kesalahan produksi, dan inefisiensi. Informasi mengenai financial distress sangat dibutuhkan oleh para pihak yang berkepentingan, seperti investor dan kreditor. Bagi investor financial distress sangat penting karena untuk memastikan bahwa modal yang di investasikan dalam perusahaan tersebut aman dan bagi kreditor untuk memastikan bahwa perusahaan mampu membayar kewajiban perusahaan tersebut. Faktor pertama yang mempengaruhi financial distress adalah ukuran Ukuran perusahaan dapat menggambarkan seberapa besar jumlah aset yang dimiliki perusahaan. Faktor kedua yang mempengaruhi financial distress yaitu sales growth Pertumbuhan nilai perusahaan menggambarkan bahwa pasar memberikan respon positif terhadap produk atau jasa yang diberikan perusahaan. Faktor ketiga yang mempengaruhi financial distress yaitu operating capacity Menurut teori keagenan, perusahaan kegiatan pengelolaan menjadi tanggung jawabnya dari agen. Kegiatan operasional dari perusahaan agen dituntut untuk bisa memaksimalkan penggunaan asetnya, sehingga penjualan dan keuntungan dapat Kajian teori Teori sinyal . ignaling theor. diperkenalkan pertama kali oleh Spence . yang menjelaskan bahwa pihak pengirim . emilik informas. memberikan potongan informasi perusahaan yang relevan melalui isyarat atau suatu sinyal kepada pihak Brigham dan Houston . menjelaskan bahwa teori sinyal adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk memberikan petunjuk kepada investor cara memandang prospek perusahaan. Teori sinyal tersebut menjelaskan bahwa perusahaan memberikan informasi sebagai sinyal positif kepada pihak eksternal. Hal ini karena informasi dapat sebagai faktor penting bagi investor sebagai gambaran kondisi, masa lalu, dan masa depan perusahaan. (Phan et al. , 2. Kaitan antara variabel Pengaruh ukuran perusahaan terhadap financial distress Ukuran perusahaan dapat menggambarkan seberapa besar jumlah aset yang dimiliki perusahaan (Loman & Malelak, 2. Semakin besar perusahaan maka semakin besar total aset yang dimilikinya. Besarnya aset ini akan menarik perhatian investor karena perusahaan yang memiliki aset yang besar memiliki sumberdaya lebih untuk menghadapi permasalahan keuangan dan menghindari financial distress. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Liahmad et al. , . Syuhada & Muda, . Pranita & Kristanti, . menunjukkan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap financial distress. Pengaruh sales growth terhadap financial distress Pertumbuhan penjualan . ales growt. dapat diketahui dengan membandingkan perubahan penjualan periode berjalan dengan tahun sebelumnya dibagi dengan penjualan tahun sebelumnya. Hal ini berarti Sales growth dapat menjadi ukuran dari keberhasilan investasi yang dilakukan pada periode sebelumnya, sehingga rasio ini dapat digunakan untuk memprediksi pertumbuhan perusahaan di masa yang akan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1267-1274 Pratama dan Bangun: pengaruh ukuran perusahaan, sales growth, dan operating . Semakin tinggi tingkat pertumbuhan penjualan suatu perusahaan maka investor menilai bahwa perusahaan memiliki strategi pemasaran dan penjualan produk yang tepat. Pertumbuhan penjualan yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan perusahaan sehingga mengurangi risiko financial distress. Sinyal positif . ood new. akan diterima oleh investor jika rasio pertumbuhan penjualan perusahaan selalu meningkat, sebaliknya jika rasio tersebut mengalami penurunan bahkan mencapai nilai negatif maka investor menganggap ini sebagai sinyal negatif . ad new. karena dikhawatirkan tidak akan mampu menutup baiay yang terjadi dan mengakibatkan mengalami kesulitan keuangan. Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Pranita & Kristanti, . menunjukkan sales growth berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Pengaruh operating capacity terhadap financial distress Operating Capacity menggambarkan terciptanya ketepatan kinerja operasional dari suatu entitas (Widhiari dan Merkusiwati 2. Semakin rendah rasio total asset turnover menunjukan bahwa perusahaan belum mampu memaksimalkan aktiva yang dimiliki. Sebaliknya semakin tinggi rasio total asset turnover maka akan semakin baik karena menunjukkan perusahaan mampu memaksimalkan aktiva yang dimiliki. (Rahmayanti & Hadromi, 2. membuktikan bahwa rasio Operating Capacity berpengaruh positif terhadap financial distress. Sedangkan menurut (Widhy Setyowati, 2. Operating Capacity berpengaruh negatif terhadap financial distress. Pengembangan hipotesis Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Fadlillah, . dan Widhy Setyowati, . menjelaskan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap financial distress. Maka berdasarkan penelitian terdahulu hipotesis pada penelitian ini H1: ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kondisi financial distress suatu Menurut Saputro dan Setiawati . mengatakan bahwa perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi juga memiliki motivasi untuk meminimalkan laba. Penjualan merupakan indikator dari penerimaan pasar atau jasa yang dihasilkan dan pendapatan yang dihasilkan dari penjualan tersebut dapat digunakan untuk mengukur tingkat pertumbuhan penjualan. (Widhy Setyowati, 2. Sales Growth berpengaruh negatif terhadap financial distress. H2: Sales Growth tidak berpengaruh terhadap kondisi financial distress suatu Operating Capacity menggambarkan terciptanya ketepatan kinerja operasional dari suatu entitas (Widhiari dan Merkusiwati 2. Semakin rendah rasio total asset turnover menunjukan bahwa perusahaan belum mampu memaksimalkan aktiva yang H3: Operating capacity berpengaruh negatif signifikan terhadap financial Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1267-1274 Pratama dan Bangun: pengaruh ukuran perusahaan, sales growth, dan operating . Metodelogi Dalam hal pengumpulan data, penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari laporan keuangan perusahaan sektor konsumen food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Penelitian ini menjelaskan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Tabel operasional variabel Variabel Ukuran Financial distress Z = 0,717(X. 0,847(X. 3,107(X. 0,420(X. 0,998(X. Skala Rasio Ukuran perusahaan Sales growth Rasio Rasio Ln = . otal asse. SG= Sales t- sales t-1 Sales t-1 TATO= sales Total asset Operating capacity Rasio Hasil uji statistik dan kesimpulan Proses pengolahan dan pengujian data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi E-views 12. Teknik yang digunakan untuk pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik deskriptif dilakukan dengan 133 data menunjukkan bahwa variabel financial distress (Z) memiliki nilai rata-rata . 965435 dengan nilai standart deviation . impangan bak. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata . lebih rendah dari nilai simpangan baku . tandart deviatio. , maka financial distress (Z) memiliki sebaran data kecil dan tidak terdapat kesenjangan yang Nilai tertinggi . 50847 dimiliki oleh Yelo Integra Datanet Tbk. pada tahun 2019. Hal ini menunjukkan bahwa Yelo Integra Datanet Tbk. dalam keadaan zona Nilai terendah . 345361 dimiliki oleh Primarindo Asia Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1267-1274 Pratama dan Bangun: pengaruh ukuran perusahaan, sales growth, dan operating . Infrastructure Tbk. pada tahun 2021. Hal ini Primarindo Asia Infrastructure Tbk. keadaan zona financial distress. Berdasarkan hasil Tabel 4. 3, menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan (UP) memiliki nilai rata-rata . 30949 dengan nilai simpangan baku . tandart deviatio. Hal ini berarti nilai rata-rata . lebih tinggi dari nilai simpangan baku . tandart deviatio. , maka ukuran perusahaan (UP) memiliki sebaran data besar dan terdapat kesenjangan yang besar. Nilai tertinggi . 82638 yang dimiliki oleh Yelo Integra Datanet Tbk. pada tahun 2019. Nilai terendah . dimiliki oleh Anugerah Kagum Karya Utama Tbk. 31018 pada tahun 2021. Berdasarkan hasil Tabel 4. 3, variabel sales growth (SG) memiliki nilai rata-rata . 115812 dengan nilai simpangan baku . tandart deviatio. sebesar Hal ini menunjukkan nilai rata-rata . lebih rendah dari nilai simpangan baku . tandart deviatio. , maka berarti sales growth (SG) memiliki sebaran data kecil dan tidak terdapat kesenjangan yang besar. Nilai tertinggi . yang dimiliki oleh Primarindo Asia Infrastructure Tbk. pada tahun 2021. Nilai terendah . sebesar -0998248 dimiliki oleh Yelo Integra Datanet Tbk. pada tahun Berdasarkan hasil Tabel 4. 3, variabel operating capacity (OC) memiliki nilai rata-rata . 607dengan nilai simpangan baku . tandart deviatio. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata . lebih rendah dari nilai simpangan baku . tandart deviatio. , maka operating capacity (OC) memiliki sebaran data kecil dan tidak terdapat kesenjangan yang besar. Nilai tertinggi . 758316 yang dimiliki Yelo Integra Datanet Tbk. pada tahun 2020. Yelo Integra Datanet Tbk. pada tahun 2020 memiliki nilai terendah . dengan nilai Hasil uji Statistik deskriptif Mean Maximum Minimum Std. Dev Analisis data dan pengukuran Multikolinearitas Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui korelasi antar variabel independen atau bebas dalam model regresi. Dalam penelitian ini, uji multikolinearitas dilakukan dengan menguji koefisien korelasi antara variabel Jika nilai koefisien korelasi antar variabel independen lebih kecil 9, maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas. Jika nilai koefisien korelasi antar variabel independen lebih besar dari 0. 9, maka disimpulkan terjadi multikolinearitas. Berikut disajikan dalam Tabel 4. 5 hasil uji multikolinearitas: Hasil Uji Multikolinearitas Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1267-1274 Pratama dan Bangun: pengaruh ukuran perusahaan, sales growth, dan operating . Sum hasil pengujian E-views 12 Uji heteroskedastisitas Jika nilai probabilitas lebih besar dari 0. 05, dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah pada heteroskedastisitas. Jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0. maka dapat disimpulkan bahwa terjadi masalah heteroskedastisitas. Berikut adalah hasil dari uji heteroskedastisitas: Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficient Prob. 00E-05 Sumber: hasil pengujian E-views 12 Uji f Method: Panel Least Squares Prob(F-Statisti. Sumber: Hasil pengujian E-views 12 Berdasarkan Tabel 4. 17, nilai probabilitas F-statistic sebesar 0. 259712, yang artinya nilai 0. 259712 > 0. Hal ini dapat disimpulkan bahwa variabel independen, yaitu ukuran perusahaan, sales growth, dan operating capacity secara bersama-sama tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen, yaitu financial distress. Uji T variabel pertama, yaitu ukuran perusahaan memiliki nilai koefisien regresi 327543 dan nilai probabilitas sebesar 0. 0848, sales growth memiliki nilai koefisien regresi sebesar -0. 270751 dan nilai probabilitas sebesar 0. operating capacity memiliki nilai koefisien regresi sebesar 4. 32E-05 dan nilai probabilitas sebesar 0. Uji chow Effect Statistic Prob. Cross section F 1. Cross-section Chi-square Sumber: hasil pengujian E-views 12 Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1267-1274 Pratama dan Bangun: pengaruh ukuran perusahaan, sales growth, dan operating . Berdasarkan Tabel diatas dijelaskan bahwa nilai probabilitas dari crosection chi-square sebesar 0. Berdasarkan tingkat signifikansi 5% . , nilai 0. 0000 < 0. 05, maka Ha diterima, maka model yang terpilih adalah fixed effect model Hasil uji Hausman Test Summary Chi-Sq. Statistik Chi-Sq. Cross-section Prob. Sumber: hasil pengujian E-views 12 Berdasarkan Tabel 4. 13, nilai probabilitas cross-section random sebesar 0. lebih besar dari tingkat signifikan 0. 4316 > 0. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan H0 diterima, maka model yang digunakan adalah random effect model. Hasil Uji Lagrange Multiplier Both Breusch-Pangan . Sumber: Hasil pengujian E-views 12 Hasil Tabel 4. 14 menunjukkan hasil uji lagrange multiplier bahwa nilai probabilitas untuk breusch-pangan sebesar 0. Berdasarkan tingkat signifikan 5% . , maka Ha ditolak dan H0 diterima. Dapat disimpulkan bahwa hasil dari uji lagrange multiplier model yang digunakan adalah random effect model. Diskusi