ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD melalui Tari Serampang Dua Belas Terhadap Kreativitas Siswa Kelas V SDN 066053 Medan Kaisah Romadoni Harahap1. Putra Afriadi2. Lidia Simanihuruk3. Try Wahyu Purnomo4. Sri Mustika Aulia5 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Medan zatmanpayung83@gmail. com1, putraafriadi@unimed. lidiasimanihuruk@unimed. id3, twahyu@unimed. id4, iieaulia@unimed. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) melalui tari Serampang Dua Belas terhadap kreativitas siswa pada pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) kelas V SDN 066053 Medan Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest design dengan subjek sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes praktik dan observasi dengan instrumen lembar penilaian kreativitas berdasarkan indikator Torrance, yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, dan Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Liliefors (Kolmogorov-Smirno. dan uji hipotesis menggunakan uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas siswa setelah penerapan model STAD. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kreativitas siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui tari Serampang Dua Belas berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kreativitas siswa kelas V SDN 066053 Medan. Kata kunci: Model STAD. Kreativitas Siswa. Seni Tari. Serampang Dua Belas. SBdP Abstract This study aims to determine the effect of the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model through the Serampang Dua Belas dance on studentsAo creativity in the Cultural Arts and Crafts subject for fifth-grade students at SDN 066053 Medan in the 2025/2026 academic year. This research employed a quantitative approach with a one group pretest-posttest design involving 30 students. Data were collected through performance tests and observations using a creativity assessment instrument based on Torrance indicators, namely fluency, flexibility, originality, and elaboration. Data analysis was conducted using the Liliefors normality test (Kolmogorov-Smirno. and hypothesis testing using the t-test with the assistance of SPSS. The results showed an increase in studentsAo creativity after the implementation of the STAD model. The hypothesis testing results indicated a significant effect of the STAD cooperative learning model on studentsAo creativity. Therefore, it can be concluded that the STAD cooperative learning model through the Serampang Dua Belas dance has a significant effect on improving the creativity of fifth-grade students at SDN 066053 Medan. Keywords: STAD Model. Student Creativity. Dance. Serampang Dua Belas. SBdP ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses yang berperan penting dalam mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dalam konteks pendidikan dasar, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan keterampilan, sikap, dan kreativitas siswa (Tulak et al. , 2025. Zulaeha et , 2. Menurut Novitasari dkk. , pendidikan merupakan proses perubahan perilaku individu menuju kedewasaan yang membantu peserta didik dalam berpikir, berperilaku, dan berinteraksi di lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, pembelajaran di sekolah dasar perlu dirancang secara aktif, kreatif, dan menyenangkan agar mampu mengembangkan seluruh potensi siswa secara optimal (KabangaAo et al. , 2. Namun, pada praktiknya kreativitas siswa sekolah dasar masih belum berkembang secara optimal. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas V UPT SDN 066053 Medan, ditemukan bahwa sebagian besar siswa masih pasif selama pembelajaran seni tari berlangsung. Siswa cenderung hanya meniru gerakan yang dicontohkan guru tanpa berani mengembangkan variasi gerak sendiri. Selain itu, siswa juga terlihat kurang percaya diri ketika tampil di depan kelas serta belum mampu bekerja sama secara aktif dalam kegiatan kelompok. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari masih berpusat pada guru dan belum memberikan ruang yang cukup bagi siswa untuk mengeksplorasi kreativitasnya. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kreativitas siswa adalah penggunaan model pembelajaran yang masih bersifat konvensional. Pembelajaran yang didominasi metode ceramah dan demonstrasi menyebabkan siswa kurang aktif dalam berdiskusi, berkolaborasi, dan mengembangkan ide kreatif. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar aktif, menyenangkan, dan mendorong keterlibatan siswa secara langsung (Kaharuddin et al. , 2026, 2021. Syawal et al. , 2. Selain itu, hasil wawancara dengan guru SBdP menunjukkan bahwa model pembelajaran yang digunakan selama ini adalah Discovery Learning. Meskipun model tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep secara mandiri, pelaksanaannya dinilai belum efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa. Siswa masih terlihat pasif, kurang percaya diri, dan belum mampu mengembangkan gerakan tari secara optimal. Rendahnya rasa percaya diri siswa berdampak pada kurangnya keberanian dalam menyampaikan ide dan mengekspresikan gerakan secara bebas (MaAodika et al. , 2025. Tulak et al. , 2. Kondisi ini menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang lebih kolaboratif dan mampu memberikan ruang interaksi yang lebih luas antarsiswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Model STAD merupakan model pembelajaran yang menekankan kerja sama kelompok heterogen untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama. Melalui kegiatan diskusi. ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 latihan kelompok, dan saling membantu antaranggota kelompok, siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran serta memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya. Penerapan model STAD dipandang sesuai dengan karakteristik pembelajaran seni tari karena proses pembelajarannya berlangsung secara kolaboratif. Melalui diskusi dan kerja kelompok, siswa dapat menghasilkan berbagai variasi gerak . , menyesuaikan gerakan dengan ide teman dan irama . , menciptakan gerak baru yang berbeda . , serta memperkaya detail gerakan dan ekspresi . Menurut Afriadi . , kreativitas yang dikembangkan secara konsisten akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan pribadi maupun kemampuan sosial siswa. Oleh karena itu, model STAD diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif, dan kreatif dalam pembelajaran seni tari di sekolah Menurut Jamora Nasution dkk. , tari Serampang Dua Belas merupakan tari tradisional yang kaya nilai estetika, kerja sama, dan ekspresi emosional. Tari ini memiliki pola gerak sederhana dengan iringan musik yang dinamis sehingga memberi peluang bagi siswa untuk mengembangkan variasi gerak dan kreativitas secara Penggunaan tari tradisional Serampang Dua Belas dalam penelitian ini juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena mampu memperkenalkan budaya lokal kepada siswa. Tari Serampang Dua Belas merupakan salah satu tari tradisional Melayu yang memiliki gerakan dinamis, berpasangan, dan membutuhkan kerja sama antarpemain sehingga sesuai diterapkan dalam pembelajaran kooperatif. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa model pembelajaran STAD mampu meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa. Namun demikian, penelitian yang mengkaji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui tari Serampang Dua Belas terhadap kreativitas siswa sekolah dasar masih terbatas. Selain itu, penelitian Topanus Tulak menegaskan bahwa pembelajaran kolaboratif berbasis aktivitas budaya dapat meningkatkan partisipasi dan kreativitas siswa sekolah dasar melalui pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kreativitas siswa kelas V sekolah dasar melalui pembelajaran seni tari berbasis budaya lokal. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui tari Serampang Dua Belas terhadap kreativitas siswa kelas V UPT SDN 066053 Medan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode preexperimental design menggunakan desain one group pretest-posttest. Desain ini digunakan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kreativitas siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Penelitian dilaksanakan di UPT SDN 066053 Medan yang berlokasi di Kecamatan Medan Denai. Kota Medan. Sumatera Utara. Subjek penelitian adalah siswa ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 kelas V yang berjumlah 30 orang, terdiri atas 15 siswa laki-laki dan 15 siswa Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling karena seluruh siswa kelas V dijadikan subjek penelitian. Penelitian dilaksanakan melalui empat tahap pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan kegiatan pembelajaran awal menggunakan model Discovery Learning untuk mengenalkan gerakan dasar tari Serampang Dua Belas. Pertemuan kedua dilakukan pretest untuk mengukur kreativitas awal siswa. Pertemuan ketiga dilaksanakan pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe STAD dengan membagi siswa ke dalam kelompok heterogen untuk berdiskusi, berlatih, dan mengeksplorasi gerakan tari secara bersama. Pertemuan keempat dilakukan posttest untuk mengetahui peningkatan kreativitas siswa setelah perlakuan. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi kreativitas siswa berdasarkan indikator kreativitas Torrance yang meliputi kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Penilaian dilakukan melalui tes praktik tari Serampang Dua Belas menggunakan rubrik penskoran dengan kategori sangat kreatif, kreatif, cukup kreatif, dan kurang kreatif. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui nilai rata-rata pretest dan posttest kreativitas siswa. Sementara itu, statistik inferensial dilakukan menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji hipotesis paired sample t-test dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25 pada taraf signifikansi 0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di UPT SD Negeri 066053 Medan yang berlokasi di Kecamatan Medan Denai. Kota Medan. Sumatera Utara. Sekolah ini merupakan sekolah dasar negeri dengan status akreditasi B dan memiliki fasilitas pembelajaran yang cukup mendukung proses pendidikan, seperti ruang kelas, perpustakaan, serta halaman sekolah yang digunakan untuk berbagai kegiatan siswa. Penelitian dilakukan pada siswa kelas V yang berjumlah 30 orang, terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Proses penelitian berlangsung selama empat kali pertemuan, mulai dari pemberian pembelajaran awal menggunakan discovery learning, pelaksanaan pretest, pemberian perlakuan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui tari Serampang Dua Belas, hingga pelaksanaan posttest. Sebelum digunakan dalam penelitian, instrumen observasi kreativitas siswa terlebih dahulu divalidasi oleh ahli untuk memastikan kelayakan isi, kejelasan bahasa, dan kesesuaian indikator dengan aspek kreativitas yang diukur. Hasil validasi menunjukkan bahwa instrumen berada pada kategori valid dan layak digunakan setelah dilakukan beberapa revisi sesuai saran validator. Revisi yang dilakukan meliputi penyederhanaan bahasa pada rubrik penilaian, penghilangan indikator yang sulit diamati secara langsung, serta perbaikan kesesuaian antarindikator kreativitas. Selain itu, dilakukan pula uji interrater reliability dengan melibatkan guru seni sebagai pembanding penilaian guna meningkatkan konsistensi hasil observasi. ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas siswa mengalami peningkatan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui tari Serampang Dua Belas. Sebelum perlakuan diberikan, rata-rata nilai kreativitas siswa pada pretest sebesar 28,8 dan termasuk kategori rendah. Pada tahap awal, siswa masih cenderung pasif, kurang percaya diri, serta hanya meniru gerakan yang dicontohkan guru tanpa mengembangkan variasi gerak sendiri. Setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 38,37 dengan selisih peningkatan sebesar 9,56 poin. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa model STAD mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif dan kolaboratif sehingga mendorong siswa untuk lebih kreatif dalam mengeksplorasi gerakan tari. Peningkatan kreativitas siswa terlihat pada seluruh indikator kreativitas Torrance. Pada aspek kelancaran . , siswa mampu menghasilkan lebih banyak variasi gerakan tari secara berkelanjutan. Pada aspek keluwesan . , siswa mulai mampu menyesuaikan gerakan dengan pasangan dan kelompok secara lebih baik. Pada aspek keaslian . , siswa menunjukkan keberanian memodifikasi gerakan dan menambahkan ide sendiri dalam penampilan tari. Sementara pada aspek elaborasi . , siswa mampu memperjelas rangkaian gerakan melalui penggunaan ekspresi, tempo, dan perpindahan arah gerak yang lebih terstruktur. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,119 dan 0,069 atau lebih besar dari 0,05. Selanjutnya, hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga HCA ditolak dan HCA diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui tari Serampang Dua Belas terhadap kreativitas siswa. Peningkatan kreativitas siswa terjadi karena model STAD memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama, berdiskusi, dan bertukar ide dalam Interaksi sosial selama pembelajaran mendorong siswa untuk lebih aktif dan berani mengekspresikan ide kreatifnya. Selain itu, penggunaan tari Serampang Dua Belas sebagai media pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang menarik dan kontekstual karena melibatkan aktivitas gerak, ekspresi, dan kerja sama antarsiswa. Temuan penelitian ini sejalan dengan teori Torrance yang menyatakan bahwa kreativitas dapat berkembang melalui kemampuan berpikir lancar, fleksibel, orisinal, dan terelaborasi. Selain itu, hasil penelitian ini juga mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu meningkatkan kreativitas dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran seni. Meskipun demikian, penelitian ini masih memiliki keterbatasan, yaitu jumlah sampel yang relatif kecil dan waktu penelitian yang singkat. Penelitian ini juga hanya menggunakan desain pre-experimental tanpa kelompok kontrol sehingga pengaruh perlakuan belum dapat dibandingkan secara lebih luas. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain eksperimen yang lebih kompleks dengan jumlah sampel yang lebih besar. ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 PENUTUP Penelitian ini dilaksanakan di UPT SDN 066053 Medan pada siswa kelas V dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kreativitas siswa pada materi seni tari AuSerampang Dua BelasAy pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Penelitian melibatkan 30 siswa sebagai subjek yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pretest, pemberian perlakuan . , dan Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui Serampang Dua Belas memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kreativitas siswa kelas V sekolah dasar. Perubahan kreativitas siswa terlihat pada indikator kemampuan mengembangkan variasi gerak dari gerak dasar, menampilkan gerakan secara berkesinambungan, mengoordinasikan gerak dengan pasangan, serta tetap melanjutkan gerakan meskipun terjadi kesalahan. Selain itu, siswa mampu mengombinasikan gerak asli dengan ide sendiri, menentukan awal dan akhir penampilan secara kreatif, serta membentuk variasi formasi dalam tari. Kreativitas siswa juga terlihat dari kemampuan mempertahankan sikap tubuh sesuai peran, memperjelas urutan gerak, menyesuaikan tempo dengan irama musik, menampilkan ekspresi wajah yang sesuai, serta memanfaatkan perpindahan arah gerak dalam Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai rata-rata kreativitas siswa kelas V pada saat pretest sebesar 28,8, sedangkan pada posttest 38,37 dengan selisih rata-rata sebesar 9,56. Hasil uji hipotesis menggunakan uji t berpasangan (Paired Sample T-Tes. menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-taile. sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan Dengan demikian. HCA ditolak dan HCA diterima. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui tari Serampang Dua Belas efektif digunakan sebagai stimulus pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas siswa, karena mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan ide, berkreasi, dan mengekspresikan diri secara optimal dan kreatif melalui gerakan tari. DAFTAR PUSTAKA