JURNAL BIOLOGI PAPUA Vol 14. No 2. Halaman: 95Ae101 Oktober 2022 ISSN 2086-3314 E-ISSN 2503-0450 DOI: 10. 31957/jbp. http://ejournal. id/index. php/JBP Struktur Komunitas Moluska: Gastropoda dan Bivalvia di Vegetasi Perairan Danau Sentani Papua SURIANI BR. SURBAKTI1,*. LEONARDO A. NUMBERI2. ROMA M. MANALU2 1Program Studi Biologi. Jurusan Biologi FMIPA. Universitas Cenderawasih. Jayapura. Indonesia 2Program Studi Magister Biologi. Universitas Cenderawasih. Jayapura. Indonesia Diterima: 06 Desember 2021 Ae Disetujui: 10 Agustus 2022 A 2022 Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih ABSTRACT Community structure of bivalvia and gastropods nearby water vegetation in Sentani Lake. Papua. LineAos transect and plot methods were used to determining the structure of mollusks and vegetation by using index, diversity, and dominance as parameters. Intentional measurement were carried out on several biological parameters of the waters at 10 sampling points. From the observation and measurments, we obtained seven types of mollusk with 5644 individuals, where six types are belong to gastropods and one type is a member of bivalves. The highest level of mollusk diversity was in Kwadeware, the highest at the inlet of the lake, and were dominated by Melanoides tuberculata and Pomacea canaliculata. In addition, vegetation found in the area observation were water hyacinth (Eichhornia crassipe. , water spinach (Ipomoea aquatic. , apu wood (Pistia stratiote. , genjer (Limnocharis flav. Hydrilla verticillata, seagrass (Potomogeton malainu. Nymphaea alba. Ceratophyllum demersum, and Nymphoides indica. Key words: gastropods. Sentani lake. PENDAHULUAN Komunitas danau merupakan tumpuan kehidupan manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidup terutama yang bermukim di wilayah danau (Purwanto et al. , 2013. Cruz et al. , 2. Ekosistem danau menyediakan sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk minum dan kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, danau merupakan habitat bagi berbagai jenis fauna akuatik seperti ikan, udang, kepiting dan juga berbagai jenis moluska seperti keong dan kerang (Haryani, 2. Kelompok keong dan kerang umumnya lebih mampu beradaptasi terhadap parameter lingkungan (Hussen et al. , 2. Seperti dijelaskan oleh Pratiwi . , * Alamat korespondensi: Program Studi Biologi. Jurusan Biologi. FMIPA. Universitas Cenderawasih. Jl. Kamp. Wolker. Uncen Waena Jayapura. Papua. E-mail: anisurbakti1106@gmail. ekosistem danau menyimpan berbagai biota yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi masyarakat salah satunya adalah kelompok Hal tersebut menunjukkan bahwa kehadiran moluska sangat menguntungkan bagi masyarakat di wilayah danau, salah satunya masyarakat di Danau Sentani. Papua (Surbakti. Danau Sentani merupakan salah satu danau yang terbesar di Papua, yang memiliki komunitas yang kompleks dengan kehadiran biota termasuk Kehadiran moluska di Danau Sentani memberikan kontribusi yang besar kepada masyarakat yang bermukim di Danau Sentani. Masyarakat pada umumnya mengkonsumsi dan menjual moluska untuk memenuhi kebutuhan Pemanfaatan moluska di Danau Sentani merupakan salah satu bukti bahwa Danau Sentani merupakan ekosistem primadona yang dimiliki oleh masyarakat. Danau Sentani merupakan primadona Kabupaten dan Kota Jayapura, saat ini terancam J U RN A L B I OL OGI PA PU A 14. : 95Ae101 akibat adanya pembangunan yang perubahan peruntukan lahannya tidak dapat dibendung karena kebutuhan manusia. Kecenderungan merubah areal perairan menjadi kawasan perumahan, perindustrian, dan tempat sarana wisata mempengaruhi eosistem danau. Kondisi tersebut dapat menghilangkan cadangan sumber air bersih, hilangnya beberapa situs, menyebabkan banjir, dan tanah longsor. Perubahan-perubahan yang terjadi pada danau menyebabkan penurunan populasi moluska yang hidup di dalamnya. Moluska memiliki kepekaan terhadap perubahan lingkungan dan digolongkan sebagai kelompok organisme yang memiliki kisaran lingkungan fisika dan kimia. Demikian juga halnya dengan kehadiran moluska di Danau Sentani. Keberadaan moluska sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan terutama vegetasi yang ditemukan di Danau Sentani. Penelitian yang dilakukan Surbakti . ditemukan vegetasi, peneliti berasumsi bahwa keberadaan moluska jenis tertentu sangat erat kaitannya dengan keberadaan vegetasi jenis tertentu juga. Berlatar belakang kondisi tersebut maka kajian perlu dilakukan untuk memperoleh data berkaitan dengan tingkat keragaman, kelimpahan, kepadatan, dominansi kelompok moluska, termasuk gambaran struktur vegetasi dan komposisinya di Danau Sentani. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai informasi pada masyarakat, pemerintah, untuk memotret kondisi Danau Sentani saat ini dengan indikator moluska dan vegetasi yang ditemukan di Danau Sentani. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan bulan Agustus 2020 hingga September 2020 pada 10 wilayah kajian di Danau Sentani, yang meliputi Yakonde (I). Sosiri (II). Kwadeware . Doyo Lama (IV). Kehiran (V). Nendali (VI). Khalkote (VII). Asei Besar (V. Telaga Maya (IX), dan Jembatan Dua (X) (Gambar Gambar 1. Peta lokasi penelitian di Danau Sentani. Papua. Metode Pelaksanaan Sampling Koleksi moluska dan vegetasi dilakukan dengan menggunakan garis transek dan plot. Pada masing-masing lokasi 5 garis transek diletakkan membujur dari pantai ke danau. Transek berjarak minimal 50 meter, hingga kedalaman maksimal 1,5 meter, pada setiap transek diletakkan 10 plot. Moluska dikoleksi menggunakan serok dan alat saringan, sedangkan untuk jenis-jenis yang menempel pada tumbuhan air dan batu dikoleksi secara langsung. Spesimen moluska yang belum dapat diidentifikasi secara langsung, diawetkan dalam etanol 70% selama transportasi dari lokasi ke laboratorium. Identifikasi berdasarkan karakter morfologi cangkang menurut Jutting . Isnaningsih & Marwoto . Marwoto & Isnaningsih . Analisis Data Keanekaragaman jenis moluska dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman ShannonWiener (Fachrul, 2. HAo = Indeks keanekaragaman Shannon = Jumlah individu jenis ke-i N = Jumlah total individu seluruh jenis SURBAKTI et al. Struktur Komunitas Moluska Dominansi suatu jenis moluska dianalisis menggunakan formula (Khouw, 2. C = Oc . i/N)2 C = Indeks dominansi Ni = Jumlah individu spesies ke-i N = Total jumlah individu Sedangkan untuk mengetahui kelimpahan menggunakan formula (Facrul, 2. Di = Jumlah individu . ke-i per satuan Ni = Jumlah individu . ke-i dalam transek kuadrat A = Luas transek kuadrat HASIL DAN PEMBAHASAN Komposisi Moluska Danau Sentani Secara rinci, komposisi jenis moluska yang diperoleh 7 jenis (Tabel . 644 individu yang mencakup enam jenis gastropoda dan satu jenis bivalvia. Kwadeware merupakan lokasi yang memiliki tingkat keanekaragaman jenis tertinggi dibandingakan kesembilan stasiun lainnya. Indeks Keanekaragaman jenis moluska diakibatkan oleh total jenis dan distribusi masing-masing spesies. Spesies diakibatkan oleh pengaruh suatu spesies yang Hamidah . berpendapat bahwa kecilnya nilai indeks keanekaragaman pada suatu lokasi bisa diakibatkan oleh total individu yang pada setiap spesiesnya tidak berdistribusi dengan Tingginya kelimpahan moluska yang didapat pada stasiun V (Kehira. diakibatkan karena stasiun tersebut merupakan inlet danau (Gambar Kehiran merupakan stasiun yang dipilih sebagai ekosistem berbeda. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui perbandingan jumlah individu moluska yang ada di danau dan daerah inlet Kehiran juga merupakan wilayah yang memiliki ekosistem yang kompleks dengan tingginya variasi vegetasi darat dan perairan. Selain itu, lokasi tersebut juga sangat dekat dengan lokasi perkebunan dan peternakan sehingga kandungan bahan organik pada substrat dasar perairan sangat tinggi, yang berasal dari Habitat yang berserasah, juga terendap memberikan asupan bahan organik yang terhimpun di substrat dasar perairan menjadi nutrien bagi biota perairan terutama moluska. Salah satu kelompok moluska yang berdistribusi baik di Kehiran adalah kelas Gastropoda dengan jumlah individu yang sangat tinggi. Hal tersebut selaras dengan Cole . , yang mengungkapkan bahwa diktum organik yang berada di perairan selain berperan sebagai nutrisi, juga menjadi kemunculan, dan kelimpahan benthos di perairan. Purwanto et al. , melaporkan bahwa Danau Sentani digolongkan pada empat ordo, yang terbagi dalam lima suku. Hasil identifikasi jenis menunjukkan bahwa Danau Sentani memiliki sembilan jenis yakni Angulyagra tricostata. Thiara scabra. Stelomelania sp. Melanoides tuberculata. Pilsbryoconcha exilis. Pomaceae canaliculata. Pilla sp. Melanoides granifera dan Melanoides canalis. Beberapa jenis yang ditemukan oleh Purwanto et . dapat ditemukan lagi pada penelitian ini. Hal lain yang berbeda pada penelitian yakni jumlah individu per spesies diketahui semakin menurun (Tabel . Berdasarkan kajian yang dilakukan, diketahui bahwa faktor yang menyebabkan turunnya jumlah individu per spesies adalah kehadiran vegetasi dan dukungan substrat pada stasiun Stasiun II (Sosir. merupakan habitat yang memiliki tingkat keanekaragaman dan tingkat kelimpahan yang sangat rendah. Hal tersebut diakibatkan karena Sosiri memiliki substrat yang berbatu dan berkerikil serta tidak memiliki suplai bahan organik baik dari aktifitas rumah tangga ataupun alam . sehingga tidak banyak jenis moluska yang cocok untuk hidup di stasiun tersebut. Selain hal tersebut, diakibatkan juga oleh terlalu banyak kehadiran J U RN A L B I OL OGI PA PU A 14. : 95Ae101 jenis vegetasi dengan tutupan yang tinggi (Tabel Vegetasi Danau Sentani Pengamatan jenis vegetasi di stasiun juga dilakukan agar dapat melihat pengaruh kehadiran vegetasi terhadap kelimpahan moluska di Danau Sentani (Tabel . Kehadiran vegetasi memiliki peran penting bagi kelimpahan moluska. Tingginya jumlah jenis dan tutupan vegetasi pada umumnya tidak sesuai dengan habitat moluska. Berdasarkan temuan dalam kajian ini, hanya beberapa jenis tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai habitat moluska, dan kesesuaian vegetasi dalam habitat, dapat mendukung kolonisasi dan selanjutnya mampu mendominasi. Dominansi Moluska Pada penelitian dilakukan pengukuran untuk menghitung indeks berdasarkan jumlah yang diperoleh agar dapat menetapkan tingkat dominasi suatu jenis moluska pada komunitas Danau Sentani (Gambar . Jenis moluska yang paling dominan adalah Melanoides tuberculata dan diikuti Pomacea canaliculata, sedangkan jenis paling Physastra Pilsbryoconcha exilis. Tingginya kedua jenis moluska tersebut dipengaruhi oleh keberadaan Habitat Pomacea canaliculata dipengaruhi tingginya vegetasi Hydrilla verticillata, sedangkan habitat yang tidak memiliki vegetasi apapun akan didominasi oleh Melanoides tuberculata. Hydrilla verticillata selain berdampak pada kelimpahan Pomacea canaliculata, juga berdampak pada jenis moluska lainnya. Dampak yang dihasilkan yakni menekan jumlah individu dan kehadiran jenis Selain Hydrilla verticillata, jenis vegetasi lainnya yang sangat berdampak yakni Pistia Tutupan Pistia stratiotes yang padat menyebabkan tidak ditemukannya moluska. Jenis Vegetasi memengaruhi kehadiran moluska yakni lamun (Potomogeton malainu. Berdasarkan penelitian, kehadiran lamun sangat dekat dengan kehadiran moluska terutama jenis Physastra stagnalis dan Pilsbryoconcha exilis. Dapat dipahami bahwa vegetasi merupakan faktor Gambar 2. Indeks keanekaragaman moluska di setiap stasiun pengamatan. Gambar 3. Kelimpahan moluska di Danau Sentani pada setiap stasiun pengamatan. Gambar 4. Dominansi moluska di Danau Sentani. penentu keberadaan moluska. Selain itu, keberadaan vegetasi tentunya akan dimanfaatkan untuk mendukung perikehidupan moluska. Tingkat keanekaragaman jenis pada 10 stasiun menunjukkan indeks keanekaragaman (HA. tertinggi terdapat pada stasiun Kwadeware dan Khalkote. Kondisi ini dapat terggambarkan SURBAKTI et al. Struktur Komunitas Moluska dalam penelusuran struktur komunitas dan keseimbangan ekosistem di Danau Sentani (Gambar . Stasiun dengan HAo terendah adalah Sosiri dan Yakonde dengan tidak lebih dari 0,5. Kelimpahan Moluska di Stasiun Penelitian Hasil penelitian dianalisis lebih mendalam untuk melihat tingkat kelimpahan moluska di setiap stasiun pengamatan. Analisis tersebut dilakukan untuk mengetahui jumlah dari masingmasing spesies dari dalam komunitas (Gambar . Jenis Melanoides tuberculata sebagai moluska dengan dominansi tertinggi diakibatkan sifat Melanoides tuberculata mendiami berbagai macam lingkungan perairan, baik lentik maupun lotik, dengan kedalaman berkisar antara 0,25 - 3,7 m (Peso et al. Melanoides tuberculata dapat ditemukan pada berbagai jenis substrat . atuan, kerikil, lumpur, tanah dan pasi. , dan Melanoides tuberculata sering dikaitkan dengan makrofit dan substrat yang dibuat oleh manusia . elepah sagu dan kayu yang berada di badan peraira. (Silva et , 1. Keberadaannya telah terdeteksi di sungai dan aliran dari berbagai aliran sungai, danau, waduk, bendungan, dan tanggul. Melanoides tuberculata memiliki kemampuan dalam menahan pergerakan arus yang cepat lebih besar (Quintana et al. , 2. Kehadiran Melanoides tuberculata sudah sangat berkurang saat ini jika dibandingkan dengan tahun 2009 dan 2013, hasil penelitian Surbakti . pada tahun 2011, kepadatan Melanoides tuberculata di kolam, di sungai dan air yang mengalir lainnya, dan juga di Danau Sentani. Hal tersebut didukung tulisan Pointier et al . Tabel 1. Komposisi moluska di Danau Sentani. Jenis Pomacea canaliculata Tiaras cabra Melanoides tuberculata Tarebia granifera Belamia sp. Physastra stagnalis Pilsbryoconcha exilis Total i Jumlah VII Vi Total Tabel 2. Vegetasi perairan di Danau Sentani. Jenis vegetasi Enceng gondok (Eichhornia crassipe. Kangkung (Ipomoea aquatic. Kayu Apu (Pistia stratiote. Genjer (Limnocharis flav. Hydrilla verticillata Lamun Nymphaea alba Ceratophyllum demersum Nymphoides indica Ket. : ue . , - . idak ad. ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue i ue ue ue Kehadiran Vegetasi V VI VII Vi ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue 100 J U RN A L B I OL OGI PA PU A 14. : 95Ae101 bahwa Melanoides tuberculate merupakan moluska yang menyukai kolam dan perairan yang tenang. Selain itu. Melanoides tuberculate mampu menjajah badan air secara permanen dalam waktu singkat (Facyn et al, 2. Melanoides tuberculata mampu memanfaatkan lingkungan dengan berbeda-beda eutrofikasi . ari oligotrofik ke hipereutrofi. Apalagi Melanoides tuberculate toleran terhadap kondisi oksigen terlarut yang rendah dan juga sangat mampu bertahan terhadap polusi di lingkungan perkotaan (Dudgeon, 1. Selain Melanoides Pomacea canaliculata juga memiliki dominansi yang tinggi Danau Sentani. Pomacea memanfaatkan vegetasi Hydrilla verticillata sebagai tempat bernaung namun didukung juga oleh Eichhornia crassipes dan Ipomoea aquatica sebagai tempat meletakkan telurnya (Gambar . Gambar 5. Asosiasi Pomacea canaliculata dengan Hydrilla verticillata (A), asosiasi P. mengapit H. verticillata (B), dan telur P. canaliculata pada tangkai daun Ipomoea aquatica (C). Pomacea canaliculata berasal dari daerah tropis Amerika Selatan (Estebenet & Martyn, 2. Makanannya terdiri dari perifit, makrofit, sisa-sisa dan bahan organik, dan Pomacea canaliculata makanannya selama perkembangan ontogenetik. Pomacea canaliculata menunjukkan preferensi untuk detritus dan alga ketika muda, dan untuk makrofit akuatik (Hirai. Kebiasaan makan Pomacea canaliculata melibatkan banyak tumbuhan air, dan preferensi makanannya pada dasarnya ditentukan oleh rasio ketersediaan nitrogen, kandungan bahan kering, keberadaan zat metabolik seperti senyawa fenolik tanaman (Qui et al. , 2. Pada percobaan Cruz et . , beberapa jenis makrofit ditawarkan secara bersamaan kepada Pomacea canaliculata agar dapat mengekspresikan preferensi makanannya. Dalam kondisi tersebut. Hydrilla verticillata merupakan makrofit yang paling banyak dikonsumsi oleh Pomacea canaliculata, secara signifikan lebih tinggi daripada yang diverifikasi untuk Ceratophyllum demersum. KESIMPULAN Berdasarkan disimpulkan bahwa tingkat keragaman moluska tertinggi berada di Kwadeware, kelimpahan paling tinggi di lokasi inlet Danau Sentani, dan jenis paling mendominasi adalah Melanoides tuberculate dan Pomacea canaliculata. Struktur vegetasi yang dapat ditemukan di Danau Sentani adalah enceng gondok (Eichhornia crassipe. , kangkung (Ipomoea aquatic. , kayu apu (Pistia stratiote. Genjer (Limnocharis flav. Hydrilla (Potomogeton Nymphaea alba. Ceratophyllum demersum, dan Nymphoides indica. Komposisi moluska di sepuluh wilayah di Danau Sentani adalah Pomacea canaliculata. Tiaras cabra. Melanoides tuberculata. Tarebia granifera. Belamia sp. Physastra stagnalis, dan Pilsbryoconcha Kehadiran jenis dan populasi moluska di perairan Danau Sentani dipengaruhi oleh jenis dan keberadaan vegetasi. DAFTAR PUSTAKA